BASARNAS TERUS PANTAU BANJIR BANDANG GARUT DAN PON XIX 2016

CIJULANG-Badan SAR Nasional (Basarnas) terus melakukan pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut  Jawa Barat melalui pantauan udara dengan menggunakan pesawat helikopter HR-3601 milik Basarnas yang diberangkatkan dari Bandara Nusawiru Kabupaten Pangandaran.

Dari ketinggian 250 hingga 300 ft pencarian pun terus dilakukan di beberapa titik, termasuk menyusuri aliran Sungai Cimanuk dari hulu hingga ke hilir, Karangsari, Leuwigoong sampai
Jatigede juga di sekitar lokasi kejadian dengan menempuh waktu 1,5 jam.

Demikian dikatakan anggota Basarnas, Sandi Jaelani, saat ditemui sejumlah awak media di Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran.

“Setelah melakukan pencarian, kami pun kembali ke Posko Basarnas untuk evakuasi medis udara di pangandaran,” kata Sandi.(25/9).

Sementara pilot helikopter HR-3601 Basarnas, Mayor Laut (P), Candra Budiharjo yang  didampingi Copilot, Lettu Laut (P), Baron, menambahkan, sesuai standar Basarnas, selama 7 hari pihaknya akan  terus melakukan pencarian korban. Dan  apabila dalam waktu 7 hari masih diperlukan pencarian, pihaknya pun siap sampai ada perintah penghentian dari pimpinan.

Dari hasil pantauan udara,  menurut Candra, hinggai hari ini (25/9-red), arus air Sungai Cimanuk masih deras walau semuanya tidak luput dari pantauannya.

“Kita menyusuri aliran sungai sampai muara Jatigede, tapi sampai hari ini kami belum menemukan korban, atau mungkin karena kondisi sungai yang cukup dalam membuat pantauan kami tidak maksimal. “Imbuh Candra.


Masih kata Candra, sesuai dengan perintah dan arahan atasan, tim akan terus melakukan pencarian korban sesuai standar oprsional basarnas.

“Jadi, selain pemantau evakuasi korban banjir di garut, Posko Basarnas di Bandara Nusawiru standby terus sebagai posko evakuasi medis udara dan sekaligus posko udara penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016. “Imbuhnya. (AGE).




CATAT NILAI 0,0, ATLIT TERJUN PAYUNG JABAR DAPAT BONUS 100$ USA

CIJULANG-Atlet terjun payung putra Jawa Barat, Sangga Lelana (41), siang tadi, Minggu (25/09) mendapatkan bonus 100$ USA yang diserahkan langsung oleh manager  timnya. Bukan tanpa alasan, bonus tersebut diperoleh setelah Sangga Lelana dinyatakan mendapat nilai pendaratan yang memuaskan, dengan nilai point 0,0.

"Ini merupakan kepuasan bagi semua yang ada tim penerjun jabar, dan tentunya pendaratan dengan nilai point 0,0 ini harus bisa dipertahankan pada even selanjutnya baik di tingkat nasional atau pun internasional", ucap Sangga.

Ditambahkan Sangga,  sebenarnya manager timnya sudah sering memberikan bonus saat atletnya mempunyai prestasi bagus.

“Ini bisa menjadi salah satu motivasi kami agar terus bisa meningkatkan prestasinya di cabang olahraga terjun payung", tambahnya.

Saat Sangga Lelana mendaratkan kakinya dengan ketepatan mendarat yang sangat sempurna, sontak, penonton yang ada di sekitar venue Bandara Nusawiru  Pangandaran pun memberikan tepuk tangan meriah dengan teriakan gembira sebagai bentuk dukungan moral buat kontingen terjun payung Jawa Barat.

Nur Asih (22), penonton asal Kabupaten Tasikmalaya mengungkapkan kegembiraannya saat atlet putera jabar ini mendarat tepat pada sasaran dengan nilaI point memuaskan.

"Hidup jabar …!hidup Wela…! ( panggilan Sangga Lelana-red). “Teriaknya girang.

Nur Asih pun berharap, apa yang diperoleh Sangga Lelana ini bisa diikuti rekan-rekannya satu tim. (AGE)

TERJUN PAYUNG PUTRI JABAR RAIH EMAS

CIJULANG-Team atlet terjun payung putri Jawa Barat akhirnya berhasil tampil sebagai juara dengan meraih medalai emas pada perhelatan terjung payung di kelas ketepatan mendarat beregu puteri PON XIX 2016 dengan mencatat perolehan nilai 1,40 disusul Atlet DIY dengan nilai 1,72 dan Atlet dari kontingen Lampung dengan nilai 2,43 yang dipertandingkan siang ini, Minggu,(25/09) di Bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang  Kabupaten Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah.seorang atlet puteri Jabar, Ni putu Irma Purnama Dewi,  tim puteri jabar berhasil  meraih medali emas di kelas ketepatan mendarat puteri karena unggul dalam  perolehan nilai.

“Kami bersyukur, ahirnya tim jabar bisa menyumbangkan emas dari cabor terjun payung. “Ungkap Ni Putu.(25/9).

Seperti diketahui, cabor terjun payung kelas ketepatan mendarat beregu puteri ini diikuti lima provinsi. Antara lain, DKI Jaya, Lampung, Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tuan rumah Jawa Barat.

Dalam perebutan medali emas di cabor  ini, menurut Ni Putu, persaingan skil dan kemampuan atlit tiap kontingen sangat ketat, terutama saat pendaratan karena harus disesuaikan dengan faktor kecepatan angin di lokasi pertandingan.

"Target tim untuk bisa meraih minimal 3 medali dari 6 medali emas yang diperebutkan pada cabor terjun payung ini mudah-mudahan bisa tercapai sesuai harapan masyarakat jawa barat", pungkasnya. AGE).

3 PENERJUN ASING BANTU PENJURIAN CABOR TERJUN PAYUNG PON XIX

CIJULANG-Untuk menjaga netralitas penjurian Cabang Olahraga (cabor) Terjun Payung, pihak panitia PON XIX 2016 mendatang tiga juri (event judge) dari luar negeri. Ketiga juri tersebut, Wiliam (Australia), David Choi (Korea) dan Yazer (Bahrain).

"Bukan berarti Indonesia tidak mampu, tapi kita ingin menunjukan sportifitas dan profesinalisme kompetisi terjun payung, maka kita libatkan tiga orang event judge kesisin. “ Ungkap  Ketua Bidang Perlombaan, Dadan Dani Dipoera saat ditemui wartawan di veanue terjun payung, bandara Nusawiru Cijulang Kebupaten Pangandaran.(24/9).

Ditambahkan Dadang, ketiga juri asing itu diposisikan menjadi koordinator juri (event judge) dari jumlah keseluruhan 23 orang juri. Dengan banyaknya juri tersebut pada setiap kelas yang diperlombakan akan benar-benar dilihat banyak mata juri dan tentunya ini bisa menghasilkan penilaian yang obyektif, akan sulit untuk dimanipulasi.

“Dan ketiga juri asing tersebut, mereka penerjun senior dari berbagai instansi di negaranya. “Terang Dadang.

Pada 4 kategori yang digelar, ketepatan mendarat perorangan putra dan putri serta ketepatan mendarat beregu putra puti, dan juri langsung melakukan penilaian saat atlet mendarat di lingkaran. Sementara untuk kelas kerjasama antar parasut (canopy formation ) dan kerjasama di udara ( formation skydiving ), tim juri melakukan penilaian melalui video yang diambil langsung dui udara oleh atlet.

"Juri melakukan penilaian secara bersamaan dan berulang-ulang melalui video yang diputar hasil rekaman atlet sehingga penialain pun benar-benar akurat," imbuhnya.

Dati babak awal penyisihan, menurut Dadang, hasil penjurian berjalan lancar dan kontingen dari daerah pun tidak ada yang mengajukan protes.

“Kita sangat terbuka, karena semua hasil penjurian setiap babak ditampilkan di papan pengumuman yang ada di tenda manifest, termasuk video hasil rekaman di udara untuk kelas kerjasama di  udara dan dapat ditonton baik oleh atlet atau official," ujarnya.(hiek)

MISTERI LUKISAN GADIS INDO-CHINA

PANGANDARAN-Misteri lukisan tua bergambar gadis keturunan Indo-China yang terpajang di rumah Ny.Nonok, (62) warga Dusun Pantai Timur, RT 05 Rw 03 Desa-Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran membuat penasaran warga sekitar karena konon sering terjadi keanehan pada lukisan wanita tersebut.

Saat ditemui di kediamannya, Nonok, pemilik lukisan tersebut menuturkan, lukisan tersebut pemberian salah satu saudagar China pemilik Hotel Aquarium bernama Engko Acu pada tahun 1982 silam.

“Mungkin karena kedekatan keluarga kami dengannya, ko Acu memberi 3 lukisan diantaranya, lukisan seorang gadis keturunan Indo-China, lukisan perempuan berparas belanda yang mengenakan gaun pengantin dengan seorang pria dan lukisan buah-buahan,” kata Nonok.(23/9).

Dari ke 3 lukisan tersebut, lanjut Nonok, 2 lukisan lainnya dibuang lantaran terkesan menyeramkan, sedangkan lukisan gadis Indo-China menjadi salah satu lukisan kesayangannya karena lukisan tersebut, menurut ko Acu sudah menjadi salah satu saksi bisu yang menemani kehidupan keluarganya bertahun-tahun.

“Berdasarkan keterangan ahli supranatural, lukisan ini dibuat oleh salah satu seniman ternama, jumlah semuanya ada 3 bingkai dan salah satunya yang saya miliki ini,” tambah Nonok.

Masih cerita Nonok, lukisan gadis indo-cina ini terkadang terlihat tersenyum dengan sorotan mata yang tajam seolah memberikan harapan saat keluarganya putus asa, namun sesekali terlihat sinis dengan tatapan mata yang kosong seolah memberi kesan kekecewaan.

Salah satu Cucu Ny. Nonok, Noni  (23) mengatakan, dimatanya lukisan tersebut memiliki keanehan dan penuh misteri. Saat usianya 5 tahun, ia masih teringat,  saat itu ia sedang menangis dan secara kebetulan menatap lukisan itu. Anehnya, secara tiba-tiba lukisan tersebut ikut menangis mengeluarkan air mata.

“Entahlah,  mungkin dia ikut sedih melihat  saya menangis,” ungkap Noni.

Keanehan lainnya yang dialami Noni, setiap tamu yang datang ke rumah neneknya, menurut cerita tamu tersebut, ada seorang gadis cantik berdiri di pintu pagar menyambutnya.

“Namun setelah tamu dekat ke rumah, gadis itu pergi sambil melemparkan senyum. “ungkap Noni menceritakan kejadian yang dialami tamu neneknya.

Saat mendengar cerita keanehan yang dialami tamu neneknya, kata tamu tersebut, ia melihat gadis cantik di depan rumah dengan wajahnya persis seperti yang terlihat lukisan gadis indo-cina yang tergantung di dinding ruangan. 

Dikatakan Noni, walau banyak keanehan dan keganjilan dan terkesan menyeramkan, keluarganya tidak ada niat untuk memberikan atau menjual lukisan gadis cantik indo cina tersebut pada orang lain.

“Kami tahu, lukisan tersebut penuh misteri dan ketidak wajaran, tapi kami sekeluarga sudah terlanjur menyayangi lukisan tersebut. “Pungkas Noni. (AGE)

JEMBATAN PENGHUBUNG BATUKARAS-MADASARI SEGERA DIBANGUN

CIMERAK-Pembangunan jembatan Madasari di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang menghubungkan obyek wisata pantai Batukaras dengan Pantai Madasari mulai dikerjakan dengan menelan anggaran Rp. 2,3 Milyar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) lanjutan,  dengan lama pengerjaan proyek tersebut 120 hari kalender. Pengerjaan jembatan tersebut hanya untuk renovasi dari pondasi awal yang sudah ada, dikarenakan hasil pengerjaan tahun 2012 sudah terlihat ada keretakan.

Ketua pelaksana proyek Uhen (45), menjelaskan, pengerjaan proyek jembatan Madasari tersebut rencananya saat ini hanya merenovasi pengerjaan yang sudah dilakukan tahun 2012 lalu, karena   kondisinya sekarang sudah ada rusak karena ada retak-retak .

“Pemasangan rangka besi dan pondasi dasar berada diatas sungai, dan untuk tahap penyelesaian jembatan ini direncanakan tahun 2017 nanti sekalian dilakukan pengaspalan jalan baru dari batukaras sampai sini. “ kata Uhen.(24/9).

Ditempat yang sama, Sekertaris Dinas Puhubkominfo, Drs.Sutrisno kepada PNews mengatakan, sudah menjadi kewajibannya, pemerintah untuk mengontrol jalannya satu proyek, apakah sudah sesuai dengan spek pengerjaan atau belum.

“Jika belum sesuai, saya dan team harus segera mengingatkan kepada pelaksana proyek agar pekerjaannya bisa lebih dimaksimalkan sesuai perencanaan. "terangnya.

Di tempat terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Madasari Desa Masawah, Abang (57) mengatakan,  masyarakat Madasari sangat gembira dengan dibangunnya jembatan juga jalan yang ada di daerahnya. Karena dengan dibangunnya kedua proyek tersebut, maka alur lalulintas dari obyek wisata Batukaras ke Pantai Madasari pun nantinya bisa dilalui dengan mudah dan cepat.

“Saya apresisi pada Bupati dan Wakil Bupati  Pangandaran yang benar-benar mulai mewujudkan janji janji kampanyenya dulu untuk penataan tata ruang wisata termasuk perbaikan infrastruktur jalan dalam mewujudkan pangandaran sebagai tujuan wisata dunia, padahal beliau bekerja belum genap satu tahun sejak dilantik, tapi kinerjanya sudah mulai terlihat dan nyata. " katanya. (AGE)



KETUA KWARCAB PANGANDARAN, BUKA LT II KECAMATAN CIMERAK

CIMERAK-Kegiatan pramuka penggalang se-kwartir (ranting) Gerakan Pramuka Kecamatan Cimerak atau biasa disebut dengan istilah LT II, tadi siang, Sabtu, (24/09) bertempat di lapangan pantai Madasari resmi dibuka Ketua kwarcab Kabupaten Pangandaran, Drs.Apip Winayadi serta disaksikan Camat Tavian,SE dan seluruh pembina dari gugus depan masing masing.

Kegiatan LT II perkemahan pramuka penggalang ini diikuti 1.314 peserta terdiri dari 57 regu putera dan 57 regu puteri penggalang dari masing masing SD, MI, Tsanawiah dan SMP yang berada di Kwaran gerakan pramuka Kecamatan Cimerak, dan direncanakan kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 24 sampai tanggal 27 September 2016.

Demikian dikatakan Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Kecamatan Cimerak, Suhman, yang ditemui usai pembukaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan perkemahan ini menelan anggaran sekitar  Rp. 65 juta yang diambil dari anggaran pramuka di tiap-tiap pangkalan, dan kegiatan ini melibatkan 114 pembina/pembimbing, jadi per regu satu pembina", katanya.

Lebih lanjut Suhman menjelaskan , Pramuka mempunyai fungsi menjadi titik tolak pembentukan mental dan moril menuju kemandirian para siswa-siswi dalam mewujudkan harapannya untuk menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,

“Oleh sebab itu, kegiatan pramuka saat ini masuk dalam pendidikan berkarakter dan sudah menjadi muatan lokal wajib dalam pendidikan di sekolah, bukan sekedar kegiatan ekstra kurikuler semata, “ imbuh Suhman.

Hal senada dikatakan Ketua kwarcab Kabupaten Pangandaran, Drs.Apip Winayadi, untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan bertanggung jawab semua anak didik diperlukan latihan ekstra lewat kegiatan pramuka ini, karena semua itu sudah tersirat dalam isi Dasa Darma Pramuka, dan itu perlu direalisasikan dalam tingkah laku dan sikap menuju kepribadian yang mandiri.

“Kegiatan pramuka yang selama ini ada di sekolah-sekolah sangat memberikan nilai positif pada perkembangan pendidikan siswa. “Ungkap Apip. (AGE)


500 UNIT RUMAH DAPAT BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA

PANGANDARAN-Sekitar 500 kepala keluarga (KK) di 6 desa Kecamatan Pangandaran dan Padaherang Kabupaten Pangandaran mendapat menikmati program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang lebih dikenal dengan program bedah rumah dari pemerintah melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pada acara penyerahan buku tabungan BSPS di aula Kantor Desa Purbahayu Kecamatan Pangadaran (24/9) mengatakan, tahun ini Kabupaten Pangandaran mendapat sekitar 500 rumah.

Besarnya bantuan untuk rehab rumah ini, lanjut Jeje, ada yang Rp.10 juta hingga Rp 15 juta yang akan diterima lewat buku tabungan BTN. Nantinya masyarakat tidak menerima uang langsung, tapi pihak BTN yang akan menentukan pembelian materialnya..

“Tahun depan, kita juga dapat bantuan sekitar 300 unit perumahan untuk nelayan pangandaran dan batukaras, sekaligus ini untuk penataan kawasan. “Terang Jeje.

Jeje juga mengatakan, ia beberapa kali ditawari bantuan rumah susun dari  Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, tapi menurut Jeje, pangandaran dirasakan belum perlu menerima bantuan tersebut dan belum terpikirkan siapa yang mau menerima rumah susun tersebut.

“kecuali bila nanti memang ada wartga yang tidak memiliki ramha dan tanah, kita akan data dulu. “Ungkap Jeje.

Sementara menurut salah seorang penerima bantuan, Saring  (58) warga Dusun Mungganggondang Desa Purbahayu mengatakan, ia merasa senang serta mengucapkan terimakasih atas bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumahnya.

“Mudah-mudahan pa bupati jeje selalu diberi kesehatan. “Ungkapnya. (hiek).

BASARNAS GELAR KEGIATAN CEGAH BENCANA DI SMAN 1 PARIGI.

PARIGI-Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata tadi pagi membuka kegiatan SAR GOES TO SCHOOL yang digelar Basarnas, Kantor SAR Bandung dan Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran
bertempat di GOR SMAN 1 Parigi, jum'at (23/09).

Dalam sambutannya, Jeje menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangannya. Pasalnya  bencana yang sering terjadi saat ini disebabkan karena ulah manusia yang membuat keseimbangan alam bergeser hingga nenimbulkan bencana dimana mana,

 “Kita memang hidup di negara dengan sumber daya alam yang luar biasa, namun secara geografis berada di wilayah yang rawan bencana, maka tema dalam kegiatan ini benar-benar sangat tepat,” kata Jeje.

Menurut Jeje, masyarakat memang harus meningkatkan terus kewaspadaan dan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Warga pesisir harus waspada tsunami, di dataran rendah harus waspada banjir bandang dari sungai, sementara di dataran tinggi harus waspada terhadap longsor.

Jeje mencontohkan,  saat ini hujan dua hari saja di Kecamatan Padaherang dan Kalipucang sudah banjir. Begitu pula sebaliknya, saat tidak ada hujan beberapa minggu saja sungai-sungai langsung kering.

“Ini menunjukkan bahwa keseimbangan alam sudah terganggu,” tegasnya.

Kegiatan yang ditujukan bagi generasi muda terutama para pelajar ini, dengan mengambil tema mewujudkan generasi pelajar yang peduli akan Bencana, dirasakan Jeje, sangat tepat sekali. Mengingat usia remaja masih energik dan dinamis untuk biusa ikut pedulki pada kelangsungan dan kelestarian ala mini.

Sementara Kasie Potensi Kantor SAR Bandung, Heri Marantika dihadapan ratusan peklajar peserta pelatihan mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap saat kita harus siaga menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja.

“Para pelajar juga diberikan pemahaman bagaimana menyikapi berbagai gejala alam yang dapat mengakibatkan bencana dan cara meminimalisir korban dan kerugian,” katanya

Ditempat terpisah Sandi jaelani LO Helly dari Basarnas pusat mengatakan, pelatihan ini sangat penting untuk pengenalan terhadap bencana sejak dari usia dini. Nantinya diharapkan siswa-siswi bisa lebih tanggap sewaktu waktu saat datang bencana, baik itu tsunami, longsor maupun banjir yang terjadi di daerah masing masing, tandasnya. (AGE).

JUS HONJE MINUMAN KHAS PANGANDARAN, TAMPIL DI BAZAR GURILAPS PON-PAPERNAS 2016

PARIGI-Masih dalam rangkaian PON XIX 2016, bertempat di lapang Parigi diadakan bazar “Gurilaps PON Pestival & Ekhibition PON PEPARNAS Jawa Barat 2016” yang dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wkl Buapti, H. Adang Hadari, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, H. Ida Wiradinata-Hj. Endah Hadari, Sekda Mahmud,SH, MH dan pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran.

Saat diminta kometarnya, kepada wartawan, Jeje mengatakan, acara bazar ini merupakan salah satu catur sukses penyelenggaraan PON XIX 2016, yakni sukses bidang ekonomi.

“Dalam bazar ini sengaja kita tampilkan produk-produk asli pangandaran agar bisa lebih dikenal luas masyarakat. “Ungkap Jeje.(23/9).

Ada produk yang benar-benar bisa menjadi ciri khas Kabupaten Pangandaran, seperti jus honje dan gula berbahan dasar buah dahon (pohon sejenis kiray yang biasa tumbuh di pingggir sungai). Menurut Jeje, komoditi tersebut hanya diproduksi di pangandaran saja.

“Ini bisa kita jadikan produk unggulan dan ciri khas pangandaran. “Imbuh Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, sebagai daerah wisata ini akan maju apabila ada tiga hal. Pertama alam yang indah, seninya yang bagus dan ketiga oleh-olehnya yang menarik, baik itu jenis kuliner atau handycraft.

Dalam acara bazar yang akan digelar selama 3 hari ini (23, 24 dan 25 september) ini, menurut Jeje, diharapkan bisa menggali potensi yang ada di masayarakat agar bisa lebih dikembang dalam bentuk UMKM.

“Sekarang saya sedang fokus dulu pada jus honje, karena minuman ini tidak ada di daerah lain dan nantinya oleh PKK akan dibawa ke Unpas di bandung untuk diteliti, ada kandungan apa minuman honje tersebut. “Terang Jeje.

Dan nantinya, lanjut Jeje lagi, pemerintah akan membantu urusan ijin, standar mutu, packing dan pemasarannya dengan cara disimpan di KUD Minasari untuk membantu menjualnya. “Kalau tidak laku, pemerintah yang akan membayar. “Tegas Jeje. (hiek)

MAHALNYA RETRIBUSI PARKIR DI AREA TERJUN PAYUNG, LANGSUNG DISIKAPI PEMKAB PANGANDARAN

PARIGI-Keluhan masyarakat yang ingin menyaksikan penghelatan PON XIX 2016 pada cabang olahraga (cabor) terjun payung tentang mahalnya retribusi parkir di area Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran tempat diselenggarakannya cabor tersebut, langsung disikapi Pemkab Pangandaran.

Menurut Ka Sat Pol PP Linmas Kabupaten Pangandaran, Dadang Abdul Rochman, S.Ip, retribusi parkir tersebut dilakukan Karangtaruna Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang dan bukan oleh UPTD Parkir Bidang Perhubungan Pemda Pangandaran. “Jadi tidak satu rupiah pun retribusi tersebut masuk pemda. “Ungkap Dadang.(22/9).

Dadang yang ditemuui PNews di ruang kerjanya lebih jauh mengatakan, setelah mendengar keluhan masyarakat tentang mahalnya retribusi parkir tersebut, pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. “Memang benar, parkir untuk kendaraan roda dua Rp.10.00 ribu dan kendaraan roda dua Rp.5.000 ribu.”Jelas Dadang.

Setelah semua pihak terkait berkumpul (Karangtaruna, UPTD Parkir dan Pol PP), lanjut Dadang, maka disepakati retribusi parkir di sekitar area Bandara Nusawiru, untuk kendaraan roda empat menjadi Rp.5000 ribu dan roda dua Rp.3000 ribu.
“Kami pun membuat berita acaranya yang ditandatangani oleh pihak-pihak yang berkompeten. “Terangnya lagi.  (hiek)

CIJULANG MENUJU PERADABAN DUNIA, BERJAYALAH DI TANAH LEGENDA.

CIJULANG-Cijulang salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Pangandaran, secara geografis berada di wilayah selatan Jawa Barat, dan mayoritas penduduknya hampir 70% menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian dan nelayan.

Masyarakat cijulang dikenal sebagai masyarakat  yang ramah dan agamis sehingga disegani masyarakat dari daerah lain. Cijulang juga bisa membuat betah para pendatang, saking betahnya di cijulang, banyak pendatang yang menikah dengan warga sekitar dan menetap hingga bertahun-tahun.

Kini cijulang tepatnya di Bandara Nusawiru, dipercaya menjadi salah satu tempat berlangsunya Pesta Olaharaga  Nasional (PON) ke XIX tahun 2016 untuk cabang olahraga terjun payung, yang diikuti dari 12 provinsi.

Mungkin semua itu tak lepas dari sejarah Cijulang yang menurut uga (kepercayaan masyarakat), sudah diramal para orang tua dahulu, Cijulang akan menjadi perhatian dunia. Seperti sekarang, obyek wisata Green Canyon dan pantai Batukaras, namanya dua tempat tujuan wisata tersebut sudah dikenal di dunia wisata internasional. Juga dengan dibangunnya Bandara Nusawiru yang menurut rencana kedepannya akan menjadi Bandara Internasional.

Menurut salah seorang kasepuhan Cijulang, Abah Kundil (56) warga Dusun Binangun Desa Kondangjajar semuanya sudah diramal  para orangtua dahulu jauh-jauh hari.

“Salah satu ungkapan tersebut, Isukan mah di cijulang bakal loba papatong besi (kelak di cijulang akan banyak capung besi/pesawat-red) dan sekarang terbukti cijulang menjadi bandar udara. “Ungkap Abah Kundil. (22/09).

Masih menurut Abah Kundil, warga cijulang konon merupakan keturunan Sunan Raja Mandala yang dikaruniai lima orang anak lelaki. Anak pertama bernama Nini Gede Aki Gede (Sembah gede), yang pada waktu itu ditempatkan di wilayah Banyumas ( saat itu banyumas masuk wilayah kerajaan Galuh). Sebagai bukti nyata di wilayah tersebut sekarang ada tempat bernama Baturraden, konon katanya ditempat itu ada tempat yang dikeramatkan, berupa maqom.
Menurut keterangan, maqom tersebut adalah maqom batire raden (teman raden) yang meninggal diwilayah Purwokerto/Banyumas.

“Gelar raden kan hanya ada di daerah sunda (priangan-red), sebab untuk jawa biasa dengan sebutan ndoro. “Kata Bah Kundil.

Yang kedua, lanjut Bah Kundil, bernama Jang pati yang tinggal di Jambansari Ciamis, ketiga Jang Singa menetap di Panjalu ( maung panjalu), ke empat Jang Raga dan yang kelima Jang Langas (dimakamkan di  Sembah Agung) berada di Desa Batukaras-Cijulang.

Menurut Bah Kundil, semua keturunan Sunan Raja Mandala adalah pejuang dalam mengembangkan syariat agama Islam di tanah Jawa.

“Mereka mendirikan beberapa pesantren, termasuk di wilayah Binangun Cijulang", jelas Abah.

Masih cerita Bah Kundil, menurut buku sejarah kacijulangan, dulu tempat ini (Bandara Nusawiru-red) adalah yang disebut dengan Gunung Amparan, sebuah dataran tertinggi di Nusa  Jawa, dan di sini ada satu makam keramat Sanghiyang Wiruna ( Eyang prabu waseh ), yang masih kerabat dari Sunan Raja Mandala, tepatnya di wiru (sekarang dekat kantor Bandara). Konon dulu tempat tersebut merupakan tempatnya para ghoib-ghoib setanah jawa berkumpul dan mengesahkan Sanghiyang Wiruna mendapat gelar Eyang Prabu Waseh.

Pohon wareng yang berada di sekitar bandara, menurut Bah Kundil,  merupakan pintu gerbang masuk ke kerajaan ghoib yang dikawal para penjaganya dengan jumlah banyak.

“Disana segala mahluk ghoib ada, seperti macan putih, harimau hitam, harimau kuning sementara letak kerajaannya ada di tempat wiru yang tadi saya sebutkan", imbuhnya.

Dahulu kala, dari para leluhur dan abdi dalem kasundaan ada satu kalimat ikrar, isukan mah taya deui tanah resmi lir Pasundan (kelak, tidak ada lagi tanah yang resmi menuju puncak kejayaan, kecuali tanah Pasundan.).

Dari perkataan orang tua dahulu tersebut, kini masyarakat pasundan sudah mulai merasakan dan membuktikan, tanah pasundan memang merupakan daerah yang maju dan menjadi pusat kebudayaan yang mendunia.

“Dari mulai pelaksanaan Konfrensi Asia-Afrika sampai acara acara penting internasional lainnya sering di laksanakan di bandung, dan sekarang menjadi tuan rumah PON XIX 2016. “ pungkas Abah Kundil. (AGE).


KETUA DPRD PANGANDARAN KUNJUNGI MEDIA CENTER PON XIX 2016

CIJULANG-Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd,M,Pd siang tadi (Kamis 22/09) berkesempatan meninjau aktifitas media center di Bandara Nusawiru, kedatangannya pun langsung  disambut Manager media center Kabupaten Pangandaran, Yuyun Gunawan di ruang kerjanya.

Dalam kunjungan tersebut, Iwan menanyakan bagaimana cara kerja media center dalam liputan PON XIX 2016 untuk Cabor terjun payung dan berkuda pacuan sebagai pusat informasi dan data-data penyelenggaraan PON XIX cabor tersebut yang dibutuhkan awak media.

"Sebenarnya tugas media center itu apa, terus gimana peran para wartawan media lokal dalam aktifitas liputan jalannya perhelatan akbar ini, dan apa yang bisa difasilitasi oleh media center juga untuk rekan media lainnya ?" kata nya.

Dijeaskan Yuyun, media center merupakan pusat informasi kegiatan PON XIX yang langsung difasilitasi PB PON dan bukan oleh SUB PB PON yang ada di tiap-tiap daerah.

“Hanya saja kami menyayangkan selama ini  kurang ada koordinasi dengan SUB PB PON Kabupaten Pangandaran dan juga kurangnya fasilitas, seperti bangku, kursi atau keperluan lainnya.“Ungkap Yuyun.

Di Media Center, lanjut Yuyun,  menyediakan fasilitas wifi dan komputer yang diperuntukan para jurnalis yang ikut dengan kontingennya masing masing daerah,

“Jadi bukan untuk media lokal Pangandaran, jadi kami tidak ada urusan dengan media yang ada di daerah", katanya.

Media center, imbuhnya lagi,  sebenarnya tugasnya hanya mengirim data ke PB PON pusat bukan meliput seperti rekan-rekan wartawan.

“ kepada wartawan daerah kami hanya bisa memfasilitasi ID CARD ditambah souvenir tas PON. “imbuhnya.

Iwan berharap baik dari media center atau rekan-rekan wartawan lokal bisa ikut  mensukseskan jalannya PON XIX 2016 sampai dengan selesai. (AGE)

LONGSORAN BATU BESAR PUTUSKAN TRANSFORTASI DI LANGKAPLANCAR

LANGKAPLANCAR-Jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Pangandaran menuju Kota Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Dusun Cikadu Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran lumpuh lantaran terhalang bongkahan batu besar akibat longsor.

menurut salah satu relawan Potensi SAR Pangandaran, Dayat menuturkan, bongkahan batu tersebut berasal dari material longsoran tebing yang sebelumnya mengalami erosi akibat diguyur hujan .

“Akibatnya, sekarang warga kesulitan melakukan aktivitas, padahal jalur tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan ke dua kabupaten Tasikmalaya dan kota Banjar.” terang Dayat.(21/9).

Dayat menambahkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah baik dengan desa setempat atau kecamatan untuk meminta kepada pemerintah daerah mendatangkan alat berat.

Sementara saat diminta komenbtarnya, Ketua Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Pangandaran, Ocid Sutan Abdul Rosid mengatakan, pihaknya segera akan melakukan evakuasi langsung ke lokasi tersebut.

“Kami telah siapkan personil, sambil menunggu alat berat,” singkat Ocid.

Berdasarkan pantauan, jalan yang terhalang bingkahan batu tersebut hanya bisa dilalui kendaraan motor saja. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN