BUPATI PANGANDARAN APRESIASI GERAKAN BERSIH-BERSIH PANTAI YANG DILAKUKAN MASYARAKAT PASCA LIBUR LEBARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu sejumlah masyarakat pelaku usaha wisata, ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, instansi vertical, TNI-Polri dan elemen lainnya, bersama-sama turun  di sepanjang pantai barat dan timur mengikuti gerakan bersih-bersih pantai usai libur lebaran 1443 H.(10/05)

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, ia sangat mengapresiasi gerakan bersih-bersih pantai yang dilakukan hamper seluruh elemen, baik masyarakat mau pun pemerintah.

“Gerakan ini merupakan salahsatu bentuk kecintaan pada Pangandaran, “ungkap Jeje.

Dengan memunguti sampah bekas kemasan makanan dan botol beka air mineral, menurut Jeje, ini  membuat pantai kembali bersih dari ceceran sampah yang ditinggalkan para pengunjung saat menikmati liburannya di Pantai Pangandaran. 

Jeje bersukur karena sektor pariwisata Pangandaran sudah semakin pulih dan ini dibuktikan dengan banyaknya wisatawan yang menghabiskan waktu liburannya di Pangandaran pekan lalu.

“Dan tenmtunya kebangkitan pariwisata ini juga diharapkan bisa berbanding lurus dengan kesadaran para pelaku usaha wisata dan wisatawan untuk sama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan objek wisata di Pangandaran, “imbuhnya.

Hal senada disampaikan salah seorang penggiat wisata Pangandaran, Edi Rusmiadi, ia menghimbau agar 

pelaku usaha apapun terutama pedagang di pantai bisa ikut bersih-bersih pantai, dengan cara mengumpulkan sampah yang berserakan untuk dibawa petugas kebersihan sebelum para pedagang pulang ke rumah masing-masig.

“Dengan begitu kita sudah menunjukan peduli dan rasa syukur ke Pangandaran yang sudah memberikan rejeki melalui usaha pariwisata, karena kebersihan pantai ini merupakan tanggungjawab bersama, “ujar Edi dalam postingannya di media sosial.

Edi mengatakan, jangan salahkan wisatawan yang memang perilakunya masih membuang sampah sembarangan karena mungkin suasana libur kemarin yang terlalu padat atau mungkin karena keterbatasan fasilitas tempat sampahnya. Ini merupakan sebuah resiko daerah yang menjadi Mass Tourism Destination dimana wisatawan yang datang kesini terdiri dari berbagai kalangan, berbagai kelas dan strata social.

“Marilah kita menjadi pribumi yang bijak, tapi setidaknya kita sudah menerima hasilnya dari kesuksesan dunia pariwisata Pangandaran sebagai mass tourism destination tersebut, “ ucapnya. (PNews)


6 BULAN BERTURUT-TURUT TAK BAYAR PAJAK, PEMKAB PANGANDARAN TUTUP SEMENTARA HOTEL SURYA PESONA BEACH

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran benar-benar membuktikan untuk menggenjot Panghasilan Asli Dareah (PAD) yang selama ini belum optimal tergali, salah satunya pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.

Usaha untuk mengoptimalkan pajak tersebut diantaranya dengan memasang stiker dan pengawasan hingga penutupan sementara usaha hotel-restoran yang menjadi wajib pajak (wp) yang lalai memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

Salahsatunya, hari ini Pemkab Pangandaran melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku Penegak Peraturan Daerah (gakda) bersama-sama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran melakukan penutupan sementara usaha hotel Surya Pesona Beach di kawasan pantai barat karenak hotel tersebut telah melanggar Peraturan Perundang undangan tentang pajak hotel yang berlaku di Kabupaten Pangandaran. 

Saat ditemui di ruang kerjanya Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran H Dadang Solihat, SPd, MPd, membenarkan, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Pangandaran Nomor: 38 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran No 45 Tahun 2016 Tentang Pajak Hotel, Bab VI pasal 19, pada ayat (6) “Wajib pajak yang tidak memenuhi pembayaran pajak terutang selama 3 (tiga) bulan berturut turut dilakukan pemasangan stiker atau spanduk peringatan dan apabila selama 6 (enam) bulan berturut turut maka dilakukan penutupan sementara, penyegelan dan / atau pembekuan izin”, maka untuk sementara Pemkab Pangandaran menutup hotel Surya Pesona Beach.

“Hotel Surya Pesona Beach ini sudah 6 bulan lebih berturut-turut tidak membayar pajak, sehingga pemda kehilangan potensi pendapatan pajak dari hotel tersebut ratusan juta, “terang Dadang.(10/05) 

Di Kabupaten Pangandaran sendiri, terang Dadang, jumlah tempat menginap ada sekitar 480, dengan rincian 113 hotel dan 367 wisma/kotage.

Dadang berharap kesadaran para pengusaha hotel dan restoran sebagai wajib pajak agar taat membayar pajak karena ini untuk kepentingan pembangunan daerah dan kepentinga masyarakat banyak. Bagaimana satu daerah bisa membangun jika masyarakat wajib pajaknya tidak patuh dalam pembayaran pajaknya.

Mudah-mudahan, imbuh Dadang, masyarakat paham bahwa pendapatan daerah salahsatunya dari pajak hotel dan restoran ini untuk kepentingan semua, kepentingan pembangunan Kabupaten Pangandaran.

“Untuk target tahun 2022 dari pajak hotel sebesar Rp 27 milyar dan pajak restoran Rp 8 milyar,  mudah-mudahan target ini bisa tercap[ai, sukur-sukur bis lebih, “pungkasnya. (PNews)


INI TANGGAPAN BUPATI PANGANDARAN TERKAIT 3 CATATAN KUNKER WAGUB JABAR SAAT LIBUR LEBARAN

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Menanggapi hasil kunjungan kerja Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau langsung kondisi liburan di obyek wisata di Kabupaten Pangandaran yang memberi tiga catatan seperti masalah parkir, kebersihan dan arus balik wsiatawa, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, semua hal tersebut akan dibahas minggu depan dalam rapat evaluasi.

Dalam rapat evaluasi tersebut, kata Jeje, akan dibahas juga mengenai prosedur tetap (protap) bagaimana cara memgantisipasi seperti saat kunjungan wisatawan sudah mencapai di angka 50 ribu pengunjung lebih dan seterusnya.

“Karena dalam durasi 2- 4 jam kita up date, seperti puncak liburan lebaran kemarin saya turun langsung hingga malam hari untuk memantau kondisi di lapangan, “kata Jeje, saat ditemui usai mengikuti rapat Forkopinda di kediaman mantan Menteri Kelautan Susi Pujiastuti di jalan Merdeka Pangandaran.((10/05)

Jeje mengatakan, begitu juga masalah penanganan kebersihan dan jalur balik wisatawan, ini akan menjadi bahasan dengan SKPD terkait dan seluruh stakeholder.

Dan terkait masalah parkir, imbuh Jeje, pihaknya berencana akan menyiapkan lahan parkir secara permanen yaitu di lapang Katapangdoyong pantai timur, khusunya untuk kendaraan besar dan sejenisnya.

“Seharusnya Pangandaran sudah seperti di Bali, dimana kendaraan yang datang hanya droping penumpang saja, “ungkapnya. (PNews)


APDESI DAN DPRD PANGANDARAN GELAR AUDENS BAHAS NASKAH AKADEMIK PERUBAHAN PERDA NOMOR 9 TAHUN 2018

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pangandaran mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran untuk memberikan masukan terkait Naskah Akademik perubahan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Badan Permusywaratan Desa (BPD).(18/04)

Seperti disampaikan Ketua APDESI Kabupaten Pangandaran Sugiono,S.H, paling tidak ada tiga pasal penting dalam draft Naskah Akademik perubahan Peraturan Daerah Tentang Badan Permusyawaratan Desa, diantaranya pasal 21 yang mengatur staf kesekretariatan BPD, pasal 75 terkait dengan besaran tunjangan BPD dan ketiga pasal 31 terkait hubungan kerja BPD dengan pemerintah desa.

"Dari pasal-pasal tersebut yang paling krusial mengenai tunjangan BPD," kata Sugiono.

Kedatangan APDESI ini kata Sugiono bukan bermaksud untuk menentang aspirasi dari BPD tersebut namun untuk mempersoalkan perubahan pasal, walau pada akhirnya manakala tidak dirubah pun klausulnya minimalnya 50 persen dari Siltap (penghasilan tetap) kepala desa, artinya tanpa merubah pasal pun menaikan tunjangan BPD bisa-bisa saja.

"Tetapi kalau ini tetap tidak dirubah menjadi 75 persen, maka akan sangat memberatkan karena sumbernya dari keuangan desa," sambungnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin.H.M.M mengatakan terkait tunjangan BPD yang sudah ditetapkan di dalam peraturan daerah (perda) terdahulu, namun karena ada usulan dan lain sebagainya maka rencananya DPRD akan mencoba membuat formulasi baru.

Asep mengatakan dasar dari perubahan tersebut bukan hanya terkait dengan keinginan menaikan hak keuangan BPD, namun ada beberapa hal seperti adanya perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 43 menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 11 yang berpengaruh terhadap perubahan Perda ini.

"Tunjangan yang diberikan di dalam PP 11 RT RW tidak termasuk di angka yang 30 persen tetapi di angka 70 persen, maka ini ada ruang," jelas Asep.

Asep juga mengatakan perubahan Perda ini pada prinsipnya bentuk penguatan kelembagaan desa terutama di BPD sehingga perlu adanya sekretariat BPD, misalnya. Dan apa yang disampaikan APDESI ini merupakan saran masukan bagi kami dalam finalisasi perubahan Perda tentang BPD.

"Jadi prinsip keuangan BPD ini juga yang menetukan adalah kemampuan keuangan daerah melalui peraturan bupati," pungkasnya. (PNews)


SELAMA LIBUR LEBARAN 1443 H PAD DARI SEKTOR PARIWISATA PANGANDARAN RAUP RP 6 MILYAR

PANGANDARANNEWS.COM – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata pada libur Hari Raya Idul Firtri 1443 H, tercatat hingga hari minggu tanggal 8 mei 2022 mencapai sekitar Rp 5 milyar, sementara dari pajak hotel dan restoran sebesar Rp 1,3 milyar.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata usai mengikuti acara halal bil halal bertempat di alun-alun Pangbagea di sekitar kantor sekretariat Daerah Pangandaran Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.(09/05)

Jeje mengatakan, sekitar 650 wisatawan datang berlibur ke destinasi-destinasi yang ada di Kabupaten Pangandaran, seperti pantai Pangandaran, Batuhiu, Greencanyon, pantai Batukaras dan tempat-tempat wisata lainnya.

“Tentu PAD yang didapat libur lebaran ini diharapkan bisa mendongkrak PAD kita yang 2 tahun ke belekang mengalkami ,mati suri, “ungkap Jeje.(09/05)

Dari 650 wisatawan yang datang ke Pangandaran, kata Jeje, jika saja satu orang wisatawan mengeluarkan uang Rp 100 ribu saja maka akan terkumpul uang Rp 600 milyar berputar di masayarakat. Tentu ini merupakan dampak besar ekonomi yang besar dan signifikan yang tidak semua daerah memiliki potensi ini.

Jadi, tegas Jeje, sektor wisata ini tidak melulu bicara soal PAD, tapi ada yang lebih dahsyat dari PAD yaitu perputaran uang yang “dikirim” wisatawan akan meningkat di masyarakat.

“Dan pada gilirannya tentu ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak, “imbuh Jeje.

Terkait kenaikan tarif masuk wisata, Jeje pihaknya sudah mempertimbangkan dengan seksama. Dari segi normatif baik itu undang undang maupun peraturan daerah mengamanatkan bahwa kepala daerah harus mengevaluasi dan menyesuaikan tarif tersebut setiap 3 bulan sekali, sementara dari sisi ekonomis enam tahun yang lalu harga tiket kita Rp 6 ribu.

“Tapi kenaikan ini tidak diberlakukan di semua obyek wisata, seperti obyek wisata Batuhiu tidak mengalami kenaikan, “jelasnya.

Jeje juga menyampaikan atas nama Pemkab Pangandaran ia menyampaikan Taqoballallohu minna waminkum, karena tentu masih banyak sekali janji yang belum terpenuhi atau pun kata khilap dan prilaku yang salah.

“Tentu pada momen halal bil halal ini saya dan wakil bupati mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, mudah-mudahan bapak-ibu sekalian memaafkan, “ucapnya. 

Selain dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan, Sekda Kusdiana, acara halal bil halal ini juga turut dihadiri Ketua MUI, Pimpinan dan Anggota DPRD, Kapolres Pangandaran, Pimpinan Unpad kampus Pangandaran, Direktur Politeknik Pangandaran, pejabat lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandaran dan tamu undangan lainnya. (TnT)


INI 3 CATATAN WAGUB JABAR SAAT BERKUNJUNG KE OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM -  Seperti dilansir sebuah media on line, dalam kunjungan kerjanya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ke obyek wisata di Kabupaten Pangandaran, ia memberikan tiga catatan terkait evaluasi libur Lebaran di Pantai Pangandaran dan terkait Pangandaran saat ini ingin dijadikan salah satu wisata internasional di Jabar.

Kata Uu, Pangandaran memang dijadikan skala prioritas karena Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ingin menjadikan Pangandaran ini menjadi tujuan wisata internasional, sehingga perlu disediakan sarana, prasarana dan infrastruktur sebagai penunjangnya.

“Evaluasi perlu dilakukan tepatnya saat Pangandaran diserbu wisatawan seperti saat libur Lebaran tahun sekarang, “ujar Uu, saat berada di Pangandaran.(07/05)

Uu mengatakan ada tiga hal utama yang akan dilaporkan pada gubernur untuk ditindaklanjuti, antara lain masalah ketersediaan lahan parkir, masalah sampah yang masih banyak berserakan dan akses arus balik para wisatawan masih terhambat.

Menurutnya ia masih melihat banyak kendaraan yang parkir sembarangan sehingga menjadi salah satu penyebab kemacetan, oleh karena itu Pemkab Pangandaran harus menyediakan tiga jalur alternatif sebagai akses keluar wisatawan dari Pantai Pangandaran. 

Hal senada dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, kepada PNews saat ditemui di toll gate utama, ia mengakui masalah parkir dan kebersihan di kawasan wisata menjadi evaluasi yang harus diperbaiki.

Selain parkir, imbuh Kusdiana, kebersihan di obyek wisata pun harus menjadi perhatian bersama baik para pelaku usaha wisata (pedagang pantai) atau pun wisatawan itu sendiri, karena sampah yang berserakan di pantai kebanyakan bekas bungkus kemasan makanan ringan dan botol air mineral.

Disoal ketersediaan lahan parkir, Kusdiana mengatakan hingga saat ini pihaknya memang belum ada data estimasi prakiraan jumlah kendaraan yang masuk dan berapa ketersediaan lahan parker yang ada di obyek wisata Pangandaran.

“Khususnya saat libur lebaran dan tahun baru, karena kedua sesen itu terjadi lonjakan wisatawan, “ungkapnya. (PNews)   


PRIHATIN, TINGKAT KEPEDULIAN PADA KEBERSIHAN WISATAWAN YANG DATANG KE PANGANDARAN MASIH RENDAH

PANGANDARANNEWS.COM – Selain menambah pundi-pundi Penghasilan Asli Daerah (PAD) ternyata membludaknya wisatawan yang datang ke obyek wisata Pangandaran saat libur lebaran 1443 Hijriah  membuat persoalan tersendiri terkait kebersihan di seputar area wisata sehingga menggangu keasrian dan keindahan sebagian kawasan wisata.

Setiap hari saat libur Hari Raya ini, hampir sejak pukul 06.00 WIB wisatawan sudah tumplek di tepian pantai, bahkan tak wanya pengunjung para pedagang asongan turut penuhi kawasan pantai.

Salah seorang pengunjung asal Batutulis Bogor, Dani Herdiana (48) mengatakan, ia yang datang tadi malam jam 21.00 bersama keluarganya mengaku tidak kebagian penginapan sehingga ia pun memutuskan tidur di mobil.

Menurut Dani ia memilih libur saat weekend pertama karena diprediksi wisatawan sudah berkurang atau mulai kosong, namun ternyata malah masih ramai juga hanya di perjalanan saja yang lancar dan waktu tempuh perjalanan pun normal. 

Kepada PNews Dani mengatakan, ia sangat prihatin melihat kondisi pantai yang dipenuhi sampah plastik yang berserakan hampir di sepnajang pantai. 

"Saya kaget dan prihatin, ternyata masih banyak wisatawan yang masih abai kebersiahan dengan buang sampah sembarangan, ada popok bayi, botol plastik, bungkus kemasan makanan ringan dan lainnya berserakan hamper di sepnajang pantai, " ucapnya.

Dani sangat kecewa karena keindahan pantai Pangandaran yang sudah dikenal dimana-mana kini harus pudar karena ulah masyarakat yang abai pada kebersihan dan lingkungan. 

“Saya juga berharap agar Pemkab Pangandaran memperbanyak keberadaan tong sampah dan terus menerus mensosialisasi tentang kebersihan ini, khususnya di kawasan wisata, “imbuh Dani. (PNews)

 

WAGUB JAWA BARAT PANTAU KONDISI OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN SAAT LIBUR LEBARAN

PANGANDARANNEWS.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum hari kemarin berkunjung ke Kabupaten Pangandaran untuk memantau langsung aktivitas wisata Pantai Pangandaran yang menjadi destinasi wisata saat libur Lebaran 1443 H serta memantaua terkait fokus kesiapan sarana prasarana, infrastruktur, serta penerapan protokol kesehatan di objek wisata Pangandaran.(06/05) 

Kepada sejumlah awak media Uu mengatakan, kunjungannya ini dilakukan untuk memantau dan evaluasi dalam rangka menjadikan Pangandaran sebagai salah satu lokasi wisata berskala internasional di Jabar. Dan pada momentum libur Lebaran ini merupakan saat yang tepat untuk menilai progres yang sudah dilakukan, mengingat jumlah wisatawan saat ini mencapai 100.000 orang per harinya.

Seperti diketahui, kata Uu, obyek wisata Pangandaran ini dijadikan skala prioritas karena Gubernur Jawa Barat ingin Pangandaran ini menjadi wisata internasional.

“Oleh karena itu kami perlu menyediakan sarana, prasarana dan infrastruktur yang memang harus disediakan sarana penunjangnya,"ucapnya.

Uu menjelaskan, salah satu evaluasi yang akan ditindaklanjuti adalah saat banyak wisatawan yang datang, dari hasil pemantauan tersebut ia mencatat ada tiga hal utama yang akan dilaporkan untuk ditindaklanjuti, antara lain masalah ketersediaan lahan parkir, masalah sampah yang masih banyak berserakan dan akses jalan pulang para wisatawan yang masih terhambat.

Uu menambahkan kesadaran masyarakat terkait parkir ini masih minim, sehingga masih ditemukan mobil-mobil terparkir di tengah jalan sehingga membuat kemacetan. Banyak kendaraan yang parkir di tengah jalan yang terpaksa harus digeser, digotong, dan Itu merepotkan warga sehingga hal ini pun menjadi bahan evaluasi yang akan dilaporkan kepada Gubernur;

“Sementara untuk jalur balik, Pemda Kabupaten Pangandaran sudah menyiapkan tiga jalur alternatif untuk wisatawan pulang di libur Lebaran tahun ini, guna mengurangi kemacetan di jalur utama, “jelas Uu.

Permasalahan lainnya, masih kata Uu, akses jalan pulang yang selalu macet di perjalanan, sehingga perlu dipikirkan juga jalur alternatif untuk pulang, dan hal ini sudah dipersiapkan oleh Pemkab Pangandaran dan tinggal realisasinya.

Disoal penerapan prokes, Uu mengakui wisatawan lebih longgar prokes dibandingkan tahun sebelumnya sehingga ia pun mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah untuk menjaga prokes, meskipun sedang berada di lokasi wisata.

Uu juga mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Jabar sudah mendekati nol, tempat-tempat isolasi Covid-19 pun sudah mulai kosong. Oleh karena itu ia optimistis pandemi Covid-19 di Jabar akan segera berakhir. (TnT)


MASIH DALAM SUASANA LEBARAN, 3 PUNGGAWA PERSIB RAMAIKAN STADION CIKUPA DI AJANG PERTANDINGAN PERSAHABATAN MELAWAN RALIS SELETION

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Beberapa pemain andalan Tim Persib Jawa Barat, seperti Abdul Azis, Zalnando dan Erwin Ramdani menjadi ikon tak terlupakan bagi warga Tasikmalaya Selatan (Tasela) saat hadir di ajang pertandingan antara Persib VS Ralis Selection yang digelar di stadion Cikaret Desa Cikupa.(06/05)

Tampak hadir dalam laga tersebut, Andi Ralis Promotor kegiatan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKB H. Oleh Soleh, S.H, Ketua Panitia penyelenggara Serka Mamat R, Danramil 1215/karangnunggal Kapten  Caz Dadan Kusnadi, Ketua Karang Taruna Wibawa Mukti, serta para tokoh dan sesepuh dilingkungan wilayah Cikaret.

Masyarakat Tasela pun sangat antusias untuk menyaksikan langsung pertandingan langka ini sehingga tampak terlihat ribuan penonton punmembludak memenuhi setiap sudut lapang sepak bola Cikaret, tak lupa beberapa bobotoh seperti Viking Karangnunggal, Viking Tasela, Bobotoh serta Bonek pun turut serta meramaikan kehadiran Abdul Azis Cs, sambil merayakan hari raya idul Fitri 1443H. 

Pertandingan Persib VS Ralis Selection ini dimotori pengusaha muda,m Aa Ralis (Andi Ralis) ini betul - betul mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Tasela, pertandingan pun berjalan lancar dan aman, juga panitia yang di bantu Karang Taruna Wibawa Mukti Desa Cikupa, kerjasama pihak aparat, Pemdes Cikupa, terlaksana sukses tanpa ekses.

Dalam sambutannya sebelum laga digelar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKB H. Oleh Soleh, S.H menjadi sponsor dalam pertandingan tersebut menyampaikan terimakasihn kepada 3 punggawa Persib Abdul Azis, Zalnando dan Erwin Ramdani yang telah menyempatkan hadir di laga persahabatan ini.

“Masih dalam suasana hari lebaran, kita bisa bersiraturahmi sambil menyaksikan pemain idola kita, idola masyarakat Jawa Barat, “ucap Oleh.

Even ini juga kata Oleh merupakan ajang pencarian atau seleksi pesepak bola junior di Tasela khususnya, agar pemain yang ada di daerah bisa lebih termotivasi dengan kehadiran para seniornya.

Ucapan yang sama disampaikan Ketua Panitia Serka Mamat Ruhimat, kepada PNews ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Tasela, khususnya masyarakat Desa cikupa yang sudah begitu antusias menyaksikan secara langsung pertandingan persahabatan ini.

Inysa Allah kedepanya kami bercita - cita menggelar pertandingan yang lebih meriah lagi dan berharap bisa menghadirkan lebih banyak lagi pemain Persib, “kata Mamat. 

Mamat juga tak lupa berterimakasih kepada Andi Ralis yang sudah mempromotori pertandingan ini, Karang Taruna Wibawa Mukti, Polsek Karangnunggal, jajaran Koramil 1215/Karangnunggal dan semua pihak yang telah mendukung acara ini sehingga terlaksana dengan lancar, aman dan kondusif.

Di tempat terpisah saat diwawancara PNews usai pertandingan, 3 punggawa Persib Abdul Azis, Zalnando dan Erwin Ramdani mengatakan hal yang sama, pihaknya senang bisa bermain di Karangnunggal, khususnya stadion sepak bola Cikaret ini dan bermain dengan pemain-pemain Ralis Selection meski timnya kalah 2-1.

Menurut Abdul Azis, ia pun sangat senang bisa hadir dan bermain di tengah-tengah warga Tasela, karena ini merupakan pengalaman yang luar biasa, apalagi sambutan dari para Bobotoh, Viking dan warga seluruhnya yang hadir menyaksikan pertandingan.

“Jelas ini membuat kami termotivasi untuk menunjukan bahwa kami betul menjadi tim dan pemain kebanggaan warga Jawa Barat dan khususnya warga Tasela, “ungkap Azis Cs. (ANWARWALUYO)


HARI KEDUA LEBARAN 1443H PANTAI CIPATUJAH TASIK PADAT DIKUNJUNGI WISATAWAN


pangandarannews.com /tasiknews - Memasuki hari kedua Liburan Hari Raya Idul Fitri 1443 H Pantai Sindangkerta Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya diserbu pengunjung yang datang dari beberapa kota seputar Tasikmalaya.

Kedatangan pengunjung ke objek wisata pantai Sindangkerta memang selalu terjadi pada setiap momen libur lebaran, namun untuk keramaian kali ini diindikasikan lebih tinggi karena selain adanya kebebasan pengunjung sekaligus memanfaatkan momen setelah Lebih 2 tahun di berlakukan  pengaturan dan pembatasan pengunjung karena pandemi covid 19 terutama saat libur hari raya.

Bukan hanya Pantai Sindangkerta, sejumlah objek wisata lainnya di selatan  Tasikmalaya juga di padati pengunjung.

Salah seorang pengunjung asal Bandung jang Ujang (36) menyampaikan, ia datang bersama keluarga besarnya untuk menikmati kesempatan berlibur di momen hari raya idul fitri tahun ini setelah tidak mudik ke kampung halaman selama 2 tahun dari tempatnya merantau di Kota Bandung.

Ujang mengatakan, walaupun hanya sekedar mengajak keluarga besar makan bersama dan mengajak sambil bakar ikan namun pantai Sindangkerta menjadi tujuan utama keluarganya.

"Selain indah liburan kesini tidak usah merogoh biaya besar, " ucapnya.(03/05).

Menurutnya ia merasa bersukur
setelah 2 liburan lebaran tidak bisa berkumpul bersama keluarga besar di hari raya, pada lebaran tahun ini kembali bisa merasakan kehangatan berkumpul dengan keluarga dan sahabat.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala desa Cipatujah H Acep, mengatakan ia sangat bahagia karena pantai Cipatujah  ramai lagi.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Cipatujah, kata Acep tentu akan sangat membantu perekonomian masyarakat.

"Alhamdulillah ini berkah Hari raya idul Fitri masyarakat Cipatujah kembali bisa mengais rezeki dari sektor pariwisata, "ujar  Acep.

Ia berpesan selama liburan lebaran ini agar pedagang dan pengunjung bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai, karena menjaga kebersihan merupakan tanggungjawab bersama.

"Kebersihan juga selain indah dilihat juga bisa menimbulkan rasa nyaman baik bagi pengunjung atau masyarakat, "imbuhnya. (udirustandi-suherman)

BANYAKNYA PEZIARAH KE TPU CINEHEL TASIK BAWA BERKAH BAGI PARA PENJUAL BUNGA


pangandarannews/tasiknews
- Sudah menjadi tradisi setiap Hari Raya Idul Fitri masyarakat Taman Pemakaman Umum (TPU) Cinehel di Kelurah Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, selalu dipenuhi warga Kota Tasikmalaya yang akan berziarah ke makam keluarganya. Dan momen ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para penjual bunga dan makanan kecil di sekitar lokasi TPU.

Sejak pagi hari para pedagang musiman ini ramai dikunjungi para warga yang berziarah, terutama aneka jenis bunga yang akan ditaburkan di makam keluarganya masing-masing.

 Salah satu penjual bunga, Eni (38) mengatakan, banyaknya peziarah yang datang di momen lebaran yang terjadi satu tahun sekali merupakan berkah bagi dirinya, karena dari hasil penjualan bunga ini bisa menambah penghasilan keluarga.

"Alhamdulillah pak hari ini banyak penziarah kubur yang datang kesini dan tentu banyak pula rezeki buat Kami, "ungkap Eni sambil menata beberapa jenis bunga dagangannya.(02/05)

Eni juga mengaku tradisi nyekar atau ziarah kubur ini sudah memberikan pengharapan bagi dirinya dan belasan penjual bunga lainnya untuk, dan mudah-mudahan menjadi berkah.

Hal senada disampaikan salah seorang tukang bakso dan penjual air mineral, lebaran tahun ini, tentu ia pun senang karena dagangan mereka laris dibeli penziarah.

Ia mengatakan lebaran saat ini cukup ramai karena tahun ini warga boleh berziarah setelah 2 tahun ke belakang tidak boleh karena pandemi covid-19.

"Ya lumayanlah..hasil keuntungan ini bisa untuk menambah kebutuhan sehari-hari bagi keluarga saya, "ucapnya.

Dari pantauan Pangadaran News  di lokasi, momentum ziarah kubur saat Lebaran tidak hanya dimanfaatkan oleh para pedagang bunga, penjaga parkir dadakan juga banyak bermunculan menawarkan jasa mengatur dan menjaga kendaraan para penziarah.

Tak hanya pedagang bunga dan petugas parkir dadakan, ramainya TPU Cinehel ini menjadi berkah tersendiri bagi 

petugas kebersihan tukang sapu di area pemakaman, walau mereka mendapat bayaran seikhlasnya namun menurutnya ia mengaku senang karena mendapat penghasilan tambahan di hari raya lebaran ini. 

"Alhamdulillah kami bisa mendapt rejeki tambahan pada momen lebaran ini, " katanya. (anwarwaluyo)


 



 

BERHARAP PAHALA, PEMDES CIMANUK SANTUNI YATIM PIATU


pangandarannews.com/tasiknews - Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh berkah ini dimanfaatkan oleh segenap umat muslim yang ada di pemdes Cimanuk  kec Cikalong kab Tasikmalaya.memberikan. Santunan anak  yatim  beramal..Berbagai cara kebaikan yang di lakukan dan salah satunya adalah berbagi dan menyisihkan sedikit harta benda untuk di berikan kepada 100 anak yatim .

Seperti disampaikan Kepala Desa Cimanuk, Anharudin, pihaknya berharap setidak bantuan tersebut bisa sedikit membantu meringankan beban apalagi di masa masa seperti saat ini.

"walau jumlah yang diberikan tidak lah begitu besar tapi mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, "ungkapnya.(29/04)

Anharudin mengatakan, berbagi pada anak anak yatim tidak akan mengurangi Rizki kita tapi malah sebaliknya asal kita berbagi dengan iklas.

"Mari sisihkan rejeki kita untuk memuliakan anak yatim, "imbuhnya. (anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN