SEKDA TASIK JANJI AKAN BERIKAN DUKUNGAN ANGGARAN UNTUK TINGKATKAN KOPENTENSI GURU TK

TASIKNEWS- 327 guru yang tergbung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesi (IGTKI) se-Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari lalu berswadaya adakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi melalui olah seni tari, bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Tasikmalaya.(15/2)

Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Tasikmalaya, DR. H. Muhammad Zen yang mewakili Bupati Tasikmalaya  Ade Sugianto, pejabat di dinas serta para pemangku kebijakan pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, serta dihadiri pula Instruktur Seni Tari dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ketua IGTKI Tasikmalaya,i Ketua Panitia Penyelenggara, Ati Kusmiati, Spd, Aud, menyampaikan terima kasih pada Pemkab Tasikmalaya serta pejabat dan seluruh stake holder bidang pendidikan yang sudah hadir memberi dukungan pada pelatihan ini, sehingga IGTKI pun berkesempatan menyampaikan keluhan pada pemerintah daerah melalui sekda.

“Anggaran untuk melaksanakan kegiatan ini benar-benar didapat dari sewadaya anggota IGTKI, tapi ke depan saya berharap untuk  tercapainya kualitas pendidikan khususnya di KabupatenTasikmalaya kami berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah secara berkesinambungan, “ujarnya.

Sementara usai membukan acara pelatihan, dalam sambutannya Sekda Tasikmalaya, DR. H. Muhammad Zen, menyampaikan,  dalam meningkatkan kompetensi guru yang salah satunya melalui pelatihan peningkatan kapasitas ini memang perlu dukungan anggaran pemerintah. Namun Zen mengaku, hingga tahun 2020 ini pemda belum bisa mengalokasikan anggaran.

“Tapi saya berjanji untuk tahun anggaran 2021 Insya Alloh anggaran untuk pelatihan semacam ini dan sejenisnya akan dimasuka pada RAPBD, “kata Zen..

Dan untuk ke depan dengan adanya dukungan anggaran, kata Zen, diharapakn  kualitas pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya akan tercapai dengan maksimal sesuai yang diharapkan.

Hal senada dikatakan Ketua Asosiasi UPT Pendidikan, Acep, Spd., M.Mpd, untuk tercapainya kualitas pendidikan khususnya bagi anak usia dini/taman kanak-kanak akan lebih maju, berkembang dan berwawasan budaya jika sudah didukung dengan anggaran yang cukup.

“Dan tentunya upaya peningkatan kompetensi guru akan berbanding lurus dengan outpunya, “tegas  Acep. (ANWARWALUYO)

SEJUMLAH PESERTA IKUTI TES SELEKSI PENERIMAAN CALON PERANGKAT DESA SINDANGJAYA

PANGANDARANNEWS-Tim seleksi calon perangkat Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, hari ini melaksanakan tes penjaringan calon perangkat desa dan calon Kepala Dusun Babakan yang dilaksanakan di aula kantor desa. (17/02)

Dalam seleksi yang diikuti sebanyak. 18 perserta, diantaranya 3 calon kepala dusun dan 15 peserta seleksi operator, dalam sambtannya Sekretaris Kecamatan Mangunjaya, Entung, menyampaikan, tes seleksi calon perangkat desa ini selain merupakan amanah undang-undang dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa juga merupakan proses untuk memahami tugas dan fungsi perangkat desa dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat tanpa terkecuali.

Sekmat berharap, melalui seleksi ini seluruh peserta seleksi dapat memahami tugas dan fungsi sebagai perangkat desa, sehingga dalam menjalankan tugas ke depan dapat membantu kepala desa dalam menjalankan fungsi pemerintahan serta mampu memberikan pelayanan yang prima bagi setiap warga masyarakat. khususnya warga Desa Sindangjaya.

“Saya katakan bagi semua caon harus siap lulus dan siap tidak lulus,  karena dari 15 peserta seleksi yang di butuhkan hanya satu orang operator saja, “tegasnya.

Sekmat juga menghimbau agar calon perangkat desa yang tidak memiliki kesempatan menjadi perangkat desa bisa tetap optimis serta memberikan masukan sehingga dapat meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta bisa terus menjaga sinergitas, persatuan antar masyarakat dan bersama-sama mebangun desa.

Untuk yang  namun belum terpilih sebagai perangkat desa, imbuhnya, agar tidak berkecil hati karena ke depan masih punya banyak kesempatan untuk terlibat dalam membangun, sehingga  sinergitas pun bisa terjaga.

Sementara, menurut tim seleksi, pelaksanaan tahapan seleksi calon perangkat desa ini seluruh peserta mengikuti tes tertulis yang dilanjutkan tes wawancara.

“Dan hasil seleksi ini akan diumumkan tanggal 18  Pebruari 2020 sehari setelah tes dilaksanakan. “terangnya. (Tn)

40 ANGGOTA PANWASCAM IKUTI RAKER TERKAIT SDM DAN PENGELOLA KEUANGAN

PANGANDARANNEWS-40 anggota Panitia Pengwas Kecamatan (Panwascam), diantara 2orang dari divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan 2 orang dari pengelola keuangan, mengikuti rapat kerja (raker) yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran, di hotel Pantai Indah Timur.(15/2)

Di depan para peserta raker, Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, menyampaikan, raker ini  merupakan pertemuan awal di tahun 2020 antara bawaslu dan panwascam  untuk melaksanakan pembinaan organisasi, SDM dan pengelola keuangan panwascam, karena kedua bidang tersebut merupakan barometer sebuah instansi.

“Kami berharap SDM yang ada di tuap-tiap panwascam bisa bekerja maksimal sehingga mampu bersosialisasi dan dapat tampil di tengah-tengah masyarakat, “ujar Iwan.

Hal senada dikatakan Ketua divisi HPP, Uri Juwaeni, pendaftaran PKD yang dimulai esok hari harus bisa dimaksimalkan, dan persyaratan rekrutmennya jangan menjadi hambatan peserta.

Uri mengatakan, kejadian di Cijulang terkaiy ada indikasi ASN tidak netral, menurut Peraturan bawaslu nomer 14, harus tetap melakukan klarifikasi,  tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, dan ASN sudah tidak boleh melakukan sesuatu yang dilarang.

"Kita semua merupakan perangkat pengawasan pemilu, sudah tentu semua harus mengetahui apa-apa yang terkait dengan pengawasan,"tegas Uri.

Penyerahan berkas calon perseorangan sebentar lagi akan dilaksanakan, kata Uri, panwas jangan ikut verifikasi minimal (Vermin) syarat dukungan calon perseorangan, karena panwas hanya mengawasi verifikasi minimal syarat dukungan supaya sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku.

"Pada masalah itu juga berpotensi adanya sengketa, untuk itu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya", ngkap uri.

Uri juga mengatakan, laporan SPJ panwas di tiap kecamatan harus dikerjakan sebaik mungkin, sehingga tidak menimbulkan permasalan di kemudian hari. (PNews)

JELANG PILKADA, ANGGOTA LINMAS DESA GUNUNGSARI IKUTI PELATIHAN

TASIK NEWS-Untuk persiapan di bidang keamanan menjelang Pilkada yang akan dilaksanakan bulan september tahun 2020 mendatang, Babinsa Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, Sertu Endang Sanusi, melatih sejumlah anggota Linmas, yang bertujuan agar Linmas mempunyai rasa tanggung jawab dan  kepeduliannya terhadap lingkungan sekitarnya.

“Apalagi sekarang menjelang pelaksanaan pilkada serentak, “ujar Endang.(15/2)

Dikatakan Endang, dalam latihan yang dihadiri kepala dan perangkat desa yang dipusatkan di aula dan halaman kantor desa, ia juga sedikit demi sedikit mulai menanamkan rasa kebersamaan dan persaudaran diantara anggota Linmas.

Sementara di depan seluruh peserta latihan, Kepala Desa Gunungsari, Irpan Adri Nugraha S.p, menekankan agar Linmas mampu menanamkan kedisiplinan dan kebersamaan.

“Saya sangat mendukung pelatihan ini, dan Insaalloh kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, “kata Irpan. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

PEMDES SARIMANGGU GELAR RAKOR PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN KARANGTARUNA DESA

TASIK NEWS-Bertempat di aula desa, 2020 Pemerintaha Desa (Pemdes)  Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan Rapat Kordinasi Pembentukan Kepengurusan Karangtaruna desa. (15/2)

Hadir dalam rakor tersebut, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P, seluruh perangkat desa,  Bhabinmas, Bripka Ade Nurhusna S, Ketua Karangtaruna lama, Ridhwan NS dan masing-masing pemuda keterwakilan dari tiap-tiap dusun.

Dalam sambutannya Kades Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P, mengucapkan terimaksih  kepada Ketua Karang Taruna lama yang telah bekerja dengan baik dan diharapkan ke depannya dapat bekerja sama dengan ketua yang baru.

Indra juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Ketua Karang Taruna yang baru, mudah-mudahan bisa mengemban amanah serta diharapkan dapat membantu pemerintah desa khususnya di bidang kepemudaan.

“Sehingga Desa Sarimanggu  pun menjadi lebih baik dan lebih berkembang dengan tujuan untuk meningkatkan kreatifitas para pemuda sekaligus mengarahkan pada hal-hal yang lebih positif di berbagai bidang, “kata Indra.

Sementara bhabinmas Desa Sarimanggu, Bripka Ade Nurhusna, menghimbau agar karang taruna bisa bekerja sama dalam memelihara situasi kamtibmas dan menekan angka kriminalitas sehingga sistim keamanan lingkungan bisa tetap kondusif.

“Kami berharap selalu terjalin komunikasi dan Kordinasi baik dengan Pemdes atau pun dengan  Babinsa dan Bhabinmas. “ujar Ade.

Dalam sambutan pertamanya, Ketua Karangtaruna, Arif Hidayat, mengucapkan terimkasih atas kepercayaanya dan menurutnya, ia pun siap bekerja sama untuk memajukan Desa Sarimanggu ke arah yang lebih baik lagi.

Insaalloh karang taruna bisa berkontribusi untuk menumbuhkan sektor  ekonomi, pemberdayan pemuda serta membanggun senegritas  dengan masyrakat, pemerintah desaserta babimsa  dan babimas. “tegas Arif.

Seperti diketahui, hasil Rapat Kordinasi Pembentukan Kepengurusan Karangtaruna Desa Sarimanggu, menetapkan seluruh pengurus Karang taruna, diantaranya, Ketua Arif Hidayat, Wakil Ketua Gojali, Sekretaris Yukas dan bendahara Yogi. (ANWARWALUYO-JAJANG)

DENGAN KIAT MILIKI BANYAK UNIT USAHA, KUD MINASARI PANGANDARAN SEMAKIN BERKEMBANG

PANGANDARAN NEWS-Usai memimpin Rapat Anggota Tahunan (RAT), menurut Ketua KUD Minasari Kecamatan Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, hasil produksi tangkapan nelayan Pangandaran selama tahun 2019  mencapai Rp 35,7 milyar, sehingga KUD Minasari Pangandaran dapat menyumbang PAD sebesar Rp 1,25 milyar.

“Sedangkan hasil retribusi pemda Pangandaran seluruhnya dari sektor perikanan sebesar Rp 2,7 milyar melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 2,6 milyar, “terang Jeje.(15/2)

Diakui Jeje, beberap waktu lalu pihaknya kurang fokus terkait jam buka Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang tidak disesuaikan dengan waktu kedatangan nelayan.

Menurut Jeje, ada nelayan yang mendarat sekitar jam 23.00, sedangkan TPI jam itu sudah tutup sehingga nelayan pun menjual ikannya keluar, maka ke depan ini harus dievaluasi lagi.

“Padahal nilainya sangat besar, seperti ikan bawal putih, nilainya Rp 2 miliar dan udang rebon dengan  nilainya hampir Rp 1 miliar, “terangnya.

Dikatakan Jeje, ia merasa jengkel karena ada beberapa kapal luar yang mencari ikan di Pangandaran dan bersandar di Pelabuhan Cikidang namun tidak menjual hasil tangkapannya ke TPI, dan masalah ini baru diketahui akhir-akhir ini.

Disoal perkembangan usaha KUD Minasari, Jeje mengatakan, Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai hampir Rp 500 juta yang bisa dinikmati seluruh anggota, karyawan dan menejer KUD Minasari.
Agar bisa lebih maju, Ia pun mendorong KUD Minasari terus berinovasi untuk menambah unit-unit usaha lainya, seperti mendirikan toko modern (Minamart) yang dikerjasamakan dengan koperasi dan tentu dengan beberapa pertimbangan tidak mematikan usaha kecil dan pasar tradisional.

Jika Minasari hanya mengandalkan jasa lelang saja, imbuhnya, maka hasilnya pun tidak akan optimal. Dan KUD Minasari hingga sekarang bisa besar ini karena memang usahanya banyak, seperti Rumah Makan Sea Food Minasari di Pamugaran yang bekerjasama dengan biro-biro trevel sehingga ramai terus pengunjungnya.

“Dulu gedung kantor yang tidak produktif setelah disulap menjadi Minamart, sekarang Alhamdulillah bisa memberikan keuntungan sekitar Rp.200 juta per tahun. “kata Jeje lagi.

Sementara saat dihubungi lewat telapon celullernya, Kepala Menager Umum KUD MInasari, Hamdan, menyampaikan,  pihaknya tentu akanterus menggenjot serta memberdayakan  usaha-usaha produktif yang ada di koperasi.

“Dan fokus kami tentunya ekonomi berbasis kolektif, ”ujar Hamdan.

Hamdan juga mengatakan, jika sebuah koperasi ingin maju dan berkembang, maka harus dipegang dan dikendalikan oleh orang-orang yang memang memunyai ideologi ekonomi kolektif.

“Jangan sebaliknya, jika koperasi dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan ekonomi persanalnya yang sangt tinggi, maka koperasi itu tidak akan berumur panjang dan akan hancur, “tegas Hamdan. (PNews)

AKIBAT MASIH ADA PRO-KONTRA ANTAR PEDAGANG, REVITALISASI PASAR PANANJUNG MOLOR

PANGANDARAN NEWS-Akibat masih terkendalanya lahan untuk relokasi dan dan persoalan kontruksi bangunan yang harus dibangun dua lantai, hingga saat ini revitalisasi Pasar Pannanung di Kecamatan Pangandaran belum bisa dilaksanakan.

Hal ini dikatakan Bupati Pangandaran, usai menggelar pertemuan dengan awak media untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di rumah makan Minasari di kawasan sea food pantai Pamugaran Pangandaran.(14/2)

Kendati hingga saat ini masih belum ada kesepakatan diantara penghuni pasar terkait pembagian dan penempatan pedagang,  bupati mentargetkan untuk relokasi pedagang pasar Pananjung akan dilaksanakan di tahun 2021 mendatang.

"Saya tidak bisa terus menunggu, kita harus segera lakukan relokasi untuk kelancaran revitalisasi –asar Pananjung,"katanya.

Untuk relokasi pedagang terebut, kata bupati, Pemkab Pangandaran akan menganggarkan sekitar Rp 5 milyar. Dan jika nanti semua pedagang sudah menempati lokasi sementara, maka bangunan pasar akan diratakan untuk elanjutnya dibangun kembali.

Bupati juga berharap, terminal tipe B milik provinsi yang sekarang ada di sebelahnya bisa pindah, sehingg area pasar pun nantinya bisa lebih luas.

Dan sekarang, lanuutnya, karena lahan untuk pembangunan pasar ini kurang luas, sehingga pedagang pun harus ada yang akan menempat lantai atas dan bawah, dan hal inilah justrul yang selama ini menjadi salah satu kendala pro kontra terjadi diantara pedagang. Karena ada diantara pedagang yang tidak ingin menempati lantai atas, sehingga persoalan inilah sampai sekarang revitalisasi pasar pananjung belum bisa dilakukan.

“Padahal Detail Engineering Design (DED-red) sudah dirancang, sekarang kami hanya menunggu kesepakatan para pedagang saja,"pungkasnya. (PNews)

PRAMUKA KWARAN RAJAPOLAH GELAR RAKERRAN DAN PELANTIKAN ANDALAN

TASIK NEWS- UPT Pendidukan Kecamatan Rakapolah Kabupaten Tasikmalaya hari ini menggelar Rapat Kerja Kwaran Rajapolah tahun 2020, yang dihadiri unsur kwaran dan kwartir cabang , andalan, pra sSiaga dari Seluruh TK, RA, PAUD, Kapolsek dan Koramil Raja[olah, bertempat di Gedung PKG UPT Pendidikan. (14/2)

Menurut Panitia Rapat Kerja (Raker),  Iwa Kartiwa S.Pd, dengan raker ini diharapkan kualitas kepramukaan di Kecamatan Rajapolah bisa lebih dan berkembang sehingga untuk itu diperlukan perencanaan yang matang.

“Dalam raker ini juga sekaligus dugelar pelantikan Andalan Prasiaga yang di ikuti TK, RA, PAUD sekecamatan Rajapolah, yang dimaksudkan persiapan untuk rencana proyeksi tahun depan, “kata Iwa.

Hal senada dikatakab Ketua Pramuka Kwaran, Ade Parimah S.Pd M.Pd, rapat kerja tahunnan ini juga untuk menyusun program kerja dan anggaran kegiatan untuk satu tahun kedepan.

Dikatakan Ade, dengan motto Satyaku Kudarmakan Darma Kubaktikan, Pramuka di Kecamatan Rajapolah semakin maju dan jaya baik di tingkat kabupaten maupun provinsi

.Masih di tempat yang sama, Camat Rajapolah, Yana Hemana. MM selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting, dalam sambutannya menekankan, prestasi pramuka sangat menonjol dan perlu didukung semua pihak, termasuk kepala sekolah baik masalah pendanaannya maupun kegiatan lainnya yang dirumuskan dalam rapat kerja ini.

“Tentunya saya berharap, Pramuka Kwartir Ranting Rajapolah mampu meningkatkan prestasi, baik secara kwalitas atau pun kwantitas, “tegasnya. (OD-HADE KOES)

SAAT DI TINGGAL KERJA BAKTI RUMAH WAWAN ABIS DI LALAP SI JAGO MERAH

CIAMIS NEWS- Akibat dari hubungan arus pendek (kosleting) listrik, sebuah rumah milik Wawan,  warga Dusun Kendal RT.03 RW.02 Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti, habis di lalap sijago merah. (12/02)

Kepada PNews Wawan menuturkan, kejadian tersebut baru diketahui usai dirinya melaksanakan gotong-royong  bersama warga lainnya memperbaiki mushola yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Hingga sekira pukul 10 WIB saat ia pulang ke dalam rumah, Wawan melihat api sudah besar dan membakar bagian belakang rumah, sehingga alat-alat elektronik dan barang lainnya pun hangus terbakar.

Kontan kejadian tersebut pun membuat panik warga, karena dikhawatirkan api akan merembet ke bangunan lainnya.

“Dengan peralatan seadanya masyarakat pun beramai-ramai berusaha memandamkan api, untung saja rumah saya lokasinya tidak jauh dari kolam, sehingga dalam beberapa saat api pun bisa segera dipadamkan, “ucap Wawan.

Saat proses pemdaman api tampak  terlihat Babinsa, Babinkantibmas dan 2 calon Kepala Desa Sukahaji, berjibaku agar api cepat padam.

Menurut Kepala Dusun, Aud Sunarya,A.Md  yang didampingi PJS Kades Sukahaji,turut berbela sungkawa  dengan  kejadian yang menimpa salah seorang warganya, dan semoga musibah kebakaran yang menimpa rumah Wawan ini dapat diambil hikmah dan tidak terjadi ke warga lainnya.
Aud juga mengucapkan terima kasih kepada selurh warga yang begitu sigap memadamkan kobaran api dan sekaligus membersihkan puing-puing reruntuhan.

“Saya dengan PJS Kades Sukahaji, Tedi Wahyudi,  telah menghubungi Dinas Sosial Pemda Ciamis untuk menindak lanjuti sekaligus melaporkan kejadian tersebut, dan diharapkan segera memberikan bantuan, “kata Aud lagi..

Saat disinggung berapa kerugian yang diderita korban, PJS Kades Sukahaji, Tedi Wahyudi, menyampaikan, taksiran kerugian sekitar Rp 50 Juta, dan ia pun sudah mengirim laporan kejadian ini pada Camat Cihaurbeuti untuk ditindaklanjut.

“Untuk sementara keluara korban sekarang tinggal dirumah saudaranya. “Pungkasnya.
 (OD-HADE KOES)

GAYA MENYAMPAIKAN PROTES KAUM MILENIAL, RAMAI-RAMAI POSTING JALAN RUSAK DI MEDSOS

TASIKNEWS-Banyak cara untuk menyampaikan protes atau kritikan pada pemerintah yang biasa dilakukan anak-anak muda milenial sekarang, salah satunya yang pali sering dijumpai melalui media sosial (medsos).

Kini medsos, khusunya facebook (FB) kerap menjadi media curhatan remaja ini untuk menyampaikan kritikannya, baik dengan tutur kata lembut, unik hingga tak jarang protes remaja ini menggunakan bahasa ekstrim.

Mereka seolah menyampaikan ide-ide secara kreatif, diantaranya dengan berpose konyol sedang memancing di kubangan air tengah jalan dan ada juga yang berpose romantis dan seolah duduk santai di jalan becek penuh lumpur.

Salah satunya yang ditulis pada akun FB Asep, yang mengupload beberapa poto-poto jalan rusak di daerahnya.

Selain mengunggah poto-poto jalan dengan kondisi yang memprihatinkan, Asep warga Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah  Kabupaten Tasikmalaya, dalam tulisan statusnya mengatakan, warga sudah membayar  PBB, tapi kenapa jalan yang ada di tempat tinggalnya masih penuh kubangan lumpur, becek dan berlubang.

“Padahal ini terjadi pada beberapa kali pergantian bupati, “ungkapnya.(12/2)

Asep juga mengkritisi, karena pemerintah terkesan tidak serius menggarap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan di daerahnya, padahal jalan ini menjadi urat jalur transfortasi msyarakat.

“Sengaja saya buat postingan ini agar publik tahu, syukur pejabatnya dari tingkat daerah, provinsi dan pusat bisa melihat ini, sehingga mereka pun mengeluarkan kebijakan yang tepat, buktikan  kalau bener pro rakyat, “ujarnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

BANYAK DIKUNJUNGI PEJABAT PUSAT, KONDISI JALAN DESA MANDALAMEKAR MASIH RUSAK

TASIKNEWS-Nama Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya lama menjadi perbincangan di tingkat nasional, sehingga pamor Mandalamekar pun semakin dikenal publik luas seiring menjulangnya nama Bumdes Pancamandala. Dan kini  Desa Mandalamekar pun banyak dikunjungi para pejabat  penting baik dari provinsi maupun pemerintah pusat.

Seperti belum lama ini, untuk yang kedua kalinya Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kominfo berkunjung ke desa tersebut dalam sebuah acara yang digagas Pancamandala.

Namun ironisnya, kendati sering dikunjungi pejabat pusat,  tapi sampai saat ini jalan kabupaten yang menghubungkan antara Kecamatan Salopa dan Cikatomas, kondisinya masih tetap sama seperti dulu, sangat memprihatinkan.

Kaur Perencanaan Desa Mandalamekar, Roni Jatnika, membenarkan, jalan tersebut sangat vital keberadaannya, disamping berfungsi untuk menghubungkan komunikasi dan koordinasi antar desa juga  menjadi jalur perekonomian warga.

"Apalagi saat musim hujan sekarang, selain rusak karena banyak aspal yang mengelupas membuat  jalan licin karena bercampur tanah merah, terutama di daerah Cilingga," ujarnya.(12/2)

Roni mengatakan, salah satu penyebab kerusakan jalan di daerahnya tersebut karena tidak adanya drainase dan volume muatan kendaraan yang melintasi jalan itu melebihi tonase.

"Jalan ini merupakan jalan pertanian dimana banyak truk pengangkut kayu yang membawa muatan kadang melebihi tonase dan tidak adanya drainase", ungkapnya di desa beberapa waktu lalu.

Saatdihubungi lewat telepon celullernya, Sekretaris des Mandalamekar, Priat Sukmana, juga membenarkan, infrastruktur jalan yang rusak sepanjang 3 iilo meter, dimulai dari perbatasan Desa Kersagalih.

“Padahal setiap tahunnya perbaikan jalan itu masuk ke Musrenbang, “ujar Priat.

Tahun 2000 lalu, kata Priat, jalan itu pernah dihotmiks sepanjang 1 km mulai dari batas Desa Kersagalih sampai ke cilingga, tapi kini kondisinya sudah rusak dan sangat memprihatinkan karena hanya menyisakan sisa aspal yang sudah terkelupas. Padahal setiap ada kunjungan pejabat ke Desa Mandalamekar, sebelumnya jalan tersebut selalu menjadi bahasan di desa an dari dahulu saat kunjungan pejabat ke Desa Mandalamekar sarana infrastruktur jalan yang rusak sering diselipkan dalam setiap pidato kepala desa.

“Dan saat Kemendes PDTT beberapa waktu lalu kesini, Pa menteri juga melalui jalan itu, “kata Priat. (RUSDIANTO)

PEMKAB PANGANDARAN SEGERA TERTIBKAN TEMPAT HIBURAN TAK BERIJIN

PANGANDARANNEWS-Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kembali akan menertibkan tempat-temat hiburan yang hingga saat ini belum memiliki ijin.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas  Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Wawan Irawan, S.Sos, saat ditemui di ruang kerjanya.(13/2)

Menurut Wawan, ini dalam rangka menindaklanjuti Peraruran Daerah (Perda) Kabupaten Pangandaran Nomor l4 Tahun 2015, pasal 40 ayat l bahwa, Setiap perusahaan yang menyelenggarakan usaha pariwisata wajib memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diterbitkan oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2012 Tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata.

“Kami aka segera mendata mana saja usaha-usaha hiburan tersebut yang belum mengantongi ijin, “ungkapnya.

Dan apabila usaha di bidang pariwisata termasuk hiburan tersebut tidak segera membuat Tanda Dahar Usaha Pariwisata (TDUP) dan melakukan Seniflkasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata, kata Wawan, pihaknya pun akan meterapkan sanksi adminitrasi, seperti teguran tertulis. pembatasan kegiatan hingga pembekuan sememara kegiatan usaha, sebelum dokumen-dokuemn perijinannya dilengkapi.

Diakui Wawan, maraknya lokasi hiburan di beberapa tempat dan hotel ditenggerai hingga saat ini masih banyak yang belum dilengkapi ijin.

“Penertiban ini kami akan segera lakukan dengan melakukan pendataan dulu, mana usaha yang sudah punya ijin dan mana yang belum”ucapnya.(PNews)


DALAM FGD, PANGANDARAN HEBAT JADI PENILAIAN TAHAPAN PPD TINGKAT PROVINSI TAHUN 2020

PANGANDARANNEWS-Dari empat kebijakan skala peroritas yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Pembangunan Infrastruktur, Kesehatan, pendidikan dan Pentaan pantai, di bidang pendidikan melalui program Pangandaran Hebat (Pahe) menjadi bahan pembahasan di  Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penilaian Tahap Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2020, yang digelar di Hotel Horison Pangandaran.(12/2)

Salah seorang dari tim penilai indefenden, Guru Besar Ilmu Hukum Tata Pemerintahan pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, SH., M.Hum, mengatakan, penilaian dari sisi akademisi ada  asfek, diantaranya capaian pembangunan, kualitas dokumen, proses penyrusunan RKPD dan inovasi.

Menurut Nandang, pihaknya bersamapa Tim Penilaian Utama (TPU) dariBappeda Provinsi Jawa Barat sudah melakukan penilaian ini di 27 kabupaten-kota, dan hingga hari sudah mengkrucut menjadi 4 kabupaten dan 4 kota, “jelasnya.

“Jadi Kabupaten Pangandaran bernsama Kabupaten Karawang, Garut dan Purwakrata sudah pada posisi  besar, “jelas Nandang.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk katagori penilain sendiri dari sisi dokumen bobotnya 45 % dan 55 % merupakan hasil penilaian di lapangan yang akan menilai dari sisi proses, seperti proses teknokratik ,inovatif, politik, top down dan bottom up.

Dan terkait progrm Pangandaran Hebat (Pahe) yang menjadi bahan penilaian, sebagai orang luar, kata Nandang, konsep tentang pahe, tentu baik sekali terutama dari segi asas manfaat. Karena Pahe merupakan bentuk satu inovasi sebenarnya dalam rangka menyelesaikan masalah, maka kemudian disebut problem solvy, memecahkan masalah. Itu tidak harus dari top leader saja,  bisa dari masyarakat atau siapa pun,  dan itu namanya creatif thinking dan setelah itu ini tidak akan jadi inovasi kalau tdk ada decicion making. Dan ternyata Pahe bisa menjadi pemecah masalah, seperti sekarang banyak yang tidak bisa sekolah karena tidak bisa bayar biaya pendidikan, dan ini dihandel oleh pemerintah, intinya ada satu decicion making.

“Dab saya meliht Pahe ini itu memenuhi tiga2nya itu,  ada problem solving, creatif thinking dan decicion making, “jelas Nandang.

Sementara menurut salah seorang TPU dri Bappeda Jabar, Rian, untuk tahapan penilaian secara proses ada 2 tahapan utama, pertama penilain dokumen dengan bobot penilaian 45 % dan penilian ke lapangan 55 %. Dan di tahap penilaian dokumen itu telah dilakukan hingga pada akhirnya menghasilkan 8 nominasi, 4 kabupaten dan 4 kota.

Dan hari ini, kata Rian, masuk dalam tahap dua, perifikasi dan penilaian lapangan di 4 nominator kabupaten dan kota.

“Yang sekarang dilakukan di Kabupaten Pangandaran, sama dilakukan jug di 3 kabupaten nomintor lainnya, “jelas Rian.

Dan untuk selanjutnya, imbuh Rian, hasil dari seluruh penilaian baik yang dilakukan TPU atau pun Tim indefenden nantinya akan dibawa ke rapat pleno untuk mnghasilkan 3 besar kabupaten dan kota, tentunya dengan tereliminasinya 1 kabupaten dan 1 kota.

“Dan yang pada 3 besar ini akan diberikan penghargaan oleh gubernur pada saat murenbang provinsi, dan salah satu terbaik pertama akan dibawa ke tingkat nasional, “jelasnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran, H. Agus Satriadi, S.Pt, Mp, juga menyampaikan beberapa ulasan terkait Program Pahe yang sudah digulirkan  Pemkab Pangandaran sejak beberapa tahun ke belakang.

Bukan hanya darinya, Agus juga  meminta komentar dari masing-masing undangan yang hadir dalam diskusi ini, diantaranya dari pihak sekolah sebagai ujung tombak penyaluran Pahe, masyarakat yang diwakili komite sekolah, DPRD, Dinas Pendidikan, camat, kepala desa, MUI, media dan peserta diskusi lainnya.(PNews)


HARI INI 87 CALON KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI TES AKADEMIK

PANGANDARANNEWS-Hari ini, bertempat di hotel Sandaan, 87 guru mengikuti tes akademik untuk menjadi kepala sekolah, sesuai Peraturan Mentei Pendidikan dan Kebudayaan nomer 6 tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, bahwa semua kepala sekolah harus memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah) yang terdapat pada sertifikat surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

Seperti dikatakan ketua panitia selekasi, Kepala Bidang Tenaga Kerja Pendidikan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, DR. R. Iyus Surya Drajat, S.Pd., M.Pd, berdasarkan peraturan tersebut  untuk mendapatkan NUKS tersebut, seorang calon kepala sekolah akan melalui beberapa tahapan seleksi, seperti tahap administrasi dan tahap akademik yang diselenggarakan di tingkat kabupaten.

“Dan selanjutnya nanti masuk pada tahap test substansi dan tahap pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh LPPKS dan LPD, “ungkap Iyus.(13/2)

Iyus mengatakan, seleksi administrasi sendiri ini sudah dilakukan sejak tanggal 4 februari 2020, dan  dari jumlah pendaftar sebanyak 88 orang, yang memenuhi persyaratan sebanyak 87 orang, terdiri dari calon kepala sekolah  SMP 15 orang dan 72 orang calon kepala SD.

Dan yang dilaksanakan hari ini, kata Iyus, 87 orang calon kepala sekolah ini yang menjadi peserta seleksi akademik di tingkat kabupaten.

“Dalam seleksi akademik lnl diharapkan seluruh peserta bisa mendapat pengalaman untuk mempersiapkan rangkaian test berikutnya, antara lain test substansi dan diklat yang diselenggarakan LPPKS dan LPD, “imbuh Iyus. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN