Untuk Menekan Penularan di Masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran Lakukan Sosialisasi Pencegahan HIV AIDS

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu Direktur RSUD Pandega Pangandaran melakukan sosialisasi tentang pencegahan penularan HIV AIDS yang dipaparkan oleh nara sumber, dr Irfan Alfatizy dan diikuti oleh 100 orang peserta.

Seperti disampiakan Kepala Bidang Pelayanan Medis dr Liza Octa Ferrostina mengatakan, melaksanakan sosialisasi kesehatan ini menyasar pada pasien rawat jalan dan keluarga penunggu pasien.

Liza mengatakan, masyarakat butuh edukasi terkait kesehatan khususnya penyakit HIV AIDS yang saat ini di Kabupaten Pangandaran mengalami kenaikan.

“Pada tahun 2021 jumlah kumulatif tes HIV AIDS di Pangandaran ada 3.866 orang, dan dari hasil tes yang dilakukan kepada 3.866 orang, 4 menyatakan positif, “terang Liza.(29/09) 

Pada tahun 2022, jelas Lisa, jumlah kumulatif tes HIV AIDS dilakukan kepada 1.883 dan hasilnya ada 52 orang yang positif. Angka kenaikan ini tentu perlu difahami masyarakat, dan pihaknya melakukan sosialisasi cara pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS ini.

Kata Liza, selain diberikan edukasi serta pola hidup sehat agar tidak tertular HIV AIDS peserta sosialisasi ini juga perlu diberikan pengetahuan dan wawasan ketika bergaul dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Jangan sampai membedakan ODHA apalagi mengasingkan mereka, bahkan, menurut Liza, kalau bisa masyarakat harus memberi motivasi kepada ODHA serta bisa menjadi teman curhat yang pengertian dan jangan menyinggung perasaannya.

Liza juga mengatakan, HIV AIDS bisa menular selain melalui hubungan badan yang berganti-ganti pasangan  juga penggunaan jarum suntik secara bersamaan. Dan hasil penelitian para pakar, penggunaan jarum suntik bersama kerap dilakukan oleh pengguna narkoba.

Dan cara pencegahan untuk menekan penularan HIV AIDS, ucap Liza, antara lain hindari melakukan hubungan badan sebelum menikah, tidak berganti-ganti pasangan seksual, menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menghindari penggunaan narkoba terutama jenis suntik.

Liza menyebut penyandang HIV AIDS di Kabupaten Pangandaran mayoritas dari kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Laki-laki sex Laki-laki (LSL), dan Pemkab Pangandaran saat ini terus melakukan upaya deteksi dini positif HIV AIDS di Puskesmas Parigi, Pangandaran dan Puskesmas Cikembulan.

Sementara kendala dalam deteksi dini HIV AIDS, menurut Liza, antaralain kaum LSL karena beberapa kasus positif baru melakukan tes setelah merasakan gejala. Dan dari hasil pendataan Dinas Kesehatan Pangandaran, tercatat pasien positif HIV AIDS dari PSK dan LSL tahun 2022 di Kecamatan Pangandaran ada 24 kasus yang terdiri LSL 21 orang dan Wanita Pekerja Seksual 3 orang. (PNews)


Related

berita 4187057315176534826

Posting Komentar

emo-but-icon

item