JADI DAERAH TUJUAN WISATA PANGANDARAN HARUS TETAP FOKUS TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

PANGANDARANNEWS.COM-Berbeda dengan kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat, karena Kabupaten Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata, maka untuk menjaganya di masa pandemi covid-19 ini harus seperi sedang melaksanakan ronda.  Artinya, karena Pangandaran menjadi tujuan wisatawan dari lain sehingga ancaman terbesal dari penyebaran covid itu bisa muncul dari pendatang atau warga Pangandaran yang pulang dari luar daerah.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam kunjungannya kerjanya bersama forkopimda Jawa Barat.

“Saya pesan dalam menjaganya harus seperti menjaga bayi selama  24 jam, “ujar Kang Emil, sapaan akrab gubernur Jabar.(5/7)

Emil juga menitipkan pada Bupati Pangandaran agar penanganan pencegahan covid-19 yang selama ini dinilai sangat baik, untuk meningkatkan sosialisasi dn komunikasi pada masyarakat terkait hal ini.

Emil juga menyampikan, hingga  saat ini kebijakan Pemprov Jabar masih bekum membukan dunia pendidikan, kecuali di daerah-daerah tertentu khusunya yang sudah dinyatakan menjadi zona hijau.

Jika belajar di pesantren diperbolehkan, kata Emil, karena shaf dan kurikulumnya tidak sama dengan sekolah umum.

Menurut Emil, di jabar ada sekitar 8 juta siswa mulai tingkat SD hingga SLA yang masih harus mendapat perlindungan dari penyebaran covid.

“Mari kita sama-sama berdoa’,  mudah-mudahan Pangandaran segera masuk menjadi zona hijau agar tatanan kehidupan bisa kembali normal, “ungkap Emil.

Sementara pada sambutannya, Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan, hasil pemanatauannya di lapangan pada hari sabtu dan minggu (4-/7), tercatat sekitar 15 ribu wisatawan sudah mulai mengunjungi Pangandaran untuk mengabiskan liburan akhir pekan.

"Saya prediksi hari ini saja bisa mencapai 30 ribu pengunjung," ujarnya.

Sebenarnya, kata Jeje, sejak dibukanya obyek wisata pada tanggal 26 juni lalu, ia mengaku cemas, karena khawatir akan menimbulkan masalah baru terkait pencegahan covid. Sehingga ia pun akan terus mengevaluasi terutama ketaatan para pelaku usaha wisata.

Apakah mereka, kata Jeje, tetap memenuhi janjinya untuk selalu menerapkan protokol covid, seperti memakai masker, membatasi jumlah hunian hotel-restoran dan seterusnya,“kata Jeje.

“Kami juga akan melakukan Swab Covid-19 kepada para pelaku usaha wisata, “tegas Jeje.

Jeje menambahkan, Pemkab Pangandaran selama ini sudah melakukan sekitar 4.000 sampling Swab yang dilaksanakan secara masal dan tracking, dan dari hasil tes tersebut ditemukan 17 orang positif dan 10 orang dinyatakan sembuh, sementara yang tujuh orang masih dirawat, dan sebagian besar ini merupakan pemudik.

"Saya juga sempat kaget, ketika beberapa hari lalu ditemukannya 6 orang tokoh agama yang positif dan semuanya OTG, sekarang semuanya sedang menjalani perawatan,"jelasnya. (PNews)

WISATAWAN MULAI KUNJUNGI PANTAI PANGANDARAN, HARAPAN BARU PADA MASA NORMAL BARU (NEW NORMAL)

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah hampir lima bulan lamanya obyek wisata pantai Pangandaran ditutup karena pandemi covid-19, kini destinasi pariwisata Pangandaran mulai didatangi kembali para pengunjung. Sejak dibuka lagi pada tanggal 26 juni lalu berangsur wisatawan yang datang dari beberapa daerah mulai datang, terutama pada libur akhir pekan.

Menurut salah seorang pengunjung dari Bandung, Heri, selama ini sudah lama menahan keinginannya untuk berwisata ke Pangandaran karena selama selama beberapa bulan ke belakang  merasa jenuh dan penat akibat pandemi covid ini.

“Ketika saya mendengar obyek wisata Pangandaran sudah dibuka, saya pun langsung mengajak keluarga untuk berlibur kesini, “ungkpnya.(5/7)

Walau harus tetap mengikuti protokol kesehatan, menurut Heri, dengan patuh ia pun mengikuti aturan tersebut yang penting bisa berlibur ke Pangandaran.

Karena disamping kesadaran diri pentingnya pencegahan penyebaran covid, kata Heri, di lokasi wisata pun petugas baik dari dinas pariwisata, Jaga Lembur atau pun rekan-rekan Balawista, tidak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh pengunjung yang sedangmenikmati liburannya agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Dan hal yang sama juga dilakukan para karyawan di hotel tempat saya menginap, “terangnya.

Hal senada dikatakan pengunjung asal Kebon Kopi Kota Cimahi, Ardian (44), selama masa pandemi nyaris tidak kegiatan yang bisa membuat pikirannya fresh,  sehingga saat wisata Pangandaran dibuka kembali, ia pun memilih Pangandaran untuk dijadikan tempat liburannya.

“Sudah dari jauh hari kami dengan teman sekantor sepakat untuk piknik kesini Pangandaran, jika suatu saat wisata Pangandaran dibuka kembali, “ujarnya.

Baik Heri atau pun Ardian nampak sangat menikmati liburannya, dengan sepuas-puasnya berenang serta bermain pasir di pantai.

“Saya sepakat jika Pangandaran memang jadi pilihan utama menjadi tujuan wisata warga jawa barat, “imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang pemilik rumah makan sea food di kawasan pantai barat, Edi (51), berharap dunia pariwisata Pangandaran bisa menggeliat kembali. Karena hampir selama 5 bulan di masa pandemi nyaris kegiatan usahanya terpuruk.

Jika sekarang kunjungan wisata sudah mulai pulih kembali, diharapkan denyut ekonomi sektor pariwisata pun akan kembali normal walau saat ini masih dalam penerapan normal baru (new normal),

“Saya optimis para pelaku usaha wisata lainnya yang selama ini menggantungkan harapannya pada sektor pariwisata pun akan bergairah kembali, “kata Edi. (HARIS F)

GELIAT PEMBANGUNAN PEMDES KALAPAGENEP SIAP SEJAHTERAKAN SELURUH WARGA DESA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan kepada  masyarakat, tahun ini Pemerintah Desa (Pemdes) Kalapagenep  Kecamatan Cikalong  Kabupaten Tasikmalaya,  melakukan renovasi kantor desa

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kalapagenep, Muhtarom, tapi mengingat keterbatasan anggaran maka renovasi kantor desa ini dilakukan secara bertahap setelah sebelumnya menyelesaikan pembangunan aula desa..

"Kami melakukan renovasi ini bertahap, mulai dari ruangan kantor desa  lalu dilanjutkan pengerjaan renovasi di  ruang pelayanan,"jelasnya, saat ditemui diruang kerjanya.(2/ 7)

Muhtarom berharap, proses pembangunan ini bisa selesai tepat pada waktunya mengingat pentingnya kelancaran dan kenyamanan perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan dengan kantor desa yang sudah cukup memadai diharapkan bisa lebih meningkatkan kinerja perangkat desa.

Insaalloh nanti untuk kedepannya saya juga merencanakan untuk membangun ruang BPD dan PKK," imbuhnya.

Muhtarom mengatakan, anggaran yang digunakan untuk renovasi ini berasal dari bantuan Pemprov  Jawa Barat. Dan selain pembangunan kantor desa, kata Muhtarom, ia juga berencana membangun sarana dan prasarana olahraga dan pentaaan kawasan wisata yang ada di Desa Kalapagenep.

“Kami berharap baik pemkab Tasik mau pun pada warga untuk terus mendukung berbagai program yang dilaksanakan Pemdes Kalapa genep  sehingga bisa terwujud menjadikan desa mandiri yang mampu mensejahterakan warganya, “tegasnya. (ANWARWALUYO)


SEORANG PEMUDA WARGA SINDANGJAYA TEWAS TENGGELAM DI SUNGAI CISEEL SAAT MENCARI RUMPUT

PANGANDARANNEWS.COM-Seorang pemuda warga Dusun Kersaratu Rt 28 /07 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Rosidin (18) meninggal akibat tenggelam di sungai Ciseel saat sedang mencari rumput, dan diketahui warga sekitar jam 09.00 WIB (4/7).

Menurut keterangan beberapa warga, korban tenggelam mungkin karena merasa pusing saat mencari rumput di pinggir sungai, karena memang diketahui korban mempunyai riwayat penyakit pusing.

“Beberapa hari lalu sebelum kejadian saat sedang di sawah korban pernah mengalami pusing hingga pingsan, “terang warga.

Pada tubuh korban, katanya, tidak ditemukan bekas luka penganiyaan atau luka lainnya sehingga diperkirakan korban memang meninggal akibat tenggelam.

Mendapati anaknya yang sudah tidak bernyawa, kedua orangtua korban, Ajet dan Lilis pun hanya bisa pasrah.

“Ini mungkin sudah takdir anak kami, “ungkap mereka. (Tn)

DIDUGA AKIBAT KORSLETNG LISTRIK, SEBUAH RUMAH DAN ISINYA DI DESA SINDANGJAYA LUDES TERBAKAR

PANGANDARANNEWS.COM-Diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah milik pasangan suami istri Aceng Lukman-Nury, warga Rt 014/04 Desa Sindangjaya Kecmatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, ludes dilalap sijago merah.

Menurut keterangan beberapa warga, rumah tersebut saat terbakar dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya sedang pergi ke sawah yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggalnya.

“Saat diketahui sekitar jam 9 pagi, api sudah membesar dan mebakar seluruh rumah beserta isinya, ”katanya.(4/7)

Warga pun hanya bisa memberitahukan kejadian kebakaran ini lewat pengeras suara yang ada di mesjid sekitar tempat kejadian, sehingga saat pemilik datang rumah dan seluruh isinya pun hanya tinggal menyisakan puing-puing.

Menurut korban, Aceng lukman, kerugian akibat kebakaran ini telah menghanguskan seluruh harta miiknya, antara lain 2 unit speda motor, padi 2 kwintal dan seluruh perabotan rumah lainnya.

“Sekarang saya hanya bisa pasrah, ini mungkin musibah bagi saya,” ungkap Aceng. (Tn)

DRPD PANGANDARAN APRESIASI TUNTUTAN ORMAS ISLAM TERKAIT PENOLAKAN RUU HIP

PANGADANRANNEWS.COM-Gelombang protes penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), marak hampir setiap hari menjadi menu berita media.

Seperti di  daerah-daerah lain, masyarakat Pangandaran yang disuarakan beberapa ormas Islam, seperti , Forum Peduli Umat Islam (FPUIP), Front Pembela Islam (FPI), Himpunan Peajar Islam dan ormas Islam lainnya, dengan tegas menolak pembahasan RUU HIP tersebut masuk prolegnas.

Massa muslim tersebut berkumpul di depan gedung DPRDPangandaran untuk menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat.

Ratusan massa ini pun diterima langsung Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, yang mengapresiasi  aksi massa yang dimotori tokoh agama dan ormas Islam ini.

 "Kami mengapresiasi tuntutan kedatanagan sodara-sodara untuk menyampikan aspirasi langsung pada DPRD, "kata Asep. (3/7)

Kata Asep,pihaknya sangat emahami apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat mengingat Pancasila mrupakan dasar negara.

Secara kelembagaan, ujar Asep, DPRD Kabupaten Pangandaran memiliki pandangan yang sama, sehingga ketika ada gelombang penolakan dari masyarakat, ini dinilai sangat wajar.

"Dengan ada tuntutan seperti ini, kami merasa ada tenaga dan dukungan langsung dari masyakat untuk menyampaikan tuntutan ini ke pemerntah, “tegas Asep.

Dalam aksi damai yang berjalan damai, lancar dan aman ini, dengan tegas massa  menutut agar RUU HIP ini dicabut, karena pancasila persoalan sudah final.

Menurut Ketua FUIP pangandaran, Nana Nasirin, jika ada yang berani mengganngu pancasila tentu ini akan mengundang keresahan yang lebih luas dan menimbulkan gelombang protes masyarakat  lebih besar lagi.

Kata Nana, semua sudah sepakat, pancasila sudah final dan tidak usah diutak-atik lagi, karena Pancasila hasil kesepakatan para ulama dan umara.

“Sungguh sangat tidak terpuji jika Pancasila mau dirubah, artinya, ini tidak menghargai jasa-jasa para perjuang dan pemimpin bangsa yang telah merumuskannya dan mewariskannya kepada kita,"tegasnya. (HARIS F-Tn)

LEWAT AUDENS DENGAN DPRD, GNBI PANGANDARAN TOLAK RUU HIP

PANGANDARANNEWS.COM – Puluhan massa LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Pangandaran hari kemarin ini (2/7) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, gelar audens  untuk menyampaikan aspirasi menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Seperti disampaikan Ketua LSM GMBI Distrik Pangandaran, Dede Darmawan mengatakan, pihaknya meminta kejelasan DPDterkait hal tersebut untuselanjutnya disampaikan pada pemerintah pusat.

“Kami minta pemerintah segera mencabut RUU HIP dari Prolegnas dan Presiden pun harus menolak RUU ini,”tegasnya.

Penggantian pancasila menjadi Trisila ataupun Ekasila, lanjut Dede, dinilai bakal menodai asas Pancasila, terutama sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena tafsir baru RUU HIP juga dinilai akan diatur undang-undang dan tentu ini bakal mendegradasi Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Dan DPRD sebagai wakil rakyat sudah seharusnya menyampikan hal ini pada pemerintah, “kata Dede.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M, di depan massa GNBI,  mengatakan,DPRD sangat mengapresiasi pada masyarakat yang telah menyampaikan pemikiran dan harapan terkait RUU HIP yang sudah ditetapkan menjadi RUU.

Asep mengatakan, apabila memang ada unsur untuk merubah ideologi negara Indonesia tentu masyarakat berhak untuk melakukan penolakan, dan ini menjadi ranahnya DPRD RI. Dan DPRD tentunya hanya dapat menyampaikan apa yang menjadi harapan masyarakat Pangandaran.

Asep juga membenarkan, DPRD merupakan representasi dari masyarakat, dan jika ada masyarakat yang memohon dalam penyampaian aspirasi, tentunya secara kelembagaan DPRD harus senyawa dengan suara masyarakat.

“Mudah-mudahan minggu depan surat penolakan yang disampaikan dari rekan-rekan GNBI akan segera kami kirimkan,”tegasnya. (PNews)

HASIL PEMERIKSAAN RT PCR ENAM WARGA PANGANDARAN DINYATAKAN POSITIF COVID-19

Bupati pangandaran: “Ini Tidak Ada Kaitan Dengan Dibukanya  Sektor Pariwisata

PANGANDARANNEWS.COM-Ditemukannya 6 orang warga Kabupaten Pangandaran positif covid-19 pasca pemeriksaan RT PCR sampling Swab Covid-19 masal, ini tidak mempengaruhi terkait pariwisata, karena baik secara langung mau pun tidak keenam warga tersebut tidak ada hubungannya dengan dibukanya pariwisata tanpa harus melakukan rapid tes.

“Dari enam orang tersebut, satu orang OTG merupakan TKI dan 5 orang lainnya merupakan tokoh agama,  “kata Jeje, saat dihubungi lewat telepon celullernya.(2/7)

Dengan ditemukannya kasusu baru ini, kata Jeje, hingga saat ini Pangandaran belum terjadi klaster penularan karena ke 6 enam warga ini tidak menjadi klaster.

Tapi dari kejadian ini, menurutnya, wisata Pangandaran dinyatakan masih aman karena hingga saat ini belum ditemukan penularan yang berdampak dari dibukanya obyek wisata, sehingga sampai saat ini bagi wisatawan yang akan berkunjung, tetap masih bebas surat keterangan Rapid Test.

"Kecuali wisatawan dari luar wilayah jawa barat, “imbuhnya.

Sebelumnya saat pertemuan dengan para pelaku usaha di Hotel Pantai Indah Timur, beberapa hari lalu, Jeje juga mengatakan, sebenarnya kebijakan yang dikeluarkan pemda terkait covid-19 ini sangat dilematis. Satu sisi ekonom masyarakat harus bisa segera pulih, sementara di sisi lain urusan terkait kesehatan pun murpakan hal yang sangat penting.

Tidak jarang, menurutnya, ia merenung dan berpikir keras, apa jalan terbaik yang harus dilakukan untuk kebaikan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.

“Sering tengah malam saya terbangun untuk bermunajat memohon petunjukNya, apa yang harus saya lakukan menghadapi bencana ini, “ungkapnya.

Sementara saat dihubungi lewat telepon, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kab Pangandaran drg. Yani Achmad Marzuki, menyampaikan, 6 OTG positif Covid-19 dari hasil Swab masal dari kalangan tokoh agama berasal dari Kecamatan Cimerak, Cijulang, Cigugur dan Pangandaran, tapi semuanya tidak menjadi klaster.

"Untuk lebih jelasya silahkan ke Pa bupati saja, “ujarnya singkat.(PNews)

FPUIP PANGANDARAN RENCANAKAN GELAR AKSI PENOLAKAN RUU HIP KE DPRD

PANGANDARANNEWS.COM-Maraknya aksi penolakan  Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di berbagai daerah hingga saat ini masih berita hangat hampir di seuruh media elektronik.

Seperti di daerah lain, di Kabupaten Pangandaran sejumlah massa yang tergabung pada Forum Peduli Umat Islam Pangandaran (FPUIP) berencana besok hari (3/7)akan  menggelar aksi serupa.

Seperti disampaikan Ketua FPUIP Kabupate Pangandaran, Nana Nasirin, ia menerima keluha dan laporan dari beberapa tokoh dan kelompok mengenai kekhawatiran dan keresahan umat Islam kaitan dengan RUU HIP.

Menurutnya, semuanya sepakat keinginan banyak orang, khususnya umat Islam, menolak dan merasa gerah dengan rencana RUU HIP ini, karena masyarakat sedikit banyak sudah paham arahnya kemana.

"Masyarakat sudah sangat paham, maka wajar jika mereka merasa resah karena bagaimanapun ini sudah menyinggung Aqidah umat," katanya.(1/7)

Dengan pertimbangan tersebut, imbuhnya, maka FPUIP dari perwakilan ormas Islam dan Lsm, sepakat setelah musyawarah bersama akan mengadakan aksi damai.

“Insya Allah Jum'at tanggal 3 Juli 2020 besok kami akan audensi dengan anggota DPRD Pangandaran, “jelasnya. (HARIS F)



OBJEK WISATA ALAM AIR TONJONG CANYON DESA NAGROG BUTUH SENTUHAN TANGAN PEMDA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sarana transfortasi jalan merupakan salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat, pasalnya kondisi jalan yang baik menjadi salah satu faktor penggerak kemajuan suatu daerah. Dengan kondisi infrastruktur jalan baik tentu alur transpotasi dan lalu-lintas kendaraan yang akan mengangkut komoditas serta kebutuhan masyarakat pun akan lancar.

Tak terkecuali akses jalan menuju objek wisata, jika destinasi tersebut ingin banyak  dikunjungi wisatawan, maka sarana penunjang jalan menuju ke lokasi tersbut pun menjadi sesuatu yang wajib terpenuhi.

Seperti di kondisi jalan menuju salah sat objek wisata alam Air Tonjong canyon Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, padahal obyek wisata ini menyimpan potensi wisata yang layakuntuk dikembangkan, tapi karena jalan sepanjang 600 meter menuju ke tempat tersebut kondisi memprihatinkan, maka tidak banyak orang yang tahu keindahan wisata alam Air Tonjong canyon ini.

Seperti disampaikan salah warga sekitar, objek wisata alam Air Tonjong canyon mungkin menjadi salah satu destinasi yang ada di Kabupaten Tasikmalaya yang belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah, sehingga tak banyak diminati wisatawan.

Menurutnya, mudah-mudahan ke depan menjadi perhatian pemda agar objek wisata alam Air Tonjong Canyon bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung sehingga dapat menjadi sumber ekonomi baru untuk warga sekitar.

“Karena sudah terbukti di banyak daerah, ekonomi akan tumbuh seiring berkembangnya dunia pariwisata di daerah tersebut, “ucapnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

DENGAN MENEJMEN DAN MENU BARU, NEW RESTO BARALAK CIKEMBULAN SIAP MANJAKAN LIDAH PELANGGAN

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah hampir 4 bulan akibat pandemi covid-19 untuk sementara ditutup, kini Restoran Baralak yang ada di jalan Pamugaran Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran buka kembali.

Menurut pemiliknya, DR. H. Dudung Indra Ariska, SH, MH, sama seperti rumah makan lainnya yang ada di Pangandaran, akibat sepi pengunjung dan kebijakan pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hampir semua sektor usaha mengalami penurunan bahkan kehilangan omzet penjualan, sehingga dengan berat hati saat itu untuk sementara  ia pun menutup usahanya.

“Dan konsekwensinya, dengan berat hati terpaksa saya merumahkan seluruh karyawan, “ungkapnya.(29/6)

dengan perkembangan kondisi di masyarakat, dengan kebijakan New Normal yang diterapkan pemerintah, kata Dudung, Baralak pun dibuka kembali.

Dengan nama baru, News Resto Baralak, imbuhnya, menejmen Retoran Baralak mencoba menggandeng seorang pengusaha muda asal Pangandaran yang sudah berpengalaman di bidang usaha restoran dan sektor usaha wisata lainnya serta karyawan baru, News Resto Baralak siap memanjakanselera dan lidah pelanggan dengan sajian menu-menu baru.

“Insaalloh dengan dibuka kembali News Resto Baralak Restoranse akan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan, “ucapnya.

Di tempat yang sama, pengusaha muda asal Pangandaran yang menjadi partner News Resto Baralak, Iwan CO, mengatakan, sebenarnya lokasi yang strategis dan tempat nyaman yang dimiliki Restoran Baralak merupakan modal awal untuk sebuah usaha kuliner, sehingga saat ditawari pemiliknya untuk bekerjasama ia pun merasa tertantang untuk bisa lebih mengembangkan Baralak.

“Kami akan mencoba dengan konsep resto dan cafe, “terangnya.

Dengan tetap mengandalkan pelanggan lokal, Iwan yakin, nantinya News Resto Baralak akan banyak diminati para karyawan kantor atau pun masyarakat umum serta wisatawan yang datang ke Pangandaran.

“Saya juga akan mengembangkan News Resto Baralak ini menjadi tempat favorit untuk pesta pernikahan, ulang tahun atau party lainnya, “pungkasnya. (PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 29 JUNI 2020


PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Jumat tanggal 29 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total            :    11 org
Sembuh :     7 org
Pulang :     3 org (Isolasi Mandiri)
Masih Perawatan :     1 org
WNI              :     1 org
Laki2  :     9 org
Perem  :     2 org
Usia
20 - 29          :     4 org
30 - 39          :     2 org
40 - 49          :     4 org
50 - 59          :       org
60 - 69          :     1 org


DALAM  PENGAWASAN

1. Total          :    14 org
2. Selesai          :      6 org
  - meninggal
         :      6 org
Ket :

a. Diagnosa : Diabetesmellitus
b. Diagnosa : Stroke
c. Diagnosa : TB
d. Diagnosa : Phlegmon
e. Diagnosa : Stroke
f. Diagnosa  : Radang Selaput Otak

3. Msh pengawasan :     1 org
4  Laki-Laki :     8 org
5. Perempuan :     6 org
6. WNI :    14 org
7. WNA :     0 org
8. Usia :
< 5 th :
6-19    :     1 org
20-29 :     2 org
30-39 :
40-49 :     1 org
50-59 :     3 org
60-69 :     4 org
70-79 :     3 org
>80    :


DALAM PEMANTAUAN

1. Total         :   555 org
2. Selesai :   552 org
3. Msh pemantauan :     3 org
4. Laki-Laki :   342 org
5. Perempuan :   213 org
6. WNI :   550 org
7. WNA :     5 org
8. Usia :
< 5 th :    11 org
6-19    :    73 org
20-29 :   227 org
30-39 :    80 org
40-49 :    72 org
50-59 :    50 org
60-69 :    31 org
70-79 :     9 org
>80              :     2 org

ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL :   319 org
SELESAI :   265 org
MASIH PEMANTAUAN :    54 org

Hasil Lab. Swab

Positif            :      11 org
Negatif          :  1058 org
Menunggu hasil :
Jumlah          :  2148 org

HASIL RAPID TEST

Positif            :        5 org
Invalid            :        7 org
Negatif         :  2170 org
Total              :  2897 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 29 Juni 2020 :





























MULAI 1 JULI 2020 MASUK OBYEK WISATA PANGANDARAN TANPA HARUS RAFID TES

PANGANDARANNEWS.COM-Hasil rapat kordinasi dan evaluasi penanganan covid-19 Pemkab Pangandaran dengan masyarakat pelaku usaha pariwisata, angkutan umum, enternaiment dan sektor usaha lainnya di Hotel Pantai Indah Timur senin malam (29/6) yang menghasilkan beberapa poin, diantaranya terkait dibukanya kunjungan wisata tanpa tes rafid, diperbolehkannya penyelenggaraan hajatan, mulai beroperasinya angkutan umum, yang akan mulai diberlakukan tnggal 1 juli 2020.
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang memimpin langsung rapat tersebut, menyampaikan, keputusan-keputusan yang diambil ini merupakan hasil kesepakatan antaran Pemda Kabupaten Pangandaran dengan para pelaku usaha terkait.

“Jadi jangan sampai kesepakatan ini seperti dalam lagu, kau yang berjanji tapi kau yang mengingkari, “ungkap Jeje.

Untuk sektor pariwisata, kata Jeje, wisatawan yang datang dari daerah Jawa Barat boleh masuk tanpa harus tes rafid asal para pelaku usaha tetap memberlakukan protokol kesehatan. Diantaranya, hunian kamar hotel dan pengunjung restoran hanya 50 % dari kafasitas yang tersedia, menggunakan masker/ Face Shield , terutama yang berhubungan langsung dengan wisatawan serta hal lainnya yang ada pada protokol kesehatan covid-19.

Begitu juga untuk penyelenggarakan hajatan yang menjadi ladang usaha sentertainmen, sewa tenda hajatan dan lain-lain, pada intinya, jelas Jeje, hajatan diperbolehkan dengan catatan tidak ada tamu undangan dari luar daerah,  dalam penyajian makan tidak boleh prasmanan karena sendok atau alat alat mengambil nasi akan dipakai berulang-ulang, dan prasmanan ini bisa diganti dengan sajian nasi dalam dus atau cara penyajiannya dilayani langsung petugas prasmanan,  juga rombongan pengatar pengantin tidak boleh lebih 25 orang.

Begitu juga terkait angkutan umum, kata bupati, sudah bisa dibuka kembali asal para awak kendaraantetap menerapkan protokol kesehatan, seperti penumpang maksimal 50 % dari tempat duduk yang tersedia, tetap menggunakan masker dan menyediakan sarana cuci tangan.

“Kendaraan pun harus disemprot disinpektan baik sebelum keluar atau pun ketika akan masuk garasi, “tegasnya.

Jeje mengatakan, pada intinya pemerintah ingin agar kehidupan ekonomi masyarakat kembali bisa segera bangkit dariketerpurukan karena pandemi corona, tapi di sisi lain pemerintah juga harus tetap fokus pada kesehatan masyarakat sehingga untuk ini pilihannya sangat delimatis.

Jeje menambahkan, hasil kesepakatan yang sudah disepakati bersama ini yang paling penting semua pihak harus disiplin dan tetap konsisten, karena ini untuk kebaikan bersama. Baik pemerintah atau pun masyarakat, terutama para pelaku usaha wisata harus memberikan contoh penerapan protokol kesehatan ini pada wisatawan.

“Karena jika setelah kesepakatan ini berlaku terus ada kejadian positif covid, maka ini akan membuat citra buruk pariwisata, “ucap Jeje.

Disoal pengawasan untuk penerapan kesepakatan ini, Jeje mengatakan, tentu  akan mendapat pengawasan serta sanksi bagi yang melanggar. Untuk urusan wisata pengawasannya ada di Dinas Pariwisata dan terkait angkutan umum diawasi Dinas Perhubungan, semantara pengawasan penyelanggaraan hajatan akan diawasi langsung oleh petugas gugus tugas covid di tingkat desa.

“Jika dari awal kenapa kita selalu ketat pada pendatang, karena memang terbukkti dari 11 orang yang dinyatakan positif covid, 9 orang diantaranya merupakan pemudik, “tegasnya. (PNews)







BERSAMA PARA PENGGEMAR MANCING, BUPATI TASIK MERIAHKAN PEMBUKAAN KOLAM PEMANCINGAN BUMDES SUKAWANGUN

PANGANDARANNEWS-TASIKNEWS-Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto beberapa hari lalu (27/6) resmikan Kolam Pemancingan ikan mas yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sangkan Makmur Desa Sukawangun Kecamatan Karangnunggal, dalam acara tersebut turut hadir Camat Karangnunggal, Asep. M. Dahliana, STP. MM, Anggota Dewan Fraksi PDIP Dapil 5, Ucu Subandri, Pelda Tedi Hudaya (Babinsa), Briptu Cepi. a, (Bhabikamtibmas), Kepala Desa Sukawangun Iman Carliman, B. S.IP, perangkat Desa Sukawangun dan relawan Ade Sugianto (RAS).
Dengan disaksikan bupati, Pemdes Sukawangun pun menyerahkan asset kolam pemancingan tersebut  untuk dikelola Bumdes, yang dimeriahkan dengan digelar kegiatan mancing mania yang diikuti sekitar 200 penggemar mancing.

Dengan penanaman ikan sebanyak 2 kwintai, peserta yang tidak batasi ini hanya membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 110 ribu, dengan mendapatkan segelas kopi, air mineral dan memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 1 juta.

Tidak hanya itu, selain memperebutkan hadiah uang, pemancing pun juga memperebutkan hadiah satu unit motor second, sumbangan dari Kepala Desa Sukawangun dan doorprize lainnya dari pihak sponsor.

Dihadapan para penggemar mancing, dalam sambutannya Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto menyampaikan apresiasinya kepada pihak pemdes atas pembangunan kolam pemancingan yang menjadi salah satu jenis usaha yang bisa dikembangkan bumdes.

“Pemdes dan bumdes harus bekerjasama berinisiatif dalam mengembangkan potensi yang di depan mata, saya berharap desa sukawangun ke depannya bisa lebih maju, sehingga masyarakat pun ikut sejahtera, “kata Ade.

Ditemui di tempat yang sama, kepada sejumlah awak media, Kepala Desa Sukawngun, Iman Carliman, menuturkan, dibangunnya arena pemancinga ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan Bumdes.m

“Kami  menyerahkan sepenuhnya kepada bumdes untuk mengelola kolam ini menjadi satu asset yang bisa menghasilkan atau meningkatkan PADes, sehingga sektor  pertanian  ikan dan ekonmi warga  Sukawanggun pun bisa ikut maju, “ucap Iman.

Pemdes Sukawangun, kata Iman, sangat mendukung langkah usaha Bumdes dalam mengembangkan usaha ini, sehingga ada sinergitas kerja sama antara pemdes, bumdes, karang taruna desa, BPD dan lembaga desa lainnya, karena ini merupakan salah satu upaya bumdes untuk menarik income khususnya dari para pemancing yang ada di Kecamatan Karangnunggal maupun luar kecamatan.

“Artinya, dengan adanya kolam pemacingan ini diharapkan akan tercipta perwujudan yang maksimal dalam memajukan Desa Sukawangun, “imbuhnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN