SUTRIAMAN; "PER 1 OKTOBER SAYA SUDAH BEKERJA DI PANGANDARAN..”

PANGANDARAN-Bagi warga pangandaran, khususnya masyarakat Desa Pangandaran mungkin sudah tidak asing lagi dengan Sutriaman. Putra daerah kelahiran Pangandaran yang selama ini mengabdi dan berkarya di Kabupaten Ciamis sebentar lagi akan mengabdi di daerah kelahirannya, Pangandaran.

Saat ditemui pada persiapan acara pelantikan Bupati Pangandaran sebagai Ketua Umum Pengurus Korp Alumni AUP/STP di hotel Malabar di kawasan pantai barat Pangandaran, kepada PNews menyampaikan, kepindahannya bertugas di Kabupaten Pangandaran.

Insaalloh, saya sudah mulai bekerja di Kabupaten Pangandaran.sejak tanggal 1 oktober lalu.“ungkapnya. (17/10)

Dikatakan Sutriaman, kecintaannya pada tanah kelahiran yang membuatnya rela meninggalkan Ciamis yang selama bertahun-tahun telah membuatnya jadi seperti sekarang ini.

“Tapi Pangandaran adalah masa kecil saya, tempat keseharian saya saat bermain dengan ombak laut, melihat nelayan menangkap ikan, bahkan saya masih ingat betul aroma angin laut di belakang rumah saya. “kenangnya.

Menurut Sutriaman, di Pangandaran ia akan mengabdi serta menyumbang sedikit ilmu yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat Pangandaran.

“Mudah-mudahan dengan pengalaman serta ilmu yang saya miliki bisa memberi kontribusi positif pada daerah tempat saya dilahirkan. “imbuhnya. (hiek)

MILANGKALA HUT KABUPATEN PANGANDARAN KE 5, IWAN M RIDWAN :” MEMBANGUN PANGANDARAN YANG BERKEADILAN UNTUK SEMUA”

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwa, S.Pd, M.Pd saat diminta tanggapannya makna Milangkala Hari Jadi Kabupaten ke 5 mengatakan, momentum peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran hendaknya tidak hanya sebatas pada kegiatan seremonial belaka, tapi harus menjadi ajang introspeksi, edukasi dan motivasi untuk pembangunan Pangandaran lebih baik lagi di masa-masa mendatang.

Momentum peringatan ini harus sama-sama bisa dimaknai sebagai sebuah kekuatan dan semangat bagaimana membangun Kabupaten Pangandaran yang berkeadilan dengan pemerataan pembangunan untuk sepenuhnya kepentingan masyarakat luas.

“Pangandaran bukan milik orang per orang atau beberapa golongan, tapi milik kita semua, sehingga kita pun mempunyai kewajiban yang sama untuk ikut mengisi pembangunan dengan kapasitas yang kita miliki. “ungkap Iwan mengwali pembicaraanya. (23/10)

Dan melalui milangkala Hari Jadi Pangandaran ke5 yang masih terbilang belia ini, salah satu hal penting, dapat dijadikan sebagai titik pijak dalam tekad bersama untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas karya dan bakti yang berlandaskan realita dan dinamika terkini.

Optimaslisi yang berasal dari sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), masih kata Iwan, merupakan modal awal yang harus setiap saat ditingkatkan, sehingga apa yang akan dicapai pada masa yang akan datang harus lebih baik dari hari ini.

Masih kata Iwan, apa yang telah dicapai dalam pembangunan Kabupaten Pangandaran dalam kurun waktu 5 tahun, bukanlah upaya individu, kelompok, maupun golongan tertentu. Namun keberhasilan tersebut merupakan buah hasil kerja bersama yang telah berperan aktif dalam upaya menuju perubahan lebih baik.

''Adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua untuk bisa merealisasikan harapan-harapan rakyat, karena Pangandaran semakin maju tentunya masyarakatnya pun akan semakin sejahtera,'' sambung Iwan.

Iwan juga mengingatkan, seluruh elemen hendaknya menjadikan momen hari jadi ini sebagai media introspeksi serta mulai berbenah untuk meningkatkan kwalitas dan menjaga keharmonisan serta hubungan baik.

“Capaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK, adalah prestasi yang membagakan untuk kita semua. ”imbuhnya. 

Dalam usianya yang ke 5, Kabupaten Pangandaran sudah bisa memberikan banyak perubahan, baik itu dari segi sumber daya manusia, infrastruktur, pelayanan publik dan pembangunan lain, semua sudah meningkat dengan baik.

”Dan kita harus sepakat, pelayanan pada masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, infrastruktur, pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan harus menjadi program perioritas semua pihak. “kata Iwan lagi.

Apa yang sudah dicapai Kabupaten Pangandaran saat ini, lanjut Iwan, harus dipertahankan.
Pangandaran kini sudah banyak perubahan, maju di berbagai sektor. Itu yang kemudian harus ditingkatkan ke depannya dan sektor-sektor yang belum tergarap dengan baik, namun dengan potensi yang besar, harus bisa lebih ditingkatkan lagi pengembangannya.

“Melalui Pangandaran News, saya atas nama pimpinan, seluruh anggota DPRD dan sekretariat DPRD mengucapkan selamat Milangkala hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 5. “pungkasnya. (hiek)




PERINGATI TAHUN BARU ISLAM, KETUA DPRD PANGANDARAN SANTUNI ANAK YATIM DAN DUAFA

MANGUNJAYA-Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, hari sabtu (14/10) dalam rangaka menyambut Tahun Baru Islam berkesempatan meresmikan Yayasan Kamilul Huda di Dusun Bobojong Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya.

Pada cara yang dihadiri camat, Kepala Desa Mangunjaya dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat, Iwan pun berkenan memberikan santunan kepada sejumlah yatim piatu dan kaum duafa yang ada di Desa Mangunjaya.

“Ini bentuk kepedulian pada sesama untuk saling menolong antar umat Islam. “ungkap iwan.(14/10)

Sebanyak 15 anak yatim dan 20 kaum duafa yang mendapat santunan pun merasa senang dengan kepedulian yang ditunjukan Ketua DPRD Pangandaran ini yang selama ini dikenal sangat memperhatikan masyarakat bawah.

Dalam sambutannya Iwan menyampaikan, anak-anak yatim piatu sebenarnya tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka adalah titipan Tuhan yang harus dijaga, dilindungi dan mendapat perhatian serta kasih sayang dari semua pihak untuk kelangsungan hidup dan masa depan mereka.

Menurutnya, ia juga mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut berbagi kasih kepada anak-anak yatim dalam menjalankan hukum kasih yang diajarkan Alloh kepada sesama tanpa melihat perbedaan yang ada.

“Karena pada hakekatnya kita semua sama di mata Tuhan,"tuturnya.

Sementara ketua Yayasan Kamilul Huda, Ustdadz Dede Hanifan, ST mengatakan, ia berharap tidak melihat nilai pada materi yang diberikan, tetapi ini bisa lebih dimaknai sebagai upaya untuk mempererat ikatan tali silaturahmi, rasa kekeluargaan, kepedulian sosial dan keikhlasan antar umat.

 “Dan tentunya saya juga berharap, dengan adanya santunan ini dapat meringankan beban hidup anak-anak yatim serta dapat memberikan makna kebahagian pada mereka. “kata Dede.
 (Toni Tafik)




AIR SURUT, PROYEK BENDUNGAN CIKASO KEMBALI DI GARAP

MANGUNJAYA-Setelah beberapa hari lalu jebol diterjang aliran sungai yang meluap, kini pembuatan proyek bendungan Sungai Cikaso di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya yang pengerjaannya baru 40% diperbaiki kembali.

Seperti diketahu, karena curah hujan selama dua hari berturut-turut minggu lalu yang mengguyur daerah aliran sungai, membuat debet air sungai meluap dan merobohkan pondasi bendungan yang masih dalam proses pengerjaan.

“Sekarang air sungai sudah mulai surut, kami pun melanjutkan pengerjaan serta segera memperbaiki kontruksi yang beberapa hari lalu roboh diterjang arus sungai. “ujar salah seorang pelaksana. (15/10)

Ia menambahkan, dengan terlebih dahulu membersihkan sampah-sampah yang terbawa arus sungai hingga berserakan dan menutup pintu air, pekerjaan pun dilanjutkan dengan memperbaiki kontruksi dan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Insaalloh, jika cuaca mendukung, maka bendungan ini direncanakan akan selesai bulan nopember 2017. “ungkapnya lagi.

Yang dikhawatirkan, ujarnya lagi, jika hujan turun dengan intensitas tinggi, maka bisa saja pengerjaan bendungan mendapat hambatan lagi, karena tentunya air kiriman dari hulu akan kembali deras.

“Pengerjaan bendungan ini benar-benar harus diperhitungkan dengan factor alam. “pungkasnya.
 (Toni Taufik) 

SYUKURAN RUAT JAGAD SILA SAAMPARAN, WUJUD RASA SYUKUR PADA TUHAN

PARIGI-Masih dalam rangkaian milangkala menyambut ulang tahun hari jadi Kabupaten Pangandaran ke 5, di obyek wisata Pantai Batuhiu digelar Syukuran Ruat Jagad Sila Saamparan (14/10). Acara ini bertujuan, duduk dalam hamparan tikar untuk bersama-sama memanjatkan rasa syukur pada nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Helaran acara yang dipimpin Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari serta dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, ormas, para sesepuh pemangku adat dan masyarakat ini merupakan rangkaian kegiatan budaya sebagai wujud kepedulian pemerintah dan masyarakat pada kebudayaan sebagai kearifan lokal.

“Hajat bumi ini menjadi gelaran budaya hajat tahunan di Patnai batuhiu. “kata Ketua Kompepear sebagai pihak penyelenggara.(14/10)

Sementara Wakil bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutannya menyampaikan,  acara ini sebagai bukti rasa syukur pada Sang Pencipta juga sebagai ajang pelestarian budaya leluhur  yang ada di masyarakat.

“Diharapkan dengan gelaran acara ini bisa meningkatkan daya tarik wisata juga mewujudkan  Pangandaran yang aman damai dan selalu mendapat perlindungan Alloh. “ungkap Adang. (Toni Taufik)

HASIL KUNJUNGAN KE BALIT PALMA MANADO, KELAPA HYBRIDA COCOK DI PANGANDARAN

SIDAMULIH-Daerah pesisir memang selalu identik dengan pohon kelapa, batangnya yang tumbuh menjulang dengan lambaian daunnya yang tertiup angin laut menjadi pemandangan tersendiri di sepanjang pesisir pantai. Selain itu, begitu banyak manfaat yang dihasilkan dari salah satu pohon jenis falma ini. 

Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu daerah pemasok gula kelapa terbesar di Pulau Jawa , rata-rata per harinya tidak kurang 150 ton masuk ke pasar-pasar dan pabrik kecap nasional.

Menurut salah seorang pengusaha gula kelapa asal Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, H. Yos Rosbi, hampir 80 % gula kelapa masuk ke pabrik-pabrik kecap, dan sisanya menyuplai sebagian kebutuhan pasar.

“Dengan jumlah sekitar 5 ribu ton per bulan, masih banyak permintaan yang belum bisa kami penuhi. “ungkap Yos saat ditemui PNews di rumahnya.(13/10)

Untuk bisa memenuhi permintaan tersebut, Yos Rosbi melalui Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) pun terus mencari terobosan-terobosan. Seperti yang dilakukan baru-baru ini, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balit Palma) Manado Sulawesi Utara.

“Kami ingin mencoba mengembangkan varietas lain, yaitu kelapa hybrida pendek. “terang Yos.

Dari hasil kunjungan tersebut, AGKP bersama beberapa petani dan Komisi III DPRD, berkesimpulan, kelapa jenis hybrida pendek sangat cocok dikembangkan di pangandaran.

Ada beberapa keunggulan bisa didapat, khususnya untuk para pengrajin gula yang selama ini harus naik pohon kelapa dengan ketinggian 3-10 meter.

“Dalam tiga tahun dari masa tanam, kelapa hibryda sudah bisa produksi dan dalam kurun waktu 20 tahun tinggi pohon kelapa jenis ini hanya 2 meter saja. “terang Yos lagi.

Menurut Yos, ini jelas akan bisa lebih menyerap tenaga kerja, yang selama ini pekerjaan menyadap hanya dilakukan laki-laki saja, nantinya perempuan pun bisa melakukannya karena untuk mengambil nira kelapa hibrida ini tidak perlu memanjat.

Yos menambahkan, pohon kelapa bisa tumbuh walau dibiarkan tanpa pemeliharaan, apalagi jika dirawat tentunya akan membuat pertumbuhannya lebih cepat dan baik.

“200 pohon jenis hybrida ini bisa ditanam dalam area 1 hektar. “jelasnya.

Menjadi pengrajin gula kelapa, menurut Yos, bisa menjadi alternatif pilihan jenis lapangan usaha baru, sebab nantinya bagi anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi pun bisa tetap produktif dengan menjadi mengrajin gula.

“Saya berharap ini bisa direalisasikan, dengan memberdayakan kelompok petani kelapa yang ada di tiap-tiap kecamatan dibawah binaan AGKP dan dinas pertanian. “ujar Yos menutup obrolannya. (hiek)

STAKEHOLDER MEETING, UNTUK PENATAAN WISATA

PANGANDARAN-Menginjak usia ke 5 tahun, salah satu program  unggulan pemerintah daerah, penataan kawasan wisata terus digalakan. Perbaikan infrasturktur dan penataan di sana-sini, merelokasi sekitar 1365 pedagang yang selama ini berjualan di pinggir-pinggir pantai ke tempat yang sudah disediakan pemerintah daerah adalah salah satu wujud penataan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam acara “Stakeholder Meeting Sinergitas dalam Rangka Penataan dan pengembangan Obyek Wisata Pangandaran untuk Wisata Kelas Dunia” bertempat di hotel Arnawa Pangandaran. (13/10).

“Dalam perjalanan selama 1 tahun 7 bulan bersama bupati, kami terus bekerja menata dunia pariwisita salah satu program unggulan Pemkab Pangandaran. ”kata Adang Hadari.

Adang menambahkan, bersama Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Barat dan Kementerian Pariwisata, penataan dan perluasan obyek wisata terus menerus dikembangkan.

“Insaalloh, tanggal 10 januari 2018 nanti, di sepanjang pantai barat dan timur  tidak akan ditemui lagi pedagang yang selama ini jualan disana. “imbuh Adang.

Sementara dalam acara yang dihadiri ketua Komisi II DPRD, Asisten Daerah, Bappeda dan seluruh pelaku usaha jasa wisata ini, Kepala Dinas Pariwista dan Kebudayaan Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin, dalam sambutannya mengatakan, yang menjadi agenda besar pariwisata Kabupaten Pangandaran adalah merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di pesisir pantai.

Dikatakan Undang, Pangandaran merupakan kawasan strategis nasional, dan untuk kepentingan tersebut Pemda Pangandaran sudah mengajukan provosal beberapa program ke pihak Kementerian pariwisata sekitar Rp 40 milyar yang diperuntukan penataan dan perluasan destinasi wisata yang ada di Pangandaran.

“Nantinya, kita akan memperluas kawasan keramaian dengan cara memindahkan 12 resto besar ke satu kawasan yang kita sebut, kampung turis di pantai pamugaran. “jelas Undang. (Toni Taufik)

PT KAI DAOP 2 AKAN REAKTIVITASI KERETA API KE PANGANDARAN ?

SIDAMULIH-Informasi tentang rencana PT KAI (persero) Daerah Oprasi  (Daop) 2 bandung yang akan mereaktivitasi kereta api Banjar-Pangandaran sangat dinanti warga. Pasalnya, ribuan masyarakat yang sudah terlanjur membangun tempat tinggalnya di atas bantaran rel kereta api harap-harap cemas, kapan ia harus membongkar bangunannya yang sudah didiami selama bertahun-tahun. Tidak sedikit pula warga yang mendirikan bangunan permanen yang hanya berbekal surat perjanjian antara masyarakat dan pihak PT KAI.

Ditemui usai menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk bencana korban di Kabupaten Pangandaran di aula Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, Vice Presiden (VP) Daop 2 Bandung, Saridal mengatakan, rencana untuk mengakitfkan kembali jalur kereta api ke Pangandaran itu sepenuhnya ada di Dirjen.
Saridal menambahkan, untuk keperluan tersebut dirjen pun sudah melakukan feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED)

Jadi, lanjutnya, rencananya memang ada tapi keputusannya ada di dirjen, kalau pihaknya nanti  yang akan  mengopersikannya.

“Permasalahannya sekarang kan, ada tidak anggaran pemerintah untuk itu. “ungkap Saridal.(11/10)

Disoal banyaknya bangunan warga yang sekarang menempati rel kereta, Saridal mengatakan, nanti  untuk reaktifitas kereta ke Pangandaran tentunya akan dilakukan maping dan disosialisasikan kepada masyarakat.

“Jadi bukan hanya ke Pangandaran saja, rencana jurusannya sampai ke Cikajang, Pamengpek terus ke Ciwidey lalu masuk Bandung. “terang Saridal.

PT KAI, menurut Saridal, tidak ada rencana untuk membangun kereta api khusus wisata, tapi kereta regular biasa seperti kereta jurusan ke daerah lainnya.

Lebih jauh Saridal mengatakan, jika dilihat dari sisi bisnis kereta api ke Pangandaran, sebenarnya kereta api bisa diposisikan menjadi salah satu penunjang transfortasi  pembangunan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Jadi kalau perekonomi Pangandaran dan sekitarnya naik, dengan ada jalur kereta api, maka  khsususnya sarana tranfortasi menjadi lancar dan akses ke Pangandaran pun akan lebih cepat. “ujar Saridal lagi.

Adanya terowongan dan jembatan terpanjang di pulau jawa yang ada di lintasan Banjar Pangandaran, menurut Saridal, mungkin itu yang akan menjadi daya tarik kereta api dibandingkan dengan yang ada di daerah lainnya.

“Relnya sama 10,67, kecepatan keretanya kalau bisa 80 km per jam, sehingga waktu tempuh dari Pangandaran ke Banjar bisa sampai dalam 1 jam, Banjar-Bandung 4 jam, jadi waktu tempuh dari Pangandaran ke bandung sekitar 5 jam. “terangnya.

Sementara menurut salah seorang petugas PT KAI di Pangandaran, Bangbang Turisman, ada sekitar 6 ribu kepala keluarga (KK) warga yang membangun di atas rel kereta tersebar rata hampir di setiap kecamatan yang ada lintasan jalan kereta api dengan perjanjian hak guna pakai.

“Sebenarnya dalam perjanjian tersebut warga hanya boleh mendirikan bangunan semi permanen, tapi entah kenapa banyak masyarakat sekarang membuat rumah dengan bangunan permanen. ”kata Bangbang saat dihubungi lewat telepon celullernya.(12/10).

Bangbang juga mengatakan, dalam perjanjian yang dibuat antara masyarakat dan pihak PT KAI (persero), salah satunya tertulis, apabila PT KAI dan pemerintah akan menggunakan tanah tersebut, masyarakat tidak akan mendapat ganti rugi. (hiek)

INI TENTANG BIAYA NIKAH MENURUT PP NOMER 19 TAHUN 2015

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kementerian Agama, biaya pengurusan nikah di Balai KUA Rp0 pada saat jam kerja. Sedangkan, pernikahan di luar Balai KUA atau di luar jam kerja dikenai biaya Rp600 ribu.

Sayang, selain tidak tahu nikah di KUA gratis saat jam kerja, warga juga tak mengetahui besaran tarif yang diberlakukan pada PP nomor 19 tahun 2015 karena aturan tersebut tidak banyak diketahui masyarakat, sehingga kenyataannya selalu saja ada biaya walau pernikahan dilaksanakan di KUA pada jam kerja, atau masyarakat harus membayar lebih yang sudah ditentukan saat menikah di luar KUA di luar jam kerja.

Tapi benarkah nikah di KUA gratis dan di luar KUA di luar jam kerja dikenakan PNBP Rp 600 ? menurut salah seorang Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, Kiking Tadikin, yang namanya nikah gratis itu jika P3N atau lebih dikenal dengan sebutan amil, merangkap jadi kesra di desa. Menurutnya, masyarakat juga harus bisa membedakan mana P3N dan mana P3N yang merangkap Kaur Kesra di desa.

“Jadi jelas, kalau P3N yang juga kesra pasti mendapat gaji dari desanya, tapi kalau P3N seperti saya kan tidak dapat apa-apa. “ungkapnya. (11/10)

Kiking menambahkan, ia pun sering menyampaikan pada masyarakat tentang hal tersebut baik secara langsung atau melalui mengajian-pengajian yang ia lakukan. Silahkan masyarakat mengisi beberapa formulir yang sudah disediakan di KUA lalu mengurusnya ke kantor desa dan kecamatan, sehingga jika segala urusan yang menyangkut pernikahan diurus sendiri, dipastikan tidak ada biaya yang dikenakan atau buiaya tambahan apa pun.

“Jadi, jika ada biaya lebih dari yang sudah ditentukan, mungkin itu sekedar upah jasa karena selain dari itu saya tidak mendapatkan gaji dari P3N. “jelasnya.

Walau ia sudah mendapat SK P3N dari Kemenag dan selama ini memang masih dibutuhkan masyarakat, tapi karena sekarang kemenag pun terkesan lepas tangan, Kiking setuju jika P3N atau amil dibubarkan saja dan dikembalikan ke desa pada urusan kesra. Karena, masih kata Kiking, selama ini ia sering mendapat fitnah dari masyarakat karena profresinya sebagai P3N, bahkan tidak jarang pula harus adu mulut dengan masyarakat yang berniat ingin nikah di luar ketentuan yang sudah diatur pemerintah.

“Saya mending jadi guru ngaji saja karena guru ngaji sekarang dapat perhatian dari Pemkab Pangandaran, “imbuhnya. 

Kiking menambahkan, tugas amil itu bukan hanya urusan nikah atau rujuk saja, tapi juga mengurus jenazah di masyarakat, dari mulai memandikan, membungkus dengan kain kafan hingga mengantar ke pemakaman.

“Melalui Pangandaran News, tolong sampaikan hal ini pada masyarakat. “pintanya. (hiek)

INI KATA KABID P3A TENTANG ISYU PELECEHAN ANAK

PARIGI - Adanya beberapa kejadian pelecehan seksual pada anak dibawah umur, menjadi berita tidak sedap untuk DKBP3A Kabupaten Pangandaran, khususnya Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) yang terkesan kurang respek dalam menanggulangi kejadian tersebut, karena kejadian isyu itu selalu terulang dan terulang lagi.

Dan untuk mencegarh agar berita tersebut tidak meluas kemana-mana, Kabid P3A, Budi Mastoro pun  angkat bicara. Ia membantah jika rumor yang selama ini berkembang yang ditulis salah satu media, pihaknya tidak cepat tanggap. Padahal, menurutnya, kejadian sekecil apa pun di masyarakat selalu menjadi perhatinnya.
.
"Saya atas nama Dinas KBP3A sangat menyesalkan adanya rumor bahwa dinas kami tidak cepat tanggap pada masalah itu", tegasnya.(10/10)

Budi mengakui, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pangandaran baru dikukuhkan Bupati Pangandaran tanggal 20 September 2017 lalu dengan ketuanya Ibu Ida N Wiradinata, sehingga belum mempunyai landasan hukum yang jelas baik untuk kegiatan baik sosialisasi atau kegiatan lainnya.

"Dan saya tidak mungkin melakukan kegiatan tanpa juklak-jukinis dan payung hukum yang jelas,”tegas Budi.

Budi menambahkan, rencana ke depan setelah mempunyai aturan yang tetap, P2TP2A akan membentuk gugus di tiap kecamatan yang akan memantau dan melakukan pembinaan serta melaporkan bila ada kejadian terutama yang menyangkut perempuan dan anak.

Saat ini pun, ungkap Budi lagi, dinasnya bukan tidak pernah melakukan sosialisasi, namun karena keterbatasan anggaran kegiatan sosialisasi itu terkendala.

“Jadi bukannya dinas kami tidak respek pada semua kejadian tersebut, tapi kami belum bisa berjalan karena belum adanya aturan yang mengatur kegiatan kami", pungkasnya. (AGE)

MENTERI KKP PANTAU LOKASI LONGSOR PANGANDARAN DARI UDARA SUSI PUJIASTUTI: “selain Penebangan Hutan, Sekarang Rumah dan Sawah Sudah Ada di Atas Bukit..”

PANGANDARAN-Hasil poto udara yang dilakukan Menteri Kelautan dan perikanan RI, Susi Pujiastuti, menunjukan adanya hutan yang gundul karena pohonya habis penebangan. Dan tentunya jika hutannya habis ditebang, maka area di bawahnya akan terendam saat air hujan turun dengan intensitas tinggi. Seharusnya di tas bukit itu ditanami tanaman keras bukan tanaman musiman.

“Saya pikir pola masyarakat bercocok tanam, nanti Pemkab Pangandaran yang memberikan pembinaan agar bukit-bukit itu ditanami pohon-pohon keras. “kata Susi.(11/10)

Saat di temui di kediamannya di jaklan Merdeka Pangandaran, Susi menyampaikan, bukan hanya karena pohon-pohonnya saja yang habis ditebang yang menyebabkan terjadinya banjir dan longsor minggu lalu, tapi ternyata sekarang rumah dan sawah-sawah masyarakat pun sekarang sudah sampai ke lereng-lereng dan puncak bukit.

Menurut Susi yang ia takutkan ini bukan kejadian yang terakhir, jika ada hujan deras, banjir dan longsor pun akan terjadi lagi, karena longsor minggu kemarin, menurutnya, hanya longsoran di kanan-kiri bukit.

“Titik-titik longsor pun saya lihat sudah tidak ada, tinggal tanah di bawahnya yang sewaktu-waktu bisa amblas. “tuturnya.

Susi juga mengatakan, ia melihat lobang-lobang pada tanah di atas bukit, menurut pengalamannya selama ini, mungkin saja beberapa hari kemudian bawahnya pun akan sama.

“Jadi saya pikir masyarakat harus waspada, nanti hasil poto dari titik kordinat hasil taking dari pesawat, nanti poto-poto itu akan dipublikasikanke masyarakat agar tetap waspada. “imbuhnya. (hiek)


ARUS SUNGAI CIJULANG MELUAP, HAMPIR SEPEKAN GREEN CANYON TUTUP

CIJULANG- Sudah hampir sepekan ini kondisi obyek wisata Green Canyon yang berada di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran belum bisa dikunjungi wisatawan. Pasalnya,  debit air yang cukup tinggi serta arus air yang deras di sungai Cijulang akan membahayakan pengunjung.

Menurut salah seorang pengurus body rafting Cijulang adventure, Ari Krishna, saat ini kondisi aliran sungai di kawasan wisata green canyon sangat tinggi, sehingga ia dan rekan-rekannya pun memutuskan untuk libur dulu saqmbil menunggu kondisi debit air normal kembali.

"Kami terpaksa libur dulu menunggu keadaan aliran air di sungai Cijulang normal kembali, karena dengan kondisi sekarang ini keadaan medan adventure sangat berbahaya dengan arus air yang begitu deras", jelasnya.(11/10)

Ari juga mengatakan, untuk bisa melakukan adventure di green canyon, maksimal ketinggian air batas maksimal 60 cm dari permukaan sungai, kalau lebih dari itu, lanjutnya, akan sangat membahayakan para wisatawan.

“Seharusnya kalau perahu yang biasa membawa para wisatawan maksimal di ketinggian air 1 meter dari batas normal, dan saat ini ketinggian air mencapai sekitar 2 meter lebih diatas normal." imbuhnya.

Ditempat terpisah, Dede Radiman, (35) salah seorang pemandu wisata, berharap curah hujan yang tinggi bisa kembali normal. Karena, menurutnya, dirinya sudah sepekan tidak bisa bekerja sebagaimana bisasanya.

Mudah-mudahan, kata Dede, keadaan ini berangsur normal kembali, karena jika keadaan begini terus ia pun tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga.

“Pekerjaan tetap saya jadi pemandu wisata di green canyon, karena untuk kerja yang lain saya tidak bisa, “ungkapnya. (AGE)

LUAR BIASA ! PERHATIAN DAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA PANGANDARAN TERUS MENGALIR

SIDAMULIH-Perhatian masyarakat pada kejadian bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pangandaran sungguh sangat luar biasa. Ini terbukti, ratusan relawan, TAGANA, FKDM, ormas dan elemen masyarakat lainnya terjun langsung ke lokasi bencana untuk membantu para korban.

“Respon masyarakat sungguh sangat luar biasa. “ungkap Kepala Dinas PKPBD Kabupaten Pangandaran saat di temui di posko bencana di halaman kantor Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(11/10)

Sejak terjadinya bencana (7/10), para relawan yang tersebar di 7 kecamatan yang terkena bencana, langsung terjun untuk menjalan tugas-tugas kemanusiaan. Menurut Nana, para relawan itu dengan gesit di tengah hujan dan lumpur material longsoran terus bekerja di tengah-tengah warga. Bukan hanya itu, melalui dapur umum yang dibangun di halaman kantor Desa Cikembulan, atau mendistribusikan logistik langsung ke daerah-daerah bencana terus berjalan sambil menunggu informasi jika terjadi ada lokasi bencana baru.

“Kami Pusdalops,Tagana dari Dinas Sosial dan relawan lainnya terus mobile sejak hari sabtu tanggal 7 oktober dengan titik pusat di posko Desa Cikembulan.” jelas Nana lagi.

Lebih jauh Nana mengatakan, untuk persediaan logistik sendiri, menurut Nana, tidak mengkhawatirkan, karena perhatian dan bantuan baik dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan masyarakat lainnya hasmpir setiap hari terus mengalir. Diantaranya, dari Kemterian Sosial RI, BNPB, BPBD Propinsi Jawa Barat, Bulog divre Ciamis, PD BPR BKPD Pangandaran, BKSDA Jabar, Dompet Dua’fa, Pertamina, Pelindo III, XL AXIATA, TGP Legiun, TDPU Daurat Tauhid, Bank mandiri, BRI, PT KAI Daop 2 Bandung dan dari masyarakat lainnya.

"Hampir tiap hari ada saja kiriman bantuan ke posko, dan bantuan tersebut pun langsung kami didistribusikan ke wilayah terdampak bencana yang tersebar di 7 kecamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. "terang Nana.

Nana menghimbau, sebaiknya jika ada masyarakat atau siapa pun yang akan memberikan bantuan, hendaknya disalurkan melalui DPKPBD, Pusdalops atau Dinas Sosial yang sementara ini tempatnya dipusatkan di posko Desa Cikembulan,  agar nanti, lanjut Nana, pihaknya akan mudah untuk membuat kelengkapan datanya, dari mana dan kemana saja bantuan tersebut disalurkan.

“Tidak usah khawatir, bantuan tersebut pasti sampai ke warga yang membutuhkannya. “tegas Nana.

Nana membenarkan, ada beberapa bantuan yang langsung disampaikan ke korban, dan memang hal tersebut keinginan sendiri pihak penyumbang. Hanya saja bila nanti ada yang membutuhkan datanya, jelas batuan itu tidak akan ada pada data di pusdalops atau Dinas PKPBD Kabupaten Pangandaran.

“Karena bantuan tersebut tidak melalui berita acara yang ada di kami. “jelas Nana. (hiek)

KEMETERIAN SOSIAL AKAN BANGUN KSB DAN LUMBUNG SOSIAL DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Ada 323 kabupaten/kota se-Indonesia merupakan daerah-daerah potensi longsornya paling tinggi, semua daerah itu bisa dilihat secara topograpi seperti ini Banjarnegara dan Magelang di Jawa Tengah dan daerah lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indah Parawansa saat berkujung ke lokasi bencana longsor di Dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. (10/10)
Menurutnya, jika insensitas hujan melebihi dari normal, maka itu sangat mungkin ada pergerakan tanah dan itu mungkin saja bisa terjadi longsor.

Meskipun secara early warning  system masyarakat sudah berjalan baik. Seperti pada saat ada bencana, ada bunyi kentongan, tapi tetap membangun kewaspadaan sangat mungkin harus dilakukan setiap saat ada pergerakan tanah yang akan memungkinkan terjadinya longsor.

“Dan hal tersebut memang  harus terus diedukasi, “kata Khofifah.

Ditambahkan Khofifah, ia sudah menyampaikan ke PNPB untuk disiapkan Kampung Siaga Bencana (KSB). Nantinya di KSB itu, lanjut Khofifah, masyarakat di sini akan dilatih khusus bagaimana cara menghadapi bencana.

“Masyarakat disini pun nanti harus membuat lumbung sosial, sehingga kewaspadaan itu bisa terbangun lebih massif. “imbuhnya.

Ditambahkan Khofifah, bahwa ada hal-hal tertentu saat masyarakat harus melakukan antisipasi, seperti warga yang terdampak bencana akan dievakuasi ke tetangga-tetangga yang lebih aman.
Jadi, lanjutnya lagi, melakukan antisipasi dan deteksi dini itu menjadi hal yang sangat penting bagi daerah ini,  karena disini tergolong daerah yang mungkin tidak mudah diakses.

“Tapi dari tingkat kerentanan kemungkinan terjadi longsor sangat besar, maka antisipasi dini secara mandiri oleh masyarakat memang dibutuhkan. “ungkapnya lagi.

Khofifah juga mengatakan, Kementerian Sosial punya format untuk mempersiapkan KSB, untuk membangun kemandirian di dalam gerakan diteksi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Tentunya kita semua tidak ingin itu terjadi, tapi dari topografi wilayah di Indonesia, PNBP mengatakan, daerah yang bersiko tinggi itu ada di 323 kabupaten/kota. “ pungkasnya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN