CAPAIAN VAKSINASI 73 PERSEN KINI PANGANDARAN MASUK KE PPKM LEVEL 1

PANGANDARANNEWS.COM – Target vaksinasi sudah mencapai 73 % kini Kabupaten Pangandaran masuk pada PPKM level 1, penetapan level ini dengan berpedoman pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan ditambah dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) dan vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun dari target vaksinasi. 

Penurunan level Kabupaten/Kota dari level 2 menjadi level 1, dengan capaian total vaksinasi dosis 1  minimal  70% serta capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun minimal 60%.

Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata membenarkan, dengan turunnya Intruksi Menteri Dalam Negeri nomer 53 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3, level 2, dan level 1 corona virus disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar masuk ke PPKM level 1.

Jeje mengtakan, ada dua indikator hal yang menjadi Pangandaran turun ke leverl 1, diantaranya asesmen kesehatan nol kasus dan capaian vaksinasinya sudah 73%.

“Saya kira capaian luar biasa ini bukan karena bupatinya hebat tapi merupakan hasil kerjasama yang baik semua pihak, seperi SKPD, Camat, dokter, Tenaga Kesehatan, pemerintah desa hingga RT-RW, “ucap Jeje.(19/10)

Tapi menurut Jeje, ia selalu mengatakan bahwa targetnya kerjasama yang baik ini bukan semata leveling karena jika tujuannya leveling maka ini aka berhenti pada target capaian vaksinasi 70 %. 

Dan 73% persen  ini kata Jeje merupakan jumlah akumulasi se-kabupaten hasil dari  kontribusi capaian di tiap-tiap kecamatan atau desa yang tidak merata,  contohnya di desa A capaiannya 75 % sementara desa lainnya masih 35 % dan ini tentu masih rawan.

“Leveling, ya..karena ini merupakan strategi pemerintah pusat dan terintegral hingga ke pemerintah daerah, “kata Jeje.

Jeje mengatakan, angka capaian vaksinasi 70 persen ini harus merata sampai di tingkat RT, pasalnya jika masih belum merata maka masih akan sulit terbentuknya kekebalan komunal.

Jeje menegaskan, tujuan akhir dari upaya ini adalah bagaiana pemerintah melindungi kesehatan masyarakat seutuhnya dan tidak terbatas hanya leveling dengan salah satu indikatornya capaian vaksinasi.

“Jika tujuan kita hanya pada leveling saja maka kini Kabupaten Pangandaran sudah ada pada level , tapi sekali lagi saya tegaskan esensi kita bukan pada leveling melainkan bagaimana cara elindungi kesehatan masyarakat seutuhnya, “ujarnya. (PNews)


CAPAIAN VAKSINASI LAMPAUI TARGET, KAB PANGANDARAN SIAP-SIAP MENUJU PPKM LEVEL 1

Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM - Berkat keseriusan dan kerja keras pemerintah daerah dan seluruh elemen, hingga hari senin tanggal 18 Oktober 2021 capaian vaksinasi covid-19 di Kabupaten Pangandaran sudah di atas target 70 persen.

Usai mengikuti virtual confrece di ruang comand center, Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan membenarkan hingga hari kemarin (senin, 18 oktober) capaian vaksinasi dosis 1 sudah 71,93 persen.

Kata wabup, saat ini pihaknya masih menunggu pengumuman dari pusat, apakah Pangandaran masuk PPKM level 1 bersama Kota Banjar.

"Kabupaten Pangandaran bersama Kota Banjar capaian vaksinasinya sudah di atas target 70 persen, "ungkap wabup dalam pesan whats appnya.(PNews)

WAKIL BUPATI TASIKMALAYA HADIRI PENANAMAN 50 RIBU POHON KOPI DI AREA WISATA BUKIT PATOK GUNUNG LUKUN DESA TENJOWARINGIN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin siang tadi menghadiri launching penanaman 50 ribu pohon kopi yang dilaksanakan Masyarakat Desa Hutan (MDH) bertempat di  Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu.(18/10)

Dalam acara yang dihadiri plt. Kadisperpakan Nuraedidin, Forkopimcam Salawu, Stakeholder pertanian dan undangan lainnya wakil bupati berpean agar gerakan penanaman pohon kopi ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Wakil bupati menambahkan, pembangunan di era ekonomi seperti sekarang ini daerah harus memiliki perencanaan pembangunan regional yang sangat baik dan didasarkan pada potensi yang ada pada daerah itu sendiri, sehingga dalam suatu perencanaan tersebut dibutuhkan teknik analisis ekonomi untuk mengetahui keunggulan komparatif dan berdaya saing harus dimiliki setiap daerah. 

“Keunggulan ini dapat dikembangkan dalam perencanaan sektoral dengan menentukan sektor-sektor unggulan yang dapat dijadikan potensi dalam perkembangan perekonomian daerah, “kata Wabup. 

Dalam proses pembangunan, kata wabup pemerintah daerah mempunyai peranan penting karena  lebih mengetahui potensi dan sumber daya baik manusia dan alam yang dimiliki oleh daerahnya sendiri. 

Dan peranan sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi, lanjut wabup sangat penting karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Tasikmalaya ada di sektor pertanian. 

Selain hal tersebut menurut wabup, pembangunan pertanian merupakan bagian penting dan tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional, sebab sektor pertanian telah memberikan peranan yang cukup strategis dalam perekonomian nasional. Dan hal ini dapat diketahui dari lima aspek dinamis kerja sektor pertanian sebagai penyedia bahan pangan penduduk, seperti menyerap tenaga kerja terbesar,  pemasok bahan mentah bagi produksi dan penghasil devisa  pemerataan pendapatan melalui pembangunani menggunakan analisis kuantitatif deskriptif yang bertujuan, untuk mengetahui keterkataitan antar komoditas.

“Sekto pertanian kita juga dapat berdampak ganda output dan pendapatan serta mengetahui dampak penyebaran dan koefisien penyebaran terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmlaya dengan menggunakan aoutput yang digunakan meliputi data input langsung, :terang wabup. (ANWARWALUYO)



 

ANBK SISWA SD DI KABUPATEN PANGANDARAN AKAN DIMULAI TANGGAL 15 NOPEMBER 2021

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM – Ada beberapa persiapan yang harus dilaksanakan Sekokah Dasar dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang akan dlaksanakan tanggal 15-18 Nopermber 2021 untuk gelombang 1 – 2 dan untuk gelombang 3-4 dilaksankan tanggal 22-25 Nopember.

Demikian disampaikan Plt Kasi SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangadaran Annisa Suliastini kepada PNews saat ditemui di ruang kerjanya. (18/10)

model UNBK ini menurut Annisa dilaksanakan dengan  Moda, 1. Berbasis komputer dengan opsi moda online atau moda semi online (menekankan satuan pendidikan melaksanakan secara online), 2. Berbagi sarana parasarana/Resource sharing dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) dan 3. Setiap satuan pendidikan dapat melaksanakan AN dalam 4 gelombang.

Sementara mekanisme pelaksanaan dan pengawasan, masih kata Annisa, pertama panitia daerah mengkoordinir tempat pelaksanaan AN terutama yang menumpang, 2. Dalam satu hari dapat dilaksanakan 2 Sesi (masing-Masing sesi maksimal 2 jam), 3. Pelaksanaan pada peserta didik diawasi seperti dalam keadaan ujian,  4. Pengawas asesmen bukan dari asal sekolah pelaksana (pengawassilang bisa dari jenjang yang sama atau lintas jenjang), 5.Pengawasan diatur oleh dinas pendidikan sesuai kewenangan,  6. Seluruh satuan pendidikan dapat menjadi tempat penyelenggaraan asesmen nasional tanpa mempertimbangkan status akreditasi. 

“dan ketujuh, pelaksanaan survei lingkungan belajar pada kepala sekolah dan guru dilakukan mandiri tanpa pengawasan, baik saat jam pelaksanaan AN Atau di luar jam pelaksanaan, sesuai kurun waktu pelaksanaan AN di tiap wilayah, “terangnya.

Lebih jauh Annisa menjelaskan, Asesmen Nasional (AN) ini dirancang untuk memantau dan mengevaluasi  sistim pendidikan dasar dan menengah, sedangkan prestasi siswa akan dievaluasi oleh pendidik dan satuan pendidikan.

“Dengan kata lain, AN merupakan evaluasi sistim pendidikan untuk endorong dan memfasilitasi terjadinya perbaikan mutu pembelajaran, “ujarnya.

Hasil AN juga, kata Annisa bermanfaat bagi kepala satuan pendidikandan dinas pendidikan untuk melakukan evaluasi diri dan perencanaan tindak lanjut perbaikan, karena hasil AN akan dikembalikan kepada masing-masing sekolah dan pemda melalui platform Rapot Pendidikan yang akan memudahkan evaluasi diri dan perencanaan tindak lanjut ke depannya.

Dalam AN ini terang Annisa, baik murid, guru  atau pun sekolah  tidak perlu melakukan persiapan khusus karena yang diperlukan adalah merefleksi dan memperbaiki mutu pelajaran, sehingga murid dapat fokus  pada ujian sekolah dan seleksi untuk masuk jenjang berikutnya. Untuk guru, dalam AN ini bisa meningkatkan kemampuan melakukan asesmen serta melakukan pembelajaran yang menumbuhkan daya nalar dan karakter secara lebih utuh. Sedangkan pihak sekolah punya peran memfasilitasi guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran, serta memanfaatkan hasil AN untuk evaluasi dan perencanaan program.

Sementara untuk orangtua siswa tidak perlu mencari bimbingan belajar atau buku-buku latihan AN, lebih baik orangtua mendorong anaknya untuk membaca secara luas dan mengembangkan minat anak secara mendalam, “terang Annisa.

Karena pelaksaan ANBK ini masih dalam kondisi pandemi covid-19, Annisa mengatakan satuan pendidikan harus menerapkan protokol kesehetan dan kelancaran AN ini juga dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya kesiapan sekolah (peserta dan sarana-prasarana), kesiapan aplikasi dan jaringan pusat, pemetaan sekolah mandiri-menumpang dan pengalaman siswa dalam pelaksanaan AN  khususnya cara menjawab soal. (PNews)





BUPATI PANGANDARAN SAMBUT BAIK RENCANA MUHAMADIAH DIRIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI

PANGANDARANNEWS.COM – Seiring berjalannya waktu dalam usianya yang ke 9, Kabupaten Pangandaran telah menarik minat dunia pendidikan untuk membuka lembaga pendidikan tinggi (universitas) yang akan mendukung peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, salahsatunya Muhamadiyah yang kini tertarik untuk segera mendirikan 

Menanggapi rencana tersebut Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyambut baik serta akan memberikan kesempatan pada anak-anak masyarakat untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Ini kesempatan bagus karena dunia pendidikan harus didukung oleh seluruh stake holder pendidikan, “ucap Jeje, usai menerima kunjungan  tim perintis perguruan tinggi Muhamadiyah, diruang kerjanya, (14/10)

Jeje mengatakan, nantinya masyarakat Pangandaran bisa melanjutkan study di daerah sendiri tanpa harus meninggalkan kampung halaman, dan ini tentu akan mengurangi beban biaya khususnya untuk mondok dan makan.

Dengan adanya beberapa perguruan tinggi, menurut Jeje ke depannya Pangandaran akan mampu memiliki sumber daya manusia berkualitas dan profesional yang bisa menyusun program dan pola kebijakan pemerintah daerah.

“Dari akademisi itu nantinya  bisa  meminta saran dan pendapatnya," Kata Jeje

Disoal lokasi pendiriannya dan bagaimana kelanjutannya, Jeje menjelaskan untuk saat ini ia belum menetapkan dimana akan dibangun unvrsitas Muhamdiayah tersebut karena segala sesuatunya  masih harus diurus termasuk perizinan pendirian.

“Saya berharap  mudah-mudahan pada bulan desember nanti sudah bisa berjalan,"pungkasnya.       (antonAS-PNews)


JEJERAN PEDAGANG KAKI LIMA KINI RAMAIKAN KEMBALI KAWASAN WISATA PANTAI TIMUR PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Sejumlah pedagang kaki lima kini menjamur kembali di kawasan pantai timur obyek wisata Pangandaran, mulai dari simpang tiga depan kantor Sat Pol Air hingga hampir sepanjang  jalan nampak para pedagang seperti jajanan cuanki, gorengan, baso tahu, tahu gejrot, es jeruk, kelapa muda dan sebagainya, terutama pada akhir pekan hari sabtu dan ahad.

Menurut salah seorang pedagangm Aceng, suasana di pantai timur cukup ramai oleh wisatawan apalagi menjelang sore hari dan tidak sedikit pembelinya masyakat sekitar.

"Saya berjualan disini sejak obyek wisata Pangandaran dibuka kembali, disini saya jualan hanya menjelang malam saja ," Katanya.(17/10)

Menurutnya kebanyakan pedagang merupakan warga lokal dan jualannnya pun cukup murag mulai driharga Rp 1 ribu – Rp 5 ribu.

Seperti diketahui, selama ini Pemkab Pangandaran melakukan penataan di obyek wisata Pangandaran termasuk menertiban kawasan mana saja yang dibolehkan ada pedagang kaki lima, krena Pekab pun sudah membangun gedung relokasi yang dikhususkan untuk para pedaganag di obyek wisata. (HARISFIRDAUS-PNews)


PGRI KABUPATEN PANGANDARAN BERIKAN BANTUAN PADA KELUARGA KORBAN KEBAKARAN DI CIMERAK

PANGANDARANNEWS.COM – Ketu PGRI Kabupaten Pangandaran Dodi Djubardi.SPd bersama Kasi SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, pengurus PGRI Kabupaten, Korwil Pendidikan Cimerak, Pengawas TK/SD  dan jajaran PGRI Kecamatan Cimerak siang tadi mendatangi rumah Deri siswa kelas IV SDN 4 Kertaharja Kecamatan Cimerak yang rumah keluartanya  mengalami musibah kebakaran beberapa hari lalu.

Ketu PGRI Kabupaten Pangandaran Dodi Djubardi.SPd menuturkan, maksud kedatangannya untuk memberikan sumbangan dari  seluruh warga PGRI. 

“Setelah mengetahui kejadian kebakaran yang menimpa keluarga Deri, kami pun merasa terketuk untuk memberi bantuan dan mudah-mudahan bantuan kami ini bisa sedikit meringankan beban keluarga Deri, “ungkap Dodi.(15/10)

Usai menerima bantuan orangtua Deri pun mengucapkan terimakasih kepada  PGRI dan pihak lainnya yang telah peduli atas musibah yang dialamainya.

”Terimakasih kepada semuanya dan bantuan ini akan kami gunakan untuk membangun kembali tempat tinggal kami juga perlengkapan sekolah Deri, “ungkap ayah Deri, Saepudin.

Seperti  diketahui rumah berukuran 4x4 meter tempat tinggal orangtua Deri dan kedua adiknya di Dusun Purwasari Rt.31 Rw.12 Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran kemarin (14/10) ludes akibat dilalap si jago merah dan hanya menyisakan puing-puing saja. Menurut beberapa saksi warga sekitar, kebakaran tersebut terjadi sangat cepat dan api bermula dari ruangan tengah dan  diduga akibat  konseleting listrik. Karena banguna rumah dari material yang mudah terbakar sehingga api semakin membesar dan mengakibatkan bangunan rumah pun rata dengan tana. Dan masih keteranga beberapa warga, saat kejadian pemilik rumah dan ketiga anaknya sedang tidak di rumahnya. (RASIMUN)

















CEGAH KENAKALAN DI KALANGAN REMAJA, POLSEK PUSPAHIANG GELAR BINLUH DI DEPAN RATUSAN SISWA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Untuk mengantisifasi adanya kenakalan remaja di kalangan para pelajar, Kapolsek Puspahiang AKP Asep Nurjaman melakukan tindakan antisipasi  dengan melakukan Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) yang bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum Polsek Pupahiang.   

"Di depan para siswa kami menyampaikan inti materi terkait kamtibmas, bahaya narkoba, tertib berkendaraan atau berlalulintas di jalan dan protokol kesehatan, “terang Kapolsek.(14/10)

Menurut Kapolsek, jika para remaja ini dibiarkan tanpa ada binaan dari Polri serta pihak terkait lainnya seperti, dari Dinas Kesehatan, Departemen Agama, Dinas Sosial dan lainnya, dikhawatirkan nantinya akan buta hukum dan buta aturan yang pada ahirnya akan merugikan siswa itu sendiri, keluarga, sekolah, bahkan dikhawatirkan siswa bisa terjerumus dalam pergaulan bebas, jadi pengedar atau pemakai narkoba, anggota geng Motor,dan kenakalan lainnya yang pada ujungnya  pendidikannya akan terganggu dan hancur masa depannya.

Kapolsek juga memberi contoh kenakalan remaja yang terjadi di lingkungan sekolah seperti membolos, merokok atau perkelahian antar pelajar serta termasuk penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

“Kami juga mengajak  kepada orangtua siswa untuk selalu menjaga  putra putrinya agar bisa  menyelamatkan masa depan anak-anak kita, “ungkap Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, apabila anak di bawah umur melakukan tindak pidana tetap bisa dipidanakan dengan sistem peradilan pidana anak sehingga diharapkan para pelajar bisa menjaga pergaulannya baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakat.

“Kami berharap siswa-siswi yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini paham serta mengerti dan tidak melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua, sekolah dan lingkungannya,”pungkasnya. (ANWARWALUYO)


PGRI CIMERAK BANTU WARGA KORBAN KEBAKARAN AGAR ANAKNYA BISA TETAP SEKOLAH

PANGANDARANNEWS.COM – Seuah rumah milik Saepudin di Dusun Purwasari Rt.31 Rw.12 Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, ludes dilalap si jago merah.(14/10)

Menurut informasi yang didapat api berasal dari ruangan belakang, saat itu pun warga lainnya segera memberikan pertolongan, tapi karena jauh sumber air dan peralatan minim maka kebakaran semakin tak terkendalikan sehingga  ahirnya rumah pun habis terbakar, rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing abu dari bekas material bangunan yang terbakar.

Kebakaran tersebut juga telah menghaguskan seluruh perlengkapan sekolah putra Saepudin, Deri yang kini duduk di kelas 3 SDN 4 Kertaharja. Hal ini pun membuat PGRI Kecamatan Cimerak tergugah memberikan bantuan untuk ikut meringan beban keluarga korban.

”Kami merasa terpanggil untuk ikut meringankan beban Deri dan orangtuanya, khususnya  Deri dan adik-adiknya agar tetap bisa belajar, ”ucap Ketua PGRI Kecamatan Cimerak Sahlan,SpdI didampingi Kepala SDN 2 Sindangsari Jajang Mulyadi .SPd.(14/10)

Untuk sementara Deri dan keluarganya saat ini numpang di rumah saudara, dan pihak PGRI Cimerak pun tetap mengupayaka agar Deri tetap bisa sekolah. (RASIMUN)

WARGA KOTA TASIK KELUHKAN PULUHAN PJU JALAN DUA JALUR DI KAWASAN HZ MUSTOFA PADAM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di tengah jalan dua  arah Jl HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya sudah sejak beberapa malam terlihat padam sehingga di sekitar kawasan tersebut pun terlihat remang-remang, bahkan pada kawasan tertentu gelap.

Menurut salah seorang warga Kota Tasik, Hilmanmengatakan,  banyak lampu jalan padam, ada yang padam satu lampu dan ada juga kedua-duanya padam sehingga selain mengesankan gelap terkadang bisa membahayakan pengendara dan orang  menyeberang.

Hal senada dikatakan warga lainnya, hal ini sudah beberapa hari terakhir ini terjadi sehingga suasana kota pun selain kurang nyaman juga mengurangi keindahan kota, dan aa pun berharap hal ini menjadi perhatiandari instansi terkait agar bisa terang lagi.

Hasil pemantauan PNews ke lapangan ternyata tak hanya di jalur dua arah di jalan HZ Mustofa, di lokasi lain pun seperti  jalan Swaka jalan, Cilembang, jalan Dadaha jalan dan Kawalu Urug, sudah lama PJU i sana padam. (ANWARWALUYO)


52 DESA DI KABUPATEN PANGANDRAN IKUTI PELATIHAN PT PAMSIMAS

PANGANDARANNEWS.COM - Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)  adalah salah satu program yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, yang dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota dan bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan.

Demikian disampaikan kodinator Pammsimas Kabupaten Pangandaran, Andi  dalam pelatihan penguatan pemerintahan desa dan kecamatan Program Pamsimas III tahun 2021 yang dihadiri perwakilan dari 52 desa, bertempat di sebuah hotel di kawasan pantai Pangandaran.(14/10)

Menurut Andi, pemerintahan desa harus selalu membantu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk ikut mengevaluasi  program  Pamsimas serta  tingkat kemampaatannya atay hal lainnya..

“Tentu Ini akan menunjang program-program pamsimas ke depan  karena keberhasilan program yang sekarang  akan menentukan program pamsimas selanjutnya, “ujarnya. (Tn)


PASTIKAN WISATAWAN SUDAH DIVAKSIN, PEMKAB PANGANDARAN RENCANAKAN TERAPKAN APLIKASI PEDULILINDUNG DI LOKASI WISATA

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Untuk antisipasi terjadi klaster penyebaran covid-19 di sektor pariwisata direncanakan atau kemungkinan besar wisatawan yang akan berlibur di obyek wisata Kabupaten Pangandaran harus bisa menunjukan bukti vaksin melalui Aplikasi Pedulilindungi, dan saat ini Pemkab Pangandaran sedang mengajukan aplikasinya.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinta dalam keterangannya yang disampaikan pada sejumlah awak media di kantor bupati, Parigi.(14/10)

 "Untuk itu nanti kita sosialisasikan, karena kemungkinan aplikasi pedulilindung ini akan segera diterapkan obyek wisata Pangandaran, pada intinya wisatawan yang berlibur ke Pangandaran harus sudah divaksin, " kata Jeje.

Jeje mengatakan, nantinya kode QR Pedulilindungi kemungkinan akan terpasang di setiap pintu masuk objek wisata.

Disoal capaian vaksinasi di Kabupaten Pangandaran, Jeje menyebut hingga saat ini terus menunjukan progres dan capaiannya sudah di angka 68 persen sehingga tinggal 2 persen menuju target 70 persen, dan vaksinasi untuk lansia juga sudah mencapai 67 persen.

"Sementara vaksinasi di kalangan remaja juga sudah mencapai 80 persenan," kata Jeje lagi.

Secara terpisah, Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, untuk hotel dan restoran dalam keanggotaan PHRI seluruhnya sudah menerapkan aturan protokol kesehtan dan sudah divaksin.

“Dan untuk pengecekan wisatawan yang akan menginap nantinya tinggal discan di aplikasi Pedulillindungi, “terangnya. (PNews)

USAI DILANTIK JADI KETUA DPC, H JANI WIJAYA DIHARAPKAN MAMPU MEMBAWA PPP BERJAYA LAGI DI KOTA TASIK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Usai terpilihnya H. Jani Wijaya menjadi Ketua DPC PPP Kota Tasik hasil Musyawarah Cabang (Muscab) ke V yang  dilaksanakan di Pangandaran, menurut Ketua PAC PPP Kecamatan Tamansari,  Mumin Hanafi, sosok Jani merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PPP Kota Tasikmalaya.

“Selama ini Pa Jani selalu memberikan yang terbaik untuk PPP dan selalu berkontribusi  baik dengan tenaga atau pun pikirannya, “kata Mumin.(14/10)

Kata Mumin, semoga yang sudah baik bisa dipertahankan dan ke depannya lebih ditingkatkan, dan mudah-mudahan PPP bisa kembali lagi berjaya seperti dahulu di Kota Tasikmalaya.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi Partai Persatuan Pembangunani Hj. Ai Rohilah dan Hj. Nurjanah,  selain mengucapkan selamat kepada Ketua  DPC PPP Kota Tasik yang baru, ia juga  berharap dengan kepemimpinan H Jani, PPP  lebih barokah dalam segala hal.

“Kami ucapkan selamat menjalankan tugas, semoga Pa Jani bisa membawa PPP lebih maju lagi, khususnya di Kota Tasikmlaya, “ucapnya. (ANWARWALUYO)





SUKSES TANGANI COVID 19, BUPATI PANGANDARAN DIUNDANG KEMENKOMINFO JADI NARASUMBER KPCPEN

PANGANDARANNEWS.COM – Dinilai telah berhasi dalam melakukan penanganan dan penanggulangan pandemi COVID-19, beberapa harilalu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata diundang oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) untuk menjadi narasumber dalam forum dialog yang digelar secara virtual.

Dalam dialog produktif bertema "Strategi Pemerintah Di Saat Penurunan Level PPKM yang ditayangkan secara live di YouTube FMB91D_IKP yang didukung Kementerian KOminfo Republik Indonesia pada tanggal 12 Oktober 2021 lalu, Bupati Pangandaran menjadi salah satu narasumber di Media Center KPCPEN yang turut dihadiri Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting, Sekjen PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Dr.dr.Lia G.Partakusuma Sp.PK,MM,MARS serta pembawa acara Marvin Sulistio dari praktisi media.

Menurut pembawa acara, Bupati Jeje sengaja diundang karena dianggap telah berhasil melakukan penanganan dan penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Pangandaran.

“Salah satu indikatornya adalah saat ini Kabupaten Pangandaran sudah berada di level 2 PPKM, bahkan sedang berusaha untuk menuju new normal atau menjadi level 1 PPKM, “terangnya.

Dan keberhasilan tersebut tentu  tidak lepas dari sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Bupati Jeje Wiradinata, bahkan tidak sedikit kebijakan bupati out of the box, seperti  memperkuat layanan kesehatan, kampanye Prokes yang masif hingga mobilisasi pejabat dan ASN untuk menyukseskan percepatan vaksinasi. Dan hal lain yang membuat Bupati Jeje  dianggap berhasil, Pemkab Pangandran telah berhasil melaukan penanganan dan pengelolaan pembukaan objek wisata di masa pandemi  yang membuat delimatis, ibaratnya makan buah simalakama. 

“Pariwisata ditutup masyarakat sengsara, pariwisata dibuka kesehatan masyarakat terancam, “ucapnya.

Namun berkat langkah yang diambil Bupati Jeje, situasi tersebut berhasil ditangani dengan baik,  paling tidak sekitar 6 inggu pariwisata dibuka, di objek wisata pantai Pangandaran tidak terjadi klaster penularan.

Seentara usai engikuti dialog virtual tersebut, Bupati Pangandaran  Jeje Wiradinata kpad sejulah wartawanengatakan, keberhasilan dala penanganan pandemi ini tentu berkat kerja keras dan dukungan semua pihak.

Jeje mengaku sempat kaget saat mendapat undangan Kementerian Kominfo dan KPC PEN, karena  Pangandaran menjadi contoh daerah yang berhasil menekan laju penularan COVID-19.

Jeje engatakan,  jika Pangandaran dianggap berhasil maka keberhasilan ini bukan keberhasilan dirinya semata tapi keberhasilan seluruh elemen dan masyarakat Pangandaran secara keseluruhan.

Jeje juga mengatakan, kebijakannya memang ia yang memutuskan tapi sejatinya keberhasilan ini merupakan keberhasilan Pemkab Pangandaran, tenaga kesehatan, TNI/Polri, relawan dan seluruh masyarakat.

“Dan saat menjadi narasumber saya pun tidak menyiapkan materi khusus untuk menjadi narasumber, saya hanya memaparkan apa adanya terkait bagaimana Pangandaran berhasil lolos dari ledakan pandemi COVID-19, “pungkasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN