GRAFIK DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 23 APRIL 2020

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date data terakit perkembangan pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari sabtu tanggal 19 April 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Dalam Pengawasan:

1. Total :    2 orang
  *Status: 2 org meninggal
2. Selesai :   org
3. Msh dlm pengawasan: org
4  Laki-Laki : 1   org
5. Perempuan : 1  org
6. WNI : 2 org
7. WNA :  org
8. Usia :
< 5 thn :
6-19 :
20-29 :
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 (L)
60-69 : 1 (P)
70-79 :
>80 :

Dalam Pemantauan:

1. Total :  497org
2. Selesai : 470org
3. Msh dlm pemantauan: 27org
4. Laki-Laki :   314org
5. Perempuan :  183org
6. WNI : 492org
7. WNA : 5 org
8. Usia :
< 5 thn :   10 (7L  3P) or
6-19 :    69(37L, 32P)
20-29 : 209(147L ,62P)
30-39 : 73 (47L 26P)
40-49 : 63(37L 26P)
50-59 :  41 (22L 19P )
60-69 :24 (12L  12P)
70-79 : 6 (4L, 2P)
>80 : 2 (1 L . 1P)

Orang Tanpa Gejala (OTG)
Total 11 orang
Selesai 10 orang
Masih Pemantauan 1 orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran 23 April 2020 jam 16.00 WIB :



















BUPATI PANGANDARAN: “SAYA BERI HADIAH RP 5 JUTA APABILA ADA KORUPSI DALAM PENYALURAN BANTUAN COVID-19”

PANGANDARANNEWS.COM-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradiata didampingi beberapa pejabat di lingkup pemkab dan anggota DPRD, kembali melihat langsung penyaluran Jaring Pengaman Sosial pandemi covid-19, hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah bantuan benar-benar sudah sampai dan bisa dirasakan langsung masyarakat.(23/4)

Seperti pantauan hai ini di Desa Kecamatan Legokjawa Cimerak, di hadapan masyarakat, warung yang ditunjuk menjadi penyalur bantuan dan kordinator PKH Kecamatan Cimerak, bupati, mengatakan, pihaknya akan memeberikan hadiah sebesar Rp 5 juta kepada pelapor apabila benar-benar ditemukan ada tindakan korupsi  dalam penyaluran bantuan ini.

“Patokan harga yang diterapkan dalam bantuan ini tergantung standar harga di warung dimana bantuan ini disalurkan, “terangnya.

Bupati juga denga tegas mengatakan, ada lima katagori yang tidak berhak menerima bantun JPS covid-19 ini, diantaranya penerma PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (Panganaran BPNT) dan bantuan yang diterima dari Pemprov Jabar, ASN,TNI,Polri dan masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi.

Menurut bupati, saat ini pihaknya pun terus melakukan pendataan ulang karena di beberapa tempat memang ada warga yang belum terdata, validasi data ini, menurutnya, akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi warga yang berhak menerima bantuan ini tidak masuk dalam data penerima.

Bupati juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah berpatisipasi untuk ikut mengawasi proses penyaluran bantuan covid-19 ini.

“Dan saya akan beri hadiah Rp 5 juta apabila ditemukan ada tindakan korupsi dalam penyaluran bantuan ini, “tegas bupati.

Disoal ramainya komentar di media sosial (medsos) terkait bantuan ini, menurut bupati, medsos adalah sebuah media yang setiap orang bisa menggunakannya. Keberagaman tanggapan tentang kebijakan pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan ini, tentunya ini menjadi sebuah dinamika yang ada di masyarakat bagaimana dengan bijak bermedia sosial, jadi tidak ada yang salah. Dan tentunya tanggapan masyarakat di media sosial ini pun ada benarnya, walau pun ada juga yang salah.

“Saya kira masyarakat yang berkomentar salah, tentunya ia kurang paham atau karena ketidaktahuannya, “ujar bupati.

Apa pun komentarnya, kata bupati, yang pasti masyarakat merasa senang menerima bantuan
di tengah lesunya perekonomian saat ini.

Seperti yang diungkapkan seorang ibu dan anaknya yang sama-sama sudah menukarkan voucher bantuan ke warung penyalur. Menurutnya, ia merasa senang dan sangat terbantu dengan batuan yang sudah disalurkan oleh Pemkab Pangandaran.

“Saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang sudah diberika pada kami, “ucapnya. (PNews)

SINERGITAS KNPI, POLRI, TNI DAN UNSUR LAINNYA DI PANCATENGAH, BERSATU LAWAN CORONA

TASIKNEWS-Kini di tengah pandemi covid-19, seluruh elemen bahu membahu untuk bersinergis melakukan usaha pencegahan mewabahnya virus corona, hampr di seluruh tanah air, tak terkecuali d Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti yang dilakukan di Kecamatan Pancatengah, sejumlah instansi baik pemerintah mau pun non pemerintah, antara lain, KNPI, TNI, Polri, UPK, PDAM dan Puskesmas, terus menggalang kebersamaan untuk bersatu melawan corona, dengan mebagikan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) kepada para tenaga medis di puskesmas, pembagian masker gratis kepada masyarakat dan para pengendaran kendaraan yang melintas serta bakti sosial lainnya.

Menurut Ketua KNPI Pancatengah, Suryaman.S.I.P, gerakan kepedulian ini selain memberikan edukasi kepada masyarakat juga untuk membantu meringankan beban warga dengan membagikan beberapa paket sembako.

“Kami menyarakan kepada warga agar tetap di rumah saja, dan apabila terpaksa harus keluar rumah jangan lupa untu menggunakan masker,”ungkap Suryaman.(22/4)

Suryaman dalam kegiatannya dibantu Kapolsek Pancatengah, Iptu  Roni Hartono, SH. MH,  Danramil 1218 Cikatomas Lettu Arm, Ahmidinsyah, Kanit binmas Polsek Pancatengah, Aiptu Ahid Hidayat dan anggota Koramil Serda Asep dan dibantu relawan lainnya , membagikan sekitar 300 buah masker yang disebar ke sejumlah masyarakat dan warga yang kebetulan melintas.

“Kami juga menyerahkan 5 APD ke puskesmas Pancatengah yang diterima langsung Kepala Puskesmas, Ibu Hj. Ema Maemunah , MA.Keb.SE, “terang Suryaman.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Oancatengah, Ema Mmemunah, MA.Keb.SE, menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh elemen yang sudah menyumbangkan APD untuk digunakan dalam penanganan pasien covid-19.

“Saya berharap masyarakat selalu melakukan pola hidup sehat, cuci tangan menggunakan sabun dan tetap melaksanakan ibadah serta berdoa’ mudah-mudahan pandemi covid-19 ini segera selesai, “ucapnya. (ANWARWALUYO)

SAATNYA MEMBANGUN OPTIMISME RAMADHAN

*oleh: HARIS FIRDAUS

Jika saja seorang petani merasa sangat senang dan bahagia ketika melihat tanamannya subur dan menguning. Ia yakin masa panen akan segera tiba. Segala kepayahan dan rasa cape nyaris sirna saat itu juga. Sekedar melihat pun ia merasa amat senang. Padahal ia belum memetiknya.

Seorang pedagang sungguh amat senang dan bahagia jika musim ramai tiba. Ia senang dan bahagia karena di musim ramai terutama hari libur panjang, ia dapat mengeruk keuntungan yang tidak biasa dari dagangannya. Padahal baru menjelang musim rame. Sekali pun begita suasana hati sudah merasakan kesenangan dan kebahgaiaan.

Saat ujian akhir telah selesai, bagi pelajar dan mahasiswa adalah kesenangan dan kebahagaiaan tersendiri. Karena sekian lama waktu dihabiskan untuk belajar dan mengahapal. Saatnya untuk menanti berita kelulusan.

Pancaran kesenangan dan kebahgaiaan itu semua muncul karena bertumpu pada harapan dan impian yang baik, menjanjikan dan semangat yang tidak biasa. Petani, pedagang, pelajar atau siapapun akan merasakan pantasi berasa dan berpikir yang hampir sama, menanti sebuah harapan yang positif.

Demikian, selayaknya seorang muslim berasa dan berpikiran senang dan bahagia karena akan kedatangan suatu bulan yang hari-harinya penuh dengan lipatan pahala. Lipatan pahala ini jauh menjangkau rasa dan pikir atau nalar manusia. Bagaimana tidak, hanya dengan dua rakaat qabla Shubuh saja sudah jauh lebih baik nilainya dan pahalanya dibanding dunia dan seisinya. Bagaimana dengan pahala yang sunat dan wajib di bulan berkah ini?  Tentu jauh menjakau sekedar pikiran kita.

Maka tidak ada alasan untuk tidak senang dan bahagia menyambut kedatang syahru Ramadlon syahrun mubarokun ini.

Kendati di tengah-tangah ujian yang cukup berat hari ini maraknya teror virus covid 19 corona, sama sekali tidak mengurangi optimisme kita menyambut dan mengisi syahru Ramadhan. Sekalipun aktivitas sangat dibatasi yang tidak biasa kita alami, Insyaallah keikhlasan dan tawakkal kita akan menambah kualitas ibadah kita lebih merasa, terasa dan khusyu'. Dan pada waktu yang sama Insyaallah akan mempercepat menjauhnya wabah penuh teror ini.

Lipatan pahala ini tergambar dari sabda Nabi Saw, bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Artinya, Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang membuka selebar-lebarnya pintu kebaikan, yang tentu semakin kita banyak berbuat kebaikan semakin besar lipatan pahala yang diraih.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari Abu Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka". (HR. Al-Bukhari no 1765).

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada saya Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Anas, maulanya at-Taymiyyiin bahwa bapaknya menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari no. 1766).  (Penulis adalah wartawan PNews)

CEGAH COVID-19, DESA CIPAINGEUN KEMBALI LAKUKAN EDUKASI DAN BAGIKAN RATUSAN MASKER

TASIKNEWS-Sudah menjadi kewajibannya untuk mengajak masyarakat agar terus menerus melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Karena, jika tidak ada kesadaran dari warga dikhawatirkan covid-19 ini bisa dengan mudah terpapar.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cipaingeun, Jeni Jaelani, di sela-sela kesibukannya membagikan masker grtais kepada warganya di setiap dusun.

Tak hanya membagikan ratusan masker, kata Jeni, ia yang dibantu BPD, LPM, tokoh masyrakat serta relawan peduli covid-19, tak henti-hentinya memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat paham serta mau mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah.

“Saya selalu menghimbau agar masyarakat melakukan pola hidup sehat, saling menjaga jarak, selalu menggunakan masker dan rutin mencuci tangan dengan sabun, “kata Jeni.(20/4)

Motivasi serta memberikan edukasi pada masyarakat ini, menurut Jeni, sangat penting utnuk terus meneru membangkitkan kesadarann akan bahayanya covid-19ini, karena virus corona ini sangat mudah menular jika masyarakat tidk paham cara pencegahannya.

“Inilah pentingnya kenapa saya harus turun langsung ke lapangan, karena pemahaman tentang pencegahan menularan virus corona ini harus benar-benar dipahami warga, “jelasnya.

Jeni menambahkan, selain sosialisasi dan membagikan masker, pihaknya pun tetap melakukan penyemprotan disinpektan di sejumlah lokasi yang dianggap menjadi tempat kerumunan massa, seperti tempat ibadah atau tempat-tempat lainnya.

“Kami juga meminta agar masyarakat tetap bisa khusu dalam melakukan ibadah dan terus berdoa’ agar bencanan non alam ini segera berakhir, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)



SECARA SIMBOLIK HARI INI PEMKAB PANGANDARAN MULAI SALURKAN BANSOS PENANGGULANGAN COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM –Hari ini Pemerintah Kabupaten  Pangandaran mulai menyalurkan bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) penanggulangan dampak covid-18, di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.(20/4)

 Bantuan untuk 101 ribu Kepala Keluarga (KK) yang dikonvensikan melalui voucher senilai Rp. 150 ribu ini rencananya efektif akan dibagolan serentak di seluruh desa, hari rabu tanggal 22 april 2020.

“Hari secara simbolis kami menyerahkan voucher ini untuk 30 KK di Desa Wonoharjo untuk ditukarkan dengan sembako di 3 warung yang sudah ditentukan PKH, “kata Bupati Pangandaran, usai menyerahkan langsung voucher ke sejumlah masyarakat.

Bupati mengatakan, bantuan voucher ini diperuntukan bagi masyarakat yang tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (Panganaran BPNT) dan bantuan yang diterima dari Pemprov Jabar.

Bupati juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Pangandaran, karena penyaluran bantuan dari pemda baru bisa dilaksanakan sekarang.

“Karena pemkab harus melakukan sinkronisasi data, menyiapkan warung mana saja yang ditunjuk penukaran voucher dan sebagainya, “ungkap bupati.

Jika masih ada masyarakat yang tidak tercatat dan memang berhak menerima bantuan ini, kata bupati, ia meminta agar desa segera mendata ulang sehingga tidak ada masyarakat yang tidak menerima bantuan.

Sementara untuk bantuan dari pemprov jabar, menurut bupati, pihaknya sudah mengirimkan data penerima bantuan, namun hingga saat ini belum juga turun.

“Kita harus maklum juga, yang diurus pemprov kan ada 27 kabupaten-kota, “jelasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Kordinator penyaluran sembako, Ajat Sudrajat, mengatakan, Pemkab Pangandaran telah menunjuk kordinator PKH untuk menjadi penyalur atau pendistribusian voucher JPS penanggulangan covid-19 ini.

“Nantinya kordintaor PKH yang akan membagikan voucher ini di 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran, “kata Ajat, yang juga Ketua Kordinator PKH Pangandaran.

Ajat juga mengatakan, penyaluran yang dilaksanakan hari ini merupakan simbolis saja untuk 30 KK dan 3 warung yang sudah ditentukan PKH, karena efektifnya voucher bantuan akan dibagikan serentak d9 seluruh desa pada hari rabu tanggal 22 april 2020.

Sementara menurut salah seorang pemilik wang yang ditunjuk sebagai enyalur bantuan di Dusun Kedungrejo Desa Wonoharja, Siwanto, menjelaskan, masing-masing KK menerima 2 voucher dengan nilai, Rp 100 ribu untuk ditukarkan dengan beras dan Rp 50 ribu untuk sembakomlainnya, seperti telor, minyak goreng dan mie instan.

“Saya sebelumnya sudah mendapat arahan dari PKH, voucher yang saya terima dari masyarakat ini nanti bisa saya tukar dengan uang di desa, “terang Siswanto. (PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 19 APRIL 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Perkembangan pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari sabtu tanggal 19 april 2020 pukul 16.00 WIB, Pangandaran masih dalam status zona biru, artinya tidak ada terpapar virus corona, ada 2 orang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di RSUD Banjar, dan sampai hari ini hasil tes swab dari RSUD Banjar belum diterima Pemkab Pangandaran.
Sementara untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), tercatat ada 486 kasus dan 458 orang diantaranya sudah selesai masa pemantauannya, dan tinggal 28 orang yang masih proses pemantauan.
Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.
DALAM PENGAWASAN:*
1. Total :    2 orang
  *Status: 2 org meninggal
2. Selesai :   org
3. Msh dlm pengawasan: org
4  Laki-Laki : 1   org
5. Perempuan : 1  org
6. WNI : 2 org
7. WNA :  org
8. Usia :
< 5 thn :
6-19 :
20-29 :
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 (L)
60-69 : 1 (P)
70-79 :
>80 :


DALAM PEMANTAUAN:*
1. Total :  489org
2. Selesai : 459org
3. Msh dlm pemantauan: 30org
4. Laki-Laki :   311org
5. Perempuan :  178org
6. WNI : 484org
7. WNA : 5 org
8. Usia :
< 5 thn :   8 (6L  2P) or
6-19 :    69(37L, 32P)
20-29 : 205(146L ,59P)
30-39 : 73 (47L 26P)
40-49 : 62 (37L 25P)
50-59 :  40 (21L 19P )
60-69 :24 (12L  12P)
70-79 : 6 (4L, 2P)
>80 : 2 (1 L . 1P)

OTG
TOTAL 10 ORG
SELESAI 10 ORG
MASIH PEMANTAUAN 0 ORG


Ini selenkapnya Update Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran 19 April 2020



















PEMKAB PANGANDARAN SALURKAN SEJUMLAH ALAT PERONTOK PADI PADA PARA PETANI

PANGANDARANNEWS.COM-Untuk upaya peningkatan produktifitas juga efesiensi biaya di sektor pertanian, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pertanian menyalurkan sejumlah bantuan alat pertanian untuk para petani.
Bantuan yang diberikan tersebut antara lain 20 unit mesin perontok padi , 4 unit diantaranya disalurkan di Kecamatan Padaherang.

Usai mengikuti panen raya para petani di Desa Cibogo Kecamatan Padaherang, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, di depan para petani, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginnya kepada petani yang sudah berhasil meningkatkan produksi pertaniannya.

Tentu ini, ujar bupati, bisa meningkatkan penghasilan para petani karena sekarang biaya produksi bisa diturunkan dengan menggunakan mesin perontok padi ini

“Dan sekitar 3 minggu lagi kita tentunya akan melaksanakan panen raya, “kata bupati.(19/4)

Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Sutriaman, Camat Padaherang, Kepala Desa Cibogo, anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan dan Kepala BPP Padaherang, juga mengatakan, pemberian alat ini merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk kemajuan petani di Kabupaten Pangandaran.

“Jadi, manfaatkan alat-alat ini dengan baik, mudah-mudahan ini bisa membantu para petani,” tandasnya. (Tn)

SAAT PANDEMI CORONA, PEMKAB PANGANDARAN SIAP BANTU PETERNAK MANDIRI AYAM BROILER

PANGANDARANNEWS.COM – Dampak mewabahnya covid-19 pada sekotr ekonomi sangat dirasakan sekali oleh para pengusaha, akibat menurunnya baik jumlah produksi atau omzet penjualan.

Menyikapi hal ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, pihaknya siap untuk
membangkitkan kembali perkonomian, salah satunya peternak mandiri ayam broiler.

“Pemerintah daerah siap memfasilitasi pemberian kredit dari perbankan dengan beban bunganya akan ditanggung dari APBD, “tegas bupati.(19/4)

Pemkab Pangandaran, menurut bupati, secepatnya akan embicarakanhal ini secara intensif dengan para peternak mandiri ayam broiler di Pangandaran untuk mencari solusi terbaik agar bisa bergairah dan produktif kembali.

“Ada sekitar 100 peternak yang akan kita bantu, “terangnya.

Bupati mengatakan, hal ini ia lakukan karena prihatin melihat keterpurukan para peternak ayam broiler dalam kondisi saat ini. Dan jika ini dibiarkan, maka saat menghadapi ramadhan dan Idul Fitri nanti tentu pasokan daging ayam di Pangandaran akan kurang dan ini tentu akan mengakibatkan harganya melambung sehingga tidak terjangkau masyarakat.

Selama pandemik Virus Corona, kata bupati, selain akan menanggung bunga kredit bank, peternak juga akan dibantu untuk mendapatkan kredit bank dan Pemkab Pangandaran yang akan menjadi penjaminnya, sehingga para peternak pun tinggal menemblikan pokok pinjamannya saja.

“Mudah-mudahan upaya ini bisa kembali menggairahkan peternak untuk kembali berproduksi, “imbuhnya. (PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 18 APRIL 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Perkembangan pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari sabtu tanggal 18 april 2020 pukul 16.00 WIB, Pangandaran masih dalam status zona biru, artinya tidak ada terpapar virus corona, ada 2 orang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di RSUD Banjar, dan sampai hari ini hasil tes swab dari RSUD Banjar belum diterima Pemkab Pangandaran.

Sementara untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), tercatat ada 486 kasus dan 458 orang diantaranya sudah selesai masa pemantauannya, dan tinggal 28 orang yang masih proses pemantauan.

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Ini selenkapnya Update Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran 18 April 2020


UPAYA CEGAH PENYEBARAN VIIRUS CORONA, DESA CIPAINGEUN BENTUK GUGUS TUGAS DAN POSKO COVID-19

TASIKNEWS-Upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Pemerintah Desa Cipaingeun  Kecamatan Sodong Kabupaten tasikmallaya, terus dilakukan. Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi serta penyemprotan cairan disinfektan ke pemukiman warga, tempat ibadah, sekolah dan tempat lainnya, dengan melibatkan warga yang dipimpin langsung kepala desa dan perangkatnya.

Kepala Desa Cipaingeun, Jeni Jaelani, mengatakan, penyemprotan disinfektan ini merupakan upaya memutus rantai penyebaran virus Corona.

Sebelumnya kegiatan ini, kata Jeni, Pemdes Cipaingeun juga sudah melaksanakan yang ada di surat edaran Bupati Tasikmalaya dan Maklumat Kapolri untuk menerapkan social distancing, rajin menjaga kebersihan di lingkungan rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun.

Menurut Jeni, penyemprotan disinfektan ini merupakan satu upaya pencegahan, karena yang paling penting agar warga taat dengan himbauan pemerintah, yaitu lakukan aktifitas di rumah dulu, jaga jara, jangan panik, jaga kesehatan, minum vitamin, olah raga, berjemur pagi hari dan jangan lupa selalu cuci tangan.

“Jika hal itu dilakukan, insya Allah kita semua akan aman dari virus corona”, ujar jeni 

Jaelani menyampaikan, pihaknya saat ini juga telah membentuk Gugus Tugas dan membangun Posko Covid-19, sehingga diharapkan efektifitas posko ini masyarakat pun bisa ikut serta melakukukan pemantauan, seperti jika ada pendatang dihimbau untuk lapor dan dicek kesehatan.

Jeni juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut melakukan berbagai upaya penanggulangan serat pencegahan Virus Corona. Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Desa Cipaingeun untuk mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah saat ini.

 “Meskipun demikian saya harap warga jangan khawatir, tetap jaga keseimbangan tubuh dan berpikir positif agar tubuh tetap terjaga, dengan demikian mudah-mudahan kita semua bisa terhindar dari wabah virus Corona Covid-19 ini,″pungkasnya. (ANWARWALUYO)


AKSI SIMPATIK BRIGADIR DODI DI TENGAH PANDEMI CORONA, SEBAGIAN GAJINYA DISUMBANGKAN PADA WARGA

TASIKNEWS-Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa, seperti saat ini dalam kondisi merebaknya virus corona yang terjadi di seluruh wilayah telah melahirkan beberapa gerakan simpatik yang bisa menginpirasi semua orang untuk selalu berbuat kebaikan pada sesama.

Seperti yang dlakukan salah seorang anggota Polri di Polsek Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, Brigadir Polisi Dodi Harisandi, ia rela menyisikan sebagian uang dari gaji yang diterimanya untuk berbagi terhadap warga kurang mampu di Dusun Bihbul Desa Tonjong.

Di tengah pandemi Covid-19, selain memberikan sumbangan, Dodi yang bertugas menjadi Babinkamtibmas, setiap hari jum’at menyisihkan waktunya untuk terus mensosialisasikan tentang bahayanya virus corona kepada warga yang ada di wilayah hukum Polsek Pancatengah.

“Kita tidak akan pernah lelah untuk selalu ada di tengah masyarakat memberikan edukasi tentang pencegahan covid-19 yang saya lakukan secara bergilir di semua desa yang ada di wilayah hukum polsek Pancatengah, "ucapnya.(18/4)

Ia pun selalu menghimbau agar pemerintah desa selalu aktif mendata dan mensosialisasikan kepada warganya melalui dari tingkat Dusun, RW hingga RT, yang seterusnya dikordinasikan dengan pihak kepolisian.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini kita harus saling bantu satu sama lainnya, karena ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, “kata Dodi.

Sementara Kapolsek Pancatengah, Iptu Roni Hartono,SE.MH, menanggapi kegiatan yang dilakukan salah seorang anggotanya, sangat mengapresiasi langkah serta upaya yang di ambil personilnya ini.

“Tentu saya sangat kagum dan bangga apa yang dilakukan Birigadir Dodi, karena ia sudah secara sukarela menyumbang serta terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait pencegahan wabah Covid-19 ini, “ungkap Roni.

Kata Roni, sebagian gaji  yang disumbangkan pada warga ini diharapkan bisa meringkan beban warga  kurang mampu, apalagi sekarang akan masuk bulan ramadhan.

“Tentunya dalam bulan yang penuh ampunan ini, kita bisa lebih mempererat rasa kebersamaan dalam kekhusuan puasa dan ibadah-ibdah lainnya di bulan ramadhan, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

UNTUK KEBAIKAN BERSAMA CEGAH COVID-19, BUPATI PANGANDARAN TERUS GALAKAN GERAKAN DJCM

PANGANDARANNEWS.COM-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, tidak bosan untuk terus mensosialisasikan pada masyarakat terkait pencegahan covid-19. Hampir di seluruh tempat dan di semua kalangan pun didatangi, bupati terus menerus melakukan edukasi serta menganjurkan kepada masyarakat agar saat ini melakukan gerakan DJCM (Di rumah saja, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun, dan Pergunakan Masker), sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Seperti yang dilakukan hari sabtu (18/4), bupati didampingi Ketua PKK Pangandaran, Hj. Ida Nurlela serta rombongan lainnya, mendatangi para pedagang di Pasar Kecamatan Parigi. Kepada pedagang, bupati pun memberikan arahan agar selalu melakukan pola hidup sehat dan selalu menggunakan masker bila keluar rumah.

“Ibu kenapa tidak menmakai masker ?, ” tanya bupati pada seorang pedagang.

Saat si ibu pedagang tersebut menjawab, bahwa ia belum sempat membeli, maka bupati pun angsung memberikan masker dan menyruruh agar langsung dipakai.

Di depan para pedagang, pembeli dan tukang becak yang hadir, bupati menyampaikan, pihaknya berharap kepada warga apabila beraktivitas keluar rumah, seperti ke pasar atau ke tempat kerja, diharapkan selalu memakai masker untu mencegah penyebaran virus.

"Bapa-bapa, Ibu-ibu, virus covid 19 ini belum ada obatnya, jadi yang sekarang bisa kita lakukan adalah pencegahan dan salah satu pencegarahn tersebut memakai masker dan mencuci tangan, " kata bupati.

Menurut bupati, hingga saat ini hasil pemantauannya langsung ke lapangan ternyata masih banyak masyarakat yang belum menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Selain membagikan masker, kepada para pedagang bupati pun sempat mendapat keluhan tentang omset penjualan selama dalam kondisi sekarang yang turun drastis.

Menyikapi hal tersebut, bupati menyatakan ikut perihatin dan agar bersabar serta berdoa semoga covid-19 segera berakhir.

“Saya tentu bisa merasakan apa yang bapa-bapa dan ibu-ibu rasakan hari ini, dan saya turut prihatin, memang kondisi ini terjadi hampir di setiap daerahdan kita hanya bisa berharap mudah-mudahan pandemi corona ini segera berakhir, “ungkap bupati.

Usai menjumpai serta membagikan masker ke pedagang di pasar Parigi, bupati dan rombingan pun melanjutkan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Bojongsalawe. Dan disini pun bupati menjumpai, masih banyak masyarakat yang belum menggunakan masker.

Kepada sejumlah warga yang didomnasi para nelayan, bupati pun melakukan hal sama seperti di pasar parigi, agar melakukan DJCM.

“Saya harap masyarakat bisa mengikuti anjuran yang disampaikan pemerintah, karena ini untuk kebaikan bersama, mencegah meluasnya penyebaran virus corona, “ujar bupati. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN RELOKASI APBD SEBESAR RP 81 MILYAR UNTUK TANGANI COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk menangani pencegahan covid-19, Pemkab Pangandaran saat ini melakukan pergeseran APBD, sebesar Rp 81 milyar. Anggaran ini paling besar di alokasikan pada belanja alat kesehatan dan anggaran untuk dampak ekonomi.

Hal ini disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai mengikuti mengikuti video conference dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait anggaran untuk penanganan Covid-19, yng turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, Sekda Kusdiana serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Pangandaran, bertempat di Command Center Pangandaran.(17/4)

Menurut bupati, untuk anggaran dampak ekonomi sebesar Rp 30 miliar yang dikonvensikan pada voucher sembako dan segera dibagikan ke warga terdampak Covid-19.

“Kami juga saat ini sedang mengatur kegiatan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan yang akan dilakukan melalui padat karya, “terangnya.

Sedangkan untuk pembangunan seperti saluran air dan kelengkapan lainnya, kata bupati, akan dilakukan  swadaya dengan menggerakkan sektor ekonomi. Misalnya pembangunan jalan di Kecamatan Cigugur yang menyambungkan tiga desa, Desa Pagerbumi, Kertajaya dan Bunisari, untuk saluran airnya dikerjakan oleh warga dengan pola padat karya.

“Semenatara voucher sembako untuk 100 ribu KK segera disalurkan ke 1.600 warung di seluruh Kabupaten Pangandaran untuk menukarkan voucher tersebut dengan sembako, “terang bupati lagi. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN