DI MASA PANDEMI NELAYAN PESISIR LEGOKJAWA GELAR HAJAT LAUT SECARA SEDERHANA DAN IKUTI PROKES

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat aula tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Legokjawa, masyarakat nelayan Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran tahun ini menggelar upacara hajat laut dilaksanakan secara sederhana. Dalam acara pun dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bagi yang tidak mematuhi akan diberikan teguran, dan jika masih melanggar maka panitia pun tidak aka memberikan izin masuk ke acara.

Menurut Ketua Rukun Desa Legokjawa Uhan Ruhandi, hajat laut ini merupakan ungkapan rasa sukur   para nelayan atas rijki dalam usahanya di laut denganhasil tangkapan ikan yang melimpah.

“Hajat laut ini sudah aa sejak dulu karena yang sudah dilaksanakan turun temurun para nelayan, ” terang Uhan.(2/9)

Tapi karena sekarang pada masa pandemi covid-19, maka kata Uhan, acara pun digelar dengan sangat sederhana seperti ada beberapa tradisi yang mengundang kekerumunan terpaksa tidak dilaksanakan. Dan acara hajat laut tahun ini lebih difokuskan pad acara keagamaan, diantaranya menggela r doa’ bersama dan pengajian atau siraman rohani bagi masyarakat.

“Kami juga melaksanakan baksi sosial dengan membagikan sembako dan uang paceklik untuk 60 nelayan yang diserahkan langsung oleh rukun nelayan, “imbuhnya. (PNews)


KADIN PANGANDARAN GAET BJB UBAH BURUH TANI JADI PENGUSAHA TANI

PANGANDARANNEWS.COM –  Sektor pertanian merupakan penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Pangandaran sehingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pun terus mendorong para petani dan pengusha yang bergerak di sektor pertanian.

Demikian disampaikan Ketu Kadin Kabupaten Pangandaran Yayan Sugiantoro saat menghadiri launching program penanaman porang serta penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bank BJB Pangandaran dengan PT Joglosemar Karangsari Makmur di Dusun Sidahurip, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. (2/9)

"Dengan angka 23,41 % pertanian menjadi penyumbang terbesar PDRB dibanding dengan sektor lainnya, “jelas Yayan.

Kadin Pangandaran senidiri kini memiliki terobosan baru dalam rangka mensuksekan sektor pertanian karena mayoritas masyarakat Kabupaten Pangandaran merupakan petani.

Menurutnya ada dua persoalan yang belum terpecahkan dalam menjalankan aktivitas bertani, pertama, bisa menanam tapi tidak bisa menjual dan kedua petani bisa menjual tapi tidak bisa menanam.

Petani juga selalu dihadpkan dengan para tengkulak ketika akan menjual hasil pertaniannya, sehingga petani tidak pernah bertemu langsung dengan pembeli sehingga tengkulak pun dengan mudah mempermainkan harga.

"Untuk mengatasi hal ini maka kami membuat kerjasama antara Kadin Pangandaran dengan perbankan dan pembeli atau eksportir," kata Yayan.

Dijelaskan Yayan, Kadin Pangandaran menggalang petani untuk melakukan produksi dengan Perbankan melalui permodalan BJB, dan  PT Joglosemar Karangsari Makmur sebagai perusahaan ekspor pertanian. Rangkaian antara petani dan Kadin menggaet perbankan dan eksportir sehingga yang tadinya buruh tani menjadi pengusaha tani.

Kini melaui peran Kadin dan BJB untuk penanaman porang sudah mampu memutarkan nilai uang sebesar Rp30 miliar untuk 158 petani.

Saat diminta komentarnya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata sangat mengapresiasi gagasan yang dilakukan Kadin Pangandaran.

"Sebelum ini saya hanya melantik pengurus Kadin saja tapi sekarang Kadin Pangandaran memiliki terobosan-terobosan yang sangat luar biasa dalam pemberdayaan petani," kata Jeje.

Bupati juga berpesan kepada Kadin Pangandaran, bisnis porang di Pangandaran merupakan komoditas baru, dan yang harus menjadi catatan Kadin bahwa ukuran kesuksesan petani bukan dari besarnya nilai tukar tetapi bagaimana caranya hasil bumi yang dikelola petani menjadi nilai tambah bagi petani sendiri.

"Di masa pandemi sekarang keuangan dan perekonomian tidak stabil, tapi Kadin, BJB dan PT Joglosemar Karangsari Makmur berani melakukan terobosan, ini sangat luar biasa," imbuh bupati.

Menurut bupati, terobosan yang dinilai nekad itu tentunya sudah memiliki perhitungan matang sehingga semua pihak kini dihadapkan antara kesuksesan dengan ketidakpastian karena kondisi pandemi Covid-19 ini.

"Semoga program kerjasama yang digagas pihak-pihak terkait ini bisa berjalan lancar dan bisa menjadikan kekohnya perekonomian masyarakat Pangandaran," tegas bupati. (PNews)


3 SEPTEMBER WSIATA PANGANDARAN DIBUKA, SEJUMLAH PELAKU WISATA DI BATUKARAS MENGAKU SIAP PATUHI PROKES

PANGANDARANNEWS.COM – Seharo menjelang rencana dbuka kembali obyek wisata, bertempat di gedung bertempat di Islamic Center Cijulang Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menggelar audens dengan sejumlah pelaku usaha wisata yang ada di wilayah Kecamatan Cimerak, Parigi dan Cijulang.(2/9)

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pangabdaran Ase Noordin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Cijulang, Camat Cimerak, Danramil dan Kapolsek setempat, bupati membahas perkembangan, keadaan penanganan serta upaya pencegahan penyebaran covid dan rencana pembukaan seluruh wisata.

"Insaalloh seluruh obyek wisata di Pangandaran akan dibuka hari jumat tanggal 3 september 2021, tapi kita lakukan secara bertahap hanya menerima kunjungan wisatawan 25 persen dulu, "kata bupati.

Bupati juga menegaskan, ada ketentuan-ketentuanyang harus ditaati bersama, diantaranya seluruh pelaku wisata, karyawan hotel dan restoran harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan harus sudah divaksin dan untuk yang belum divaksin tidak boleh usaha atau berjualan di lokasi wisata.

Dan apabila ketentuan tersebut tidak ditaati atau diabaikan, apabila 10 persen lebih pelaku usaha tidak menerapkan prokes, maka kata bupati pihanya akan menutup kembali.

Dan untuk memantau kesehatan pengunjung imbuh bupati, Pemkab Pangandaran akan melakukan vaksinasi secara acak. 

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku wisata pun berjanji untuk memauhi ketentun yang sudah ditentukan pemda, seperti pakai masker dan mengikuti vaksinasi covid-19.

“Tentu kami bersedia untuk tetap menerapkan prokes secara ketat, karena ini memang untuk kepentingan kita semua, “ungkap salah seorang pelaku usaha dari destinasi Pantai Batukaras. (PNews)


400 WARGA SUKARAJA IKUTI VAKSINASI DOSIS KE 1

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di gedung Serbaguna SMPN 1 Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, UPTD Puseksmas Kecamatan Sukaraja melaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi Siswa/siswi SMPN 1 Sukaraja, yang turut dihadiri Kapolsek Sukaraja Iptu Puryono, Camat  kecamatan Sukaraja, yang di wakili Kesra Andi Rustandi, SP. MP. Kepala Puskesmas, UPTD Puskesmas Sukaraja H.Memed Supendi.A.MK.,SKM, Kasatgas Covid -19 Sukaraja H.Ceceng Bastari, S.Kep.Ners, Surveilance Efidemiologi Cecep Sirojul Anwar SKM, Kepala SMPN 1 Sukaraja Hj.Dida Nurhayati,.S.Pd,.M.Pd, Kasie Pol PP Kecamatan Sukaraja Muhsin, Kanit Babinmas Aipda Dedi Mulyana dan Ketua Karangtaruna Sukaraja Angga Setiawan.

Kepala UPTD Puseksmas Kecamatan Sukaraja sekaligus penanggung jawab Kegiatan, H.Memed Supendi.A.MK.,SKM, menjelaskan, gelar vaksinasi jenis sinovac dosis ke 1 ini dipimpin Kordinator Imunisasi Vasksinasi Puskesmas Sukaraja Lusi Kritlian.AM.Keb beserta 41 tenaga kesehatan (nakes) lainya dengan dan dihadiri 400 orang, dengan rincian 17 orang dinyatakan tidak lolos screening.

“Dan 383 orang dinyatakan lolos Screening dan dilakukan vaksinasi, “terang Memed.

Setelah di lakakukan Vaksinasi, kata Memed, para peserta dihimbau oleh Koordintor vaksinasinato agar tidak meninggalkan ruangan terlebih dahulu selama 15 Menit untuk mengetahui reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Dan hasilnya tidak ditemukan kejadian KIPI sehingga para peserta vaksin pun langsung diberikan kartu vaksin untuk mengikuti vaksinasi tahap berikutnya, “imbuh Memed.(ENDAH-ANWARWALUYO)




CSR BPR ARTA GALUNGGUNG DAN PENGUSAHA TASELA BANTU PERBAIKI RUMAH TISNA JADI LAYAK HUNI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pemkab Tasikmalaya memberikan bantuan stimulan dan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) BPR Arta Galunggung dan tambahan berupa material bangunan dari salah seorang aktivis kemanusiaan sekaligus pengusaha yang cukup ternama di Tasik Selatan, H Kokom, untuk memperbaiki rumah Tisna di Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal.(1/9)

Menurut salah seorang aktivis kemanusiaan, Iwan Prabu, bantuan tambahan dari aktivis kemanusiaan ini sangat membantu sekali pasalnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan BPR Arta Galunggung hanya sebagai Dana Stimulan saja, sehingga untuk kekurangannya diupayakan ada para agnia yang peduli seperti H Kokom ini dan gotongroyong warga lainnya.

“Saya ucapkan terimakasih pada Bupati Tasikmalaya leading sektor BPR Arta Galunggung yang telah mengabulkan permohonan kami untuk membantu warga Desa Karangnunggal yang rumah nya sudah tidak layak huni,” ucapnya.

Hal senada diksampaikan penerima bantuan, Tisna, ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah peduli, khususnya pada Pemkab Tasikmalaya, aktivis kemanusiaan,  BPR Arta Galungung dan H Kokom yang telah membantu perbaikan rumah sehingga kini menjadi rumah lauak huni.

“Terimakasih juga kepda semua pihak dan warga sekitar tepat tinggal saya yang sudahikut bergotongroyong memperbaki rumah saya, “ungkap Tisna. (ANWARWALUYO)


POLRES TASIKMALAYA BERHASIL UNGKAP KASUS PERDAGANGAN DAN EKSPOLITASI ANAK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus perdagangan dan anak kploitasi seks yang terjadi di Bogor pada tanggal 11 Agustus lalu dan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya juga berhasil menangkap seorang pelaku, setelah sebelunya mengamankan empat pelaku lain. ((31/08)

Pelaku bernama Dimas Prasetio (DP) diamankan di kawasan Cikeusal, Tasikmalaya, selasa (31/08/21), pria ini ternyata turut menjual korban untuk ekploitasi seks di Kabupaten Tasikmalaya sebelum dijual ke wilayah Bogor, dalam kasus ini korban anak usia 14 tahun warga Kecamatan Tanjungjaya dipaksa untuk melayani sejumlah pria dengan tarif Rp.75 ribu hingga Rp. 200 ribu rupiah.

Menurut pengakuan tersangka, ia menjual korban pada seorang laki-laki hidung belang bernama Ucok dengan harga Rp 75 ribu, dan dari harga tersebut pelaku mengaku mendapat bagian Rp20 ribu.

“Tapi jika dibawa ke Bogor mah saya gak tau, saya juga pernah jual bukan korban ini saja tapi ada tiga lagi dari Garut, “pengakuan pelaku saat dihadapan penyidik.

Modus yang dilakukan pelaku biasanya ia menawarkan korban melalui aplikasi pertemanan serta pesan whatsapp ke beberapa orang yang ia kenal, dan setelah harga disepakati pelaku pun akan mengantarkan korban ke tempat yang disepakati.

Kasat reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Haryo Prasetio Seno menyatakan kasus ini merupakan pengembangan perdagangan manusia yang diungkap di Kawasan Bogor, tetapi dar keterangan yang diterima dari pelaku ia hanya menjual korban di Kabupaten Tasikmalaya.

Darikasus kasus tersebut polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, telefon genggam serta bukti chating transaski pelaku dengan lelaki hidung belang. 

“Sebelumnya kami juga sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus Perdaganan anak ini,  masing masing bernama Hari, Selly, Kamaludin dan Lukcy, “terang Haryo.

Haryo menyebut, akibat perbuatanya, tersangka terancam undang undang TPPO dan Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan tiga hingga 15 tahun penjara. (ANWARWALUYO)


JUMLAH REMAJA DI KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI VAKSINASI, TERCATAT PALING TINGGI DI JAWA BARAT

PANGANDARANNEWS.COM - Capaian vaksinasi untuk remaja hampir 40 % di Kabupaten Pangandaran menjadikan paling tinggi di Jawa Barat, dan masyarakat umum yang rentan terpapar covid-19 justru baru mencapai 22%, untuk dosis kesatu sudah mencapai 30,80% dan dosis dua mencapai 17 %. dan capaian hariannya sudah mencapai sekitar 3-4000an.

Dengan capaian harian tersebut bupati berharap sampai bulan Desember 2021 mendatang  vaksinasi di Pangandaran akan mencapai 80% dari jumlah sasaran sekitar 344 ribu orang.

"Untuk vaksin dosis satu untuk masyarakat sudah mencapai sekitar 104 ribu orang,  sehingga masih kurang sekitar 240 ribu, dan jika dibagi 3.000 orang saja per harinya paling sampai 70 harian untuk dosis satunya, sehingga untuk dosis kedua sekitar akan tercapai sekitar bulan November atau Desember," kata bupati, usai memantau pelaksanaan vaksinasi  siswa di SMKN 1 Pangandaran, yang turut dihadiri Dandin 0613 Ciamis, Kapolres Ciamis, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran. (28/8)

Dari pantauan pelaksanan gebyar vaksinasi merdeka Covid-19 diikuti siswa SMKN 1 Pangandaran, hampir seluruh peerta didik sangat antusias untuk melakukan vaksinasi covid-19, tercatat ada sekitar 450 siswa yang ikut divaksin.(PNEWS)


BUPATI BANDUNG PUJI KEBERHASILAN PROGRAM KESEHATAN DAN PENDIDIKAN GRATIS DI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam kunjungan kerjanya ke Pangandaran beberapa waktu lalu, Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna mengatakan ini dalam rangka menjaring informasi terkait pelayanan kesehatan yang dilakukan Pemkab Pangandaran, khususnya di RSUD Pandega, serta berbagai program yang ada Pangandaran.(28/8)

Saat diterima Bupati Pangandaran H jeje Wiradinata di RSUD Pandega, Dadang juga menyebut program yang difokuskan serta keberpihakan pada masyarakat diKabupaten Pangandaran perkembangan sangat pesat.

Pangandaran luar biasa, karena ia pun tahu persis perjalanan Kabupaten Pangandaran yang baru akan menginjak usia 9 tahun ini, sehingga bukan tidak mungkin bisa mendahului kabupaten lain, dan ada beberapa program Pemkab Pangandaran yang nantinya akan menjadi rujukan untuk diterapkan di Kabupaten Bandung,

“Pokoknya Pangandaran is the best,” ungkapnya.

Dadang juga mengatakan, RSUD ini dibangun dalam waktu relatif singkat ini juga menjadi perhatiannya dan hebatnya lagi imbuh Dadang masyarakat yang akan berobat baik ke rumahsakit atau puskesmas jangan sampai ditolak, ini yang luar biasa.

Bukanhanya program kesehatan saja, Bupati Bandung pun juga sangat tertarik program pendidikan yang ada di Kabupaten Pangandaran, karena biaya pendidikan untuk siswa SMA Rp 0 alias gratis, serta pemda pun mampu memberikan beasiswa bagi anak pangandaran masuk perguruan tinggi STIT NU dan Unpad.

“Beasiswa masuk SMA beasiswa masuk perguruan tinggi  ini merupakan komitmen kejasama yang luar biasa, ” imbuhnya.

Menangggapi hal tersebut, Bupati Pangandaran menyampaikan, semua program-program tersebut merupakan terobosan dan menjawab keinginan masyarakat.

 “Kami sangat sadar, kedua hal tersebut merupaka kebutuhan dasar masyarakat sehingga lahirlah program-program itu,” jelasnya. (PNews)


WABUP PANGANDARAN BERI BANTUAN PADA WARGA KORBAN KEBAKARAN

PANGANDARANNEWS.COM - Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan kemarin meninjau rumah korban kebakaran milik Kirman warga RT  3, RW 2,  Dusun Bangunsari, Desa Karangkamiri, Kecamatan Langkaplancar, setelah sehari sebelumnya wakil bupati juga mengunjungi rumah milik Adah yang hancur tertimpa pohon kelapa pada malam hari sekitar Pukul 20.00 WIB 1 bulan yang lalu.

Kebakaran yangterjadi sekitar jam 13.00 tanggal 29 agustus lalu ini diduga akibat korsling listrik, dan saat kejadian  kebetulan istri pak kirman) lagi kerja di sawah tak jauh dari rumahnya, sedangkan Pa kirman lagi kerja di bengkel di dekat jalan, jadi kosong tak ada orang,” tambahnya.

Dari pantauan di lapangan rumah hancur tak tersisa. Selain memantau pada kesempatan tersebut Wabup Pangandaran juga menyerahkan bantuan sembako.

Kepada keluarga korban Wail Bupati mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa dan mudah-mudahan keluarga korban diberi kesabaran serta ketabahan.

“Ini musibah, dan mudah-mudahan kita selalu dihindarkan dari segala musibah, “ungkap wabup. (PNews)


PEMKAB PANGANDARAN BATALKAN RENCANA NAIKAN HARGA TIKET MASUK OBJEK WISATA

Bupati Pangandaran: “Pedagang yang belum divaksin tidak boleh jualan di lokasi wsiata

PANGANDARANNEWS.COM – Rencana untuk menaikan harga tiket masuk obyek wisata akhirnya dibatalkan Pemkab Pangandran, pembatalan tersebut setelah Bupati Pangandran H Jeje Wiradinata menghadiri rapat tindaklanjut instruksi Mendagri tentang PPKM Level 4,2,3 di Jawa-Bali dengan para pelaku usaha wisata di Hotel Pantai Indah. (1/9)

Menurut Bupati, semula rencana menaikan harga tiket ini merupakan salahsatu upaya agar tidak terjadi lonjakan saat objek wisata di Pangandaran dibuka, namun walau rencana ini batal wisatawan tetap harus mematuhi aturan yang diterapkan seperti mematuhi protokol kesehatan dan lainnya selama berada di kawasan wisata.

"Besok hari jumat tanggal 3 september 2021 seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran akan dibuka kembali, “jelas bupati.

Namun, menurut bupati, pembukaan objek wisata ini masih bersyarat, diantaranya hanya dibuka sebanyak 25 persen dari daya tampung wisatawan, hotel dan restoran pun dibatasi maksimal hanya 50 persen dan semua ini akan dilakukan secara bertahap.

Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata
Bupati menambahkan, tapi rencana untuk menaikan harga tiket masuk dibatalkan dan masih berlaku harga normal.

Lebih jauh bupati menyampikan, ada beberapa sarat yang harus dipatuhi para pelaku wisata dan wisatawan, antara lain  melaksanakan protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, baik pelaku usaha sudah melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Untuk wisatawan diharuskan membawa kartu vaksinasi dan  jika tidak membawa kartu vaksin, wisatawan bisa menunjukkan bukti telah melaksanakan vaksinasi dengan memperlihatkan sertifikat vaksinasi.

Jika pelaku wisata terbukti 10 persen tidak menaati prokes, maka, kata bupati, obyek wisata pun akan ditutup kembali, dan bagi yang tidak mau divaksin dan tidak menaati prokes jangan berharap bisa jualan di di lokasi wisata.

“Ini semua bertujuan untuk melindungi masyarakat dan mengakhiri pandemi,” tegasnya. (PNews)


RESMI DIBUKA TANGGAL 3 SEPTEMBER, BUPATI PANGANDARAN AJAK PELAKU USAHA WISATA PATUHI PROKES

PANGANDARANNEWS.COM – Hari jumat beso tanggal 3 september 2021 seluruh obyek wisata Pangandaran akan resmi dibuka kembali walau pada awal pembmbukaan ini wisatawan masih harus dibatasi sekitar 25 % saja serta hunian hotel dan rstoran  tidak melebihi 50 % saja. 

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dalam  Rapat Tindaklanjut Instruksi Mendagri RI tentang PPKM Level 4,3,2 di Jawa dan Bali yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Sekda Kabupaten Pangandaran,  Danramil, Kapolsek, Ketua PHRI serta pelaku wisata di Wilayah Pangandaran dan Karapyak bertempat di Hotel Pantai Indah Timur Pangandaran.  (1/9)

”Rencana membuka kembali obyek wisata ini sudah saya laporkan ke Gubernur Jawa Barat dan dibahas dalam rapat bersama Forkopimda, “jelas Jeje.

Tapi Jeje mengakui, masih ada beberapa hal yang harus dilaksanakan oleh seluruh pelaku wisata agar wisata di pangandaran tetap dibuka, diantaranya pertama ia meminta kepada seluruh pelaku usaha wisata agar tetap mematuhi prorokol kesesehatan, seperti menggunakan masker, dan yang kedua seluruh pelaku wisata juga harus sudah melaksanakan vaksinasi agar tidak menjadi media penyebaran virus covid-19. Karena jika semua ini tidak dipatui, maka pihaknya pun tidak segan-segan untuk menutup kembaliwisata Pangandaran. 

Tapi jika didapati diatas 10 persen tidak mematuhi protokol kesehatan, tak memakai masker, tidak di vaksin  wayahna kami tutup kembali, dan saya tegaskan pedagang yang belum divaksin jangan jualan  di pantai, tegasnya.

Sementara untuk mengantisipasi membeludak pengunjung serta terjadinya penumpukan di pantai pangandaran, Jeje menyebut, pihaknya akan dilakukan beberapa langkah, seperti penyekatatan (delay) di beberapa titik untuk memperlambat wisatawan masuk dan mengatur pada jam-jam padat pengunjung dengan melakukan penyekatan di pantai barat dan pantai timur.

“Intinya kami akan melakukan rekayasa di lapangan untuk menghindari penumpukan wisatawan di satu titik, “kata Jeje.

Masih di tempat yang sam, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia( PHRI)  Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pangandaran yang sudah berusaha keras untuk membuka kembali obyek wisata, dan berharap mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar.

Dengan mengikuti saran yang disampaikan pemerintah seperti penerapan protokol kesehatan, Agus berharap semua pelaku usaha wisata tetap patuh pada ketentuan yang berlaku agar pembukaan obyek wsiata bisa di pertahankan.

“Dan kepada keluarga PHRI atau pelaku usaha lainnya yang ada di obyek mari bersama-sama untukikut bertanggung jawab karena ini untuk kepentingan bersama, ”ucap Agus. (PNews)


PEMKAB PANGANDARAN BERENCANA BUKA KEMBALI OBYEK WISATA TANGGAL 3 SEPTEMBER 2021

Bupati Pangandaran: “Saya Berharap Semuanya Patuh dan Disiplin Karena Ini Untuk Kepentingan Semua

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran berencana akan membuka kembali seluruh objek wisata pada hari Jumat tanggal 3 September 2021.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada sejumlah awak media di aula kantor bupati, beberapa indikator penentuan PPKM sudah menunjukan pada Level 2 dan Level 1, walau pun indikator testing masih belum sinkron dengan pemerintah pusat, dan saat ini pihaknya sedang protes ke kementrian terkait data testing ini.

”Tapi secara substansi semuanya sudah landai dan ojek wisata Pangandaran sudah siap untuk dibuka, “tegasnya.(30/8)

Seluruh Forkopida juga kata Jeje sudah sepakat untuk membuka kembali objek wisata, tapi tentunya dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan para pelaku usaha wisata juga harus divaksin, intinya semua harus disiplin karena jika tidak maka akan wisata pun akan ditutup lagi.

Selain prokes yang ketat, imbuh Jeje, nantinya di seluruh objek wisata juga akan dilakukan penyekatan agar wisatawan tidak membludak dengan  memberlakukan tarif yang berbeda, umpamanya tarif masuk obyek wisata pada saat dini hari akan mahal, maksudnya agar wisatawan  tidak bertumpuk di satu tempat tidak dalam waktu bersamaan atau pun dengan cara lainnya.

Jeje juga berencana akan ngunjungi empat lokasi objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Pangandaran untuk membahas hal ini dengan para pelaku usaha wisata pada tanggal 1-2 September mendatang. 

“Nanti kita akan jelaskan semuanya, “ucapnya.

Disoal sudah ada wisatawan yang masuk ke obyek wisata pantai Pangandaran, Jeje mengatakan ia mengaku tidak tahu ada wisatawan sudah bisa masuk dengan cara ilegal dan lewat mana karena tidak mungkin juga petugas mengawasi hingga 24 jam. 

Jeje menambahkan, kemungkinan untuk membuka kembaliobyek wisata ini pada tanggal 3 september ini tentunya setelah memberikan penjelasan kepada semua pelaku usaha wisata.

”Saya berharap semuanya bisa  patuh dan disiplin, karena ini untuk kepentingan semu, ”ungkapnya. 

Sementara salah seorang pedagang di Nanjung Indah, Hendro (45) berharap rencana Pemda untuk  membuka kembli objek wisata bisa lancar.

”Hari minggu kemarin juga ada sih wisatawan yang datang, dan seandainya obyek wsiata Pangandaran resmi dibuka kembali mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi pengunjung yang datang, ”kata Hendro. (PNews)






PASITER KODIM 0612/ TASIKMALAYA PIMPIN KEGIATAN PEMBINAAN LINGKUNGAN HIDUP DI BOJONGGAMBIR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di kampung Cibadak Desa Purwaraharja kecamatan  Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, Kapolsek Bojonggambir Polres Tsikmalaya Iptu Uu Mahtum berkesempatan menghadiri acara Pembinaan Lingkungan Hidup Penanaman  Pohon yang dilaksanakan Jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya yang dipimpin oleh Pasiter Kapten Inf. Heri Safari yang mewakili Dandim Tasikmalaya, yang dihadiri Danramil Taraju, dan dihadiri Sekmat Bojonggambir, Para Bhabinsa, para kepala desa, Kades Purwaraharja, KNPI Bojonggambir, Tokoh masyarakat, tokoh agama serta anggota Pramuka SMAN Taraju dan Para tamu Undangan. (29/8)

Kapten Inf Heri Safari yang datang untuk memimpin kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup dengan menanam Pohon pun disambut hangat Oleh Danramil Taraju, Kapolsek Bojonggambir Iptu UU Mahtum, Sekmat kecamatan Bojonggambir.

Dalam kegiatan seluruh peserta yang terlibat tetap menerapkan Protokol kesehatan, seperti  disediakannya tempat mencuci tangan, diwajibkan memakai masker, diharuskan menjaga jarak, dan dihimbau agar tetap taat dan patuh pada Protokol Kesehatan.

Dalam sambutannya Kapten Inf Heri Safari  mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk menjaga alam bencana alam longsor serta untuk menjaga lingkungan hidup agar tetap asri dan hijau.

Sementara Kapolsek Bojonggambir Iptu Uu Mahtum menyampiakan pihaknya  dan Danramil Taraju  sangat mendukung sekali program ini karena manfaatnya sangat besar untuk seluruh masyarakat yang akan dirasakan  beberapa tahun kedepan.

“Karena pohon pohon ini dapat menyimpan resapan air dan membuat udara akan terasa sejuk juga akan mampu menahan erosi tanah sehingga akan terhindar dari bahaya tanah longsor, " Ucap Kapolsek.   (ANWARWALUYO)












PELAMAR CASN DI KABUPATEN PANGANDARAN WAJIB IKUTI VAKSINASI RAPID ANTIGEN ATAU SWAB TEST

PANGANDARANNEWS.COM- Jelang dilaksankannya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sejumlah pelamar CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Pangandaran diharuskan mengikuti vaksin Covid-19 dan tes swab.

Seperti disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran H Dani Hamdani, sarat ini wajib dilaksanakan oleh seluruh peserta CASN tahun 2021 dan sudah mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin Covid-19 serta sudah melaksanakan rapid antigen ataupun swab test.

“Dan bukti vaksinasi, rapid tes dan swab test nantinya ditunjukan pada petugas, “ujar Dani.(29/8)

Masih kata Dani, sedangkan bagi peserta CASN yang tidak bisa menjalani vaksinasi karena alasan kesehatan seperti memiliki riwayat penyakit komorbid yang cukup parah, inibisa dibuktikan dengan menunjukan surat keterangan dari Rumahsakit atau Puskesmas yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak bisa menjalani vaksin.

“Sedangkan untuk pelamar CASN yang akan melaksanakan SKD namun positif Covid-19 ini belum ada ketentuan karena hingga saat mekanismenya nanti baru akan dibahas, tapi ada kemungkinan peserta CASN yang pada waktu SKD positif Covid-19, bisa melaksanakan tes susulan, ”terangnya.

Namun jika ada tes susulan, menurut Dani maka jadwal penerimaan CASN tahun 2021 pun akan mengalami perpanjangan waktu, bia saja nantinya untuk solusinya membuatkan ruang khusus terpisah bagi mereka yang positif Covid-19 dengan dibantu petugas menggunakan APD lengkap.

“Tapi untuk jadwal SKD sendiri hingga saat ini belum jelas sehingga peserta CASN masih bisa mempersiapkan diri, tapi kemungkinan untuk wilayah Priangan Timur digear tanggal 20 September 2021, karena di tingkat nasional pun akan dilaksanakan mulai 2 September 2021 mendatang, “pungkasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN