SESUAI KAJIAN PEMKAB PANGANDARAN AKAN TERTIBKAN IZIN PENGGUNAAN AIR BAWAH TANAH

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM- Dalam rangka pengendalian lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran saat ini tengah mengkaji aturan penggunaan air bawah tanah, apalagi Pangandaran secara geografis berada di kawasan pesisir pantai. Sehingga jika tidak ditertibkan air laut bisa meresap dan air yang digunakan bisa asin. 

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat wawancara dengan sejumlah awak media di kantor sekretariat daerah. (12/06)

Nah itu yang kita jaga, , " kata Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, Minggu, (12/06/2022).

Berdasarkan kajian, menurut Jeje, jika menggunakan air bawah tanah secara berlebihan maka akan berimplikasi pada lingkungan yaitu akan terjadi penurunan terhadap permukaan tanah. Untuk itu pemda secepatnya akan melakukan penertiban perizinan dengan menetapkan tarif pajak penggunaan air bawah tanah tentunya dengan melakukan koordinasi dulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Nantinya, kata Jeje, bisa saja tarif penggunaan air bawah tanah yang digunakan pihak perhotelan akan lebih mahal dibanding Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menurut Jeje saat ini hampir 70 persen masyarakat di Kabupaten  Pangandaran menggunakan air bawah tanah, terlebih di perhotelan kawasan objek wisata pantai. 

"Apalagi sekarang kunjungan wisata sedang ramai tentunya penggunaan air bawah tanah pun semakin meningkat, "ucapnya.

Sementara disisi lain, lanjutnya, untuk menindaklanjuti pemberlakukan izin dan tarif pajak penggunaan air bawah tanah kini pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas beberapa waktu lalu.

Jeje menjelaskan, Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten lama yang dulunya masih ada Dinas Sumber Daya Mineral (SDM) yang sekarang ada di Dinas SDM pemprov, sehingga izinnya pun ada yang ke pemprov dan ada jug yang diatur melalui Peraturan Bupati (perbup).

Di tempat terpisah, Direktur PDAM Tirta Prabawa Mukti Kabupaten Pangandaran Agus Teguh Suryaman mengatakan, dengan sarana dan fasilitas yang ada sekarang pihaknya saat ini siap melayani penyediaan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran termasuk di kawasan objek wisata.

Agus menyebut, meskipun dengan mengandalkan peralatan dari pengalihan aset PDAM Ciamis pihaknya akan melakukan pelayanan semaksimal mungkin.

Dan saat ini uajr Agus jaringan pipa saluran air bersih dan meteran ke kawasan perhotelan pun sudah terpasang, tinggal digunakan.

“Seharusnya perhotelan jangan hanya membayar abodemennya saja, tapi gunakan juga airnya, “ucapnya. (PNews)


POLSEK CISAYONG PANTAU PELAKSANAAN PADAT KARYA DI DESA BANYURASA KECAMATAN SUKAHENING

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kanit Binmas Polsek Cisayong Aiptu Dedi bersama Kapospol Sukahening Aiptu Rahwan memantau pelaksanaan Padat Karya saluran air di Desa Banyurasa Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya.(11/06) 

Menurut Kapolsek Cisayong Polres Tasikmalaya Kota AKP H. Ajat Sudrajat, pemantauan yang dilakukan anggotanya ini untuk menjalin Komunikasi dan kemitraan masyarakat, aparat desa dan warga.

Kehadiran anggotanya di lokasi pekerjaan padat karya ini juga, imbuh Ajat, merupakan upaya mewujudkan Harkamtibmas dalam upaya menciptakan kondusifitas kamtibmas di wilayahnya. 

"Diharapkan dengan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat memberikan pesan kamtibmas guna menciptakan komunikasi dan kondusifitas," kata Ajat. (anwarwaluyo)


PATROLI TIM MAUNG GALUNGGUNG POLRESTA TASIK AMANKAN PEMOTOR UGAL-UGALAN DAN PELAKU PESTA MIRAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam rangka menjaga Kondusifitas Kamtibmas dengan sasaran Penyakit Masyarakat dan Kelompok Berandalan bermotor Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota rutin melakukan patrol yang dilakukan saat dini hari. (11/06) 

Seperti disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si, melalui Katim I Maung Galunggung Ipda Ipan Faisal, S.I.P, pihaknya melaksanakan patroli rutin ini diantaranya untuk  mengamankan pemotor berknalpot bising dan pemuda yang pesta minuman keras (miras). 

"Sekitar jam 01.25 Wib kami berhasil mengamankan 2 pemuda mengendarai sepeda motor yang ugal-ugalan di Jalan Rancabango," terang Ipan. 

Ipan juga menjelaskan kedua pemuda pengendara Motor Honda Sonic berknalpot bising tersebut masih berstatus pelajar dan merupakan warga Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, dan saat ini keduanya  amankan berikut sepeda motornya ke Mapolres Tasikmalaya Kota. 

Tak hanya itu, lanjut Ipan, sekitar jam 02.45 Wib saat timnya juga bergerak ke arah Jalan Baru Lingkar Utara dan berhasil mengamankan sebuah mobil dan 4 orang pemuda sedang pesta miras dengan suara musik yang sangat keras, lalu barang bukti dan sebuah mobil Honda Jazz pun diamankan ke mapolresta. 

Tidak berselang lama sekitar jam 03.15 Wib saat Patroli mengarah Jalan Manonjaya – Cineam, di lokasi tersebut, kata Ipan, tim juga membubarkan sekumpulan pemuda sedang pesta minuman keras serta 

mengamankan 8 pemuda pelaku pesta miras dengan barang bukti dan 4 unit sepeda motor. 

Ipan mengatakan, untuk selanjutnya para pemuda tersebut didata dan dipanggil orang tuanya untuk diberikan pemahaman agar tidak mengulangi lagi perbuatannya serta meminta kerjasamanya agar menjaga anak-anaknya untuk tidak terlibat dalam aksi berandalan bermotor.

“Atau pun kejahatan jalanan yang bisa menjerumuskan ke pergaulan bebas, tentu hal ini meresahkan masyarakat, “ (udi Rustandi-anwarwaluyo)


SETELAH LIMA TAHUN BERJALAN PERDA RTRW TAHUN 2018-2038 AKAN DIREVISI, PEMKAB PANGANDARAN PUN LAKUKAN KAJIAN

Darda K Mugriana
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran bakal melakukan kajian revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran tahun 2018-2038. Perda tersebut memang perlu penyesuaian karena berjalan waktu banyak kondisi yang sudah tidak sesuai dengan RTRW dan RDTR.

Demikian disampaikan Kabid Tata Ruang di Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP) Pangandaran Darda K Mugriana, menurutnya kajian tersebut dilakukan untuk penyesuaian kondisi wilayah.

“Karena dalam ketentuan pun, setelah 5 tahun berjalan Perda bisa dilakukan revisi dan penyesuaian sehingga seluruh kepentingan pun bisa terakomodasi,” ujar Darda. (09/06)

Darda menjelaskan, pihaknya juga nantinya akan melibatkan berbagai unsur saat melakukan kajian revisi agar sinkron dengan kepentingan dan azas manfaatnya.

Darda menyebut, dalam Perda Nomor 3/2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pangandaran tahun 2018-2038 ada yang disebut Wilayah Pengembangan, diantaranya wilayah Pengembangan 1 meliputi Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya, wilayah Pengembangan 2 meliputi Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih, wilayah Pengembangan 3 meliputi Kecamatan Parigi, wilayah Pengembangan 4 meliputi Kecamatan Langkaplancar dan Kecamatan Cigugur dan wilayah Pengembangan 5 meliputi Kecamatan Cijulang, Kecamatan Cimerak.

Untuk wilayah pengembangan 1, kata Darda, diarahkan dengan fungsi utama kawasan lumbung padi, wilayah Pengembangan 2 dengan fungsi utama kawasan pariwisata skala nasional dan internasional,  wilayah Pengembangan 3 diarahkan dengan fungsi utama Pusat Pemerintahan Kabupaten dan Wilayah Pengembangan 4 diarahkan dengan fungsi utama kawasan agropolitan dan agrowisata.

“Sedangkan untuk Wilayah Pengembangan 5 diarahkan dengan fungsi utama kawasan agroindustri dan kawasan pengembangan pariwisata baru,” imbunya.

Darda juga mengatakan, sejalan berkembangnya waktu dan kondisi tidak menutup kemungkinan ada perubahan Wilayah Pengembangan sehingga perlu ada penyesuaian setelah Perda tersebut berjalan.(PNews)


UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA DKPKP PANGANDARAN ALOKASI ANGGARAN 400 JUTA, YANG DISEBAR DI 3 KECAMATAN

Kepala DKPKP Pangandaran Dedi Surachman,
PANGANDARANNEWS.COM – Dinas Kelautan Perikanan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran tahun ini mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar nila sebesar Rp400 juta, dan anggaran tersebut akan disebar, seperti di Kecamatan Mangunjaya 1 kelompok, Kecamatan Parigi di 2 kelompok dan di Kecamatan Cijulang di 1 kelompok.

Seperti disampaikan Kepala DKPKP Pangandaran Dedi Surachman, anggaran sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar nila saat ini dalam proses lelang di Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ).

“Secara teknis kami sudah menyerahkan proses lelang ini ke UKPBJ Pangandaran, “ungkapnya.(09/06) 

Dedi menjelaskan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun DKPKP kegiatan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar nila dilelang di LPSE Provinsi Jawa Barat dengan Kode Tender 79592014 dan Kode RUP 32318456, dengan nilai pagu paket sebesar Rp400 juta dengan nilai HPS paket Rp399.996.400 dengan metode pengadaan tender pasca kualifikasi harga terendah melalui mekanisme sistem gugur.

Kepada PNews Dedi juga membacakan tahapan tender kegiatan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar nila ini, sebagi berikut, 

Pengumuman Pascakualifikasi

mulai 31/5/2022 sampai 5/6/2022.

Download Dokumen Pemilihan

mulai 31/5/2022 sampai 5/6/2022.

Pemberian Penjelasan mulai 3/6/2022.

Upload Dokumen Penawaran mulai 3/6/2022 sampai 6/6/2022.

Pembukaan Dokumen Penawaran pada 6/6/2022.

Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga mulai 6/6/2022 sampai 17/6/2022.

Pembuktian Kualifikasi mulai 7/6/2022 sampai 17/6/2022.

Penetapan Pemenang pada 20/6/2022.

Pengumuman Pemenang pada 20/6/2022.

Masa Sanggah mulai 20/6/2022 sampai 24/6/2022.

Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 27/7/2022.

Penandatanganan Kontrak mulai 28/6/2022 sampai 18/7/2022.

Baca juga:  Siswa SD Diajak Keliling Perairan Pantai Pangandaran Usai Disuntik Vaksin

Pada saat berita ini ditulis, pendaftar lelang tercatat ada 39 peserta. Namun yang mencantumkan penawaran hanya dua perusahaan.

“Perusahaan yang mencantumkan penawaran adalah Karya Bulerang dengan harga penawaran Rp363.988.000 dan CV Kamulyan dengan harga penawaran Rp397.996.416, “ucapnya. (PNews)


MANFAATKAN GEDUNG SERBAGUNA, KARANGTARUNA MEKARSARI DESA CIKUPA BANGUN LAPANG BADMINTON

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas Karang Taruna di tiap kedusunan khususnya dalam bidang olah raga, saat ini karang taruna Unit Mekarsari di bawah naungan Karang Taruna Wibawa Mukti Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dengan tidak lupa melibatkan seluruh pengurus dan anggota juga para tokoh masyarakat, RT, RW dan  Kepala Wilayah serta masyarakat sekitar, antusias ikut andil dalam pembangunan lapang badminton. 

Tak hanya itu pembangunan gedung serbaguna yang berlokasi di Dusun Mekarsari ini ditunjang pula oleh donatur-donatur baik yang ada di dalam wilayah atau luar wilayah Desa Cikupa, diantaranya dalam pengadaan material juga tenaga kerja secara swadaya. 

Menurut keterangan  salah satu tokoh pemuda Dusun Mekarsari Topan Anugrah Ketua Korwil Aceng, melihat adanya peluang gedung serbaguna tentunya pihaknya ingin manfaatkan agar gedung tersebut bisa menghasilkan azas manfaat baik bagi kalangan karang taruna maupun kegiatan masyarakat, seperti kegiatan keagamaan, sosial dan kegiatan positif lainnya.

“Pembangunan gedung Serba guna dengan anggaran Dana Desa tahun 2019/2020, saat ini tahap pembangunannya baru mencapai 70%, “terang Topan. (10/06)

Atas nama Karangtaruna, Topan pun mengucapkan terimakasih kepada semua donatur yang telah ikut berkontribusi baik dengan harta, tenaga atau buah pikiran sehingga proses pembangunan Gedung Serbaguna ini dapat terealisasi dengan lancar. 

Khususnya kepada Pemdes Cikupa yang telah mengalokasikan anggaran Dana Desa ini untuk pembangunan gedung serba guna di Kedusunan Mekarsari, karena menurut Topan, berkat sinergitas Pemdes Cikupa dan Karangtuna Mekarsari pembangunan gedung serbaguna bisa berjalan lancar.

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat, dan pembangunan gedung serbaguna ini sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat Desa Cikupa, “pungkasnya. (anwarwaluyo)


BERTURUTU-TURUT, DARI TAHUN 2016 HINGGA 2021 PEMKAB PANGANDARAN TERIMA PENGHARGAAN WTP

PANGANDARANNEWS.COM – Seperti dirilis di laman Humas Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk ke enam kalinya kembali mendapatkan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut turut.

Penghargaan ini disampaikan oleh Plt. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat Arif Agus, S.E., M.M., Ak., CPA., CSFA., saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2021, yang diterima langsung oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan Ketua DPRD Kab. Pangandaran Asep Noordin, H.M.M., bertempat di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat. (08/06)

Turut Hadir mendampingi Bupati Pangandaran adalah Asisten Administrasi Umum Drs. Suheryana, M.M.,  Inspektur Kabupaten Pangandaran Drs. Apip Winayadi, dan Kepala BKAD Kabupaten Pangandaran Drs. Hendar Suhendar S, M.M.

Usai penyerahan penghargaan, Plt. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Arif Agus, S.E., M.M., Ak., CPA., CSFA, manyampaikan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) kepada DPRD dan Pimpinan Entitas merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Dan hari ini BPK telah menyerahkan laporan hasil pemeriksaan berupa laporan hasil pemeriksaan atas LKPD Tahun Anggaran 2021 kepada Pemkab Pangandaran sebagai pelaksanaan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan kepada BPK untuk menyampaikan laporan hasil pemeriksaannya kepada DPRD dan Pimpinan Entitas.

Dijelaskan Arif, pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan laporan keuangan untuk menilai kewajaran laporan keuangan dengan beberapa kriteria yang digunakan oleh BPK dalam pemberian opini. Diantaranya, Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan informasi, efektifitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan.

Dan dari hasil pemeriksaan yang mengacu pada 4 indikator tersebut, terang Arif, BPK berpendapat bahwa LHP atas LKPD Kabupaten Pangandaran tahun 2021 adalah Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasama dari Pak Bupati beserta jajarannya serta DPRD atas dukungan terhadap tugas-tugas kami, "ucap Arif.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memaparkan terkait penanganan keuangan dalam kurun waktu tahun 2020 - 2021 saat pandemi covid-19 sedang berlangsung.

Jeje mengatakan, pada tahun 2021 merupakan lanjutan dari 2020, sehingga di tahun itu Pemkab Pangandaran melakukan refocusing anggaran. 

Kata Jeje, ia ingat betul saat itu bukan hanya soalan perawatan, pembelian obat obatan dan alat kesehatan, tapi saat itu juga harus ada pola kebijakan dalam rangka menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat dikala pandemi tentu harus memberikan bantuan sosial dimana pada waktu itu masyarakat mengalami kemunduran.

“Saat itu seluruh ekonomi hancur, wisata ditutup, sehingga terjadi deficit, saat itu kami mengalami itu, sehingga kami harus melakukan langkah-langkah kongkrit," tegas jeje. 

Jeje mengatakan saat itu pihaknya melakukan penanganan dan pengendalian covid 19 secara maksimal, sehinga Pemkab Pangandaran selalu level satu.

Jeje menyebut, ia pun turun langsung untuk mengawasi hingga ke masalah oksigen di RSUD, dan setiap hari alur pelaporan mengenai yang isoman kondisi seperti apa, kita pantau terus dalam satu alur. Dan kini pandemi sudah mulai landai dan Kabupaten Pangandaran pun mulai menata lagi perekonomian yang sempat mengalami keterpurukan.

Jeje pun mengucapkan terimakasih serta bersukur karena semua bisa berjalan dengan baik dan saat ini kami sedang meningkatkan PAD karena sebagai bukti kemandirian fiscal.

“Penerimaan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian LHP BPK atas LKPD ini sudah diterima Pemkab Pangandaran secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2021, “pungkasnya. (PNews)


DIDAMPINGI KASDAM III/SILIWANGI DAN WABUP PANGANDARAN, WAKASAD RI RESMIKAN JEMBATAN GANTUNG SIMPAY ASIH CIJULANG

PANGANDARANNEWS.COM – Dengan didampingi Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Asep Syarifudin dan Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, meresmikan jembatan gantung Simpay Asih di Dusun Mandala, Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. yang  ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, di, Kecamatan Cijulang. (9/6). 

Usai peresmian jembatan Wakasad pun berkesempatan memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga masyarakat sekitar.  

Dalam sambutannya Wakasad Letnan Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Budha Tzu Chi yang telah mendukung pembangunan Jembatan Gantung Simpay Asih Cijulang dan kegiatan bakti social lainnya.

Menurut Wakasadjembatan Gantung Simpay Asih yang dibangun sekitar tahun 1970-an oleh para sesepuh Desa Batukaras ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat Batukaras menjajakan hasil perkebunan dan perikanan para nelayan ke Pasar Cijulang, tapi karena lokasi pasar berada di seberang sungai sehingga dibangunlah jembatan tersebut.

“Jembatan Gantung Simpai Asih fungsinya sangat strategis yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan serta roda perekonomian khususnya masyarakat yang ada di Desa Batukaras dan Desa Cijulang dan umumnya bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran, “ucap Wakasad.

Sementara Wakil Bupati Pangandara H. Ujang Endin Indrawan mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Wakasad dan yayasan Budha Tzu Chi atas bantuan pembuatan jembatan gantung ini.  

Jembatan ini kata Wabup mempunyai dampak historis baik secara fisik maupun psikologis khususnya bagi warga Desa Batukaras. 

"Dengan dibangunnya Jembatan Gantung Simpay Asih ini diharapkan akan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, " kata wabup. (PNews)


PULUHAN TAHUN BELUM ADA PERBAIKAN, MASYARAKAT DESA NAGROG KELUHKAN KONDISI JALAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Masyarakat Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah sudah lama mengeluhkan kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun rusak parah dan kondisi tersebut semakin parah karena tidak ada perbaikan sama sekali dari Pemerintah Kabupoaten Tasikmalaya.

Pantauan PNews di lokasi, tampak kondisi jalan tersebut sebagian besar sudah tidak beraspal dan hanya ada bebatuan tanah merah, batu runcing dan tanah bekas penimbunan warga secara gotong-royong. Sehingga jika ada pengendara melintas harus ekstra hati-hati karena dapat membuat pengendara kehilangan keseimbangan.

Menurut salah seorang warga disana, Encep (38), kondisi hampir 35 tahun terjadi, dan terkesan tidak ada perhatian pemerintah daerah.

“Kami menyayang sikap pemda yang terkesan tak mau tahu dengan kondisi jalan disini, padahal kondisi jalan seperti ini sudah puluhan tahun, “ucapnya.(08/06) 

Dia mengatakan kondisi jalan akan semakin parah jika musim hujan karena air dari saluran atau drainase ikut naik ke jalan sehingga sepanjang jalan pun akan dipenuhi air. Dan tentu jika kondisi seperti itu pengendaran akan “setengah mati” melewati jarur ini pasalnya jalan rusak ini dipenuhi air.

Ia pun berharap ke depan pemda akan segera melakukan perbaikan mulai dari Cangkung sampai ke Desa Bojongkapol sekitar 23 km, karena masyarakat sudah cukup lama “menikmati” kondisi ini termasuk perbaikan saluran airnya.

“Sering juga masyarakat disini bergotong-royong melakukan perbaikan dengan fasilitas seadanya, “imbuhnya

Tak hanya kondisi jalan, menurut Encep kondisi penerangan jalan pun sangat parah sehingga jika malam hari melewati jalur ini juga harus hati-hati karena dikhawatirekan terjadi tindakan kejahatan.

“Banyak anak-anak sekolah SD Cirengkak setiap hari melintasi jalan ini harus berhatri-hati, terkadang pakaian mereka pun kotor karena kecepretan lumpur, “ujar Encep. (anwarwaluyo)




SEORANG PEJALAN KAKI MEREGANG NYAWA TERTABRAK KERETA API DI KAMPUNG PASIR PANJANG DESA KALIMANGGIS MANONJAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Seorang pejalan kaki meregang nyawa akibat tertabarak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di KM 281 Kampung Pasir Panjang Desa Kalimanggis Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. (08/06) 

Korban meninggal dunia diketahui bernama Nining (78) tahun warga Kampung Cisalam RT.002 RW.001 Desa Pasir panjang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. 

Seperti disampaikan Kapolsek Manonjaya Polres Tasikmalaya Kota AKP Encon Muhasan, ia membenarkan sekitar jam 10.00 Wib telah terjadi kecelakaan seorang pejalan kaki, saat itu korban pulang dari pengajian melintas rel Kereta Api tanpa palang pintu.

Diduga terang Encon, korban tidak mendengar saat kereta api Lodaya Jurusan Bandung- Solo itu lewat sehingga ia pun tertabrak, sebenarnya korban sempat diteriaki warga namun korban tidak merespon kemungkinan karena fakror usia sehingga suara kereta api dan teriakan warga pun tidak terdengar oleh korban.

“Korban terlempar hingga 20 meter dengan kondisi hancur dibagian perutnya dan meninggal dunia di tempat “,  “terang Encon.

Korban pun langsung dievakuasi oleh tim gabungan dari Polsek Manonjaya, Koramil dan warga berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Dan Unit Gakkum Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, dan membawa korban ke RSUD Dr Sukardjo Kota Tasikmalaya. 

Kepada warga, Encon menghimbau agar warga yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu untuk lebih hati-hati dan ekstra waspada. 

"Kami tidak akan bosan untuk mengingatkan warga yang melintas disini, untuk lebih waspada dan berhati-hati agar kejadian sama tidak terjadi lagi," tegasnya. (Herman)


JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76, KAPOLRES TASIKMALAYA KOTA IKUTI BAKTI KESEHATAN DONOR DARAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-76, Polres Tasikmalaya Kota menggelar Bakti Kesehatan Donor Darah bertempat di Aula Mitra Bhayangkara Asrama Polisi Bojong Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. (07/06)

Menurut Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si. kegiatan Donor Darah ini diikuti Personil Polres dan Jajaran Polsek juga dari Kodim 0612 Tasikmalaya, Brigif Raider 13/Galuh dan Lanud Wiriadianata serta masyarakat umum yang berpartisipasi untuk membantu stok darah di PMI Tasikmalaya.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke-76," ujar Kapolres usai melakukan donor darah. 

Kapolres mengatakan kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah merupakan bagian dari rangkaian beberapa kegiatan Bakti Kesehatan lainnya seperti Vaksinasi dan Pengobatan Gratis.

“Saya berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat khususnya yang membutuhkan darah," ucapnya. (anwarwaluyo)


ASEP NOORDIN:”SUDAH SAATNYA PEMDA PANGANDARAN PUNYA PERDA TENTANG DRAINASE”

Ketua DPRD Pangandaran, ASEP NOORDIN
PANGANDARANNEWS.COM – Seiring dengan kondisi dan situasi yang ada sekarang sudah saatnya Kabupaten Pangandaran mempunyai Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang drainase, padahal perda ini dipandang sangat perlu apalagi di kawasan wisata.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran Asep Noordin kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat paripurna di gedung DPRD Pangandaran.(06/06)

Asep berharap nanti rencana induk drainase ini bisa dibuat, karena kini banyak drainase di pemukiman, tempat wisata dan bahkan dipinggir jalan yang sudah banyak berubah.

"Ada yang dipakai air limbah dan sebagainya," ucapnya.

Hal tersebut ini kata Asep seharusnya jadi perhatian agar tidak menjadi persoalan kedepanterutama di objek wisata, karena walaupun pasir tapi tetap pengelolaan drainasenya harus baik.

Pada saat kajian nanti, imbuhnya, sebaiknya pemda melihat bagaimana konsep drainase yang dibuat sejak dulu, sejak zaman belanda dimana saat itu ada kanal-kanal menuju penampungan.

Asep juga berharap agar Pembuangan drainase ini tidak dibuang langsung ke laut, karena lokasi tersebut digunakan untuk berenang oleh wisatawan.

“Nantinya alur air permukaan bisa diarahkan ke aliran anak sungai cikidang setelah filterisasi dan ditata dengan rapih, " ucapnya. (PNews)




UNTUK TINGKATKAN DUNIA PENDIDIKAN, PEMKAB PANGANDARAN JALIN KERJASAMA DENGAN UNSOED PURWOKERTO

PANGANDARANNEWS.COM – Setelah dengan UNPAD Bandung dan perguruan tinggi lainnya, kini Pemerintah Kabupaten Pangandaran kembali menjalin kerjasama dengan Universitas Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jawa Tengah.

bertempat di Gedung Integrated Academic Building Unsoed Purwokerto, baru-baru ini Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata menandatanganani kesepakatan bersama antara UNSOED dan Pemkab Pangandaran terkait peningkatan fungsi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang dihadiri Rektor Unsoed Ir. Akhmad Sodiq.,M.Sc.Agr, Para Wakil Rektor, Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Para Kepala Biro Lingkup Universitas Jendral Soedirman. 

Dan dari pihak Pemerintah Kabupaten Pangandaran hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bagian Pemerintahan beserta jajarannya.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran menyampaikan, dalam kesepakatan bersama ini terdapat tiga aspek yang perlu digarisbawahi, diantaranya aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dan ini akan menjadi satu kaidah serta menjadi rujukan Pemkab Pangandaran dan Unsoed untuk bersama-sama mengembangkan tiga aspek tersebut, ”kata bupati.(03/06)

Menurut bupati, pihaknya berjanji akan terus mendukung kerjasama atau kesepakatan bersama ini serta mensupport serta mendukung, diantaranya dengan menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk dipergunakan Unsoed.

“Jadi kalau tahun besok Unsoed mau buka, untuk sementara eks gedung Dinas Pendidikan bisa dipergunakan, ”imbuh bupati

Bupati juga berharap kesepakatan kerjasama ini bisa menjadi awal yang baik, untuk peningkatan mutu dan layanan pendidikan di Kabupaten Pangandaran.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapa Ir. Akhmad Sodiq.,M.Sc.Agr, sekaligus saya mengucapkan selamat kepada pa rektor yang baru saja dilantik untuk memimpin Unsoed, ”ungkap bupati. (PNews)



KETUA DPRD PANGANDARAN: “PERLU ADANYA PENINGKATAN SDM PETANI, NELAYAN, UMKM, IKM DAN KOPERASI”

PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran beberapa hari lalu membuat Pokok Pikiran (Pokir) terkait rencana dan prioritas program optimalisasi sektor ekonomi unggulan.

Seperti disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, saat ini perekonomian Indonesia diwarnai dengan banyaknya UMKM, IKM dan Koperasi. Dan upaya agar sektor tersebut berjalan baik maka perlu ditunjang dengan kualitas tenaga kerja yang kreatif dan inovatif.

Dan untuk menunjang keberhasilan sektor-sektor tersebut, menurut Asep, perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), seperti petani menjadi petani profesional.

"Sama, SDM nelayan kita juga harus jadi nelayan profesional, "kata Asep.(02/06)

Kata Asep, petani dan nelayan harus dibekali program dan fasilitasi teknologi sehingga jika sudah terwujud tahapan profesional dan cakap dalam penggunaan teknologi maka akan mempermudah pengembangan sarana dan prasarana agrobisnis sektor pertanian dan perikanan.

Asep juga mengatakan, perlu ada penguatan sumber daya UMKM dan koperasi yang berkesinambungan dan terintegrasi antar stakeholder serta dibutuhkan program penguatan sumber daya modal, SDM, manajemen, jejaring koperasi, UMKM dan IKM.

“DPRD tentu akan mendorong penguatan sentra industri kecil berbasis kelompok atau masyarakat sebagai ciri khas pengembangan wilayah, dan agar variabel tersebut mudah terealisasi tentu butuh peningkatan nilai investasi guna memperluas kesempatan kerja," imbuhnya.

Tak hanya itu, kta Asep program pelatihan pertanian, nelayan, UMKM, IKM dan Koperasi juga perlu sarana prasarana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan yang lengkap.

"Dengan ditunjang sarana modern dan inovatif yang mampu mencetak tenaga kerja terampil, dan ini tentunya perlu dukungan pemda dalam pengembangan produk unggulan daerah," pungkasnya.(PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN