BERSAMA MASYARAKAT, MANGGALA LAKUKAN BEDAH RUMAH

PADAHERANG-Untuk menunjukan kiprahnya, Organisasi Masyarakat (ormas) Manggala sekaligus sebagai bentuk kontribusi pada pemerintah, baru-baru ini mengadakan kegiatan sosial, seperti bedah rumah atau gerakan sosial lainnya.

Bersama masyarakat yang ada di pedesaan bahu membahu dalam kerja gotong royong untuk membantu warga kurang mampu membangun (bedah rumah).

“Ini kerja nyata ormas manggal dan masyarakat. “Ungkap ketua Manggala PAC Kecamatan Padaherang, Ruhimat, S.Pd.(4/11).

Ditambahkan Ruhimat, seperti yang dilakukan di Desa Paledah, Manggala dengan dibantu warga membangun rumah milik Totong. Program kerja sosial seperti bedah rumah ini, menurut Ruhimat, yang lebih akrab disapa Encang ini mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi setiap masyarakat untuk peduli terhadap sesama begitu juga ormas Manggala harus bisa cepat tanggap dalam masalah rutilahu (rumah tidak layak huni-red).

Alhamdulillah,  sudah 10 rumah yang sudah  kami perbaiki dan dalam setiap kegiatan selalku direspon baik oleh masyarakat setempat pemerintahan desa, karena kami juga melibatkan pa Rt dan Kepala Dudun. “Tutur Ruhimat.

Diminta tanggapannya, Totong yang mendapat perbaikan rumahnya, menuturkan, ia merasa bahagiua bisa memperbaiki rumahnya dengan bantuan dari ormas Manggala dan warga sekitar rumahnya.

“Saya hanya bisa berdoa’, semioga semua kabaikan ini mendapat balasan dari Alloh, amien. “Ungkapnya. (Nana Hoeruman).

HARUS MENGEMBALIKAN TUNJANGAN ? 38 PNS PEMKAB PANGANDARAN DITURUNKAN JABATNNYA


PARIGI-Beberapa pejabat strukturaal eselon III dan IV dilantik oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata. Pelantikan tersebut merupakan rotasi mutasi pertama sejak ia dilantik sebagai bupati definitif hasil pilkada tahun 2015 dengan Wakil Bupati H. Adang Hadari, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pegawai struktural Pemkab pangandaran. Pelantikan yang dilaksanakan di aula setda, diikuti 73 pejabat struktural terdiri dari eselon III sebanyak 36 orang dan eselon IV 37 orang.

“Selain untuk memenuhi kebutuhan jabatan struktural, momentum ini juga dalam rangka melaksanakan perintah dari Kepala Regional III BKN Jawa Barat untuk mengembalikan  pejabat yang naik jabatan karena belum dua tahun menjabat pada jabatan sebelumnya. ”Terang Jeje.(30/08)

Jeje menambahkan, penempatan jabatan tersebut merupakan usulan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (BAPERJAKAT) yang sebelumnya telah dibahas dan dikaji secara matang.

“Untuk 38 PNS yang sebelumnya naik jabatan diatas lebih tinggi dari jabatan sebelumnya telah dikembalikan pada jabatan semula,” Tambah Jeje.

Dan dampak dari 38 pejabat tersebut diantaranya eselon III A sebanyak 10 orang, eselon III B 13 orang dan eselon IV A sebanyak 15 orang harus mengembalikan tunjangan jabatan selama yang bersangkuatn menjabat.

 “Untuk pengembalian tunjangan tersebut, kami akan konsultasi dulu  dengan BKN Regional III Jawa Barat. “Kata Jeje lagi.

Jeje berharap, dengan adanya penurunan pangkat tersebut, 38 pejabat yang dikembalikan pada jabatan semula jangan sampai mengurangi semangat kerja, karena pada prinsipnya ini hanya merupakan perbaikan sistem birokrasi dan bukan merupakan sanksi.

“Saya berharap tetap bekerja penuh dedikasi dan siap membangun pangandaran ke depan lebih baik lagi. “Pungkas Jeje. (AGE)

DIDUGA GAGAL IMUNISASI, RAIHAN MENDERITA LUMPUH DAN BISU


CIJULANG-Sungguh malang nasib yang dialami Raihan Fadilah, bocah usia 5 tahun anak dari Ny. Cicih (35) warga Rt 05 Rw 14 Dusun Nusagede Desa Cijulang Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran harus tergolek di tempat tidur karena penyakit yang dideritanya, seharusnya di usia itu, Raihan, layaknya teman-teman usia sebayanya sedang riang-riangnya bermain.

Menurut orangtuanya, penyakit yang diderita Raihan diduga akibat mal praktek Saat Raihan mengikuti  imunisasi yang mengakibatkan anak bernasib malang itu harus menderita kelumpuhan setelah pelaksanaan imunisasi DPT 1 (Difteri, Pertusis, Tetanus) tahun 2011 lalu hingga sekarang Raihan kondisinya sangat memperihatinkan.

“Kejadiannya diawali saat mengikuti kegiatan pos yandu, saat itu usia anak saya baru berumur empat bulan. “Terang Cicih.(30/8).

Usai imunisasi, masih terang Cicih, anaknya mengalami kejang kejang tapi beruntung bisa disembuhkan hanya bedanya, anak yang tadinya aktif menjadi pasif dalam kesehariannya.

“Bulan berikutnya anak kami ikut imunisasi lagi dan disuntik DPT 2, tapi setelah diimunisasi yang kedua kalinya itu anak saya kejang-kejang lagi bahkan lebih parah. “Lanjut Cicih.

Saat berikutnya, ketika ada pemanggilan imunisasi ke 3, Cicih tidak membawa anaknya ke pos yandu lagi karena kondisi anaknya sudah semakin menghawatirkan. Sejak itulah anaknya menderita kelumpuhan dan tidak bisa bicara sampai sekarang. ”Waktu itu kami pun sempat mengadukan hal ini kepada bidan tapi tidak ada tanggapan sama sekali. “Katanya.

Dan saat itu Cicih pun sempat juga membawa anaknya ke dokter anak di Ciamis saat Raihan menginjak usia 11 bulan, dan hasil diagnosa dokter yang menangani buah hatinya menerangkan, Raihan menderita epilepsy.

“Saya pun kaget karena anak saya saat usia 3 bulan keadaannya normal-normal saja dan sama seperti bayi lainnya sebelum diimunisasi." Imbuhnya.

Tinggalah kini, bocah malang Raihan hanya bisa tergolek di tempat tidur dengan kondisi memperihatinkan dengan kondisi kakinya yang semakin mengecil.

Sebagai orangtua, Cicih pun berharap anaknya bisa sembuh kembali dan bisa berjalan seperti anak-anak sebayanya, ia ingin melihat buah hatinya bisa berjalan dan bicara kembali seperti anak seumurnya dengan penuh keriangan.

”Pengobatan sudah saya lakukan tapi berhubung keterbatasan biaya, sekarang saya hanya bisa pasrah sama yang maha kuasa saja", Ungjkap Ccich. (AGE)

HATI-HATI ! BANYAK AIR ISI ULANG KEMASAN GALON BELUM LOLOS UJI LABOLATORIUM


PARIGI-Banyaknya perusahaan air kemasan gallon isi ulang di Kabupaten Pangandaran membuat cemas masyarakat, pasalnya perusahaan-perusahaan tersebut masih banyak yang tidak memiliki ijin dan lulus uji laboratorium, baik dari Dinas Kesehatan maupun dari BPPTPM yang dikhawatirkan akan merusak kesehatan tubuh yang menkonsumsi air isi ulang tersebut.

Kepala BPPTPM kabupaten Pangandaran H.Tatang Suherman, SH,Msi saat dihubungi lewat phone celluler nya, untuk antisipasi hal tersebut, sebagai langkah awal pihaknya sudah mengumpulkan 76 pengusaha pengusaha air isi ulang di bulan juni lalu yang dikordinir Toto.

“Menurut kordinator Toto,  ternyata dari seluruh perusahaan isi ulang yang ada di Kabuoaten Pangandaran yang sudah lolos uji lab dan mengantongi ijin dari BPPTPM  hanya 6 perusahaan saja. “Terang Tatang. (28/8).

Tatang juga menambahkan, BPPTPM berharap agar 70 pengusaha lainnya segera untuk melakukan penguji kelayakan air dengan menguji di labolatorium di Bandung serta mengurus perijinan perushaannya.

“Tapi kami baru akan mengeluarkan ijin usahanya setelah perusahaan tersebut lolos uji lab. “Imbuhnya.

Menurut Tatang, pihaknya juga berencana akan melakukan sidak ke semua perusahaan air isi ulang dengan Dinas Kesehatan mulai dari kecamatan Mangunjaya sampai Cimerak setelah ada pencairan dana di anggaran perubahan.

"Insyaalloh, pada APBD perubahan 2016 nanti kami akan sidak kesemua perusahaan tersebut. “Kata Tatang.

Masih kata Tatang, pihaknya sangat menyayangkan apabila perusahaan air isi ulang yang belum mepunyai ijin dan lolos uji labolatorium masih tetap melakukan penjualan karena dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat sebagai konsumen. (AGE).

SITU CISAMPING, WAHANA WISATA DANAU DI BATUKARAS



CIJULANG-Selain wisata pantai, sungai dan goa-goa alam, kini dunia pariwisata pangandaran menambah varian wisata danau, Situ Situ Cisamping yang terletak di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang.

Sebagai tujuan wisata baru, Situ Cisamping kini mulai dikerjakan pembangunannya, dengan anggaran sebesar 1,5 Milyar yang dikucurkan oleh pemerintah pusat diharapkan nantinya cisamping akan menjadi wahana wisata air yang digemari wisatawan. Hal ini tentunya mendapat respon positif  masyarakat sekitar dan diharapkan ke depan bisa menjadi lahan usaha tempat mengais rejeki warga. “Ini tentunya salah satu kesungguhan pemkab dalam pengembangan kepariwisataan pangandaran. “Ungkap salah seorang warga.

Awal pengerjaan penataan dan pembangunan cisamping dimulai dengan pembangunan dua buah resto, Mushala dan MCK. “Nanti bentuknya akan menyerupai pulau-pulau kecil yang dihubungkan dengan jembatan. “Terang pemegang proyek Situ Cisamping, Agus Savana.(28/8).

Sementara untuk pengerukan danau sampai ke mata air dan pembuatan areal parkir, tambah Agus, akan dilaksanakan ditahun 2017.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga semuanya bisa berjalan sesuai rencana. “Imbuhnya.

Salah seorang anggota BPD Batukaras, Endang Sukara,ST mengungkapkan rasa gembiranya ketika mendengar Situ Cisamping akan dibangun sebagai tambahan koleksi tempat wisata yang selama ini sudah ada dibatukaras.

"Alhamdulillah, di desa kami bertambah lagi satu destinasi wisata baru, dan ini secara tidak langsung ini akan berdampak positif pada perkonomian masarakat dan tentunya PADes Batukaras pun akan bernambah. “Ujar Endang.

Ditambahkan Endang, diharapkan dengan dibangunnya Situ Cisamping bisa menjadi tempat wisata paforit yang akan banyak dikunjungi wisatawan baik dari mancanegara maupun wisatawan local.

“Saya optimis, dengan nuansa alam yang sejuk, cisamping akan menjadi tempat rekreasi keluarga yang nyaman. “ Pungkad Endang. (AGE).

ORANG TUA SISWA KELUHKAN ADA PUNGUTAN UNTUK BIAYA QURBAN DI SMKN 1 CIJULANG


CIJULANG-Masih saja ada sekolah yang melakukan pungutan pada siswanya, padahal Bupati Pangandaran sudah beberapa kali mengingatkan kepada sekolah-sekolah yang melakukan itu akan dikenai sanksi.

Seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Cijulang, dengan dalih untuk biaya kurban, siswa diharuskan membayar  sebesar Rp 45 ribu. Seluruh siswa kelas 1 dan 2 diharuskan membayar kurban dan harus lunas akhir agustus bulan ini. “jika  seluruh siswa kelas 1 dan2 berjumlah 600 murid, maka akan terkumnpul sekitar Rp 27 juta, “Ungkap salah seorang orang tua siswa.(23/8).

Masih kata orang tua siswa tersebut,  apapun bentuknya dan namanya, jelas ini pungutan terhadap siswa yang dilarang oleh Pemkab Pangandaran sesuai dengan kebijakan Bupati H. Jeje Wiradinata,  segala pungutanyang selam ini dikenakan pada siswa harus dihilangkan kecuali untuk pembelian pakaian  seragam, yakni  batik dan  pakaian olahraga dan untuk SMK ditambah seragam untuk praktek.

Saat Pangandaran News menelusuri kebenaran isu tersebut, ketika  dikoinfirmasi, Kepala sekolah SMKN 1 Cijulang Maryuanda,Spd.Mpd diruang kerjanya, menjelaskan,  sebenarnya pungutan uang Rp. 45ribu, menurut bukan untuk membeli hewan kurban, melainkan untuk membeli dua ekor sapi sebagai pembelajaran tata cara penyembelihan hewan karena itu ada dalam kurikulum SMKN 1 Cijulangnya, “Karena kalau yang namanya hewan untuk kurban itu paling banyak tujuh orang untuk satu hewan kurban,  “ terangnya.(23/8).

Maryuanda menambahkan, persoalan nanti setelah penyembelihan yang mungkin dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, tentunya daging nya bisa dibagi rata setiap kelasnya. atau bisa juga untuk sodaqoh pada masyarakat kurang mampu di sekitar sekolah, “Jadi sekolah kami tidak memungut biaya untuk kurban. “Terangnya lagi.

Ditemui usai pertemuan dengan insvestor di aula setda, Bupati Pangandaran, H. JejeWiradinatatetap melarang adanya pungutan di sekolah selain untuk pembelian seragam.

 “Saya tegaskan kepada seluruh kepala sekokah, kembalikan pungutan kepada orangtua atau jabatan kepala sekolah saya copot. “Tegas Jeje. (AGE).

CUACA EKSTRIM, NELAYAN TIDAK MELAUT, TPI PUN SEPI


PANGANDARAN-Hampir di setiap TPI ( Tempat Pelelangan Ikan) ahkhir-akhir ini terkihat sepi, ini dikarenakan keadaan cuaca yang tidak menentu  (ekstrim ) yang membuat para nelayan di pangandaran banyak yang mengurungkan niatnya untuk pergi melaut. Dengan tiupan angin kencang dan terkadang dibarengi hujan lebat, tentu saja hal ini membuat takut para nelayan untuk menangkap ikan karena banyak kejadian nelayan hilang terbawa angin atau perahu terbalik.

Salah seorang nelayan Pangandaran, Heri (26) mengungkapkan, dirinya sudah hampir satu bulan tidak melaut dikarenakan keadaan cuaca di laut yang tidak menentu dengan angin di laut begitu kencang dan gelombang tinggi.

"Anginnya sangat kencang ditambah gelombang tinggi, jadinya saya takut melaut," Ungkap.Heri.(25/8).

Hal senada dikatan Neti (57), salah seorang isteri nelayan asal Bojongsalawe Parigi. Menurut Neti, suaminya sudah setengah bulan tidak mendapat pasokan ikan yang banyak karena nelayan hanya sedikit yang berangkat melaut, hingga TPI pun sepi pengunjung dan ikan pun hanya sedikit tidak seperti biasanya yang melimpah/

“Saya berharap semoga keadaan cuaca seperti sekarang ini tidak berlama lama agar kami semua pedagang ikan bisa berjalan lagi seperti biasanya.”harap Neti. (AGE)

TERJADI KELANGKAAN DI PENGECER, ADA PANGKALAN GAS 3 KG NAKAL ?

PANGANDARAN-Kelangkaan gas elpiji 3kg yang terjadi hampir di semua pangkalan di Kabupaten Pangandaran dikeluhkan warga. Pasalnya, bahan bakar tereebut sudah menjadi kebutuhan pokok sehari hari rumah tangga.

Seperti dikatakan Aan Kuntara (36), warga Cijulang, ia mengeluh karena di warung-warung yang biasanya menjual gas 3 kg sekarang kosong, jekas hal tersebut sangat merugikan dirinya yang sehari-hari berjualan nasi goreng. “Kalau tidak ada gas, maka otomatis saya tidak bisa berjualan dan tentunya ini sangat merugikan usaha saya. ”Keluh Aan.(27/8).

Menurut Aan, ia merasa heran, kenapa sekarang terjadi kelangkaan gas 3 kg. Apakah memang ini ada keterlambatan dalam pengiriman atau sengaja ditimbun oleh oknum  distributor. “Saya sampai muter mencari kemana-mana karena hampir di semua warung penjual eceran mengatakan habis",  Ungkapnya.

Hal senada dikatakan Leny (34), salah seorang ibu rumah tangga yang terlihat jengkel dengan kelangkaan gas elpiji 3kg ini karena sudah seharian mencari gas 3 kg belum juga dapat.
"Kalau kelangkaan gas ini tidak segera diantisipasi pemerintah, jelas kami sebagai masyarakat kecil merasa binbgung karena gas el piji 3 kg sudah menjadi kebutuhan pokok kami untuk memasajk.", Kata Leny.

Ditemui di ruang kerjanya, Kabid perdagangan Dinas Parindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Maman, S.Pd, M.Si kepada PNews mengatakan, kelangkaan gas elpiji 3kg ini sudah terjadi sejak awal agustus disebabkan adanya kenaikan kebutuhan menjelang perayaan kemerdekaan RI. Tapi menurut Maman, hal tersebut sudah disampaikan ke bagian sales pertamina bidang gas, Fahmi sebagai pemasok gas 3 kg ke Kabuaten Pangandaran,

Dan menurutnya, pihak pertamina pun sudah menanggapi serius masalah kelangkaan gas 3k ini dan segera menambah pasokan gas elpiji 3kg setiap pangkalan 560 tabung sejak tanggal 23 agustus lalu. “Jadi tinggal kalikan saja, seluruh pangkalan yang ada di Kabupaten Pangandaran seluruhnya berjumlah 9 kali 560 tabung. “Jelas Maman.(26/8).

Ditambahkan Maman, dengan adanya penambahan pasokan tersebut seharusnya tidak terjadi kelangkaan gas di pangandaran. “Kami akan coba sidak lagi ke setiap pangkjaan gas, kalau seandainya ada pangkalan yang nakal itu bisa ditindak dan akan dilakukan PHU (pemutusan hubungan usaha-red). “Imbuh Maman. (AGE)

RATUSAN PESILAT MERIAHKAN GELAR BUDAYA SENI TRADISI PENCAK SILAT JAWARA PAKIDULAN

PANGANDARAN-Sekitar 900 jawara pakidulan dari masing-masing padepokan berkumpul mengikuti kegiatan Gelar Jawara Pakidulan ke 2 Kabupaten Pangndaran. Tepatnya di lapang bola eks. Startrust pantai barat  Pangandaran, sabtu (27/08) para peserta yang diikuti mulai dari anak usia TK hingga para sesepuh pencak silat se- Kabupaten Pangandaran pagelaran Jawara Pakidulan berkumpul untuk unjuk kebolehan.

Dalam even tersebut, turut digelar prosesi pagelaran seni tradisional pencak silat yang menampilkan beberapa perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Gelar budaya yang dibuka oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, selain dihadiri para jawara, juga dihadiri  pejabat pemerintahan Kabupaten Pangandaran, Tokoh budaya dan masarakat berlangsung meriah dengan nuansa budaya.
Dalam sambutannya, Jeje Wiradinbata mengatakan, pemerintah meyambut baik serta memberikan apresiasi dengan even budaya dan berharap para jawara dapat berkontribusi serta berperan aktif dalam pembangunan yang sedang dilaksanakan di pangandaran.

“Para pelaku budaya diharapkan bisa memberikan warna pada pembangunan yang sedang dilakukan Pemda Pangandaran. “Ungkap Jeje.(27/8).

Ketua IPSI Pangandaran, Hendar Suhendar, dalam sambutannya berharap, seni budaya Pencak Silat dapat terus berkembang serta bisa terus ada di di tengah-tengah masartakat.
“IPSI Pangandaran siap membantu program pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda karena seni budaya yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. “Kata Hendar.

Ditambahkan Hendar, kegiatan ini juga bisa dijadikan ajang promosi Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata dunia. Menurut Hendar, ada 38 paguron Yang ikut dalam pagelaran ini ditambah 18 utusan IPSI Jawa Barat, Banten dan komunitas silat DKI Jakarta.

”Pagelaran Jawara Pakidulan ini pun turut dihadiri tim pencak silat yang akan turun dalam PON XIX 2016. “Pungkas Hendar. (hiek)

UNTUK MENGIKUTI UPACARA PENERIMAAN MAHASISWA BARU, MAHASISWA ASAL PANGANDARAN LEBIH AWAL BERANGKAT KE JATINANGOR

PANGANDARAN-Setelah melihat persiapan di Jatinangor untuk upacara penerimaan mahasiswa baru selsai lebih awal, maka seluruh calon mahasiswa  UNPAD Pangandaran pun diberangkat kemarin (20/8).

Demikian dikatakan pihak UNPAD, Cecep, saat dihubungi lewat telefon celullernya.

“Maju satu hari, ini untuk memberi kesempatan istirahat satu hari menjelang besok (22/8-red) ikut upacara. “Paparnya.

Cecep menambahkan, upacara penerimaan mahasiswa baru UNPAD tahun akademik 2016 akan dilaksanakan sekitar pukul 7.00 di kampus UNPAD Jatinangor yang akan dihadiri seluruh bupati/wali kota. “Acara tersebut mungkin akan berahir sekitar jam 4 sore.
“Terang Cecep.

Selanjutnya, sambung Cecep, mahasiswa asal Pangandaran akan tinggal di jatinangor sampai hari selasa tanggal 23 agustus dan baru kembali pangandaran malam hari sekitar jam 23.00 wib.

“Mahasiswa langsung masuk lagi ke asrama di hotel Sinar Rahayu 4. “Kata Cecep.

Tanggal 26-27 agustus, lanjut Cecep, mahasiswa akan diliburkan dulu sampai tanggal 28 masuk lagi ke asrama Sinar Rahayu 4 pangandaran untuk persiapan besoknya tanggal 29 agustus masuk hari pertama kuliah.

“jadi mulai kuliah di kampus UNPAD Pangandaran yang berlokasi di  gedung SDN 3 Cikembulan tanggal 29 agustus. “Pungkas Cecep. (hiek)

INI JADWAL KEGIATAN DAN AWAL KULIAH MAHASISWA UNPAD PANGANDARAN


PANGANDARAN-Untuk registrasi ulang calon mahasiswa UNPAD Pangandaran dilaksanakan tanggal 18-19 Agustus di Kampus UNPAD Pangandaaran (eks gedung SDN 3 Cikembulan depan lapang Cikangkung). “hari ini (jum’at 198/8-red), kami mengadakan audens dengan orangtua mahasiswa dari prodi Ilmu Komunikasi dan Administrasi Bisnis setelah kemarin dengan orangtua dari fakultas Peternakan, Keperawatan, Perikanan dan Ilmu Kelautan dan prodi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. “Terang Kepala Sekolah UNPAD Pangandaran, DR. Bambang Hermanto.(19/8).

Ditambahkan Bambang, bagi mahasiswa yang berhalangan melakukan registrasi hingga tanggal 19 agustus karena memang benar-benar berhalangan, bisa melakukan registrasi di kampus UNPAD Jatinangor. “Pada dasarnya registrasi ditutup tanggal 19 agustus, tapi jika ada mahasiswa yang memang berhalangan seperti sakit, registrasi bisa diakukan di Jatinangor. “Terangnya lagi.

Menurut Bambang, sejak tanggal 18 agustus 2016, seluruh mahasiswa sudah harus masuk asrama, bertempat di Hotel Sinar Rahayu 4 Pangandaran karena sudah harus mulai melaksanakan pembinaan baik yang sifatnya rekreatif, disiplin aturan hidup di asrama dan persiapan untuk mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru UNPAD yang akan diaksanakan di Jatinangor. “Tanggal 19 agustus, seluruh mahasiswa asal pangandaran akan dikembalikan dulu pada orangtuanya sampai tanggal 21 agustus jam 2.00 masuk lagi asrama untuk persiapan berangkat ke jatinangor. “Imbuh Bambang.

Tanggal 22 agustus tiba di Jatinangor sekitar jam 10.00, mahasiswa akan tes kesehatan dan tinggal di asrama UNPAD jatinangor. “Jadi seluruh mahasiswa asalpangandaran akan tinggal dijatinangor sampai tanggal 23 agustus dan sore harinya kembali ke pangandaran.. “Sambung Bambang.

Selanjutnya tanggal 24 sampai 26 agustus mahasiswa asal pangandaran kembali ke asrama Sinar Rahayu 4 Pangandaran untuk mengikuti pembinaan dan program study. Tanggal 26 sore diliburkan hingga tanggal 28 agustus sore seluruh mahasiswa harus sudah masuk asrama lagi. “Karena keesokan harinya, tanggal 29 Agustus 2016 mahasiswa sudah masuk hari pertama kuliah. “Pungkas Bambang. (hiek).

DIWARNAI JATUHNYA BENDERA MERAH PUTIH, PERINGATAN 17 AGUSTUS KABUATEN PANGANDARAN BERLANGSUNG HIDMAT

PANGANDARAN-Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 di Kabupaten Pangandaran digelar  lapangan Parigi diwarnai dengan kejadian jatuhnya sang Merah Putih dari tiang bendera, saat bendera dinaikan sampai di puncak entah mengapa tiba tiba bendera tersebut jatuh,  sontak terdengar teriakan para peserta upacara yang kaget melihat kejadian tersebut secara tiba-tiba. Untuk dapat mengantisipasi hal rtersebut akhirnya bendera tersebut dipegang oleh dua orang perugas paskibra bergantian sampai upacara peringatan hari kemerdekaan selesai.

“Untungnya upacara puncak detik-detik kemerdekaan sudah selesai. “Ungkap salah seorang peserta upacara. (17/8).

Salah seorang pelatih paskibra kabupaten Pangandaran yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan,  sebenarnya saat latihan hari kemarin pun sampai empat kali kejadian lepas tali pengerek bendera terebut terjadi,

 “Saya baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini selama tugas melatih peserta paskibra, “Terangnya.

Menurutnya, segala persiapan yanbg menyangkut pasukan pengibar bendera sudah fiks sejak latihan terakhir kemarin, tapi entah mengapa justru kejadiannya jatuhnya tali pengerek bendera terjadi hari ini.

“Saya merasa sedih seolah-olah latihan yang dilakukan oleh kami tidak berarti." Tambahnya.

Disoal hat tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wuiradinata mengatakan, kejadian jatuhnya bendera tersebut sebenarnya setelah peringatan detik-detik kemerdekaan selesai. “Mudah-mudahan ke depan PHBN (Panitia Hari Besar nasionala-red) lebih sia agi dan kejadian tadi tidak terulang. “Kata Jeje.

Sementara ditemui di ruang kerjanya, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd mengatakan, jatuhnya bendera merah putih pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke 71 di lapang Parigi jelas faktor tidak kesengajaan, dan kejadian tersebut mudah mudahan tidak terulang kembali pada upacara upacara peringatan hari nasional kedepannya, “Saya sangat  mengapresiasi petugas paskibra, mereka sudah baik dalam nenjalankan tugasnya. “Imbuh Iwan.(AGE)

AHER TINJAU LANGSUNG KESIAPAN VEANUE LAPANG PACUAN KUDA LEGOKJAWA


CIMERAK-Kemarin minggu (13/8) Gubernur Jawab Barat, Ahmad Heryawan (Aher) meninjau lapang Pacuan Kuda Legokjawa di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran untuk memastikan kesiapan penyelesaian pekerjaan hingga bisa betul-betu siap bisa digunakan pada PON XIX bulan september mendatang.

"Pengerjaan tribun dan jalan sebelum tanggal 23 Agustus sekarang  bisa selesai, Insya Alloh pada waktunya nanti sudah bisa digunakan," Ungkpa Aher kepada sejumah awak media.(13/8).

Ditambahkan Aher, kendati demikian, Aher meminta pengembang untuk bisa segera menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.

 "Walaupun banyak mengalami kendala masalah cuaca, saya harap rekanan siap bekerja 24 jam," Imbuhnya.
Menurut Aher, ia beum puas kalau hanya menerima laporan dari stafnya saja tentang pengerjaan venue yang ada di daerah.

“Termasuk di pangandaran, Insaalloh saya akan datang untuk mengecek lagi akhir agustus nanti. ”Kata Aher.

Venue pacuan kuda yang berada di Desa Legokjawa, lanjut Aher,  merupakan pacuan kuda terbesar sesuai dengan standar internasional. "Bisa dibandingkan dengan lapang pacuan kuda di daerah lain,seperti Arcamanik, ini yang terbesar," Ungkapnya lagi

Setelah digunakan dalam penghelatan PON XIX 2016 nanti, menurut Aher, lapang pacuan kuda Legokjawa pun bisa digunakan dalam even-even lain yang selama ini digelar di Arcamanik Bandung. Ini akan jadi milik masarakat pangandaran, dan diharapkan selain sebagai pengganti Arcamanik  bisa juga menjadi daya tarik wisata.

 “Kita lihat pemandangan di sini bagus, di depanya ada pemandangan laut dengan taman-taman di sepanjang pantainya, ini akan bisa menarik wisatawan," Imbuhnya lagi. (hiek)

31 EKOR RUSA KELUAR KAWASAN CAGAR ALAM PANGANDARAN, HIMAWAN: “PERHUTANI PERLU BANYAK PEMBENAHAN KAWASAN...”

PANGANDARAN-Maraknya rusa yang selama ini keluar dari kawasan Cagar Alam (CA) Pangandaran, menjadi perhatian serius pihak KSDA. Pasalnya, hewan-hewan tersebut kerap tidak pulang dan menimbulkan masalah di masarakat. Diperkirakan ada 31 ekor rusa yang keluar dan menetap di luar kawasan, dengan tetap berkeliaran di sekitar obyek wisata pangtai barat dan timur pangandaran. “ini menjadi perioritas perhatian kami sebagai pemangku kawasan. “ Ungkap Kabid Wilayah III KSDA Ciamis, Himawan saat ditemui PNews usai pertemuan dengan pihak perhutani, Pemerinbtahan Desa Pangandaran, Pananjung dan masarakat di kantor KSDA Resort Wliayah XX Pangandaran.(11/8).

Ditegaskan Himawan, KSDA sendiri terkait rusa-rusa tersebut sedang mengadakan survey, mana rusa yang selalu berada di luar dan menimbulkan konflik dan mana rusa yang masih bisa dilakukan pembinaan habitat di dalam dan pembinaan populasinya. “Untk yang selalu menimbulkan konflik kita memang sedang memproses segala sesuatu terkait dengan rencana-rencana penanganan termasuk dilakukan penangkaran, “Ungkap Himawan.

Termasuk juga pembuatan sangkuary di dalam kawasan, lanjut Himawan,  akan dibicarakan  bersama dengan unsur-unsur terkait. “Karena penangkaran rusa bagi kami bukan hanya sekedar solusi tapi juga akan kita geser menjadi satu daya tarik wisata. “Kata Himawan
Untuk selolusi penangkaran yang akan dikelola pihak ke tiga sendiri itu sudah diatur dalam SOP

Pemberian Izin Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. 19/Menhut-II/2005 Tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar. “Jadi masalah tersebut, kami akan mengadakan kominikasi internal dulu. “Terang Himawan.
   
Disoal adanya dua pengelola di taman wisata Cagar Alam pangandaran, Himawan mengatakan, wajar jika selama ini ada kesan seperti itu. Padahal, menurut Himawan,  sebagai pengelola tetap hanya satu, KSDA. Taman wisata alam itu sebagian wilayahnya sudah diberikan ijin konsesi dalam bentuk ijin pengelolaan pariwisata alam kepada Perum Perhutani. Dalam pelaksanaannya, memang harus berkordinasi dengan pemangku wilayah, Resort Wilayah XX Pangandaran dan Seksi Konsesi Wilayah VI Tasikmalaya. Karena sifatnya kordinasi, maka pengelolaan aktif dalam untuk wilayah konsesi tetap ada di perhutani. “Sedangkan dalam pengurusan satwa yang ada di area kelola perhutani tetap harus dikerja samakan dengan KSDA, karena pihak KSDA sebagai pemangku cagar alam dan kawasan alam tidak memberikan konsesinya. “Jelas Himawan lagi.

Menurut Himawan, sebaiknya semua harus bisa mengelola masalah ini menjadi satu potensi. Ketika rusa dipandang menjadi satu masalah, sebaiknya hal tersebut  harus bisa dirubah menjadi satu daya tarik wisata. “Bagaimana kita menej masalah ini agar bisa menjadi sebuah potensi. “Imbuh Himawan.

Disoal kurangnya sarana dan kelengkapan di tempat akifitas wisata dari perhutani, Himawan menegaskan, semuanya memang harus dikomunikasikan dengan baik antar perhutani dan KSDA selaku pemangku kawasan dan pengelola kawasan cagaralam dan sebagian taman wisata alam, “Oleh karena itu pengelolaannya tidak akan bisa sendiri-sendiri, perhutani harus bersama-sama dengan pemda, masarakat dan KSDA sebagai pemangku kawasan. “Ujar Himawan lagi.
   
Dikatakan Himawan lagi, pertemuan yang digags kali ini pun sebenarnya mau menggodok dan merumuskan kembali cita-cita dari pengelolaan wisata alam  Cagar Alam Pangandaran ini. “Inilah sebenarnya yang akan kami dorong supaya bisa bersama-sama menjaga asset ini sebagi wisata yg memang menjadi destinasi utama di jawa barat sesuai dengan yang ada pada visi-misi pemkab pangandaran. “Tambahnya.
   
Soal kurangnya sarana kelengkapan yang ada kawasan wisata Cagar Alam pangandaran, Himawan mengtakan, ini menjadin masukan yang sangat menarik dan sudah ditindaklanjuti pihak KSDA. “Dan saya lihat di lapangan, perhutani pun sudah mulai menindaklanjuti, tapi  mungkin belum seluruhnya. “Ungkapnya lagi.
   
Oleh karena itulah, menurut Himawan lagi,  sebenarnya unsur-unsur pengawasan, saran dan lainnya memang harus perlu ditingkatkan, karena selaras dengan harapan visi-misia bupati Kabupaten Pangandaran, untuk menjadikan pangandaran sebagai tujuan wisata dunia. Dan terkait dengan pengelolaan wisata diharapkan perhutani bisa lebih ditingkatkan sarana kelengkapnnya. “Saya pikir perhutani perlu banyak membenahi, dan masalah puas dan tidaknya  itu kita serahkan pada wisatawan bukan pada kami karena justru karena pengunjung inilah saya katakan sangat perlu sangat dibenahi. “Pungkas Himawan. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN