SETELAH DUA TAHUN TIDAK DISELENGGARAN, BAZAR RAMADHAN DI ALUN-ALUN CIJULANG KEMBALI DISERBU WARGA BERBURU TAKJIL

PANGANDARANNEWS.COM – Setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan karena pandemic covid-19, kini Bazar Ramadan di Alun-alun Cijulang, Desa/Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran kembali digelar yang tiap harinya dibuka mulai jam 16.00 WIB.

Warga pun menyambut antusias sehingga dari berbagai daerah mendatangi ke Bazar Ramadan ini untuk berburu takjil.  

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung Asti (30) warga Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, menurutnya ia merasa rindu dengan suasana bazar ini yang 2 tahun belakang ini tidak diselenggarakan karena dlam kondisi pandemi.

“Warga Cijulang dan sekitarnya biasanya datang ke bazar ini untuk berburu takjil seperti biji salak caramel, kolak pisang, candil dan makanan khas bulan ramadahan lainnya, “ujarnya.*6/04)

Sementara salah seorang pedagang, Lilis (18) mengatakan, biasanya dalam waktu satu jam dagangan yang ia jual sudah habis terjual.

“Setiap hari saya menyiapkan sekitar 50 cup kolak biji salak, Alhamdulillah dagangannya saya selalu dimintai pengunjung, “ucap Lilis.

Tak hanya makanan tradisional saja, ternyata di Bazar ini jenis makanan lain seperti makannan sipa saji burger, hotdog, baso aci, cireng, cimol, dan jajanan berbahan aci lainnya juga tersedia, pun laris manis. (PNews)


GELAR TARAWEH KELILING MUSPIKA DI DESA KERTASARI AJAK WARGA PERKUAT SILAHTURAHMI SERTA TETAP DISIPLIN PATUHI PROKES

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Memasuki hari ketiga di bulan ramadhan ini Muspika Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dan pemerintah Desa Kertasari mengadakan kegiatan Taraweh Keliling (Tarling) di masjid DKM Mesjid Al Hidayah Dusun Rancabogo Desa Kertasari Kecamatan Cipatujah, (5/4)

Hadir dalam kegiatan tarling tersebut, Danramil 1225/Cipatujah Kapten Inf A Saleh, perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Cipatujah dan Polsek Cipatujah, Kades kertasari Yopik Solihat, unsur terkait lainnya, lembaga desa dan tokoh masyarakat setempat.

Selain melaksanakan sholat Isya berjamaah dan ibadah shalat Taraweh dalam kegiatan Tarling ini digelar pengajian dan silahturahmi unsur muspika, pemdes dengan masyarakat.

Seperti disampaikan Kades Kertasari Yopik Solihat, atas nama Pemdes beserta warga ia menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan silahturahim muspika karena sudah berkenan hadir bersilaturahmi dengan warga.

“Seperti diketahui kegiatan tarling ini ramadhan tahun lalu sempat dihentikan akibat pandemi covid 19, “ujar Yopik.

Walau saat ini dilakukan pelonggaran berkegiatan, namun kata Yopik pihaknya tetap berharap masyarakat disiplin dalam menjalankan prokes karena pandemi covid 19 masih ada.

“Terimakasih semoga kegiatan taraweh keliling ini dapat memberi manfaat positif bagi terjalinya ukhuwah islamiyah dan penguatan silahturahmi semua pihak,”ujar Yopik.

Sementara Danramil 1225/Cipatujah Kapten Inf A Saleh mengatakan, atas nama Muspika menyampaikan salam silahturahmi kepada warga Desa Kertasari, dan sesuai kesepakatan tim muspika kegiatan Tarling ini dilaksanakan di sejumlah desa sesuai jadwal yang telah disepakati.

Dalam kesempatan tersebut Danramil juga menyampaikan sejumlah informasi dan himbauan, seperti  tetap jaga kondusifitas, kamtibmas dan kedisiplinan dalam melaksanakan prokes Covid 19.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kekompakan, kondusifitas dan kamtimbas dilingkungan masing- masing.

“Semoga berkah bulan ramadhan ini bisa tetap menjalin silaturahmi serta memperat tali siraturahmi, “ucapnya. (anwarwaluyo)


SAAT MENGAYUH SEORANG BECAK ASAL JALAN BENDA KOTA TASIK MENDADAK PUSING DAN MENINGGAL DUNIA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Seorang pria paruh baya meninggal mendadak saat sedang mengayuh becak di Jalan BKR Kelurahan Tawangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.(04/04)

Korban diketahui bernama Suhaya (59), tukang becak warga Jalan Benda, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang.

Seperti disampaikan Kapolsek Tawang Polres Tasikmalaya Kota Ipda Wawan Setiawan, saat korban mengayuh becak tiba-tiba mendadak pusing kemudian menepi ke pinggir jalan, dan menurut saksi Ema saat diperiksa keadaan korban ternyata sudah tidak bernyawa. Selanjutnya Polsek Tawang dan Inafis Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota membawanya ke kamar mayat RSUD Dr. Soekardjo untuk pemeriksaan medis.

Masih keterangan Ipda Wawan, setelah  dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan Tim Inafis hasilnya tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan dan keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.

“Korban pun langsung dibawa untuk dimakamkan oleh pihak keluarga, “ujar Ipda Wawan. (anwarwaluyo-hms)


TINGKATKAN MINAT KE PERGURUAN TINGGI JADI BAHASAN PEMDA PANGANDARAN DENGAN UNSOED

Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran
PANGANDARANNEWS.COM – Untuk lebih meningkatkan dunia pendidikan dan sumber daya manusia (SDM)  kebali Pemkab Pangandaran bekerjasama dengan Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah membahas rencana perguruan tinggi tersebut bisa hadir di Pangandaran.

Rencana hal ini beberapa waktu lalu dibahas oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan dan didampingi para Asisten Daerah, kepala OPD dan Kabag di lingkup Pemkab Pangandaran dengan pihak Unsoed yang dihadiri Rektor Prof. Dr. Ir. Suwarto, M. Sc, dan jajarannya, bertempat di sebuah rumah makan sea food di kawasan Kampung Turis pantai Pamugaran. (2/04)

Usai pertemuan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kepada awak media mengatakan, saat ini lulusan  SLTA sederajat asal pangandaran yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah, bupati juga  menyadari ketika awal menjadi Bupati Pangandaran APK perguruan tinggi di Kabupaten Pangandaran masih rendah yaitu 856.

“Salah satu penyebabnya adalah faktor ekonomi, “ungkap bupati.

Untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi tentu menjadi beban ditambah biaya kehidupan yang besar, sehingga yang bisa melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi hanya yang memiliki banyak uang.

Tapi jika ada universitas di Pangandaran lanjut bupati tentu biaya pendidikan pun bisa ditekan, seperti sewa kos rumah karena bisa dari rumah sendiri. 

“Dan untuk itu mempermudah akses keperguruan tinggi bagi masyarakat menjadi hal penting, dan hal ini tentu menjadi perhatian pemda untuk lebih meningkatkan dan pengembangan sektor pendidikan, “ imbuhnya. (PNews)


DPRD PANGANDARAN RAIH PREDIKAT TERBAIK PENGELOLAAN JDIH SE-JAWA BARAT

PANGANDARANNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin sast diminati komentarnya terkait penghargaan atas Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Sekretariat DPRD Pangandaran menjadi yang terbaik se Provinsi Jawa Barat, menyampaikan penghargaan ini merupakan rangkaian dari penetapan Desa/Kelurahan sadar hukum oleh Provinsi Jawa Barat, dan pemberian penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Hukum dan Ham yang di wakili oleh Kepala Pusat JDIH Nasional di Bandung.

“Saya sangat berterimakasih kepada Sekretariat DPRD yang telah mendapatkan penghargaan tersebut, tentu ini akan membawa nama daerah memiliki nilai lebih dari kabupaten-kota lain, ungkap Asep. (31/03)

Asep juga berpesan agar pengelolaan JDIH ini harus terus disempurnakan dalam upaya mempercepat optimalisasi JDIH sebagai portal pencarian dokumen hukum dan basis data, karena melalui JDIH ini masyarakat dimana saja, kapan saja akan dimudahkan mengakses dokumen hukum dengan lengkap, akurat juga terpercaya.

Bahkan, imbuh Asep,  seluruh dokumen di DPRD sejak DPRD Pangandaran berdiri bisa tersusun dengan baik, tertib dan berkesinambungan.

“Penghargaan JDIH terbaik ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil penilaian JDIH Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Tahun Anggaran 2021," jelas Asep. (PNews)


KETUA DPRD PANGANDARAN :”DI KAWASAN WISATA PANTAI PANGANDARAN BELUM ADA FASILITAS UNTUK DISABILITAS”

Ketua DPRD Pangandaran, ASEP NOORDIN
PANGANDARANNEWS.COM - Bandung - Trotoar di kawasan wisata pantai Pangandaran hingga saat ini masih belum ramah bagi penyandang disabilitas sehingga ke depan bisa lebih diperbaiki.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, saat diminta komentarnya terkait penataan obyek wisata.

Menurut Asep, ia berharap agar Pemkab Pangandaran bisa memperhatikan wisatawan disabilitas yang berkinjung ke Pantai Pangandaran, karena mereka pun punya hak sama seperti sehingga fasilitas untuk disabilitas juga harus disiapkan.

“Seperti tersedia fasilitas di taman di Pangandaran Sunset atau tempat lainnya, bagaimana caranya agar akses untuk kursi roda bisa lebih dipermudah masuk kesana, “ucap Asep. (31/.03)

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengakui, fasilitas penunjang disabilitas belum terpenuhi.

Disoal anggaran untuk pembangunan saran prasarana tersebut, Tonton mengatakan belum ada dan ke depan baru akan diajukan untuk penuhi fasilitas penyandang disabilitas.

Toton menjelasnya sebenarnya kewenangan pembangunan fasilitas bagi disabilitas itu ada di  Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, termasuk untuk penambahan fasilitas di taman dan trotoar.

Namun untuk taman dan trotoar tersebut, imbuhnya harus meminta pemanguannya ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran.

 "Untuk pengurusan taman Pemda sudah menyerahkan ke dinas terkait Lingkungan Hidup dan Kebersihan, “jelasnya. (PNews)


KETUA DPRD PANGANDARAN ASEP NOORDIN DIDAMPINGI KETUA KONI SAMBUT KEDATANGAN ATLET SURFING

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin  didampingi Ketua dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pangandaran menyambut kedatangan atlit surfing asal Batukaras Kecamatan Cijulang, Gilang Edward (17) yang berhasil raih juara 1 Liga Surfing Indonesia (LSI) di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. 

Dalam even tersebut atlit suyrfing asal Kabupaten Pangandaran Gilang ada pada divisi Junior Boys papan shortboard yang dilaksanakan LSI pada 11-13 Maret 2022 lalu.

Seperti disampaikan Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, Gilang Edward meraih poin akhir dengan hasil 8,27 dari heat 1 sampai 4 sehingga mampu mengalahkan peselancar asal Bali Made Nesa dari Pantai Sanur dengan perolehan tipis 8,00, dan pada urutan ketiga ada Westen Hirst dari Lakey Peak, Nusa Tenggara Barat dengan perolehan nilai 7,67.

"Gilang unggul pada papan selancar shortboard junior boys dan membawanya pada posisi teratas, "terang Asep. (16/03)

Prestasi Gilang ini kata Asep tentu membawa harum Kabupaten Pangandaran di tingkat nasional, dan diharapkan Gilang bisa terus meraih prestasi.

Hal senada dikatakan Ketua KONI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana, menurutnya ia sangat apresiasi pada prestasi yang telah ditorehkan Gilang yang berhasil pada posisi 1 surfing di LSI.

Disoal prestasi atlit peselancar Pangandaran, Agus berharap akan lahir lebih banyak lagi bibit-bibit peselancar sehingga nantinya akan terus bermunculan atlit terbaik asal Kabupaten Pangandaran.

"Semoga prestasi yang telah diraih Gilang ini menjadi motivasi rekan-rekannya karena prestasinya sudah tingkat nasional, bahkan internasional," tegasnya. (PNews)


AKIBAT KORSLETING, ASRAMA SANTRI PONDOK PESANTREN RIYADLUL MUTAFAHHIMIN DI SUKARAJA DILALAP SI JAGO MERAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Peristiwa kebakaran yang menghanguskan gedung berlantai 2 asrama dan ruang belajar khusus untuk santri laki-laki Pondok Pesantren Riyadlul Mutafahhimin  terjadi di Kampung Cisumur RT/RW, 021/07 Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, sekitar pukul 15:30 Wib hari kemarin (01/04) telah mengakibatkan hangusnya bangunan 2 lantai yang merupakan asrama dan ruang belajar yang ditempati santri laki-laki yang bersebelahan dengan asrama santriwati.

Seperti keterangan dari anggota Polsek Sukaraja Polres Tasikmalaya Aiptu Undang, saat kejadian asrama pondok pesantren Riyadlul Mutafahhimin dalam keadaan kosong, sehingga musibah kebakaran pun tidak menelan korban jiwa maupun luka, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 350 juta.

Undang menjelaskan, dari keterangan beberapa saksi kepulan asap nampak dari lantai atas asrama, karena pengaruh tiupan angin kencang akhirnya api membesar dan melalap bangunan.

Petugas pemadam kebakaran segera mengerahkan 2 mobil pemadam kebakaran yang dibantu Babinsa dan anggota Polsek Sukaraja, INAFIS Polres Tasikmalaya, RPBD Kecamatan Sukaraja, tim TAGANA Kabupaten Tasikmalaya serta masyarakat sekitar pun berjibaku selama 1 jam mengendalikan api agar tidak menjalar ke gedung asrama santriwati yang ada disebelahnya.

"Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, namun demikian penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan," terangnya.

Ketua Korlap RPBD Kecamatan Sukaraja Asep Sahidin menambahkan, setelah mendpat laporan timnya punlangsung meluncur ke tempat kejadian dan menerjunkan pasukan damkar yang dibantu Tagana INAFIS berusaha memadamkan api dan mengevaluasi barang yang masih bisa di selamatkan.

Hal senda diksampaikan tim TAGANA Kabupaten Tasikmalaya Erwin, pihaknya langsung melakukan pendataan terkait kerugian akibat musibah kebakaran ini yang ditaksir mencapai Rp.350 juta serta mencatat alamat lokasi kebakaran, membantu untuk memadamkan api sampai benar-benar dinyatakan padam total. (HERMAN-PNEWS)


WAKIL BUPATI PANGANDARAN KUNJUNGI DAN BERI BANTUAN PADA KELUARGA KORBAN KEBAKARAN DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS.COM - Di sela kesibukannya Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran H Ujang Endin Indrawan siang tadi melihat secara langsung kondisi rumah korban, keluarga Supriatin dan Muslihudin di Dusun Bojonggenteng RT 11 RW 02 Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya.(30/03)

Kejadian musibah kebakaran yang menimpa korban terjadi sekitar jam 19.30 tanggal 29 maret 2022 tersebut kini hanya menyisakan puing reruntuhan.

Kepada pasangan suami istri korban kebakaran tersebut, wakil buapti memberikan nasihat agar korban bersabar dalam menerima musibah serta menjadikan musibah ini jadi sebuah takdir yang harus disikapi dengan lapang dada dan tawakal.

“Saya atas nama Pemkab Pangandaran turut prihatin dengan kejadian yang menimpa ibu dan keluarga,”  katanya.

Dalam kesempatan tersebut wakil buapti pun berjanji pemda akan segera membantu serta akan segera menganggarkan untuk alokasi bangunan rumah korban yang sudah rata dengan tanah.

Tak hanya menasihati korban, wakil bupati pun memberikan bantuan sembako, peralatan dapur dan sejumlah uang kadeudeuh sebagai bentuk rasa empati serta belasungkawa. (TnT)


UNTUK TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN, PHRI PANGANDARAN TERUS DORONG PEMDA SEGERA BENTUK BPPD

Ketua PHRI Pangandaran AGUS MULYANA
PANGANDARANNEWS.COM - Selaras dengan visi pemeriuntah daerah, Kabupaten Pangandaran menuju wisata yang mendunia sudah seharusnya saat ini mempunyai Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), karena selain ini amanat undang-undang juga bisa membantu kemajuan dunia pariwisata itu sendiri.

Seperti disampaikan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Agus Mulyana, jika bicara kunjungan wisatawan ke Pangandaran sejak dulu juga jika akhir pekan dan liburan pasti akan dipadati pengunjung, tapi dengan terbentuknya BPPD diharapkan arus kunjungan wisatawan ke Pangandaran di saat week day okupansinya bisa naik.

“Dulu saat saya masih jadi pemandu wisata, ketika week day Pangandaran akan dipenuhi turis mancanegara,“ ungkap Agus, saat diwawancari PNews di gedung Setda Pemkab Pangandaran.(29/03) 

Tapi yang diinginkan PHRI, kata Agus, ramainya wisatawan ini bukan terjadi hanya saat week end saja, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu biasanya Pangandaran akan ramai dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan juni, juli dan di bulan agustus lalu keramaian tersebut disambung pada bulan berikutnya oleh wisatawan domenstik (lokal) sehingga saat itu okupansi kunjungan merata.

“Tapi kalau sekarang week day sepi, baru pada week eng kunjungan meningkat, “ucapnya.

Agus menyebut pariwisata Pangandaran memang sangat membutuhkan kehadiran BPPD karena dengan keberadaanya ia yakin akan mampu menyeimbangkan arus kunjungan wisatawan. 

Karena dengan adanya BPPD imbuh Agus, nantinya promoso pariwisata Pangandaran akan berjalan, misalnya table top iktu dmana dan tentunya semua prograsm kepariwisataan Pangandaran pun bisa terakomodir.

Dan sejauh ini, imbuh Agus PHRI terus mendorong terkait personalitynya, karena BPPD ini harus memenuhi 9 unsur, pertama dari penggiat pariwisata harus 4 orang, penerbangan 1 orang, akademisi 1 orang, jurnalis 2 dan tokoh masyarakat 1.

Untuk menentukan siapa yang akan menjadi pengurus BPPD ini mungkin PHRI harus ada yang menjadi inisiator tapi stakeholdernya ada di Dinas Pariwisata.

:Jadi kita sebagai penggiat pariwisata sipatnya hanya mendorong dan memberikan masukan untuk urusan personality yang nantinya akan jadi pengurus BPBD ini,” jelas Agus.

Agus menambahkan, ke depan PHRI akan melakukan seleksi karenaPHRI ingin nantinya yang duduk di BPPD ini orang yang mempunyai iwa di pariwisata jangan ketika sudah dibentuk lalu diam tidak ada program yang dijalankan, dan untuk sementara PHRI hingga saat ini belum mengajukan nama, namun ketika sudah ada personality calon yang akan duduk di BPBD, PHRI akan membuat semacam pleno untuk menetukan siapa yang jadi ketua, wakil ketua dan seterusanya.

“Jadi ketika PHRI mengusulkannya sudah setengah matang, minimlal akan mengkerucut sesuai apa yg kita inginkan, “pungkasnya. (PNews) 


BERDASARKAN KEP 98 POLRES PANGANDARAN MEMPUNYAI 9 POLSEK UNTUK 10 KECAMATAN

Kapolres Pangandaran AKBP HIDAYAT, SH, SIK
PANGANDARANNEWS.COM - Walau wilayah adiministrasi ada 10 kecamatan, namun Polres Pangandaran berdasarkan kep 98 hanya mempunyai 9 polsek, diantaranya Polsek Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih, Parigi,m Cijulang, Cimerak, Cigugur dan Polsek Langkaplancar.

Demikian disampaikan Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat, SH, SIK saat dijumpai PNews usai mengikuti rapat kordinasi di aula setda Pemkab Pangandaran.(29/03)

Menurut Hidayat, jadi untuk sementara Kecamatan Mangunjaya belum mempunyai Mapolsek sehingga sampai saat ini masih dihandel oleh Polsek Padaherang, namun jika ke depan memang dibutuhkan harus ada tentu akan jadi bahan ajuan untiuk disampaikan ke mabes.

“Paling untuk sementara kita tambah personil ke Polsek Padaherang, “ucap Hidayat.

Ia menambahkan, karena untuk personil Polres juga saat ini masih kurang sehingga hal ini akan mengajukan penambahan anggota ke Polda Jabar.

Hidayat menyebut di Polres Pangandaran terdapat 3 polsek urban, diantaranya Polsek Padaherang, Pangandaran dan Polsek Sidamulih. (PNews)


PABRIK RUMAHAN MAKANAN RINGAN MAKRONI DI KELURAHAN ARGASARI ALAMI KEBAKARAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sebuah pabrik makanan ringan Makroni di Kampung Sawah lempay Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideng Kota Tasikmalaya, hari kemarin alami kebakaran.(29/03)

Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut Kapolsek Cihideung Polres Tasikmalaya Kota Kompol Cecep Bambang membenarkan, home indutri milik Hj. Nunung yang memproduksi makanan ringan makroni habis dilalap si jago merah.

"Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian sekitar Rp 500 juta rupiah," jelasnya.

Cecep menjelaskan, setelah pihaknya menerima laporan dari warga tentang ada kejadian kebakaran, ia pun kemudian menghubungi Unit Damkar Kota Tasikmalaya dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kota Tasikmalaya, dan api dapat dipadamkan dengan 2 unit mobil damkar serta dibantu warga.

Menurut Cecep, untuk sementara berdasarkan dari keterangan beberapa saksi, kebakaran tersebut terjadi saat minyak goreng dari wajan tumpah menyambar api kompor dan menimbulkan api yang besar, diduga ada kelalaian saat penggorengan makaroni.

"Dari keterangan beberapa saksi kebakaran tersebut akibat ada unsur kelalaian, namun demikian Polsek Cihideung dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ucap Cecep. (anwarwaluyo-hms)


HANYA MILIKI 2 MOBIL DAMKAR BPBD PANGANDARAN BELUM MAKSIMAL TANGANI KEBAKARAN

PANGANDARANNEWS.COM  – Pemerintah Kabupaten Pangandaran hingga saat ini hanya memiliki dua unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) yang layak digunakan, jumlah ini tentu masih jauh dari kata ideal untuk 10 kecamatan dan 93 desa.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( Kalak BPBD) Kabupaten Pangandaran Kustiman, menurutnya kedua mobil damkar yang ada saat ini disimpan di dua posko, satu unit di kantor Kantor BPBD dan satu lagi di shelter Pasar Wisata. 

“Sebenarnya semuanya ada tiga, tapi yang layak hanya dua unit,” terang Kustiman.(28/3)

Saat ini menurutnya BPBD cukup kesulitan saat menangani kejadian kebakaran dengan jumlah 2 armada ini karena idealnya per dua kecamatan tersedia satu damkar, sehingga minimal BPBD harus memiliki 5 unit. Jadi nantinya per dua kecamatan ada satu posko. Jika ini bisa terealisasi Kustiman yakin penanganan kejadian kebakaran di Pangandaran akan lebih optimal.

Ia menjelaskan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebakaran dari posko ke lokasi kejadian kebakaran harus bisa ditempuh dalam kurun waktu 15 menit, artinya dengan luas wilayah Kabupaten Pangandaran ijelas tidak akan mampu jika dijangkau hanya dua unit saat menangani kejadian kebakaran.

“Sehingga terkesan kami lambat menangani kebakaran yang terjadi di daerah yang jauh dari jangkauan, dan akses jalan yang sempit serta jarak yang jauh menjadi penyebabnya,” imbuhnya.

Kustiman menyebut terkadang jika ada kejadian kebakaran di suatu tempat, petugas damkar baru tiba setelah api berhasil dipadamkan masyarakat, sehingga petugas pun hanya melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

“Data di BPBD Pangandaran tercatat jumlah penanganan kebakaran sepanjang tahun 2021 sebanyak 30 kejadian, ini menempati posisi kedua setelah bencana alam angin topan sebanyak 74 kali, “pungkasnya. (PNews)

 

BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN HADIRI ACARA LAUNCHING SPPT PBB - P2

PANGANDARANNEWS.COM – Hari ini Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan Sekretaris Daerah Dr Drs H Kusdiana MM, Kepala BAPENDA, Camat, Kepala Desa dan kolektor PBB,  menghadiri undangan Launching SPPT PBB - P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan perkantoran Tahun 2022), bertempat di Islamic Center Pangandaran.(28/03)

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, launching SPPT PBB-P2 ini merupakan upaya Pemkab Pangandaran untuk menumbuhkan kembali kesadaran dalam membayar pajak untuk menopang program-program pembangunan daerah. 

Untuk itu melalui upaya ini, kata Jeje, ia sangat mengharapkan agar para camat mengawasi para perangkat desa dan kepada para wajib pajak (WP) agar lebih kooperatif dalam melakukan pembayaran pajak dan tanggungannya yang belum terlaksana. 

Penerimaan pajak daerah ini menurut Jeje sangat tergantung pada kesadaran masyarakat, berkembangnya dan majunya suatu daerah itu ditentukan pada ketaatan serta kesadaran masyarakat dalam kewajiban membayar pajak.

“Mari ciptakan Kabupaten Pangandaran taat membayar pajak, “ucap Jeje.

Jeje mengatakan, pandemi Covid 19 yang terjadi tahun lalu sungguh sangat berimbas pada menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pariwisata dan target pencapaian PBB, oleh karena itu Pemkab Pangandaran saat ini terus menggali dan meningkatkan target PAD tersebut.

“Salahsatunnya dengan membentuk Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda-red), dan diharapkan melalui Bapenda ini kita mampu mendongkarak pendapatan daerah,” tegasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN