PEMKAB PANGANDARA AKAN PERSIAPKAN KONTAINER KHUSUS UNTUK RUANG ISOLASI COVID-19

Bupati Pangandaran, H. JEJE WIRADINATA
PANGANDARAN NEWS-Pemerintah Kabupaten Pangandaran, berencana akan membuat ruang isolasi apabila nantinya ada Pasien Dalam Perawatan (PDP) atau ada warga yang posotif virus corona.

Seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kidang Pananjung Desa Pangandaran, hal ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila memang ada warga Pangandaran yang terpapar covid-19.

“Ini dimaksudkan untuk mencegah penularan, maka kami pun dianggap perlu menyiapkan tempat isolasi karena memang jika tidak diisolasi sangat rentan, “ungkapnya.(27/3)

Rencananya, kata Jeje, pihaknya akan membuat tempat isolasi tersebut dengan menggunakan kontainer besar yang didesain khusus serta dilengkapi peralatan medis dan sistim sirkulasi udara yang memadai, dan rencananya akan ditempatkan di belakang bangunan gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Pandega.

Jeje menambahkan, saat ini Pemkab Pangandaran sedang memesan kontainer ini dan diperkirakan selesai dan siap digunakan sekitar tanggal 8 april 2020.

“Disamping dilengkapi peralatan canggih, kontainer isolasi ini juga akan mendapat pengawasan ketat dari petugas medis, “jelasnya.

Kata Jeje, Pemda Pangandaran dipandang perlu menyiapkan segala sesuatunya ini untuk berjaga-jaga termasuk menyiapkan ruangan isolasi.

“Tapi hari ini kita bersyukur karena alhamdulillah hingga saat ini tidak ada warga Pangandaran yang positif covid-19,”ungkapnya lagi. (Pnews)

MASIH DALAM UPAYA CEGAH VIRUS CORONA, HARI INI PEMDA PANGANDARAN SEMPROT ANGKUTAN UMUM

PANGANDARANNEWS-Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona covid 19 melalui moda transportasi darat, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, hari ini menugaskan Dinas Pehubungan dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada bus dan angkutan umum lainnya.

Kegiatan ini menambah upaya pencegahan penyebaran covid-19 setelah sebelumnya Pemkab Pangandaran juga melakukan penyemprotan masal di tempat-tempat strategsi menjadi kerumunan masa.

Penyeprotan sejumlah kendaraan ini dilakukan di depan Desa Kalipucang Kec Kalipucang yang dilaksanakan berbagaiunsur, seperti, Dinas Perhubungan, Koramil Kalipucang, Polsek Kalipucang, Puskesmas, BNPB, dan Pemdes Kalipucang.

Kepala Bidang Lalin di Dinas Perhubungan, Wahyu, membenarkan,  kegiatan pada sejumlah penumpang dan kendaraan ini untuk antisipasi penyebaran virus lewat transportasi umum, dengan waktu pelaksanaannya hapir sepanjang hari, dan rencananya akan dilaksanakan beberapa hari kedepan.

“Selain bus mikro dan patas, kendaraan kecil seperti elf juga kami semprot disinfektan"Kata Wahyu. (27/3).

Tidak hanya penyemprotan disinpektan saja, kata Wahyu, juga melakukan screening suhu tubuh para penumpang,  yang dilaksanakan  petugas medis dari puskesmas. (hms-PNews)

FENOMENA 5 TAHUN SEKALI, SETIAP SORE RATUSAN WARGA PANGANDARAN BERBURU KERANG DI PANTAI

PANGANDARAN NEWS-Di tengah ramainya pemberitaan wabah virus corona, ratusan warga Pangandaran justru berbondong-bondong pergi pantai memburu kerang (sejenis siput) laut yang relatif mudah diambil, dan pemandangan ini berada hampir terlihat di sepanjang pantai barat, tepatnya di blok Bulaklaut desa Pananjung.

Selain kerang atau sejenis siput laut ini tidak bertulang, rasanya sangat gurih apalagi bila dimasak dengan racikan khas sunda.

Menurut salah seorang warga, Agus, ia rutinsetiap menjelang sore hari pergi ke pantai berburu keong ini.

“Keong ini biasanya muncul ke bibir pantai lima tahun sekali, “ungkapnya.(27/3)

Agus mengatakan, sekarang ini hampir tiap sore hingga matahari hampir tenggelam, banyak warga datang ke pantai berburu keong ini, karena kemunculan jenis kerang ini datangnya sangat jarang.

Ia tidak sendiri, tetapi dengan beberapa temannya, hingga terkadang mendapat belasan kilo.

“Setiap hari saya 5 hingga 7 kali peergi ke pantai, “imbuhnya.

Namun, kata Agus, kekuatan kerang jenis ini tidak mampu bertahan lama, hingga  sebaiknya segera direbus dan dimasak.

“ Selain untuk lauk pauk konon diperaya dapat menambah gizi,"ujarnya.(HARIS FIRDAUS)

SEKDA PANGANDARAN AJAK MASYARAKAT LAKSANAKAN SOSIAL DISTANCING

Sekda Kab. Pangandaran, Drs. H. Kusdiana, MM
PANGANDARANNEWS-Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana, MM, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk melakukan upaya cocial distancing, terkait pencegahan dan penanganan penularan virus corona covid 19.

Karena penyebaran virus corona terjadi begitu cepat, ungkap Kusdiana,  untuk memperlambat penyebaranya pemerintah indonesia menganjurkan masyarakat indonesia untuk bekerja, beribadah, belajar, di rumah dan menerapkan cocial distancing.

Sosial distancing ini merupakan tindakan untuk menjauhi kegiatan bersama atau berkerumun dalam keramaian yang membuat satu sama lain bertemu dengan banyak orang.

“Bahkan diusahakan untuk saat ini masyarakat tidak berpergian apabila tidak ada urusan yang sangat penting, setidaknya selama 14 hari sesuai dengan Iamanya inkubasi virus corona, “ungkapnya.

Dikatakan Kusdiana, sosial distancing sangat penting dalam mengurangi penyebaran virus corona, karena saat semua orang bebas berpergian dan berkerumun ini akan menyebabkan penyebaran vurus corona dengan cepat meluas. Karena bisa jadi ada orang yang terinfeksi namun tidak menyadari, maka menjauhkan diri dari keramian (cocial distanching) ini akan sangat membantu untuk mengurangi resiko tertular virus corona.

Lebih jelasnya cara melakukan cocial distanching, Kusdiana menerangkan, jaga jarak minimal satu  meter dengan orang, hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang,  tidak berjabat tangan, berpelukan atau kontak fisik secara langsung saat bertemu dengan orang Iain, hindari keramaian, mini market, pasar atau tempat konsentrasi masa lainnya, hindari traveling atau pelesir ketempat wisata dan terakhir, bekerja, belajar, beribadah dan olahraga cukup dilakukan di rumah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran, saya mengajak kepada seluruh warga untuk melaksanakan cocial distanching ini secara bersama sama karena bukan hanya untuk diri sendiri tapi demi kebaikan orang di sekitar kita, “imbuhnya.

Sosial distancing bukan hal mudah untuk dilalukan,  namun, menurut Kusdiana, ini penting karena menurut bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk mencegah penularan kepada orang lain, melakukan cocial distancing dengan benar bisa mengurangi resiko penularan virus corona.

Kusdiana juga perintahkan agar masyarakat yang baru pulang dari luar negeri atau dari kota yang termasuk zona merah covid-19, segera Iapor ke RT di tempat tinggal masing-masing atau menghubungi call center 119, “tegasnya.

"Kami juga menghimabau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan rumah, selalu cuci tangan dengan sabun, menyemprot lingkungan rumah dengan disinfektan secara mandiri. " pungkasnya. (hms-PNews)


CEGAH PENYEBARAN COVID-19 PEMKAB PANGANDARAN OPTIMALKAN PERAN CAMAT, DANRAMIL, KAPOLSEK, DESA DAN RT

PANGANDARANNEWS-Untuk mendukung dalam usaha pencegahan penyebaran virus corona covid 19 di tingkat bawah, diperlukan peran camat hingga RT perlu dioptimalkan, karena di tataran itu  akan menjadi ujung tombak untuk menyampaikan setiap informasi yang disampaikan Pemerintah Daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pangandaran, Drs H Kusdiana MM, kepada awak media, di aula setda. (26/3)

Dikatakan Kusdianan, sosialisasi penangan pencegahan covid 19 ini harus sampai pada masyarakat, sehingga peran camat sangat penting.

Salah satu tugasnya, kata Kusdiana lagi, camat dengan didampingi forum komunikas kecamatan lainnya melakukan sosialisasi keliling atau wawar menggnakan kendaraan keliling ke desa-desa untuk menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.

“Selain itu, juga melakukan penyemprotan dan mengedukasi Masyarakat tentang pencegahan dan penangan virus hingga ke tingkat RT "kata Kusdiana.

Menurut Kusdianan, informasi ini sangat diperlukan untuk memantau terus keberadaan masyarakat,  termasuk Orang Dalam Pemantauan(ODP). Juga memberikan informasi pada titik kritis, seperti pada warga Pangandaran yang baru pulang dari luar negeri ataupun dari daerah zona merah sehingga semua bisa terpantau dan tertangani dengan baik, dengan mekanisme pelaporan dan pemantauan mulai RT, ke desa , ke kecamatan, puskesmas di bantu Babinkantibmas dan Babinsa lalu selanjutny hasilnya dilaporkan pada satuan gugus tugas melalui di pemda.

"Kami juga sudah berkominaksi dengan forum komunikasi daerah, sehingga kegiatan pemantauan untuk di lapangan akan dibantu oleh Babinkantibmas dan Babinsa, “ucapnya.

Dalam Surat Edaran Bupati Pangandaran nomor 443/1012/SETDA/2020, menurut Kusdiana, tentang peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease-19 (covid-19) di Kabupaten Pangandaran, peran RT, Kades, Puskesmas, Camat, Danramil, Kapolsek, Babinkantibmas, Babinsa sangat jelas dan penting. Dan tugas masing-masing yang tersirat dalam surat edaran tersebut, menyatakan, setiap orang yang datang dari luar negeri dan luar kota wajib melaporkan diri kepada RT setempat. Dan Ketua RT juga wajib mendata orang-orang yang datang dari luar negeri dan luar kota pada masa darurat covid 19 sekarang ini serta menyampaikan laporan tersebut ke desa dan puskesmas setempat.

“Camat, danramil, kapolsek dan puskesmas segera berkoordinasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja masing masing, “pungkasnya. (hms-PNews)

PETUGAS GUGUS TUGAS COVID-19 BANJAR PERIKSA 28 PENUMPANG BUS DARI JAKARTA

BANJAR NEWS- Antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19  Dinas kesehatan Kota Banjar ,Polres , Dan Ramil 0613, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, gencar melaksanakan oprasi dadakan dengan memberhentikan salah satu bus di lokasi Pusdai, Purwaharja Kota Banjar. (26/03).

Menurut petugas dari Dinas kesehatan Kota Banjar, H.Budi, membenarkan adanya pemeriksaan darurat pada salah satu Bus trevel Nomor Polisi H -1422 - HG yang mengangkut sekitar 28 penumpang asal Banjar dari  jakarta.

“28 penumpang 16 orang diantaranya tercatat warga Desa Mulyasari  dan sisanya warga Kujangsari, Bangunharja dan Sukarame, yang semuanya merupakan warga Banjar yang sudah lama mengadu nasib di Jakarta menjadi buruh bangunan, “terang Budi.

Pemeriksaan penumpang tersebut dipimpin langsung Kepala Puskesmas Banjar dibantu 2 dokter lainnya, dokter Sari dan dokter Wiharso.

Dengan  memakai Alat Pelindung Diri (APD) seadanya, berupa jas hujan petugas pemeriksa pun masuk ke dalam bus untuk memeriksa satu persatu suhu tubuh penumpang dengan menggunakan termometer suhu.

Dan dari hasil pemeriksaan, menurut dokter Sari, dinyatakan masihterbilang normal dengan suhu badan antara 36,5 dan 37,7 derajat celsius.

“Artinya mereka masih dalam posisi Orang Dalam Pengawasan (ODP-red), “terangnya.   (TITO)

BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN SURAT EDARAN TERKAIT PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA

PANGANDARANNEWS-Hari ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru terkait pencegahan penyebaran virus corona covid 19 di Kabupaten Pangandaran

Surat Edaran dengan nomor 443/1012/SETDA/2020 tentang peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease-19 (covid-19) di kabupaten pangandaran, tertanggal 26 maret 2020, merupakan dalam rangka mencegah penyebaran corona virus disease-19 (covid-19) di Kabupaten Pangandaran.

Dalam Surat Edaran tersebut, bupati menyampaikan, antara lain, 1. Setiap orang yang datang dari luar negeri dan luar kota wajib melaporkan diri kepada RT setempat dan tidak diperkenankan bepergian kemanapun selama 14 hari.

2. Ketua RT mendata orang - orang yang datang dari luar negeri dan luar kota pada masa darurat covid 18 serta menyampaikan laporan ke desa dan puskesmas setempat

3. Danramil serta kapolsek menugaskan Babinkamtibmas danBabinsa untuk melakukan pengawasan terhadap ODP, sebagaimana diatas.

4. Camat, danramil, kapolsek dan puskesmas berkoordinasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja masing masing, jika sarana dan prasarana terbatas agar mendayagunakan peralatan hand spray yang dimiliki petani

5. Kepala desa mensosialisasikan agar setiap Kepala Keluarga (KK) melaksanakan pencegahan covid 19 melalui penyemprotan lingkungan rumah dengan disinfektan dan cuci tangan dengan hand sanitizer secara mandiri.

6. Aparat pemerintah, TNI dan Polri tidak diperkenankan memberikan izin keramaian yang dapat menyebabkan kerumunan massa seperti,
a). Pertemuan sosial, Budaya, keagamaan, seminar, lokakarya dan kegiatan lainya yang sejenis.
b). Kegiatan konser musik, bazjar, pasar malam, festival, pameran dan resepsi keluarga
c), kegiatan Olahraga, kesenian dan hiburan lainya.
d). Unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainya yang mengakibatkan berkumpulnya massa
e). Kegiatan-kegiatan lainya yang sejenis.

Dasar dari surat ini adalah keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Negara no 13.A tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di indonesia dan keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 443/Kep.189 - Hukham/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat corona virus disease 19( covid 19) di Jawa Barat

“Saya berharap, dengan adanya surat edaran ini masyarakat bisa berperan bersama pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di Kabupaten pangandaran, sehingga menanganani pencegahan pun akan lebih efektip dan baik, “tegas bupati. (hms-PNews)

PEMDES CIKUKULU LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DENGAN CAIRAN RACIKAN

TASIKNEWS-Untuk meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 atau virus Corona, Pemdes Cikukulu Kecamantan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa titik pusat kemaraian, tentu saja penyemprotan ini pun disambut warga dengan antusias.

Diharapkan dengan penyemprotan disinpektan ini mampu pencegahan meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, yang telah menewaskan puluhan orang, sehingga masyarakat pun harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan berupaya melakukan pencegahan.

Menurut Kepala Desa Cikukulu, Aep Triyana, pihaknya berupaya melakukan upaya pencegahan, salahsatunya dengan melakukan penyemprotan di beberapa lokasi yang dianggap rawan penyebaran virus tersebut, terutama di lokasi yang menjadi konsentrasi masa. Dan penyemprotan ini pun tidak hanya di jalan protokol saja, tapi dilakukan juga di beberapa gang sempit dan  menyisir hingga di beberapa lokasi pemukiman warga.

“Ini sebagai langkah edukasi dan ajakan bagi masyarakat untuk melaksanakan hidup bersih dan sehat, karena masyarakat pun bisa melakukan penyemprotan ini “ ucapnya.(27/3)'

Kata Asep, kegiatan penyemprotan ini dilakukan serentak di beberapa titik, dengan diawali dari kantor desa, madrasah, mesjid, sekolah dan tempat atau fasilitas  umum lain yang dianggap rawan penyebaran virus corona.

Asep menjelaskan, formula desinfektan yang digunakan merupakan hasil racikan sendiri sesuai arahan dan pengalaman dari tim kesehatan setempat, dengan menggunakan bahan, diantaranya pemutih pakaian, pembersih kamar mandi dan pembersih lantai serta ditambah air.

“Cara membuat racikan ini, siapkan 1 liter air lalu tambahkan 2 sendok makan pemutih pakaian, 2 sendok makan pembersih kamar mandi dan 4 sendok makan pembersih lantai lalu aduk sampai merata, “terang Asep.

Asep menambahkan, sehari sebelumnya kegiatan penyemprotan,  BPD, LPM, Bhabinsa, Bhabinmas, Perangkat Desa, Bidan Desa dan Ketua PKK, sudah melakukan Sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran covid-19.

“Apa lagi sebentar lagi kita akan memasuki  bulan suci ramadhan, mudah-mudahan saja wabah virus  corona  ini bisa  cepat  hilang, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)


POLRESTA BANJAR SEDIAKAN DISINFEKTAN CHAMBER UNTUK ANGGOTA DAN MASYARAKAT

BANJAR NEWS - Menyikapi semakin cepatnya perkembangan virus Corona di Kota Banjar, markas Kepolisian, Polresta Banjar, menerapkan upaya pencegahan covid-19 di area Mapolresta dengan membuat disinfektan chamber yang di peruntukan bagi anggota Polres Banjar dan masyarakat yang akan memasuki kantor Polres.

Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana,SIK, melalui Humas Polresta Banjar, Bripka Shandi, mengatakan pada media melalui central crisis copid 19, ini dilakukan sebagai upaya pencegahan pendemi corona, dan setiap personil Polres maupun tamu wajib mengikuti prosedur tersebut.

“Disinfektan chamber ini berfungsi untuk penyemprotan disinfektan ke seluruh bagian tubuh dan pakaian personil polres dan masyarakat yang akan berkunjung kesini, “Jelasnya.(26/3)

Selain penyemprotan tubuh, kata Shandi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ke Pores, seperti mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan di pos penjagaan secara antri.

Shandi juga menghimbau, agar masyarakat secara disiplin menerapkan social distancing sebagai upaya pencegahan Covid 19 sesuai yang disampaikan dalam Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor Max/2/lll/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona. (TITO)

DENGAN BERKELILING DUSUN, PEMDES SARIMANGGU SOSIALISASIKAN UPAYA PENCEGAHAN COVID-19

TASIKNEWS- Pemerintahan Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dengan menggunakan mobil desa (mobdes), mobil pick-up  dan sepeda motor yang dikawal mobil patroli Polsek Karangnunggal, hari ini (26/3) melaksanaka sosialisasi keliling (wawar) terkait upaya pencegahan covid-19, dengan mengambil rute dimulai dari Kedusunan Cikukulu-Wargaasih-Cimanggu-Rancasengit- Pojok-Santrijaya- Citapen hingga Kedusunan Cacaban.

Selain diikuti Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana,S.IP beserta staf desa, kegiatan ini juga diikuti Ketua Tp. PKK, Ny. Rita Farida, S.P,-Babinsa, Serma Hermanto, Bhabinmas Bripka Ade Nurhusna S, bidan desa, Hj. Kokom Komalasari, Ketua BPD, Eli Romli, S.Pd.,M.MPd, Ketua MUI Desa Sarimanggu Ustd. Nasihin dan Ketua Katar Desa Sarimanggu, Arif Hidayat serta peserta lainnya.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana,S.IP, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar masyarakat Desa Sarimanggu dapat melaksanakan himbuan pemerintah dan Surat Edaran  Bupati Tasikmalaya No 9 Tahun 2020   tentang peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Corona Virus Disease 19 (Covid -19).

“Kita harus yakin keadaan ini akan segera berakhir, mari kita berdo'a kepada Alloh semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat serta selalu ada dalam lindungan Nya , Aamiin Ya Robbal'Alamin, “ungkap Indra.(26/3)

Indra juga mengucapkan terimakasih kepada pihak polsek dankormil Karangnunggal serta seluruh perakat desa yang sudah bersama-sama  melakukan sosialisasi pencegahan corona dengan berkeliling desa.

Indra menambahkan, pencegahan corona ini tak bisa hanya mengandalkan kinerja pemerintah saja, namun seluruh masyarakat pun harus turut serta dalam memerangi virus corona ini.

"Saya juga berharap dengan sosialisasi ini menjadi salah satu usaha pencegahan agar tidak ada warga  yang terkena Corona,"pungkasnya. (ANWARWALUYO)

KETUA DPRD BERHARAP BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN PERBUP TERKAIT PERGESERAN APBD

PANGANDARAN NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk membuat langkah-langkah strategisterkait  penanggulangan dampak sosial Covid-19, terutama fokus-fokus yang tercantum di dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Reposising Kegiatan, Relokasi Anggaran Serta PBJ Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Asep, ada tiga fokus yang harus dilakukan pemda, diantaranya bidang kesehatan, Social safety net atau bagaiaman kebijakan pemerintah terhadap hibah, bansos dan intensif ekonomi bagi para pelaku UMKM yang tentunya harus tetap berproduksi.

Dan terkait dengan tiga fokus tersebut, imbuh Asep, tentunya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh  Pemkab Pangandaran, diantaranya, data calon penerima, data buruh harian, data petani, data nelayan, data UMKM, data kemiskinan.

“Selain itu juga Pemda Kabupaten Pangandaran pun harus sudah menghitung dan mengkalkulasikannya dengan akurat bahan pokok serta mampu mempertahankan daya beli masyarakat, “,” ungkapnya, disela-sela penyemprotan disinfektan di fasilitas umum di Desa wonoharjo. (26/3).

Asep mengatakan, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang kepada pemerintah daerah agar merombak APBD, maka DPRD Kabupaten Pangandaran pun sangat memahmi dan mendukung apabila Pemkab Pangandaran melakukan pergeseran anggaran sebelum perubahan APBD secara normatif.

Asep juga  meyakini jika Pemda Pangandaran melakukan pergeseran anggaran, itu telah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat dan juga peraturan perundang-undangan, dan ia juga meyakini jika Pemda pun telah melaksanakan langkah-langkah luar biasa di bidang kesehatan.

“Tinggal social net safety dan intensif ekonomi untuk segera dikordinasikan,”imbuhnya.
Asep juga mengatakan, terkait dengan pergeseran APBD, DPRD juga menyarankan agar bupati membuat Peraturan Bupati (perbup) serta melakukan koordinasikan terlebih dahulu dengan KPK dan BPK.

“Agar langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Pangandaran tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang ada,”pungkasnya. (Rb/PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKSANAKAN SE BNPD PERPANJANG STATUS SIAGA VIRUS CORONA

PANGANDARAN NEWS-Berdasarkan Surat Edaran (SE) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tentang memperpanjang status siaga darurat non alam virus Corona (Covid-19) sampai 29 Mei 2020, maka Pemkab Pangandaran pun memberlakukan SE BNPB ini di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, H. Kusdiana, saat memimpin koordinasi percepatan penanganan Covid-19 rapat koordinasi di aula setda.(26/3)

Kusdiana juga mengatakan, status ini juga berlaku pada dunia pendidikan, sehingga masa belajar siswa di rumah juga akan diperpanjang, dan ini dilakukan secara bertahap sama seperti Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Intinya, dalam stuasi dan kondisi saat ini kesadaran masyarakat terkait persoalan ini menjadi sangat penting, “ucapnya.

Kusdiana juga menilai, hingga saat ini masyarakat masih ada yang melalaikan imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini.

Sementara ditemui secara terpisah, Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata, kepada beberapa awak media, menyampaikan, pemda terus melakukan langkah-langkah sistematis serta upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya, kata Jejee, dengan terus mengawasi orang-orang yang datang dari luar negeri atau dari wilayah yang telah terpapar Covid-19.

“Saya akan tegas untuk melarang mereka keluar rumah selama 14 hari sejak kedatangannya, dan ini akan terus diawasi oleh RT, kepala desa, Babinsa dan Babinkabtimas,”kata Jeje lagi.

Upaya lainnya, lanjut Jeje, akan dilakukan penyemprotan disinfektan besar-besaran di masyarakat, dan Pemkab Pangandaran sudah menyiapkan 4000 liter disinfektan. Kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24  sterillization room (ruangan sterilisasi) yang akan ditempatkan di setiap instansi pelayanan masyarakat, seperti kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, disdukcpil, dinas perijinan dan lainnya.

Jeje juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk saat ini tidak melaksanakan yang sipatnya membuat kerumunan masa, seperti hajat, kegiatan agama dan lainnya.

“Untuk mencegah wabah virus corona ini harus didasari dengan kesadaran bersama, sehingga diharapkan ini dapat memutus mata rantai penyebaran, “ungkapnya. (PNews)

50 MESJID DI DUA KECAMATAN MENDAPAT PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DARI KORAMIL PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS- Dalam rangka antisipasi penyebaran virus corono, lebih dari 50 sarana ibadah khususnya mesjid di dua kecamatan, Sidamulih dan Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, mendapat bantuan penyemprotan disinpektan dari Koramil wilayah tersebut.

Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Infantri. Ikeu Masrika, membenarkan, penyemprotan ini untuk mencegah sedini mungkin dan sebisa mungkin penyebaran wabah virus covid 19 di wilayahnya.

"Ini dilakukan ini sebagai rasa tanggungjawab kami terhadap kesehatan masyarakat,"ujarnya.(26/3)

Ike berharap, setiap warga atau jama'ah yang akan melaksanakan ibadah bisa steril dari berbagai kuman dan virus, sehingga ibadah pun bisa nyaman dan aman.

Sementara menurut salah satu pengurus mesjid Al-Furqon di Desa Pananjung, H. Firdaus, enyemprotan disinpektan ini merupakan usaha ini sangat bagus, sehingga mesjid-mesjid pun lebih steril.

“Sehingga jamaah yang akan meaksanakan ibadah di masjid pun merasa aman apalagi dalam keadaan berwudhu, “ujarnya. (HARIS F)

SEJAK MEREBAKNYA COVID-19, PEDAGANG DI KOMPLEK DADAHA TASIK SEPI PEMBELI

TASIK NEWS-Sejak adanya Penyebaran virus Corona di berbagai daerah termasuk Kota Tasikmalaya, ini sangat berdampak bagi pedagang kecil.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang kaki lima yang biasa berjualan minuman ringan di komplek Dadaha, Yayat (37), sudah seminggu ini pelanggan yang sering minum kopi di warungnya sekarang tidak datang lagi, jelas dengan kondisi ini pendapatannya pun turun dratis sampai 50 persen dibandingkan sebelum adanya Virus Corona.

Bukan hanya Yayat, keluhanyang sama dilontarkan pedagang kecil lainnya, dampak wabah covid-19 ini sangat berpengaruh sekali pada usahanya, karena kini sudah tidak banyak lagi masyarakat yang keluar rumah.

Yayat mengatakan, apalagi sebentar lagi mau masuk bulan puasa, tentu ia pun tidak berjuaan di siang hari. Padahal sebelumnya, apalagi pada akhir pekan, komplek olahraga Dadaha selalu jadi tujuan masyarakat untuk melakukan kebugaran.

“Jika banyak pengunjung yang datang ke Dadaha, tentunya dagangan pun bisa laku banyak, “ujarnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN