GAYA MENYAMPAIKAN PROTES KAUM MILENIAL, RAMAI-RAMAI POSTING JALAN RUSAK DI MEDSOS

TASIKNEWS-Banyak cara untuk menyampaikan protes atau kritikan pada pemerintah yang biasa dilakukan anak-anak muda milenial sekarang, salah satunya yang pali sering dijumpai melalui media sosial (medsos).

Kini medsos, khusunya facebook (FB) kerap menjadi media curhatan remaja ini untuk menyampaikan kritikannya, baik dengan tutur kata lembut, unik hingga tak jarang protes remaja ini menggunakan bahasa ekstrim.

Mereka seolah menyampaikan ide-ide secara kreatif, diantaranya dengan berpose konyol sedang memancing di kubangan air tengah jalan dan ada juga yang berpose romantis dan seolah duduk santai di jalan becek penuh lumpur.

Salah satunya yang ditulis pada akun FB Asep, yang mengupload beberapa poto-poto jalan rusak di daerahnya.

Selain mengunggah poto-poto jalan dengan kondisi yang memprihatinkan, Asep warga Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah  Kabupaten Tasikmalaya, dalam tulisan statusnya mengatakan, warga sudah membayar  PBB, tapi kenapa jalan yang ada di tempat tinggalnya masih penuh kubangan lumpur, becek dan berlubang.

“Padahal ini terjadi pada beberapa kali pergantian bupati, “ungkapnya.(12/2)

Asep juga mengkritisi, karena pemerintah terkesan tidak serius menggarap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan di daerahnya, padahal jalan ini menjadi urat jalur transfortasi msyarakat.

“Sengaja saya buat postingan ini agar publik tahu, syukur pejabatnya dari tingkat daerah, provinsi dan pusat bisa melihat ini, sehingga mereka pun mengeluarkan kebijakan yang tepat, buktikan  kalau bener pro rakyat, “ujarnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

BANYAK DIKUNJUNGI PEJABAT PUSAT, KONDISI JALAN DESA MANDALAMEKAR MASIH RUSAK

TASIKNEWS-Nama Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya lama menjadi perbincangan di tingkat nasional, sehingga pamor Mandalamekar pun semakin dikenal publik luas seiring menjulangnya nama Bumdes Pancamandala. Dan kini  Desa Mandalamekar pun banyak dikunjungi para pejabat  penting baik dari provinsi maupun pemerintah pusat.

Seperti belum lama ini, untuk yang kedua kalinya Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kominfo berkunjung ke desa tersebut dalam sebuah acara yang digagas Pancamandala.

Namun ironisnya, kendati sering dikunjungi pejabat pusat,  tapi sampai saat ini jalan kabupaten yang menghubungkan antara Kecamatan Salopa dan Cikatomas, kondisinya masih tetap sama seperti dulu, sangat memprihatinkan.

Kaur Perencanaan Desa Mandalamekar, Roni Jatnika, membenarkan, jalan tersebut sangat vital keberadaannya, disamping berfungsi untuk menghubungkan komunikasi dan koordinasi antar desa juga  menjadi jalur perekonomian warga.

"Apalagi saat musim hujan sekarang, selain rusak karena banyak aspal yang mengelupas membuat  jalan licin karena bercampur tanah merah, terutama di daerah Cilingga," ujarnya.(12/2)

Roni mengatakan, salah satu penyebab kerusakan jalan di daerahnya tersebut karena tidak adanya drainase dan volume muatan kendaraan yang melintasi jalan itu melebihi tonase.

"Jalan ini merupakan jalan pertanian dimana banyak truk pengangkut kayu yang membawa muatan kadang melebihi tonase dan tidak adanya drainase", ungkapnya di desa beberapa waktu lalu.

Saatdihubungi lewat telepon celullernya, Sekretaris des Mandalamekar, Priat Sukmana, juga membenarkan, infrastruktur jalan yang rusak sepanjang 3 iilo meter, dimulai dari perbatasan Desa Kersagalih.

“Padahal setiap tahunnya perbaikan jalan itu masuk ke Musrenbang, “ujar Priat.

Tahun 2000 lalu, kata Priat, jalan itu pernah dihotmiks sepanjang 1 km mulai dari batas Desa Kersagalih sampai ke cilingga, tapi kini kondisinya sudah rusak dan sangat memprihatinkan karena hanya menyisakan sisa aspal yang sudah terkelupas. Padahal setiap ada kunjungan pejabat ke Desa Mandalamekar, sebelumnya jalan tersebut selalu menjadi bahasan di desa an dari dahulu saat kunjungan pejabat ke Desa Mandalamekar sarana infrastruktur jalan yang rusak sering diselipkan dalam setiap pidato kepala desa.

“Dan saat Kemendes PDTT beberapa waktu lalu kesini, Pa menteri juga melalui jalan itu, “kata Priat. (RUSDIANTO)

PEMKAB PANGANDARAN SEGERA TERTIBKAN TEMPAT HIBURAN TAK BERIJIN

PANGANDARANNEWS-Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kembali akan menertibkan tempat-temat hiburan yang hingga saat ini belum memiliki ijin.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas  Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Wawan Irawan, S.Sos, saat ditemui di ruang kerjanya.(13/2)

Menurut Wawan, ini dalam rangka menindaklanjuti Peraruran Daerah (Perda) Kabupaten Pangandaran Nomor l4 Tahun 2015, pasal 40 ayat l bahwa, Setiap perusahaan yang menyelenggarakan usaha pariwisata wajib memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diterbitkan oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2012 Tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata.

“Kami aka segera mendata mana saja usaha-usaha hiburan tersebut yang belum mengantongi ijin, “ungkapnya.

Dan apabila usaha di bidang pariwisata termasuk hiburan tersebut tidak segera membuat Tanda Dahar Usaha Pariwisata (TDUP) dan melakukan Seniflkasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata, kata Wawan, pihaknya pun akan meterapkan sanksi adminitrasi, seperti teguran tertulis. pembatasan kegiatan hingga pembekuan sememara kegiatan usaha, sebelum dokumen-dokuemn perijinannya dilengkapi.

Diakui Wawan, maraknya lokasi hiburan di beberapa tempat dan hotel ditenggerai hingga saat ini masih banyak yang belum dilengkapi ijin.

“Penertiban ini kami akan segera lakukan dengan melakukan pendataan dulu, mana usaha yang sudah punya ijin dan mana yang belum”ucapnya.(PNews)


DALAM FGD, PANGANDARAN HEBAT JADI PENILAIAN TAHAPAN PPD TINGKAT PROVINSI TAHUN 2020

PANGANDARANNEWS-Dari empat kebijakan skala peroritas yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Pembangunan Infrastruktur, Kesehatan, pendidikan dan Pentaan pantai, di bidang pendidikan melalui program Pangandaran Hebat (Pahe) menjadi bahan pembahasan di  Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penilaian Tahap Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2020, yang digelar di Hotel Horison Pangandaran.(12/2)

Salah seorang dari tim penilai indefenden, Guru Besar Ilmu Hukum Tata Pemerintahan pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, SH., M.Hum, mengatakan, penilaian dari sisi akademisi ada  asfek, diantaranya capaian pembangunan, kualitas dokumen, proses penyrusunan RKPD dan inovasi.

Menurut Nandang, pihaknya bersamapa Tim Penilaian Utama (TPU) dariBappeda Provinsi Jawa Barat sudah melakukan penilaian ini di 27 kabupaten-kota, dan hingga hari sudah mengkrucut menjadi 4 kabupaten dan 4 kota, “jelasnya.

“Jadi Kabupaten Pangandaran bernsama Kabupaten Karawang, Garut dan Purwakrata sudah pada posisi  besar, “jelas Nandang.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk katagori penilain sendiri dari sisi dokumen bobotnya 45 % dan 55 % merupakan hasil penilaian di lapangan yang akan menilai dari sisi proses, seperti proses teknokratik ,inovatif, politik, top down dan bottom up.

Dan terkait progrm Pangandaran Hebat (Pahe) yang menjadi bahan penilaian, sebagai orang luar, kata Nandang, konsep tentang pahe, tentu baik sekali terutama dari segi asas manfaat. Karena Pahe merupakan bentuk satu inovasi sebenarnya dalam rangka menyelesaikan masalah, maka kemudian disebut problem solvy, memecahkan masalah. Itu tidak harus dari top leader saja,  bisa dari masyarakat atau siapa pun,  dan itu namanya creatif thinking dan setelah itu ini tidak akan jadi inovasi kalau tdk ada decicion making. Dan ternyata Pahe bisa menjadi pemecah masalah, seperti sekarang banyak yang tidak bisa sekolah karena tidak bisa bayar biaya pendidikan, dan ini dihandel oleh pemerintah, intinya ada satu decicion making.

“Dab saya meliht Pahe ini itu memenuhi tiga2nya itu,  ada problem solving, creatif thinking dan decicion making, “jelas Nandang.

Sementara menurut salah seorang TPU dri Bappeda Jabar, Rian, untuk tahapan penilaian secara proses ada 2 tahapan utama, pertama penilain dokumen dengan bobot penilaian 45 % dan penilian ke lapangan 55 %. Dan di tahap penilaian dokumen itu telah dilakukan hingga pada akhirnya menghasilkan 8 nominasi, 4 kabupaten dan 4 kota.

Dan hari ini, kata Rian, masuk dalam tahap dua, perifikasi dan penilaian lapangan di 4 nominator kabupaten dan kota.

“Yang sekarang dilakukan di Kabupaten Pangandaran, sama dilakukan jug di 3 kabupaten nomintor lainnya, “jelas Rian.

Dan untuk selanjutnya, imbuh Rian, hasil dari seluruh penilaian baik yang dilakukan TPU atau pun Tim indefenden nantinya akan dibawa ke rapat pleno untuk mnghasilkan 3 besar kabupaten dan kota, tentunya dengan tereliminasinya 1 kabupaten dan 1 kota.

“Dan yang pada 3 besar ini akan diberikan penghargaan oleh gubernur pada saat murenbang provinsi, dan salah satu terbaik pertama akan dibawa ke tingkat nasional, “jelasnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran, H. Agus Satriadi, S.Pt, Mp, juga menyampaikan beberapa ulasan terkait Program Pahe yang sudah digulirkan  Pemkab Pangandaran sejak beberapa tahun ke belakang.

Bukan hanya darinya, Agus juga  meminta komentar dari masing-masing undangan yang hadir dalam diskusi ini, diantaranya dari pihak sekolah sebagai ujung tombak penyaluran Pahe, masyarakat yang diwakili komite sekolah, DPRD, Dinas Pendidikan, camat, kepala desa, MUI, media dan peserta diskusi lainnya.(PNews)


HARI INI 87 CALON KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI TES AKADEMIK

PANGANDARANNEWS-Hari ini, bertempat di hotel Sandaan, 87 guru mengikuti tes akademik untuk menjadi kepala sekolah, sesuai Peraturan Mentei Pendidikan dan Kebudayaan nomer 6 tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, bahwa semua kepala sekolah harus memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah) yang terdapat pada sertifikat surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah.

Seperti dikatakan ketua panitia selekasi, Kepala Bidang Tenaga Kerja Pendidikan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, DR. R. Iyus Surya Drajat, S.Pd., M.Pd, berdasarkan peraturan tersebut  untuk mendapatkan NUKS tersebut, seorang calon kepala sekolah akan melalui beberapa tahapan seleksi, seperti tahap administrasi dan tahap akademik yang diselenggarakan di tingkat kabupaten.

“Dan selanjutnya nanti masuk pada tahap test substansi dan tahap pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh LPPKS dan LPD, “ungkap Iyus.(13/2)

Iyus mengatakan, seleksi administrasi sendiri ini sudah dilakukan sejak tanggal 4 februari 2020, dan  dari jumlah pendaftar sebanyak 88 orang, yang memenuhi persyaratan sebanyak 87 orang, terdiri dari calon kepala sekolah  SMP 15 orang dan 72 orang calon kepala SD.

Dan yang dilaksanakan hari ini, kata Iyus, 87 orang calon kepala sekolah ini yang menjadi peserta seleksi akademik di tingkat kabupaten.

“Dalam seleksi akademik lnl diharapkan seluruh peserta bisa mendapat pengalaman untuk mempersiapkan rangkaian test berikutnya, antara lain test substansi dan diklat yang diselenggarakan LPPKS dan LPD, “imbuh Iyus. (PNews)

RUDAT, SENI BUHUN PENINGGALAN JAMAN DULU KINI HAMPIR PUNAH

Para Pemain Rudat; Maman, Acim, Mahmud, Empud dan Udin
TASIKNEWS- Warga yang bermukim di sekitar Situ Sanghyang yang berlokasi di dua desa, Desa Cilolohan dan Cibalanarik Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, pastinya mengenal seni Sunda buhun Rudat yang dulu sering ditampilkan pada acara ritual Ngalokat Cai Situ Sanghyang setiap tahun dan seni ini di era tahun 82-an pernah mengalami masa kejayaan hingga pernh diundang di Gedung Sate Bandung.

Jidor dan Terbang trebes yang merupakan alat seni pukul, terbuat dari kulit itu merupakan alat bunyi terpenting dalam menyemarakan seni rudat. Sedangkan jidor, berupa kendang kecil serta Terbang serupa dengan alat seni pukul, irama qasidah.

Menurut salah seorang pelaku seni Rudat, Acim (77), seni Rudat ini dulunya dipakai untuk sarana berdakwah dan pemainnya pun dulunya biasa dimainkan sekitar 20 pemain yang terdiri dari para orang tua, baik wanita mau pun laki-laki.

“Tapi tim inti Rudat sebenarnya ada 4-5 orang saja, mereka harus bisa menguasai nepak (cara memukul-red) dalam memainkan alat musik jidor dan terbang,” ujarnya. (11/2)

Seni rudat sendiri, ujar Acim, bisa dikolaborasikan dengan kesenian sunda lainnya, seperti terbang gubrug, lais dan debus, karena Rudat sendiri diartikan dari kata rudet (pusing).

Masih kata Acim, dalam pengalamannya mendalami seni rudat, jika salah seorang penabuh jidor atau terbang berhalangan hadir maka semuanya tidak akan berjalan, pasalnya penabuh jidor atau terbang merupakan instrumen yang penting bagi kelancaran pementasan.

“Saya sangat sedih karena sekarang generasi muda kurang berminat mendalami seni rudat, “ungkapnya.

Dan sekarang jika ada yang mengundang untuk mentas, lanjutnya, ia pun mengambil anak didiknya yang selama ini ia latih. Tapi sayang anak-anak asuhannya bisa bersemangat berlatih jika melihat ada yang memberi bayaran.

Rekan Acim, Maman (66) menambahkan, lagu yang dibawakan dalam seni rudat semuanya bernafaskan Islam, seperti shalawatan yang diiringi seni pencak silat dengan jurus-jurus khusus. 
Memainkan seni rudat dan lagu yang disenandungkan, menurut Maman, harus tepat dan selaras dengan gerakan tarian yang dimainkan.

“Saat ini para pemain seni rudat yang tersisa tinggal 5 orang, diantaranya saya, Acim, Mahmud, Empud dan Udin. “jelas Maman.

Maman juga menyesalkan, karena pada acara ngalokat Situ Sanghyang tahun ini, tidak ada undangan untuk menampilkan seni Rudat. (RUSDIANTO)

BUPATI PANGANDARAN KUKUHKAN 150 SATGAS JAGA LEUWEUNG Jeje Wiradinata :”Ini Bukti Keseriusan Pemda Dalam Menjaga Kesimbangan Hutan”

PANGANDARANNEWS-Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 5 hari (7-11 pebruari 2020) sebanyak 150 personil Satuan Tugas (Satgas) Jaga Leuweung hari ini dikukuhkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di Dusun Banjarsari Desa Selasari Kecamatan Parigi.(11/2)

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, anggota DPRD, beberapa kepala OPD, Camat Langkaplancar dan Parigi, Daramil dan Kapolsek Pangandaran, Adm Perhutani Ciamis, tamu undangan dan masyarakat.

Dalam sambtannya, bupati menegaskan pentingnya keberadaan satgas ini untuk mengantisipasi para perusak hutan yang selama ini memang sudah terorganisir.

“Dan tentunya untuk itu kita juga harus bisa mengantisipasinya secara terorganisir juga, “kata bupati.

Walau pun kewenangan hutan produksi ada di Perum Perhutan dan hutan lainnya adadi pemerintah provinsi, menurut bupati, tapi ini bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan alam dengan tetap melestarikan hutan yang berfungsi untuk cadangan oksigen dan sumber mata air.

Bupati merasa prihatin, hingga saat ini hutan lindung yang masih ada di Pangandaran tiggal menyisakan 16 % dari luas hutan keseluruhan.

“Bayangkan, hanya 16 ribu hektar saja hutan lindung yang masih tersisa, “kata bupati.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga berkesempatan memberikan 4 unit speda motor trail yang nantinya akan digunakan untuk oprasional Jaga Leuweung dalam tugasnya mengamnkan hutan.

Sementara beberapa warga saat diminta komentarnya terkait keberadaan Jaga Leuweung, menurut Komarudin (59) seorang Ketua RT di Dusun Banjarsari Desa Selasari, sangat mendukung di wilayahnya kini ada satga Jaga Leuweung.

Kata Komarudin, masyarakat  sebenarnya mengetahui adanya penebangan liar yang dilakukan beberapa oknum perambah hutan, tapi menurutnya ia tidak bisa berbuat banyak karena memang tidak mempunyai keberanian untuk melarangnya.

“Yang saya tahu, kebanyakan pelakunya bukan warga sini, “terangnya.

Hal senada dikatakan Tarsan (65) warga Pasir Dudan yang merupakan daerah perbatasan pemukiman dengan kawasan hutan, dengan adanya Satgas Jaga Leuweung, ketika suatu saat  menjumpai ada penebangan kayu liar,  menurutnya, ia pun akan langsung melaporkan kejadian itu pada satgas.

“Kalau saya sendiri yang melarang kan takut terjadi apa-apa pad saya, “ungkapnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN AWALI SAFARI BUDAYA DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengawali safari budaya Pangandaran yang dilaksanakan di Kecamatan Mangunjaya, lokasi pertama kegiatan ini.(10/2)

Dengan didampingi Sekretaris Daerah, Kusdiana, anggota DPRD Pangandaran, beberapa kepala SKPD, Camat Mangunjaya, para kepala desa se-Kecamatan Mangunjaya dan undangan lainnya, bupati menyaksikan pagelaran budaya dengan mengusung tema Ngariksa Jagat Nguriling Nagri ka Tepis Wiring, yang digelar di Lapang Desa Mangunjaya, depan SMAN Mangunjaya.

Beberapa kesenian daerah, seperti Wayang Kulit, Pencak Silat, Ibing Jaipong Kreasi, Wayang Golek Dagelan, Kuda Lumping, Kolaborasi Musik Etnik, Rampak Kendang, Kacapi Jenaka, Ronggeng Amen dan beberapa hiburan seni budaya lainnya yang dikemas apik berhasil menjadi sebuah pertunjukan yang enak ditonton.

Dalam sambutannya bupati sangat mengapresiasi kegiatan  safari budaya Pangandaran yang dilaksanakan tahun ini, karena dengan kegiatan ini tentunya bisa mempererat hubungan antara seniman, pemerhati budaya dan pemerintah. Karena seni budaya ini seyogianya harus diposisikan menjadi warisan para leluhur yang harus tetap ada lestari.

“Tak kalah penting juga jika seni budaya ini ke depannya bisa disuguhkan pada wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sehingga wisatawan pun akan  berkesan saat berwisata ke Pangandaran, “ungkapnya.

Terkait dengan tema Ngariksa Jagat Nguriling Nagri ka Tepis Wiring, kata bupati, ini berkaitan menuju menuju Pangandaran Hebat.

“Saya menghimbau kepada warga masyarakat yang hadir, harus bisa melestarikan seni budaya bahkan bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang, “imbuhnya.

Dikatakan bupati, dengan safari budaya yang akan digelar di tiap-tip kecamatan ini juga membuktikan keseriusan pemerintah untuk memperhatikan para pelaku budaya yang ada di tiap-tiap daerah, sehingga para seniman ini nantinya akan mempunyai ruang untuk berinovasi serta mampu mengembankan kreasi-kreasi berkeseniaannya.

Masih di tempatyang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful R, S.Sos, mengatakan, ini merupakan upaya untuk mendongkrak potensi budaya lokal
untuk meningkatkan sektor parawisata.

Dan dipilihnya Kecamatan Mangunjaya menjadi yang pertama safari budaya ini, lanjut Untung, karena Mangunjaya merupakan wilayah paling ujung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis dan Cilacap Jawa Tengah.

“Dan nantinya kegiatan serupa akan dilaksanakan bergantian di kecamatan lainnya, “ucapnya. (TONI).

SEBUAH BENTUK APRESIASI, SEORANG PENGUSAHA KULINER HIBAHKAN SEBIDANG TANAH UNTUK KARANG TARUNA SALOPA

TASIKNEWS- Sebagai bentuk apresiasi pada Karangtaruna Desa Salopa Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya, seorang pengusaha kuliner, pemilik Rumah Makan Danau Lemona, H.Cuncun Eris Budiana, memberikan sebidang tanah yang terletak di Rt 05/Rw 04 Kp Cikembang 1 Desa Karyamandala untuk dipergunan lokasi pembangunan kantor sekretariat.

Kepada PNews, Ketua Karangtaruna Salopa,  Ervin Pelani, SKep. setelah mempunyai lahan saat ini pihaknya secara bertahap mulai melaksanakan pekerjaan pembangunan kantor sekretariat, yang anggaran diperoleh murni dari hasil urunan para pengurus dan anggota.

“Sekarang pengerjaannya baru tahap awal pembangunan pondasi.”terang Ervin. (10/2)

Ditambahkan Ervin, Karangtaruna juga merencanakan program pemberdayakan perekonomian warga dengan menyewakan lahan kosong didepan kantor sekretariat,  yang direncanakan di lahan kosong tersebut nantinya akan dibangun kios-kios, sehingga hasil dari sewa lahan dan kios tersebut menjadi penghasilan permanen untuk dimasukan ke kas karang taruna.

Menurut Ervin, Karang taruna ingin memberikan berkontribusi nyata serta membuktikan, inilah hasil karya karang taruna Kecamatan Salopa yang tentunya bisa dijadikan spirit bagi generasi kawula muda.

“Atas nama seluruh pengurus dan anggota, saya mengucapkan terimakasih pemilik rumah makan  Danau Lemona atas dukungannya untuk kemajuan Karangtaruna Kecamatan Salopa. “imbuh Ervin.(RUSDIANTO-JAJANG)

ANDRIAWAN:”PSSI INGIN PUNYA TIM ANDALAN KEBANGGAAN MASYARAKAT PANGANDARAN" ”

Sekretaris PSSI Kab. Pangandaran, Andriawan
PANGANDARANNEWS-Pasca diselenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) PSSI Kabupaten Pangandaran bulan januari 2019 di Hotel Pantai Indah Timur, menurut Sekretaris PSSI Pangandaran, Andriawan saat ditemui usai mengikuti muscab, hal pertama yang akan dilakukan organisasi, antara lain, akan melakukan pendataan seluruh tim-tim sepakbola yang ada di daerah.

Selain pendataan, kata Andriawan yang lebih akrab disapa Andrew, PSSI Pangandaran juga akab membuka pelatihan atau kursus wasit dan pelatih dengan mendatang ahli dari pengurus provinsi.

“Selanjutnya kami juga aka menghidukan kembali kompetisi untuk semua kelompok umur dan sepakbola wanita, “ucap Andrawan.(26/1)

Andriawan mengatakan, hingga saat ini tercatat ada sekitar 50 tim yang ada di tiap-tiap daerah se-Kabupaten Pangandaran.

Andriawan mengakui, selama ini persepakbolaan di Pangandaran terkesan mati suri karena kurangnya even-even pertandingan sepakbola dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, sehingga ini harus menjadi perhatian bersama, khusunya yang ada dlam kepengurusan PSSI.

“Karena dengan menghidukan lagi turnamen, diharapkan bisa melahirkan bibit-bibit atlit sepakbola yang akan menjadi duta sepakbola Pangandaran, “imbuhnya.

Disinggung  keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB), menurutnya, ini sangat membantu sekali karena tidak sedikit dari SSB mampu mencetak atlit-atlit sepakbola yang berkualitas dan masuk ke klub-klub yang ada di Pangandaran. Dan hingga saat ini, b.aik yang masih aktif dengan yang tidak, tercatat ada sekitar 30 SSB.

“Ke depan, rencana PSSI ingin mempunyai satu tim kebangaan yang pemainnya berasal dari tiap-tiap klub sepakbola yang ada di seluruh Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)

MIRIS, BANGUNAN TK SEJATERA CIBONGAS KONDISINYA SANGAT MEMPRIHATINKAN

TASIKNEWS-Miris, melihat kondisi  bangunan tempat anak-anak TK (Taman Kanak-kanak) Sejahtera yang ada di Kampung  Cibongas Rt/Rw :02/01 Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar jauh dari layak bagaimana lajimnya tempat untuk mencari ilmu.
Sejak berdiri di tahun 1980 hingga sekarang,TK tersebut belum pernah mempunyai tempat yang layak untuk sarana pendidikan.

Seperti dituturkan salah seorang pengajar di TK Sejahtera, Ida Kardati, pada awalnya ruangan untuk belajar menempel dengan ruang perpustakaan SDN Pancatengah, dan hingga saat ini pun belum memunyai bangunan sendiri karena saat ini untuk sementara masih menempati rumah dinas SDN dengan kondisi bangunannya yang hampir roboh.

“Sekarang kondisi bangunan sudah tidak layak huni, karena kayu-kayunya pun sudah lapuk dimakan usia, “terang Ida.(10/2)

Menurutnya, setiap kali mengajar selalu dibayangi rasa was- was karena khawatir jika seaktu-waktu  terjadi kecelakaan terhadap murid dan tenaga pengajar akibat lapuknya material bangunan.

Ida berharap, pemerintah bisa segera turun tangan untuk merenovasinya, karena selama ini terpaksa  anak-anak ini harus belajar di luar ruangan dengan beralaskan tikar.

“Ini masalah dunia pendidikan masalah kita bersama, dan kondisi sekolah kami bisa menjadi perhatian  para pemangku kebijakan, “ungkap Ida lagi.(ANWARWALUYO-ENDAH)

JEMBATAN PENGHUBUNG BOJONSALAWE DAN NUSAWIRU AKAN DIBANGUN TAHUN 2022 ?

PANGANDARANNEWS-Rencana untuk menyambungkan kawasan pantai Bojongsalawe di Kecamatan Parigi ke Nusawiru dan Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang, kini mulai diwacanakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.  Pembangunan jembatan yang diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp 150 milyar tersebut perencanaannya mulai digodog dan dimatangkan.

Seperti dikatakan Bupati Pangandran, H. Jeje Wiradinata, saat melihat rencana lokasi titik  pembangunan di Pantai Bojongsalawe, ini berawal dari obsesinya untuk menyambungkan jalan pesisir mulai dari pantai Pangandaran hingga ke Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak, dan pembangunan jalan dan jembatan dari Pamugaran ke Karangtirta direncanakan pengerjaannya tahun ini akan selesai, begitu juga jalan dan jembatan dari Pantai Batukaras ke Madasari sudah selesai tahun kemarin.

Dan sekarang, kata Jeje, tinggal mencari alternatif lain rencana untuk membangun jembatan yang akan menghubungkan Bojongsalawe ke Batukaras. Tapi jika semua itu bisa dilakukan, tentu akan luar biasa karena keramaian seluruh destinasi wisata pantai pun ada dalam satu akses.

“Mudah-mudahan mimpi ini bisa jadi kenyataan paling lambat di tahun 2022, “kata Jeje.(10/2)

Untuk pembangunan jembatan ini ada tiga pilihan, bupati menyebutkan, antara lain  yang berjarak 300 meter, 600 dan 700 meter. Dan jika memilih kemudahan serta anggaran tentunya lebih mudah jika jembatan tersebut dibangun sepanjang 300 meter saja.

Tapi persoalannya, lanjut Jeje, jika dibangun yang 300 meter, itu tembusnya ke bandara Nusawiru yang tentunya bisa ada persoalan lain karena nantinya akan masuk ke kawasan otoritas bandara.

“Jadi kemungkinan kita pilih yang 700 meter saja, karena jalur ini bisa langsung tersambung ke
Batukaras melalui jembatan Sodongkopo yang tahun ini kita bangun untuk sementara jembatan bely dulu, “terang bupati.

Disoal dari mana sumber anggarannya, Jeje mengatakan, itu ada pada bagian teknis, karena tugas bupati justru kemana bisa mendapatkan anggaran sebesar itu, apakah ke pemprov atau ke pusat.
Bupati menambahkan, dulu pun saat kampanye, ketika seson debat pemaparan perencanaan, akan  membangun ini, itu dan seterusnya.

“Tapi ketika saya pulang ke rumah lalu saya berpikir, kalau saya jadi bupati dari mana ya mendapatkan uang untuk rencana pembangunan yang semua saya janjikan itu, “terangnya.

Bupati mengatakan, kuncinya adalah keseriusan, dan hasilnya bisa dibuktikan bagaimana sekarang respon pemerintah provisi atau pun pusat selalu memperhatikan capaian-capaian pembangunan yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah.

“Sekarang kita bersukur bisa mempunyai RSUD, Puskesmas megah, infrastruktur jalan yang bagus, dan semua ini berkat keseriusan kita semua, pemerintah dan rakyatnya. “pungkasnya. (PNews)

TINGKATKAN TALI SILATURAHMI, SMA NEGERI 1 CIKATOMAS ANGKATAN 1988 GELAR REUNI

TASIKNEWS-Mengenang masa-masa dulu waktu masih di SMA memang sangat menyenangkan, begitu juga dengan yang dialami para alumni SMAN 1 cikatomas angkatan tahun 1988, dengan diprakarsai beberapa orang yang berinisiatif untuk mengadakan acara pertemuan kembali (reuni) agar bisa bertemu dan bercanda dengan teman-teman sewaktu masih duduk di sekolah dulu, akhirnya reuni pun digelar bertempat di Curug Panetean Kecamatan Pancatengah.(9/2)

Menurut ketua penyelenggara, Sutiaman Sutoyo atau yang akrab dipanggil Wa Cameuh, selain untuk mempererat tali silaturahmi diantara lulusan tahun 1988, juga untuk bernostalgia (flasback) ke masa-masa dimana susah dan senang selalu bersama.

Sutiaman mengatakan, sete;ah sekian lama tidak  pernah ketemu, dan kalau pun bertemu itu hanya dihadiri beberapa orang saja, sedang dalam acara kali ini seluruh teman-teman bisa bertemu satu sama lainnya walau dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda.

“Ada yang menjadi Polisi, petani, Guru, Wartawan, Pengusaha, kepala deda, satpam bahkan ada yang masih menggangur alias tidak punya pekerjaan tetap, “terangnya.

Dalam acara reuni ini, panitia sengaja mewajibkan seluruh peserta reuni diwajibkan membawa pasangannya masing-masing, anak bahkan ada juga yang membawa cucu, sehingga benar-benar dirasakan tidak ada jarak satu dengan lainnya, semua  seperti keluarga walaupun berbeda beda propesi sehingga keakraban waktu dulu pu hingga saat ini masih terjaga dengan baik.

“Kami bersyukur, karena pangkat, jabatan serta profesi lainnya tidak membuat jarak diantara kami, tapi dengan perbedaan ini kami justru semakin akrab penuh persaudaraan, malah diantara kami ternyata ada yang besanan, “ pungkas Wa Ameuh. (ANWARWALUYO)

SEKDA KABUPATEN TASIKMALAYA HADIRI HPN TAHUN 2020 DI SMAN 1 SINGAPARNA

TASIKNEWS-Pers merupakan bagian penting dalam kehidupan, dan kewajiban pemerintah saat ini bagaimana kita membangun sumber daya manusia (SDM) yang memiliki tanggung jawab secara utuh dan berorientasi pada hasil.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, pada sambutannya dalam acara peringatan Hari Pres Nasonal (HPN) tahun 2020 bertempat di aula SMAN 1 Singaparna.(8/2)

“Saya atas nama Pemerintah daerah sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, “ungkap Zen.

Semakin masifnya media menyampaikan sesuatu yang  positif, kata Zen, tentunya akan menjadi kekuatan serta memotivasi masyarakat dalam pembangunan yang ada di daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada insan Pers yang selama ini telah memberikan informasi yang utuh dan akurat kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui apa yang terjadi untuk kemajuan bangsa, “imbuh Zen.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, SP, ia mengatakan, Pers harus berdiri menjadi check and balance atau penyeimbang diantara berbagai stakeholder.

"Penyelenggara negara perlu diberi masukan, kritik, tetapi penyampaiannya harus mampu ikut mencerdaskan masyarakat," tegas Asep.

Para penyelenggara pemerintahan pun harus bisa bersinergi, karena Pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang dapat bekerja sama dalam menyampaikan beberapa informasi sehingga masyarakat pun menjadi lebih cerdas.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin, mengungkapkan, perjuangan kemerdekaan pun tidak lepas dari jasa Pers, karena memang Pers menjadi penjaga demokrasi di Indonesia.

Zamzam juga tidak lupa mengucapkan, selamat Hari Pers Nasional, insan Pers memiliki nilai luar biasa. 

“Dan dalam penyelenggaraan setiap kepemiluan bisa berjalan lancar, salah satunya berkat kerja sama dengan teman-teman jurnalis," ungkapnya.

Dalam peringatan HPN tahun 2020 tingkat Kabupaten Tsikmaaya, turut hadir Forkopimda Tasikmalaya, perwakilan SKPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, Kepala SMAN 1 Singaparna, H. Dudus Dustiana, Diskominfo Kab. Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat, dan tamu undangan lainnya. (PNews biro Tasik)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN