ALVARO DISUNAT JIN ISLAM ?

PARIGI-Kejadian aneh menimpa pasangan keluarga Ani dan  Koswara warga dusun Bojongsalawe Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran. Ia dikagetkan saat bangun tidur mendapati anaknya yang ke tiga Alvaro (3) telah disuna, padahal selama ini ia belum pernah membawa anaknya ke tempat sunat.

Ibu kandung anak tersebut, Ani (35) menjelaskan, kejadiannya berawal tatkala anaknya sekitar jam 2.00 sabtu (17/9) dini hari  tiba tiba menangis. Kebetulan malam tersebut di luar rumah hujan yang disertai angin kencang.

”Saat itu saya mencoba untuk meredakan tangisnya tanpa ada satu kecurigaan apa pun. “

Tapi saat anaknya mau buang air kecil, lanjut cerita Ani, keanehan terjadi, pasalnya kemaluan anaknya nampak dalam keadaan sudah disunat,

“Awalnya saya dan suami saya pun tidak percaya dan bingun, apakah saya sedang mimpi karena tidak percaya melihat kelamin Alvaro sudah disunat. “Tutur Ani lagi.

Setelah kejadian malam tersebut, menurut Ani, ia dan suaminya pun memanggil petugas kesehatan yang ada di Desa Parigi. Hasil pemeriksaan petugas dari kesehatan tersebut menjelaskan, memang benar alat kelamin Alvaro sudah dalam keadaan disunat.

“Padahal sebelumnya saya dan suami saya tidak punya firasat atau mengalami kejadian aneh, bahkan mimpi pun tidak. “imbuh Ani.

Pasca kejadian tersebut, beredar kabar di dusun tersebut, Alvaro disunat jin islam.

“Saat saya tanya pada salah seorang tokoh di sini, katanya yang melakukan sunat anak saya adalah jin islam, wallahualam….”Ungkap Ani. (AGE)

16 KUDA KONTINGEN JABAR LOLOS KE FINAL, PELUANG MEDALI EMAS PUN SEMAKIN TERBUKA

CIMERAK-Cabang Olahraga (cabor) Pacuan Kuda Kontingen Jawa Barat semakin terbuka lebar, dari 23 ekor kuda yang diturunkan di babak penyisihan, 16 kuda lolos menuju babak final.

Pelatih cabor Pacuan Kuda Kontingen Jawa Barat, Karina Zakatia Saddak mengatakan, hasil perlombaan babak penyisihan yang digelar Kamis, (15/9) kontingen jabar berhasil meloloskan 16 kuda di tiap-tiap kelas dan dipastikan lolos ke babak final.

“Dari 16 kuda tersebut 6 diantaranya kuda betina dan 10 kuda jantan yang menjadi andalan Kontingen jabar,” kata pelatih berusia 26 tahun ini.

Ia menambahkan, saat ini tim kontingen jabar terus konsentrasi menjaga kesehatan kuda dan joki untuk menghadapi babak final nanti.

“Untuk venue sudah bagus, namun harus lebih diperhatikan keamanannya karena sering terjadi hujan dan banyak genangan air di lokasi lintasan,” terangnya.

Karina juga berharap pada panitia penyelenggara bisa menyediakan ruangan khusus joki saat pelaksanaan babak final mendatang supaya para joki steril untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau seluruh joki dari 12 kontingen disatukan dalam satu ruangan, kami khawatir ada negosiasi atau kompromi dan intimidasi diantara para joki, jadi sekali lagi kami mohon untuk ruangan joki harus seteril,” harap Karina.

Karina juga menjelaskan, dalam babak penyisihan, Kontingen Jabar saat ini meraih 12 emas, 10 perak dan 4 perunggu dengan raihan total 26 medali dan setiap kelasnya memiliki perwakilan.

“Untuk kelas E ada 2 ekor kuda, D ada 3 ekor kuda, C ada 3 ekor kuda, A. 1300 meter ada 3 ekor kuda dan kelas A. 2200 ada 5 kuda,” jelas Karina.

Menurut Karina, untuk babak final nanti kontingen jabar akan menurunkan kuda bernama Red Silenos di kelas A. 2200. Kuda ini  tidak pernah kalah disetiap event kelas A.2200 dan pada setiap simulasi PON pun selalu menang.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Kabupaten Pangandaran, Asep Herdis mengatakan, pelaksanaan babak penyisihan cabor pacuan kuda seluruhnya ada 12 race yang akan diikuti 12 kontingen.

“Babak penyisihan sudah selesai dilaksanakan dan untuk babak final akan digelar tanggal 28 september mendatang. “jelas Asep. (AGE)

HASIL BABAK PENYISIHAN CABOR KUDA PACUAN PON XIX 2016

Race 1 Kelas E 1.200 meter, 5 besar : P Blang Katir dari Kalsel, Dewi Karangetan dari DKI, Nur Fadilah dari Jatim, Joy Matilda dari Sulbar, dan Lasso Eclips dari Jateng.
Race 2 Kelas E 1.200 meter, 5 besar : Bella Eclipse dari jateng, Miss selebritis dari Jatim, Pahlawan dari D I Y, P Nyale dari Kalsel dan Bejo Wagir dari Jatim.
Race 3 kelas D 1.400 meter, 5 besar : Ibantong dari DIY, Suko Nagari dari DKI, Raja Teror dari Kalsel,Toreh dari Jatim dan Tolak Balak dari Jateng.
Race 4 Kelas D 1.400 meter, 5 besar: Permata Hitam dari Jatim, Macho dari Jabar, Timo Eclipse dari Jateng, Red Rose dari DKI dan Amor Sem Limite dari Jateng.
Race 5 Kelas C 1.600 meter 4 besar: Sambit dari Jatim, Motivator dari Jabar, Haqul Yakin dari Jateng dan Mahkota Ratu Lilin dari NTT.
Race 6 Kelas C 1.1600 meter, 4 besar: Puta Menteng dari D I Y, Smart Lady dari DKI, P Police dari Kalsel, dan Super Great dari Jatim.
Race 7 Kelas C 1.6Yg 4 besar : Preman dari Kalsel, Lady Adiri dari D IY, Sapu Angin dari Jatim dan Hangku Jebat dari Riau.
Race 8 Kelas A 1.300 meter, 4 besar : Djohar Manik dari Jateng, Tirtajaya dari Kalsel, P Queen Sonic dari Jateng.
Race 9 kelas A 1.300 meter 4 besar : Tingkel Ball dari DKI, Elingprigel Eclipse dari Jateng, Jatakarta dari DKI dan P Yoker dari Kalsel.
Race 10 A 1.300 meter 4 besar : Century Manglayang dari Jabar, The Ice Man dari Jateng, Peterpan dari DKI dan Exel Jatim dari Jatim.
Race 11 Kelas A 2.200 meter 5 besar: Saud dari Jateng, Perkasa dari Jabar, Aikon dari Jatim, Yaras Flash dari Riau dan Tuan Nagari dari DKI.
Race 12 Kelas A 2.200 meter, 5 besar : King Savero dari Jabar, Matahati dari Jabar, Garuda Bintang dari Sulut, Putra Pertiwi dari DKI dan Beauty Eagling dari Kaltim. (AGE)

WISATAWAN KELUHKAN BAU LIMBAH AYAM DI SUNGAI CIJALU HILIR

PARIGI-Komunitas penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Margacinta Kecamatan Cijulang melaporkan  pengusaha potong ayam ke Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Pangandaran yang diduga melakukan pencemaran di sekitar Sungai Cijalu Hilir di perbatasan Kecamatan Cijulang dan Parigi.

Menurut Ketua Kompepar Desa Margacinta, Asep Kartiwa, sungai Cijalu Hilir  kini tidak lagi bersih, akibatnya wisatawan pun merasa tidak nyaman dengan keadaan sungai yang kotor dipenuhi limbah sisa pemotongan ayam yang dibungkus karung serta menimbulkan bau tak sedap dikarenakan limbah ayam tersebut terus terapung di sungai sampai membusuk.

“Saya sering mengantar wisatawan yang meminta dipandu menyisir sungai tersebut, wisatawan kecewa karena jalur sungai terkesan kotor dan hampir sepanjang aliran sungai mencium bau tak sedap” jelas Asep.(19/9).

Masih dikatakan Asep, setelah pihak kompepar melakukan investigasi ke lapangan, ternyata ada warga yang sering membuang bulu ayam sisa dari proses pemotongan ayam berasal dari perusahaan ayam pedaging yang berlokasi di sekitar sempadan sungai parigi.

“Kejadian itu berlangsung sudah cukup lama, warga meminta instansi terkait segera menangani permasalahan ini, bila perlu menutup pengusaha yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan,” paparnya.

Sementara Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) BPLH Kabupaten Pangandaran DR.Erik Krisnayudha Astrawijaya Saputra membenarkan adanya laporan dari warga dan kompepar Desa Margacinta terkait pencemaran sungai Cijalu Hilir.

“Saat kami langsung turun ke lapangan, ternyata benar sungai yang sudah dijadikan destinasi wisata tercemar akibat limbah sisa pemotongan ayam yang dibuang ke sungai,” kata Erik.

Setelah dilakukan musyawarah antara pemilik usaha ayam, Kepala Desa Parigi, Tata Sutari, SE dan petugas dari  BPLH, semua sepakat terhitung sejak hari ini senin (19/09) para pengusaha potong ayam tidak akan lagi membuang limbah bekas proses pemotongan ayam ke sungai, dan jika hal tersebut dilakukan kembali, maka akan dikenakan sanksi pencabutan ijin usaha dan akan diajukan secara hukum.

Alhamdulillah, kesepakatan itu dapat diterima oleh para pengusaha ayam potong, “ pungkas Erik.  (AGE)

RIBUAN MASYARAKAT SAKSIKAN TERJUN PAYUNG PON XIX

CIJULANG-Bandara Nusawiru di Kecamatan Cijulang kabupaten Pangandaran sebagai tempat perhelatan PON XIX cabang olahraga (cabor) terjun payung, Minggu (18/09) manjadi lautan manusia saat dimulainya cabor tersebut. Sejumalh atlit dari masing-masing kontingen pun unjuk gigi para atlet melayang-layang di udara, dan gemuruh sorak sorai terdengar pun dari ribuan penonton yang menyaksikan acara tersebut.

Antusias warga dari dalam dan luar pangandaran yang ingin menyaksikan dari dekat begitu besar. Terbukti, dengan tumpah ruahnya masyarakat di arena terjung payung hingga beberaa warga bahkan ada yang datang dengan kendaraan bak terbuka dan rela diterpa sengatan panas matahari  sejak pagi hingga berakhir pukul 14.00 wib.

Salah  seorang penonton, Suwijo (32) asal Cilacap, Jawa tengah mengaku, dia bersama keluarganya jauh jauh sengaja datang  untuk menonton Terjun Payung, karena jenis olahraga ini memang sangat jarang bisa disaksikan langsung.
Menurut Sujiwo, sudah lama ia menunggu kesempatan untuk melihat langsung aktraksi yang akan diperlihatkan para atlit terjun paying di angkasa.

“kebetulan tempat diselenggarakan terjun paying PON XIX ada di pangandaran, saya dan keluarga berangkat dari Cilacap pukul 05.00 pagi, takut ga kebagian tempat, saya puas bisa menyaksikan atraksi udara para atlet nasional terjun payung", Ungkapnya.

Hal senada disampaikan Rukanda (44), salah seorang penonton asal Parigi, menurut dia, selain menonton menonton lomba terjun payung pun sekaligus mempunyai edukasi kedirgantaraan untuk anaknya dengan mengenal jenis-jenis pesawat yang ada di bandara.

"Sekalian bawa anak anak sambil belajar dan melihat langsung acara terjun payung, acara yang jarang sekali anak anak lihat, “ungkapnya.

Sementara Asep Bastian warga Cijulang mengaku ingin menyaksikan olahraga Terjun Payung dari dekat dan mengenal jenis pesawat milik TNI AU yang membawa para atlet saat akan melakukan atraksi terjun payung. (AGE).

FINAL TERJUN PAYUNG TANGGAL 28 SEPTEMBER

CIJULANG-Ketua Sub PB PON XIX Kabupaten Pangandaran H.Jeje Wiradinata secara resmi membuka pelaksanaan cabang Olahraga Terjun Payung babak penyisihan di Bandara Nisawiru, Minggu (18/09) yang diikuti 108 atlet dari 13 kontingen.

Dalam sambutannya Jeje mengatakan, bukan hanya kemenangan saja yang menjadi utama, tapi sportifitas para atlet dalam ajang kompetisi tingkat nasional ini pun harus diperlihatkan karena ini satu keharusan dalam kegiatan dunia olahraga.

“Saya ucapkan, selamat bertanding kepada seluruh atlet terjun payung yang akan mulai  bertanding hari ini dan siapa yang menjadi terbaik di ajang bergengsi olahraga nasional tersebut tentunya akan membawa nama baik daerah anda. “Kata Jeje.

Sementara menurut Ketua Panitia Pelaksana, Dadang Satria Kamajaya menerangkan, cabor terjun payung akan sudah dilaksanakan hingga babak finalnya pada 28 September mendatang. Kelas yang dilombakan diantaranya, nomor mendarat beregu putra putri, mendarat perorangan putra putri, kerjasama diudara, dan kerjasama antar parasut.

“Kita berharap ini tidak ada kendala apa pun dan cuaca pun bisa bersahabat sehingga lomba cabor terjhun paying pun bisa sukses dan keapada seluruh atlit dari seluruh kontingen agar tetap bisa menjaga sportifitas serta menunjukan prestasi untuk negeri,” imbuhnya. (AGE)

WARGA CIMERAK DIRESAHKAN OLEH AKSI PENCURIAN SAPI

CIMERAK-Pencurian hewan ternak sapi dengan cara sadis terjadi di Blok Ramukasang Dusun Cisodong Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran sudah sangat meresahkan warga. Salah seorang warga, Dede Latopah mengungkapkan, warga di lingkungannya kini resah lantaran sering terjadi aksi pencurian ternak sapi dengan cara tidak wajar, pencuri melakukan aksinya dengan cara menyembelih sapi dilokasi dan hanya mengambil bagian dagingnya saja.

“Pencurian tersebut sudah 2 ekor milik Yayah warga Dusun Cisodong Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak,” kata Dede Latopah.(18/9).

Ditambahkan Dede, kejadian tersebut diketahu setelah salah seorang warga menemukan bangkai sapi sekitar pukul 09.00 WIB dengan melihat ada bagiaan kepala dan tulang sapi yang tergeletak dilokasi yang tidak jauh dari kandang.

“Satu ekor ditemukan tinggal kepala dan tulang di sekitar kandang sementara satunya lagi ditemukan sekitar satu kilometer dari kandang,” tambah Dede.

Warga menduga pelaku menjalankan aksinya tidak sendiri dan sudah berpengalaman menyembelih sapi, pasalnya, pencurian sapi ditempat itu sering terjadi hampir setiap bulan haji setiap satu tahun satu kali dan sampai sekarang pelakunya belum tertangkap

“Sebelumnya disini pernah terjadi pencurian sapi, namun pelaku berhasil ditangkap hingga pelaku tewas dihajar massa,” pungkasnya. (AGE).

AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI SEBAGIAN WARGA PADAHERANG DAN CIGUGUR TERENDAM BANJIR

CIGUGUR/PADAHERANG - Puluhan rumah warga di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran terendam banjir, hal tersebut terjadi akibat meluapnya sungai Citanduy setelah diguyur hujan besar beberapa hari lalu.

Ketua Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Pangandaran, Ocid Sutan Abdul Rosid mengatakan, banjir terjadi sejak Sabtu, (17/9) pukul 17.00 WIB yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Banjir terjadi di Dusun Sukasari Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang mengakibatkan terendamnya beberapa rumah warga, dan hingga pukul 24.00 WIB air belum juga surut,” kata Ocid.

Masih kata Ocid, akibatnya sebanyak 32 rumah warga terendam air setinggi 80 centi meter dan terpaksa warga yang rumahnya terkena banjir diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Sementara ditempat terpisah salah seorang warga, Dedi (49), mengatakan, banjir juga terjadi di Dusun Jajaway Desa Pagerbumi dan Desa Campaka Kecamatan Cigugur yang mengakibatkan sebanyak 24 rumah warga terendam bahkan mengakibatkan 3 rumah mengalami rusak sedang.

“Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah warga, bahkan beberapa peralatan rumah tangga seperti peralatan elektronik banyak yang rusak dan terbawa arus banjir,” ungkap Dedi.

Berdasarkan pantauan di lapang petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Relawan FKDM, TNI dan Polri pun telah berada di beberapa titik lokasi banjir dan segera mengevakuasi warga serta membuat dapur umum untuk warga yang terkena dampak langsung banjir.

“Tidak ada korban jiwa dari kejadian banjir tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta,” pungkas Dedi. (AGE).

PANGANDARAN BISA MENJADI PENGCAB FAI

CIJULANG-Pangandaran sangat beruntung bisa menjadi tempat diselenggarakannya salah satu Cabang Olahraga (cabor) pada ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XIX tahun 2016. Pasalnya, veanu 2 cabor, lomba kuda pacu di legokjawa Cimerak dan Terjun Payung di Bandara Nusawiru dengan fasilitas dan standar nasional ini bisa digunakan untuk pembinaan atlit-atlit Kabupaten Pangandaran pada kedua cabor tersebut dan dimungkinkan kedua veanu tersebut menjadi milik Pemkab Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FAI) Terjun Payung, Nisfu Chasbullah, Kabupaten Pangandaran bisa menjadi salah satu tempat pembinaan atlit olahraga dirgantara karena fasilitas tempat latihan sudah tersedia.

“Tidak semua kabupaten-kota bisa menjadi pengcab (pengurus cabang-red) FAI. “Terang Nisfu.(18/9).

Nisfu yang ditemui di Bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tempat diselenggarakannya cabor terjun Payung, mengatakan, Nusawiru nantinya bisa menjadi tempat pembinaat dan latihan atlit FAI, karena bandara nusawiru tidak terlalu sibuk dengan penerbangan komersilnya.

”Saya kira nusawiru sangat cocok dijadikan tempat pembinaan atlit-atlit FAI. “Kata Nisfu.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pun menyambut baik tawaran yang disampaikan Ketua FAI tersebut dan berencana akan dikomunikasikan dan membahasnya.

 “Saya kira Benar apa yang disampaikan Pa Nisfu, nantinya kita bisa memanfaatkan veanu terjun paying ini untuk pembinaan atlit-atlit pangandaran. “ Ungkap Jeje.

Malah, secara berseloroh, Jeje pun menawarkan kepada putranya masuk FAI untuk menbjadi atlit terjun payung.

 “Ade mau jadi atlit terjun payung ? mau ya…?”Tanya Jeje pada putra bungsunya. (hiek)

16 KUDA LOLOS KE FINAL, JABAR OPTIMIS RAIH 3 MEDALI EMAS


PANGANDARAN-Cabang olahraga Kuda Pacu kontingenn Jawa Barat kembali menunjukan kuda-kuda handalnya, 16 kuda dari jabar berhasil lolos ke babak final dalam adu kecepatan di lapangan pacuan kuda Legokjawa Kabupaten Pangandaran pada ajang PON XIX 2016.

“Kami optimis, target 3 medali emas bisa kami raih. “Ungkap Pelatih Cabang Olahraga pacuan kuda kontingen jabar, Karina Zakatia Saddak.(15/9).

Ditambahkan Karina, pada PON XIX, Jawa Barat mengikuti seluruh kelas yang dilombakan dengan membawa 23 ekor kuda andalan dan 7 joki dengan  menargetkan 3 medali emas untuk seluruh kelas yang akan dilombakan.

“Target kami, setiap kelas harus mendapat medali,” kata Karina.

Masih kata karina, hasil pertandingan dibabak penyisihan hari ini (15/9-red) hasilnya sangat baik, sebanyak 16 kuda berhasil lolos ke babak final sehingga peluang cabang olahraga kuda pacu  jabar untuk   meraih target 3 emas semakin besar.

"Di Kelas E ada 2 kuda,  D 3 kuda, C 3 kuda,  A 1300 3 kuda,  danj kelas A 2200 ada 5 kuda,"terangnya.

Sambil menunggu babak final tanggal 28 september, menurut Karina, pihaknya akan berkonsentrasi penuh untuk menjaga kesehatan kuda dan atlet.

Disoal lapangan pacuan kuda Legokjawa, Karina mengatakan, sudah bagus dengan latar belakang pemandangan pantai menjadi ciri khas lapangan pacuan kuda yang ada di pangandaran.

"Cuma agar bisa diperhatikan saja jika hujan turun diusahakan supaya tidak ada genangan air dan  kalau bisa untuk  final nanti kami butuh ruangan khusus untuk atlet,"pungkasnya. (hiek)

INI DAFTAR PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA POIN XIX 2016


LOMBA KUDA PACU PON XIX RESMI DIBUKA


PANGANDARAN-Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PO XIX 2016, kuda pacu di lapangan pacuan kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran resmi dibuka kamis (15/9) dengan diikuti langsung 12 kontingan dari berbagai propinsi. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi),  Muhammad Chaidir Saddak, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang sudah ikut dalam mempersiapkan sarana untuk penyelenggaraan lomba olahraga kuda pacu pada ajang PON XIX yang diselenggarakan di Pangandaran.

“Lapangan ini sangat bagus dan bisa dikatakan sudah berskala internasional, dan tidak lupa kepada seluruh kontingan saya ucapkan selamat bertanding. “Kata Chaidir.(2/9).

Sementara salah seorang panitia penyelenggara, Dhani Supardi mengatakan, hari ini akan langsung digelar untuk babak penyisihan.

"Setelah upacara pembukaan, hari kita akan lombakan sebanyak 12 race yang diikuti 12 kontingen. “Terangnya.

Ditambahkan dani, 12 kontingen yang akan langsung berlomba, diantaranya, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Riau, dan Nusa Tenggara Timur.

Dan kelas yang akan dipertandingkan hari ini, lanjut Dani, yaitu, A terbuka 2.200 meter, A terbuka 1.300 meter, C 1.600 meter, D 1.400 meter, dan kelas E 1.200 meter.

 "Ada lima medali emas yang akan diperebutkan pada cabor ini. “terang Dani lagi. (hiek)

WISATA BARU TERPOPULER, GREENCANYON PANGANDARAN MASUK API 2016

NET-Green Canyon, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran terpilih menjadi nominasi penerima Anugrah Pesona Indonesia (API) 2016 yang digelar ayojalanjalan.com bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata untuk kategori Tujuan Wisata Baru terpopuler.

Seperti ditulis Website Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, peluncuran kegiatan Anugerah Pesona Indonesia yang dihelar tanggal 25 Mei 2016,m sementara untuk periode pemilihannya (voting) dilakukan sekitar  bulan mei 2016 s/d  Agustus 2016 dan penutupan kegiatan tersebut direncanakan tanggal 16 September mendatang seperti.

Dalam gala dinner nanti, direncanakan akan dilakukan penyerahan penghargaan bagi destinasi wisata yang paling banyak terpilih dan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya kepada Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) dimana destinasi atau obyek wisata tersebut terpilih. ***

SETELAH 2 HARI PENCARIAN, MAYAT ANDRIANA DITEMUKAN DI PANTAI PAMUGARAN

PANGANDARAN-Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmaloaya, Andriana (19) yang hilang tenggelam pada sabtu (12/9) lalu akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa senin pukul 16.45 oleh Tim SAR setelah mendapat laporan dari warga di seputar pantai Pamugaran Pangandaran, sekitar 2 km dari lokasi kejadian korban tenggelam.

“Saat kami masih melakukan pencarian, mendapat laporan warga ada mayat, kami pun segera mengevakuasi mayat tersebut. “terang Ketua Banda Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran, Dodo Taryana saat ditemui awak media di Puskesmas Pangandaran, Senin (12/9).

Ditambahkan Dodo, setelah mayat tersebut diperiksa dan dicocokan dengan korban tengelam, dan ternyata ciri-cirinya sama dan dipastikan korban adalah Andriana yang hilang sabtu lalu.
Untuk sementara, menurut Dodo, mayat pun disimpan di Puskesmas Pangandaran sambil menunggu keluarga korban dari Tasikmalaya.

”Kami pun terus menghubungi korban dan memberitahukan tentang penemuan jasad Andriana. “lanjut Dodo.

Diterangkan Dodo, Andriana terseret arus laut saat berenang bersama dua orang rekannya di sekitar pos 3 Pantai Barat Pangandaran sekira pukul 07.44. Dari tiga korban tenggelam tersebut, dua di antaranya Rian Sopyan (19) dan Deni Sirojudin (20) bisa  diselamatkan, Namun nahas, menurut Dodo, Andriana tak bisa terselamatkan karena terbawa arus deras dan terjerembab di palung laut hingga akhirnya sempat menghilang.

Pencarian korban yang dilakukan sejak sabtu, lanjut Dodo, juga dilakukan oleh tim SAR gabungan dan Tim Basarnas dari Bandung yang ikut mengerahkan tim untuk membantu pencarian korban.

“Kami sempat kehilangan dalam pencarian korban,hingga hari senin sekitar jam 16.45 ada warga melapor melihat tubuh korban. “Kata Dodo.

Dodo pun menyesalkan, ketiga korban berenang di zona terlarang yang banyak terpampang papan larangan berenang.

“Ada banyak papan larangan yang kami pasang dari lokasi pos 3 hingga pos 5 sampai ke barat,” jelasnya.

Seperti diketahui, Andriana salah seorang mahasiswa IAIC Tasikmalaya sedang berlibur di Pangandaran bersama rombongan rekan-rekannya berjumlah 26 orang dan tiba di Pangandaran  Jumat malam (11/9). “Kami wisata ke pangandaran kebetulan ada libur panjang Idul Adha. "Ujar salah seorang teman korban, Ebit. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN