Ini Data Jumlah DPB di KPU Kabupaten Pangandaran Hari Ini, Naik 1,21 % Dari Pilkada 2020

PANGANDARANNEWS.COM – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran kepada sejumlah awak media menyampaikan, jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB)  ada 323.909 pemilih.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, jumlah ini ada peningkatan dari Pilkada 2020 yang berjumlah 320.008 pemilih.

“Ada 3 ribu tambahan DPOB, “jelas Muhtadin, usai mengelr rapat di Kantor KPU Pangandaran di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(30/09)

Muhtadin menjelaskan, selisih lebih ini berasal dari sinkronisasi hasil pemilu terakhir yang setiap bulanya dilakukan pemuktahiran data yang sudah dikoordinasikan dengan lembaga terkait, seperti Dinas Catatan Sipil, TNI, Polri dan lain-lain. Dan hal ini untuk memastikan jika ada TNI dan Polri yang pensiun atau ada masyarakat yang diangkat menjadi anggota TNI-Polri.

KPU juga, kata Muhtadin, memastikan jika ada masyarakat yang sudah meninggal atau pindah ke luar Pangandaran agar jangan sampai ada warga yang sudah meninggal tapi masuk dalam DPB.

“Sementara untuk tahapan penetapan DPT baru akan dilakukan pada Oktober yang dilanutkan dengan ke pemuktahiran data pemilih, lalu coklit dan seterusnya," terang Muhtadin.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah menambahakan, ada 1.008 pemilih yang sudah meninggal dunia dan 17 pemilih yang menjadi polisi, dan ini harus dihilangkan hak pilihnya.

Kata Gaga, ada 6 polisi yang statusnya berubah atau pension, lima diantaranya  dinyatakan mempunyai hak pilih atau sebagai pemilih baru.

“Sementara satu orang tidak diproses karena elemen datanya tidak lengkap," ujar Gaga. (PNews) 


Kurangnya Petugas dan Sarana Masih Tetap Jadi Alasan Sampah Berserakan di Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pemandangan sampah yang berserakan di pinggir jalan menjadi pemandangan yang tak indah, apalagi di saat musim hujan sekarang ini sampah tersebut tak jarang menimbulkan aroma tak sedap.

Seperti pantauan PNews di sekitar Jalan Letnan Harun Kota Tasikmalya, tak jelas apakah ini karena budaya membuang sampah di masyarakat masih belum mengerti tentang kebersihan lingkungan atau terlambatnya petugas kebersihan mengangkut sampah tersebut ke Tempat Pembuanagan Akhir (TPA) sampah.

Saat hal ini dikonfirmasi lewat sambungan telepon ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tasik, PNews pun disuruh menghungi langsung ke pengawas kebersihan. 

Menurut pengawas kebersiahan Kota Tasik, Dida, pihaknya merasa kewalahan dengan masalah sampah yang ada di Kota Tasik. Dan ini menjadi dilemma karena volume sampah yang harus diangkut tidak sesuai dengan jumlah baik armada mau pun petugas di DLHK.

“Armada pengangkut yang kami miliki sudah rusak dan bolong-bolong, padahal kami sudah mengusulkan agar bisa menambah armada da juga petugas, “terangnya.(30/09) 

Ia pun berharap kekurangan ini baik sarana mau pun personil bisa segera ada penambahan, sehingga tak ada alas an lagi terkait masalah sampah ini jadi masalah setiap hari.

“Mudah-mudahan tahun depan usulan kami bisa terpenuhi, “imbuhnya. (anwarwaluyo)


Orangtua Siswa SD 3 Kedungwuluh Sesalkan Tabungan Anaknya Tak Kunjung Bisa Diambil

Kabid SD Disdikpora Pangandaran, Darso, S.Pd
PANGANDARANNEWS.COM –Untuk keempat kalinya wali murid yang didampingi komite sekolah dan kepala Sekolah Dasar (SD) 3 Kedungwuluh Kecamatan Padaheran Kabupaten Pangandaran melakukan perjanjian terkait tabungan siswa senilai Rp 119 juta yang tak kunjung bisa dikembalikan oleh sekolah tersebut pada orangtua siswa, dan kini hal tersebut semakin mejadi polemik di masyarakat.

Saat PNews melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, melalui telepon celullernya Kepala Bidang SD, Darso, S.Pd, menyampaikan hal itu sudah beres dan utang keseluruhannya akan dilunasi oleh keponakanya E (pelaku).

Setelah melakukan perjanjian ulang dengan E, kata Darso, ahirnya wali murid  memberikan kesempatan pengembalian paling lambat tanggal 18 oktober 2022 dan menjadi jaminan satu unit kendaraan mobil jenis L300.

"Apabila tidak ada realisasi pada tanggal yang sudah di tentukan jaminanya mobil L300, saya sudah memegang surat perjanjianya dan lengkap ditandangani oleh beberapa pihak terkait, "terang Darso.(29/09)

Darso menegaskan, untuk langkah selanjutnya pihaknya akan terus menekan supaya bisa ditindak lanjuti dan ada pendekatan secara kekeluargaan dengan baik-baik supaya pengembalian hutang kepada peserta didik bisa maksimal sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan, bahkan ia pun sudah mengantisipasi dari sekarang untuk bulan juni 2023 kepada pihak kepala sekolah dan para guru bilamana yang memiliki sangkutan hutang piutang harus di press atau ditagih dari sekarang.

Darso juga menghimbau kepada dewan guru dan kepala sekolah harus bisa memenej keuangan supaya saat nanti pengembalian tabungan tidak ada masalah.

“Kelola dengan baik, laksanakan dengan lancar dan jangan sampai menjadi permasalahan yang mengakibatkan orangtua tidak percaya lagi untuk menabung di sekolah, “pungkasnya.(bill)


Sekda Pangandaran: “Terkait Besaran Nominal BLT Saat Ini Pemkab Pangandaran Masih Menunggu Juklak dan Juknis”

Sekda Pangandaran, Kusdiana
PANGANDARANNEWS.COM – Usai memimpin rapat kordinasi persiapan Pan Asia Hash di villa Allure, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran Kusdiana, terkait berapa nominal Bantuan Langsung Tunai (BLT), menjelaskan, besaran bantuan langsung tunai yang akan diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran kepada masyarakat hingga saat ini masih belum pasti berapa besarannya.

Kusdiana mengatakan, total anggaran yang harus disisihkan dari dana transfer tersebut sebesar Rp 2,8 Miliar, sementara bantuan untuk nelayan dicover oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, UMKM kemungkinan pusat dan sisanya oleh Pemkab Pangandaran.

Kusdianan menyebut, sasaran penerima bantuan langsung tersebut ada 36 ribu lagi, dan jika yang Rp 2,8 Miliar ini dibagi ke 36 ribu per orangnya akan kebagian Rp 76 ribu.

“Nah apakah kita mau segitu atau disamakan dengan provinsi sebesar Rp 150 ribu per orangnya," ungkapnya.(28/09)

Jika mengambil opsi yang Rp 150 ribu dikali 4 bulan, kata Kusdiana, maka yang akan terakomodir hanya 19 ribu orang dan untuk sisanya nanti bisa diusulkan lagi ke pusat atau provinsi sehingga semua terakomodir. Sementara untuk realisasinya kemungkinan pada bulan Desember mendatang setelah petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknisnya (juknis) keluar.

"Tapi perencanaanya sudah kami sampaikan kemarin-kemarin, dan untuk relaisasinya dilaporkan setelah bantuan itu terealisasi," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, jika provinsi atau pusat tidak bisa mengcover sisanya maka nominal yang diberikan terpaksa hanya Rp 75 ribu agar semuanya mendapakan.

Seperti diketahui, sasaran bantuan langsung ini diantaranya untuk ojek, UMKM, nelayan, penciptaan lapangan kerja dan subsidi sektor transportasi umum. 

Sementara dalam tulisan di media soasialnya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, dinamika bantuan pemerintah kerap sekali terjadi di lingkungan kita dan banyak masyarakat meng-klaim lebih berhak menerima dan merasa bantuan tersebut salah sasaran. 

“Kita semua merasakan satu dinamika, satu kondisi yang sama, ketika akan ada bantuan sosial baik dalam bidang peternak, nelayan dan lain sebagainya, selalu ada ketidakpuasan. Banyak klaim-klaim dari masyarakat aku lebih tidak mampu, kondisiku lebih kurang mampu dibanding yang nerima bantuan, “

Untuk mencegah hal tersebut terus berlanjut, maka pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mengusung strategi untuk menata program penanggulangan kemiskinan, salah satu strateginya adalah transformasi data menuju registrasi sosial - ekonomi dan melalui perbaikan data dan pengembangan sistem pendataan sosial ekonomi terintegrasi 100 persen penduduk. (PNews)


Hingga Hari Ini Tercatat, 3800 Pengunjung Dari 20 Negara Akan Ikuti Pan Asia Has ke 18 di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Pan Asia Has merupakan event lari atau jalan santai yang dilakukan sebuah komunitas non-kompetitif diselenggarakan dengan tujuan untuk mencari kesenangan dan bersosialiasi antar anggota komunitas hash lainnya. Terakhir Pan Asia Hash ke-17 diselenggarakan di Zhangjiajie China pada tahun 2019 dan sempat terhenti di tahun 2020 dan 2021 karena pandemi covid-10.

Dan pada tahun 2022 ini Kabupaten Pangandaran terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pan Asia Hash Ke-18 yang akan dilaksanakan tanggal 7-9 Oktober 2022, dan penyelenggaraannya masuk ke dalam rangkaian hari Milangkala (hari jadi) Kabupaten Pangandaran ke-10. 

Event Pan Asia Hash akan diikuti wisatawan dari sekitar 20 negara, diantaranya yaitu China, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Hongkong. Taiwan, Jepang dan beberapa negara lainnya. Sementara sampai saat ini sudah tercatat sekitar 3800 orang peserta, dan jumlah peserta ini diperkirakan akan bertambah karena masih banyak yang berminat mengikuti kegiatan ini.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata usai mengikuti rapat kordinasi persiapan Pan Asia Hash bertempat di villa Allure di kawasan pantai barat, sebagai tuan rumah, kata bupati, tentu Pemkab Pangandaran saat terus melakukan persiapan-persiapan agar ribuan peserta Pan Asia Hash yang hadir dari beberapa negara ini bisa berkesan baik.

Bupati menjelaskan, dalam even ini seluruh tamu akan merasa happy saat berjalan atau lari baik dalam jarak tempuh yang pendek atau jauh sambil menikmati suguhan alam yang menjadi lintasan kegiatan.

“Selain disuguhi aneka kuliner khas Pangandaran, pada malam harinya mereka juga akan disuguhi kreasi seni budaya lokal kita, “ungkap bupati.(28/09)

Bupati juga menyebut pihaknya akan menampilkan juga sejumlah poduk dari asli buatan dari kelompok Usaha Menegah Kecil dan Mikro (UMKM) Pangandaran, seperti kain bordir yang dipasarkan langsung di Pangandaran karena para peserta Pan Asia Hash tidak akan mengunjungi kota-kota lain. Dan ini tentu akan menjadikan sebuah pasar bordir Pangandaran, karena dipasarkan langsung kepada buyer yang nota bene dari luar negeri.

Disoal adanya investor dari peserta Pan Asia Hash, bupati mengatakan, tentu ini akan menjadi peluang besar baik bagi dunia pariwisata sendiri atau pun untuk memasarkan produk unggulan dari Pangandaran. Dan even Pan Asia Hash bisa dijadikan ajang promosi karena mereka yang datang dari berbagai negara, yang tentunya setelah pulang mereka akan mengenalkan baik alam, budaya, makanan, produk atau hal positif lainnya tentang Pangandaran.

“Dan karena waktunya hampi bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran, maka kegiatan Pan Asia Hash Ke-18 ini didesain sedemikian rupa untuk disatukan dengan milangkala ke 10 Kabupaten Pangandaran, “jelasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, menambahkan, seluruh sarana dan prasarana untuk even Pan Asia Hash ini terus disempurnakan agar pada waktu penyelenggaraannya nanti bisa sukses.

Selain komunitas peserta Pan Asia Hash, kata Kusdiana, acara ini juga akan dihadiri dari Kementerian Pariwisata, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan 10 orang perwakilan dari Priangan Timur.

Kusdianan juga mengatakan, agar even ini bisa sukses saya juga akan melibatkan langsung SKPD dan para camat.

“Sementara untuk perijinan sampai saat ini masih dalam proses karena ijinnya harus dari Mabes Polri langsung, “terangnya. (PNews)



Ratusan Warga Ciganjeng Antusias Ikuti World Clean Up Day Tingkat Desa

PANGANDARANNEWS.COM - Ratusan warga bersama pemrintahan Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran sangat antusias punguti sampah yang berserakan di area seperti saluran air dan lingkungan rumah guna mengantisipasi banjir, pasalnya Desa Ciganjeng ini merupakan wilayah yang selalu terdampak banjir di kala musim hujan datang.

Seorang siswi sekolah dasar (SD), Aristi mengaku senang berkeliling mencari sampah melakukan pungut sampah bersama teman-teman, sebab Kegiatan ini selain lingkungan menjadi bersih juga mengantisipasi terjadinya banjir.

Jenis sampah yang di kumpulkan pun, menurut Aristi bermacama-macam mulai dari sampah organik dan anorganik. Kemudian sampah dipilah dan di kumpulkan ke dalam kantong plastik berukuran besar yang akan di tukar dengan kupon berhadiah.

"Kupon ini hadiahnya banyak yang nanti akan diundi oleh panitia, "terangnya.(25/09) 

Sementara Ketua Panitia kegiatan Eris Riswana menjelaskan, kegitan bersih-bersih lingkungan yang dilakukan warga ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat supaya lebih sadar dan peduli tentang kebersihan lingkungan. 

Eris mengatakan, kegiatan yang bertema World clean up day atau hari bersih-bersih sedunia namun dalam skalanya di tingkat desa membuat masyarakat antusias melakukannya. Dan sampah yang dipungut warga ni bisa ditukar atau ditabungkan di Bank Sampah Cilayur Sahate (BSCS) untuk keperluan rumah tangga dan lain-lain. 

Eris juga mengajak masyarakat agar bisa lebih peduli dengan kebersihan di lingkungan, karena selain menjadi bersih tentunya terhindar dari berbagai macam penyakit.

"Alhamdulillah ternyata respon dari masyarakat sangat bagus dan mudah-mudahan kegiatan seperti ini bukan hanya ceremonial saja tapi bisa berkelanjutan, "ucapnya. (bill)


Pasca Normalisasi Sungai, Warga Bojongjati Di Aliran Sungai Kini Tak Lagi Terdampak Banjir Saat Musim Hujan

PANGANDARANNEWS.COM – Guyuran hujan yang datang pada musim hujan tahun ini sekarang sudah tidak menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi warga di Dusun Bojongjati Desa Pananjung Kecamatan-Kabupaten Pangandaran, pasalnya kawasan pemukiman warga tersebut yang biasanya menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba selalu tergenang air.

Setelah Pemerintah Kabupaten Pangandarann melakukan normalisasi sungai yang ada di daerah tersebut, air hujan yang bisa merendam rumah warga pun bisa mengalir lancar ke sungai.

Menurut seorang warga setempat yang ditemui PNews beberapa hari lalu saat menjala ikan di sungai, membenarkan kini di tempat tinggalnya air tak lagi merendam rumahnya.

Sebelum ada normalisasi sungai, ungkapnya, rumahnya yang berlokasi di sekitar aliran sungai hingga ke Dusun Kandangmenjangan tepatnya arah ke Desa Purbahayu pasti akan mengalami banjir.

“Sekarang seperti yang terlihat pemukiman warga sudah bebas dari banjir, “ujarnya.(25/09)

Hanya saja, imbuhnya, air hujan yang turun beberapa hari ini masih menggenangi hamparan sawah dikarenakan saluran air yang berada di tepi jalan yang menjadi penampungan tempat poembuangan air dari sawah yang mengalir ke sungai masih dangkal sehingga air pun telat mengalir.

“Jadi butuh waktu untuk mengalirkan air yang menggengi sawah ini, “terangnya.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu ada informasi Pemda akan melakukan pengerukan di tersebut agar air yang menggenagi sawah bisa lebih cepat mengalir ke sungai, namun sampai saat ini belum ada realisasinya. (PNews)


Bawaslu Kabupaten Pangandaran Membutuhkan ASN untuk Pengawas Ad Hoc di Tingkat Kecamatan

Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan
PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten pangandaran, membutuhkan tiga oran Aparatur Pegawai Sipil Negara (ASN) untuk menjadi pengawad Ad Hoc (Panwascam).

Seperti disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, harus ada keterlibatan pemerintah daerah untuk mengisi posisi di jajaran Sekretariat Pengawas Ad Hoc di tingkat kecamatan, salah satunya fasilitasi terkait SDM (Sumber Daya Manusia) sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

"Saat ini kami membutuhkan tiga orang ASN yang akan ditempatkan sebagai Kepala Sekretariat, Operator dan staf di Panwascam,"ujar Iwan, kepada sejumnlah media.(23/9).

Namun jika jumlah SDM yang ada tidak memungkinkan, kata Iwan, pihaknya bisa merekrut dua orang ASN saja, dan yang satunya bisa diambil dari non ASN.

“Kami sangat berharap Pemkan Pangandaran bisa memfasilitasi kebutuhan ini untuk mengisi pengawas kecamatan, “Imbuhnya

Di tempat terpisah, Analis Kepegawaian Ahli Muda Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten  Pangandaran, Dede Suharna mengatakan, untuk pengisian pengawas Ad Hoc ini bisa diisi oleh setingkat Kepala Seksi (Kasi).

Dan ASN itu sendiri memang harus siap dengan kondisi dan keadaan meskipun nantinya ditunjuk menjadi Pengawas Ad Hoc, karenai program-program pemerintahan harus tetap dilaksanakan dan diperhatikan dengan baik.

Ia mengakui jumlah ASN di Pemkab Pangandaran saat ini masih sangat kurang,  tapi saat krusial tetap harus siap.

“ASN yang menjadi pengawas Ad Hoc bukan berarti rangkap jabatan tapi sebagai tugas tambahan saja,"jelasnya. (PNews)


BBWS Banjar Buka Normalisasi Saluran Irigasi Sungai Citanduy, Petani Pun Tak Jadi Gagal Panen

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Pekerjaan normalisasi saluran irigasi sungai Citanduy yang berawal dari Dobo hingga berujung di Kecamatan Lakbok menuai reaksi para pelaku tani, pasalnya karena dasarnya lahan sawah mereka kekurangan pasokan air sehingga akan berdampak pada tanaman padinya tidak maksimal bahkan terancam gagal panen.

Terkait hal tersebut akhirnya Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS) mengeluarkan surat yang di dalamnya menjelaskan bahwa pasokan air yang sudah beberapa waktu ditutup akan dialirkan kembali dengan jangka waktu yang sudah di sepakati, mulai tanggal 8 September 2022 sampai 8 Oktober 2022 dan akan di tutup kembali akhir Desember 2022 nanti. 

Seperti disampaikan Kepala BBWS Bangbang Hidayah kepada sejumlah awak media, pihaknya sudah memenuhi apa yang diinginkan masyarakat untuk membuka pintu air, dan setelah waktu yang disepakati nanti akan ditutup kembali.

“Kami tidak mengharapkan ada lagi bentuk apapun yang datang dari masyarakat untuk kembali membuka pintu air, sehingga pihak penyedia jasa bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuat waktu dan target yang sudah di tetapkan hingga akhir Desember, “ ujarnya. 

Ditempat terpisah, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila dan anggota DPRD dari partai PKS Kota Banjar , H.Dian Sardiana , S.Ip, menanggapai hal tersebut, menurutnya polemik yang terjadi  antara pihak BBWS Citanduy dengan masyarakat petani ini diakibatkan dari bentuk sosialisasi yang kurang efektif. 

“Pekerjaan normalisasi irigasi semacam ini harus disikapi dengan bijaksana sehingga tidak ada yang merasa di rugikan, “ucap Dian.  


Kades Margalaksana Bantah Ada Pemotongan Dalam Penyaluran BLT BBM

Kades Margalaksana, Jaja Hidayat
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kepala Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasimalaya, Jaja Hidayat membantah terkait berita di sebuah media online bahwa pihaknya mengintruksikan kepada Keluarga Penerima Manpaat (KPM) untuk memberikan sebagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sebesar Rp 300 ribu kepada warga lainnya yang belum menerima BLT.

 Menurut Jaja, itu merupakan kesadaran warga untuk saling berbagi serta membudayakan kebaikan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Hal ini kami serahkan kepada masing-masing KPM, dan kami sebagai pemangku kebjikan tidak terlibat langsung dalam hal ini, “ungkap Jaja, saat ditemui di ruang kerjanya.(23/09)

Jaja menjelaskan, yang punya inisiatif dan yang mengumpulkan sebagaian bantuan tersebut dilaksanakan atas kesadaran KPM, karena memang dengan adanya bantuan-bantuan ini sangat berdampak pada kegiatan-kegiatan kekompakan di masyarakat.

Jaja menyebut pihaknya sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa yang menerima BLT BBM itu adalah penerima PKH dan BPNT, dan sebagai pemangku kebijakan ia pun tidak mau terlibat langsung sehingga menyerahkan sepenuhnya kepada PKM.

“itu sementara yang bisa saya jelaskan dan insyaallah untuk kedepannya akan diperbaiki lagi, dan ini  bukan berarti kami melanggar apa yang sudah ditentukan oleh pihak kementerian, “ucapnya.

Kata Jaja, pihaknya juga akan berusaha supaya konsep ini yang dibangun bersama masyarakat melalui  musyawarah, dan jika memang ada solusi dalam rangka saling berbagi untuk permasalahan masyarakat itu murni aspirasi masyarakat.

Jaja menegaskan terkait berita bantuan yang ”disunat” itu sama sekali tidak benar atau hoak, karena yang terjadi masyarakat sendiri yang memberi kepoada warga yang belum menerima BLT itu juga dengan tidak ditentukan besaran nominalnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, dalam peyaluran BLT di Desa Margalaksana tidak ada pemotongan, “tegasnya.

(anwarwaluyo)

 

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN