SELURUH FRKASI DI DPRD PANGANDARAN SEPAKAT RANCANGAN KUA-PPAS 2020 DIBAHAS PADA TAHAP SELANJUTNYA

PANGANDARANNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran kembali menggelar rapat paripurna untuk mendengar pandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan Bupati Pangandaran terkait Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUPA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun anggaran 2020. Enam fraksi yang ada di DPRD, seluruhnya menyetujui dan menerima penjelasan Bupati Pangandaran dan akan dibahas pada tahap selanjutnya.(29/7)

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Rara Agustin menyampaikan, adanya dinamika kondisi ekonomi terutama saat pandemi covid-19 menyebabkan perlunya perubahan terhadap asumsi kondisi makro ekonomi serta target pendapatan di tahun 2020 sekaligus sinkronisasi terhadap perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran 2016 – 2021 sebagai solusi alternatif dan opsi penting dalam penyesuaian pengelolaan keuangan daerah.

Pada rancangan KUPA, ujar Rara, baik pendapatan daerah, pembiayaan daerah, maupun belanja daerah setelah perubahan mengalami kenaikan, dan tentu hal ini tidak dapat dihindari adanya  prioritas belanja jejaring pengaman sosial (social safety net) pada masa pandemi.

”Fraksi PDI Perjuangan memahami benar situasi dan kondisi anggaran yang kita miliki sehingga tidak mudah untuk memulihkan kondisi ekonomi pasca covid-19, namun kita harus tetap optimis dan menyadari pentingnya kerjasama, sinergitass dan dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Menurut Rara, fraksinya menilai, kebijakan yang diambil pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah tahun 2020 sudah tepat, antara alin dengan mengoptimalisasi sektor-sektor penerimaan daerah. PDI Perjuangan juga sependapat, rasionalisasi belanja daerah dan pergeseran belanja berdasarkan skala prioritas merupakan salah satu opsi kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga diharapkan keadaan ekonomi makro indonesia khususnya kabupaten pangandaran dapat segera pulih kembali.

“Oleh karena itu, PDI Perjuangan menerima dan menyetujui Rancangan KUPA dan PPAS Kabupaten Pangandaran tahun anggaran 2020 untuk mendapatkan pembahasan pada tahapan selanjutnya, “tegasnya.

Sementara itu Sekertaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Encep Najmudin dalam pandangan umumnya menyampaikan, KUPA-PPAS Perubahan tahun anggaran 2020 merupakan tahapan penyampaian draf KUA-PPAS Perubahan  dan draf APBD, untuk itu agar memperhatikan jadwal tahapan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.

Encep mengatakn, pada pelaksanaan kegiatan fisik yang dilaksanakan pihak ketiga agar lebih didorong ketetapan waktu pengerjaannya.

”Kami Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa setuju untuk di bahas pada tahapan selanjutnya,” tuturnya.

Ketua Fraksi Persatuan H.Asikin, dalam tanggapannya menyampaikan, perubahan KUA dan PPAS memungkinkan dilakukan perubahan jika terjadi perkembangan yang tidak sesuai asumsi ekonomi makro dan asumsi pendapatan daerah yang menyebabkan defisit atau surplus sehingga anggaran perlu dilakukan pengurangan dan pergeseran antar unit organisasi, kegiatan dan antar jenis kegiatan serta anggaran belanja.

“Dalam penetapan alokasi anggaran SKPD hendaklah memperhatikan kinerja dalam tahun berjalan, “kata Asikin.

Menurutnya, proses penyusunan perubahan KUA PPAS bukan sekedar menaikkan atau menurunkan angakaangka dalam anggaran, akan tetapi pencapaian – pencapaian selama periode januari 2020 sampai dengan juni 2020 serta perbandingan dengan tiga tahun ke belakang pada periode yang sama seharusnya menjadi tolok ukur dalam penyusunan KUA-PPAS anggaran 2020 ini.

”Kami berharap, angka-angka dalam KUA-PPAS anggaran 2020 adalah angka yang rasional dan wajar, sehingga kelak dapat dipertanggungjawabkan,”ucapnya.

Giliran Fraksi Golkar, melalui sekretaris fraksi,  Ade Ruminah, mengatakan, berdasarkan apa yang disampaikan Bupati Pangandaran mengenai rancangan KUPA dan PPAS Perubahan Kabupaten Pangandaran tahun 2020, maka dalam pandangan umum kali ini fraksi Golkar dapat menerima dan bersedia untuk dibahas pada tahapan selanjutnya.

Tidak jauh beda dengan tanggapan sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hamdi pun sangat memahami betul bahwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan, KUA-PPAS Perubahan APBD tahun anggaran 2020 tersebut untuk dibahas selanjutnya oleh panitia anggaran DPRD untuk ditetapkan dalam suatu nota kesepakatan.

Oleh karena itu, katanya, sebelum lebih lanjut membahas dan menyepakati hal tersebut, Fraksi PAN menyampaikan apresiasi kepada bupati  yang telah menyampaikan rancangan KUA serta PPASP Kabupaten Pangandaran tahun anggaran 2020.

“PAN juga menerima penjelasan Bupati Pangandaran tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta PPAS Perubahan  tahun anggaran 2020 untuk dibahas pada tingkat selanjutnya,” ujar Hamdi. (PNews)


MENYUSUL LANGKAH KPK, KEJARI PANGGIL 35 BENDAHARA OPD PEMKOT BANJAR

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS-Menyusul langkah yang dilakukan KPK, kini Kejaksaan Negeri Kota Banjar memanggil para bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar Jawa Barat.(3/08)

Pemanggilan tersebut diduga karena adanya penyimpangan dalam perjalanan dinas kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) kota Banjar tahun anggaran 2019.

Seperti diungkapkan Kasi Pidsus kejari Kota Banjar, Jonatan, sebanyak 35 orang akan dimintai keterangan pihak penyidik terkait kasus ini.

“Namun terkait berapa jumlah total penyimpangan anggaran APEKSI belum diketaui karena masih dalam proses dan masih dalam tahap permintaan keterangan, " ungkap Jonatan.

Sementara salalu penanggung jawab kegiatan APEKSI, Kabag Tapem Pemkot Banjar, Irwan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, ia memilih bungkam dan belum bisa  memberikan keterangan . (TITO)

POSKAMLING CIPARI JADI SIMBOL KEKOMPAKAN WARGA DESA KARANGMEKAR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Ada yang berbeda dengan keberadaan pos keamanan lingkungan (Poskamling) di RT O8/07 Kampung Baru Kedusunan Cipari Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dibangun dengan biaya puluhan juta hasil swadaya warga, pos kamling ini sangat mencolok baik dari bentuk atau pun kualitas bangunannya dan berbeda dengan pos keamanan lingkungan pada umumnya.

Dengan material bahan bangunan kayu berkualitas kotruksi bangunan pun dibuat 2 lantai yang dihiasi ornamen pada setiap didnding bebahan bambu hitam, membuat pos keamanan kebanggaan warga ini pun menjadi sangat artisitik.

Menurut Ketua RT 08  Kampung Baru Kedusunan Cipari Desa Karangmekar, Anas, warga sengaja membangun Poskamling ini dengan konsep yang berbeda dengan pos keamanan pada umumnya, konsep natural pada bangunan ini diharapkan mampu menjadi identitas dan ciri khas budaya sunda. Sehingga selain bisa dimanfatkan untuk sentra keamanan lingkungan juga sebagai sarana berkegiatan dalam  bidang kebudayan.

“Kami juga berencanan tempat ini akan dijadikan pusat kegiatan remaja, “ungkapnya. (3/8)

Anas juga sangat berterimakasih pada para aghniyah yang telah kompak membangun poskamling ini, dan sebagai wujud rasa sukur ia pun berencana akan menggelar acara khusus dengan mengundang muspika, pemdes dan warga  saat peresmiannya nanti.

Sementara saat ditemui terpisah, Kepala Desa Karangmekar, Titana Bahtiar, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kreasi dan langkah positif warganya, dan semoga  menjadi motivasi  warga lainnya untuk memupuk dan menguatkan  kebersamaan dan kekompakan bagi kemajuan desa sekaligus terjaminnya keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Pihak desa tentu sangat mendukung  dengan konsep- konsep pemanfaatan area poskamling ini untuk dijadikan salah satu tempat kegiatan di lingkungan masyarakat sehingga akan terus terjalin kekompakan warga satu dengan lainnya.

“Dan tentu ini juga bisa menjadi ciri identitas kekompakan warga di Desa karangmekar, “imbuhnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 3 AGUSTUS 2020


PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 3 Agustus 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.
Kasus Terkonfirmasi Covid-19

KASUS KONFIRMASI COVID-19

Total            :   23 org
Sembuh :   23 org
Pulang :        org (Isolasi Mandiri, masih aktif)
Aktif :        org
WNI              :   23 org
Laki2            :   20 org
Perem :    3 org
Usia
20 - 29         :    7 org
30 - 39         :    5 org
40 - 49         :    6 org
50 - 59         :    3 org
60 - 69         :    2 org


SUSPEK

1. Total         :  573 org
2. Discardid :  566 org
    - Meninggal :     7 org
3. Aktif         :     0 org
4  Laki-Laki :  353 org
5. Perempuan :  220 org
6. WNI :  568 org
7. WNA :    5 org
8. Usia :
< 5 th :   11 org
6-19    :   74 org
20-29 :  230 org
30-39 :   80 org
40-49 :   73 org
50-59 :   53 org
60-69 :   36 org
70-79 :   14 org
>80    :    2 org

KONTAK ERAT

TOTAL
         :  534 org
Discarded    :  529 org
Aktif  :      5 org

HASIL LAB SWAB

Positif              :     23 org
Negatif            : 3782 org
Menunggu hasil   :       0
Jumlah            : 3805 org


HASIL RAPID TEST

Positif              :     28 org
Invalid              :       0 org
Negatif           : 5595 org
Total                : 5623 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 3 Agustus 2020 :


















SEEKOR HIU TUTUL SEBERAT 1 TON DITEMUKAN MATI TERDAMPAR DI PANTAI CIPATUJAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-masyarakat Bubujung Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, menemukan seekor ikan paus tutul yang terdampar di Pantai. Ikan berukuran besar yang berbobot sekitar 1 ton dengan panjang 2  meter lebih ini saat ditemukan warga sekitar pukul 7.00 pagi, dalam keadaan mati dan terdampar di sisi pantai Bubujung. (3/8)

Menurut keterangan salah seorang warga, Jenal, penemuan seekor hiu berjenis tutul tersebut diketahui pertama kali oleh sejumlah nelayan yang pulang melaut, dan penemuan ikan besar ini pun langsung tersebar hingga tak butuh waktu lama banyak warga yang memadati lokasi untuk melihat secara langsung.

Saat ditemukan ikan ini memang dalam kondisi mati, namun, kata Jenal, diperkiraan belum lama karena kondisi dagingnya belum membusuk, sehingga warga pun langsung memotong-motong ikan malang tersebut.

“Awalnya nelayan sendiri tak berani mendekati dan tadinya aka kita evakuasi, naum masyadakat sudah pada bawa golok dan langsung memotong-motong ikan tersebut,"ujarnya.

Sementara Koordinator Relawan Penanggulangan Bencana Kecamatan Cipatujah, Rahmat Saputra, yang langsung datang ke lokasi setelah menerima laporan ini. Ia mengatakan, paus yang terdampar itu diperkirakan kemungkinan terdampar sejak dini hari, tapi baru diketahui warga sekitar jam 7
Rahmat menyayangkan sikap warga yang langsung memotong-motong ikan paus yang terdampar itu, padahal, petugas masih ingin memastikan kondisi ikan itu. Memang diperkirakan ikan tersebut dalam kondisi mati, tapi itu baru secara kasatmata.

Menurut dia, terdamparnya ikan paus di pantai wilayah Kecamatan Cipatujah merupakan peristiwa yang langka, dan merupakan yang kali pertama setelah beberapa tahun terakhir.

“Dulu hiu yang terdampar malah lebih besar, tapi setelah beberapa tahun baru kali ini lagi ada ikan besar terdampar disini, “ungkapnya.

Untuk ke depannya ketika ada kejadian serupa, Rahmat mengimbau pada masyarakat untuk tak langsung menganggap ikan itu mati dan Rahmat juga berharap agar muspika setempat segera menginstruksikan kepala desa agar mengamankan ikan itu.

"Jangan terlalu cepat untuk memvonis paus mati, karena ada kemungkinan ikan masih hidup dan bisa kita lepas lagi," kata dia.

Sementara saat PNews menncoba mengonfirmasi ke BKSDA Resort Cipatujag, hingga berita ini diturunkan petugas BKSDA masih melakukan pengumpulan laporan. (ANWARWALUYO)

OPERASI PATUH LODAYA 2020 POLRES TASIKMALAYA DILAKSANAKAN DI WILAYAH TASIK SELATAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kepolisian Polsek Karangnunggal & Bantarkalong hari minggu kemarin (2/8) ikut mendampingi dalam pelaksanaan Oprari Patuh Lodaya 2020 Polres Tasikmalaya, yang secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, operasi ini untuk Provinsi Jawa Barat dilakukan mulai tanggal 23 Juli sampai dengan  8 Agustus 2020. Dan untuk kepoisian Resort (Polres) Tasikmalaya, dilaksanakan di wilayah Tasik Selatan, tepatnya di wilayah hukum Polsek Karangnunggal dan Bantarkalong, dengan menerapkan metode “hunting”.

Menanggapi pertanyaan sejumlah awak Media, Kanit Turjawali Polres Tasikmalaya, IPDA Yudhi Risnandar, SH, membenarkan dalam pelaksanaan oprasi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya dilakukan secara hunting. Artinya, tidak ada pemasangan plang di tempat tertentu, dan petugas hanya akan mencari pelanggaran kasat mata saja.

Alasannya, terang Yudhi, karena oprasi ini dilakukan masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka hal yang ditekankan pada Oprasi Patuh Lodaya 2020, selain patuh dalam berlalu-lintas juga patuh pada protokol kesehatan.

“Dalam Oprasi Patuh Lodaya ini juga kami bagikan beberapa masker bagi pengendara, yang bisa  memberi edukasi dan mendorong tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dalam menghadapi suasana Pandemi Covid-19  tetap jaga kesehatan, “tutur Yudhi. (ANWARWALUYO)


BERKAT SINERGITAS SELURUH ELEMEN, KONDUSIFITAS DI KARANGNUNGGAL TETAP TERJAGA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Dari data yang tercatat pada beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Kepolisian Sektor Karangnunggal dan TNI/Koramil 1215 Tarangnunggal Kabupaten Tasikmalaya mencatat secara umum kondisi keamanan di wilayahnya aman terkendali.

Seperti keterangan yang disampaikan Kapolsek Karangnunggal, Kompol H Asep Ishak, Sip, melalui Panit 1 Binmas, Iptu Didi, hasil giat Patroli rutin situasi keamanan untuk wilayah hukum Polsek Karangnunggal tahun ini dan se-bulan menjelang Idul Adha situasi dan kondisi keamanan cukup terkendali.

“Artinya, tidak ada kejadian atau gangguan keamanan yang mencolok seperti kriminalitas, pencurian, atau gangguan keamanan lainnya, “terang Didi, saat ditemui di ruang kerjnya.(30/7)

Menurut Didi, gangguan keamanan dan ketertiban atau kerawanan sosial walaupun dalam situasi pandemi Covid-19, grafiknya cenderung menurun.

Sementara Danramil 1215/ Karangnunggal, Mayor Kurniadi, juga membenarkan, situasi dan kondisi yang menyangkut kerawanan sosial, ekonomi dan kondisi penyebaran covid-19 di Kecamatan Karangnunggal sampai saat ini masih terkendali dan dinilai aman, dan suasana psikologis masyarakat un cukup tenang dan stabil.

“Hanya tetap saya menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi penerapan protokol kesehatan, paling tidak dengan cara yang sederhana seperti memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, kesehatan selalu dijaga sebab situasi vandemi belum berakhir,”kata Kurniadi, melalui pesan whatsappnya.

Hal sama disampaikan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STp., MM, dengan kerjasama dan sinergitas yang baik dari semua pihak terutama unsur Kepolsian Sektor Karangnunggal, Koramil 1215/Karangnunggal mendorong pemerintah kecamatan dalam menjaga serta terus mengayomi masyarakat.

Tidak hanya itu, kata Asep, kondisi keamanan ini juga ditopang pula dengan berbagai bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah sehingga dampak kerawanan di berbagai sektor di tengah situasi pandemi ini sepertinya tak cukup berpengaruh untuk masyarakat Karangnunggal.

Dan tentunya dengan sinergitas seluruh elemen, imbuh Ase, pihaknya pun sangat berterimakasih pada semua pihak yang telah sama-sama bekerja sehingga situasi keamanan, ketertiban, keharmonisan tetap terjaga.

“Namun kami tetap menghimbau agar warga tetap selalu waspada walaupun hingga saat ini Karangnunggal dalam kondisi aman, ”ujar Asep. (ANWARWALUYO-UDI RUSTANDI)

1 WARGA MENINGGAL DAN 2 ORANG POSITIF COVID-19, GUGUS TUGAS CIPATUJAH RENCANAKAN ISOLASI MANDIRI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Jajaran Muspika Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dibantu stakeholder lainnyaterus melakukan upaya reaksi cepat terkait penanganan pandemi Covid-19, yang sempat terjadi penularan Kampung Cimangkak, sepekan yang lalu.
Pejabat di tingkat kecamatan pun, seperti Kapolsek Ciatujah, Iptu Rokhmadi, Danramil, Kapten Inf Andri Mulyono, melakukan koordinasi dan komunikasi membahas rencana isolasi mandiri bersama Kesbangpol KabupatenTasikmalaya.

Tidak ketingggalan petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Cipatujah, Sekdes Desa Cipatujah yang tergbung dalam satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ikut andil dalam penanganan ini.

Seperti disampaikan Kapolsek Cipatujah, Iptu Rohmadi, untuk menangani secara cepat terkait kejadian 1 orang warga meninggal dan 2 orang positif Covid-19 di Kampung Cimangkak Desa Cipatujah, perlu adanya embahaan terkait rencana diberlakukannya  isolasi mandiri .

Rokhmadi menuturkan, usai pembahasan yang dilaksanakan di puskesmas, akan dilanjutkan dengan pembahasan lanjutan pada malamnya di tingkat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).

"Sementara untuk 17 orang yang yang diperkirakan pernah punya riwayat kontak fisik atau kedekatan sosial, kini sedang dilakukan isolasi di UPT Puskesmas Cipatujah agar tidak terjadi penularan lebih luas lagi, ”terangnya.(29/7)

Dan untuk lebih mengefektifkan penanganan, kata Rokhmadi, pihaknya menghimbau kepada warga yang pernah berinteraksi dengan orang yang positif Covid-19 agar segera melaporkan diri melalui RT/RW.

“Selanjutnya hasil laporan warga ke RT/RW tersebut akan langsung dilaporkan ke Tim gugus tugas untuk mendapat penanganan lebih lanjut,”imbuhnya. (ANWARWALUYO)

BUKTI KESERIUSAN PENANGANAN COVID-19, PEMKAB PANGANDARAN DIGANJAR TAMBAHAN DID SEBESAR RP 14,9 MILIAR

“Ada atau tidak ada insentif daerah atau penghargaan lainnya, saya harus tetap bekerja sesuai harapan masyarakat Pangandaran”

PANGANDARANNEWS.COM –Dalam penanganan pandemi covid-19, Pemkab Pangandaran benar-benar fokus dan tidak main-main. Upaya-upya pencegahan virus corona ini terus dilakukan dari muai PSBB, Isolasi Khusus, rafid tes dan lain-lain, menjadi agenda selama hampir 3 bulan ini. Sehingga angka klaster penularan pun bisa terus ditekan dan Pangandaran pun tetap pada status zona biru.

Hampir pada setiap agenda kegiatan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan jangan menganggap remeh persoalan covid-19.

“Kita harus bersama-sama aktif dalam pencegahan virus corona ini, “ujar Jeje, beberap waktu lalu.

Bukan hanya peyebaran civid saja yang bisa ditekan, ternyata berkat keseriusan dan keberhasilan ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan Dana Insentif Daerah (DID) tambahan, sebesar Rp 14,9 miliar untuk pembiayaan penanganan COVID-19, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87 tahun 2020 tentang pengelolaan DID tambahan tahun anggaran 2020.

“Ternyata Pangandaran dinyatakan sesuai dengan variabel-variabel aturan itu, salah-satunya telah memenuhi syarat pelaporan kinerja pencegahan dan penanganan COVID-19 “terang Jeje.(30/7)

Jeje mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Pangandaran menjadi parameter keberhasilan ini, seperti cepatnya pemberian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak, pembagian masker yang dilakukan sejak awal masa pandemi dan kebijakan lainnya.

Dengan diterimanya DID ini tentu menjadi angin segar di tengah kondisi keuangan daerah yang terganggu dampak pandemi, sehingga Pemkab Pangandaran pun kini memiliki anggaran tambahan APBD untuk membiayai penanganan COVID-19 dan dampaknya, seperti pemulihan ekonomi masyarakat terdampak COVID-19, untuk persiapan pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan lainnya yang selama ini terdampak pandemi.

“Ini menjadi kabanggan kita, karena tidak semua daerah menerima DID, di Jawa Barat saja hanya ada 18 daerah, “terangnya.

Sebenarnya keseriusannya dalam penangani covid ini, menurut Jeje, ia tidak mengharapkan bisa menerima penghargaan atau apa pun. Baginya fakto kesehatan masyarakat harus menjadi perioritas di samping sektor-sektor serta kebutuhan dasar lanyya.

“Jadi, ada atau tidak ada insentif daerah atau penghargaan lainnya, saya harus tetap bekerja sesuai kebutuhan masyarakat Pangandaran, “tegasnya. (PNews)

YUSUF KURNIA: “JIKA PILKADA PANGANDARAN ADA DUA CALON, TENTU AKAN TERJADI DINAMIKA YANG TINGGI”

PANGANDARANNEWS.COM-Dalam Rapat Kordinasi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa yang dilaksanakan di Hotel Horisn Pangandaran, di depan peserta rakor, Pengawas Pemilu Kecamatan(Panwascam) se-Kabupaten Pangandaran, Ketua Kordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Jawa Barat, H. Yusuf Kurnia, mengatakan, kehadiran Bawaslu bik pada pemilu legislatif,pilpres atau un pilkada, itu dibekai amanat luber dan jurdil. Dan lebih sepesifiknya main set bawaslu itu lebih cenderung pada asfek jurdil (jujur dan adil).

“Jika dalam penilaian KPU asal seluruh persoalan adiministarsi sudah selesai, maka persoalan pun selesai, tapi kalau bawaslu tidak seperti itu, “ungkap Yusuf.(30/7)

Menurut Yusuf, bisa saja kekuranglengkapan data atau dokumen calon tersebur persoalannya bukan pada calon itu sendiri, melainkan ada di instansi atau lembaga lain. Seperti yang terjadi di daerah lain, seorang calon legisatif  yang kebetulan pegawai BUMD mengakui sudah sudah mengajukan pengundura diri sebagai salah satu syarat pencalonnnya. Tapi ternyata pengunduran dirinya dari BMUD tersebut terlambat diproses instansi terkait sehingga SK pengundurannya pun belum diterima KPU.

“Banyak kasus sejenis yang intinya kesalahan tidak secara langsung dilakukan calon, tapi kalau KPU kan tahunya tidak terpenuhi salah satu sarat, ya dicoret. “terangnya.

Sementara saat disoal kondisi Pilkada Kabupaten Pangandaran, Yusuf mengatakan, secara umum karakteristik pelanggaran di Jawa Barat hampir sama dan dilakukan saat yang satu atau lainnya melakukan pelanggaran. Calon A akan melaporkan pelanggaran calon B atau sebaliknya dengan kemasan kampanye yang terkesan pihak lawan curang dan tidak layak dipilih, sehingga terjadi pelanggaran berikutnya, kampanye hitam (black campaign). Dan laporan itu tentunya akan dijadikan kampanye untuk memojokan lawan yang diharapkan mampu menaikan elektabilitas.

Begitu juga dalam politik uang (money politic), biasanya kasus tersebut akan putus hanya sebatas pada pelaku di lapangan dan tidak menjangkau aktor dibalik pelanggaran itu, dan persoalan pun menjadi bias.

“Melihat pilkada Pangandaran, jika memang ada dua calon saja, ini akan terjadi head to head dan tentunya dengan dinamika politik yang tinggi karena akan terjadi persaingan ketat, “ujar Yusuf.

 Sementara usai acara rakor, Ketua Bawaslu Pangandaran,Iwan Yudiawan, mengatakan, rakor ini menjadi penting sehingga pihaknya pun sengaja mengundang para pemateri dari eksternal.

“Informasi yang didapat disini mudah-mudah akan menjadi tambahan informasi dan wawasan  rekan-rekan bawaslu dan panwascam, “ujarnya. (PNews)

SEJUMLAH PENGENDARA MOTOR KELUHKAN TRUK PENGANKUT PASIR TANPA PENUTUP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Keberadaan truk pengangkut pasir yang melintas sepanjang jalan raya Cipatujah Kabupaten  Tasikmalaya, kerap dikeluhkan sejumlah warga. Pasalnya, truk yang bermuatan pasir tersebut tidak ditutup terpal danmelebihi kapasitas sehingga banyak tercecer di jalan.

Tidak hanya itu, akibat tidak ditutup juga mengakibatkan para pengendara motor terkena debu dari pasir yang terbawa angin yang berakibat mengganggu jarak pandang.

“Bahkan tidak jarang debu tersebut masuk ke mata sehingga mengakibatkan mata perih dan mengganggu penglihatan, “ujar salah seorang pengendara motor asal Cipatujah, Dede.(29/7)

Hal senada dikatakan arga lainnya, Asep, ia juga mengaku harus meminggirkan dulu motornya akibat matanya kelilipan akibat kemasukan pasir.

“Kepada siapa saja yang mempunyai kewenangan, saya harap hal ini segera ditertibkan agar pengguna jalan teruatama pengguna motor bisa nyaman saat di jalan  raya, “tuturnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB PANGANDARAN SEGERA SIAPKAN 81 RIBU FACE SHIELD UNTUK PERSIAPAN SISWA MASUK SEKOLAH LAGI

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM-Bukan hanya perekonomian saja yang terdampak akibat pandemi covid-19, tapi hampir seluruh tatanan kehidupan seperti sosial, politik dan lainnya bahkan dunia pendidikan ikut merasakan akibatnya.

Hampir tiga bulan anak-anak sekolah hanya berdiam diri di rumah dengan metode Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)yang dirasakan masyarakat tidak efektip, dan hal ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah.

Menyikapi hal tersebut Pemkab Pangandaran pun segera membuat terobosan untuk “menyelamatkan” seluruh peserta didik agar mereka bisa kembali belajar denga normal bertatap muka dengan guru, teman dan lingkungan sekolah.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, saat ini Kabupaten Pangandaran sudah berstatus zona hijau pada peta kewaspadaan Covid-19, dengan rincian yang positif Covid-19, PDP dan ODP, nol, sehingga sistim belajar tatap muka pun tidak lama lagi bisa segera diberlakukan.

“Hanya saja tetap dengan menerapkan protokol kesehatan covid, “tegas Jeje.(29/7)

Jeje mengatakan, Pemkab Pangandarn akan segera mengirim surat ke Gubernur Jawa Barat agar pendidikan di Kabupaten Pangandaran bisa dilaksanakan, sehingga anak-anak pun segera bisa masuk ke sekolah kembali. dan untuk persiapan tersebut Pemkab akan segera mempersiapkan 81 ribu face shield (penutup wajah) dan masker yang nantinya akan dipakai siswa dan guru saat kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas.

“Orang tua siswa pun tidak usah repot-repot membeli, karena menyediakan face shield dan masker ini karena Pemkab Pangandaran sudah menyediakan ini, “ujar Jeje.

Menurut Jeje, langkah ini merupakan salah-satu keseriusan Pemkab Pangandaran pada dunia pendidikan dengan menyikapi dinamika di masyarakat yang erasa resah akibat terlalu lama anak-anaknya tidak sekolah.

“Saya menerima langsung beberapa keluhan orangtua siswa tersebut karena memang hal ini sangat mendasar dan rasional, “ungkap Jeje.

"Dikarenakan penutupan kegiatan sekolah saat Pandemi Covid-19 itu merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, maka saya akan kirim surat ke pak Gubernur dan datang ke pak Menteri Pendidikan agar sekolah di Pangandaran bisa berjalan kembali," ujarnya.

Jeje juga mengatakan, penutupan sekolah serta pemberlakukan PJJ merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus dikuti pemda, dan ini bukan terjadi hanya di Pangandaran saja.

Dan sekarang, kata Jeje, ia akan berusaha menyampaikan dan meyakinkan Pemprov dan pemerintah  pusat, Pangandaran sudah zero Covid-19 dan kondisi ini mudah-mudahan bisa dipertahankan agar anak-anak bisa ke sekolah lagi.

“Saya minta dukungan masyarakat, tetap jalani protokol kesehatan, salah satunya tetap memaki masker jika akan keluar rumah, “pungkas Jeje. (PNews)

FKPPI DAN PPM PANGANDARAN BULATKAN TEKAD DUKUNG PASANGAN ADANG HADARI - SUPRATMAN

PANGANDARANNEWS.COM-Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/POLRI (FKPPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Pangandaran, hari ini (28/7) bertempat di Sekertariat Bersama (SEKBER) Pangandaran Bangkit Bersatu di DesaKarangbenda Kecamatan Parigi, menggelar pernyataan sikap dan dukungan kepada pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari - Supratman (AMAN) pada pilkada Pangandaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2020 mendatang.

Sekjen FKPPI, Yogi yang di dampingi Ketua PPM kabupaten Pangandaran, Idit Komarudin, mengatakan, FKPPI dan PPM bersepakat melalui peryataan sikap secara lisan maupun tertulis mendukung pasangan pasangan AMAN untuk maju di Pilkada Pangandaran.

"Kami ingin memberikan kepercayaan terhadap orang yang berperan dalam pemekarkan Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis, serta melanjutkan perjuangannya, “kata Yogi.

Untuk kebaikan dan kemajuan di Kabupaten Pangandaran yang adil dan merata, kata Yogi, pihaknya secara tegas mendukung pasangan AMAN.

Masih di tempat yang sama, bakal calon (balon) Bupati Pangadaran, H Adang Hadari, mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus serta anggota FKPPI dan PPM Kabupaten Pangandaran yang telah memberika dukungan padanya.

“Dengan kepercayaan ini merupakan suatu penghargaan yang luar biasa, walau hingga hari ini kami  belum bisa memberikan apa pun untuk membalas kebaikan ini, “kata Adang.

Adang mengatakn, niat untuk maju di Pilkada mendatang ini karena dorongan masyarakat dan partai, yangbertujuan ingin mewujudkan cita-cita pemekeran yang sudah di konsep sejak pangandaran masih bagian dari Kabupaten Ciamis.

Demi kepentingan masyarakat, lanjut Adang, harus sepakat untuk melanjutkan program- program pemerintah yang dianggap sudah bagus dan disempurnakan bersama-sama apabila ada program -program yang kurang bagus.

Dengan majunya Adang –Supratman, bukan karena ingin menagih janji dari, menurutnya, ia hanya ingin memanfaatkan sisa umur untuk kepentingan masyarakat Pangandaran.

Adang juga mengatakan, karena program yang digulirkan untuk kebutuhan dasar masyarakat itu semu hasil kolektif koligial, karena tanpa campurtangan DPRD dan elemen lainnya, pembangunan di Kabupaten Pangandaran tidak akan terealisasi. Jadi, kata Adang, seluruh pembangunan di Kabupaten Pangandaran ini tidak lepas dari peran serta dari semua elemen.

“Untuk itu mari bersama sama satukan tekad untuk membangun Kabupaten Pangandaran, terlepas  siapapun bupatinya nanti, karena masyarakat pun punya peran dalam hal itu. “pungkasnya. (AGE)

HAMIDA SIAP DUKUNG DAN MENANGKAN PASANGAN AMAN DI PILKADA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Himpunan Alumni Miptahul Huda (HAMIDA) siap untuk bersatu mendukung dan memenangkan pasangan Adang -Supratman (AMAN) menjadi Bakal Calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pada Pilkada 2020 mendatang.

Seperti disampaikan Ketua Hamida, KH Asep A Maosul Affandy, untuk memenangkan calon yang diusung, para pendukung harus bersatu, sehingga impian bersama dapat terwujud untuk kemajuan umat di Kabupaten Pangandaran

"Kita bertekad H Adang dan H Supratman sebagai balon Bupati dan Wakil Bupati akan menang dalam Pilkada tahun ini,"kata Asep, di hotel Sandaan Pangandaran.(28/7)

Menurut politisi PPP ini, untuk kemajuan umat di Pangandaran, HAMIDA harus lebih awal melangkah untuk memenangkan calon yang didukung, karena jika para pendukung bersatu maka akan mampu memenangkan pilkada yang akan diseenggarakan bulan desember tahun ini.

Selain dorongan dari HAMIDA, kata Asep lagi, silaturahmi calon Bupati dan calon Wakil Bupati dengan sejumlah elemen masyarakat, itu merupakan salah satu langkah pemenangan.

"Jadi saya berharap pasangan AMAN jangan bosan bosan turun langsung ke masyarakat karena dengan cara seperti itu masyarakat akan merasa lebih dekat, “ujar Asep.

Sementara tanpa didampingi balon Wakil Bupati Supratman, H. Adang Hadari mengakui oftimis untuk memenangkan pada kontestasi pilkada Pangandaran.

Soal rekomendasi dari DPP partai Golkar, Adang mengatakan, Surat Rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar sudah ia terima.

“Bahkan rekomendasi untuk balon wakil yang diusung DPP PKB pun sudah ada, “jelasny. (AGE)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN