DODI SISIHKAN SEBAGIAN GAJINYA UNTUK GERAKAN SOSIAL PANDEMI COVID-19

TASIKNEWS-Pembagian beberapa sembako yang dibagikan langsung Babinkamtibmas Brigpol Dodi Harisandi, menjadi salah satu kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Polsek Pancatengha Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangka penanggulangan dampak sosial dari penyebaran covid-19.

Di tengah warga yang ditemuinya, Dodi mengajak semua untuk bersama-sama memerangi wabah virus corona dengan cara mentaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

“Dan di bulan yang penuh berkah ini, mari kita semua berdo’a pada Yang Maha Kuasa, supaya wabah Covid-19 ini segera berakhir”ungkap Dodi.(29/4)

Gerakan sosial pada masyarakat ini, kata Dodi, dilakukan dengan jalan menyisihkan sebagian gaji yang diterimanya. Karena, menurutnya ia tidak takut bila gaji yang setiap bulan ia terima habis jika apa yang ia lakukan ini bisa membuat bahagia kaum jompo dan masarakat di sekitarnya yang layak dapat bantuan.

Selain melakukan bakti sosial, Dodi terus menerus malkukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, cuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, mengecek kesehatan ke dokter apabila sakit, tidak panik dan selalu berdo'a.

“Dan dengan mengajak rekan-rekan sekantor, saya mengajak untuk menyisikan sebagian gaji untuk membantu warga yang memang memerlukan bantuan kita, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO)

ATASI KONDISI JALAN RUSAK, TERNYATA RESPON WARGA LEBIH CEPAT KETIMBANG PEMERINTAH

TASIKNEWS-Sejumlah pemuda warga Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, berinisiatif untuk bergotong-royong memperbaiki jalan, tepatnya di jalan yang menanjak di lokasi Tulang Anjing, karena kondisinya sangat mengkhatirkan untuk dilalaui kendaraan.

Menurut salah seorang pemuda, Herdi, setiap pengendara yang melintas di jalur tersebut harus ekstra hati-hati, karena selain menanjak juga kondisi jalan dilokasi tersebut berada pada kemiringan kondisi tanah.

“Apalagi jika dilalui oleh kendaraan dengan beban yang berat seperti bis dan truk, pasti sopir harus ekstra waspada, “kata Herdi. (29/4)

Herdi mengatakan, melihat kondisi jalan seperti itu serta karena terlambatnya Pemkab Tasikmalaya untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut, ia pun bersama rekan sebayanya berinisiatif mengumpulkan sebagia uang sakunya untuk membeli semen batu serta seplit dari uang yang mereka kumpulkan.

Aksinya yang dilakukan bersama teman-temannya ini selain untuk membantu para pengguna jalan, menurut Herdi, karena merasa kecewa dengan sikap Pemkab Tasik yang terkesan tidak mau tahu sehingga kondisi jalan pun seakan dibiarkan seperti itu.

“Kami juga peduli, masa pemerintah sendiri tidak, ”ungkapnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Sutiaman, yang mengaku heran dengan sikap pemerintah yang seolah menutup mata pada kondisi jalan di wilayahnya, padahal kondisi ini sudah lama terjadi.

“Seharusnya pemerintah hadir dan cepat merespon saat warganya membutuhkan, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

AKIBAT KETERLAMBATAN BANTUAN SOSIAL COVID-19 DARI PEMPROP DAN PUSAT, DESA PUN JADI SASARAN WARGA

TASIKNEWS-Tumpang tindih dan revisi aturan terkait bantuan sosial civid-19 kepada masyarakat membuat penyalutan bantuan ini di sebagaian daerah jadi terhambat, dan ini menjadi polemik karena seolah-olah keterlambatan ini ada di pemerintahan desa.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Girikencana Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Robai, saat ditemui PNews di ruangkerjanya.((28/4)

Menurut Robai, jika memang sudah siap, maka segera salurkan, karena saat ini masyarakat memang sudah sangat membutuhkan bantuan tersebut. Tapi sebaliknya jika memang segala sesuatu memang masih perlu dipersiapkan, Robai berharap, pemerintah pusat atau pemprov jabar jangan gembar-gemborkan dulu seolah bantuan tersebut sudah ada di depan pintu rumah, karena ketika masyarakat mengetahui ada bantun, maka dengan masyarakat pun dengan serta-merta akan datang ke desa menanyakan bantuan tersebut.

Karena jika keterlambatan penyaluran bantuan terjadi, kata Robai, dipastikan yang akan menjadi sasaran kesalahan warga adalah desa,  karena desa memang pemerintaha yang paling dekat dengan masyarakat,

“Jadi jika memang benar ada bantuan dan sudah siap, segera salurkan, “kata Robai.

Ia mengakui dan sangat maklum dengan kondisi masyarakat saat ini yang memang benar-benar ingin segera mendapat bantuan, sehingga ketika mengetahui bakal ada bantuan dari berita-berita baik di media massa atau media sosial (medsos), maka warga pun langsung menanyakan kepastiannya ke desa.

“Padahal kami juga sama baru mengetahui seperti masyarakat, dan tidak tahu persisnya karena belum menerima juklak-juknis dan prosedurnya seperti apa, “terangnya. (ANWARWALUYO)

TUKANG CILOK, DUH NASIBMU KINI....

TASIKNEWS-Sudah beberapa minggu ini pedagang cilok yang biasa berjualan keliling di salah satu kelurahan di Kota Tasik mengeluhkan dagangan yang ia jajakan selalu tersisa banyak hingga harus dibawa kembali pulang ke rumah, padahal dari hasil usahanya selama ini bisa untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.

“Setelah kejadian penyebaran virus corona, setiap hari nyaris tidak ada pembeli, “ungkap salah seorang pedagang cilok, yang bisa berkeliling jualan di Keluarahan Tugajaya.

Menurutnya, setiap harus ia harus memeras otak untuk memikirkan jalan keluar mengganti jalan usaha agar dapur bisa tetap ngebul dan kebetuhan keluarganya bisa terpenuhi. Karena selama ini akibat kebijakan pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah saja, melakukan jaga jarak (physical distansing) dan membatasi masyarakat keluar rumah, membuat omzet dagangannya pun menurun drastis.

Tapi terkadang ia juga tidak mengerti dengan kebijakan pemerintah ini, pasalnya jika melihat pusat-pusat perbelanjaan modern seperti Asia Plaza atau lainnya, setiap hari tetap saja ramai dikunjungi masyarakat padahal perintah untuk tetap tinggal di rumah dan physical distansing ini berlaku untuk setiap orang.

“Sebagai pedagang kecil saya kurang paham, apa memang saya lebih berbahaya dalam penularan virus corona ketimbang yang setiap hari berjubel di pusat-pusat perbelanjaan tersebut, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

PASCA DINYATAKAN POSITIF COVID, TIM MEDIS AKAN LAKUKAN SWAB TES PADA KELUARGA PASIEN DAN TENAGA KESEHATAN

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah satu warga Pangandaran dinyatakan positif covid-19, keluarga pasien yang dinyatakan positif tersebut akan menjalani tes swab, karena khawatir sudah terjadi kontak langsung dengan pasien.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ini keluarga pasien tengah menjalani karantina dan akan segera dilakukan tes swab.

Bukan hanya keluarganya saja, kata bupati, tetapi tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Selasari pun akan melakukan tes yang sama.

Kata bupati, jumlah deluarga dan tenaga medis yang akan melakukan swab tes sekitar 31 orang, dengan perincian 13 orang tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Selasari, 11 orang anggota keluarga yang berasal dari kecamatan Parigi dan 7 orang juga keluarga pasien yang bertempat tinggal di Kecamatan Padaherang.

“Tentu kita berharap, 31 orang yang akan melakukan swab tes ini hasinya semua negatif, dan juga pasien yang dinyatakan positif dan sedang dalam perawatan di RSUD Banjar bisa segera sembuh,” kata bupati, usai memimpin rakor di aula setda, di Parigi. (27/4).

Bupati menuturkan, warga Kecamatan Parigi yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya pernah berkunjung ke putranya di Kecamatan Padaherang, dan setelah pulang ke rumahnya kembali warga tersebut sakit selama seminggu, dan dibawa ke Puskesmas Selasari. Dan menurutnya tim medis yang melakukan pada diagnosa, yang bersangkutan mengalami penurunan kesadaran.

“Kemudian pasien pun dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk dilakukan tes swab, dan hasilnya ternyata positif Covid-19,” jelasnya.

Saat ini, kata bupati, petugas medis pun bergerak cepat untuk melakukan pendataan (tracking) terhadap semua orang yang diketahui pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif covid-19 tersebut, baik keluarga atau tenaga medis di puskesmas atau pun orang-orang yang pernah kontak fisik dengan yang bersangkutan.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, menurut bupati, upaya yang tepat dilakukan saat ini masyarakat untuk tetap di rumah saja, jaga jarak, cuci tangan pake sabun dan pakai masker apabila hendakkeluar rumah.

“Saya berpesan kepada masyarakat Pangandaran yang datang dari zona merah agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, “tegasnya. (PNews)

DESA CIKUPA RELOKASIKAN 35 % DANA DESA TAHUN 2020 UNTUK BLT COVID-19

TASIKNEWS-Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menggelar musyawarah desa khusus untuk membahas perubahan APBDes tahun 2020 dalam rangka penetapan anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) penanganan Covid-19, validasi, finalisasi dan penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), bertempat di Aula desa. (27/04)

Dalam musdes khusus yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikupa, BPD, Babinsa, Pendamping Desa, Ketua Karangtaruna, LPM, perangkat Desa, serta seluruh Ketua RW, dihasilkan kesepakatan bahwa APBDes tahun ini sebesar 35% dari jumlah Dana Desa (DD) dialokasikan untuk penanganan bantuan tersebut diatas, karenakan DD Cikupa tahun 2020 ini lebih dari Rp 1,2 milyar untuk 258 kepala keluarga (KK).

Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadhi, di depan peserta musyawarah, megatakan, pemdes  mengalokasikan BLT-Des dari anggaran Dana Desa Tahun 2020, hal ini dimaksdukan untuk membantu meringankan beban warga yang terkena dampak Covid-19, sesuai Permendesa Nomer 6 Tahun 2020.

“Dan rapat yang digelar kali ini pun dalam rangka memvalidasi kebijakan ini sesuai yang dianjurkan Pemerintah, “ungap Yudha.

Selain jumlah penerima dan anggaran yang akan dikucurkan, kata Yudha, di dalam menghadapi wabah covid-19 ini, ia pun berharap agar warga masyarakat selalu tetap waspada dan senantiasa menjaga keamanan.

“Jaga keamanan di masing-masih wilayah dengan mengaktifkan seluruh pos kamling, jaga jarak, berpola hidup sehat, biasakan mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker, ”tegas Yudha.

Menurut Yudha, dengan adanya bantuan covid-19 yang diambil dari DD ini, maka ini akan mengurangi kegiatan yang lain terutama kegiatan fisik, seperti pembangunan jalan lingkungan dan lainnya.

Yudha jugaberharap, semoga dampak wabah virus corona cepata hilang, yang terpenting warga selalu menerapkan pola hidup sehat, rajin  ibadah jamaah  berjamaah dan berzikir.

“Semoga di bulan ramadhan yang penuh berkah ini wabah coron cepat hilang agar masyrakat di hari raya idul fitri  nanti bisa bisa berkumpul  kembali sama rekan, sahabat dan keluarga, “ujar Yudha.

Sementara pendamping desa, Endah, menambahkan, musyawarah desa khusus ini untuk validasi, finalisasi dan penetapan calon penerima BLT-Desa Cikupa yang bersumber dari DD tahun 2020.

“Bantuan ini per satu orangnya akan mendapatkan Rp 600 ribu, tapi bantuan ini tidak berkelanjutan akan tetapi diberikan selama 3 bulan saja,”terangnya. (ANWARWALUYO)

HATI-HATI, PENGGUNA JALAN YANG TIDAK MEMAKAI MASKER AKAN DIGEMBOSI RODA KENDARAANYA

PANGANDARANNEWS.COM-Segala upaya pencegahan penularan covid-19 terus dilakukan, selain memperketat akses masuk bagi para pemudik, Pemkab Pangandaran juga mewajibkan kepada seluruh masyarakat, terutama yang sedang ada di luar rumah untuk selalu menggunakan masker.

“Dan untuk melaksanakan kebijakan ini kami akan melakukan razia masker di jalan-jalan, “ungkapnya kepada awak media, di depan ruang comand center  setda Pangandaran.(27/4)

Bupati menegaskan, ia bersama pihak-pihak terkait akan menyusuri setiap wilayah untuk memberikan teguran bagi masyarakat yang membandel yang tidak menggunakan masker terutama saat berada di jalan raya, dan jika kedapatan ada warga tidak pakai masker, maka akan diberikan sanksi dengan cara menggebosi ban kendaraannya.

“Kenapa kami harus tegas, sekali lagi bahkan berulangkali saya harus tegaskan, ini demi kebaikan kita bersama untuk pencegahan penularan virus corona di Pangandaran, “ungkapnya.

Bukan hanya itu, bupati juga menghimbau agar masyarakat selalu mengikuti gerakan Diam di rumah, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun dan gunakan Masker (DJCM), karena dengan terus melakukan pla seperti itu akan bisa memutus mata rantai penyebatan covid-19. (PNews)

ISOLASI KHUSUS JADI PILIHAN PEMKAB PANGANDARAN UNTUK PERKETAT WARGA PEMUDIK

Bupati Psngandaran, H. Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM-Pasca seorang warga dinyatakan postifi virus corona dan sekarang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Banjar, kini Pemkab Pangandaran semakin memperketat akses masuk untuk warga pemudik.

Usai mengikuti rapat kordinasi yang dilakukan secara virtual di ruang comand center setda, Bupati Pangadaran, H. JejeWiradinata, kepada sejumlah wartawan, menyampaikan larangan bagi seluruh pemdudik ke Pangandaran, mulai kamis (29/4) mendatang tidak boleh datang langsung ke rumah tujuan mudiknya, tapi harus tiggal dulu di tempat isolasi khusus yang sudah disediakan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Karena jika pemudik itu langsung datang ke rumah tujuannya, kata bupati, ini akan berpotensi penularan pada anggot keluarga lainnya yang dikunjungi.

“Jadi pemudik tersebut harus tinggal dulu di tempat isolasi khusus selama 14 hari, baru selanjutnya bisa datang ke rumah keluarganya, “kata bupati. (27/4)

Dan diharapkan, lanjutnya, dengan cara seperti ini juga akan menjadi pertimbangan bagi calon pemudik untuk pulang ke Pangandaran, karena tidak bisa bertemu langsung dengan keluarganya.

Bupati mengatakan, selama 3 hari ke depan sebelum dilakukan program ini pemda akan menyiapkan segala sarana kelengkapannya sekaligus mensosialisasikannya pada seluruh masyarakat oleh beberapa petugas dari sejumlah SKPD yang akan berkordinasi dengan pemerintahan desa untuk segera mencari sekolah ayang akan dijadikan lokasi isolasi khusus ini.

Dan pemda melakukan tindakan ketat ini, imbuh bupati, tentunya ini untuk kebaikan semua karena jika hanya dilakukan isolasi mandiri di rumah, tentu ini kurang epektif karena masih berpotensi saling bersentuhan dengan anggota keluarga lainnya sehingga terjadi penularan.


“Maka kita ambl kesimpulan isolasi khusus, walau dengan sarana sederhana  dan diharapkan dengan isolasi khusus ini bisa memutus siklus penyebaran covid-19 di Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)

IWAN M RIDWAN: “SAYA HERAN KOK ADA ANGGOTA DPRD MENGATAKAN TIDAK TAHU PROGRAM PEMDA”

PANGANDARANNEWS.COM-Jika ada anggota DPRD yang mengatakan tidak tahu menahu terkait bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang disalurkan pemerintah daerah, itu merupakan hal yang tidak mendasar dan tidak pantas diucapkan oleh seorang anggpta DPRD.

Demikian dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran periode masa bakti tahun 2014 – 2019, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, saat diminta komentarnya terkait pernyataan anggta DPRD Kabupaten Pangandaran pada sebuah media on line.

Menurut Kang Iwan, sapaan akrabnya, itu hal yang sangat tidak mungkin terjadi, sehingga, menurutnya, ia merasa tergelitik untuk ikut berkomentar.

“Seperti kita ketahu bersama, pasca adanya bencana non alam covid-19 ini, seluruh kabupaten-kota se-Indonesia fokus pada penanganan dan pencegahan untuk  pemutusan penyebaran virus corona yang dinyatakan WHO sudah menjadi pandemi, “kata Iwan, saat ditemui PNews di kediamannya di Kecamatan Manngunjaya. (26/4)

Dan DPRD, kata Iwan, berdasarkan Undang-undang  nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah, menyebutkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD  adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Artinya, apa yang menjadi kebijakan, program –program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah tentu ini menjadi satu kesatuan.

“Jadi, apa yang dilakukan Pemkab Pangandaran terkait bantuan sosial covid-19 yang disalurkan pemda pada masyarakat, dipastikan DPRD tahu program ini, “tegasnya.

Jadi jika ada anggota DPRD yang memberikan stetmen di media, ia tidak tahu menahu hal ini, menurut Iwan, pernyataan tersebut jelas bukan atas nama lembaga DPRD, tapi pernyataan pribadi anggota DPRD tersebut.

Lebih jauh Iwan mengatakan, terkait kebijakan dalam roda pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pun selalu dilakukan melalui berkordinasi dengan fraksi-fraksi dan ketua partai termasuk program bantuan pangan (sembako) dampak pandemi covid-19 ini.

Dan bantuan sosial ini sebenarnya bukan hanya penyaluran bantuan sembako saja, tapi sosialisasi dan edukasi pada masyarakat pun tersu dilakukan, diantaranya dengan program DJCM (Diam Dirumah, Jaga Jarak, Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pakai Masker).

“Dengan pembagian 100 ribu masker kepada masyarakat, Pemerintah Daerah tentu sebelumnya sudah melakukan kordinasi langsung, artinya DPRD tentunya sudah mengetahui, “kata Iwan.

Disoal anggaran yang digunakan untuk bantuan sosial dan penanganan pencegahan virus corona ini, Iwan mengatakan, sebagaimana yang sudah ketahui publik lewat pemberitaan di sejumlah media, adanya anggaran DPRD sebesar Rp 2,6 miyar yang dipangkas atau direlokasi untuk penanganan pencegahan covid-19, tentunya bisa dipastikan seluruh anggota DPRD pun sudah bisa mengetahui program bantuan sosial ini. Dan dari sini pun sudah bisa dipastikan tentunya tidak ada lagi alasan ada anggota DPRD yang tidak tahu.

“Lantas jika ada pernyataan anggota DPRD yang tidak tahu bantuan ini, saya pastikan ini persoalan pribadi anggota DPRD tersebut dan bukan atas nama anggota secara keseluruhan,”tegas Iwan lagi.

Iwan menambahkan, sebagaimana sudah diatur dalam Permendagri nomer 33 tahun 2019, tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2020, disebutkan, Kepala Daerah dapat melakukan pergeseran anggaran untuk penanggulangan bencana alam/bencana sosial dan diberitahukan kepada DPRD paling lama satu bulan. Penyediaan anggaran tersebut dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD tahun anggaran 2020 dengan memberitahukan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD tahun 2020.

“Dan DPRD sendiri, lanjut Iwan, memiliki 3 fungsi, antara lain, Pembentukan Perda, anggaran dan pengawasan, “terang Iwan.

Dalam fungsi pengawasan, lanjutnya, DPRD diwujudkan dalam bentuk pengawasan, salah satunya terhadap pelaksanaan Perda dan Peraturan Kepala Daerah. Dan pelaksanaan pengawasan tersebut bisa melalui rapat kerja komisi dengan Pemda, kegiatan kunjungan kerja, rapat dengar pendapat umum dan menindaklanjuti apabila ada pengaduan masyarakat.

“Nah disini yang menurut saya rancu, kalau ada anggota dewan tidak tahu menahu, kenapa fungsi pengawasan itu tidak dipakai, ”ungkapnya.

Malah Iwan mempertanyakan, ketika ada anggota DPRD mengatakan tidak tahu menahu mengenai program bantuan yang disalurkan pemda, jadi kemana saja anggota DPRD tersebut selama ini, sedang ada di Pangandaran atau jangan-jangan kebetulan anggota DPRD tersebut sedang tidak ada di Pangandaran.

Iwan juga mengatakan, soal pendistribusian bantuan yang terkesan hanya melibatkan relawan kelompok tertentu, menurutnya hal tersebuttidak bisa menjadi penilaian yang subjektif, karena pada saat awal pembentukan relawan tidak dibicarakan masalah partai atau kelompok. Hanya yang ia ketahui, kelompoknya atau partainya dari dahulu kalau sudah urusan bekerja untuk rakyat tidak pernah berbicara masalah uang.

“Dan terkait kemasan kantong kresek maupun voucher yang hanya mencantumkan nama bupati saja, masyarakat harus paham, di daerah manapun tidak ada bantuan yang mengatasnamakan bupati dan wakil bupati, cukup bupati saja atas nama pemerintah daerah, “terangnya.

Iwan pun mencontohkan bantuan yang datang dari pemerintah pusat atau pemprov, disana hanya ditulis nama presiden dan nama gubernur saja, tanpa nama wakilnya. Artinya jika sudah tercantum Bupati, Walikota, Gubernur maupun Presiden berarti secara keseluruhan pemerintah sudah terwakili.

Dan ia mengakui, hingga saat ini belum pernah melihat bantuan Presiden disana tertulis Wakil Presiden atau gubernur dengan wakilnya.

“Begitu juga di Pangandaran ketika itu bantuan Pemerintah Kabupaten, ya cukup nama bupatinya saja,”pungkasnya. (Tn-PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 26 APRIL 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 26 april 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Dalam Pengawasan:
1. Total :    2 orang
  *Status: 2 org meninggal
2. Selesai :   org
3. Msh dlm pengawasan: org
4  Laki-Laki : 1   org
5. Perempuan : 1  org
6. WNI : 2 org
7. WNA :  org
8. Usia :
< 5 thn :
6-19 :
20-29 :
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 (L)
60-69 : 1 (P)
70-79 :
>80 :

Dalam Pemantauan:
1. Total :  503org
2. Selesai : 479org
3. Msh dlm pemantauan: 24org
4. Laki-Laki :   316org
5. Perempuan :  187org
6. WNI : 498org
7. WNA : 5 org
8. Usia :
< 5 thn :   10 (7L  3P) or
6-19 :    72(38L, 34P)
20-29 : 210(147L ,63P)
30-39 : 73 (47L 26P)
40-49 : 64(38L 26P)
50-59 :  42 (22L 20P )
60-69 :24 (12L  12P)
70-79 : 6 (4L, 2P)
>80 : 2 (1 L . 1P)

Positif 

Total 1 orang
Selesai 0 orang
Masih Pemantauan 1 orang

OTG

Total 11 orang
SelesaI 10 orang
Masih Pemantauan 1 orang

*Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 26 April 2020 :



















HASIL SWAB TES RSUD BANJAR, HARI INI SATU PDP ASAL KAB PANGANDARAN DINYATAKAN POSITIF COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM – Setelah sekian lama bertahan dalam status zona biru, kini seorang warga Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, berstatus Pasien Dalam Pngawasan (PDP) dan dari hasil swab test di Rumah SakitUmum Daerah (RSUD) Banjar, PDPtersebut dinyatakan positif covid-19.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke rumah anaknya di Kecamatan Padaherang.

Menurut bupati, sebelumnya PDP berjenis perempuan dan berusia 50 tahun ini mengalami lumpuh serta penurunan kesadaran.

“Lalu pasien pun dirujuk ke RSUD Banjar dan di Swab dengan hasil positif, dan hingga sekarang masih dirawat di RSUD Banjar,”kata bupati. (26/4)

Bupati menambahkan, hingga saat ini semuanya ada tiga orang berstatus PDP sedang dalam perawatan di RSUD Pandega Pangandaran, tapi dari hasil Rapid Test dua PDP dinyatakan negatif sedangkan satu PDP lainnya, menurut dokter yang merawatnya, perlu dilakukan Swab Covid-19 karena memiliki riwayat perjalanan dan kontak dengan menantunya yang berada di zona merah.

Dikatakan bupati, di setiap kesempatan dan setiap tempat tak bosannya ia mewanti-wanti dan menghimbau masyarakat agar lebih waspada dengan melakukan DJCM (Dirumah saja, Jaga jarak, Cuci tangan pakai abun, Pakai Masker), terutama bagi para pemudik untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Dan untuk langkah antisipasi, kata bupati, ia juga menghimbau kepada pemerintah desa untuk lebih meningkatkan kewaspadaan serta terus meakukan pemantauan warganya yang mudik untuk menjalankan isolasi mandiri, dan jika ada warga pemudik yang bandel, bisa dilakukan  karantina ditempat khusus demi kepentingan masyarakat banyak.

“Dengan adanya warga Pangandaranyang posiitif covid-19 ini, saya berharap masyarakat tidak panik dan tetap jalankan DJCM sebagai langkah antisipasi kita,”tegasnya.

Sementara saat disoal hasil swab tes Almarhumah Saodah, warga Dusun Karanganyar RT 1 RW 3 Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran yang beberapa waktu lalu meninggal dunia di RSUD Banjar pekan lalu, dinyatakan negatif covid-19, dan hasil swab tes ini pun sudah disampaikan kepada keluarga almarhumah serta memberikan bantuan yang diterima langsung suami almarhumah, Marsono.

“Dalam kesempatan ini juga saya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan tradisi ngabuburit dengan kerumunan massa sebelum pandemi virus corona Covid-19 berakhir, “pungkasnya. (PNews)

DI TENGAH PANDEMI COVID-19, WARGA TASIK MASIH LAKUKAN TRADISI NGABUBURIT DI DADAHA

TASIKNEWS-Kendati dalam kondisi physical distancing karena pandemi virus corona, ternyata tidak menyurutkan masyarkat Tasikmalaya untuk tetap ngabuburit di hari pertama puasa ramadhan tahun ini. (24/4)

Di jalan lingkar komplek olahraga Dadaha Kota Tasik, tetap jadi lokasi pavorit warga untuk menunggu adzan maghrib sambil bercengkrama dengan kawan-kawan hingga terkadang situasi di jalan pun macet dengan sejumlah kendaraan yang memadati jalur jalan yang ada di pusat olahraga ini.

Tentu keadaan ini pun menjadi berkah tersendiri bagi beberapa pedagang yang biasa menjajakan makanan di sekitar area komplek Dadaha ini.

Menurut salah seorang remaja, Risma, hampir setiap tahun jika bulan ramadhan tiba dipastikan komplek Dadaha merupakan salah satu tempat pavorit dan menjadi buruan warga untuk tempat acara ngabuburit.

Kata Risma, ia bukan tidak tahu kondisi saat ini dalam pandemi virus corona dengan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah serta melakukan physical distancing, tapi mungkin karena kebiasaan ngabuburit di Dadaha ini sudah berjalan sejak beberapa tahun, sehingga walau sedikit ada rasa cemas, tetap ia lakukan.

“Memang sih ada rasa khawatir, tapi karena ngabuburit di Dadaha sudah menjadi kebiasaan tiap tahun, sehingga seolah lupa pada kondisi sekarang ini, “ungkapnya.(ANWARWALUYO)

LUPUT DARI PERHATIAN, JESKI ANAK 9 TAHUN DI KOTA BANJAR HARUS MERAWAT AYAHNYA YANG SAKIT

BANJARNEWS – Bocah laki-laki usia 9 tahun warga Rt 13 Rw 03 Dusun Rancakole Desa Mulyasari Keamatan Pataruman Kota Banjar, Jeski, tidak seperti layaknya anak  seusianya yang semestinya menikmati belajar dan bermain, karena ia malah harus merawat ayah kandungnya, Herman, yang  sakit.

Dengan menempati rumah sederhana setiap hari Jeski merawat ayahnya seorang diri, karena sudah lama ibunya sudah lama tidak tinggal bersama lagi.

“Sebisa-bisa saya merawat bapa, dan kalau bau ingin makan paling saya hanya bisa memasak mie rebus saja, “terang Jeski, saat PNews menjambanginya. (24/4)

Sudah beberapa waktu ini, kata Jeski, ayahnya tidak bisa kemana-mana hanya terbaring lemas tak berdaya, walau sudah diperiksa dokter.

“Mudah-mudahan bapa bisa segera sembuh agar dapat berjualan lagi seperti sebelum sakit, “ungkapnya pada PNews.

Sementara menurut salah seorang tetangganya, Entin, Herman sehari-harinya biasanya berprofesi sebagai pedagang daging keliling, tapi sekarang sudah lama tidak jualan karena penyakitnya ia hanya bisa terbaring diatas alas seadanya.

Kata Etin, ia merasa prihatin jika melihat keadaan mereka harus hidup berdua antara ayah dan anaknya yang masih kecil, sehingga Entin pun berharap ada tangan-tangan dermawan atau bantuan  pemerintah bisa membantu keluarga Herman.

Di tengah gencarnya upaya untuk memutusa mata rantai pandemi Virus Corona, salah satunya  dengan pendataan warga yang pemudik dan pendataan bantuan sosial pada masyarakat akibat wabah covid-19 ini, Herman terbaring sakit tak berdaya tidur di alas tipis ditemani anaknya yang masih kecil, luput dari perhatian pemerintah. (TITO)

KOLABORASI MILENIAL NU PANGANDARAN GELAR AKSI LAWAN CORONA

PANGANDARANNEWS.COM-Berbagai upaya untuk menebar upaya kebaikan bisa dilakukan siapa saja dengan caranya sendiri, seperti yang dilakukan PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pangandaran, PK PMII dan Korp PMII Putri (KOPRI PMII) STITNU Al Farabi Pangandaran, melalui aksi kerjasama dalam penggalangan masker dengan slogan “satu kader satu masker”.

Dibawah komado Ketua PC IPNU Pangandaran, Maftuh Abdurrohman, ia mengkoordinir sejumlah kader IPNU untuk aksi gerakan Satu Kader Satu Masker itu dengan konsep menggalang urunan dari semua kader untuk menyumbangkan masker yang selanjutkan dibagikan kepada masyarakat.

“Ada empat titik yang menjadi lokasi pembagian. diantaranya di Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Cimerak dan Langkaplancar, “terang Maftuh, usai pelaksanaan pembagian masker di beberapa kecamatan. (21/04)

Menurut Maftuh, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini tentunya masyarakat harus berhati-hati dalam menjaga pola hidup sehat, baik dengan rutin berolahraga, cuci tangan pakai sabun dan tentunya perlindungan kesehatan, dan hal inilah yang menjadi salah satu alasan terselenggaranya kegiatan ini.

Upaya dalam mengatasi pencegahan pandemi covid-19 ini, kata Maftuh, merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat untuk saling menjaga, menolong dan mengantisipasi agar tidak terjadinya penularan, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

Sementara Ketua IPPNU Pangandaran, Ai Mudrikah, menuturkan, ini merupakan sebagian upaya dari kalangan millenial Pangadaran dalam pencegahan dan memutus mata rantai wabah virus Covid-19, sehingga diharpakan dengan kegiatan ini masyarakat sadar betul terhadap anjuran pemerintah untuk bekerja sama dalam mentaati peraturan yang sudah diberlakukan.

“Salahsatunya dengan memakai masker saat masyarakat berada di luar rumah, “ujarnya.

Hal senada dkatakan Ketua Komisariat PMII STITNU Al Farabi, Miftah Farid Ages, menurutnya langkah yang dilakukan pihak STITNU Al Farabi ini menjadi upaya terhadap pencegahan penyebaran covid 19 sejak adanya Intruksi Presiden (inpres) nomer 4 Tahun 2020, yang secara substansi mengahruskan adanya langkah - langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi.

Menyikapi inpres tersebut, imbuh Miftah, STITNU Al Farabi  pun langsung mengambil langkah dengan memulangkan anggota dan kader - kader ke daerahnya masing - masing yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

“Dengan dibekali pemahaman agar kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sekelilingnya untuk senantiasa waspada dan menjaga pola hidup sehat sebagai bentuk ikhtiar mencegah penyebaran wabah covid-19, “ pungkasnya.(NANA HOERUMAN)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN