SEJUMLAH WISATAWAN NIKMATI LIBUR TAHUN BARU DI OBYEK WISATA PANTAI CIPATUJAH

pangandarannews.com/tasiknews – Meski sudah ada pernytaaan resmi dari Pemkab Tasikmalaya menjelang libur natal dan tahun baru 2020, namun hal ini tidak menurutkan niat masyarakat untuk menghabiskan berwisata di akhir tahun ini di pantai Sindangkerta dan Cipatujah. Alasan mereka, selain berwisata di tempat ini relatif murah karena warga juga sekalian pulang kampung atau berkunjung ke tempat keluarga di sekitar wilayah Tasik Selatan.

Malah beberapa pengunjung di kedua obyek wisata tersebut mengatakan, alasan penutupan obyek wisata oleh pemerintah karena pandemi ini kurang masuk akal dan hanya menghalangi aktivitas masyarakat khususnya yang hendak berwisata.

“Tapi walau begitu kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan paling tidak memakai masker saat berada di lokasi wisata, “ujar Diana, salah seorang pengunjung di Pantai Sindangkerta asal Bogor.(01/01-21)

Diakui Diana, pengunjung yang datang ke kawasan wisata baik di Sindangkerta atau Cipatujah memang sangat berkurang dibandingkan dengan libur tahun baru lalu, namun kondisi ini tidak mengurungkan niatnya untuk berwisata ke destinasi wisata yang ada di sekitar wilayah Tasik selatan ini.

Hampir satu tahun dalam kondisi pandemi, kata Diana, membuat ia ingin melepas kepenatan atau paling tidak refreshing dari rutinitas sehari-hari di masa pandemi dengan kegiatan yang sangat membosankan.

“Ini juga sekalian nengok saudara yang ada di Karangnunggal, kesempatan ini saya gunakan untuk berwisata, “terangnya. (ANWARWALUYO)








MALAM PERGANTIAN TAHUN OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN DITUTUP, WISATAWAN PUN MENGAKU KECEWA

PANGANDARANNEWS.COM – Keramaian malam penggantian tahun 2021 di obyek wisata pantai Pangandaran sungguh sangat berbeda dari even yang sama di tahun-tahun sebelumnya, pasalnya Pemkab Pangandaran tak mau ambil risiko jika sampai terjadi kerumunan dan berujung terjadi penularan Covid-19 sehingga pemda pun melalui aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan langkah penutupan akses pintu masuk ke kawasan pantai jelang malam pergantian tahun sejak pukul 20.00 WIB. (31/12) 

Seperti disampaikan Sekretaris Sat Pol PP Pangandaran, Bangi, sebenarnya kebijakan penutupan ini ituasional, jika memang diprediksi pengunjung akan membludak.

“Dan tadi malam karena kondisi di dalam kawasan wisata sudah ramai dan dikhawatirkan terjadi kerumunan massa banyak sehingga ," kata Bangi, Sekretaris Satpol PP Panganlangsung kami tutup, “terangnya.

Akibat penutupan ini tidak sedikit wisatawan yang kecewa karena harus putar balik tidak bisa merayakan malam pergantian tahun baik di kawasan pantai timur atau di pantai barat.

Sementara pantauan PNews di lapangan, walau tidak menimbulkan kepadatan apalagi terjadi kerumunan kondisi di dalam kawasan pantai cukup ramai, tampak sejumlah wisatawan hilir mudik begitu juga di beberapa kafe-kafe juga ramai. 

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Hesti (28) yang ditemui di salah satu resto kafe mengaku merasa kecewa karena malam pergantian tahun baru ini tidak bisa melihat kemeriahan kembang api saat detik-detik pergantian tahun.

“Tapi saya juga maklum karena kondisi kita saat ini memang tidak memungkinkan untuk itu, tapi walau pun demikian saya masih tetap bisa menikmati libur akhir tahun ini, “ujar Hesti.

Hal berbeda disampaikan beberapa pemilik pondok wisata dan hotel, menurutnya banyak wisatawan mengaku sangat kecewa dengan pentupan obyek wisata ini pasalnya untuk datang ke Pangandaran wisatawan sudah dari jauh-juah hari memesan hotel tapi ketika datang ke Pangandaran tidak bisa masuk lokasi wisata karena di pintu masuk (toll gate) sudah ditutup petugas gabungan.

“Sebelumnya kan tidak ada pengumuman akan ditutup, jadi saat wisatawan booking kamar yang kami terima dengan membayar deposit, “terangnya. (PNews)




UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 31 DESEMBER 2020


PANGANDARANNEWS.COM
– Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 31 Desember 2020 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS Konfirmasi  COVID-19

Total            :   213 org

Sembuh :   146 org

Aktif :    27 org  isolasi RSU,  33 Isolasi Mandiri)

Meninggal :     7 org

WNI              :   213 org

Laki2            :   106 org

Perem :   107 org

Usia

<5 :  6 org

5 - 19  : 14 org

20 - 29 : 42 org

30 - 39 : 47 org

40 - 49 : 32 org

50 - 59 : 17 org

60 - 69 : 15 org

70 - 79 :  4 org

SUSPEK

1. Total         : 708 org

2. Discardid : 679 org

    - Meninggal :   14 org

3. Aktif         :   15 org

4  Laki-Laki : 440 org

5. Perempuan : 268 org

6. WNI : 709 org

7. WNA                 :     5 org

8. Usia :

< 5 th :  23 org

6-19    :  78 org

20-29 : 241 org

30-39 : 100 org

40-49 :  84 org

50-59 :  85 org

60-69 :  55 org

70-79 :  25 org

>80            :   4 org

PROBABLE

1. TOTAL.                  : 4

2. MENINGGAL : 3

3. MENUNGGU : 1

KONTAK ERAT

TOTAL : 1586 org

Discarded : 1383 org

Aktif :  203 org


HASIL LAB. SWAB

Positif    :     213 org

Negatif  : 6.708 org

Menunggu hasil         :   203 org

Jumlah  : 7.124 org

HASIL RAPID TEST

Reaktif    :         70 org

Invalid    :           0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total      : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.


Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 31 Desember 2020 :
















PEMBANGUNAN BAK SAMPAH DI DESA CIKUKULU BANGUN KESADARAN WARGA TERAPKAN PHBS

Pangandarannews.com/tasiknews – Persoalan sampah biasanya menjadi masalah tersendiri di setiap tempat, karena jika memang tidak ditangani serius selain menjadi pemandangan yang kurang sedap diihat juga bisa menjadi sumber penyebaran penyakit.

Tapi tidak dengan apa yang dilakukan Pemerinatahan Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, pihak desa berupaya menanggulangi permasalahan sampah ini dengan  membangun bak yang berfungsi sebagai salahsatu upaya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sembarangan pada  tempat.

Seperti disampaikan Kepala Desa Cikukulu, Asep Triyana, pembangunan bak sampah di anggarannya diambil dari Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2020, nantinya berfungsi untuk menampung sampah dari warga yang kemudian dibakar.

“Mudahmudahan dengan adanya bak sampah ini warga tidaklagi membuang sampah rumahtangga ke sungai dan sembarngan tempat sehingga keasrian lingkungan pun bisa tetap terjaga, “jelasnya, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(29/12)

Asep menambahkan, pada anggaran tahun 2021 Pemdes Cikukulu juga akan melakukan musyawarah dengan BPD dan lembaga desa lainnya untuk menganggarkan pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus sebagai tempat pembakaran sehingga nantinya tidak ada lagi pesoalan sampah yang menumpuk dan di buang di sembarang tempat.

“Dan tujuan akhirnya, warga pun kan semakin sadar tentang bahayanya akibat membuang sampah sembaragan teruta pada lingkungan di sekitar kita, “ucap Asep. (ANWARWALUYO)


KARENA KESAL SEJUMLAH WARGA TANAMI NANAS DI JALAN JATIWARAS-CIKATOMAS

Pangandarannews.com/tasiknews – Sejumlah warga ramai-ramai menanam pohon nanas di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Jatiwaras dan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, karena sejak tahun 1970 jalan tersebut belum ada perbaikan.

Menurut salah seorang warga, Ilham, hal ini ia lakukan agar mendapat perhatian pemerintah daerah sehingga secepatnya jalan di wilayahnya pun mendapat kucuran anggaran untuk perbaikan.

“Ayo manfaatkan sepanjang jalan ini kita tanami pohon nanas dan  insayalloh bisa kita bisa memetik hasilnya dikemudian hari, “ujarnya.(29/12)

Kata Ilham, dari beberapa kali pergantian kepala daerah hingga saat ini belum ada yang fokus memperhatikan kondisi jalan pada jalur ini sehingga wajar jika warga pun menjadi kesal dan putus asa, apalagi akibat buruknya sarana tranportasi ini tidak jarang terjadi kecelkaan pada sejumlah pengendara.

Ilham berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang baru saja terpilih agar bisa merealisasikan janji-janji yang sering digembar-gemborkan pada saat kampanye sehingga tidak terkesan kepala daerah pilihan rakyat hanya mengobral janji tanpa bukti.

“Sejak bupati dan wakil bupati Pa Uu dan Pa Ade Sugianto hingga sekarang kondisi jalan disini ya seperti ini, “ungkapnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


MASIH BANYAK WARGA ABAIKAN PROKES JADIKAN PANGANDARAN PENGGUNA MASKER TERENDAH DI JAWA BARAT

PANGANDARANNEWS.COM – Operasi yustisi terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) terus dilakukan petugas gabungan kepada sejumlah pengendaran di pusat keramaian atau tempat lainnya oleh Satgas Covid Kabupaten Pangandaran dibantu Sat Pol PP, Dishub, Polri, TNI dan relawan lainnya untuk tetap mengingatkan masyarakat pada kepatuhan penerapan prokes tersebut, salahsatunya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.  

Menurut salah seorang petugas, biasanya operasi yustisi ini dilakukan di beberapa lokasi, seperti di bunderan marlin depan mesjid Agung, di kawasan jalan depan taman merdeka dan temoat keramaian lainnya.

“Untuk operasi yustisi pada wisatawan kami biasa gelar di sekitar kantor lifeguard di pantau barat, “terangnya. (29/12)

Ia mengatakan, hingga saat ini pelaku pelanggaran prokes lebih sering dilakukan masyarakat Pangandaran sendiri, antara lain lalai tidak menggunakan masker saat berkendara atau beraktivitas diluar rumah.

“Untuk warga atau wisatawan yang tidak menggunakan masker kami beri peringatan serta langsung diberi masker, “imbuhnya. 

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, tingkat kesadaran penggunaan masker warga Pangandaran diakui memang paling rendah di Jawa Barat, dan ini tentu akan segera dievaluasi Pemkab Pangandaran.

Jeje menyealkan, banyak warga patuh menggunakan masker saat berada di tempat umum karena takut razia, sementara saat berada di lingkungan rumah seperti ke mesjid, masih banyak yang tak memakai masker.

Mungkin ini karena kasus covid di Pangandaran terbilang renda, sehingga, kata Jeje, mersa aman dan mengabaikan protokol kesehatan. 

Jeje mengatakan, tentu hal ini jadi bahan evaluasi dan akan dipantau ke semua desa serta memberikan punishment pada yang masih abai dan akan diberikan reward yang memang tingkat kepatuhan prokesnya sudah bagus.

“Saya berharap, dengan predikat terendah ini mudah-mudahan tidak menyrutkan semangat petugas gabungan untuk tetap melaksanakan razia di lapangan, “kata Jeje.

Sepeti diketahui sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan tingkat kepatuhan penerapan protokol kesehatan di sejumlah daerah di Jabar dengan tingkat kepatuhan menggunakan masker, diantaranya Kabupaten Subang 86 persen dan paling rendah Pangandaran 55,4 persen. Sementara untuk kepatuhan jaga jarak paling tinggi Kota Cimahi 91 persen paling rendah Kabupaten Tasikmalaya 43 persen.

“Data ini hasil pengamatan di daerah yang dilakukan setiap hari, “ujar Emil, kepada sejumlah media di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung.(28/12)    *PNews*


MEMASUKI AKHIR TAHUN ANGGRAN, PENGERJAAN JALAN LINTAS PANTAI PANGANDARAN TERUS DIKEBUT

PANGANDARANNEWS.COM – Menjelang berakhirnya tahun 2020, pembangunan jalan dan jembatan lintas pesisir dari pantai Pangandaran hingga ke pantai Madasari di Kecamatan Cimerak, pembangunannya terus dikebut.

Pekerjaan tahap pertaman dilakukan 3 paket, pembangunan atau peningkatan Jalan Pamugaran di Desa Cikembulan – pantai Karangtirta Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih, peningkatan Jalan Karangtirta ke pantai Batu Hiu di Desa Ciliang Kecamatan Parigi dan pembangunan Jembatan Karangtirta.

Menurut Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran, Nanang Heriyanto, hingga saat ini pekerjaan dari ketiga proyek tersebut pekerjaannya terus dikebut. Antara lain,  peningkatan Jalan Cikembulan-Karangtirta sudah selesai 100 persen, peningkatan Jalan Karangtirta-Batu Hiu progresnya 90 persen. 

“Sementara untuk pengerjaan Jembatan Karangtirta progresnya sekitar 80 persen,"terang Nanag. (23/12).

Dari  ketiga proyek tersebut yang menelan anggaran sebesar Rp 23 miliar untuk jalan Karangtirta-Batuhiu, Rp 10 miliar untuk Jembatan Karangtirta dan Rp 4,9 miliar untuk Jalan Cikembulan-Karangtirta, menurut Nanang, walau pun ada potensi keterlambatan waktu penyelesaian dari  kontrak yang disepakati akhir tahun ini, tapi secara normatif akan berlaku ketentuan-ketentuan sesuai kesepakatan kerja.

“Jika memang ternyata terlambat, hal ini sudah ada aturannya baik berupa denda keterlambatan atau lainnya, “terang Nanang lagi. (PNews



WAGUB JABAR MINTA AGAR WARGA TIDAK MEMBUAT KERUMUNAN SAAT PERINGATI MALAM TAHUN BARU

PANGANDARANNEWS.COM – Pemprov Jawa Barat ters melakukan kordinasi dengan pemkab-pemkot untuk melakukan himbauan agar warga Jabar tidak membuat kerumunan saat malam pergantian tahun mendatng.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran.(23/12)

“Jika didapati ada warga yang tetap melakukan kerumunan, maka akan dibubarkan petugas, “tegasnya.

Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung dan jumlah kasus positif pun terus meningkat, sehingga jika momen libur tahun baru masyarakat tidak mematuhi proyokol kesehatan, maka, kata wagub, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kluster baru.

“Saya juga meinta agar pengelola wisata tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat kepada pengunjung arena jika melanggar maka sanksinya lokasi wisata tersebut akan kita tutup, “imbuhnya. 

Mnanggapi hal ini Ketua PHRI kabupaten Pangandara,  Agus Mulyana menyampaikan, sebelum  adanya intruksi dari Gubernur Jawa Barat ini  pihak Pemkab Pangandaran pun telah mengeluarkan SK Bupati nomor 082/8108/Setda/2020 yang salah satu poinnya terkait penerapan standar protokol kesehatan di lokasi obyek wisata.

Selain itu, masih kata Agus, masyarakat Pangandaran pada saat pergantian tahun baru nanti dihimbau untuk tidak keluar rumah apalagi membuat kerumunan. Sementara pihak PHRI sendiri saat ini terus memantau seluruh hotel dan restauran terkait disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Dan ini kita lakukan agar para wisatawan merasa nyaman serta aman dari Covid-19,”kata Agus. (PNews)


PANGDAM III SILIWANGI : “PEMBANGNAN KODIM PANGANDARAN AKAN DIMULAI TAHUN 2021”

PANGANDARANNEWS.COM - Pangdam III Siliwangi Mayjen Nugroho Budi Wiryanto siang tadi meninjau lahan untuk pembangunan Markas Kodim (Makodim) Pangandaran, di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi. (24/12)

Menurut Nugroho, lahan yang yang dipersiapkan  tersebut sudah cocok, bagus dan memadai untuk pembangunan Makodim Pangandaran.

Kata Nugroho, pembangunan Makodim sendiri akan dilaksanakan pada tahun 2021 secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

“Saya tadi melihat langsung, luas lahan sekitar 2,8 hektare ditambah 1,5 hektare merupakan lahan hibah pemda Pangandaran untuk perumahan prajurit, "kata Nugroho.

Di tempat yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tim  menyelesaikan pembebasan tambahan lahan seluas 1,5 hektare yang diperuntukan perumahan prajurit. 

“Kebetulan hak pemilikan lahan tersebut  dimiliki hanya tiga orang jadi saya rasa pembebasan bisa cepat, "ucap Jeje.

Pembangunan fasilitas instansi vertikal ini, menurut Jeje, tentunya akan menjadikan Pangandaran menjadi sebuah pemerintahan daerah yang utuh, karena support dari pihak keamanan akan semakin kokoh. 

Jeje menambahkan, Pangandaran berada pada wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah bahkan laut Pangandaran berbatasan langsung dengan pulau Chrismas Australia, sehingga dengan adanya Kodim pertahanan pun semakin terjamin.

Di usianya yang 8 tahun Kabupaten Pangandaran saat ini belum memiliki instansi vertikal yang mandiri, seperti polres, kodim, kejaksaan, pengadilan dan lainnya.

“Hingga saat ini instansi vertikal  tersebut masih menginduk ke Kabupaten Ciamis, “terang Jeje. (PNews)


182 KPM DESA CIPAINGEUN TERIMA BLT-DD TAHAP 9 TAHUN 2020

Pangadarannews.com/tasiknews – Bertempat di aula, hari kemarin (23/12)  Pemdes Cipaingeun Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikamlaya, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 9. 

Pembagian BLT kepada 182 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) ini dimaksudkan untuk meringankan beban warga miskin dalam pemenuhi   kebutuhan dasar, sehingga seluruh penerima maanfaat  dIharapkan bisa digunakan sesuai kebutuhan di era pandemi Covid-19 karena wabah ini tidak bisa diprediksi kapan berakhir.

Seperti disampaikan Kepala Desa Cipaingeun,  Jeni Jaelani, berkat penyalurannya yang transparan kini tidak ada lagi isu negatif di masyarakat yang menyatakan bahwa BLT tidak tepat sasaran dalam penentuan data penerima manfaat karena KPM ini merupakan hasil dari Musyawarah Desa Khusus yang dilaksanakan oleh BPD dengan Pemdes serta dampingi  babimsa dan  babimas yang telah dituangkan ke dalam berita acara musyawarah mesa yang menyatakan masing - masing KPM tahap ini menerima Rp 300 ribu.

Jeni berharap penyaluran BLT ini bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat  rentan miskin dan yang mempunyai sakit menahun dalam menghadapi pandemi Covid 19 di Desa cipaingieun.

“Kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan seperti Jaga Jarak, cuci tangan dan Memakai masker saat pelaksanaan penyaluran BLT ini, “terangnya.

Hal senada dikatakab Ketua BPD Cipaingen, Dudu Abdullah, menurutnya seluruh penerima maanpat  bisa memanfaatkan BLT ini dengan sebaik-baiknya.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu warga dan saya juga menghimbau kepada seluruh warga agar tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti yang telah diajurkan pemerintah, “ujarnya. (ANWARWALUYO-ADEIDRIS)



PEMBANGUNAN MESJID BESAR AL-HASAN JADI KEBANGGAAN SEKALIGUS MONUMEN RELIGIUS WARGA KARANGNUNGGAL

Pangandarannewss.com/tasiknews – Pembangunan msjid Besar Al-Hasan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dengan rencana biaya yang akan menghabiskan Rp 6,7 milyar ini dipastikan akan menjadi mesjid kebanggaan masyarakat, pasalnya dalam bentuk sketsa tampak bangunanya begitu megah dan artistik dan megah sehingga nantinya mesjid ini akan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus akan menjadi monumen religius yang memperlihatkan karakter kolektif masyarakatnya Karangnunggal.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana pembangunan Masjid Besar Al-Hasan, DIDI, Spd,I, sektsa pembangunan mesjid ini sengaja  disampaikan ke publik dalam bentuk aslinya memicu semangat semua pihak sehingga pembangunannya pun cepat terlaksana dan cepat selesai.

“Dengan cara inilah diharapkan masyarakat akan terpicu untuk berpartisipasi baik melalui sumbangan tenaga, materi atau pun lainnya, “kata Didi.(23/12)

Selain menjadi kebanggaan masyarakat, kata Didi, nantinya keberadaan Mesjid Besar Al-Hasan ini pun menjadi simbol semangat religius masyarakat Tasik Selatan, khususnya warga Karangnunggal.

Walau sekarang ia sudah tidak lagi bertugas di Kantor Urusana Agama (KUA) Kecamatan Karangnunggal, Didi mengaku ia tetap menjadi bagian dari masyarakat Karangnunggal yang mempunyai tanggungjawab dan kewajiban dalam mengembangkan sarana dan prasarana keagamaan.

“Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita kita terlaksana dengan lancar, amin. “ ungakapnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


WISATAWAN KE PANGANDARAN HARUS JALANI RAPID TEST ANTIGEN ?

PANGANDARANNEWS.COM - Pemkab Pangandaran hingga saat ini masih belum menetapkan kebijakan rapid test antigen untuk wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata Pangandaran, padahal  seperti yang diketahui Pemprov Jabar telah menginstruksikan untuk wisatawan diwajibkan menyertakan hasil rapid test antigen jika ingin masuk ke Jawa barat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Untung Syaiful Rahman, mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi di tingkat kabupaten untuk membahas hal ini serta persiapan menyambut libur natal dan tahun baru.

 “kami juga akan mengakomodir aspirasi seluruh pelaku usaha pariwisata di Pangandaran, “ujarnya, saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel. (19/12)

Dikutip dari berita yang disiarkan PRFMNews.id, dalam artikelnya,  Pemkab Pangandaran Belum Wajibkan Wisatawan Sertakan Hasil Rapid Antigen karena pelaku usaha pariwisata keberatan dengan kewajiban rapid antigen tersebut sehingga sementara waktu pihaknya hanya melakukan pengetatan protokol kesehatan di beberapa destinasi wisata.

"Jadi protokol kesehatan yang kita perketat terutama di hotel dan restoran yang menjalankan aktivitas," katanya.

Ia menambahkan, pengelola pariwisata wajib menerapkan protokol kesehatan, salahsatunya melakukan pengecekan suhu tubuh dan menyediakan tempat cuci tangan untuk wisatawan, dan jika didapati ada wisatawan dengan suhu tubuh di atas 37 derajat, maka akan dilakukan rapid test di RSUD Pandega atau pos-pos pelayanan kesehatan terdekat.

"Jadi hingga saat ini belum ada ketentuan terkait wisatawan harus bawa surat keterangan rapid,"jelasnya. (PNews)





DIPASTIKAN TAK ADA KONVOY KENDARAAN DAN PESTA KEMBANG API MENYAMBUT MALAM TAHUN BARU DI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM  - Menyambut momen malam tahun baru di Pangandaran kali ini dipastikan tidak ada pesta atau konvoy kendaraan pasalnya Pemkab telah mengeluarkan sejumlah larangan dan imbauan menjelang pergantian tahun. 

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menegaskan, masyarakat terutama anak-anak muda dilarang melakukan konvoi sepeda motor termasuk Hotel dan restoran pun dilarang menggelar pesta kembang api atau pertunjukan musik.

"Untuk mengawal himbauan ini serta mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang bisa berujrung kerumunan massa kami sudah sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri, “tegas Jeje.(21/12)

Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada pihak keamanan untuk menghalau apabila ada konvoi kendaraan kecuali wisatawan, karena jika wisatawan dan warga berkumpul di obyek pantai Pangandaran biasanya akan terjadi kerumunan, dan itu akan menimbulkan kemacetan.

Beberapa upaya juga akan dilakukan, kata Jeje, diantaranya pihaknya menginstruksikan kepada seluruh kepala desa untuk mengimbau warganya agar tidak keluar rumah di malam pergantian tahun, apalagi malam pergantian baru kali ini jatuh pada malam jumat, sehingga sebaiknya diisi dengan hal-hal positif dan bukan dengan hura-hura.

“Kami juga sudah melarang pada seluruh hotel dan restoran untuk tidak menggelar acara hiburan dan pesta kembang api yang terbuka untuk umum dan hanya diperbolehkan menggelar live music yang diperuntukan tamu hotel saja, “ tegas Jeje.

Tak hanya itu, menjelang liburan natal dan tahun baru, tim Satgas COVID-19 Kabupaten Pangandaran setiap hari terus intensifkan razia protokol kesehatan (prokes) di beberapa titik strategis, seperti di bundaran Marlin depan mesji agung Pangandaran.

"Razia yustisi ini terus kami lakukan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan , salahsatunya memakai masker saat berada di luar rumah, "Sekretaris Satpol PP Pangandaran, Bangi. (PNews)


INSUNING BARAYA SUNDA LAKUKAN FATWA ORGANISASI, SUNDA NGAHIJI SUNDA BABAKTI

Pangandarannews.com/tasiknews – Untuk melaksanakan amanat yang tertulis dalam anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Insuning Baraya Sunda (IBS), sebuah organisasi     kesundaaan di Kabupaten Tasikmalaya, terus melakukan serentetan kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah Pandemi Covid-19. 

Seperti disampaikan Ketua IBS, HLS Galih, S.Kom, organisasi kedaerahan ini dimaksudkan untuk menjunung tinggi budaya sunda dan menjalin erat tali silaturhami baik antar anggota mau pun dengan masyarakat sekitar, selaras dalam motto organisasi, Sunda ngahiji. Sunda babakti.

“Ketiak mendengar ada warga yang terpapar covid, maka kami pun sigap pada saat itu juga melakukan konsolidasi dengan semua jajaran untuk melakukan tindakan sosial kemanusiaan, “kata Galih kepada PNews didampingi bendahara umum, Ambu Hj. Rose S.H beserta jajaran Kepengurusan DPP Paguyuban IBS. (17/12) 

Dalam marwah gerakanya, kata Galih, IBS selalu menyatukan semua komponen dari berbagai seniman dan budayawan sunda sesuai fatwa AD/ART, setiap anggota baraya sunda harus spontan membantu apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Begitu juga mendengar ada warga yang sedang diisolasi mandiri di kampung Sangengeng, saat itu juga, masih kata Galih, IBS lagsung mengumpulkan pengurus, untuk segera membantu sesuai permintaan warga walau hanya sebatas kemapuan organisasi karena sipatnya spontan.

Sementara bendahara umum IBS. Hj rose SH, menambahkan, setelah mendapat kabar pagi pagi maka saat itu juga langsung menghubungi para baraya, dan dengan hitungan jam salah seorang dermawan muda,Yuki, langsung mengantarkan 2 karung beras ke DPP IBS.

“Bantuan dua karung beras tersebut langsung diserahkan kepada kelurarga korban bernama guruh, “terangnya. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN