DPRD PANGANDARAN GELAR RAPAT PRIPURNA BAHAS LKPJ BUPATI AKHIR TA 2019

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di ruang paripurna, DPRD Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 4 Mei 2020 menggelar rapat paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Kabupaten Pangandaran terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pangandaran Akhir Tahun Anggaran 2019.

Ketua Panitia Khusus 1 yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pangandaran tahun 2019, Ucup Supriatna, di hadapan para peserta rapat menyampaikan, secara umum DPRD Kabupaten Pangandaran mengapresiasi terhadap capaian kinerja pemerintah kabupaten pangandaran dan atas capaian fiscal yang semakin baik.

Dikatakan Ucup, seluruh pencapaian tujuan pembangunan daerah dituangkan dalam pencapaian indikator makro pembangunan daerah yang meliputi Iindeks Pembangunan Manusia (IPM), Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP), rosentase penduduk miskin, prosentase pengangguran, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), dan PDRB. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019 mengalami peningkatan dari 67,44 poin pada tahun 2018 menjadi 68,21 poin.

”Kondisi ini tentunya menjadi indikasi adanya peningkatan kualitas pembangunan di Kabupaten Pangandaran,” ungkapnya.

Masih kata Ucup, persentase penduduk miskin pada tahun 2019 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun 2018, yaitu terjadi penurunan sebanyak 1.460 jiwa atau sebesar 4,53% dari jumlah penduduk miskin di akhir tahun anggaran 2018 sebanyak 32.190 orang, dimana jumlah penduduk miskin pada tahun anggaran 2019 sebanyak 30.730 orang.

Selanjutnya, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat kabupaten pangandaran tahun 2019 sebesar 71,12 tahun atau meningkat sebesar 0,28 tahun dari 70,84 tahun pada tahun 2018 atau sudah mencapai 83,67 persen dari angka maksimal (standardUNDP/United Nation Development Programme 85 tahun).

Menurut Ucup, pihaknya mengapresiasi atas pencapaian terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Angka Harapan Hidup (AHH) serta penurunan jumlah penduduk miskin di kabupaten pangandaran.

Untuk Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) pada tahun 2019, kata Ucucp, mengalami peningkatan sebesar 5,96% dibandingkan tahun 2018 sebesar 5,41% dengan daya beli masyarakat sebesar Rp9.423 ribu pada tahun 2019.

”Selain dari indikator makro pencapaian kinerja PDRB pada tahun 2019 juga mengalami peningkatan, pada tahun 2019 PDRB atas dasar harga berlaku bertambah sebesar Rp 956,782 miliar pada tahun 2018 nilainya sebesar Rp10,366 triliun menjadi Rp11,323 triliun pada tahun 2019, ”terangnya.

Ucup juga menyampaikan, sebagaimana tercantum dalam LKPJBupati Pangandaran akhir ,tahun anggaran 2019, pendapatan daerah mencapai sebesar Rp1.474.724.169.544 atau sekitar 94,31% dari target pendapatan sebesar Rp1.563.716.813.518, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target sebesar Pp144.448.832.624 dan terealisasi sebesar  Rp114.813.035.209 atau 79,48%, dengan perincian, dari pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp918.746.783.597, terealisasi sebesar Rp864.020.472.345 atau 94,04% yang bersumber dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus, lain-lain pendapatan daerah yang sah dengan target sebesar Rp500.521.197.297, realisasi sebesar Rp 495.890.661.990 atau sekitar 99,07% yang bersumber dari pendapatan hibah, dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya, bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya, alokasi dana desa dari APBN, BOS dan dana intensif daerah. Penyerapan pada belanja modal yaitu sebesar Rp499.054.520.067 atau 87,87% dari target sebesar Rp567.309.555.555,55. Penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp58.451.791.206, terealisasi sebesar Rp3.811.288.680,05 atau 6,52% yang diperoleh dari sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun sebelumnya. Selanjutnya, pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 6 milyar dan terealisasi sebesar Rp999.998.500.

Lebih jauh Ucup mengatakan, hasil pembahasan terkait penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah yang disajikan dalam dokumen LKPJ Bupati Pangandaran akhir tahun anggaran 2019, panitia khusus 1 telah menemukan dan mencatat beberapa hal, pertama, capaian nilai indeks pendidikan tahun 2019 sebesar 59,07 poin, meningkat sekitar 0,36 poin dari tahun 2018 yaitu sebesar 58,71 poin.

”Walau kenaikan tersebut masih tergolong rendah, kami apresiasi capaian ini,”tuturnya.

Kedua, lanjut Ucup, capaian Harapan Lama Sekolah (HLS) pada tahun 2019 sebesar 12,06 tahun, meningkat sekitar 0,2 tahun dari tahun 2018, yaitu sebesar 12,04 tahun.

Selanjutnya, kata Ucucp, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tahun 2019 mencapai 7,67 tahun, dengan kata lain, rata-rata penduduk Kabupaten Pangandaran yang berusia 25 tahun ke atas telah mengenyam pendidikan atau telah menempuh pendidikan formal selama 7,67 tahun. capaian tahun 2019 meningkat 0,09 tahun dari capaian RLS tahun 2018, yaitu sebesar 7,58 tahun. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan masyarakat Kabupaten Pangandaran terus meningkat, walau pertumbuhanya masih sangat kecil.

Keempat, terkait urusan kepemudaan dan olahraga, Ucup menilai, program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga, program peningkatan peran serta kepemudaan, program peningkatan sarana dan prasarana olahraga dan program upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dipandang kurang optimal.

Kelima, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) beserta perabotnya (DAK SD), dengan jumlah anggaran sebesar Rp1.72 milyar dengan realisasi anggaran sebesar Rp1.72 milyar. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah 10 ruang kelas baru yang dibangun.

”Namun disini ada catatan, di dalam dokumen LKPJ tidak dilengkapi dengan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL-red),” ujarnya.

Keenam, pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya (DAK SD), dengan jumlah anggaran sebesar Rp761.200 juta dengan realisasi anggaran sebesar Rp761.2 juta dengan hasil yang dicapai dari kegiatan ini, 8 ruang toilet jamban yang dibangun. Ini jyga sama, di dalam dokumen LKPJ tidak dilengkapi dengan CPCL.

Ketujuh, rasio ketersediaan gedung sekolah berbanding jumlah guru di Kabupaten Pangandaran belum seimbang ini dikarenakan kurangnya jumlah guru PNS yang disebabkan masa pensiun.
Kedelapan, pada urusan pekerjaan umum dan penataan ruang masih terdapat beberapa program dan kegiatan yang perencanaannya kurang optimal, sehingga pencapaian target juga kurang maksimal, selain itukualitas konsultan dan pengawas konstruksi dinilai masih kurang memenuhi kualifikasi.
Selanjutnya, capaian nilai indeks kesehatan pada tahun 2019 sebesar 78,65 poin,meningkat sekitar 0,37 poin dari tahun 2018 yaitu sebesar 78,22 poin, namun kenaikan ini dinilai masih tergolong rendah.

Sebelas, capaian angka harapan hidup masyarakat Pangandaran tahun 2019 sebesar 71,12 tahun atau meningkat sebesar 0,28 tahun dari 70,84 tahun pada tahun 2018, atau sudah mencapai 83,67 persen dari angka maksimal (standard UNDP/United Nation Development Programme, 85 tahun), namun demikian kenaikan bidang ini pun masih tergolong rendah.

Duabelas, retribusi PKB mengalami penurunan karena sejak tahun 2019 retribusi PKB menjadi kewenangan Kabupaten Ciamis, hal ini disebabkan tidak adanya alat penguji di Kabupaten Pangandaran.

Ucup menambahkan, adapun penyelenggaraan urusan Pemda di Kabupaten Pangandaran pada urusan pilihan adalah sektor pertanian merupakan penyumbang tertinggi pada perekonomian, karena tahun 2019 kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)  sebesar 27,07% lebih tinggi jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Sektor pertanian Kabupaten Pangandaran memiliki beberapa potensi yang meliputi komoditas tanaman pangan dan holtikultura, komoditas palawija, komoditas biofarmaka, komoditas sayuran, komoditas buah-buahan dan juga peternakan. Namun optimalisasi dari keseluruhan potensi yang ada masih belum begitu terasa dan belum terlihat adanya perubahan yang signifikan, peningkatan produksi pertanian masih terkendala faktor irigasi dan sumber daya manusia karena selama ini masih kurangnya komunikasi antara DPRD dengan SKPD sebagai mitra kerja terkait pelaksanaan program dan kegiatan.

“Program bantuan benih ikan perlu ditingkatkan dan penyebarannya harus disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah,  sementara retribusi tempat pariwisata hanya terealisasi sebesar 67,17%, hal ini dipicu oleh isu gempa dan tsunami sehingga menyebabkan wisatawan mengurungkan untuk berkunjung ke Pangandaran,” jelasnya.

Menurutnya, terkait penyelenggaraan tugas pembantuan yang diterima dari pemerintah pusat, jumlah tugas pembantuan yang diterima Kabupaten Pangandaran sebanyak 7 program yang disebar di  2 dinas/instansi. Seluruh program pembantuan telah dilaksanakan, namun dalam pelaksanaanya terdapat dinas yang mengalami permasalahan.

Dan yang menjadi catatan dalam pembahasan panitia khusus 1, kata Ucup, minimnya informasi, sehingga kurang pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang sumber dananya dari tugas pembantuan. Tapi walau demikian, pansus 1 menilai pelaksanaan pada penyelenggaraan tugas pembantuan yang diterima, secara umum telah berjalan dengan baik

Selanjutnya, ujar Ucucp, terkait  penyelenggaraan tugas umum pemerintahan yang meliputi kerjasama antar daerah, dengan pihak ketiga, dalam daerah, koordinasi dengan instansi vertikal di daerah,  pembinaan batas wilayah, pencegahan dan penanggulangan bencana, pengelolaan kawasan khusus yang menjadi kewenangan daerah, penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum serta tugas-tugas umum pemerintahan lainnya yang dilaksanakan oleh daerah, Pemkab Pangandaran sudah dapat melaksanakan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dengan baik walaupun masih ditemukan sejumlah permasalahan atau kendala dalam pelaksanaannya.

Ucup menuturkan, pansus 1 merumuskan rekomendasi DPRD atas  LKPJ Bupati Pangandaran akhir tahun anggaran 2019, diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Pangandaran terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun demikian pencapaian IPM harus tetap ditingkatkan.

Dan kata Ucup, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan anggaran untuk capaian rata-rata lama sekolah, dan  pemda juga harus mendorong peningkatan PAD yang bersumber dari pajak daerah dan restribusi daerah berdasarkan data potensi pajak daerah dan restribusi daerah yang akurat. SKPD penghasil PAD perlu memperhitungkan asumsi target pendapatan yang terukur berdasarkan analisa data potensi yang akurat, serta lebih meningkatkan koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga ketidaktercapaian target PAD sebaiknya bisa dikaji secara cermat dan perlu diambil langkah-langkah strategis.

SKPD juga diharapkan memiliki data potensi pajak, dalam menerapakan dan menegakan ketentuan hukum bagi wajib pajak/restribusi yang tidak memenuhi kewajiban supaya tegas dan lebih ditingkatkan pengawasan terhadap petugas pemungut pajak. Dalam bingkai kebijakan nasional, Kabupaten Pangandaran memiliki poin strategis, antara lain sebagai kawasan strategis pariwisata nasional sebagaimana tercantum dalam rencana tata ruang wilayah nasional dan RIPPARNAS.

Demikian juga kedudukannya dalam rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat, poin strategis ini perlu menjadi fokus sinergitas, sinkronisasi dan koordinasi dalam mewujudkan pangandaran sebagai tujuan wisata berkelas dunia. Oleh karena itu, perlu adanya agenda terstruktur dan perencanaan yang baik yang dikomunikasikan dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dengan menyusun rincian program dan membentuk tim percepatan pengembangan pariwisata.

Dalam melaksanakan program dan kegiatan, menurutnya, SKPD harus melakukan perencanaan dengan cermat dan terukur, baik dari sisi sumber daya manusia, penganggaran maupun ketepatan waktu pelaksanaan dan pelaporan, perlu optimalisasi terhadap sektor pertanian yang merupakan penyumbang terbesar perekonomian di Kabupaten Pangandaran. Selain itu perlu juga ada peningkatan komunikasi antara SKPD dengan komisi-komisi DPRD sebagai mitra kerja.

Urusan pendidikan dan kepemudaan, imbuh Ucup, agar dipisah, sehingga urusan kepemudaan di dapat berjalan secara optimal.

Sementara  untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui koperasi atau BUMDes perlu dilakukan pendampingan dan pembinaan dalam pembentukan peraturan-peraturan desa menuju desa mandiri dan berdaya secara ekonomi, perlu adanya upaya peningkatan investasi sektor primer yang dipadukan dengan pengembangan pasca produk/nilai sehingga mampu menarik para investor, dan sektor ini juga perlu dukungan anggaran, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dari lingkup satuan polisi pamong praja agar fungsi menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat secara optimal serta penegakan perda dan ketertiban masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal karena hal ini berkaitan langsung dengan kondusifitas pariwisata di kabupaten pangandaran.

“kami senantiasa mendorong pemerintah daerah untuk mendirikan mall pelayanan publik untuk percepatan pelayanan, akurasi pelayanan dan fleksibilitas kerja, sehingga pelayanan pada  masyarakat pun bisa dilaksanakan secara purna,”pungkasnya. (PNews)




TERJADI DATA GANDA PENERIMA, PENYALURAN BTNT COVID-19 JABAR DI KAB TASIK MENUAI KRITIK

TASIKNEWS-Pembagaian Bantuan Tunai dan Non Tunai (BTNT) dari Pemprov Jawa Barat senilai Rp 500 ribu dengan rincian untuk sembako Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu, untuk 14 di Kecamatan Karangnunggal, secara simbolis mulai didistribusikan PT.POS Indonesia, yang disaksikan langsung muspika, diantaranya, Camat Karangnungga, Asep. M. Dahliana, STP. MM, Danramil 1215 Mayor, Inf. Kurniadi, Serta Kapolsek H. Asep Ishak, S.IP. (09/5)

Namun penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak covid-19 ini ternyata ditanggapi dengan banyaknya komentar terutama dari para kepala desa dan tokoh masyarakat menilai salah sasaran. Karena bantuan ini sesuai aturan diperuntukan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan lain dari pemerintah, seperti Pemerima PKH, BPNT DL dan Bantuan lainnya, tapi fakta di lapangan banyak bantuan tersebut ternyata masih banyak yang menerima BTNT ini.

Dari hasil pantauan di lapangan saat ikut menyaksikan pendistribusian yang melibatkan jasa pengiriman  ajeg on line (Ojol) dalam pendistribusianya, ternyata masih banyak penerima dengan data ganda yang tercatat sebagai penerima bantuan PKH dan BPNT.

Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuriyana, mengakui hal ini memang masih dalam pengkajian ulang untuk selanjutnya menunggu Intruksi. Karena memang dari 19 data yang terdaftar di Desa Sarimanggu, 17 diantaranya tercatat menjadi penerima Bantuan Rutin PKH dan BPNT.

“Sehingga penyaluran BTNT ini terpaksa kami tangguhkan dulu, ini kami lakukan untuk adanya rasa keadilan bagi  warga, “ungkap Indra.

Sementara seperti diketahui, rincian penerima bansos di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela), diantaranya, Kecamatan Culamega 428 orang, Bantarkalong 258, Bojongasih 345, Karangnunggal 494, Cipatujah 1.098, Cikalong 743, Cikatomas 470, Pancatengah 551, Jatiwaras 571, Cibalong 135, Parung Ponteng 550, Sodonghilir 930, Taraju 319, Bojonggambir 433, Sukaraja 147 dan Kecamatan Salopa sebanyak 555 orang.

Seluruh data yang ada di tiap kecamatan ini, ternyata masih banyak terjadi dan ditemukan sejumlah data ganda warga penerima.

Seperti disampaikan salah seorang tokoh masyarakat, ia merasa heran dengan pernyataan baik dari pemerintah psat, pemprov hingga pemkab, dalam penyaluran bantuan sosial ini harus tepat sasaran dan tidak ada data ganda penerima bantuan.

Tapi kenyataan dilapangan yang mendapatkan BTNT ini, menurutnya, ternyata warga yang sudah rutin menerima bantuan pemerintah tiap bulan.

“Entah dari mana muncul data ini, yang jelas korban dari semerawutnya sistem data ini adalah pemerintahan tingkat bawah, seperti RT, RW dan desa, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

KORBAN KEBAKARAN DI BATUKARAS DAPAT BANTUAN PEMKAB PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Korban musibah kebakaran, keluarga Kusmayadi, warga RT 32 RW 14 Dusun Nagrog Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, tadi siang (11/5) mendapat bantuan sembako dari Pemkab Pangandaran yang diserahkan langsung oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Kepada keluarga korban bupati meyampaikan ikut berbelasungkawa serta berjanji akan memberikan sumbangan sebesar Rp 20 juta, dalam bentuk material bangunan.

“Mudah-mudahan keluarga korban diberi kesabaran, “kata bupati.

Seperti diketahui, rumah keluarga Kusmayadi (55), ludes akibat kebakaran yang terjadi sekitar jam 8.00 WIB pada hari tanggal 10 mei kemarin.

Rumah berukuran 4 x 5 meter yang ditempati berdua dengan isterinya ini, dilalap si jago merah saat rumah dalam keadaan tidak berpenghuni  karena ia dan istrinya sedang pergi ke sawah.

“Sekarang saya hanya bisa pasrah, karena semuanya barang habis terbakar, termasuk perhiasan emas seberat 10 gram milik istri saya,”ungkapnya.  (Tn)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 10 MEI 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 10 Mei 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Kasus Terkonfirmasi  Covid-19

Total  : 1 orang
Sembuh : 1 orang
WNI    :  1 orang
Laki2  :   orang
Perem : 1 orang
Usia
20 - 29 :  orang
30 – 39 :  orang
50 - 59 :  orang
60 - 69 :  1 orang

Dalam Pengawasan:
1. Total :  7 orang
2. Selesai : 4 orang
  - meninggal : 3 org
3. Masih pengawasan:  orang
4  Laki-Laki : 3 orang
5. Perempuan    :  4orang
6. WNI :  7 orang
7. WNA : 0 orang
8. Usia :
< 5 th :
6-19    : 1 orang
20-29 : 1 orang
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 orang
60-69 : 3 orang
70-79 : 1  orang
>80    : 

Dalam Pemantauan:
1. Total : 527 orang
2. Selesai : 519 orang
3. Msh pemantauan: 8 org
4. Laki-Laki : 325 orang
5. Perempuan    : 202 orang
6. WNI :  522 orang
7. WNA : 5 orang
8. Usia :
< 5 th :     10  orang
6-19    :     73 orang
20-29 :   219 orang
30-39 :   76  orang
40-49 :   68  orang
50-59 :   44 orang
60-69 :   26  orang
70-79 :    9 orang
>80      :    2  orang

Orang Tanpa Gejala (OTG)
Total : 61 orang
Selesai : 59 orang

Masih Pemantauan : 2

Hasil Lab. Swab : 32 orang
Positif    : 1 orang
Negatif   : 31 orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.
Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 10 Mei 2020 :
                   



























WARGA LINGGARAJA KESAL, SEKDES KAYA TERDAPTAR JADI PENERIMA BANTUAN SOSIAL BPNT

TASIKNEWS-Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) yang disalurkan untuk warga masyarakat tidak mampu ( miskin) di Desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya diduga tidak tepat sasaran, pasalnya warga yang rumahnya bagus memiliki mobil dan speda motor pun tercatat menjadi penerima bantuan sosial tersebut.

Malah, menurut salah seorang warga, sekretaris desa yang terbilang kaya pun mendapatkan bantuan sosial ini. Padahal masih banyak warga yang jelas-jelas membutuhkan program tersebut tidak menerima, kejadian ini jelas membuat warga Desa Linggaraja pun cemburu sosial.

"Kami berharap sekdes Linggaraja, Bapa Maman Rusman, sadar diri jangan sampai memicu kekesalan warga, cepat bikin surat pengunduran diri agar tidak menjadi Keluarga Penerima Manfaat dari program BPNT,"tegasnya.(10/5)

Ditemui secara terpisah, Kapolsek Sukaraja, AKP Pengki, mengaku pihaknya baru tahu persoalan ini setelah ada informasi langsung dari warga.

“Kami pun cepat tanggap dan segera memanggil Bapa Maman Rusman, sekdes Linggaraja, “terang Pengki.

Pengki mengatakan, pihaknya sudah langsung meminta yang bersangkutan memberikan penjelasan sekaligus memintanya agar secepatnya mengundurkan diri dari anggota keluarga penerima manfaat BPNT.

Akhirnya kepada pihak kepolisian, kataPengki, Sekdes Maman Rusman menyatakan siap untuk memberikan program BPNT ini kepada yang berhak menerima serta bersedia menyatakan mengundurkan diri dari penerima bantuan sosial BPNT.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sukaraja jangan takut untuk menginformasikan bila ada penerima bantuan yang tak tepat sasaran, "tegas Pengki. (ANWARWALUYO)

KARANGTARUNA ERENPALAY GAET ORMAS DAN BUMDES GELAR AKSI SOSIAL JALANAN

TASIKNEWS-Aksi simpatik ditunjukan Karangtaruna Desa Erenpalay Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, dengan membagi-bagikan takjil (makanan pembuka puasa) dan masker kepada masyarakat yang kebetulan melewati jalan di depan kantor desa.

Kegiatan sosial in dipimpin langsung Ketua Karangtaruna,  Cecep mulyana, dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan sejumlah anggota ormas Pemuda Pancasila PAC  Cibalong.

Menurut Cecep, Karangtaruna merasa terpanggil untuk bersama-sama dalam usaha pencegahan  covid 19, sehingga diharapkan dengan kebiatan bakti sosial ini dapat meringankan beban masyarakat.
Dikatakan Cecep, piahknya menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam pandemi covid 19 dengan selalu mengikuti anjuran dari pemerintah, seperti membiasakan hidup bersih dengan sering mencuci tangan , menghindari kerumunan, dan lebih memilih berdiam diri dirumah jika tidak ada keperluan penting.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan selalu sayangi sesama , jadikan diri sendiri sebagai pelopor pencegahan menularnya virus corona, dengan memperbanyak  ibadah dan berdoa, sehingga diharapkan bangsa ini segera terlepas dari wabah ini dan Desa Erenpalay pun terbebas dari ancaman covid-19

“Kita semua berharap bencana non alam ini segera berakhir, sehingga kedepannya kita bisa bersilaturahmi  melalui jalinan persatuan dan kesatuan membangun negeri  yang kita cintai ini. “imbuh Cecep. (ANWARWALUYO)

DD SUKAMAJU TAHUN 2020 DIALOKASIKAN UNTUK PEMBANGUNAN JALAN HOT MIX

TASIKNEWS-Alokasi anggaran Dana Desa (DD) Sukamaju Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya untuk tahap I tahun 2020, dialokasikan dalam pembangunan jalan hot mix sepanjang 1.250 x 3,7 meter di ruas jalan Datarandu.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sukamaju, Ade Supriatna, pembangunan jalan ber-hot mix ini untuk meningkatkan kebutuhan dasar fisik di Desa Sukamaju serta menjamin sektor ekonomi  publik.

Dengan dibangunnya jalan hot mix ini, kata Ade, sangat besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dari semua sektor.

“Penggunaan aspal semi hot mix ini tentunya akan lebih awet karena jalan tidk mudah berlubang, “imbuh Ade , “ungkap Ade,  didampingi sekdes, yayat supriata, Ketua BPD, Ketua LPM, Babinsa dan Babinkamtibmas, saat memantau di lokasi pengaspalan.(9/5)

Ade berharap, pembangunan jalan di desanya bisa dinikmati dan diambil manfaat sepenuhnyauntuk warga.  (ANWARWALUYO)

KABAR BAIK, PASIEN POSITIF COVID-19 ASAL KAB. PANGANDARAN KINI DINYATAKAN NEGATIF DAN SEMBUH

PANGANDARANNEWS.COM –Setelah beberapa hari dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Banjar, akhirnya pasien positif covid-19 asal Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, dinyatakan sembuh.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, berdasarkan hasil Swab yang keduanya dinyatakan  negatif Covid-19,  pada tanggal 8 mei 2020 pihak RSUD Banjar pun mengijinkan pasien tersebut pulang ke rumahnya untuk menjalani isolasi mandiri.

Jeje menambahkan, ia pun langsung mengumumkan kesembuhan pasien ini setelahdi terima hasil swab keduanya dinyatakan negatif dengan kondisi kesehatan yang sudah membaik serta makan dan aktivitasnya pun sudah normal kembali.

“Meskipun sudah dinyatakan sehat, tapi masih ada kewajiban untuk dilakukan Swab yang ketiga dan ke empat dan saat ini pasien tinggal sendiri, “terang  bupati.(9/5)

Dan untuk mengetahui kondisi pasien lebih detail lagi, kata bupati, Pemekab Pangandaran pun langsung melakukan Rapit Test dengan dua cara, pertama melalui alteri dan hasilnya negatif dan yang kedua melalui urat vena juga hasilnya negatif.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jeje menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran manajemen RSUD Kota Banjar beserta dokter dan para medis lainnya yang sudah merawat warga positif Covid-19 asal Pangandaran hingga sekarang dinyatakan negatif dan sembuh.

“Mudah-mudahan upaya luar biasa dari para dokter dan tenaga medis RSUD Banjar ini menjadi amal ibadah di bulan suci ini,”imbuhnya. (PNews)

DESA PARAKANHONJE SALURKAN SEMBAKO BANPROV COVID-19 UNTUK 17 KK

TASIKNEWS-Kepala Desa Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Abduloh, didampingi sekretaris desa, babinsa, babinkamtibmas  dan sejumlah tokoh masyarakat, hari kemarin  menyerahkan bantuan sembako dari Peprov Jawa Barat untuk 17 kepala kelurag (KK), bertempat di aula desa.(8/5)

Kepada sejumlah awak media, Abduloh, menyampaikan, bantuan tersebut merupakan realisasi penyaluran bantuan dari propinsi jawa barat berbentuk bahan sembako dan uang tunai Rp 150 ribu untuk beberapa warganya yang mengalami kesulitan ekonomi akibat virus corona.

“Ini merupakan bentuk tanggungjawab dan kepedulian kami dari pemerintahan desa untuk segera melaksanakan penyaluran bantuan ini, “ujarnya.

Abduloh berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan beban rumahtangga selama bulan ramadhan sekarang ini, sehingga bantuan ini pun tentu bisa dirasakan langsung manfaatnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat, sering cuci tanggan pakai sabun dan tingkatkan ibadah di bulan suci ini sehingga bencana non alam pandemi virus corona ini pun segera berlalu.

“Mudah-mudahan saat idul fitri tiba wabah covid-19 ini sudah hilang sehingga kita pun dapat merayakan hari lebaran dengan suka cita, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

DAUD ACHMAD: “DALAM PENANGANAN COVID-19 PANGANDARAN LAYAK JADI BENCHMARKING DI JAWA BARAT”

PANGANDARANNEWS.COM-Pemerintahan Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi terkait penangani penyebaran covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad, saat berkunjung ke pemda Pangandaran, menurutnya kedatangan yang didampingi Kepala Dinas Sosial jabar serta tim, karena ingin melihat langsung ke lapangan terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jabar di Kabupaten Pangandaran.

Dan ternyata, kata Daud, sebelum PSBB Jabar ini di berlakukan, Kabupaten Pangandaran sudah melaksanakan apa-apa yang ada dalam PSBB.

“Ini kelebihan pangandaran dibanding daerah lainnya di jabar, “ungkap Daud, usai diterima Bupati-Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Aang Hadari, Sekda, Kusdiana dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran, di kator bupati.(8/5)

Daud mengatakan, kebijakan Pemkab Pangandaran dalam menangani pencegahan virus corona ini, tentunya bisa dijadikan benchmarking (tolak ukur) untuk kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat, karena sejatinya tujuan dan apa yang ada dalam PSBB Jabar ini sudah dilakukan sebelumnya di Pangandaran atau Sebelum ada intruksi pelaksanaan PSBB ternyata Bupati Pangandaran sudah menerapkannya di Pangandaran.

“Tentu hal ini akan kami laporkan langsung ke Pa Gubernur, “kata Daud lagi.

Karena kunci untuk memutus mata rantai penyebaran  virus cirona ini adalah bagaiman orang tidak masuk ke dalam wilayah masing-masing daerah serta kemudian dengan mengurangi kerumunan-kerumunan masa dengan jumlah banyak.

Daud menambahkan, di Pangandaran pergerakan orang sudah berkurang kemudian jaminan sosial selain dari pemerintah pusat dan pemprov, Pemkab Pangandaran pun sudah menyalurkan, dan memang hal seperti  ini yang haru dilakukan daerah lainnya di jabar.

“Kami sangat mengaprsiasi karena saya juga selalu mengikuti perkembangannya, dan saya kira Pangandaran ini berhasil, “tegasnya. (PNews)

HARI INI BANTUAN PEMPROV JABAR DISALURKAN UNTUK WARGA CIKATOMAS DAN PANCATENGAH

TASIKNEWS-Hari ini (7/5) penyaluran bantuan tunai dan non tunai dari Provinsi Jawa Barat terdampak Covid 19 melalui Kantor Pos Kecamatan Cikatomas diserahterimakan kepada para kepala desa dari dua kecamatan, Cikatomas dan Kecamatan Pancatengah.

Penyaluran bantuan ini, setelah sebelumnya dilaksanakan secara simbolis oleh kepala Kantor Pos, H. Deni kepada Camat Cikatomas, Maman Rahman dan Camat Pancatengah, Deni Kisumah, untuk selanjutnya diserahkan kepada kepala desa di dua kecamatan tersebut.

Dalam ketentuan bantuan seharusnya menggunakan jasa ojek on line (ojol) ke setiap warga penerima bantuan atau Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), namun karena tidak ada ajol di daerah tersebut sehingga penyalurannya pun diserahkan pada petugas gugus tugas desa.

Dalam serah terima bantuan Tunai dan Non tunai terdampak pandemi covid 19 ini turut dihadiri Muspika Kecamatan, Koramil 1218/ckm, Kapolsek Cikatomas dan Team Gugus Tugas Kecamatan Cikatomas selaku monitoring. Sedangkan untuk pengawasan bantuan hingga sampai ke masyarakat, ini dilakukan Babinsa dan Babinkantibmas di desa masing-masing.

Menurut Camat Pancatengah, Deni Kisumah, cara penyaluran ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan warga dalam rangka mendukung program pemerintah, memutus mata rantai penyebaran covid.

“Semoga bantuan ini bisa bermampaat  bagi masyrakat untuk meyambung  hidup dalam  keberkahan ramadhan dan mari kita berdoa’  semoga virus corona iini cepat hilang, “ungkapnya. (ANWAWALUYO)

DESA PEKEMITAN ALOKASIKAN ANGGARAN DESA UNTUK BLT COVID-19 SELAMA 3 BULAN

TASIKNEWS-Kades Pakemitanikatomas Kabupaten Tasikmalaya, H Aih Solih, pimpin musyawarah desa Khusus (musdessus) untuk membahas mekanisme pelaksanan penyaluran pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) covid-19 yang diperkirakan  akan dlaksanakan setelah  ada verifikasi data si penerima, dan data ini benar-benar merupakan validasi nama-nama orang yang tidak mampu seperti manula, punya penyakit menahun, penyakit kronis dan warga yang memang berhak mendapatkannya.

Dalam rapat yang dilaksanakan di ruang kantor desa ini, turut dihadiri ketua BPD, Yoyo Wahyu juga  sebagai narasumber, pendamping desa, Hilman dan Robi Ahmad, 47 perangkat RT dan perangkat desa.

“Alokasi anggaran bansos ini rencananya akan memangkas dari 4 anggaran desa, diantaranya,  Pembangunan Pasar kuliner, Pembangunan jalan desa kampung Cibitung, Kampung polibek dan  Penanganan Distancin, “terang Aih.(6/5)

Aih menuturkan, pemangkasan anggaran Dana Desa (DD) akan disepakati bersama oleh para peserta musdesus dengan ditambah persentase dari DD yang sudah diintruksikan pemerintah.

Sementara maksud dan tujuan pemangkasan anggaran desa, kata Aih, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bansos, sehingga warga pun segera menerima bantuan BLT covid 19 yang saat ini sangat di harapkan.

“Dan nantuan Rp 600 ribu berupa uang tunai kepada warga terdampak covid 19 ini bukan sekali saja tapi akan diberikan setiap bulan selama tiga bulan ke depan, “terang Aih lagi.

Dengan adanya bansos ini, pemdes menghimbau kepada masyarakat untuk diam di rumah saja selama pandemi covid-19 untuk mencegah penularan. Karena dengan adanya BLT ini masyrakat bisa menyambung kebutuhan hidup.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu warga hingga idul fitri nanti, dan semoga v 19  bisa irus corona ini segera hilang, “pungkasnya. (UDIRUSTANDI)

BAWASLU PANGANDARAN TERBITKAN SURAT EDARAN, PEJABAT DILARANG POLITISASI BANTUAN SOSIAL COVID-19

PANGANDARANNEWS.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran memberikan himbauan kepada stake holder untuk tidak menjadikan bantuan pencegahan covid 19 sebagai alat politik (06/05/2020)

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, di kantor sekretariat Bawaslu Pangandaran di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Menurutnya, himbauan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Bawaslu RI nomor 0266/K.Bawaslu/PM.00.00/04/2020, tentang Pencegahan Tindakan Pelanggaran dan arahan dari
Bawaslu Jabar.

Dikatakan Iwan, pihaknya pun segara membuat himbauan secara tertulis kepada seluruh stake holder untuk melakukan tindakan pencegahan dan pelanggaran, seperti, stake holder dilarang lakukan politik uang terhadap bantuan, ASN diminta netral serta dilarang melakukan mutasi jabatan 6 bulan sebelum tanggal penetapan paslon dan manfaatkan bantuan sosial (bansos) covid-19 yang menguntungkan atau merugikan paslon.

“Ketentuan ini juga berlaku untuk pejabat daerah, ASN, TNI, Polri dan kepaa desa, “terang Iwan. (6/5)

Ia menambahkan, hal ini merupakan bentuk tindaklanjut SE di atas serta berkaca dari beberapa daerah yang akan melaksanakan Pilkada telah terjadi politisasi dalam penanggulangan covid 19.

Hal senada dikatakan Kordiv PHL, Gaga Abdillah Sihab, himbauan dan koordinasi intensif dengan semua pihak ini menjadi penting sebagai bagian dari kerja pencegahan Bawaslu agar tidak ada satu pihak pun yang memanfaatkan penanganan covid 19 sebagai panggung politik.(Pnews)

HARI PERTAMA DIBERLAKUKAN PSBB, PUSAT KOTA TASIK LENGGANG SEPERTI TAK BERPENGHUNI

TASIKNEWS-Hari pertama  Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Tasikmalaya  hz  telah diterapkan sejak pukul 00.01 WIB, Rabu tangga 6 Mei 2020 dini hari tadi, tampak di pusat kota Tasik ratusan petugas  dari Polri, TNI dan Dinas Perhubungan, tersebar mengisi pos-pos penjagaan akses masuk ke wilayah perkotaan sehingga sepanjang jalan pun sepi seperti tak berpenghuni.

Padahal sebelum diberlakukan PSBB, setiap pagi biasanya masih terlihat hilir mudik mobil dan motor yang pulang dari pusat-pusat perbelanjaan, pasar atau warga yang hanya sekadar jalan-jalan pagi.

Wali Kota Tasik, Budi Budiman, kepada sejumlah awak media yang menemuinya di balai kota, mengatakan, pemkot sudah tempatkan sekitar 500 petugas gabungan yang ditempatkan di 45 pos penjagaan perbatasan.

Budi mengatakan, PSBB sudah berlaku sejak pukul 00.00 dini hari tadi dan berlaku selama 14 hari ke depan.

“Sejak hari pertama pemberlakuan PSBB, dan masyarakat pun diharap mengikuti imbauan pemerintah ini, “ kata Budi.(6/5)

Sementara secara terpisah  beragam tanggapan masyarakat pun terlontar,  salah  satunya dari pedagang yang biasa berjualan di pusat kota. Menurutnya, kebijakan PSBB ini sangat berdampak pada ekonomi masyarakat kecil.

Ia menuturkan, di satu sisi ia harus patuh pada aturan pemerintah, tapi di sisi lain ia pun harus tetap bisa menutupi kebutuhan keluarga.

“Pemerintah pun harusnya bisa memikirkan nasib kami, agar kami tidak kelaparan walau kami tidak keluar rumah untuk usaha, “keluhnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN