PEMBANGUNAN TOL CIGATAS MASUK TAHAP SOSIALISASI

Uu Ruzhanul Ulum;”Masyarakat Harus Hati-hati Hadapi Para Spekulan Tanah”

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum
PANGANDARANNEWS.COM  - Dalam pembangunan proyek jalan toll Cileunyi Garut Tasikmalaya (Cigatas) ini Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta agar masyarakat jangan terkecoh dengan iming-iming yang biasa ditawarkan para spekulan tanah. Tapi sebaliknya masyarakat harus bisa bekerjasama dengan pemerintah, karena pembangunan tol ini nantinya bisa sepenuhnya dinikmati masyaraka, sehingga khususnya masyarakat di Priangan Timur harus ikut mendukung realisasi pembangunan jalan toll ini.

Wagub juga mengatakan, jangan sampai terjadi seperti pada pembangunan jalan toll Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu), gara-gara ulah para spekulan hingga saat ini pembayaran pembebasan tanah pada pembangunan toll tersebut belum selesai.

“Biasanya para spekulan itu akan meminjam sertipikat tanah dengan iming-iming pembebasan dengan  harga tinggi dan lainnya, “ungkap wagub, saat ditemui usai menghadiri pelantikan Pengurus Paerah Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia Kabupaten Pangandaran, bertempat di aula Setda Pangandaran.(28/05)

Disoal progres pembangunan tol Cigatas, wagub mengatakan, up date terkini pembangunan sekarang sudah masuk dalam tahapan sosialisasi kepada masyarakat dan proses pembebasan tanah milik masyarakat ini tidak akan dilakukan sekaligus tapi bertahap sesuai dengan tahapan pembangunan jalan.

"Lahan ini akan segera dibangun, lalu dilakukan pembebasan, jadi bembebasan tanahnya tidak sekaligus dari Cileunyi sampai Tasikmalay, tapi tahap demi tahap pembangunan, "jelas wagub. (PNews)


WAGUB JABAR: “BPD DAN KEPALA DESA HARUS SATU VISI-MISI DAN HARMONIS”

PANGANDARANNEWS.COM - Badan Permusyawaratn Desa (BPD) harus bisa bersinergi dan harmonis dengan kepala desa jangan justru berselisih, dan BPD juga jangan sampai hanya merongrong desa tapi sebaliknya BPD dan kepala desa harus kompak dan satu visi misi untuk memajukan pemerintahan desa.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, kepasda media saat ditemui usai menghadiri pelantikan Pengurus Paerah Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia Kabupaten Pangandaran, bertempat di aula Setda Pangandaran.(28.05)

Kata wagub, pelantikan hari ini merupakan salah satu ikhtiar keluarga besar BPD dalam rangka menguatkan sebuah organisasi untuk memperjuangkan aspirasi anggotanya.

“Kebersamaan dan kolaborasi ini penting, tapi a cukup hanya dengan berkumpul saja tetapi harus menjasdi sebuah barisan, “kata wagub. 

Dengan organisasi ini, kata wagub lagi, diharapkan bisa menjadi sebuah kekuatan untuk memperjuangkan keluarga besar BPD karena kahadirannya ini juga merupakan amanah undang-undang walau pun diakui selama ini terkesan eksistensinya kurang greget, sehingga melalui organisasi ini diharapkan baik masyarakat atau pun aparatur desa akan semakin sinergis dengan BPD.

Kalau pun ada perselisihan atau perbedaan paham, menurut wagub, itu hal yang wajar karena BPD dan kepala desa sama-sama merupakan jabatan politik, dipilih oleh masyarakat. 

“Saya juga berharap BPD ini bisa menjadi wadah para tokoh di masing-masing desa untuk bersama berkiprah memanjukan desa dan warganya, “imbuh wagub.

Sementara saat dimintai komentarnya, Ketua Pengurus Paerah Persatuan Anggota BPD Kabupaten Pangandaran, Asep Fitiri Mediana, S,Ag, pada APBDes itu anggran untuk meningkatkan sumber daya artinya BPD disini jelas harus bisa meningkatkan kapasitasnya supaya bisa lebih baik dalam  melaksanakan tofoksinya. 

Ia mendorong di masing-masing desa agar dana desa untuk meningkatkan kapasitas BPD tersebut bisa dimanfaatkan sehingga bisa mendorong seluruh anggota BPD lebih baik lagi.

“Saya juga tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Pemkab Pangandaran yang sudah memfasilitasi serta dukungan hingga acara pelantikan ini bisa berjalan lancar, “opungkas Asep. (PNews)





DI TINGKAT PROVINSI DAN NASIONAL PANGANDARAN RAIH PENGHARGAAN KABUPATEN TERCEPAT DALAM PENDATAAN KELUARGA

PANGANDARANNEWS.COM – Menjadi kabupaten tercepat di Provinsi Jawa Barat dengan capaian target 100 persen dalam pendataan keluarga tahun 2021, Kabupaten diganjar penghargaan dari perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat.

Seperti disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H Ujang Endin Indrawan usai menerima penghargaan tersebut di di aula setda pangandaran beberapa waktu lalu, dengan penghargaan ini tentu akan menjadi kebanggaan masyarakat Pangandaran karena prestasi ini berkat kerjasama yang baik seluruh komponen.

“Selain kepada kader pendata dan seluruh petugas lapangan Dinas KBP3A, saya juga sangat bangga dengan partisipasi yang telah diberikan masyarakat, sehingga dapat meraih prestasi ini, “kata Endin. (27/05)

Wabup juga berharap, hasil pendataan ini dapat berguna dalam perencanaan pembangunan Pangandaran ke depan karena basis data keluarga yang dihasilkan dari pendataan ini bisa membantu rencana pemda.

“Hasil pendataan ini juga untuk  mentukan arah kebijakan program pembangunan keluarga, kependudukan dan KB di Kabupaten Pangandaran, “imbuhnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuaan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Pangandaran, Drs Heri Gustari MSI, proses pendataan ini  dilaksanakan selama dua bulan, sejak bulan april huingga mei 2021.

“Selain di tingkat provinsi di tingkat nasional juga Pemkab Pangandaran menjadi kabupaten tercepat dalam pendataan keluarga ini, “ungkap Heri. (PNews)



BPBD GELAR KABUPATEN TASIKMALAYA GELAR SIMULASI PENANGANAN BENCANA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Kabupaten Tasikmalaya 2021, terkait penanganan ancaman bencana alam tanah longsor, angin kencang, banjir, gerakan tanah, kekeringan maupun bencana lain, bertempat di Desa Parung, Kecamatan Cibalong, Rabu (26/05)

Dalam kegiatan simulasi ini diperlihatkan bagaimana ketangkasan dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi bencana. Salah satu simulasi yang dilakukan adalah penyelamatan korban dari bencana longsor di suatu wilayah yang lokasinya cukup tinggi dan curam, korban diturunkan dengan cara menggunakan peralatan tali temali

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tasikmalaya,  Kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto yang dibacakan Sekretaris Daerah  Mohamad Zen, menyampaikan fungsi pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk didalamnya melakukan upaya penanggulangan bencana alam, dan langkah konkret dalam pengurangan resiko bencana di daerah salah satunya dengan membangun kesiapsiagaan aparat bersama-sama masyarakat.

Kabupaten Tasikmalaya pada umumnya merupakan daerah rentan bencana alam, di tahun 2020 tercatat ada 387 kejadian bencana. Dan untuk menghadapi kondisi tersebut, kata Sekda, dituntut kesiapsiagaan seluruh institusi agar bisa tanggap darurat jika terjadi bencana.

Zen menambahkan, kerentanan ini memang menimbulkan ketakutan tersendiri dan tentu ketakutan ini  bukanlah solusi dan bukanlah akhir dalam menghadapi risiko bencana. Tapi sebaliknya kerentanan ini harus disikapi bersama dengan mengampanyekan upaya-upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana agar dapat menekan angka kerugian ataupun angka terdampak bencana.

"Alhamdulillah sampai saat ini kita tidak mengalami kesulitan karena semua potensi perlengkapan dan kesiapan SDM dalam menghadapi bencana sudah dikondisikan dan terkoordinasi dengan baik oleh BPBD dan semua OPD terkait"kata Zen.

Kegiatan simulasi penanganan bencana ini, imbuh Zen, merupakan momentum bersama untuk kembali mengingatkan bahwa saat tinggal di wilayah yang berisiko bencana dan ancaman. Dan dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan semua tetap semangat dan terus menumbuhkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tidak terhenti.

Menurut Zen, hal ini tentunya sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007  tentang Penanggulangan Bencana bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, sehingga secara pribadi Zen sangat mendukung dan mengapresiasi diselenggaranya simulasi penanganan kebencanaan ini yang dengan harapan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang kebencanaan.

“Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan menuai hasil terbaik,  mari bersama-sama dengan penuh semangat gotong royong, doa dan itikad baik kita sambut era masyarakat tangguh bencana, “ujar Zen.(AMIRSARIPUDIN-ENDAH/PNEWS)  


UNTUK ATASI BANJIR DI DESA PALEDAH DAN TINJAU KESIAPAN PSN TIM SETKAB RI KUNJUNGI KAB PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Bebberapa hari lalu tim dari Sekretariat Kabinet (Setkab) RI berkunjung Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk mencari penyebab dan solusi banjir di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang sekaligus untuk meninjau langsung kesiapan Proyek Strategis Nasional (PSN). (23/5)

Selain dari Setkab yang didampingi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian dan Lembaga KKP, Kemenparekraf, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kesehatan, juga hadir dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan juga Bappeda Kabupaten Pangandaran, Bappeda Kabupaten Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.

Kepala Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo, kepada sejumlah awak media mengatakan, kedatangannya kali ini selian melihat langsung kesiapan PSN khususnya pembangunan wilayah Jawa Barat juga untuk mencari informasi terkait kegiatan penanganan banjir di Kecamatan Padaherang.

“Selain melihat lokasi yang selalu banjir di Desa Paledah kami juga berjunjung ke pembangunan TPA Bojongsari Kecamatan Padaherang, ” jelasya.

Wahyu mengungkapkan, untuk menangani masalah banjir yang kerap terjadi di daerah tersebut, ini harus mencari penyebabnya, dan setelah sempat mendengar paparan dari BBWS Citanduy, maka selanjutnya hal ini akan diskusikan secara detail.

Wahyu juga berhatap nantinya hasil kordinasi di tingkat pusat diharapkan menjadi upaya percepatan penanganan banjir, sehingga lahan persawahan yang setiap tahun menjadi langganan banjir bisa segera terselesaikan.

“Karena seperti kita ketahui selain pariwisata sektor pertanian juga merupakan tulang punggung perekonomian Pangandaran, “kata Wahyu di lokasi banjir di Desa Paledah. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang KPISDA BBWS Citanduy, Gandes Sawitri menuturkan, perencanaan untuk banjir di Desa Paledah rencananya selain akan dibuat kolam retensi di beberapa zona juga akan melakukan pengerukan atau normalisasi Sungai Ciseel dan menambah ketinggian  tanggul. Dan untuk kepentingan tersebut BBWS Citanduy sudah menganggarkan di tahun 2022 dan tahun 2021 menunggu sisa lelang.

Semua daerah terdampak di Padaherang seperti zona 2 untuk mengurangi dampak banjir di Desa Paledah adalah prioritas.

 “Kajian DED-nya sudah ada,”jelas Wahyu.

Masih di tempat yang sama, perwakilan dari Kementerian PUPR, Ardian Daniswara mengatakan, dalam hal ini pihaknya hanya ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan sehuingga saat ini ia menunggu rekomendasi PUPR.

“Untuk urusan tata ruang TPA dan master plannya kami yang buat tapi jika ada komplain dari masyarakat kami akan berkoordinasi dengan pemda karena disini PUPR hanya membangun saja,” katanya.

Sementara Kepala Desa Paledah, Sano menyampaikan, permasalahan banjir yang selalu terjadi setiap musim hujan tiba itu terjadi karena tanggul sungai Ciseel rendah, sehingga air dari sungai Apoor ke Ciseel dan masuk ke persawahan. 

“Maka solusi untuk mengatasi banjir sungai Ciseel ini dengan meninggikan tanggul, “ungkap Sano.

Sano mengatakan, selain hal tersebut warga Desa Paledah pun berharap agar dilakukan pembuatan embung atau kolam retensi dan pompanisasi yang berfungsi untuk pembuangan ke Sungai Ciseel.

“Dengan demikian durasi banjir pun tidak akan lama menggenangi area persawahan,” jelasnya. (PNews)


 

NIKMATI HARI LIBUR WAISAK WISATAWAN PADATI OBYEK PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Suasana obyek wisata Pantai Pangandaran saat libur hari Waisak yang jatuh pada tanggal 26 Mei, terlihat ramai.

Walau sempat ditutup saat libur Idul Fitri beberapa hari lalu, tak menyurutkan niat wisatawan untuk berkinjung menikmati liburannya di obyek wiisata nomer 2 terpopuler di Provinsi Jawa Barat ini.

Seperti disampaikan pengunujung asal Cimahi, Dudi Wardana (32), ia mengaku walau pun sudah beberapa datang ke tapi tak membuatnya bosan memilih Pangandaran sebagai tujuan wisatanya bersama keluarganya.

“Saya juga pengunjung tetap harus patuh pada protokol kesehatan saat ada sini, karena ini untuk kesehatan kita semua di masa pandemi sekarang ini, “ungkapnya. (26/05)

Dudi juga mengapresiasi kinerja petugas gabungan Satgas Covid yang dibantu Balawista dan Ormas Jaaga Lembur yang terus menerus mengimbau para wisatawan untuk menerapkan prokes, salah satunya dengan memakai masker.

Selain relatip mudah dijangkau, diakui Dudi, berwisata ke Pangandaran juga tidak membosankan karena disini wisatawan bisa berkinjung ke obyek-obyek wisata lainnya seperti batukaras, Batuhiu atau Greencanyon.

“Aneka wisata kuliner yang ada di Pangandaran juga menjadi buruan kami sekeluarga, “imbuhnya. (PNews) 


MENYUSURI KEINDAHAN WISATA SUNGAI LEUWI ERETAN DI DESA NANGELASARI CIPATUJAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Salahsatu tujuan wisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal memiliki pesona keindahan tebing sungai, Leuwi Eretan yang berada Dusun Cikananga Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah.

Leuwi Eretan yang dikenal wisatawan merupakan objek wisata berupa lubuk dangkal yang dihiasi oleh dua tebing batu dengan suasana alami dan panorama eksotis, menjadi daya tarik pengunjung untuk datang mengisi di saat hari libur. 

Dengan tiket masuk yang tidak dipatok menjadikan Leuwi Eretan selalu didatangi wisatawan untuk berperahu menysuri sungai atau pun berenang di airnya yang jernih.

Di obyek wisata ini suasana alami masih mempertahankan, seperti kondisi air sungai yang bersih dan jernih hingga berwarna biru kehijauan dengan dikelilingi tebing batu yang ditutupi lumut serta rimbunnya hutan liar di sekitar tepian sungai sehingga berkunjung ke sini wisatawan dapat menikmati suasana nuansa di alam bebas.

Menurut Kepala Desa Nangelasari, Yoyo, pihaknya akan terus menata obyek wisata ini sehingga  wisatawan pun akan semakin tertarik untuk datang ke Leuwi Eretan.

“Untuk saat ini kami akan prioritaskan infra struktur jalan dulu untuk mempermudah akses ke Leuwi Eretan, “ungkap Yoyo. (26/05)

Dengan semakin bertambahnya jumlah kunjungan ke  wisata  Leuwi Eretan serta dukungan masyarakat, kata Yoyo, diharapkan  keberadaan wisata Eretan dapat mengkatrol pertumbuhan ekonomi warga.

“Kami juga berterimakasih kepada BPD dan LPM Nangelasari yang selama ini ikut mensuport kami, “imbuhnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


CURAH HUJAN DERAS AKIBATKAN TPT CIKUNTEN 2 DI KELURAHAN TALAGASARI AMBLAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pasca terjadinya longsor dan ambruknya tembok penahan Tanah aliran irigasi Cikunten 2 akibat tergerus curah hujan deras yang terjadi di blok Pasanggrahan RT. 001 RW.006 Kelurahan Talagasari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya pada hari selasa 25 Mei 2021 Sekitsar pukul 19.00 Wib, anggota Polsek Kawalu pun langsung terjununtuk mengecek ke lokasi bencana.

Dari keterangan salahsatu anggota polsek Kawalu, mengatakan bencana tersebut telah mengakibatkan salah seorang warga di RT.001 RW.006 Kelurahan Talagasari terkena dampak bencana tersebut.

Akibat amblasnya TPT sepanjang 10 m² mengakibatkan bangunan irigasi rusak berat, rusak ringan dan berpotensi rusak berat sekitar 5 m² dengan perkiraan kerugian sekitar Rp. 100 juta.

“Tapi dalam kejadian tersebut tidak tercatat adanya korban jiwa, “terangnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)




BUPATI PANGANDARAN DAN KAPOLRES CIAMIS HADIRI BAKSOS KODIM 0613/CIAMIS DI DESA SUKAHURIP

PANGANDARANNEWS.COM – Sebagai tindaklanjut program TNI AD mengenai wilayah Terluar, Terpencil, dan Terisolir (3T) juga merupakan wujud kepedulian terhadap sesama khususnya mereka yang berada jauh dari pusat kota, Kodim 0613/Ciamis selenggarakan bakti sosial di di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. (26/05)

Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., bersama Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata berkesempatan menghadiri kegiatan tersebut untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni meniadi layak hunidan memberikan bantuan sosial secara simbolis kepada warga di Desa Sukahurip yang dipimpin langsung didampingi Dandim 0613/Ciamis, Dadan Ramdani S.Sos.M.A.P.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas Polri, TNI dan Pemerintah untuk mendukung pembangunan yang ada di daerah, sehingga pemerataan pembangunan dapat cepat terwujud dan merata.

Kehadiran TNI, Polri dan pemda ini juga merupakan suport untuk membangun daerah tempat dimana  bertugas sekarang agar bisa menjadi lebih maju. 

“Mudah-mudahan sinergitas yang sudah terbangun baik ini dapat terus ditingkatkan sehingga bisa terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif serta mendorong pemerataan pembangunan maupun ekonomi masyarakat,” kata bupati.

Seperti diketahui, kegiatan bakti sosial yang diprogramkan TNI AD melalui Kodim 0613/Ciamis dalam rangka peran TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah T3 dan Kumuh Perkotaan, dan dalam kegiatan baksos ini telah dilaksanakan pemberian bantuan sosial sebanyak 150 paket, sunatan masal, pengobatan gratis, donor darah dan pembangunan Rutilahu menjadi layak huni. 

Selama kegiatan berlangsung pihak penyelenggara dan warga desa tetap patuh pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti selalu memakai masker dan menjaga jarak. (PNews)


PELAKSANAAN UAS DI LINGKUP UPTD DIKBUD KECAMATAN KADIPATEN BERJALAN LANCAR DAN IKUTI PROKES

Ketua K3S Kecamatan Kadipaten
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya di masa pandemi covid-19 berjalan lancar serta tetap disiplin dan patuh selalu penerapan protokol kesehatan.

Seperti disampaikan ketua K3S wilayah UPTD DIKBUD Kecamatan Kadipaten, pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) pada hari pertama berjalan lancar dengan mengikuti aturan yang telah ditentukan seperti jumlah untuk satu kelas 15 Siswa.

Dari 19 SD yang ada di lingkup UPTD Dikbud Kecamatan Kadipaten, kata dia, selalu aktif berkoordinasi dengan semua instansi dan para tokoh masyarakat, hingga bisa dilaksanakan belajar tatap muka secara bergilir selama 2 jam pertemuan selama ini menjadi keinginaan orang tua siswa dan ada ijin dari pihak terkait.

Ia juga bersukur, hingga saat ini tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sampai saat ini, yang menjadi barometer adalah sekolah dan yayasan penyelenggara yang kompeten artinya belajar tatap muka ini selalu mengikutinya arahan yayasan , pengurus, tenaga pengajar dan orang tua siswanya yang lebih tahu kondisi wilayah.

“Kami juga berharap semoga UAS ini berjalan lancar sampai selesai tanpa ada kendala, “ ucapnya. (25/05)

Di tempat terpisah, orangtua siswa mengatakan, ia mengaku senang karena sekolah sudah mulai menerapkan netode belajar tatap muka kembali, karena ini akan lebeih efektip jika dibandingkan belajar secara daring. 

“Belajar melalui online selain kurang efektip juga terkendala karena tidak semua siswa memiliki android, “ujarnya. (ANWARWALUYO)


SISTIM PENYEKATAN DI KARANGNUNGGAL MAMPU TEKAN LAKA-LANTAS DAN KLASTER PENYEBARAN COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Penyekatan yang dilakukanTim Gugus Tugas Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitiri 1442 H/ 2021 M di setiap perbatasan berdampak positif sehingga menunjukan penurunan kecelakaan lalu-lintas (laka lantas) yang signifikan serta tidak terlihat terjadinya klaster baru penyebaran covid-19. 

Seperti disampaikan Camat Karangnunggal Asep Dahliana, STp, MM beberapa waktu lalu, faktanya di wilayah Kecamatan Karangnunggal hanya 1 atau 2 kejadian Laka lantas dan tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19 bahkan cenderung menurun atau melandai.

Sementara Kepala Puskesmas Karangnunggal Dadan Kusnanto, SKM, menambahkan, dari catatan yang ada di Puskesmas hanya 2 kejadian laka lantas di wilayah kerja Puskesmas Karangnunggal, dan tidak ada klaster baru penyebaran Covid-19 baik menjelang atau pun pasca Lebaran tahun ini.

Hal sama juga disampaikan Kapolsek dan Danramil Karangnunggal, usai dilakukan penyekatan di setiap perbatasan jumlah angka laka lantas sangat drastis menurun serta tidak terjadi Klaster baru Covid-19.

Ia berharap covid 19 cepat berakhir  agak  masyarakat kembali  normal  seperti biasa  dan pertumbuhan ekonomi pun bisa  bangkit kembali.

“Mari kita bersama-sama untuk tetap menjaga kesehatan  dengan pola  hidup sehat  dan mematuhi protokol kesehatan, “ujarnya. (ANWARWALUYO-AMIRSARIPUDIN)





























CEGAH PENYEBARAN COVID-19 DI OBYEK WISATA PANGANDARAN, KAPOLRES DAN DANDIM CIAMIS TERUS PANTAU WISATAWAN

PANGANDARANNEWS.COM- Saat melakukan pemantauan di obyek wisata Kabupaten Pangandaran, Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si, bersama Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., M.A.P., beberapa hari lalu, untuk memastikan kawasan obyek wisata di Pangandaran nyaman dan aman untuk wisatawan serta tidak terjadi kerumunan masa.

Kepada sejumlah awak media Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan, monitoring dan pemantauan yang dilakukan bersama Dandim 0613/Ciamis ini dalam rangka untuk mengecek situasi dan kondisi wisata Pangandaran saat akhir pekan di libur terakhir anak sekolah dan

untuk memastikan wisata di Pangandaran tidak menimbulkan kerumunan dan menjadi ancaman klaster penyebaran virus corona.

Kapolres yang didampingi dandim terus menerus meminta kepada para petugas untuk mengingatkan wisatawan dan para pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak.

“Kami juga meminta untuk bisa bergantian dengan wisatawan lain menikmati kawasan obyek wisata Pangandaran sehingga tidak menimbulkan kerumunan karena kami khawatirkan menjadi klaster penyebaran Covid-19, untuk itu kami antisipasi " kata Kapolres.(22/05)

Kapolres menjelaskan, salah satu antisipasi yang dilakukan mencegah timbulnya kerumunan,  dengan melakukan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk. Untuk itu seluruh petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP dibantu Jaga Lembur Pangandaran secara bergantian berkeliling untuk terus memantau dan mengatur jumlah wisatawan yang berada di lokasi wisata serta  mengingatkan agar wisatawan selalu memakai masker.

Kapolres juga berharap seluruh masyarakat bisa selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan mematuhi arahan dari petugas yang bersiaga 24 jam non stop untuk mencetah timbulnya penyebaran virus corona di kawasan obyek wisata Pangandaran.

"Tetap patuhi protokol kesehatan, kedisiplinan kita bersama menjadi kunci memutus rantai penyebaran virus corona," kata Kapolres. (ANWARWALUYO)


SEJUMLAH PENGENDARA KELUHKAN KONDISI PJU DI JALAN CILEMBANG DAN KAWALU KOTA TASIK

Pangandarannews.com/tasiknews – Kondisi penerangan jalan di lintasan menuju arah eks terminal Cilembang dan di jalan Swaka Kawalu Kota Tasikmalaya saat malam hari terlihat gelap, pasalnya di jalur tersebut Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) padam.

Menurut salah seorang pengendara yang melintas disana, Rendi (53) padamnya PJU pada titik sepanjang arah ke bekas terminal Cilembang dan jalan Swaka sampai Gunungputri Kawalu dan Urug tersebut sudah hampir tiga tahun. Sehinnga kata Rendi pengendaran yang melintas dari Sukaraja dan sebaliknya menuju arah kota sering  kesulitan saat berkendara.

“Kondisi jalan ini pernah saya up load di sosial media, tapi mungkin innformasi ini tidak sampai ke instansi terkait, “kata Rendi. (25/05)

Mengingat jalan tersebut setiap hari ramai dilintasi kendaraan, Rendi berharap agar puluhan lampu PJU yang padam tersebut segera diperbaiki, karena selain menyulitkan pengendara keadaan jalan gelap ini pun dikhawatirkan memicu tindak kriminalitas.

Hal senada dikatakan salah seorang sopir mobil boks, Ahmad (38), tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur Urug ini, dan ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah dengan mengecek ke lapangan untuk melihat langsung kondisi ini.

“Bukan saya saja, banyak warga pengendara lain yang mengeluhkan kondisi ini, “ujarnya.

Sayang saat Pnews menjambangi Kantor Dinas Perhubungan Kota Tasik untuk konfirmasi,  Kepala Dinasnya tidak ada di kantor. (ANWARWALUYO)


PANANAMAN RATUSAN POHON WARNAI ANNIVERSARY KE-1 OBJEK WISATA SUSUKAN JERO (SSJ) HILLS LANGKAPLANCAR

PANGANDARANNEWS.COM – Obyek Wisata Sususkan Jero (SSJ) Hill yang ada Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar kini hadir untuk melengkapi varian pariwisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Menurut salah seorang tim pengelola obyek SSJ, Najmul Umam, diharapkan kehadiran destinasi wisata SSJ akan mengundang minat wisatawan untuk datang berkunjung selain ke obyek wsiata pantai.

“Kami siap memanjakan pengunjung dengan menampilkan keindahan alami desa kami, “ujar Najmul, saat ditemui usai acara anniversary ke-1 objek wisata Susukan Jero Hills. (23/05)

Dalam anniversary yang mengangkat  tema  "Generasi tangguh berawal dari lingkungan yang utuh" yang dihadir Perhutani KPH Cijulang, anggota BPD Desa Bojongkondang, Ketua Prodi MPI, BEM, Ikatan Alumni STITNU Al Farabi Pangandaran, Tokoh pemuda langkaplancar, mahasiswa dan masyarakat desa Bojongkondang, Najmul menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah ikut serta dan mensukseskan kegiatan ini baik moril maupun materil.

Najmul mengatakan,dalam acara ini juga pihaknya melaksanakan penanaman beberapa jenis pohon seperti  durian, salam dan jati di lokasi isebagai bentuk representasi dari kecintaan pada lingkungan dan diharapkan ini menjadi stimulus kepada masyarakat.

“Mengutip apa yang dikatakan Gus dur, wisata adalah tempat akulturasi budaya, artinya dengan usia yang ke 1 ini diharapkan SSJ mampu membawa hal yang bagus baik dalam  budaya lama atau pun budaya baru , “ungkapnya.

Ia juga berharap mudah-mudahan tim pegiat wisata ini menjadi lebih solid dan mampu berinovasi untuk lebih maju.

Sementara Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Yayat Hidayat, menyampaikan  apresiasi kegiatan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa (HIMA) MPI yang telah bekerjasama dengan pihak pengelola SSJ, Perhutani dan pemerintahan Desa Bojongkondang.

Menurut Yayat, penanaman pohon ini juga bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Yayat berharap wisata ini bisa berkembang karena selain di dalamnya ada nilai-nilai edukasi juga dapat  memberikan manfaat bagi masyarakat. 

"Dan tentu bisa menjadikan pelajaran bagi kita khususnya civitas akademik STITNU Al Farabi Pangandaran, “ucapnya.

Hal senada dikatakab Kepala Perhutani KPH Cijulang Dedi menyampaikan, semoga kedepannya objek wisata SSJ bisa lebih maju dan berkembang dengan tidak melupakan kearifan lokal yang sudah ada. (YUSUPSIDIK)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN