MUSRENBANG DINAS SOSIAL KOTA TASIK BAHAS PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN

TASIKNEWS-Bertempat di Grand Metro Hotel Jl. Kh. Zenal Mustofa Tasik, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2021. (20/02)

Dalam Musrenbang yang dihadiri Wakil Walikota Drs. Muhammad Yusuf, dengan tema "Peningkatan Sasaran Penerima Bantuan Sosial yang tepat dengan Menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial", dibahas Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan melalui Koordinasi antar Intansi Pemerintah dan Partisipasi seluruh pelaku pembangunan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs.H. Nana Rosadi A.Pt.,M.Si, mengatakan,tujuan musrenbang ini untuk menyelaraskan program dan kegiatan prioritas Pembangunan Daerah sebagai satu kesatuan sistem Perencanaan.

“Dan kegiatan ini dilaksanakan setelah Musrenbang tingkat kelurahan dan di tingkat kecamatan untuk disinkronisasikan pada musrenbang tingkat pemkot, “kata Nana. (ANWARWALUYO)

POLITISI GOLKAR ASEP SAEPULLOH, GELAR ACARA RESES DI DESA KARANG MEKAR

TASIK NEWS-Anggota Dewan Kab.Tasikmalaya dari Fraksi Partai Golkar Dapil V, Asep Saepulloh, ST, M.M, beberapa hari lalu melakukan reses dengan mengunjungi  konsisten, bertempat di SMP Plus Al Afsar Cipertani Desa Karang mekar Kecamatan Karangnunggal. (19/2).

Di depan undangan yang hadir, Asep mengatakan, sudah menjadi kewajiban anggota dewan untuk menemui Konstituennya setiap 3 bulan sekali untuk menjaring aspirasi masyarakat yang kemudian dibawa ke DPRD untuk dibahas.

Semua menyambut baik apa yang disampaikan Asep Saepuloh yang berhaji akan selalu memberikan perhatian pada perkembangan pendidikan umum maupun pesantren, khususnya di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela).

“Kebetulan sekarang saya ada di Komisi 5 yang salah satunya bidangnya terkait pendidikan, “ungkapnya.

Dikatakan Asep, ia akan mendorong sistem pendidikan tematik, karena sistem itu akan memaksimalkan kolaborasi pendidikan umum yang berbasis teknologi IT dan bidang pendidikan Pesantren.

Asep juga berjanji, dengan banyaknya aspirasi yang disampaikan warga seputar masalah pendidikan dan harapannya kedepan untuk tahun Anggaran 2021, ia akan mendorong dengan anggaran dari bantuan provinsi (Banprov)

Hanya, kata Asep, untuk tercapainya cita-cita tersebut ia berharap dukungan dan kerjaama yang baik dari semua pihak, baik sekolah, masyarakat dan para pemangku kebijakan di pemerintahan daerah.

Sementara Kepala Sekolah SMP Plus Al Afsar Cipertani, Wawan Karnawan, S.S, mengatakan, tercapainya kualitas pendidikan tak lepas dari kerjasama dan kekompakan antara pihak Sekolah, orang tua murid dan masyarakat. (ANWARWALUYO-ENDAH)

PREDIKSI TAHUN INI TARGET RETRIBUSI DARI SEKTOR IMB SULIT DICAPAI, INI ALASANNYA

PANGANDARAN NEWS-Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kabupaten Pangandaran dari sektor pajak dan retribusi, tahun 2019 lalu capaiannya masih belum sesuai target, hanya Rp 117 milyar dari target sebesar Rp 144 milyar (81,25 %), dan salah satu penurunan paling drastis dari retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), capaiannya hanya Rp 1,5 milyar (50%) dari target Rp 3 milyar.

Kepala Bidang Perijinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kabupaten Pangandaran, Salimin membenarkan, penurunan tersebut dikarenakan jumlah petugas yang sedikit karena memang biaya operasional yang minim.

"Kami sangat kekurangan petugas karena kami harus menyesuaikan dengan biaya operasional yang ada, "katanya. (21/02)

Dikatakan Salimin, tahun-tahun sebelumnya retribusi IMB bisa mencapai target 100%, bahkan pernah hingga 300%, karena saat itu banyaknya investor yang masuk, sehingga banyak pengusaha yang membangun, antara lain pendirian usaha Java Confeed (usaha peternakan ayam-red) yang secara tidak langsung sangat mendukung tercapainya target.

Salimin menambahkan, tahun  ini ia merasa pesimis bisa mencapai target lagi karena retribusi dari sektor IMB tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp 7 milyar.

Disoal kenapa pesimis, menurutnya, karena tahun ini alasannya selain faktor yang ia katakan di atas juga karena diperkirakan investor yang masuk ke Pangandaran pun berkurang.

“Namun walau pun begitu kami akan bekerja optimal walau pun mungkin hasilnya nanti tidak 100%,  "tandasnya.  (AGE)

PERSOALAN SAMPAH DI OBYEK WISATA PANGANDARAN HARUS JADI PERIORITAS

PANGANDARAN NEWS- Dari tahun ke tahun persoalan sampah masih jadi masalah yang tak kunjung usai. Jika mendengar kata sampah, pasti yang terlintas dalam benak, setumpuk limbah yang menimbulkan pemandangan dan  aroma tak sedap.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan mengajak semua elemen masyarakat sebagai indikator yang paling besar untuk peduli dalam mewujudkan wisata pantai Pangandaran yang bersih dan bebas dari sampah terutama sampah plastik.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran,  Tonton Guntari,  SH, menurutnya, sejak dilantik menjadi orang nomer satu di dinas tersebut ia sangat memprioritaskan kebersihan pantai terutama yang ada di sekitar obyek wisata.

"Sebaiknya wisatawan pun bisa ikut menjaga kebersihan walau masih terbatas tempat sampah, minimalnya tidak dibuang sembarangan", katanya.(21/2)

Ia menambahkan, apalagi sampah di sekitar area wisata lebih didominas berbahan plastik yang membutuhkan puluhan tahun untuk bisa terurai di alam, sehingga akibatnya pantai atau laut pun bisa menjadi rusak termasuk ekosistem di dalamnya serta imbasnya habitat ikan bisa terancam punah.

"Mari kita jaga bersama bumi ini, karena baik laut, pegunungan dan sumber daya alam lainnya merupakan sumber kehidupan bagi umat manusia sehingga jika rusak yang akan merasakan dampaknya pasti kita juga, “ungkapnya. (AGE)

SEJUMLAH WARGA DI DESA KARANGPAWITAN BERHARAP ADA REALISASI PROGRAM RUTILAHU

PANGANDARANNEWS-Sejumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Karagpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, hingga saat ini belum tersentuh program bedah rumah.

Seperti diungkapkan Kepala DesaKarangpawitan, Saryono, ada 151 rumah dari lima dusun, diantaranya di Dusun Patinggen 1 sebanyak 56 rumah, Patinggen 2 sebanyak 63.rumah, Dusun Harja Resik, 6 rumah, Dusun Sindangkerta,17.rumah dan Dusun sindangratu 17 rumah.

“Kami berharap, program bedah rumah yang selama menjadi solusi untuk rutilahu segera bisa direalisasikan di desa kami, “ungkapnya. (20/2)

Sementara menurut Kepala Dusun Patinggen 1, setiap tahun memang selalu datang petugas yang mengambil gambar beberapa rumah warga yang sudah tidak layak huni tersebut.

“Tapi entah kenapa hingga saat ini belum ada realisasinya, “ujarnya. (ISIS KOSWARA)


FORUM SILATURAHMI SUNDA SADUNYA BERKUMPUL BAHAS NILAI-NILAI KEBANGSAAN

TASIKNEWS-para tokoh sunda yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Sunda Sadunya(FSSS), berkumpul serta berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI pasca munculnya kerajaan-kerajaan fiktif seperti Sunda Empire.

Dalam pertemuan yang digelar di objek wisata Batu Mahpar, Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya.(20/2) FSS fokus memberikan pemahaman kepada warga sunda terkait empat pilar kebangsaan tanpa melupakan kebudayaan sunda sebagai warisan leluhur.

Menurut Pembina FSSS, Marsekal Madya (Purn) Dede Nursamsi, dengan munculnya kerajaan-kerajaan fiktif seperti Sunda Empire ini jelas-jelas sudah meresahkan warga.

“Kami berharap dengan forum ini warga sunda akan menyatukan serta memperkuat silaturahmi dan menjadi bagian dari persatuan dan kesatuan Indonesia," Dede.

Dede juga mengklaim, FSSS akan mampu mengangkat seni dan tradisi sunda lebih dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia,  apalagi di Tasikmalaya memiliki kawasan Galunggung sebagai salah satu peninggalan alam jaman kerajaan sunda ratusan tahun lalu.

“Kita juga akan terus berupaya agar warga sunda tetap semakin solid, apalagi saat ada pihak-pihak yang membawa nama sunda ke arah yang tidak baik, seperti Sunda Empire yang sekarang sudah ditangkap aparat hukum,"imbuh Dede.

Hal senada diutarakan Ketua FSSS, Inspektur Jenderal (Purn) Polisi Anton Charliyan, menurut Anton, pihaknya akan berperan aktif dalam menjaga nama baik sunda, dan upayanya ini bukan hanya akan dilakukan di sekitar wilayah sunda saja, tapi hingga ke mancanegara. Sehingga kebudayaan dan nama baik sunda pun akan selalu kokoh dan terjaga dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

"Sekarang kita telah memiliki wadah untuk bersilaturahmi, karena yang hadir di sini sekarang adalah warga sunda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan yang selama ini berdomisili di negara lain," ungkap Anton.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zein, dalam sambutannya menyampaikan, acara silaturahmi ini juga sekaligus merupakan peluncuran geopark Galunggung yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, karena kebetulan lokasi Batu Mahpar sendiri menjadi salah satu bagian dari objek wisata geopark Galunggung.

"Pemerintah daerah juga berharap dengan adanya silaturahmi ini bisa semakin mempersatukan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan kita, " pungkasnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)


GOLKAR KEMBALI CALONKAN ADANG HADARI DALAM PILKADA 2020 KAB. PANGANDARAN

PARIGI - Wakil Bupati Pangandaran,  H.  Adang Hadari akan mengakhiri masa jabatannya sebagai orang no dua di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2021 mendatang, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, pria sebagai orang no dua di Kabupaten Pangandaran, H Adang Hadari yang akrab disapa bapak Kolot ini siap dicalonkan kembali sebagai Wakil Bupati yang ke dua kalinya.

"Secara pribadi saya siap maju di Pilkada Pangandaran 2020 jika semua kader partai Golkar mendorong saya untuk kembali menjadi Calon Wakil Bupati Pangandaran lagi, tapi kendati demikian saya tetap harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku di Partai Golkar" , katanya.(17/2)

Menurutnya, tujuan kembali maju pada Pilkada 2020 menjadi bakal calon Wakil Bupati Pangandaran ini merupakan keinginan untuk mengabdikan diri, selain itu selama empat tahun memimpin pemerintahan kabupaten Pangandaran hingga sekarang dengan Bupati Jeje Wiradinata untuk mengimplementasikan janji politik yang sudah masuk dalam RPJMD tahun 2016-2021.

Dan sebagai manusia, imbuhnya, tentu tidak akan luput dari kekurangan dan masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan, sehingga ia pun berkomitmen dengan H. Jeje Wiradinata akan berusaha menyempurnakannya pada tahap kedua nanti.

Adang mengatakan, dengan kebersamaan, kesepahaman antara bupati dan wakil bupati tentu bisa mewujudkan cita-cita pemekaran, seperti meningkatkan pelayanan publik, mensejahterakan masyarakat dan membangun infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Disoal kenapa tidak maju menjadi calon bupati, Adang mengatakan, jabatan itu bukan hal penting karena ada yang lebih penting lagi, bekerja bersama-sama untuk mengimplementasikan janji-janji politik yang dianggap kurang atau belum tercapai.

"Maka saya bersepakat dengan Pa Jeje harus naik lagi di periode berikutnya, itu pun seandainya masyarakat masih percaya, ”ungkapnya.

Baginya, masalahnya bukan jadi orang no satu atau no dua karena yang terpenting bagaimana bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, menanggulangi kemiskinan dan mengatasi  pengangguran, karena semua itu harus terpenuhi.

"Kami mohon doanya dari seluruh masyarakat Pangandaran, dan jika selama ini saya di anggap bermanfaat untuk masyarakat maka silahkan pilih lagi tapi jika sebaliknya, tidak usah, "pungkasnya . (AGE)

TIM GABUNGAN DINAS SOSIAL DAN SAT POL PP KOTA TASIK JARING SEJUMLAH GEPENG DAN ANJAL

TASIKNEWS-Dalam razia tanggal 19 pebruari 2020 yang dilaksanakan tim gabungan Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya, berhasil menertibkan anak jalanan, gepeng, dan anak funk, diantaranya  8 orang anak funk yang ditertibkan di persimpangan Jati, laki-laki 4 orang dan perempuan 4 orang, gelandangan dan pengemis (gepeng) sebanyak 26 orang, laki-laki 17 orang dan 7 perempuan serta balita 4 Orang.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs. H. Nana Rosadi A.Pt.,M.Si, dalam razia ini pihaknya pun bekerjasama dengan Puskesmas Tamansari untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes HIV/AID, dan dengan BNN untk memeriksa /cek narkoba kepada sejumlah anak funk dan anak jalanan (anjal).

“Untuk anak funk ada pembinaan selama tiga hari di rumah singgah setelah mereka dimandikan dahulu biar lebih segar, dan ada pembinaan rohani, dan diajak jalan-jalan ke Keris Nantung, “kata

Nana yang didampingi Kasi Rehabilitasi, Tuna Sosial dan Napza Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Nining Rukmini. 

Nining menambahkan, mayoritas anak jalanan dan pengamen yang terjaring berasal dari luar daerah, seperti Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. 

Menurutnya, Kota Tasikmalaya mungkin dianggap menjanjikan, bahkan diantara yangterjaring ada yang rela mengontrak rumah dari luar daerah untuk menekuni profesi tersebut.

"Dari 34 itu juga ada empat balita, kasihan juga harus berpanas-panasan dan kehujanan, makanya kami terus dilakukan pembinaan agar mereka tak kembali ke jalan," ujarnya.

Sementara kata Kabid Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar Yogi Subarkah, kedelapan anak funk tersebut langsung dites urine oleh BNN termasuk empat di antaranya pengamen yang mangkal di persimpangan lain.

“Dan dari hasil tes urine kebanyakan mereka mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti saledril, mextril dan sejenis lainnya,"terang Yogi. (ANWARWALUYO-JAJANG)

DIDUGA AKIBAT KONSLETING LISTRIK SEBUAH RUMAH DI DESA PANCAWANGI LUDES TERBAKAR

TASIKNEWS-Diduga akibat konsleting listrik sebuah rumah panggung milik Subki, warga Dusun Sukamanah Rt 08 Rw 02 Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya,  ludes setelah dilalap si jago merah.

Menurut saksi, Mukhlis, kejadian ini terjadi sekitar jam 10:00 WIB (20/2) saat api tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan langsung merembet ke bagian rumah beserta isinya sehingga tidak ada satu pun dari isi rumah yang bisa diselamatkan.

“Diperkirakan kerugian materi mencapai Rp 35 Juta, “terang Mukhlis.

Dikatakan Mukhlis, ada sekitar 6 rumah yang sangat berdekatan dengan lokasi kejadian, tetapi untungnya api tidak sempat merembet karena walau pun tidak ada mobil pemadam kebakaran tapi dengan segala cara  warga di sekitar kejadian membantu untuk segera memadamkan kobaran api.

Walau tidak ada korban jiwa, tapai kata Mukhlis, kejadin ini sudah dilaporkan ke pihak-pihak terkait seperti Pemerinatah Desa, Kapolsek Pancatengah dan ke PLN agar segera mengatasi kejadian ini.

“Kami pun berharap pihak-pihak terkait bisa segera turun langsung ke  lokasi kejadian untuk melihat langsung serta berharap keluarga korban  segera mendapat bantuan. “kata Mukhlis. (ANWARWALUYO)

POLSEK DAN KORAMIL 1215 KARANGNUNGGAL GAET MEDIA DALAM PENGUATAN SINERGITAS DAN KOMUNIKASI

TASIKNEWS-Untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun sinergitas, Kapolsek Karangnunggal mengundang sejumlah awak media Tasikmalaya Selatan (Tasela), bertempat di Mapolsek Karangnunggal.(19/2)

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Daramil 1215 Karngnunggal, Mayor Inf.Kurniadi bersama jajarannya, Kapolsek Karangnunggal, Kompol H. Asep Isha, S.Ip, menyampaikan, acara silahturahmi bersama awak media yang ada di wilayah Kecamatan Karangnunggal dan Tasela ini menjadi upaya pihaknya untuk menguatkan sinergitas dan komunikasi dengan jurnalis baik dari media cetak atau pun online,  untuk peningkatan profesionalitas kerja sekaligus sebagai mitra strategis dalam rangka menguatkan kerja sama dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Karangnunggal.

"Pertemuan ini menjadikan bukti dalam penguatan komitmen bersama sekaligus menjadikan wartawan sebagai mitra strategis dalam ranah kerja dan tugas kepolisian," kata Asep.

Sementara Danramil 1215/Karangnunggal, Mayor Inf. Kurniadi, usai acara menyampaikan terima kasih kepada kapolsek Karangnunggal dan jajarannya yang telah menginisiasi pelaksanaan pertemuan dan silahturahmi bersama seluruh elemen masyarakat termasuk dengan kalangan media yang ada di Karangnunggal dan Tasela.

"Kami memberi apresiasi positif langkah yang dilaksanakan kapolsek ini karena ajang silaturahmi ini dapat menciptakan kondusifitas serta terkait menyebarkan informasi beragam kegiatan baik yang dilaksanakan TNI mau pun Polri, pemerintahan dan masyarakat Karangnunggal,"kata Kurniadi. (ANWARWALUYO)

DPAC PKB DI DAPIL II TASIK GELAR KONSOLIDASI PENATAAN STRUKTUR PARTAI

TASIKNEWS-Dewan Pengurus Anak Cabang ( PAC) PKB se-Dapil II Kabupaten Tasikmalaya, hari ini menggelar konsolidasi penataan Struktur, yang dilaksanakan di rumah makan Dapur Batugulung Desa Merkarwangi Kecamatan Cisayong.(18/2)

Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PKB  H. Ami Fahmi ST, Para Ketua PAC, Ketua Ranting dan tamu undangan lainya.

H. Ami Fahmi ST melalui Asep Hersan, tim asistensinya, kepada awak media menyampaikan, momen ini merupakan konsolidasi struktur partai PKB di Daerah Pemilihan (Dapil) II, sesuai yang diamanatkan Muktamar PKB di Bali beberapa waktu lalu.

Kata Asep, tujuannya untuk penataan dan pembenahan struktur partai yang dilakukan secara menyeluruh, dari mulai pengurus partai di tingkat desa, PAC, DPC sampai ke tingkat pengurus provinsi.

“Dan ini harus selesai dalam kurun waktu satu tahun,  yang berakhir pada tanggal 22 Agustus 2020 nanti," Paparnya.

Masih kata Asep, pelaksanaan rapat konsolidasi penataan struktur partai ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Barat, yang bertujuan untuk mempersiapkan langkah PKB di tahun 2024 nanti.

Asep menambahkan, PKB melaksanakan ini lebih awal, karena ini untuk penguatan struktural partai menuju even pemilu di tahun 2024, yang akan bertugas untuk mengawal dan membantu strukturisasi terbentuknya pengurus DPAC dan Ranting.

Dalam rapat konsolidasi ini, imbuh Asep, bersifat umum di seluruh tingkatan PAC di Jawa Barat, untuk pemenuhan struktur partai dalam ruang kingkup nasional dan dilaksanakan dalam jenjang waktu 1 tahun.

“Saya berharap PKB mampu mengimbangi kemajuan jaman serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, sehingga informasi maupun transformasi dari bawah ke atas maupun sebaliknya lebih optimal dan maksimal, “pungkasnya. (OD)

PADA PILKADA KAB. PANGANDARAN TAHUN INI, KEMANA ARAH POLITIK PKB DAN PAN ?

PANGANDARANNEWS – Menjelang pilkada serentak yang akan digelar bulan september 2020 mendatang membuat suhu politik di Kabupaten Pangandaran terus menghangat, namun hingga saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional ( PAN) sebagai partai di luar koalisi pemerintahan, hingga saat ini nampaknya belum menentukan sikap.

Menurut Ketua DPC PKB Pangandaran, Jalaludin, S. Ag, beralasan partanya tidak mau grasa-grusu untuk membangun sebuah koalisi.

Menurut Jala, PKB akan membuka pendaftaran untuk melakukan penjaringan bakal calon (balon) serta tidak akan terpengaruh dengan sikap sejumlah partai politik yang secara tersirat sudah memperlihatkan arah dukungannya ke salah satu pasangan balon.

“Peta politik di Kabupaten Pangandaran masih cair ada kemungkinan terjadi perubahan yang segnifikan, meski beberapa partai sudah jelas arah sikapnya. “ungkapnya pada PNews, saat ditemui di ruang frkasinya DPRD.

Tapi sayang, menurut Jalal, sampai saat ini belum ada pasangan bakal calon yang siap melawan petahana, tapi ini bukan berarti tidak akan ada lawan karena persoalan pilkada ini tentunya  masih digodog di internal partai untuk menentukan sikap akhir partai, apakah nantinya akan mendukung petahana atau akan membentuk koalisi baru.

“PKB sendiri belum bisa memutuskan wacana membangun koalisi, tapi saya yakin partai-partai lain masih terbuka kemungkinan untuk di ajak bergabung untuk membangun koalisi, "papar Jalaludin.
Dan PKB  jelas harus membangun koalisi, karena dengan jumlah 5 kursi di DPRD belum memenuhi ketentuan persyaratan untuk mendaftarkan pasangan calon, dengan ketentuan 8 kursi.

Sementara ditemui di tempat terpisah, Ketua DPD Partai Amanat Nasional ( PAN) kabupaten Pangandaran, Adang Sudirman, usai rapat kerja dengan semua pengurus partai di salahsatu rumah makan di Kecamatan Langkaplancar, mengatakan, PAN masih belum bisa menentukan sikap politiknya pada pilkada 2020 mendatang.

"Saya dan semua pengurus partai belum bisa menentukan ke arah mana akan dibangun koalisi untuk pilkada 2020,  karena sampai saat masih sebatas silaturahmi dan lobi lobi saja, "katanya singkat. (AGE)

KULINER LAUT JADI PILIHAN JENIS USAHA BUMDES KARANGJALADRI ?

PANGANDARAN NEWS-Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) diproyeksikan muncul menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan, seperti diamanatkan dalam Undang-undang nomer 6 tahun 2014, tentang desa memberikan payung hukum pada Bumdes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Karang jaladri,  Eris Darmawan, menurutnya ia tidak gegabah dalam mendirikan Bumdes karena kegiatan ini menggunakan modal yang tidak sedikit.

Bahwa Bumdes, kata Eris, harus benar-benar direncanakan dengan matang sehingga jangan sampai usaha ini tidak sia sia tanpa menghasilkan keuntungan bahkan bisa lebih parah lagi kalau modal awal pun malah habis.

 “Untuk itu mengapa kami belum mempunyai Bumdes dan saat ini kami hingga saat ini masih merancang jenis usaha apa yang cocok untuk Bumdes, “ujarnya.(17/2)

Eris menambahkan, saat ini pemdes masih bermusyawarah dengan BPD, dan hingga saat dari hasil mayawarah tersebut sudah mulai mengkerucut, pilihan jenis usaha kuliner laut akhirnya yang disepakti karena dianggap paling sesuai dengan karakter serta mata pencaharian warga sebagai nelayan laut.

Selain nantinya bisa menjadi wadah usaha masyarakat, diharapkan keberadaan Bumdes pun akan mampu pendongkrak Penghasilan Asli Desa (PADes), sehingga dalam pelaksanaannya harus benar-benar dilakukan orang orang yang punya kemauan untuk usaha.

“Dan tentunya saya harus bisa menyeleksi siapa saja yang akan duduk menjadi pengurusnya, agar bisa benar-benar fokus sehinggai program BUMDes pun bisa sesuai dengan yang kita harapkan, " tandasnya.  (AGE)

DARI 93 JUMLAH DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN, 30 DESA PENUNGGAK PBB

Kepala BPKD Kabupaten Pangandaran,  Drs. Hendar Suhendar, S, MM, 
PANGANDARAN NEWS–Pada tahun 2019 lalu, penerimaan Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dari 93 jumlah desa masih menyisakan 30 desa yang mempunyai  piutang dan yang dinyatakan lunas 100 % ada 63 desa.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pangandaran,  Drs. Hendar Suhendar, S, MM, usai mengikuti rapat koordinasi pembangunan yang turut dihadiri seluruh kepala desa, di aula setda.(17/2)

“Dari seluruh jumlah piutang yang 30 desa tersebut hampir mencapai Rp 1 miliar, ”jelasnya.

Dan piutan PBB ini ada di yang memang tidak dibayar wajib pajak atau tidak menutup kemungkinan nyangkut di kolektor, sehingga pihaknya pun sekarang sedang menggali informasinya, apakah memang di wajib pajak atau di petugas penagih.

Hendar juga menyebut Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya merupakan yang pembayaran pajaknya paling rendah, hanya mencapai 45 persen.

“Ini yang akan jadi perhatian kami, mengapa capainya begitu rendah,”imbuhnya.

Hendar menambahkan, kini pihaknya sudah berkoordinasi dengan insepektorat untuk melakukan pemeriksaan ke Desa Sindangjaya, sehingga bisa diketahui apakah PBB tersebut “nyangkut” dimana.
Jika memang yangkut di wajib pajak,lanjutnya, tentu akan ditindaklanjuti dengan menangih pokok plus bunga dan denda, tapi jika memang nyangkutnya di kolektor, agar bisa diselesaikan pemerintah desa tapi kalau tidak selesai juga tentunya akan ditindaklanjuti.

“Dan dari hasil pemeriksaan inspektorat memang ada beberapa kolekktor yang sudah dibuatkan berita acara, tapi saya tidak tahu berapa jumlah pastinya hanya memang sudah ada kesanggupan untuk mengembalikanya,”pungkasnya. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN