BUPATI PANGANDARAN LANTIK 568 CPNS FORMASI TAHUN 2021

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di Kampus PSDKU Unpad Pangandaran 568 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Pangandaran formasi tahun 2021 menerima SK CPNS yang diserahkan langsung oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, serta dihadiri Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan, Sekda Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. H. Kusdiana, M. M., dan Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani S.Sos., M.M. (21/05)

Pada kesempatan ini dilakukan pembinaan kepada seluruh CPNS yang dibagi dalam dua sesi, pertama  dihadiri oleh 284 orang dan sesi kedua dihadiri oleh 284 orang, 568 orang ini merupakan orang-orang terpilih dari seluruh jumlah pendaptar sebanyak 8.953 orang. 

568 CPNS terpilih formasi tahun 2021 berasal dari berbagai daerah, diantaranya dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan dari luar pulau Jawa, sehingga hal ini menambah khasanah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan Pangandaran. 

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengatakan, meskipun yang dari luar daerah Pangandaran lebih banyak, ini tidak menjadi persoalan karena baik orang asli pangandaran atau bukan yang penting sekarang harus menjadi orang Pangandaran.

“Teman-teman harus mencintai betul Pangandaran, jadi mulai sekarang harus menjadi orang Pangandaran, dan tentunya KTP Pangandaran, ”tegas bupati.

Jeje berharap CPNS formasi 2021 ini akan membawa perubahan baru yang positif untuk masyarakat Pangandaran, dan  kedepan nanti tentu masyarakat akan menunggu kiprah teman-teman, apa torehan tinta emas teman-teman pada kepentingan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Dan tentu sejarah akan membuktikan ini semua, ”imbuhnya.

Jeje juga berpesan agar CPNS yang dilantik hari ini selalu menjunjung dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya karena menjadi PNS sejatinya untuk melayani kepentingan masyarakat.

“Anda semua adalah orang-orang pilihan, maka tentu harus berupaya sebaik mungkin bagaimana agar kinerja ini menjadi bagian yang paling penting, “ tegas bupati. (PNews)


RANGKAIAN KEGIATAN HARI LANJUT USIA NASIONAL KE-29 TAHUN INI AKAN DIPUSATKAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Gaung peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-29 yang diperingati setiap tanggal 29 Mei sangat terasa di kalangan para pendamping sosial dengan mematangkan berbagai langkah dan persiapan untuk menyambut peringatan tersebut.

Rencana pelaksanaan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-29 pada 29 Mei 2022 mendatang kali ini akan dipusatkan di Kabupaten Tasikmalaya yang akan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini.

Seperti disampaikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Parungponteng Ujang Sukmana, ia sebagai Kordinator assesment data terus mengkordinasikan ke semua pihak yang terlibat dari mulai pendamping sosial, operator, perangkat desa hingga tingkat RT guna suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Dari mulai fixasi segala hingga data yang berhubungan dengan para lansia yang selanjutnya akan diverifikasi oleh pihak kementrian sosial, “ungkap Ujang.(20/05)

Ujang menambahkan, ketepatan data para lansia sangat dibutuhkan pasalnya pada peringatan hari lanjut usia kali ini akan diisi dengan berbagai macam kegiatan, seperti pemberian bantuan rehab rumah tidak layak huni, bantuan sembako beserta nutrisi, pelayanan kesehatan, operasi katarak, bantuan alat rumah tangga dan alat bantu kesehatan bagi yang membutuhkan.

Berdasarkan data dengan tingginya jumlah lansia, maka kata Ujang, akan dibagi menjadi 2 kategori, lansia produktip dan tidak produktip.

“Dan khusus bagi lansia produktip akan ada bantuan berupa permodalan usaha, “jelasnya. (anwarwaluyo)


BULAN OKTOBER MENDATANG RIBUAN WISMAN AKAN KUNJUNGI PANGANDARAN IKUTI EVEN PAN ASIA HASH 2022

Alif Joko
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan persiapan menjelang dilaksanakan Pan Asia Hash tahun 2022 yang akan dilaksanakan tanggal 7-9 Oktober mendatang.

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata Grand Pangandaran selaku inisiator kegiatan ini pun terus bersinergi dengan pemda agar even wisata yang akan dihadiri sekitar 3 ribu wisatawan mancanegara (Wisman) dari 24 negara ini bisa lancar dan sukses.

Seperti disampaikan Direktur Grand Pangandaran Alif Joko, kepanitian kegiatan Pan Asia Hash ini memang menjadi domainnya Pemkab Pangandaran, dan Grand Pangandaran hanya sebagai pemilik legalitas saja.

Alif membenarkan, untuk persiapan menyambut even ini pemda bersama satake holder lainnya terus menggodog segala pesiapan agar even yang akan diselenggaran nopember mendatang ini bisa benar-benar sukses.

“Mudah-mudahan pada waktunya nanti Pan Asia Hash ini bisa sukses, ”ungkap Alif, kepada PNews di ruang kerjanya.(20/05)

Alif menjelaskan, pada Pan Asia Hash ini ada beberapa kegiatan yang sipatnya non kompetisi, seperti jalan sehat yang akan diikuti seluruh peserta dengan melewati sekitar 7 obyek wisata, seperti Pantai Pangandaran, Cagar Alam, Citumang, Greencanyon dan obyek wisata lainnya. Dan peserta kegiatan Pan Asia Hash ini merupakan komunitas-komunitas yang ada di negaranya masing-masing.

Seperti diketahui, lanjut Alif, beberapa tahun lalu pihaknya pernah mengajak Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata ke negeri China untuk menghadiri kegiatan Pan Asia Hash yang kebetulan tahun itu diselenggarakan di China. Dan pada saat dilakukan voting oleh 24 negara untuk menentukan negara mana yang akan menjadi tempat diselenggarakan Pan Asia Hash di tahun berikutnya ternyata Indonesia tepatnya Kabupaten Pangandaran menjadi pilihan seluruh peserta.

“Sebenarnya even ini harusnya dilaksanakan beberapa tahun lalu, namun karena kondisi pandemi sehingga Pan Asia Hash ini pun baru bisa dilaksanakan tahun ini, “terang Alif.  

Alif menambahkan, tujuan dari kegiatan ini salahsatunya untuk promosi pariwisata, sehingga diharapkan ribuan wisatawan atau peserta Pan Asia Hash yang datang ke Pangandaran bisa menyampaikan dari mulut ke mulut tentang keindahan alam, aneka kuliner dan lainnya tentang pariwisata Pangandaran.

Alif juga berharap agar nmasyarakat Pangandaran menyambut even ini dengan baik serta menjadi tuan rumah yang baik, sehingga para wisatawan yang datang ke Pangandaran merasa aman, nyaman dan ingin kembali lagi kesini.

Seperti dilansir sebuah media online, beberapa waktu lalu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata terkait Pan Asia Hash, menyampaikan sekarang Pemkab Pangandaran sedang mengadakan persiapan untuk kegiatan tersebut dari berbagai sektor.

Jeje juga berharap agar masyarakat Pangandaran bisa mengambil kesempatan ini untuk memperkenalkan serta menjual komoditas olahannya pada para peserta Pan Asia Hash ini.

“Even ini merupakan kesempatan bagus untuk ajang promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan produk-produk local kita, “ucapnya. (hiek-PNews)






WAGUB JAWA BARAT HADIRI PENGUKUHAN PENGURUS PUSAT KELUARGA MAHASISWA PANGANDARAN

Pangandarannews.com - Bertempat di aula setda Kabupaten Pangandaran  pengurus pusat keluarga Mahasiswa Pangandaran (PP KMP) Masa Khidmat 2022-2024 resmi di kukuhkan. (19/5). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Polres Pangandaran, KPU Pangandaran, Bawaslu Pangandaran, ketua karang taruna, organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Usai pengukuhan dan halal bihalal acar pun dilanjutkan dengan Talk Show yang mengangkat tema "transformasi organisasi menuju Pangandaran maju dan mendunia" dipimpin moderator kawakan, Miftah Farid Ages serta tiga nara sumber, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, DR. H. Muhamad Agus Nurdin, M.Pd, Pembina KMP, Noval Muhajir Taufiqurohman, S.Pd.,Gr dan Ketua KMP Pertama, Hary Dwyan Fitriyana, S. Pd. 

Dalam paparannya Ketua PP KMP, Moch Lutfi Aditiya Hidayat, menyampaikan, secara sejarah Keluarga KMP dibentuk pada tahun 2012, dengan tujuan untuk mewadahi setiap mahasiswa dari berbagai kampus di Nusantara, yang diorientasikan untuk menjadi wasilah bersilaturahim dan sharing pengalaman.

"Maka dikepengurusan kali ini pun kami hendak ingin memformulasikan beberapa hal untuk kemajuan organisasi. Melalui visi besar yaitu transformasi organisasi menuju pangandaran maju dan mendunia, " Ujar Lutfi. 

Selain itu, kata Lutfi, sudah saatnya organisasi mahasiswa di Kabupaten Pangandaran melakukan perubahan dalam segi berpikir, bukan hanya sebagai oposisi ataupun kontrol pemerintah saja. 

Lutfi menjelaskan, KMP pusat ini menaungi beberapa kampus, diantaranya KMP Cabang Kampus STITNU, UNPAD baik Pangandaran maupun UNPAD Jatinangor, UPI, UNINUS, STKIP, UNFARI, UNSUD, dan IKHAC Mojokerto. Serta keanggotaan yang beragam jurusan ada yang jurusan pertanian, kesehatan, pendidikan, hukum, teknologi, sastra, budaya dan tentunya masih banyak lagi.Maka, potensi besar ini harus betul betul dapat dioptimalkan karena ini merupakan asetnya pangandaran.

Masih ketua KMP, Jika hari ini pemerintah dengan tujuan besarnya menciptakan wisata berkelas dunia, maka dengan memaksimalkan potensi para kaum intelektual ini, saya meyakini mahasiswa dapat berpikir jauh tentang bagaimana terciptanya pendidikan yang maju, kesehatan yang maju, petani yang maju, ekonomi yang maju dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian mahasiswa mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tata peradaban yang lebih maju dan lebih baik lagi di kabupaten pangandaran.

"Saya tegaskan, KMP Pangandaran bukan berarti menjadi penjilat pemerintah, budak kekuasaan, melainkan kami sangat sadar akan tugas kami sebagai kaum kritis dan intelektual, “tegasnya.

Apabila suatu hari pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat, masih apalagi sampai melakukan penindasan, maka ucap Lutfi, pihaknya pastikan KMP akan menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan.

Sementara dalam Sambutannya, Wakil gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, ia sangat mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan KMP.

“Seorang yang terdidik harus mempunyai ide dan gagasan yang besar untuk melakukan perubahan, “ujar Uu.

Uu juga menyampaikan beberapa point penting yang menjadi landasan perubahan, diantaranya harus punya kemauan, mampu berbuat dan memiliki keberanian. 

“Ini akan sangat penting dalam menyongsong ide dan gagasan besar agar yang dicita-citakan KMP terwujud, "ujar Uu. (yusupsidik)


INI PRESTASI GURU PANGANDARAN, BERHASIL CIPTAKAN KARYA ILMIAH UNTUK KEMAJUAN DUNIA PENDIDIKAN

PANGANDARANNEWS.COM - Guru merupakan tenaga profesional sejatinya mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencerdaskan para peserta didik dan dalam mencapai visi pendidikan nasional, menciptakan insan cerdas dan kompetitif. Karena guru sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi murid sehingga guru menjadi ujung tombak pendidikan. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DR. H Agus Nurdin S,Pd, M,Pd, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (17/05)

Menurut Agus, pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan.

“Jadi selain tugas mengajar guru juga dituntut untuk kreatif dalam pengembangan ilmu dan kopetensi untuk meningkatkan profesionalismenya, “ ucap Agus.

Agus mengaku sangat bangga karena guru-guru yang ada di Kabupaten Pangandaran walau ada di daerah terpencil dan merupakan kabupaten paling bontot di Jawa Barat sudah mampu menunjukan prestasi luar biasa karena belum lama ini telah berhasil membuat karya tulis ilmiah. 

Karya tulis ilmiah ini ucap Agus merupakan suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan, menyajikan kajian dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang bersifat objektif, logis, empiris, sistematis, lugas, jelas dan konsisten.

Tak hanya bangga, kata Agus ia juga merasa haru saat menerima buku setebal 800 halaman berjudul Monograf Didactical Design Research karya seribu guru yang diuji oleh seorang guru besar di Universita Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah mempu menjawab bahwa berada jauh di pelosok tak menyurutkan minat guru-guru di Kabupaten Pangandaran untuk mampu berkarya.

“Saya hampir menangis saat membaca halaman demi halaman isi buku tersebut, karena ternyata sebagian penulisnya merupakan guru yang nota bene ada di pelosok, seperti di Langkaplancar, Selasari, Cigugur dan lainnya, “imbuh Agus.

Agus mengatakan, dan untuk ini pemerintah pun melalui Kementerian Pendidikan Nasional seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang- Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, memfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan.

Agus juga mengatakan atas nama Pemkab Pangandaran, khususnya Disdikporan memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada seluruh tenaga pengajar yang sudah mendedikasikan diri semata untuk mencerdaskan siswa.

“Pesan saya, teruslah berkarya berikan yang terbaik untuk Kabupaten Pangandaran, “tegas Agus. (PNews)


KELOMPOK P3K MITRA CIKUPA SAAT INI GIAT REALISASIKAN PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN P3-TGAI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cikupa saat ini tengah giat merealisasikan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) yang diturunkan pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Citanduy dari sumber dana APBN dengan Jumlah Anggaran Rp 195 juta.

Realisasi program P3-TGAI tersebut dialokasikan untuk saluran pesawahan blok Goa Ciguha sepanjang 319 meter, saat ini progress pengerjaannya sudah mencapai 70 % dan anggaran yang diturunkan pun baru 70 % atau sebesar Rp 136.500.000 dari total anggaran.

Ketua Kelompok P3A Mitra Cikupa, Agus merasa bersukur karena dengan adanya Program P3-TGAI ini masyarakat Cikupa yang memiliki pesawahan sekitar 5 hektar di Blok Goa Ciguha, tepatnya wilayah Kedusunan Kendeng Desa Cikupa, saat ini sudah bisa teraliri air meski baru tahapan 70% pengerjaan.

Kata Agus, program ini merupakan jenis perbaikan jaringan irigasi, jadi sepanjang 319 meter sesuai dengan ketentuan akan dikerjakan semaksimal mungkin.

“Dan kedepannya kami masih punya PR ratusan meter untuk mencapai semua saluran sampai maksimal dalam mengaliri pesawahan sampai tembus Blok Cikupa, “Ucap Agus.

Agus menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemdes Cikupa, lembaga yang ada di Desa Cikupa, seluruh pihak yang telah ikut berpartisifasi untuk terelasisasinya program ini serta masyarakat yang turut andil dengan swadaya tenaganya hingga pekerjaan berjalan dengan cepat meski belum tuntas.

Masyarakat sebagai penerima azas manfaat tentunya sangat berterimakasih karena dengan ada pembangunan  saluran air untuk persawahan ini nantinya akan sangat membantu para petani.

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada pihak BBWS Cicanduy, BPD, Babimsa, tokoh masyarakat dan LPM yang telah bersinergi menyalurkan program mitra tani  kepada kelompok kami, “imbuh Agus. (anwarwaluyo)


KEMACETAN, LIMBAH DAN SAMPAH JADI CATATAN RAKOR EVALUASI PELAYANAN PARIWISATA KABUPATEN PANGANDARAN

Bupati Kab Pangandaran, JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di ruang rapat aula setda, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, Sekda Pangandaran Kusdiana dan Wakpolres Pangandaran, siang tadi memimpin Rapat Kordinasi Evaluasi Pelayanan Pariwisata di Hari Raya Idul Fitri 1443 H tingkat Kabupaten Pangandaran.(17/05)

Di depan peserta rapat yang hadir seperti Asisten I, II, III, stap ahli, Kepala SKPD, para camat, para Kapolsek dan lainya, dalam pemaparannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, intinya jika semua serius, focus dan melakukan korfdinasi yang baik maka segalanya akan menjadi mudah.

“Kita semua harus berfikir dan focus bagaimana agar penghasilan daerah bisa meningkat, “ungkap Jeje. 

Menurut Jeje, jangan terlalu diambil pusing jika apa yang dilakukan selalu jadi bahan gunjingan, karena pada dasarnya apa pun yang dilakukan pasti ada lebih dan kurangnya. 

“Tadi sengaja waktu rakor evaluasi kali ini sengaja agak lama, ini dimaksudkan agar semua pihak mempelajar kondisinya masing-masing, “ujar Jeje.

Jeje mengatakan kunjungan saat libur lebaran lalu hampir mencapai angka 1 juta pengunjung,  dan itu hanya dalam waktu sekitar 8-10 hari saja. Sehingga PAD dari sektor pariwisata hingga bulan mei 2022 sudah mencapai Rp 14 milyar, sekitar 47 persen dari target pendapatan pariwisata tahun ini.

Disoal permasalahan seperti parkir, sampah dan kemacetan, Jeje mengakui halk tersebut memang perlu ditangani agar persoalan tersebut semakin bisa diatasi pada masa yang akan datang.

Tadi juga kata Jeje, ia memberi kesempatan pada kepala SKPD terkait seperti Dinas Perhubungan, DLHK, Bapenda dan Dinas Pariwisata untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang memang seharusnya mendapat evaluasi dan perbaikan. 

“Seperti masalah sampah yang ada di pantai kita memerlukan kendaraan kecil dan seterusnya, “imbuh Jeje.

Sementara dalam kesempatan paparannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Sutrisno menyampaikan, di saat puncak kunjungan libur lebaran lalu ada sekitar 60-70 ton sampah di obyek wisata pantai Pangandaran, ditambah dari pantai Batukaras dan Batuhiu bisa mencapai 100 ton per hari.

Trisno mengatakan, para petugas sampah bekerja 24 jam sejak pukul 5 dini hari, dengan  kekuatan 13 armada dan sekitar 25 kontainer.

“Petugas kami sengaja bekerja sejak jam lima, karena jika pagi dan siang hari terjadi kemacetan sehingga armada pun sulit menjangkau lokasi container, “terang Sutrisno. (PNews)


PEMDES KARANGMEKAR ALOKASIKAN ANGGARAN DD TAHUN 2022 UNTUK PENINGKATAN SDM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dengan anggaran bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2022, beberapa waktu lalu Kepala Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal kabupaten Tasikmalaya mengadakan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk 3 lembaga yang ada di desa, diantaranya FKDT, Poktan, dan Linmas. (13/5)

Seperti disampaikan Kades Karangmekar, Asep Bahtiar, dengan dilaksanakannya pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, baik para Guru Diniah Takmiliyah dalam lingkup lembaga FKDT, Kelompok Tani, dan Linmas ini merupakan salah satu upaya menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan pembangunan SDM dari segi Pendidikan Agamanya, peningkatan keilmuan ketahanan pangan melalui Pertanian, dan tingkat keamanan lingkungan (Linmas).

Asep mengatakan pihaknya sengaja mengalokasikan sebagian anggaran yang telah diatur dalam juklak juknis penggunaan DD dimanfaatkan untuk pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM.

“Karena saya piker peningkatan SDM pun sangat penting agar daya pikir sumber daya manusia bisa mengimbangi pembangunan di bidang fisik," uyngkapnya. 

Jika masyarakat cerdas, maka menurut Asep, akan muncul sebuah kekuatan yang paripurna, sejahtera lahir dan batin. Dan dengan kegiatan pelatihan SDM ini bertujuan untuk membangun kemajuan masyarakat serta kemakmuran warga desa.  

Di tempat yang sama Ketua FKDT Kabupaten Tasikmalaya Drs H Suryana, M.S.I menyampaikan apresiasinya, pasalnya dari 14 desa yang ada di Kecamatan Karangnunggal hingga saat ini baru Desa Karangmekar yang melakukan pelatihan peningkaran SDM bagi warganya.

Suryana berharap Desa Karangmekar bisa menjadi percontohan bagi desa lainnya sehingga semua desa bisa mengadakan pelatihan seperti ini.

Suryana juga sangat mendukung dan siap membantu dengan ikhlas demi kemajuan masyarakat guna meningkatkan kapasitas SDM khususnya di Desa Karangmekar.

“Semoga  Desa Karangmekar mampu membanggun perekenomian, religius serta masyarakat cerdas dan makmur, “ungkap Suryana. (anwarwaluyo)


PB PMII DIANGGAP TIDAK BECUS MENYELESAIKAN PERSOALAN KONKOORCAB PMII JAWA BARAT

Fajar Satria
PANGANDARANNEWS.COM - Sudah tujuh bulan sejak november 2021 tidak ada keputusan terkait hasil Konkoorcab PMII Jawa Barat, yang semula sengketa di dalam penyelenggaraan tersebut akan diselesaikan langsung oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), nyatanya hingga saat ini masih adem-ayem. 

Ketua umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Ciamis, Fajar Satria menyesalkan sikap yang ditunjukan PB PMII ini dengan membiarkan sengketa  Konkoorcab PMII Jawa Barat tanpa kepastian dan tanpa upaya penyelesaian. 

Sejak terjadinya sengketa tersebut, ungkap Fajar, Cabang PMII Ciamis dan cabang lainnya di seluruh Jawa Barat telah menyerahkan sepenuhnya hasil keputusan Konkoorcab PMII jabar yang diadakan di Asrama Haji Bekasi kepada PB PMII. 

“Namun yang terjadi malah hingga hari ini, PB PMII seolah lepas tanggung jawab, "kata Fajar. (216/05)

Fajar mengatakan proses penyelesain yang berlarut-larut ini malah membuat proses kaderisasi dan pengembangan organisasi di daerah terhambat, dan tentu dengan mangkraknya sengketa ini membuat kaderisasi di daerah Ciamis khususnya menjadi terhambat. bahkan rencana pemekaran PMII Cabang Kabupaten Pangandaran yang seharusnya membutuhkan rekomendasi dari Pengurus Koordinator Cabang PMII Jabar.

“Belum lagi persoalan kaderisasi formal, informal dan nonformal lainya yang melibatkan unsur PKC, "imbuh Fajar. 

Selain itu, Fajar juga mendesak kepada PB PMII untuk segera bertindak secepat mungkin menyelesaikan persoalan Konkoorcab PMII Jabar. 

"Saya meminta kepada Ketua Umum PB PMII untuk sesegera mungkin mengambil keputusan, karena kalau tidak maka yang menjadi korban adalah kaderisasi dan seluruh anggota PMII di Jabar akibat ketidakbecusan ketua umum PB PMII menyelesaikan persoalan," tegas Fajar. (YUSUPSIDIK)


DALAM KEGIATAN APEL SIAGA SECARA VIRTUAL, BKKBN AJAK MASYARAKAT TURUNKAN ANGKA STUNTING

PANGANDARANNEWS.COM  - Bertempat di alun-alun Kabupaten Subang Jawa Barat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar apel siaga dengan tema Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bergerak, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota. (12/05). 

Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Dinas KBP3A Kab. Pangandaran Drs. Heri Gustari, M.Si., Kepala Bappeda H. Muhamad Agus Satriadi, S.Pt., MP., Tim Pendamping Keluarga (TPK), pelaksana dan anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pangandaran ini dilakukan secara hybrid yaitu peserta dari kabupaten-kota lain mengikuti secara virtual, termasuk Kabupaten Pangandaran yang berlangsung di Gedung Bappeda Kabupaten Pangandaran. 

Dalam sambutannya Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyampaikan apel ini bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan pendampingan bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, dan baduta oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting. Karena seperti diketahui stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi yang berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia. 

“Saya mengajak masyarakat untuk memperjuangkan anak sejak dalam kandungan, hingga seribu hari kehidupan pertama dengan kata lain umur 2 tahun, “kata Hasto.

Menurut Hasto ada 3 penyebab stunting, antara lain gizi kurang bagus, sering sakit-sakitan dan pengasuhannya tidak baik. Dan anak itu harus dibahagiakan jangan sampai stress karena ada 3 yang bisa mengakibatkan stunting, diantaranya pendek tapi pendek belum tentu stunting, intelektualnya kurang, dan mudah sakit-sakitan. Dan orang yang stunting saat dewasa sangat rentan terkena penyakit seperti darah tinggi, stroke, dan kencing manis. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tim pendamping se-Indonesia termasuk Kabupaten Pangandaran mampu bergerak untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia, “ucapnya. (PNews)


KUNKER KOMISI II DPRD PANGANDARAN KAWAL PEMBANGUNAN IRIGASI PERTANIAN DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran menerima kunjugan kerja (kunker) komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, yang diterima langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Restu serta  jajarannya di Kecamatan Mangunjaya.(13/05)

Dalam kunker tersebut rombongan Komisi II DPRD berkesempatan mengunjungi Kelompok Tani Mulyajaya 2 yang ada di Desa Jangraga.

Seperti disampaikan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Restu, kunjungan DPRD ini dalam 

rangka pengawasan pertanian pada sektor irigasi, karena kebetulan di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang merupakan kecamatan yang mendapatkan anggaran bantuan untuk saluran irigasi pertanian.

“Kunjungan Komisi II DPRD sebagai mitra kerja kami ini merupakan bukti nyata kerja anggota DPRD dalam rangka mengawasi program bantuan pemerintah terutama khususnya pada sektor pertanian, “ungkap Restu yang didampingi Kepala PPPK Kecamatan Mangunjaya Dede Jalaludin.

Sementara di tempat terpisah, salah seorang anggota DPRD dari Praksi PKB Subario mengatakan, kunker ini merupakan program DPRD setelah kemarin mengikuti rapat dengan Dinas Pertanian. Dan salah satu fungsi DPRD sebagai pengawasan tentu harus mengawasi dari tahap perencanaan sampai pembangunan selesai sehingga jika ada yang harus dikoreksi dalam prosesnya maka masih bisa diperbaiki termasuk asas manfaat pembangunan.

“Pengawasan ini akan dilaksanakan secara berjenjang, sampai dalam proses pembangunannya pun tetap akan kita awasi, “ katanya.(TnT)


WALAU TAK MENJABAT LAGI KETUA DPRD, MASYARAKAT MASIH ANTUSIAS DATANG KE RUMAH IWAN M RIDWAN JALIN SILATURAHMI


PANGANDARANNEWS.COM
- Meskipun kini sudah tidak menjabat menjadi Ketua DPRD, namun H Iwan M Ridwan, S.Pd.,M.Pd, mengaku bersyukur karena silaturahmi dengan masyarakat tetap terjaga dan berjalan seperti biasa. 

Seperti di saat hari raya idul Fitri 1443H, kata Iwan, usai melaksanakan solat sunat Idul Fitri, tak ada henti-henti rumahnya dikunjungi  masyarakat dari berbagai daerah untuk bersilaturahmi, hal itu menandakan kepercayaan masyarakat masih melekat pada mantan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2014-2019 yang lalu.

“Saya sungguh sangat bersukur pada Tuhan karena hingga saat ini masih banyak warga yang ingin dekat dan mengenal saya meski saat ini saya sudah tidak menjabat jadi ketua DPRD lagi, “ungkapnya. (11/5/2022).

Iwan mengaku dirinya sempat hampir kewalahan menerima tamu yang datang untuk bersilaturahmi saat idul fitri, namun ia juga merasa bahagia karena rasa kekeluargaan dengan masyarakat semakin dekat.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran yang tidak melupakan saya meskipun saya sudah tidak menjadi pejabat lagi, “imbuhnya. 

Iwan juga mengatakan, setelahnya tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD, sekarang dirinya lebih fokus di Partai Politik dan bersama keluarga dirumah.

“Saya bahagia karena masih banyak warga yang datang bersilaturahmi bahkan banyak yang menginginkan saya ikut kontetasi pada pemilu 2024 nanti, “ucapnya. (TnT)


HATI-HATI MODUS BARU NGINTIP ORANG MANDI PAKAI KAMERA TERSEMBUNYI, INI DILAKUKAN SEJUMLAH REMAJA KARANGNUNGGAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Polisi Sektor (Polsek) Karangnunggal berhasil mengamankan remaja berinisial KAA (22) warga Kampung Rancamaya  Desa-Kecamatan Karangnunggal, pelaku pemasangan kamera di kamar mandi dan kamar tidur tempat kos-kosan 8 siswi yang masih berumur 15-17 tahun. Kamera tersebut sengaja dipasang pelaku di ventilasi kamar mandi dan kamar tidur dengan tujuan untuk melihat aktifitas para siswi di kamar mandi dan kamar tidur.

Dengan kamera pengintai yang dipasang pelaku tersebut, apapun kegiatan dan aktifitas para siswi di kamar mandi dan kamar tidur pun terpantau serta terekam pelaku karena kamera tersebut trhubung langsung ke aplikasi yang dipasang di handphone pelaku.

Dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Karangnunggal IPDA Agus Kasdili, Satreskrim Polsek Karangnunggal berhasil mengungkap dan menangkap kasus pelaku pornografi, dari keterengan pelaku, perbuatan tersebut dilakukan pelaku sejak Pebruari 2022 hingga terakhir ditemukan atau diketahui aksinya pada 20 April 2022. 

Agus menerangkan, pertama kali diketahui adanya kamera tersebut oleh salah satu korban inisial M, pada saat selesai mandi dan memakai handuk M melihat ke ventilasi ada benda berwarna hitam yang setelah didekati ternyata sebuah kamera kecil. Selanjutnya korban memberitahukan kepada teman-teman satu kosannya dan setelah mengecek kemudian mengambil benda tersebut ternyata sebuah kamera yang di dalamnya ada memori.

Memori dalam kamera tersebut lalu dibuka dan diambil, terdorong rasa penasaran memori tersebut pun dipasang melalui handphone salah seorang korban.

Betapa terkejut setelah dilihat gambar kegiatan mereka baik sedang mandi telanjang dan sedang buang air besar juga saat tidur, jelas terekam oleh kamera tersebut.

“Selain aktifitas para korban aksi pelaku pun sempat terekam di memori saat sedang melakukan pemasangan kamera, sehingga memudahkan polisi mendeteksi pelaku, “terang Agus, kepada awak media.(15/05)

Agus mengatakan pelaku sudah menyambungkan dengan aplikasi yang ada di handphone miliknya, maka kamera tersebut tinggal dipasang, sementara pelaku berada ditempat yang lain atau rumahnya. 

Jadi pelaku tinggal membuka aplikasi di handphonenya dengan otomatis akan terlihat gambar dan aktifitas para korban di kosan tersebut, baik saat mandi, BAB maupun tidur. 

“Dari hasil pemeriksaan sampai saat ini pelaku berjumlah delapan orang, semuanya masih anak sekolah atau pelajar di bawah umur dengan rata-rata sudah berusia 15-17 tahun, “imbuh Agus. 

Dan dari keterangan pelaku mereka nekat melakukan perbuatannya tersebut karena untuk konsumsi dirinya sendiri dan tidak disebarluaskan ke publik dan semata karena terdorong nafsu birahinya ingin melihat tubuh para korban. Tapi perbuatan pelaku merupakan tindakan pidana pornografi berupa menjadikan anak sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi dengan diteruskan atau berlanjut sehingga diancam dengan pasal 35 dan atau pasal 37 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi junto pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kami juga telah menyita sejumlah barang bukti antara lain lensa kamera yang menempel pada potongan lidi, kemudian dibungkus plastik dan ada satu unit hand phone milik tersangka yang di dalamnya  ada 11 rekaman video para korban ketika sedang mandi telanjang dan buang air kecil di kamar mandi serta ketika sedang tidur.

"Selain barang-barang tersebut kami juga menyita sebuah baterai, sebuah kotak warna hitam, sebuah kartu memori 8GB, sebuah antena kecil, dua buah kabel dan sepotong kantong plastik hitam," jelas Agus. (anwarwaluyo)


PEMKAB PANGANDARAN TERBITKAN SURAT EDARAN TERTAKIT LARANGAN PENANGKAPAN BENIH LOBSTER

PANGANDARANNEWS.COM –Pemerintah Kabupaten Pangandaran melarang dengan tegas adanya penangkapan baby lobster di wilayahnya, hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran saat menghadiri rapat pembinaan bakul lobster yang turut dihadiri Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat, S.H., S.I.K, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Dadang Dimyati, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dedi Surachman, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Polisi Air Pangandaran, Satpol PP, serta para bakul di Pangandaran, bertempat di di Aula Mapolres Pangandaran. (11/05)

Kata Jeje, Pemkab Pangandaran sendiri sudah mengeluarkan Surat Edaran Tentang Larangan Penangkapan Benih Bening Lobster (BBL) di Wilayah Perairan Daerah Pangandaran Nomor: 523/0409/DKPKP/III/2021 tertanggal 15 Maret 2021.

“Pelarangan penangkapan  baby lobster bukan tanpa sebab, karena jika hal ini dibiarkan ibaratnya kita menggali kuburan diri sendiri, dalam artian hal ini akan berdampak pada ekosistem biota laut yang terganggu, “tegas Jeje.

Jeje menjelaskan, baby lobster ini merupakan rantai makanan utama karena cumi-cumi dan ikan-ikan kecil makanan utamanya adalah baby lobster, tentunya baby lobster ini tidak mati sia-sia karena merupakan satu rantai makanan.

Jadi jika besok baby lobster tidak ada, kata Jeje, mereka akan makan apa dan tentu dunia perikanan  akan tandus, tidak akan ada lagi musim cumi dan musim ikan yang lain.

Sebagai orang yang diberi amanat membuat kebijakan, kekuasaan pemerintahan dan  membiarkan hal itu terjadi maka, kata Jeje tentu ia akan merasa berdosa.

“Walau pun terasa sulit saya tetap harus mengambil kebijakan demi untuk kepentingan dan kebaikan  kita semua, "kata Jeje.

Jeje juga mengatakan, pelarangan penangkapan baby lobster ini diperkuat dengan adanya sanksi atau ketentuan pidana apabila ada yang melanggar aturan ini, dan sosialisasi larangan penangkapan lobster ini akan terus berlanjut sbelum diberlakukan larangan penangkapan baby lobster secara ketat. 

Sementara Kapolres Pangandaran, AKBP Hidayat, S.H., S.I.K., menambahkan, ia menghimbau kepada siapapun yang memiliki informasi tentang penangkapan baby lobster segera laporkan ke pihak kepolisian.

“Dalam menerapkan kebijakan ini kami berharap partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, “ungkapnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN