Pan Asia Hash ke 8 Tahun 2022 Hari Ini di Pangandaran

 


PANGANDARANNEWS.COM -Walau cuaca diguyur hujan tapi tak menyurutkan semangat para peserta Pan Asia Hash (PAH) ke 8 untuk mengikuti kegiatan "red run", bertempat di halaman allur vila kawasan pantai barat pangandaran.(06/10)

Konsentrasi peserta pun terbagi di beberapa titik, seperti di panggung utama yang menyajikan pentas musik baik musik tradisional atau pun modern.

Beberapa peserta pun nampak senang mengikuti salah satu kegiatan "red run" dengn rute sekitar lokasi utama kegiatan.

Salah seorang peserta asal Malaysia, Tanabal mengatakan, oa bersama rekan-rekannya merasa senang dan sangat gembira bisa ikut acara pan asia hash di pangandaran.

"sayang cuaca hujan terus jaldi kami belum bisa pergi jauh-jauh untuk menikmati keindahan pantai pangandaran, "ujarnya dengn logat melayu.

Pan Asia Hash ini diikuti ribuan peserta dari berbagai negara, seperti China, Malaysia, Singapura, Norwegia dan negara lainnya.

Menurut salah salah seorang petugas registrasi, hingga jam 12.00 peserta PAH tercatat ada 1930 orang.

"Informasi yang kami terima seluruh peserta yang akan hadir semuanya ada sekitar 3 ribu, "jelasnya. (PNews)

Pasien Di Puskesmas Kalipucang Mengaku Tak Nyaman Dengan Suara Bising Musik Kegiatan Senam Pagi

PANGANDARANNEWS.COM – Sejumlah pasien yang ada di Puskesmas Kecamatan Kalipucang Kbupaten Pangandaran mengaku merasa terganggu dengan suara bising yang bersumber dari kegiatan senam pagi di halaman gedung puskesmas, pasalnya suara musik senam ini sangat hingga terdengar ke dalam ruangan unit gawat darurat (UGD).

Seperti yang viral di media social, namapk dalam sebuah video berdurasi 16 detik terlihat para petugas kesehatan sedang melakukan kegiatan senam pagi di area depan puskesmas kalipucang dengan di iringi suara musik yang cukup keras hingga terdengar ke dalam ruangan, kegiatan senam ini berlangsung pada  hari jumat pagi sekitar jam 07:30 hingga 08:30 WIB. (07/10) 

Seperti disampaikan salah seorang pasien asal Rawa Apu Jwa Tengah, Nur, saat mendengr hingar dari suara music pengantar senam tersebut Nur sedang mengantarkan ayahnya yang terkena penyakit prostak, ibunya menderita vertigo dan adiknya sedang dalam kondisi demam tinggi. 

"Jelas kami sangat terganggu dengan adanya kegiatan senam pagi, karena suaranya begitu keras hingga terdengar ke dalam ruangan,"ungkap Nur, saat dikonfirmasi PNews melalui sambungan telepon. 

Nur meminta kepada pejabat yang berkopeten agar melakukan evaluasi Kegiatan senam yang dilaksanakan di depn gedung Puskesmas, karena seharusnya di area puskesmas ini suasananya harus tenang dan nyaman.

"Tolong hal ini ditindak lanjuti pak... "ucapnya. 

Ia juga merasa bingung, membunyikan musik dengan suara keras ini bisa diijinkan oleh kepala puskesmasnya, hal ini seharusnya dipertimbangkan lagi karena menggangu ketenangan pasien yang sedang berobat. 

“Saya berharap untuk kedepannya Dinas Kesehatan Pangandaran bisa lebih mengedapankan fungsi puskesmas sebagai mana mestinya meningkatkan pelayanan dari pada mengurusi soal senam, "imbuhnya.

Saat diminta komentarnya melalui telepon celullernya, Kepala Puskesmas Kalipucang Sugiharto, mengatakan pihak akan mengecelikan volume suaranya musik senam pagi tersebut.

Sugiharto menambahkan,  kegiatan senam di jumat pagi hanya dilakukan seminggu satu kali yang pegawai puskesmas bersama ibu-ibu kepala desa. 

"Dan siapa saja kalau mau ikutan silahkan naik saja, "ujarnya.

Menurutnya kegiatan senam jumat pagi adalah kegiatan program nasional yang di dalamya ada kegiatan jumat bersih dan jumat sehat. 

"Ini kan sudah jadi program nasional dan pasien juga tidak selamanya disitu, bergantian, " imbuhnya. 

Tapi kendati demikian, ia sangat  beterimakasih kepada pasien/warga yang telah memberi masukan dan ia akan menindaklanjuti untuk kedepanya. 

"Dan memang kalau tidak keras takutnya tidak terdengar soalnya kebanyakan yang ikut senam sudah nenek-nenek paling kedepanya akan di perkecil lagi volume suaranya" pungkasnya.(bill)

Kopi Srikandi Dari Kersaratu Sidamulih Tawarkan Aroma dan Rasa Khas Kopi Robusta

PANGANDARANNEWS.COM - Kopi saat ini tak hanya menjadi kebutuhan tapi juga sudah menjadi gaya hidup, baik di pedesaan maupun perkotaan. Hampir semua kalangan menjadikan kopi sebagai minuman sehari-hari yang mampu menghilangkan kepenatan. 

Sejalan dengan hal tersebutkini peluang pun terbuka untuk menawarkan hasil tanaman petani kopi yang ada di daerah-daerah bahkan di pelosok.

Seperti yang dilakukan petani kopi asal Desa Kersaratu Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Anih (45), produk kopi dengan merk Srikandi yang dikelola bersama suaminya, memiliki cita rasa serta aroma kopi khas kopi robusta.

Dari kebun miliknya, kini Anih mampu menghasilkan biji kopi 40 ton setiap panennya, per tahun. Dan sebagaian hasil kopi ini ia olah sendiri serta sisanya ia jual ke pengepul yang ada di daerahnya.

“Kami mulai usaha pengolahan kopi ini sejak tahun 2017, “ucap Anih, saat ditemui PNews di stan pada acara Festival Budaya Desa Cikalong.(03/10)

Anih yang beralamat lengkap di Dusun Citamelang Desa Kersaratu ini, omzet penjualannya bisa mencapai 40 kg kopi bubuk per bulannya. 

Ia juga mengatakan, keunggulan kopi produknya ini, diantaranya disamping harganya terjangkau juga rasanya enak, kualitas kopinya sangat baik, produknya higienis dan tampil dalam kemasan menarik.

Anih mengaku, setelah terjadi pandemi covid-19 omzet penjualannya mengalami penurunan, kini rata hanya 2 kg saja per bulannya. Namun ia berharap saat kondisi ekonomi mulai pulih kembali, omzet penjualannya bisa naik kembali.

Dan jika ada pembeli yang berminat dengan kopi hasil olahannya, Anih pun mempersilahka untuk menghubungi langsung dirinya ke nomer 0853 1812 2342.

“Selain dari kebun saya, kopi yang dijual ini juga hasil dari kelompok petani kopi yang ada di Desa Kersaratu, “terangnya. (PNews)


Untuk Menekan Penularan di Masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran Lakukan Sosialisasi Pencegahan HIV AIDS

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu Direktur RSUD Pandega Pangandaran melakukan sosialisasi tentang pencegahan penularan HIV AIDS yang dipaparkan oleh nara sumber, dr Irfan Alfatizy dan diikuti oleh 100 orang peserta.

Seperti disampiakan Kepala Bidang Pelayanan Medis dr Liza Octa Ferrostina mengatakan, melaksanakan sosialisasi kesehatan ini menyasar pada pasien rawat jalan dan keluarga penunggu pasien.

Liza mengatakan, masyarakat butuh edukasi terkait kesehatan khususnya penyakit HIV AIDS yang saat ini di Kabupaten Pangandaran mengalami kenaikan.

“Pada tahun 2021 jumlah kumulatif tes HIV AIDS di Pangandaran ada 3.866 orang, dan dari hasil tes yang dilakukan kepada 3.866 orang, 4 menyatakan positif, “terang Liza.(29/09) 

Pada tahun 2022, jelas Lisa, jumlah kumulatif tes HIV AIDS dilakukan kepada 1.883 dan hasilnya ada 52 orang yang positif. Angka kenaikan ini tentu perlu difahami masyarakat, dan pihaknya melakukan sosialisasi cara pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS ini.

Kata Liza, selain diberikan edukasi serta pola hidup sehat agar tidak tertular HIV AIDS peserta sosialisasi ini juga perlu diberikan pengetahuan dan wawasan ketika bergaul dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Jangan sampai membedakan ODHA apalagi mengasingkan mereka, bahkan, menurut Liza, kalau bisa masyarakat harus memberi motivasi kepada ODHA serta bisa menjadi teman curhat yang pengertian dan jangan menyinggung perasaannya.

Liza juga mengatakan, HIV AIDS bisa menular selain melalui hubungan badan yang berganti-ganti pasangan  juga penggunaan jarum suntik secara bersamaan. Dan hasil penelitian para pakar, penggunaan jarum suntik bersama kerap dilakukan oleh pengguna narkoba.

Dan cara pencegahan untuk menekan penularan HIV AIDS, ucap Liza, antara lain hindari melakukan hubungan badan sebelum menikah, tidak berganti-ganti pasangan seksual, menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menghindari penggunaan narkoba terutama jenis suntik.

Liza menyebut penyandang HIV AIDS di Kabupaten Pangandaran mayoritas dari kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Laki-laki sex Laki-laki (LSL), dan Pemkab Pangandaran saat ini terus melakukan upaya deteksi dini positif HIV AIDS di Puskesmas Parigi, Pangandaran dan Puskesmas Cikembulan.

Sementara kendala dalam deteksi dini HIV AIDS, menurut Liza, antaralain kaum LSL karena beberapa kasus positif baru melakukan tes setelah merasakan gejala. Dan dari hasil pendataan Dinas Kesehatan Pangandaran, tercatat pasien positif HIV AIDS dari PSK dan LSL tahun 2022 di Kecamatan Pangandaran ada 24 kasus yang terdiri LSL 21 orang dan Wanita Pekerja Seksual 3 orang. (PNews)


Merasa Suaranya Tak Didengar Pemdes Karangsari, Apip pilih mengundurkan Diri Dari Ketua RT

PANGANDARANNEWS.COM - Merasa gagal dalam memberikan pelayanan pada masyarakatnya, ketua Rukun Tetangga (RT) Rw 02 Dusun Nagrak Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Apip, mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa ia tidak maksimal dalam menjalankan tugas dalam melayani warga.

Menurut Apip atau yang akrab disapa ibro, ia mengaku sudah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua RT 04 lantaran dirinya merasa suaranya tidak di dengar oleh pemerintah desa, dan surat pengunduran diri  yang ia ajukan lengkap dengan tandatangan warga Rt 02r dan pemerintah Desa Karangsari.

Apip mengatakan ia menjabat sebagai ketua RT sekitar tiga tahun namun, dirinya merasa kecewa dengan sikap pemdes yang tidak mendengarnya sehingga ia pun memilih untuk berhenti mengabdi kepada pemerintah. 

"Saya kecewa karena setiap mengajukan aspirasi warga untuk mendapatkan bantuan sosial selalu tidak didengar oleh pemdes, "ucapnya pada PNews. (4/10).

Apip menyebut buat apa menjadi Ketua RT jika suara dari warganya tidak didengar, karena ini akan berdampak pada cemooh dan hujatan warga dikira tidak mengajukan ke desa. Padahal setiap ada pendataan terkait bantuan sosial (bansos) dirinya selalu mendaftarkan warganya yang memenuhi kriteria, namun hasilnya tidak sesuai yang didaftarkan. 

Ia menambahkan, untuk penerima bansos ini warganya terbilang sedikit bila dibandingkan dengan RT lainya, yang menerima BPNT saja di RT 04 hanya ada satu penerima dan BLT DD ada sembilan penerima, kalau dibandingkan dengan wilayah RT lain sangat jauh jumlah penerimanya. 

Namun kata Apip, walau pun ia sekarang sudah tidak menjabat ketua RT, karena kecintaan terhadap lingkunganya ia selalu siap apabila masyarakat membutuhkan bantuannya. 

"Walaupun sudah tidak menjabat sebagai RT namun saya siap jika ada warga yang masih membutuhkan tenaga saya, " pungkasnya. (Bill)


Tradisi Nampaling Warnai Kegiatan Festival Budaya Desa Cikalong 2022

PANGANDARANNEWS.COM – Nampaling merupakan tradisi atau adat dulu masyarakat Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran yang hingga saat ini masih dilakukan warga setempat.

Nampaling, cara warga menangkap belalang saat usai musim panen padi dengan menggunakan alat yang terbuat dari anyaman bambu yang dinamakan tampaling berbentuk kerucut yang disambungkan pada sebuah gagang..

Biasanya nampaling dilakukan di hamparan sawah, beberapa hari setelah musim panen dan dilakukan pada malam hari karena saat malam banyak belalang (simet-sunda) banyak berkeliaran di sawah. Dan hasil tangkapan nampaling, belalang tersebut biasanya dikonsumsi untuk dimakan bersama nasi atau dijual ke pasar.

Kegiatan nampaling tahun ini menjadi rangkaian kegiatan Festival Budaya di Desa Cikalong setelah sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemi COVID-19. 

Selain Nampaling, dalam festival budaya tahun ini juga digelar kesenian lainnya, seperti Seni Gondang Buhun, Elok Beluk, Ronggeng Gunung, Ronggeng Amen dan pentas seni lainnya.

Saat ditemui sejumlah wartawan, Kepala Desa Cikalong Ruspendi mengatakan, nampaling merupakan budaya menangkap belalang di sawah yang dilakukan para petani setelah habis panen.

“Tradisi Nampaling sudah dipertahankan sejak ratusan tahun yang lalu dan hingga sekarang masih rutin dilakukan warga, bahkan yang menciptakan alat Tampaling itu warga asli Cikalong, “ungkapnya.(03/10)

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata berharap budaya Nampaling ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.karena sangat unik dan benar-benar merupakan bentuk kearifan lokal di Desa Cikalong yang hingga saat ini masih terpelihara dengan baik.

“Budaya Nampaling atau menangkap belalang ini masih bertahan selama berpuluh-puluh tahun, “kata bupati. 

Seperti diketahui, Festival Budaya ini sudah menjadi kelender budaya di Desa Cikalong yang biasa diselenggarakan setiap bulan Oktober-September, biasanya setelah Panen Raya. (PNews)


Pemdes Raksajaya Gunakan DD Tahun Untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan Tagog - Raksajaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Peran Pemerintah desa sangat dibutuhkan dalam Pembangunan infrastruktur perbaikan jalan khususnya yang di desa masing-masing dengan menggunakan anggaran yang ada di desa, seperti Dana Desa (DD) sesuai kewenangan. 

Salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Tagog - Raksajaya yang berada di Dusun Cimencek yang sebelumnya kondisi jalan tersebut rusak parah sekarang diperbaiki dengan memanfaatkan dana desa ( DD) anggran tahun 2022  tahap dua dan tiga. 

Seperti disampaikan beberapa hari lalu oleh Kasi Kesra DEsa Raksajaya, Rudi Hartono, pembangunan atau perbaikan ruas jalan Tagog - Raksajaya sangat penting mengingat jalan tersebut merupakan akses perekonomian dan pertanian warga khsus warga sekitar lokasi. 

Perbaikan jalan ini, kata Rudi, merupakn program lanjutan dari anggran DD tahun anggran 2022 sebesar Rp. 230,038,200 dengan volume pengerjaan 550 m x 3 m x 0,3 m, dengan semi hotmix.

“Ini jelas sangat menguntungkan masayarakat para pengguna jalan karena jalan nanti tersebut bisa lebih  baik dan akan lebih nyaman, “ungkap Rudi.(27/09)

Sementara salah seorang tokoh masyarakat Raksajaya, Mamad (40) mengungkapkan, ia sangat senang dan menyambut baik apa yang dilakukan Pemdes Raksajaya dalam perbaikan jalan ini. 

Kata Mamad, dulu warga dari arah Dusun Raksajaya meliputi warga Kampung Cikole satu, Kampung Citamiang dan Kampung Babakan Lengkong, harus Ekstra hati-hati bila akan melalui jalan ini karena jalan rusak parah dan berlobang hampir di sepanjang jalan.

“Warga pun terpaksa harus putar arah menggunakan jalan lain untuk bisa sampai ketempat tujuan, "ucapnya. (herman)


Terkait Seminar Dan Loka Karya, Panitia Panjalu Festival Tunggu Keseriusan Pemkab Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Dalam Kegiatan Panjalu Festival yang diselenggarakan pada tanggal 24 September sampai tanggal 24 Oktober 2022 mendatang, juga akan digelar dengan kegiatan seminar dan loka karya.

Seperti disampaikan bidang program dan bazzar Panjalu Festival, Ir Dedi Suandi, saat diwawancara sejumlah awak media di salah satu ruangan skretariat Panjalu Festival.(30/09)

Menurut Kang Dedi sapaan akrabnya,  seminar loka karya ini merupakan media atau wadah pembahasan secara berkala para pelaku ekonomi di desa-desa dalam upaya memecahkan masalah serta mencari solusinya secara ilmiah bagaimana cara membangkitkan ekonomi masyarakat desa

Disoal waktu pelaksanaan, Dedi mengatakan, mugia teu aya wagelan (semoga tidak ada halangan) sesuai surat yang sudah diedarkan kepada para pihak terkait, seminar loka karya ini akan dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2022.

"Kami semua berharap dan menunggu kedatangan dari pihak Pemkab Ciamis dan para pihak terkait tepat pada waktunya, “ucapnya.

Dedi mengaku prihatin terhadap para pelaku UKM dan pelaku pertanian yang hari ini belum berbanding lurus dengan harapan meraka, dan melaui moment ini diharapkan ada tindak lanjut yang bisa berdampak pada manfaat geliat ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. (anwarwaluyo)


Dugaan Korupsi Dana Bumdes Binangun Kota Banjar Seret Dua Pengurus BUMDES


PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS
-  Kejaksaan Negeri atau Kejari Kota Banjar mengusut kasus dugaan korupsi dana Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Bina Pelita Usaha Desa Binangun Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jabar, dengan memanggil Dua pengurus  BUMDES periode 2007 - 2021, berinisial UH (48) dan S (42),ke Duanya memiliki Jabatan Ketua dan Bendahara. 

Disampaiksn Kejari melalui Kasi Pidsus Mohamad Hari MP SH. MH Keduanya  telah ditetapkan sebagai tersangka karena terindikasi menyelewengkan dana senilai Rp 339.504.000 (Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Lima ratus Empat Ribu Rupiah)  itu di ketahui seusai melaksanakan pemerisaan Jum'at .(30/09/2022).Ujarnya. 

Mohamad Hari menambahkan setelah pemeriksaan tahapan selajutnya kita akan mengirim yang bersangkutan ke Rumah Tahanan di Kota Banjar. 

Atas perbuatanya Dua tersangka di jerat pasal 2,pasal 3,pasal 18 dan pasal 19 ,yang mana bersangkutan saling mengetahui  pinjaman uang yang di lakukan masyarakat dan perangkat Desa,ada upaya pengembalian dari Dua tersang ka, Masyarakat dan Perangkat Desa yang di tampung di KAS khusus untuk penyetoran  perkara korupsi. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya kedua tersangka di ancam hukuman penjara Minimal 5 Tahun sampai seumur hidup.punkas nya.  (Tito)

Wabup Pangandaran Monitoring dan Serahkan Bantuan Pada Keluarga Korban Banjir Di Desa Bunisari Cigugur

 



PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan didampingi TP PKK Kabupaten Pangandaran Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, Kepala Dinas Tenaga Kerja Industri dan Transmigrasi Hj. Tini Nurmasari, S.Sos., M.M., Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Pangandaran Wiwin Wiyanti Noordin, Camat Cigugur Drs. Umar Sumarjo, M.Pd., Kepala Desa Bunisari Saepudin, Tagana Pangandaran dan Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Bunisari, melakukan pemantauan lokasi terdampak bencana banjir di Desa Bunisari Kecamatan Cigugur.  (28/9)

Di depan masyarakat Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan menyampaikan, monitoring ini sekaligus untuk memberikan bantuan dari Pemkab Pangandaran pada keluarga korban banjir yang terjadi di Dusun Cicurug Desa Bunisari.

"Hari ini saya bersama dengan Ibu Bupati, Ibu Wakil Bupati dan Camat Cigugur beserta jajaranya datang kesini untuk melakukan monitoring pemantauan, " ucap wabup.

Wakil Bupati Pangandaran pun merespon baik apa yang perlu dilakukan sebagai upaya untuk antisipasi banjir yang terjadi.

Antisipasi kedepan, kata wabup, dengan melihat kondisi yang ada Desa Bunisari merupakan daerah cekungan. Dan  berdasarkan informasi sejauh ini, yang harus diratakan panjangnya sekitar 200 meter dengan lebar 2 meter. 

“Setelah hal tersebut dikerjakan, diprediksi ini bisa mengantisipasi banjir yang terjadi disin, "imbuh wabup.

Seperti diketahui dari keterangan yang disampaikan Kepala Desa Bunisari, terdapat ada 32 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di Dusun Cicurug blok Cikubang RT 5, RW 2 dan 12 KK di Dusun Cisalak Timur.

Menurut Kades Bunisari, walau pada Hari Rabu (28/09) debit air sudah mulai surut namun akses jalan masih belum bisa dilalui sehingga pendistribusian bantuan pun harus dilakukan dengan memggunakan perahu karet dan rakit.

Sementara menurut salah seorang warga Dusun Cicurug, banjir sudah biasa terjadi hingga 7 kali dan banjir saat ini merupakan yang ke-3 kalinya dan paling besar dibandingkan yang sebelum-sebelumnya.(PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN