PDIP DPC PANGANDARAN GANDENG WARTAWAN GELAR TRY OUT SBMPTN

PANGANDARAN-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) benar-benar menunjukkan jargonnya sebagai partai wong cilik. Hal tersebut diperlihatkan dengan kepedulian partai berlambang Banteng Moncong Putih ini pada pendidikan dengan menggelar Try Out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Menurut Sekretaris DPC PDIP Pangandaran, Riki Zulfikri, kegiatan tersebut sebagai komitmen partainya di bidang pendidikan, sekaligus memperingati HUT PDI Perjuangan dan juga bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap pendidikan generasi muda bangsa.

 “Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen partai dalam bidang pendidikan untuk membekali para siswa dalam menempuh ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri, sehingga dapat lebih berkompeten dan mudah-mudahan bisa diterima di perguruan tinggi negeri. ”Ungkap Riki.(21/5).

Riki Menambahkan, Try Out yang diikuti sekitar 90 siswa ini diselenggarakan di gedung Islamic Center Pangandaran  kepada para peserta hanya di pungut biaya pendaftaran senilai Rp 1.000.

"Dengan biaya yang sangat murah ini para peserta try out akan mendapat fasilitas modul soal serta modul profile setiap perguruan tinggi negeri. " jelasnya.

Setelah dilakukan Try Out, lanjut Riki, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh DPC melalui lembaran jawaban komputer dan hasilnya akan di serahkan kepada DPP PDIP.

Riki juga mengatakan, kegiatan try out yang diselenggarakan oleh DPC PDIP Pangandaran ini dalam kepanitiaannya bekerja sama dengan sejumlah awak media yang ada di pangandaran.

“Kami sengaja dalam pelaksanaan try out ini pelaksanaannya bekerja sama dengan rekan-rekan wartawan untuk saling merekatkan hubungan kami dengan media.”Jelasnya lagi.

Ketua panitia, Asep Nurdin membenarkan, PDIP DPC Pangandaran sudah  memberikan kepercayaan sebagai panitia pelaksana kepada wartawan pangandaran. “Kami sangat berterima kasih pada PDIP pangandaran yang sudah mempercaya kami sebagai panitia pelaksana try out ini. “Kata Asep.  (hiek)

BUPATI PANGANDARAN, H. JEJE WIRADINATA AKAN BEROBAT KE SINGAPURA

PANGANDARAN-Ditemui di Rumah Dinasnya di Dusun Sucen Desa Cibenda kecamatan parigi (20/5), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata nampak segar bugar pasca menjalani perawatan kesehatan di Bandung. Kedatangannya sekitar pukul 15.00 disambut Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua DPRD, Iwan M. Ridwan, S.Pd. M.Pd, Wakil ketua DPRD, M. Taufiq dan beberapa pejabat pemerintahan, Tokoh Agama dan beberapa tokoh masarakat.

Kepada PNews Jeje mengatakan, ganguan pada tenggorokannya yang mengakibatkan suaranya terganggu itu disebabkan karena ada benjolan kecil di sekitar pita suara. “Biasanya hal seperti ini sering terjadi pada artis penyanyi dan politisi karena saking seringnya mengeluarkan suara.” Terang Jeje.

Menurut tim dokter yang memeriksanya, Jeje mengatakan, secara keseluruhan kondisi kesehatannya tidak ada gangguan apa-apa selain ganguan pada pita suaranya. “Setelah dicek oleh Profesor Didik yang memeriksa saya, gula, darah dan jantung saya dalam keadaan prima. “Terang Jeje lagi.

Disoal operasi pengangkatan benjolan di tenggorokannya, Jeje mengatakan, karena alat kedokteran pada tim dokter yang menangani masih ada yang kurang, maka direncanakan operasi tersebut akan dilakukan di Singapura. “Insaalloh, sekitar tanggal 26 mei saya berangkat ke singapura dalam rangka pengobatan, minta doa'nya saja dari semua. “Kata Jeje.

Jeje menyesalkan, saat pemberangkatan pengobatan ke bandung ia tidak memberi tahu pada ibunya. Maksudnya baik, saat itu Jeje tidak ingin membuat ibundanya sedih dan repot karena ia akan pergi berobat ke bandung. “Saya menyesal dan sedih, seharusnya apa saja, pada saat apa pun kita harus minta restu orangtua. “Ujar Jeje terbata-bata.   (hiek)

TELAN ANGGARAN 15 MILYAR, PASAR PANANJUNG AKAN DIBANGUN 2 LANTAI

PANGANDARAN-Berangkat dari perhatiannya pada pedagang di pasar tradisional Desa Pananjung, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berencana membangun pasar tersebut dengan bangunan pasar yang representatif berlantai dua. “Walau pun bukan pasar modern, tapi nantinya pasar tersebut akan lebih betah dikunjungi pembeli karena keadaannya yang bersih dan terawat. “Ungkap Jeje.

Kepada sejumlah awak media di kediamannnya di jalan Kidang Pananjung beberapa waktu lalu, Jeje mengatakan, saat ia berkunjung ke pasar Desa Pananjung, beberapa pedagang yang sempat ditemui menuturkan keinginannya agar pasar tersebut mendapat perhatian pemerintah dan berharap pemkab Pangandaran segera merenovasinya karena sudah tidak sesuai lagi jika dibanding dengan visi-misi pemerintahan yang akan menjadikan pangandaran menjadi tujuan wisata dunia. “kasihan mereka, apalagi jika musim hujan tiba jalannya becek dan kubangan air nampak dimana-mana.”Ungkap Jeje lagi.

Ditambahkan Jeje, pembangunan pasar tersebut direncanakan akan menelan biaya sekitar Rp 15 milyar, dan anggaran tersebut bukan dari APBD Kabupaten Pangandaran. “Nanti kami akan mengusahakan baik ke pemprop atau ke pemerintah pusat. “Terang Jeje.

Menurut Jeje, saat kunjungan ke pasar pananjung itu, ia mengatakan pada sejumlah pedagang, jika tidak dibangun oleh pemda nantinya bisa saja dibangun oleh pihak ke tiga (pengembang-red), maka para pedagang pun akan membayar mahal untuk bisa memilikinya. “Waktu itu saya sempat tanya pada para pedagang, bapa-bapa, ibu-ibu mau seperti itu ? dan pedagang pun  mengatakan tidak akan mampu jika harus membayar mahal” Kata Jeje.

Dan ini merupakan salah satu komitmen dan perhatian pemkab Pangandaran pada pedagang yang ada di pasar tradisonal agar tidak tergerus oleh laju pertumbuhan pasar-pasar modern yang sekarang semakin marak. “Apalagi pasar ini kan sering juga dikunjungi oleh wisatawan, malu jika keadaannya masih seperti itu. ”Tambah Jeje.

Disoal kapan rencana pembagunan tersebut akan dilaksanakan, Jeje menuturkan, tahun ini atau paling lambat tahun 2017 pasar tersebut harus segera dibangun. (hiek)

LOKASI PEMBANGUNAN TOKO MODERN HARUS MENGACU PADA RT RW

PANGANDARAN-Maraknya pembangunan tempat belanja modern (mini market) semakin menjamur dan dewasa ini tidak dapat dibendung seiring dengan perubahan dinamika pemikiran dan perilaku konsumsi masyarakat.  Terlihat hampir di setiap sudut ibu kota kecamatan seolah menawarkan layanan belanja nyaman dengan fasilitas air conditioner (ac) ditambah keramahan para penjaja yang menggoda.

Namun ahir-ahir ini keberadaannya dikuatirkan dapat memarginalkan peran pasar tradisional yang sudah kental dalam kehidupan masyarakat, karena selama ini keberadaan pasar tradisional tidak dapat dikesampingkan perannya dalam menopang perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Ijin membuka tempat belanja modern pun seakan mudah didapat dari pemerintah daerah, walau terkadang keberadaannya tidak kurang 100 meter dari pasar tradisional. Padahal dalam SK Bupati nomer 27 tahun 2015 pasal 6 dikatakan, lokasi pendirian toko modern harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah dan rencana detail Tata Ruang Wilayah Kabupaten, termasuk peraturan zonasinya, serta jaraka pembangunan dengan pasar tradisional pun minimal harus 200 meter di ibu kota kabupaten, 250 meter di kecamatan dan 300 meter dengan pasar tradisonal yang ada di desa. (pasal 5).

Menanggapi adanya keinginan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang akan membatasi jumlah  keberadaan toko modern tersebut, Kabag Hukum Setda Pangandaran, Jajat Supriadi, SH, M.Si mengatakan, memang sebaiknya pemda moratorium dulu SK Bupati nomer 27 tahun 2015 tersebut dan mengevaluasi  keberadaan toko modern yang sudah ada serta melihat dampak sosial ekonominya pada pasar tradisonal. “Tidak lama lagi akan dibahas dalam rapat kerja dengan bupati. “Kata Jajat.(4/5).

Jajat menambahkan, pihaknya akan segera mengecek ke BPPT berapa jumlah minimarket yang ada di tiap-tiap kecamatan. “Karena masing-masing kecamatan mempunyai kuota berbeda jumlah keberadaan toko modernnya. “Tambah Jajat.

Seperti yang ada pada SK Bupati nomer 27 tahun 2015, jumlah minimarket di kecamatan Cimerak 4 unit, Cijulang 6 unit, Cigugur 3 unit, Langkaplancar 2 unit, Parigi 8 unit, Sidamulih 5 unit, Pangandaran 18 unit, Kalipucang 6 unit, Padaherang 7 unit dan Kecamatan Mangunjaya 3 unit. (hiek)

SDN 1 PARIGI RAIH NILAI TERTINGGI UN

PANGANDARAN-Ujian Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang dulu disebut dengan UN ( Ujian Nasional) mulai tanggal 16 mei 2016 serentak dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran, dengan 3 mata pelajaran yang diujikan, pelajaran IPA, matematika, bahasa Indonesia dan dilanjutkan dengan ujian lokal yang dilaksanakan dilaksanakan selama tiga hari.

Saat PNews melihat langsung kegiatan USM tersebut di SDN 1 yang menjadi SD senter di Kecamatan Parigi, sejumlah siswa kelas VI Nampak serius menghadapi satu demi satu pertanyaan yang ada pada lembar ujian. ," Alhamdulillah, pelaksanaan USM ini berjalan dengan baik tanpa ada kendala saat mulai kegiatan ujian ini dari hari pertama (senin-red) hingga selesai, dan seperti diketahui, untuk peserta ujian di SD kami ada 37 siswa, 16 putra dan 21 putri dengan para pengawas ujian yang disilang dari SD lain sehingga siswa yang mengikuti USM ini pun bisa lebih konsentrasi. “Ungkap  Kepala sekolah SDN I Parigi, H.Dedi Kuswandi,Spd.(16/5).

    Disoal jumlah tingkat kelulusan siswanya, Dedi mengatakan, setiap tahunnya siswanya 100% lulus dengan nilai yang menggembirakan dan setiap tahun SDN I Parigi selalu juara sebagai SD yang mempunyai nilai USM/UN tertinggi dibanding SD lainnya di Kecamatan Parigi. "Semenjak saya diangkat sebagai kepala sekolah SDN I Parigi  tiga tahun yang lalu, sekolah kami selalu mendulang prestasi baik di bidang edukasi atau olahraga dan semoga saja kedepannya lebih banyak prestasi yang bisa diraih walau suatu saat saya sudah tidak di sini. “Kata Dedi lagi.

    Dedi yang ditemui PNews di ruang kerjanya mengatakan, untuk program kedepan, pihaknya akan mewajibkan para siswa untuk mengikuti pendidikan berkarakter lewat  eks school seperti yang di sarankan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang meliputi pendidikan agama, pramuka dan seni budaya. "Kami sangat mendukung program pendidikan berkarakter yang digulirkan Bupati H. Jeje Wiradinata. “Ujarnya. (AGE)

KEDUNGWULUH, IKUTI PENILAIAN LOMBA DESA TINGKAT PROVINSI

PANGANDARAN-Merupakan satu kebanggaan masarakat Desa Kedungwuluh Kecanmatan Padaherang berdasarkan hasil penilaian lomba desa tingkat kabupaten Pangandaran terpilih menjadi juara I dan berhak mewakili 93 desa yang ada di pangandaran untuk maju ke lomba desa tingkat provinsi.

Dalam penilain yang dilakukan oleh tim penilai tingkat  propinsi, untuk mengevaluasi dan menilai perkembangan pembangunan yang ada di desa. Karena melalui lomba ini pemerintah pemerintah daerah melalui penilain tim juri dapat mengetahui perkembangan pembangunan yang dilakukan masing-masing desa dalam memajukan dan memberdayakan warganya, dan salah satunya sejauh mana dukungan desa dalam kegiatan di bidang pendidikan, keagamaan dan Posyandu.

Kepada PNews, Ketua Tim Penilaian Lomba Desa tingkat Provinsi, M.A. Welid menjelaskan, dalam lomba desa ini diharapkan adanya terobosan-terobosan dari Kepala Desa dalam rangka pembangunan kewilayahan desanya dengan tidak selalu harus menunggu petunjuk dari pemerintah daerah. Selagi itu merupakan sebuah inovasi dan kreativitas dalam pelayanan masyarakat,  pemerintahan desa bisa melakukannya. “ Ke depan, bukan hanya Desa Kedungwuluh saja sehingga melalui penilaian ini bisa menjadi insfirasi bagi desa desa yang lain. “Kata Welid.(16/5).

Lebih lanjut Welid mengatakan, sebagai indikator penilaiannya meliputi pendidikan , kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, dan juga kesejahteraan keluarga. “Ruang lingkup penilaiannya seputar itu, dan bagaiman pula peran Kepala Desa dan perangkat desa lainnya dalam point-point tersebut. “Jelas Welid lagi.

Sementara Kepala Desa Kedungwuluh, Teti Heryani mengatakan,  suatu kehormatan menjadi juara lomba tingkat kabupaten, namun menurut Teti prestasi ini tidak menjadikan besar kepala karena menurutnya masih banyak kekurangan baik sebagai kepala desa atau perangkat desa lainnya, walau  untuk itu pihaknya tetap selalu melakukan pembinaan  kepada seluruh staf secara berjenjang dengan meningkatkan SDM seluruh jajaran yang ada di pemerintahan Desa. “ Harapan kami, ke depan bisa menjadi lebih baik lagi, dan  berharap di tingkat provinsi nanti  bisa menjadi yang terbaik. “Pungkas Teti. (TONI)

POLSEK PANGANDARAN SIAP LAYANI UJIAN TEORI DAN PRAKTEK PEMBUATAN SIM A & C

PANGANDARAN-Bagi masarakat yang ingin membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM) A atau C, sekarang sudah bisa dilayani di kantor Polsek Pangandaran pada minggu ke I tiap bulannya.

Demikian dikatakan Kapolsek Pangandaran, Kompol. Suryadi, SH, MM saat ditemui PNews di ruang kerjanya. “Untuk ujian praktek dan teori proses pembuatan SIM A dan C sekarang sudah bisa dilakukan di sini. “Ungkap Suryadi.(12/5).

Untuk pencetakan sendiri menurut Suryadi, sampai saat ini masih dilakukan di Polres Ciamis. Setelah pemohon dinyatakan lulus ujian praktek dan teori yang dilaksanakan di polsek Pangandaran, maka pemohon tinggal datang ke polres ciamis untuk pengambilan photo saja. “jadi proses pembuatan SIM yang ada di polsek pangandaran hanya melakukan ujian teori dan praktek saja. “Terang Suryadi.

Suryadi menambahkan, sementara untuk pembuatan SIM keliling, biasanya dilaksanakan sekitar pertengahan bulan. “Kecuali ada permintaan masarakat dengan jumlah yang banyak, pasti langsung dilayani walau bukan dalam jadwal kedatangan. “ Imbuh Suryadi. (hiek).

17-21 SEPTEMBER, PON XIX 2016 DIGELAR DI 16 KABUPATEN/KOTA JABAR

PANGANDARAN-Pemerintah propinsi Jawa Barat menargetkan catur sukses pada penyelenggaraan PON XIX tahun 2016 bulan september mendatang. yakni sukses penyelenggaraannya, sukses prestasi, sukses perekonomiana, serta sukses administrasinya.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa barat. H. Deddy Mizward dalam acara sosialisasi PON XIX dan PEPARNAS di Baulevard pantai barat Pangandaran.  “Kita sepakat,  rakyat jawa barat dalam PON XIX tahun 2016 untuk menjadikan jabar kahiji. “Kata Deddy.(15/5)

Selama ini menurut Deddy banyak masarakat tahu tentang penyelenggaraan PON dan Peparnas, tapi masarakat tidak tahu kapan waktu penyelenggaraannya. Untuk itulah pemerintah harus lebih sering mensosialisasikannya. “PON XIX tahun 2016 akan dilaksanakan tanggal 17 sampai 21 september, sedangkan Peparnas tanggal 15 sampai dengan 24 oktober 2016. “Terang Deddy.

Dikatakan Deddy, Jawa Barat terahir menjadi tuan rumah dan sekaligus menjadi juara umum tahun 1961, rentang waktu 53 tahun mudah-mudahan bisa mengulang kesuksesan Jawa Barat di even olah raga nasional ini. “Jadi, seperti yang dicanangkan dalam catur sukses, jabar harus menjadi nomer satu dalam PON tahun ini. “Tegas Deddy.

Ditambahkan Deddy, satu kebanggaan untuk masarakat Kabupaten Pangandaran menjadi tuan rumah PON XIX, dua cabang olah raga yakni terjun payung dan kuda pacu. Ada dua venue yang akan menjadi tempat digelarnya pesta olah raga nasional ini, bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang dan lapang Pacuan Kuda Legokjawa di Kecamatan Cimerak. “Setelah penyelenggaraan PON, nantinya kedua venue tersebut bisa digunakan untuk pembinaan atlit-atlit yang ada di Pangandaran. “Kata Deddy.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizward pun mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pangandaran yang sudah memberikan fasilitas untuk lancarnya penyelenggaraan PON nanti. “Terimakasi semua kontribusi yang sudah diberikan pemerintah dan masarakat Kabupaten Pangandaran, dan mudah-mudahan target jabar kahiji bisa tercapai, amien. “Imbuh Deddy.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, dengan kucuran anggaran sebesar Rp 48 milyar untuk penyelenggaraan PON XIX 2016, Pemkab Pangandaran akan transparan dalam penggunaan dana tersebut. “Karena kami pun akan mendukung catur sukses yang dicanangkan pemprop jabar, termasuk sukses administrasi. “Kata Jeje.

Dua cabang olah raga PON yang akan dipertandingkan di Kabupaten Pangandaran jelas akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masarakat pangandaran yang sudah dipercaya menjadi tempat diselenggarakannya even olahraga berskala nasional. “Kami bangga bisa sejajar dengan 16 kabupaten/kota di jawa barat yang sama-sama menjadi tempat penyelenggaraan PON XIX tahun 2016 ini. “Kata Jeje lagi. (hiek)

UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI PEDESAAN, DESA KERTAMUKTI JALIN KERJASAMA DENGAN PT BAYER

PANGANDARAN- Dalam fungsinya, kepala desa harus bisa memberikan solusi bagi warganya dalam masalah  yang terjadi di masyarakat, tidak terkecuali dengan peningkatan SDM ( Sumber Daya Manusia ) dan penciptaan lapangan kerja bagi warganya. Sudah saatnya sekarang masyarakat dan pemerintahan desa tidak hanya menggantungkan kepada pemerintah, seperti yang dilakukan Kepala Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Asep Purnama yang berhasil menggandeng perusahaan PT. Bayer untuk pemasaran hasil pertanian warga Desanya.

"Yang paling penting, sebagai kepala desa harus bisa memberikan yang terbaik buat warga terutama dalam menciptakan lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup warga. “Jelas Asep. (10/5).

Asep juga mengatakan, seluruh aparatur desa dituntut untuk bisa lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan perangkat desa jangan hanya menanti bantuan dari pemerintah saja atau berharap uluran tangan para dermawan.

“Sebenarnya banyak sekali potensi yang ada di pedesaan yang belum maksimal dalam pemanfaatannya. “Kata Asep.

Seperti yang dilakukan pemerinatahan Desa Kertamukti, dengan menggandeng perusahaan PT. Bayer, mencoba untuk lebih membardayakan hasil pertanian warga agar bisa lebih bernilai ekonomis tinggi serta hasilnya bisa dilangsung dinikmati oleh masarakat desa.

“Alhamdulillah, dengan PT bayer, kami bekerja sama dengan menyediaan bahan baku yang diperlukan perusahaan seperti kunyit, kunci dan serei. “Terang Asep.

Dikatakan Asep, rencananya bahan baku hasil pertanian warga Desa kertamukti tersebut akan diekspor ke beberapa negara di asia seperti Singapura dan India.

“Total yang dibutuhkanb PT Bayer, 20 ton untuk kebutuhan kunyit dan 10 ton untuk kunci setiap bulannya. “Terang Asep lagi.

Dengan memanfaatkan lahan seluas 8 hektar milik desa, menurut Asep, warga bisa bercocok tanam jenis kunyit, kunci dan serei sebagai bahan baku PT Bayer yang bisa mempunyai nilai ekonomis dan jadi komoditi asli dari Desa kertamukti.

“Di atas lahan 8 hektar tersebut, warga menanam tanaman kunci 2 hektar, serei 2,5 dan sisanya untuk tanaman kunyit. “Imbuh Asep.

Sedangkan untuk kedepannya, lanjut Asep, bila ini berjalan mulus bisa dijadikan Badan Usaha Milik Desa  (BUMDes)  dan dijadikan PADes Desa Kertamukti. Dalam kerjasama  PT. BAYER dan Desa Kertamukti, pihak perusahaan pun sudah memberikan bantuan berupa mesin pengering untuk lebih mempercepat proses pengeringan.

“Dengan adanya kerjasama dengan PT Bayer ini, diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam perekonomian warga  dan diharapkan pula Pemkab Pangandaran bisa memberikan arahan untuk kelancaran usaha warga di Desa Kertamukti.” Pungkas Asep. (AGE).

PAW CICIH MINTARSIH MENGGANTIKAN ALM.BUNTORO DARI FRAKSI DEMOKRAT

PANGANDARAN-Untuk kelancaran tugas-tugas yang ada di DPRD, baru-baru ini dilaksanakan Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pangandaran untuk anggota DPRD dari fraksi demokrat atas nama Alm. Buntoro yang meninggal beberapa bulan lalu akibat penyakit yang dideritanya. Dan sesuai aturan yang dimilki DPC Demokrat Pangandaran, memutuskan  Cicih Mintarsih sebagai penggantinya.

Acara yang digelar di gedung Da’wah Cijulang (13/5) selain dihadiri oleh pimpinan dan seluruh anggota DPRD, turut hadir pula Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kepala SKPD, dan pemerintahan lainnya.

Surat PAW yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat memutuskan, Cicih Mintarsih sebagai Pengganti Antar Waktu alm. Buntoro karena meninggal dunia.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, SP.d M.Pd mengucapkan kepada Bupati Pangandaran seluruh aparatur pemerintahan yang sudah berkenan hadir dalam acara pelantikan Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Cicih Mintarsih untuk mengisi kekosongan anggota dari fraksi demokrat alm Buntoro.

“Melalui pelantikan hari ini, maka Cicih Mintarsih resmi menjadi anggota DPRD Pangandaran terhitung tanggal 2 mei 2016.”Terang Iwan. (AGE)

SAFARI GERAKAN NASIONAL GEMAR MEMBACA 2016, DRS. MUH. SYARIF BANDO, MM: “Tingginya Budaya Tutur Dibanding Budaya Baca..”

PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menggelar kegiatan gerakan gemar membaca buku sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam memajukan daerah. Dengan menghadirkan pembicaraa seperti, Puti Guntur Soekarno Putri Anggota komisi X DPR RI, Drs. Muh. Syarif Bando, MM dari perpustakaan Pusat dan DR.Oom, Kepala Perpustakaan Jawa Barat.
Pada acara yang digelar di Islamic Center tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata secara tersirat mengatakan akan mebangun dua gedung perpustakaan daerah yang refresentatif. “pemerintah pangandaran sangat resfek sekali pada kegiatan gemar membaca, dan kami pun Insaalloh akan membangun gedung perpustakaan yang ramah lingkungan.” Ungkap Jeje.(13/5).

Dikatakan Jeje, dengan dibangunnya gedung perpustakaan, diharapkan dapat merangsang minat baca bagi masyarakat khususnya anak-anak sekolah di daerah agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya. “Dengan gerakan gemar membaca buku, diharapkan pula  bisa meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia-red) dengan melaksanbakan langkah-langkah kongkrit serta realistis. “Ungkap Jeje lagi.
Sementara Puti Guntur Soekarno Putrri dalam diskusinya mengatakan, saat dirinya masih kecil sering dibacakan dongeng oleh neneknya (Ibu Fatmawati) dan cerita tentang beberapa tokoh suri tauladan. “Walau berawal dari membaca buku dongeng, tapi sejak saat pula tumbuh pada diri saya kegemaran membaca yang sangat bermanfaat. “Kata Puti.

Menurut Puti, buku merupakan gudang ilmu, maka jika ingin mengetahui dunia dan pengetahuan lainnya harus dibiasakan membaca. Karena dengan membiasakan membaca buku, walau dimulai dengan buku-buku dongeng, maka dari hari ke hari pengetahuan diri pun akan bertambah.
Ditambahkan Puti, kegiatan membaca adalah bagaian pancasilais, karena dengan gemar membaca secara langsung membangun karakter bangsa yang bermartabat. “Saya sebagai anggota komisi X DPR RI yang ada salah satunya menangani pendidikan sangat respon sekali ketika ada kegiatan perpustakaan dan kegiatan gemar membaca. “ Imbuh Puti.

Hal senada dikatakan Kepala Perpustakaan Jawa Barat,  DR. Oom, pihaknya sangat memperhatikan perkembangan perpustakaan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Apalagi secara kebetulan ia pun lahir di Pangandaran, tepatnya di Dusun Astamaya Desa Parigi. Maka secara pribadi pun Oom merasa terpanggil untuk bisa lebih mengembangkan dunia perpustakaan yang salah satu fungsinya menbuat masarakat agar gemar membaca. “Saya memberikan apresiasi pada Bupati Pangandaran, Bapa H. jeje Wiradinata yang mempunyai rencana akan membangun gedung perpustakaan yang dalam pembangunannya nanti tidak akan meninggalkan ciri daerah dan ramah lingkungan. “Kata Oom.

Menurut Oom, karena kegiatan membaca itu biasanya berawal dari pendidikan di rumah, maka peranan ibu-ibu sangat strategis untuk mengajak anak-anaknya agar membiasakan dari untuk gemar membaca. “Tadi saya sempat berbincang dengan Ibu Ida Wiradinata sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran, kata beliau akan memasukan program membaca pada setiap kegiatan PKK di Pangandaran. “Kata Oom lagi.

Dituturkan Oom, walau saat ini minat baca di Provinsi Jawa Barat tergolong relatif rendah, tapi pihaknya akan terus berusaha bagaimana meningkatkan minat baca di masarakat jabar hingga nantinya membaca jadi salah satu kebutuhan hidup. “Karena dengan membaca, seperti dikatakan bupati tadi, bisa meningkatkan IPM di pangandaran. “Imbuh Oom.

Masih di tempat yang sama, Drs. Muh. Syarif Bando, MM secara umum mengatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk 253,60 juta jiwa dari 17 jumlah penduduk.504 pulau dan terdiri dari 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa, dalkam gemar membaca masuk dalam peringkat 108 dari 187 negara dunia. Perungkat Indonesi ada di bawah ururtan Negara asean seperti Singapura (26), Brunei (33), Mlaysia (61),  Thailand (103) dan Filioina (112). Sedangkan secara pemahaman, menurut Syarif, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, cetak dan atau rekam secara professional dengan sistim yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi dan rekreasi para pemustaka. “Salah satu faktor rendahnya IPM  di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan masarakat. “Ungkap Syarif.

Dikatakan Syarif, peningkatan kualitas masarakat dalam pengembangan diri menambah ilmu pengetahuan secara mandiri mengalami banyak kendala. Diantaranya belum meratanya penyebaran bahan perpustakaan untuk masarakat. “Selain itu tingginya budaya tutur dibanding budaya baca di masarakat. “Terang Syarif.

Agar pemberdayaan perpustakaan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya manusiua (SDM), menurut Syarif, perlu dikembangkan perpustakaan dan minat baca masarakat lebih serius sebagai upaya mewujudkan Indonesisa gemar membaca dalam membangun karakter bangsa. “kehadiran institusi perpustakaan dengan dukungan pustakawan yang berkompeten seyogyanya mampu menyediakan dan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas sesuai dengan budaya lokal berciri khas Indonesia. “Terang Syarif lagi.

Sementara kewajiban Pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota, menurut Syarif sudah diatur dalam Undang-undang nomor 43 tahun 2007 pasal 8, yang menjamin penyelenggaraan dan pembangunan perpustakaan yang ada di daerah. (hiek)

KETUA DPRD PANGANDARAN PANTAU PERSIAPAN PILKADES SERENTAK DESA CIBOGO

PANGANDARAN-Desa Cibogo Kecamatan Padaherang adalah salah satu desa yang akan melaksanakan Pilihan Kepala Desa (pilkades) serentak tahun 2016 berkesempatan mendapat kunjungan ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd dalam rangka melihat kesiapan Panitia Pilkdes serentak jelang pelaksanaannya tanggal 22 Mei 2016.

Walau tidak ada jadwal resmi dengan kunjungan ke Desa Cibogo, namun sebagai Ketua DPRD Iwan merasa perlu untuk  datang bersilaturahmi dengan masarakat dan melihat sejauh mana kesiapan yang telah dilaksanakan panitia pilkades Cibogo. “Walau ini tidak resmi, tapi sabagi wakil rakyat saya mempunyai rasa tannggungjawab baik pada pelaksanaan pilkades atau melihat keadaan masarakat secara langsung. “Ungkap Iwan.(8/5).

Kepada masarakat Desa Cibogo Iwan menyampaikan, perlunya partisipasi langsung masarakat untuk menyalurkan hak suaranya dalam penyelenggaraan pilkades yang akan menentukan Kepala Desa sebagai pimpinan pemerintahan  di tingkat desa. “Kepada Bapak-bapak dan  Ibu-ibu, sesibuk apa pun saat pelaksanaannya nanti, diharapkan bisa hadir ke tempat pemilihan yang telah ditetapkan panitia pemilihan Kepala Desa Cibogo. “Tambah Iwan.

Selain itu Iwan pun berpesan agar seluruh warga bisa menjaga kondusifitas baik dari sebelum pelaksanaan, pada hari H pelaksanaan sampai dengan selesainya pilkades  yang akan menghasilkan Kepala Desa Cibogo pilhan rakyat. “Sekali lagi, jaga kondusifitas dan ingat, suara pilihan ibu dan bapak akan menentukan bagaimana roda pemerintahan Desa Cibogo ke depan. “Tegas Iwan.

Sementara saat ditemui, Ketua Panitia Pilkades Desa Cibogo, Sumardi (53),mengatakan, semua tahapan-tahapan  sudah berjalan sesuai aturan, tinggal nanti pelaksanaanya pada tanggal 22 mei 2016. “Saya atas nama masarakat dan panitia pilkades Desa Cibogo mengucapkan terimakasih kepada ketua DPRD, Pa Iwan yang telah menyempatkan diri berkunjung dan melihat kesiapan pilkades serentak Desa Cibogo. “Tutur Sumardi.

Dikatakan Sumardi, tahapan demi tahapan sudah dilaksanakan dengan lancar, baik oleh panitia atau pun oleh calon yang akan maju dalam pilkades Cibogo. “Seperti diketahui, untuk calon sendiri yang sudah resmi mendaptar ada 2 orang, yakni Bapak Ayim Karsim dan Ibu Iis Sumiati. “Terang Sumardi. (TONI T)

SEBAGIAN ANGGARAN UNTUK PENYELENGGARAAN PON XIX, BANPROP 2016 AKAN DITERIMA DESA 50 %

PANGANDARAN-Keberadaan serta peran Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Pangandaran mendapat sambutan positif dari 93 desa yang ada di wilayah Pemkab Pangandaran, terutama dalam menyalurkan beberapa aspirasi desa dalam kaitannya dengan pembangunan dan pengawalan semua bantuan pemerintah, baik bantuan dari pusat, provinsi maupun bantuan dari Pemda Pangandaran. Seperti halnya Bantuan Keuangan (bankeu) dari pemprop Jawa barat yang sekarang dipending  telah membuat pemerintahan  desa “resah” karena dana bantuan tersebut yang rencananya akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur yang ada di desa masing masing jauh jauh hari, malah ada yang sudah disampaikan oleh para Kepala Desa pada warganya.

“Maka tidak menutup kemungkinan jika nanti warga desa pun akan menuntut apabila wacana yang sudah disampaikan tidak ada realisasinya, “ Ungkap Ketua APDESI Kabupaten Pangandaran, Anwar Hidayat, Sag,MM(9/5).

Dan masalah ini, lanjut Anwar, jelas akan menjadi masalah serius di tiap-tiap desa yang sudah terlanjur masuki dalam perencanaan dalam APBDes dan  bantuan tersebut pun sudah masuk pada program pembangunan yang ada di desa.

“Kami akan mencoba audens dengan Bupati untuk menanyakan hal ini dan berhapa agar poemerintah bisa segera merealisasikan bantuan tersebut. “Imbuh Anwar.

Masih kata Anwar, terkait bantuan tersebut, pihak APDESI tetap menghargai kebijakan yang digulirkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, bahwa hal tersebut perlu aturan yang jelas dengan perencanaan yang matang.

“Dulu ada gagasan pa bupati, bantuan tersebut akan ditarik menjadi program P3IP (program percepatan infrastruktur pedesaan-red), untuk itu kami pun akan terus mengawal agar program P3IP secepatnya bisa diwujudkan. “Kata Anwar lagi.

Diperoleh informasi, lanjut Anwar, bahwa program P3IP tersebut sudah dibuat rancangan peraturan bupatinya dan akan dianggarkan pada APBD perubahan. “Menurut Kabid Pemdes, Tjomi Suryadi, rancangan tersebut sudah diajukan ke kabag hukum  dan selanjutnya diserahkan pada bupati untuk ditandatangani. “Terang Anwar.

Disoal bantuan dari pemprov jabar, Anwar menjelaskan, untuk banprop anggaran  tahun 2016 akan direalisasikan 50% atau sekitar 50 juta, itu dikarenakan sebagian anggaran tersebut dipakai untuk penyelenggaraan PON XIX 2016 karena kebetulan Jawa Barat dipercaya menjadi tuan rumah.
Sedangkan sisanya yang 50 % lagi akan dibayarkan sekaligus dengan bantuan untuk tahun 2017.
“jadi tahun 2017 tiap desa akan menerima Rp 150 juta dengan rincian bantuan tahun 2017 Rp 100 juta ditambah sisa kekurangan tahun 2016 Rp 50 juta. “ Terang Anwar. (AGE)

WAWAN: “K3S SIAP TINGKATKAN MUTU PARA KEPALA SEKOLAH”

PANGANDARAN-Melihat pentingnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru, maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah bagi seluruh kepala sekolah, karena kegiatan berlangsung sebagai proses yang tidak muncul dengan sendirinya. Banyak sudah para kepala sekolah dengan kemampuan nya untuk dapat bisa maksimal dalam melakukan tugasnya peningkatan mutu pendidikan baik dengan cara memotivasi para guru ataupun dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan para guru walau kenyataannya belum bisa sesuai dengan harapan yang diinginkan.

"Dalam melaksanakan kepemimpinannya kepala sekolah, ia harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang tergantung kepada kemempuan para kepala sekolah. “ Jelas Sekretaris K3S Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, Spd.MM.(11/05).

Menurut Wawan, Kepala Sekolah mempunyai fungsi membangun, mengoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya semua kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, dan Kepala Sekolah juga berperan sebagai pemimpin yang mempunyai peranan perannya dalam membantu guru dan muridnya.

"Dalam hal ini K3S sangat punya peranan penting dalam peningkatan kinerja kepala sekolah di Kabupaten Pangandaran untuk dapat menciptakan para pemimpin yang profesional dalam mengelola semua kegiatan pendidikan dasar guna mewujudkan guru yang handal dalam memberikan pengajaran terhadap anak didiknya di kelas. “Kata Wawan.

Dikatakan Wawan, iapun siap berjuang demi peningkatan mutu para kepala sekolah lewat K3S walau nanti harus mengatur  waktu dengan tugas pokonya sebagai Kepala Sekolah.
"Ini merupakan tugas mulia dalam rangka pencerahan dan peningkatan kualitas para kepala sekolah demi tercapainya program pemerintah dalam membangun karakter anak didik agar menjadi manusia yang berguna untuk Nusa dan Bangsa, “Pungkas Wawan. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN