HARI KE 3 TIM PENILAI KAMPUNG SEHAT KUNJUNGI DESA CIKUPA DAN SARIMANGGU

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Di hari ke 3 kegiatan penilaian yang dilakukan tim penilai kecamatan di Desa Cikupa dan Sarimanggu, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana Stp., M.M yang didampingi Ketua PKK, Lilis Agustini, Spd, menyampaikan pesan yang sama seperti ada desa lainnya terkait pelaksanaan lomba Kampung Sehat dalam rangka menyambut HUT hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 388.

Yang paling utama dalam kegiatan ini, kata Asep,  sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 agar masyarakat tetap tangguh dan siap menghadapi situasi sulit ini.

“Hikmah yang dapat kita ambil dari kegiatan ini, masyarakat siap menjalani kebiasaan kehidupan baru atau New Normal,” tambah Asep.(22/7)

Selain camat dan ketua PKK, penillaian lomba Kampung Shat juga dihadiri Kepala UPT Puskesmas, Ketua MUI, Kasi Kesos, Unsur UPT Pendidikan, Unsur BPP, PKK, BPD, Tokoh Masyarakat, Babinkamtibmas, Bripka Berni N.H.SH (pendamping pelaksana) dan Babinmas Serka Mamat (pendamping pelaksana) untuk Desa Cikupa, sedangkan untuk desa Sarimanggu rombongan dikawal Babinkamtibmas Ade M Syarif dan Serma A hemanto (pendamping pelaksana).

Pada kesempatan yang sama, Ketu PKK, Lilis Agustini, Spd, mengatakan, TP PKK juga harus menjadi motor penggerak masyarakat yang kreatif dan inopatif dalam mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang bardaya guna dan berdaya saing.

Sementara Kepala Desa Sarimanggu,  Indra Nuryana, Sip, dan Kades Cikupa Yudha Heryadhi, saat ditemui PNews di tempat berbeda, atas nama pemdes keduanya berterima kasih pada tim penilai yang telah memberikan arahan dan pembinaan terhadap warganya terkait tujuan utama dari lomba kampung sehat.  (ANWARWALUYO)

MAMAH SURYAMAH GELUTI USAHA TAMBAL BAN UNTUK MENYAMBUNG HIDUP

PANGANDARANNEWS.COM-Profesi menjadi tukang tambal ban kendaraan lazimnya dilakukan seorang laki-laki, tapi tidak dengan perempuan paruh baya warga Dusun Mandala Desa Batukaras,  Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Mamah Suryamah (58), ia sudah hampir 15 tahun menggeluti profesi ini.

Menurut Mamah, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia pun tidak canggung melakukan pekerjaaan yang biasanya dikerjakan laki-laki.

Ia mengaku, selama ini ia merasa kesulitan mencari pekerjaan lain, sementara kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi. Dan dari hasil usahanya ini, kata Mamah, ia pun mampu menyekolahkan anaknya sampai SMP.

"Yang penting halal, bagi saya menjadi tukang tambal ban bukan pekerjaan hina apalagi membuat saya malu, “ujarnya.(23/7)

Disinggung masalah ada tidaknya bantuan dari pemerintah,  Mamah mengatakan dirinya baru mendapatkan bantuan pada masa pandemi Covid19 in, bansos dari pemprov selama tiga bulan sebesar 600 ribu rupiah. Sementara untuk bantuan dari PKH dan BPNT, Mamah mengatakan, hingga saat ini belum pernah menerima.

"Padahal saya juga berharap bisa mendapat bantuan tersebut, karena dengan bantuan PKH atau BPNT ini sedikit bisa meringankan beban hidupsaya, “ungkapnya. (AGE)

KETUA DPD PDI PERJUANGAN JABAR:”PASANGAN JEJE-UJANG ENDIN OPTIMIS MENANGKAN PIKADA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Ada 5 dari 8 kabupaten-kota termasuk Kabupaten Pangandaran yang menjadi target realistis kemenang PDI Perjuangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, dan khusus untuk Pangandaran PDI Perjuangan berharap kemenangannya akan signifikan.

Demikian disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, kepada media usai menghadiri musaywarah cabang (muscab) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran di hotel Pantai Indanh Timur. (21/7)

“Saya optimis pasangan Pa Jeje Wiradinata dan Ujang Endin akan memenangkan pilkada Pangandaran, “ucapnya.

Ono mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 5-10 Juli 2020, membuktikan kinerja serta kepemimpinan Jeje Wiradinata, 85 persen masyarakat Pangandaran mengaku puas.

Dan catatan kemenangan pada pemiliha legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu dengan peroleh 15 kursi di DPRD, menurut Ono, juga menjadi  modal lain untuk kemenangan pasangan Jeje-Ujang Endin (JUARA).

Ia juga mengingatkan kepada seluruh engurus dan kader PDI Perjuangan yang tidak mendukung pasangan juara akan ada sanksi dari partai.

“Sanksinya sudah jelas ada di AD/ART, jadi saya tekankan seluruh kader untuk tegak lurus dan all out memenangkan pasangan Jeje-Ujang Endin,”tegasnya.

Hal senda dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pihaknya sudah  sudah siap untuk memenangkan Pilbup Kabupaten Pangandaran yang aka digelar tanggal 2020.

“Dukungan seluruh instrumen partai kaolisi pun kini semakin solid dan mengkristal,”ungkap Jeje. (PNews)

KAPOLSEK KARANGNUNGGAL KOMPOL H. ASEP ISHAK, S.IP PIMPIN TIM PENILAI KAMPUNG SEHAT

PANGANDARANNEWS.COM-TASIKNEWS-Ketua Tim Penilai Bersama, Kompol H. Asep Ishak, S.Ip yang didampingi anggotanya, antara lain, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Karangnunggal Dadan Kusnanto S.KM, Ketua MUI, Ustadz Supyan Sauri, Kasie Kesos Kecamatan Karangnunggal, Unsur BPP, Unsur UPT Pendidikan, Unsur PKK dan sejumlah tokoh masyarakat beserta Bhabinkamtibmas Desa Kujang Aipda Edi Suryana (pedamping pelaksana) dan Babinsa Desa Kujang Sertu Yudi (pedamping pelaksana), hari kemarin melakukan penilaian di Desa Kujang, dan kegiatan seruoa juga dilakukan di Kampung Sehat Kedusunan Petakan Desa Sarimukti.

Dalam proses penilaian yang dihadiri langsung Kepala Desa Sarimukti, Edi Laksana yang akab disapa Abah Edi serta didampingi Ketua PKK, Panit 2 Binmas Polsek Karangnunggal Bripka Nandang (Pendamping Pelaksana) serta Babinsa Desa Sarimukti Serka Hendri (Pendamping Pelaksana), Asep Ishak mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian giat dalam rangka menjelang Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke-388 yang akan dilaksaakan tanggal 26 juli mendatang.

“Ada pun obyek penilaiannya, diantaranya rumah sehat, masjid sehat, kebersihan lingkungan, penataan lingkungan dan kegotong-royongan warga, “ jelas Asep.(217)

Terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Asep juga menghimbau kepada warga agar selalu membudayakan hidup bersih dan sehat, serta memberikan pemahaman tentang New Normal dan selalu memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, diantaranya jaga jarak, pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir.

“Saya berharap dengan kegiatan ini akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan diri maupun lingkungan dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 saat ini, “tegasnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

CANGKUANG JADI CONTOH KAMPUNG SEHAT DESA CIKUKULU KEC. KARANGNUNGGAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Hasil pertimbangan Pemdes Cikukulu, Kampung Cangkuang siap dan layak untuk diikut sertakan dalam lomba Kampung Sehat tingkat kecamatan, karena dari hasil penilaian tim IV yang dipimpin langsung Sekmat Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyana, Sip.,Msi dan didampingi Banbinsa, Babinkamtibmas, Staf Desa, BPD, ibu-ibu PKK, para kader Posyandu dan tokoh masyarakat, yang disambut kesenian angklung tradisional serta suguhan  hidangan tradisional yang menjadi ciri khas Desa Cikukulu.

Dedi Mulyana pada sambjtannya menyampaikan arahannya, lomba kampung sehat ini selain menjadi ajang lomba menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Tasikmalaya ke 388, diharapkan kegiatan ini juga menjadi kebiasaan warga untuk selalu hidup bergotong-royong menuju kebiasaan New Normal dalam berbagai hal.

“Di masa pandemi kampung Sehat ini juga akan menjadi jurus ampuh untuk menangkal penyebaran Covid-19,”kata Dedi saat dihubungi PNews lewat telepon celullernya.(21/7)

Banyak manfaat yang bisa diambil dari program Kampung Sehat ini, karen, menurut Dedi, semua kriteria penilaian selain sehat lingkungan juga di dalamnya ada ketangguhan masyarakat dalam ketahanan ekonomi, ketahanan pangan dan lain-lain, sehingga masyarakat tetap tenang, tentram walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Dedi juga berharap Kampung Cangkuang bisa menjadi contoh untuk kampung yang lain di Desa Cikukulu, yang siap dan tangguh untuk menuju  kampung kreatif menuju sehat dan maju.

”Dengan kegiatan ini masyarakat bisa sejahtera dari sisi ekomi walau saat-saat sulit seperti pada masa pandemi sekarang ini, “kata Dedi lagi. (ANWARWALUYO)

DPRD PANGANDARAN GELAR RAPAT PARIPURNA PENETAPAN RAPERDA PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD 2019

PANGANDARANNEWS.COM –Dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran terkait Penetapan Rancangan Peraturan Derah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 untuk dijadukan Peraturan Dearah (perda) yang di gelar di rung paripurna, yang dibacakan aggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan, Rara Agustin, menyampaikan, secara umum Rancangan Peraturan Dearah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019 yang disampaikan Bupati Pangandaran kepada DPRD, telah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dalam penyusunan maupun dalam penyajian.

Dalam hal realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan pada APBD tahun 2019 secara umum relatif baik, anggaran pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp1.563 trilyun dengan realisasinya sebesar Rp1.474 trilyun (94,31 %).

“Sementara untuk anggaran belanja daerah setelah perubahan tercatat sebesar Rp 1.616 trilyun dengan  realisasi Rp1.461 trilyun, “ujar Rara dalam sambutannya.(21/7)

Adapun penerimaan pembiayaan daerah setelah perubahan sebesar Rp 58.451 milyar dengan realisasi sebesar Rp 3.811 milyar atausekitar 6,52%. Sementara untuk pengeluaran pembiayaan daerah setelah perubahan sebesar Rp 6 milyar terrealisasi sebesar Rp 999 juta (16,67%). Dan untuk pembiayaan netto setelah perubahan sebesar Rp 52.451 mlyar terrealisasi sebesar Rp 2.811 milyar atau sekitar 5,36%.

Namun demikian, masih dalam sambtan yang dibacakan Rara, DPRD juga menyampaikan beberapa rekomendasi hasil pembahasan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 ini untuk ditindaklanjuti dengan tujuan dapat menjadi perbaikan-perbaikan dalam penyelenggaraan Pemkab Pangandaran pada masa yang akan datang, diantaranya, dalam rangka mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan pemerintah kabupaten pangandaran tahun anggaran 2019 diharapkan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran agar lebih meningkatkan pembinaan dan pelatihan para aparatur pemerintah di seluruh SKPD baik yang terkait dengan  pengelolaan aset maupun dalam pengelolaan keuangan. Beberapa temuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Pangandaran tahun anggaran 2019, baik dari sistem pengendalaian intern maupun dari kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan agar segera diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

“Ini dimaksudkan agar dipertimbangkan serta dikaji ulang beberapa target pendapatan yang tidak tercapai untuk mengetahui aspek mana yang perlu diperbaiki, dilandasi perhitungan potensi dan kondisi yang realistis, “tegas Rara.

Dalam rangka percepatan dan kualitas pekerjaan yang baik, imbuhnya, Pemkab Pangandaran juhga hendaknya melakukan proses pelelangan sesegera mungkin sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pekerjaan fisik sudah dimulai sejak triwulan pertama, serta perlu dilakuka evaluasi menyeluruh dan cermat terhadap rekanan yang bermasalah disertai pemberian sanksi egas sesuai ketentuan peraturan. Dalam relisasi anggaran pembangunan yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau bantuan provinsi perlu menjadi perhatian penting, sehingga anggaran betul-betul dipergunakan secara efektif dan efisien, tidak ada anggaran di akhir tahun yang tidak terserap atau tidak dapat dibayar karena keterlambatan administrasi.

Selain itu, dari aspek belanja daerah ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, seperti yang dengan hasil pemeriksaan BPK RI terkait masih lemahnya sistem pengendalian intern, dan sistem pengendalian internal ini supaya lebih ditingkatkan.

Dan yang tidak kalah penting, masih kata Rara, tingkatkan kepatuhan pada ketentuan perundangan-undangan, karena ini sesuai dengan hasil pemeriksaan BPK RI, masih didapati kelebihan pembayaran pada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di beberapa SKPD, lakukan pengelolaan penatausahaan aset agar lebih ditingkatkan lagi dan diperlukan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pengelola aset agar tidak menjadi temuan berulang setiap tahun.

”Dan kepada seluruh kepala SKPD agar melakukan perencanaan dengan cermat dan terukur sehingga pencapaian target dapat dilakukan dengan maksimal,”pungkasnya.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam sambutannya menyampaikan beberapa alasan terkait tidak tercapainya Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari target Rp 144 milyar dn hanya tercapai Rp 117 milyar (81,25 %), khususunya dari PAD sektor pariwisata, itu disebabkan karena pada akhir tahun 2018 terjadi bencana tsunami di selat jawa, sehingga arus kunjungan wisatawan di akhir tahun dan awal tahun 2019 pun terjadi penurunan.

“Dan baru normal kembali sekitar bulan mei-juni, “terang Jeje.

Jeje juga mengakui, selama ini pajak dari hotel dan restoran yang menjadi salah satu menyumbang PAD di Kabupaten Pangandaran, saat ini masih belum optimal.

Insaalloh, sektor ini menjadi fokus pemda sehingga optimalisai PAD akan meningkat signifikan, “tegasnya. (PNews)

HASIL SURVEY LSI, BALON PASANGAN JEJE-UJANG ENDIN (JUARA) UNGGULI H ADANG-SUPRATMAN (AMAN)

PANGANDARANNEWS.COM-Hasil survey yang dilakukan tanggal 5-10 Juli 2020, bakal calon (balon) H. Jeje Wiradinata yang berpasangan dengan H. Ujang Endin Indrawan (JUARA), masih tetap menduduki ranking atas dari balon lainnya.

Dari analisis hasil survey Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Network Denny ja, kecendrungan pemilih pada Pilkada Kabupaten Pangandaran yang disampaikan melalui zoom meeting kepada pers (18/7), menggunakan metode standar, seperti multistage random sampling, wawancara tatap muka dari jumlah responden 440 dengan margin of error 4,8%.

Menurut salah seorang tim survey, Jeje Wiradinata memilki elektabilitas tinggi dan jauh meninggalkan balon lainnya baik dalam simulasi perorangan maupun pasangan, dengan rincian, dalam simulasi perorangan, 73,0%, meninggalkan Adang Hadari dengan nilai 23,0%. Begitu juga pada simulasi pasangan, Jeje Wiradinata – Ujang Endin unggul telak 67,7%  ditas pasangan Adang Hadari – Supratman (AMAN) dengan 26,8%. Dan menyisakan swing voter 5,5%.

Masih kata tim survey, jika melihat posisi tingkat elektabilitas pasangan JUARA menjadi tidak mudah untuk pasangan AMAN untuk memenangkan “pertarungan” pada Pilkad Kabupangandaran yang akan digelar tanggal 9 desember 2020 mendatang.

“Dan variabel ini biasanya sering dijadikan indikator kuat atau lemahnya seorang kandidat incumbent untuk terpilih kembali, “jelasnya.

Sebagai incumbent, menurutnya, Jeje memiliki tingkat kepuasan publik dengan segudang prestasi  kinerja, seperti 69,3% cukup puas dan 15,7% sangat puas, dan jika ini digabungkan akan tembus ke angka 85% tingkat kepuasan masyarakat pada Jeje Wiradinata selama memimpin Kabupaten Pangandaran, dan angka kepuasan masyarakat yang tinggi ini biasanya calon incumbent berpotensi  untuk terpilih kembali.

Hal lainnya, Jeje Wiradinata mempunyai bekal tingkat pengenalan dan kesukaan yang sangat tinggi, sebesar 99,3% (pengenalan) dan 92,7% (kesukaan) serta Jeje juga telah mengantongi sejumlah pemilih militant (strong supporter) yang tinggi, sebesar 35,4%, sementara untuk Adang Hadari baru 21,1%.

“Dan sama, angka-angka  ini juga sering dijadikan sebuah indikator tingginya potensi keterpilihan seorang calon, “katanya lagi.

Lebih jauh ia mengatakan, dari ratusan kali pengalaman survei yang dilakukan LSI, calon yang punya pemilih militant diatas 30% selalu memenangkan pertarungan.

Sementara faktor lain yang yang tak kalah penting dan selalu menjadi indicator kemenangan, dari peta distribusi dukungan di aneka segmen demokrafis yang cukup merata, baik suku, agama, gender, usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, dan bahkan sebaran dukungan di setiap zona dan dapil. Dan dalam survei juga memotret penilaian publik atas kinerja Jeje Wiradinata dalam menangani wabah pandemi Covid-19, ada sekitar 81,8 % masyakarat Kabupaten Pangandaran, menilai Jeje cukup dengan kriterian baik (61,6% ) dan sangat baik (22,0%).

“Tentu saja ini juga tentu menjadi modal awal untuk Pak Jeje bisa terpilih kembali karena ini merupakan gambaran tingkat kepuasan dan kesukaan serta respon positip publik kepada
kepemimpinan beliau, “imbuhnya.

Disoal balon Wakil Bupati dari kedua pasangan, hasil survey sejauh ini memang belum ada sosok yang memberi andil suara tambahan cukup besar kepada JUARA  dan AMAN, karena baik Supratman maupun Ujang Endin masih harus kerja keras agar posisinya balon wakil bisa mengkatrol atau memberi sumbangan elektabilitas pasangannya.

Survey juga mendapati, seperti temuan pada survei LSI sebelumnya, merupakan PR besar baik untuk calon atau para stakeholder seperti KPU, terkait masih rendahnya pengetahuan masyarakat pada pelaksanaan Pilkada Pangandaran 2020, dengan hasil survey hanya 9,3% publik yang mengaku tahu dengan menjawab tepat tanggal dan bulan pelaksanaan pilkada. Dan selebihnya, sekitar 78,7% publik mengaku tidak tahu/tidak jawab/ dan salah menjawab kapan Pilkada akan dilaksanakan.

Isu krusial lain yang juga harus diwaspadai dan diantisipasi, khususnya dalam kontek agar Pilkada lebih berkualitas dan berjalan demokratis, masih tingginya respon publik pada money politic (politik uang), ada sekitar 57 % public di Pangandaran mengaku politik uang ini sangat wajar (8,6%) dan cukup wajar (48,6%).

“Dan tentu saja data seperti ini biasanya menjadi good news untuk  calon yang berkapital besar dan bad news untuk yang mempunyai “amunisi” pas pasan. “pungkasnya. (PNews)



BIS UMUM HANYA BOLEH NAIKAN PENUMPANG 50 % , TARIF PUN NAIK 100 %

PANGANDARANNEWS.COM-Mungkin untuk sebagian orang kenaikan tarip angkutan umum tidak akan menjadi perhatian karena mereka memiliki kendaraan pribadi yang akan membawa kemana saja saat hendak pergi ke tempat yang dituju, tapi lain halnya untuk masyarakat yang selama ini selalu menggunakan jasa angkutan moda tarnsportasi umum ini.

Entah diketahui pemerintah atau tidak, karena di masa pandemi covid-19 ini baik angkutan kota dalam provinsi (AKDP) atau pun angkutan kota antar proviinsi (AKAP), mengalami kenaikan tarif hampir 100 %. Padahal selama ini pemerintah (Kementerian/Dinas Perhubungan) belum pernah mengeluarkan kenaikan tarif tersebut.

Menurut salah seorang penumpang yang berangkat dari Kota Tasik menggunakan salah satu mikro bis dengan tujuan ke Pangandaran dikenai tarif Rp 80 ribu, padahal jika tarif normalnya sekitar Rp 40 ribu.

“Tadinya saya kasih Rp 60 ribu, tapi kondektur bis tarifnya Rp 80 ribu, “terangnya.(17/7)

Hal senada dikatakan seorang karyawan salah satu bank di Pangandaran yang menggunakan bis umum dari Ciamis, ia juga merasa kaget saat kondektur meminta ongkos sebesar Rp 70 ribu.

“Saya kan sudah lama menggunakan bis umum, ongkos untuk jurusan Ciamis-Pangandaran biasanya sebesar Rp 30-40 ribu, “ungkapnya.

Saat diminta tanggapannya, salah seorang petugas terminal Pangandaran, membenarkan, memang terjadi kenaikan tarif walau secara resmi pemerintah tidak pernah mengeluarkankan regulasi terkait tarif ngkutan umum.

“Para awak bis selalu beralasan karena di saat pandemi ini bis hanya boleh membawa penumpang 50 % dari kafasitas tempat duduk akhirnya tarifnya yang mereka naikan, “ujarnya. (PNews)


PANWASLU KECAMATAN MANGUNJAYA BUKA POSKO PENGADUAN DAFTAR PEMILIH

PANGANDARANNEWS.COM-Tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang saat ini memasuki kegiatan pencocokan dan penelitian data (Coklit), yang dimulai tanggal 15 juli hingga 13 Agustus 2020, ini bertujuan agar nantinya mampu menghasilkan data pemilih yang berkualitas serta mengakomodasi seluruh warga yang memenuhi syarat.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar lembaga Panwaslu Kecamatan Mangunjaya, Toni Taufiq, pada acara rapat kerja teknis tahapan pencoklitan , di aula kecamata Mangunjaya.(17/07)

Toni menjelaskan tahapan pemutakhiran data pemilih ini sangat krusial pada setiap hajatan Pemilu atau Pilkada, sehingga dalam pelaksanaannya pun dibutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder untuk mengawasi tahapan ini.

Ia menambahkan, sejumlah daftar inventarisir masalah yang menjadi temuan Panwaslu pada kegiatan Coklit Pilgub 2018 lalu pada tahapan ini, antara lain petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) tidak mendatangi rumah penduduk yang menjadi sasaran coklit atau petugas coklit dari rumah, PPDP yang ikut bimtek memberikan wewenang kepada orang lain untuk mencoklit (menggunakan joki) pemilih yang memenuhi syarat tidak diakomodir, pemilih yang tidak memenuhi syarat tidak dicoret dan sejumlah masalah lain yang terjadi di wilayah pengawasan Panwas Kecamatan Mangunjaya.

“Seluruh jajaran Panwaslu Kecamatan Mangunjaya bersama Pengawas desa akan melakukan pengawasan secara ketat pada prosedur, mekanisme dan tata cara pencoklitan yang dijalankan PPDP yang sudah dimulai sejak tanggal 15 Juli 2020, “tegas Toni.

Berperan menjadi pengawas pemilu yang salah satu tugasnya menjaga hak pilih warga, kata Toni, Panwaslu bersama seluruh jajaran akan awasi secara ketat dalam tahapan ini agar nanti bisa menghasilkan data pemilih yang berkualitas.

Toni pun beharap, agar jajaran PPK, PPS dan PPDP dapat menjalankan tahapan ini dengan baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga dapat mencegah terjadinya dugaan pelanggaran administrasi ataupun pidana. Dan salah satu langkah pencegahan ini kini panwaslu sudah membentuk posko pengaduan yang bertempat di sekretariat Panwascam Mangunjaya.

Jadi jika ada hal yang tidak beres berkaitan dengan tahapan coklit, imbuhnya, silakan lapor ke jajaran pengawas, dan pihak panwas pun siap membantu.

“Saya juga meminta kepada seluruh stakeholders dan seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama mengawasi tahapan ini dengan protaf protokol kesehatan covid 19. “pungkasnya. (Tn)


TUMPUKAN SAMPAH DI PINGGIR JALAN KURANGI KEINDAHAN LINGKUNGAN KOTA TASIK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Tumpukan sampah yang terlambat diangkut selalu menjadi pemandangan kurang indah dipandang serta merusak keindahan kota, pasalnya selain menimbulkan kesan kumuh juga membuat citra pemerintah terkesan kurang tanggap pada masalah kebersihan dan keindahan lingkungan.

Seperti yang terjadi di Kota Tasik, hampir setiap sudut kota, salah satunya di jalan  RE Mardinata di sekitar kantor UPTD Puskesmas Cipedes, terlihat gundukan sampah pun berserakan di trotoar hingga ke bahu jalan, sehingga warga yang kebetulan melewati daerah sekitar lokasi tersebut pun merasa terganggu dan kurang nyaman.

Seorang pemulung yang sedang memilah sampah tersebut, membenarkan, dari pagi menjelang siang hingga malam hari memang sampah tersebut belum diangkut petugas.

“Saya belum mlihat ada mobil sampah datang kesini, biasanya diangkut sekitar pukul 10 pagi atau kalau tidak pagi pada siang jam 14.00, tapi hingga siang ini belum juga diangkut, “ungkapnya.(17/7)

Saat Pnews mendatangi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasik untuk konfirmasi masalah ini, sayang tidak ada petugas yang bisa memberikan keterangan. (ANWARWALUYO)

KAPOLRES CIAMIS KUNJUNGI PANWASLU MANGUNJAYA PASTIKAN KESIAPAN PILKADA PANGANDARAN 2020

PANGANDARANNEWS.COM-Beberapa hari lalu (16/7) Kapolres ciamis, AKBP Doni Eka Putra S.I.K MH melakukan kunjungan ke Panwaslu Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang yang difasilitasi Polsek Padaherang, untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Pangandaran yang akan dilaksanakan bulan desember  2020.

Selain Panwaslu kunjungan ini juga dihadiri PPK Mangunjaya dan Padaherang, Danramil padaherang serta jajaran Kepolisian sektor Padaherang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panwaslu Mangunjaya, Toni Taufik pun menyampaikan sekitar kesiapan pengawasan yang dimulai pada seluruh tahapan pilkada, situasi politik serta indek kerawanan pemilu (IKP).

“Yang saya sampaikan ini merupakan bahan informasi awal bagi kepolisian dalam persiapan pengamanan pilkada, “terang Toni.

Sementara Kapolres Ciamis AKBP Doni Eka Putra S.I.K MH, dalam sambtannya, mengatakan, kesuksesan penyelenggaraan pilkada pangandaran 2020 merupakan tanggung jawab semua elemen termasuk penyelenggara pemilu PPK, Panwas ,TNI, Polri serta masyarakat pemilih. Tapi karena pada pilkada kali ini masih dalam masa pandemi covid-19, maka pelaksanaannya pun harus dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya berharap mudah-mudahan Pilkada Kabupaten Pangandaran bisa berjalan sukses tanpa ekses dan selalu menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan, “ujar Doni. (Tn)


UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 16 JULI 2020


PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Kamis, 16 Juli 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Total            :   21 org
Sembuh :   20 org
Pulang :    1 org (Isolasi Mandiri)
Masih Perawatan :    0 org
WNI              :   21 org
Laki2            :   19 org
Perem :    2 org
Usia
20 - 29         :    6 org
30 - 39         :    5 org
40 - 49         :    6 org
50 - 59         :    2 org
60 - 69        :    2 org


DALAM  PENGAWASAN

1. Total        :   17 org
2. Selesai        :    8 org
  - meninggal        :    7 org

Ket :

a. Diagnosa : Diabetesmellitus
b. Diagnosa : Stroke
c. Diagnosa : TB
d. Diagnosa : Phlegmon
e. Diagnosa : Stroke
f. Diagnosa  : Radang Selaput Otak
g. Diagnosa : TB

3. Msh pengawasan :    2 org
4  Laki-Laki :   10 org
5. Perempuan :    7 org
6. WNI :   17 org
7. WNA :    0 org
8. Usia :
< 5 th :
6-19    :    1 org
20-29 :    2 org
30-39 :
40-49 :    1 org
50-59 :    3 org
60-69 :    5 org
70-79 :    5 org
>80    : 


DALAM PEMANTAUAN

1. Total         :  556 org
2. Selesai                 :  556 org
3. Msh pemantauan :    0 org
4. Laki-Laki :  343 org
5. Perempuan :  213 org
6. WNI :  551 org
7. WNA :    5 org
8. Usia :
< 5 th :   11 org
6-19    :   73 org
20-29 :  228 org
30-39 :   80 org
40-49 :   72 org
50-59 :   50 org
60-69 :   31 org
70-79 :    9 org
>80              :    2  org

 ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL       :  529 org
SELESAI       :  521 org
MASIH PEMANTAUAN    :      8 org

HASIL LAB SWAB

Positif                   :     21 org
Negatif                 : 2503 org
Menunggu hasil        : 1124 org
Jumlah                 : 3648 org


HASIL RAPID TEST

Positif                  :     14 org
Invalid                  :     39 org
Negatif               : 5534 org
Total                    : 5548 org


Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya up date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 16 Juli 2020 :

















42 KPM DI DESA CIKUPA KEMBALI TERIMA BANTUAN SOSIAL DARI PEMPROV

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Bertempat di aula desa, 42 KPM di Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tsikmalaya, kembali mendapat bantuan sembako dan uang tunai yang bersumber dari Pemprov Jawa Barat, Kepala Desa Yudha Heryadhi yang dampingi  Babinkamtibmas Bripka Berni N.H.S.H, pun berkesempatan menyerahkan bantun tersebut. ,(16/7),

Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan ini, pihak Pemdesa Cikupa tetap mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19, dengan menganjurkan para penerima bantuan harus memakai masker, menjaga jarak dan cek suhu tubuh.

Sebelum pembaian bantuan disalurkan, keada warga penerima bantuan, Yudha mengatakan agar masyarakat paham dan selalu patuh pada anjuran protokol kesehatan, sehingga masyarakat pun selalu terhindar dari penularan Covid-19.

Yudha juga berharap, masyarakat tetap lebih memperhatikan kesehatan dengan mengiktui anjuran anjuran pemerintah.

“Saya menghimbau agar warga senantisa menjaga keselamatan diri, keluarga dan lingkungan agar tetap selalu terjaga dari paparan pandemi Covid-19 yang saat ini belum juga reda,”ujarnya.

Hal  senada dikatakan babinkamtibmas Bripka Berni, pihaknya menghimbau agar masyarakat selain patuh terhadap protokol kesehatan, juga selalu meningkatkan sikap toleransi agar lingkungan tetap aman dan kondusif.

”Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat membantu warga dalam situasi kesulitan secara ekonomi sehingga masyarakat tetap jaga kesehatan.

Sementara salah seorang warga, mengaku senang karena dengan bantuan ini bisa untuk kebutuhan sehari-hai keluarga.
 “Saya engucapkan terimakasih kepada pihak desa yang sudah menyalurkan bantun dari provnsi ini, “ungkapnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)







KEMENSOS LAKUKAN KORDINASI DENGAN PEMKAB PANGANDARAN UNTUK PERSIAPAN KSB PESISIR SELATAN PULAU JAWA

PANGANDARANNEWS.COM-Beberapa hari lalu, bertempat di Arnawa, Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Iyan Kusmadiana beserta tim melakukan koordinasi serta penjajagan dan persiapan aktivasi pengembangan Kawasan Siaga Bencana (KSB)  dipesisir selatan pulau jawa, dan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari  kegiatan KSB yang sudah dilaksanakan pada tahun 2019.

Usai acara, kepada awak media, Iyan menjelaskan,  kegiatan KSB yang akan dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut KSB tahun lalu, yang disertai penguatan dan sinergitas lintas Kementerian/Lembaga.

Pada Pelaksanaan KSB kali ini, kata Iyan, pihaknya akan mensinergikan semua program yang ada di Kementerian Sosial,  Kementerian Pedesaan,  Kementerian Pariwisata,  Kementerian Dalam Negeri,  BNPB dan BPBD.

"Pada saat kegiatn nanti kami juga tetap akan menerapkan protokol kesehatan,"ujarnya.(15/7)

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustama, pada kesempatan yang sama, mengatakan,  pihaknya menyambut baik serta berterimakasih karena rencana KSB ini dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran.

Dan sebagai informasi, lanjutnya, saat ini Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran telah bersinergi secara baik dengan seluruh beberapa SKPD, antara lain dengan BPBD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Kementerian Pedesaan dan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam kesempatan tersebut,  Wawan juga menyampaikan pesan Bupati Pangandaran.

"Bupati Pangandaran tentu sangat mendukung kegiatan ini karena ini menjadi penting untuk pelatihan mitigasi kebencanaan di Pangandaran, “kata Wawan. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN