DENGAN OPTIMALISASI PADes, SIMPANG MAMPU BANGUN TAMAN DAN PENATAAN LINGKUNGAN DESA

PANGANDARANNEWS/TASIKNEWS-Untuk lebih memberikan kenyaman dalam kepada warga, Pemerintah Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya,  kini tengah menata kantor serta ligkungan di sekitar desa. Salah satunya, dengan menyulap halaman kantor menjadi  taman yang diharapkan bisa menambah suasan asri dan nyaman suasana di sekitar antor desa.

Menurut Kepala Desa Simpang, Budi AZ, anggaran untuk membangun taman ini bukan diambil dari Dana Desa (DD) atau pun bantuan dari pemprov, tapi berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes). Dan keberadaan taman tidak bisa dipisahkan dari unsur seni dan keindahan, sehingga setelah selesai nanti diharapkan bisa menjadi sarana bermain yang aman, nyaman dan menyenangkan.

“Pembangunannya  dilaksanakan  secarabertahap, ada beberapa bagian fisik yang harus dikerjakan tenaga ahli sehingga harus memakan waktu relatif lama, “terang Budi.(25/6)

Selain bisa memperindah halaman kantor desa , kata Budi, taman ini juga dapat menunjang program K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan) sehingga suasana di halaman kantor desa pun tidak akan terasa gersang lagi karena akan ada beberapa jenis tanaman dan bunga yang ditanam di gapuran pintu masuk.

Tak hanyataman, imbuh Budi, area parkir dan seluruh lingkungan sekitar kantor desa punkini ditata rapih, sehingga setelah selesai pembangunannya akan tampak perubahan yang signifikan hal yang berkitan dengan keindahan dan kerapihan lingkungan.

“Mudah-mudahan ini bisa mampu meberikan kontribusi positif untuk perkembangan desa karena selain akan menjadi sarana bermain anak dan masyarakat  taman inijuga bisa menjadi tempat berteduh dan beristirahat bagi siapapun yang akan datang ke Desa Simpang  dengan suasana lebih nyaman dan ramah, “imbuh Budi. 

Budi menambahkan, melalui program kerja yang dilaksanakan di Desa Simpang, terutama infrastruktur secara keseluruhan, diharapkan masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya sekaligus memelihara dan menjaganya secara maksimal, dan dengan pembangunan taman juga akan dapat menunjang aktifitas masyarakat serta mndongkrak sektor-sektor lainnya. seperti pendidikan, ekonomi, keagamaan, keamanan dan lainnya.Karena halaman kantor desa yang semula tidak enak dipandang mata, dengan adanya taman ini akan memberikan suasana yang berbeda baik dari sudut pandang keindahan ataupun lainnya.

Dan secara bertahap dan berkesinambungan seluruh sektor pembangunan yang berpihak untuk kepentingan masyarakat, lanjut Budi, semua menjadi rencana program kerja desa tanpa harus menunggu DD atau anggaran bantuan lainnya.

“Karena dengan optimalisasi manfaat PADes pun bisa berkotribusi langsung pada pembangunan Desa Simpang. “pungkas Budi. (ANWARWALUYO)

HARI INI 230 PANWAS IKUTI RAPID DAN SWAB TES DI SEKRETARIAT BAWASLU PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Sebanyak 230 orang jajaran pengawas di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pangandaran, hari ini (25/6) melaksanakan Rapid Tes dan Swab tes di Sekretariat Bawaslu di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi,

Menurut Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, tes ini sebagai langkah Bawaslu dalam persiapan veripikasi faktual (verfak) yang akan melibatkan seluruh pengawas di lapangan.

Kegiatan yang dimulai sehak jam 8 pagi ini, kata Iwan, bekerja sama dengan labkesda Kabupaten
Pangandaran serta melibatkan seluruh pengawas dalam rangka persiapan mengahadapi tahapan pilkada, antara lain, verfak dan tahapan-tahapan lainnya yang nantinya akan melibatkan petugas pengawas di lapangan.

“Tes ini dilaksanakan dalam dua sesi, ini untuk mencegah menumpuknya orang di sekretariat bawaslu, “kata Iwan. (Tn)

KPUD PANGANDARAN GAET SEJUMLAH MEDIA GELAR SOSIALISASI PKPU NO 5 TAHUN 2020

PANGANDARANNEWS.COM-Bertempat di rumah makan "Balong Sidat" Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran, KPU Kabupaten Pangandaran gelar sosialisasi PKPU nomer  5 tahun 2020 terkait perubahan ketiga atas PKPU nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Wali kota dan Wakil wali Kota tahun 2020.

Dalam Kegiatan yang dihadiri ketua KPU Pangandaran, Muhtadin SHi,  Divisi Sosparmas Dan SDM KPU Kabupaten Pangandaran Maskuri Sudrajat, S.Pd.I, Kasubag Teknis Wawan Cahyana  S.Hut, Dan unit Kodim 0613/Ciamis, Anggota unit Kodim 0613/Ciamis, Anggota Intelkam Polres Ciamis dan Anggota Intelkam Polsek Pangandaran, juga dihadiri sejumlah media liputan Pangandaran.
Di depan peserta sosialisasi, Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, menyampaikan, untuk pilkada Pangandaran tahun 2020, jumalh TPS yang tersebar di 10 kecamatan berjumlah  797 TPS.

"Di masa panedmi covid-19 ni nantinya di setiap TPS jumlah pemilih juga dibatasi, paling banyak  500 pemilih pada  tiap-tiap TPSnya serat pelaksanaannya pun harus mengikuti protokol kesehatan, "terang Muhtadin.(23/6)

Ketua Divisi Sosparmas KPUD Pangandaran, Maskuri Sudrajat, S.pd.i, menambahkan, kegiatan PPK dan PPS mulai aktif lagi sejak tanggal 15 Juni 2020, dan ini disebabkan karena ada virus corona sehingga masa kerja PPDP pun  selama 1bulan.

“Pemutakhiran data dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus, sementara  untuk tahapan penyelenggaraan, tanggal 22 juni sampai tanggal 04 Juli 2020. “jelas Maskuri.

Sementara Kasubag Divisi Teknik, Wawan Cahyana  S.Hut, menyampaikan, kegiatan verifikasi dilaksanakan sekitar 14 hari karena peraturan KPU pelaksanaan verifikasi tidak boleh lebih dari 14 hari.

Wawan berharap seluruh petugas PPK agar terus melakukan koordinasi dengan PPS sehingga pelaksanaan verifikasi pun bisa berjalan dengan lancar serta harus ditentukan dari desa mana verifikasi dimulai, dan diharapkan sekecil apa pun yang terjadi dalam pelaksanaan verifikasi harus segera dilaporkan.

“Pelaksanaan Pilkada yang akan digelar tanggal 9 esember 2020 nanti, ini ,erupakan tanggungjawab KPUsebagai penyelnggara pilkada, “ucap Wawan. (AGE)

M. TAUFIQ : "PILIHAN NAMA SUPRATMAN UNTUK DAMPINGI ADANG HADARI, SUDAH FINAL"

PANGANDARANNEWS.COM-Ratusan pendukung tumpah ruah di sekertariat Pangandaran bangkit Bersatu di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi sebagai bentuk dukungan kepada bakal calon  (balon) Bupati Pangandaran,  H. Adang Hadari untuk pilkada 2020 mendatang.

Menurut Ketua Relawan Bahari ( Balad H. Adang Hadari),  Arif Budiman, pendukung yang merupakan perwakilan dari sembilan tim relawan se-Kabupaten Pangandaran yang benar-benar mendukung H. Adang Hadari untuk maju di pilkada Pangandaran 2020.

"Siapa pun yang nanti yang akan mendampinhi H. Adang, kami tetap mendukung sepenuh hati,  " katanya.  ( 24/06)

Kepada PNews, Adang Hadari mengatakan, pilihan terakhir untuk mendampingi dirinya jatuh pada H. Supratman ( mantan ketua presidium).

"Secara pribadi saya memilih Pa Supratman yang akan mendampingi pada perhelatan pilkada Pangandaran, " ungkapnya.

Adang menambahkan, dan untuk lebih jelasnya semuanya ia serahkan pada partai pendukung yang ada di sekretariat pangandaran bangkit bersatu.

Di tempat yang sama, Ketua Team Pemenangan Pangandaran bangkit Bersatu, M.Taufiq, menegaskan, pilihan H. Supratman untuk balon Wakil Bupati yang akan mendampingi H. Adang Hadari, pilihan sudah final 100 %.

Disoal sarat untuk bisa menjadi balon wakil bupati harus mengundurkan diri dari calon perseorangan, menurut Taufiq, hari ini (24/6) Supratman sedang mengurus pengunduran dirinya ke KPU.

"Mudah-mudahan semuanya selesai hari. "tegas Taufiq. (AGE)

DIDUGA AKIBAT TANAH LABIL DAN GUYURAN HUJAN, BADAN JALAN DI DESA SODONG HILIR AMBLAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Akibat kontruksi tanah pada umumnya di wilayah Tasikmalaya selatan berbukit degan tebing tinggi, ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi membuat keadaannya pun menjadi labil dan mudah terjadi pergeseran tanah.

Seperti  yang terjadi pada hari jum’at (19/6) sekitar jam.23.00 WIB, telah terjadi pergeseran tanah dan longsor di Kampung Datar Jeruk Desa Sodonghilir Kecamatan Sodong yang mengakibatkan sebagian badan jalan amblas.

Menurut seorang warga Kampung Mekarwangi DeSa Sodonghilir, Undang (65) yang menyaksikan kejadian tersebut, saat kejadian ia mendengar suara gemuruh dan getaran seperti ada gempa, namun ternyata setelah beberapa saat diketahui telah terjadi longsor tanah yang yang menyebabkan mblas badan jalan sehingga memutuskan akses ke Sodonghilir menuju Kampung Datar jeruk, dan saat itu ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut pada Babinsa Desa Sodonghilir, Serka Agus Aryanto

Kata Undang, kejadian berawal saat terjadi sekiar jam 10.30 WIB, saat itu ada retakah sepanjang 15 meter,.

“Mungkin  karena guyuran hujan yang lebat sehingga terjadilah longsor, namun bersukur tidak ada korban jiwa,”tutur Undang.

Sementara Serka Agus Aryanto, saat itu langsung melakukanberkoordinasi dengan pemerintah setempat, mulai dari pemerintahan desa sampai ke Pemkab Tasikmaaya agar secepatnya segera dilakukan evakuasi dan penanganan.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati mengahadapi cuaca eksrim dan musim hujan seperti saat ini, “kata Agus. (JAJANG)

AKIBAT CUACA BURUK 3 NELAYAN PANGANDARAN DIKABARKAN HILANG

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM-Hujan yang mengguyur disertai angin kencang yang terjadi siang dan malam hari di perairan pantai Pangandaran, mengakibatkan cuaca di tengah laut pun kurang bersahabat sehingga mengakibatkan tiga nelayan asal Pangandaran dikabarkan hilang sejak hari jumat kemarin(19/6).

Saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Satuan Polairud Polres Ciamis, AKP. Sugianto, membenarkan, ketiga nelayan tersebut berangkat ke tengah laut sekitar jam 14.00 WIB pada harikamis (18/6) dengan menggunakan perahu Kecil berukuran Panjang 11 meter dengan mesin tempel kekuatan 15 Pk.

Dikatakan Sugianto, ketiga nelayan tersebut, diantaranya Yasim (45) dan Dede Hadna (37) keduanya warga Dusun Bojongkarekes RT. 02/013 Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, serta Yaya (37) warga Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang.

Menurut Sugianto, jika tidak ada apa-apa biasanya seharusnya nelayan tersebut sudah pulang kembali sekitar jam 10.00 pagi esok harinya, tapi ternyata hingga hari ini ketigany belum kembali, sehingga keluarganya pun melapor kejadian ini ke Sat Polair Pangandaran.

“Petugas SAR dan dibantu nelayan pun segera melakukan pencarian, “terang Sugianto.(20/6)

Tapi karena hari kemarin cuaca kurang bersahabat, kata Sugianto, pencarian pun kembali dilakukan dengan mengerahkan Tim SAR laut dan darat.

“Dan hari ini kami akan melanjutkan pencarian, mudah-mudahan ketiganya bisa segera ditemukan dengan keadaan selamat, “ujar Sugianto.

Sementara menurut salah seorang keluarga korban, Nurman (37), Nurman (37), keberadaan ketiga nelayan mulai menemukan titik terang, karena  tanki bensin mesin perahunya sudah ditemukan di daerah Bulakbenda, sekitar 15 kilometer dari perkiraan tempat terjadinya kecelakaan.

Tidak hanya tank bensin, handpone milik nelayan yang hilang ditemukan di daerah Banjarwaru Ciparanti, Kecamatan Cimerak, sekitar 30 km dari perkiraan tempat terjadinya kecelakaan.

"Saat ditemukan handphone tersebut dalam keadaan rusak, lantas kami pun mengambil SIM card nya kalau-kalu nanti diperlukan, “terangnya. (PNews)

AKIBAT HUJAN DERAS SUNGAI CIMEDANG MELUAP ROBOHKAN JEMBATAN PENGHUBUNG CAYUR-SINDANGKASIH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Hujan deras yang mengguyur selama dua hari berturut-turut, mengakibatkan jembatan penghubung Desa Cayur dan Desa Sindangkasih Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya roboh.( 19/6)

Seperti dituturkan petugas Babinsa Sindangkasih, Serda Pitoyo, jembatan sepanjang 38 meter dengan lebar 4 meter di atas sungai Cimedang penghubung kedua desa tersebut roboh, akibat hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari merata di daerah hulu sampai hilir sungai sehingga mengakibatkan banjir bandang dan menghantam tiang penopang tengah jembatan.

“Tiang penyangga tersebut hanyut terbawa arus kuat yang mengakibatkan jembatan patah dan roboh. “terang Pitoyo.(19/6)

Untuk sementara petugas bersama warga dan pemdes pun berinisiatif membuat akses penutup jalan dan tanda sementara serta malakukan bergotong royong untuk membersihkan material sampah bawaan dari hulu sungai.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada saat cuaca ekstrim seperti sekarang ini dengan curah hujan yang tinggi, dan segera melapor bila ada kejadian bencana alam lainnya, “ujar Pitoyo. (UDIRUSTANDI)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 19 JUNI 2020 PUKUL 16.00 WIB


PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Jumat tanggal 19 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.


Total                           :   9 orang
Sembuh                :   4 orang
Pulang                :   4 orang (Isolasi Mandiri)
Masih Perawatan        :   1 orang
WNI                             :   9 orang
Laki2                           :   7 orang
Perem                :   2 orang
Usia
20 - 29                        :   4 orang
30 - 39                        :   1 orang
40 - 49                        :   3 orang
50 - 59                        :     orang
60 - 69                        :   1 orang


*DALAM  PENGAWASAN:*

1. Total                         :  13 orang
2. Selesai                 :   5 orang
  - meninggal                 :   5 orang

Ket :

a. Diagnosa : Diabetesmellitus
b. Diagnosa : Stroke
c. Diagnosa : TB
d. Diagnosa : Phlegmon
e. Diagnosa : Stroke

3. Msh pengawasan                          :   3 orang
4  Laki-Laki                   :   7 orang
5. Perempuan                   :   6 orang
6. WNI                   : 13 orang
7. WNA                   :   0 orang
8. Usia :
< 5 th                   :
6-19                      :   1 orang
20-29                   :   2 orang
30-39                   :
40-49                   :   1 orang
50-59                   :   3 orang
60-69                   :   3 orang
70-79                   :   3 orang
>80                      : 


*DALAM PEMANTAUAN:*

1. Total                          : 552 orang
2. Selesai                  : 549 orang
3. Msh pemantauan                  :     3 orang
4. Laki-Laki                  : 341 orang
5. Perempuan                  : 211 orang
6. WNI                  : 547 orang
7. WNA                  :     5 orang
8. Usia :
< 5 th                  :   11 orang
6-19                     :  73 orang
20-29                  :226 orang
30-39                  :  80 orang
40-49                  :  72 orang
50-59                  :  49 orang
60-69                  :  31 orang
70-79                  :   8 orang
>80                               :   2 orang

orang tanpa gejala (OTG)

TOTAL                 : 265 orang
SELESAI                 : 136 orang
MASIH PEMANTAUAN : 129 orang


Hasil Lab. Swab

Positif                            :      9 orang
Negatif                          :1058 orang
Menunggu hasil         :  597 orang
Jumlah                          :1566 orang


HASIL RAPID TEST

Positif                            :      5 orang
Invalid                            :      7 orang
Negatif                         :2170 orang
Total                              :2175 orang


Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 19 Juni 2020 :





























PEMUDA PANCASILA PERTANYAKAN KESERIUSAN DPRD BANJAR PANGGIL GUGUS TUGAS COVID-19

SEKJEN MPC PEMUDA PANCASILA BANJAR, ANDI MAULANA
PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS-Sekjen MPC Pemuda Pancasila Kota Banjar, Andi Maulana kembali buka suara mempertanyakan keseriusan Anggota DPRD Banjar terkait pemanggilan pejabat eksekutif tentang percepatan penanganan penggunaan anggaran  covid-19.

Andi mengatakan, DPRD harus serius dan bukan sekedar gertak sambal saja serta harus dibuktikan, karena jika pemanggilan ini akan menjadi preseden buruk serta hilangnya kepercayaan masyarakat,   karena soal anggaran ini harus transfaran dan akuntabel sehingga masyarakat pun paham.

"Kalau iya mau manggil, kapan? jangan hanya gertak sambal saja, “kataAndi. (17/6)

Andi menegaskan, DPRD adalah wakil rakyat yang memiliki fungsi controlling sudah seharunya tahu untuk apa saja anggaran epokusing tahap pertama sebesar Rp 32 Miliyar itu, jangan sampai uang sebesar itu dijadikan bancakan saja.

"Seharusnya DPRD bisa menggunakan fungsi controlling ini, ayo masyarakat menunggu kinerja para anggota dewan yang terhormat, “imbuhnya.

Menurutnyanya, pohaknya pun siap mendorong DPRD untuk segera memanggil eksekutif dan Ketua gugus tugas yang dijabat wali kota, Ade Uu Sukaesih .

Andi juga mengatakan, yang  lebih tahu penggunaan anggaran percepatan penanganan Covid-19 itu Gugus Tugas, karena itu gugus tugas harus bisa menjelaskan penggunaan anggaran tersebut.

Sementara saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, menuturkan, jadwal rapat bersama TAPD dengan bahasan anggaran percepatan penanganan Covid-akan di laksanakan hari ini (19/6).  (TITO)

PEMDES KARANGNUNGGAL SEGERA BENTUK PANJA PROGRAM KOTAKU

Kepala Desa Karangnunggal, HERLIMAN
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100 (100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh). Dan Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, adalah salah satu Desa yang mendapatkan Program tersebut di Tahun 2020 ini.

“Program kotaku merupakan salah satu hasil usaha kami untuk mencari akse sehingga Desa Karangnunggal pun mendapatkan program ini, “terang Kepala Desa Karangnunggal,
Herliman,kepada PNews saat ditemui di aula desa.(11/6)

Herliman berharap, Desa Karangnunggal bisa menjadi salah satu etalase di Kecamatan Karangnunggal, sehingga  harus sesegera mungkin mempersiapkan dan berbenah diri untuk menghadapi Kemandirian Kabupaten Tasik Selatan.

Ia menambahkan, berawal dari tata kelola lingkungan seperti yang tertuang dalam konsef strategis
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, bahwa ada 7+1 indikator dan penjabaran dari tujuan Program Kotaku bertujun memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur permukiman sesuai dengan penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood).

Bahkan, kata Herliman, saat ini pemdes pun telah membentuk kepanitiaan sesuai tahapan agar dalam proses pelaksanaannya yang diperkirakan pada bulan Juni tahun ini, lancar dan tidak terkendala apapun. Dan untuk persiapan program ini pemdes sudah membentuk panitia kerja (panja) agar program kotaku bisa sesuai harapan masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang kami impikan ini mampu untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat di berbagai bidang, sesuai yang terkandung di dalam 7+1 indikator proram Kotaku,”jelasnya.

Sementara menurut Fasilitator Teknis, Ade Hadiatna, ET dan Asisten Mandiri Kabupaten Tasikmalaya program Kotaku, Iing Muslih, mereka mengatakan,  7+1 indikator tersebut, diantaranya, bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air bersih, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, pengamanan kebakaran dan ruang terbuka publik, yang akan dikerjakan secara bertahap sesuai situasi dengan kondisi di lapangan dan berkesinambungan. (ANWARWALUYO)

PEMPROV JABAR DAN PEMKAB TASIK SEPAKATI PERJANJIAN KERJASAMA SINERGITAS INTENSIFIKASI PAJAK DAERAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terkait sinergitas program intensifikasi pajak daerah, pengembangan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, yang dibacakan Sekretaris Daerah, Mohamad Zen, menyampaikan, menyampaikan, tujuan perjanjian kerjasama ini untuk meningkatkan pendapatan daerah Pemprov Jabar dan Kabupaten Tasikmalaya, melaluinya optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, dan implementasi Gerakan Nasional Non Tunai yang bertujuan untuk menambahkan kesadaran sekaligus meningkatkan penggunaan transaksi non tunai dikalangam masyarakat pelaku bisnis dan lembaga-lembaga Pemerintah.

"Saya berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik serta mampu memberikan manfaat dan keuntungan yang maksimal,  baik untuk Pemprov jabar maupun untuk Pemkab Tasikmalaya,"kata Ade.(11/6)

Hal senada dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, menurutnya kerjasama ini dapat mengoptimalkan kolaborasi antar pemerintah. Dengan ditandatanginya perjanjian kerja sama ini akan terbangun sinergitas dan kolaborasi yang kuat antar entitas pemerintahan.

“Kami melihat Kabupaten Tasikmalaya mempunyai potensi yang bisa di optimalkan, sehingga kita memerlukan konsep yang dapat membantu bisa terintegrasi," ujar Hening. (ANWARWALUYO)


UNTUK PENYALURAN BANSOS COVID-19 DARI PEMPROV PEMKAB PANGANDARAN JADI TERBAIK KEDUA SE-JABAR

PANGANDARANNEWS.COM – Pemkab Pangandaran benar-benar memberi perhatian lebih pad penanganan pandemi covid-19, baik secara medis atau pun penanganan dampak yang ditimbulkan, seperti dampak sosial dan ekonomi.

Keseriusan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam seluruh asfek penanganan pencegahan virus corona ini dibuktikan dengan predikat terbaik kedua setelah Kabupaten Sumedang hasil penilaian Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Sosial Jabar, Dodo Suhendar, Pangandaran merupakan kabupaten terbaik kedua dalam penyaluran bansos jaring pengaman sosial Pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

“Ini harus menjadi contoh untuk kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat, “kata Dodo, saat ditemui usai bertemu Bupati Pangandaran.(15/6)

Dodo mengatakan, untuk penyaluran bantuan pengaman sosial bagi warga yang terdampak Pandemi Covid-19 pada tahap pertama sudah selesai, dan dalam penyaluran bantuan sosial dari Pemprov tahap kedua ini Pangandaran mendapat peringkat pertama terbaik  se-Jawa Barat.

Lebih lanjut Dodo mengatakan, kedatangannya ke Pangandaran bersama jajaran Satgas Covid-19 Pemprov Jabar yang kedua kalinya ini untuk melakukan monitoring dan evaluasi dan untuk melihat sampai sejauhmana Pemkab Pangandaran melakukan protokol kesehatan terutama untuk pencegahan terhadap kasus-kasus baru.

“Ternyata semua kasusnya berasal dari luar yang melalui pemudik tapu Pemkab Pangandaran pun segera menanganinya dengan baik dan terukur, ” ujarnya.

Disoal ada temuan kerusakan pada telur yang disalurkan pada warga penerima bantuan, kata Dodo, dari hasil rapat seluruh LO ada yang mengusulkan sebaiknya telor tersebut digantikan dengan uang, dan hal ini tentu untuk bahan perbaikan kedepan, baik komoditi yang ada dalam bantuan maupun cara pendistribusiannya.

“Penyaluran bantuan kemarin terjadi keterlambatan, halini disebabkan data DTKS terlambat diterima, ”terangnya,.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Pangandaran, H. Wawan Kustaman mengatakan, pengalaman penyaluran bantuan jaring pengaman sosial tahap pertama ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk penyaluran bantuan selanjutnya.

“Saya bersukur Pemkab Pagandaran mendapatkan peringkat pertama terbaik dalam penyaluran bantuan sosial  ini walau pun kita akui ada sedikit telat mengirimkan data ke provinsi,”jelas Wawan. (PNews)

SEORANG PEMUDIK ASAL CIJULANG TERBUKTI POSITIF, COVID DI PANGANDARAN TAMBA 1

PANGANDARANNEWS.COM –Kabar buruk kembali mewarnai catatan pandemi covi-19 Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu (16/6) seorang pasien positif kembali bertambah 1 orang. Padahal sehari sebelumnya pada data gugus tugas, 6 pasien positif dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang walau harus melakukan isolasi mandiri. Tambahan pasien positif COVID-19 ini merupakan pria berusia 20 taun warga Kecamatan Cijulang yang baru mudik dari Tangerang, dan saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi dan dirawat di RSUD Pandega.

Selain tambahan 1 pasien positif tersebut, data yang ada di gugus tugas, tercatat hingga saat ini, 2 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam proses pemantauan dari sebelumnya total ODP sebanyak 551 orang dan selesai pemantauan sebanyak 549 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  sebanyak 11 orang, dengan rincian 5 orang telah selesai pemantauan, 5 lainnya meninggal dan satu orang lainnya masih dalam proses pemantauan.

Sementara jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) tercata ada 238 dengan rincian sebanyak 83 telah selesai pengawasan dan 155 lainnya masih dalam proses. Dan hasil tes swab 970 warga termasuk dengan 6 orang yang dirawat di ruang isolasi RSU Pandega, semuanya negatif, dengan catatan semuanya harus melakukan isolasi mandiridan tidak boleh berkeliaran.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengegaskan, kalau ada yang melanggar, terpaksa akan masukan lagi ke tempat isolasi.

Dan semuanya, kata Jeje, harus membuat dan menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk isolasi mandiri.

“Mereka akan diawasi oleh petugas dari gugus tugas desa dan kecamatan setempat,  “kata Jeje.  (PNews)

JEJE WIRADINATA: “BOHONG JIKA ADA YANG MENGATAKAN RAPID TES DIJADIKAN AJANG BISNIS PEMDA PANGANDARAN”

PANGANDARANNEWS.COM –Aturan bagi wisatawan yang akan berlibur ke obyek wisata Pangandaran harus membawa surat sehat yang dilampiri hasi rapid test itu merupakan untuk kebaikan bersama, karena disamping perekonomian masyarakat bisa bangkit kembali, namun di sisilain kesehatan masyarakatnya harus menjadi perhatian. Sehingga walau sekarang objek wisata dibuka, namun protokol kesehatan covid-19 harus tetap diterapkan.

“Sekarang wisatawan yang boleh masuk baru perorangan, namun ke depan jika kondisinya aman bisa saja rombongan pun bisa masuk, “kata Jeje, saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Pangandaran.(17/6)

Menanggapi isyu aturan rapid test bagi wisatawan dari luar Pangandaranyang dianggap dijadikanlahan bisnis, Jejej menegaskan, tidak atu rupiahkan Pemkab Pangandaran mendapatkan untung, karena yang dibayar wisatawan sebesar Rp 200 ribu itu anya untuk membeli alat saja.

 “Kalau saya boleh memilih, silahkan membawa hasil rapid tes dari daerah asal, yang penting saat masuk ke obyek wisata Pangandaran wistawan bisa memunjukannya pada petugas, “tegas Jeje.

Jeje juga menegaskan, silakan masyarakat untuk mengecek ke daerah lain, karena ia yakin, biaya rapid tes di Pangandaran jauh lebih murah. Bahkan jika ada pihak ketiga yang dapat nenyediakan alat rapid test lebih murah lagi, Jeje mempersilahkan untuk mengajukan jadi penyedia.

“Perlu saya tegaskan sekali lagi, tidak ada keuntungan sepeser pun untuk pemda karena petugas yang menanganinya pun sudah kami beri  insentif,”tegas Jeje lagi. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN