RUDAT, SENI BUHUN PENINGGALAN JAMAN DULU KINI HAMPIR PUNAH

Para Pemain Rudat; Maman, Acim, Mahmud, Empud dan Udin
TASIKNEWS- Warga yang bermukim di sekitar Situ Sanghyang yang berlokasi di dua desa, Desa Cilolohan dan Cibalanarik Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, pastinya mengenal seni Sunda buhun Rudat yang dulu sering ditampilkan pada acara ritual Ngalokat Cai Situ Sanghyang setiap tahun dan seni ini di era tahun 82-an pernah mengalami masa kejayaan hingga pernh diundang di Gedung Sate Bandung.

Jidor dan Terbang trebes yang merupakan alat seni pukul, terbuat dari kulit itu merupakan alat bunyi terpenting dalam menyemarakan seni rudat. Sedangkan jidor, berupa kendang kecil serta Terbang serupa dengan alat seni pukul, irama qasidah.

Menurut salah seorang pelaku seni Rudat, Acim (77), seni Rudat ini dulunya dipakai untuk sarana berdakwah dan pemainnya pun dulunya biasa dimainkan sekitar 20 pemain yang terdiri dari para orang tua, baik wanita mau pun laki-laki.

“Tapi tim inti Rudat sebenarnya ada 4-5 orang saja, mereka harus bisa menguasai nepak (cara memukul-red) dalam memainkan alat musik jidor dan terbang,” ujarnya. (11/2)

Seni rudat sendiri, ujar Acim, bisa dikolaborasikan dengan kesenian sunda lainnya, seperti terbang gubrug, lais dan debus, karena Rudat sendiri diartikan dari kata rudet (pusing).

Masih kata Acim, dalam pengalamannya mendalami seni rudat, jika salah seorang penabuh jidor atau terbang berhalangan hadir maka semuanya tidak akan berjalan, pasalnya penabuh jidor atau terbang merupakan instrumen yang penting bagi kelancaran pementasan.

“Saya sangat sedih karena sekarang generasi muda kurang berminat mendalami seni rudat, “ungkapnya.

Dan sekarang jika ada yang mengundang untuk mentas, lanjutnya, ia pun mengambil anak didiknya yang selama ini ia latih. Tapi sayang anak-anak asuhannya bisa bersemangat berlatih jika melihat ada yang memberi bayaran.

Rekan Acim, Maman (66) menambahkan, lagu yang dibawakan dalam seni rudat semuanya bernafaskan Islam, seperti shalawatan yang diiringi seni pencak silat dengan jurus-jurus khusus. 
Memainkan seni rudat dan lagu yang disenandungkan, menurut Maman, harus tepat dan selaras dengan gerakan tarian yang dimainkan.

“Saat ini para pemain seni rudat yang tersisa tinggal 5 orang, diantaranya saya, Acim, Mahmud, Empud dan Udin. “jelas Maman.

Maman juga menyesalkan, karena pada acara ngalokat Situ Sanghyang tahun ini, tidak ada undangan untuk menampilkan seni Rudat. (RUSDIANTO)

BUPATI PANGANDARAN KUKUHKAN 150 SATGAS JAGA LEUWEUNG Jeje Wiradinata :”Ini Bukti Keseriusan Pemda Dalam Menjaga Kesimbangan Hutan”

PANGANDARANNEWS-Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 5 hari (7-11 pebruari 2020) sebanyak 150 personil Satuan Tugas (Satgas) Jaga Leuweung hari ini dikukuhkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di Dusun Banjarsari Desa Selasari Kecamatan Parigi.(11/2)

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, anggota DPRD, beberapa kepala OPD, Camat Langkaplancar dan Parigi, Daramil dan Kapolsek Pangandaran, Adm Perhutani Ciamis, tamu undangan dan masyarakat.

Dalam sambtannya, bupati menegaskan pentingnya keberadaan satgas ini untuk mengantisipasi para perusak hutan yang selama ini memang sudah terorganisir.

“Dan tentunya untuk itu kita juga harus bisa mengantisipasinya secara terorganisir juga, “kata bupati.

Walau pun kewenangan hutan produksi ada di Perum Perhutan dan hutan lainnya adadi pemerintah provinsi, menurut bupati, tapi ini bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan alam dengan tetap melestarikan hutan yang berfungsi untuk cadangan oksigen dan sumber mata air.

Bupati merasa prihatin, hingga saat ini hutan lindung yang masih ada di Pangandaran tiggal menyisakan 16 % dari luas hutan keseluruhan.

“Bayangkan, hanya 16 ribu hektar saja hutan lindung yang masih tersisa, “kata bupati.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga berkesempatan memberikan 4 unit speda motor trail yang nantinya akan digunakan untuk oprasional Jaga Leuweung dalam tugasnya mengamnkan hutan.

Sementara beberapa warga saat diminta komentarnya terkait keberadaan Jaga Leuweung, menurut Komarudin (59) seorang Ketua RT di Dusun Banjarsari Desa Selasari, sangat mendukung di wilayahnya kini ada satga Jaga Leuweung.

Kata Komarudin, masyarakat  sebenarnya mengetahui adanya penebangan liar yang dilakukan beberapa oknum perambah hutan, tapi menurutnya ia tidak bisa berbuat banyak karena memang tidak mempunyai keberanian untuk melarangnya.

“Yang saya tahu, kebanyakan pelakunya bukan warga sini, “terangnya.

Hal senada dikatakan Tarsan (65) warga Pasir Dudan yang merupakan daerah perbatasan pemukiman dengan kawasan hutan, dengan adanya Satgas Jaga Leuweung, ketika suatu saat  menjumpai ada penebangan kayu liar,  menurutnya, ia pun akan langsung melaporkan kejadian itu pada satgas.

“Kalau saya sendiri yang melarang kan takut terjadi apa-apa pad saya, “ungkapnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN AWALI SAFARI BUDAYA DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengawali safari budaya Pangandaran yang dilaksanakan di Kecamatan Mangunjaya, lokasi pertama kegiatan ini.(10/2)

Dengan didampingi Sekretaris Daerah, Kusdiana, anggota DPRD Pangandaran, beberapa kepala SKPD, Camat Mangunjaya, para kepala desa se-Kecamatan Mangunjaya dan undangan lainnya, bupati menyaksikan pagelaran budaya dengan mengusung tema Ngariksa Jagat Nguriling Nagri ka Tepis Wiring, yang digelar di Lapang Desa Mangunjaya, depan SMAN Mangunjaya.

Beberapa kesenian daerah, seperti Wayang Kulit, Pencak Silat, Ibing Jaipong Kreasi, Wayang Golek Dagelan, Kuda Lumping, Kolaborasi Musik Etnik, Rampak Kendang, Kacapi Jenaka, Ronggeng Amen dan beberapa hiburan seni budaya lainnya yang dikemas apik berhasil menjadi sebuah pertunjukan yang enak ditonton.

Dalam sambutannya bupati sangat mengapresiasi kegiatan  safari budaya Pangandaran yang dilaksanakan tahun ini, karena dengan kegiatan ini tentunya bisa mempererat hubungan antara seniman, pemerhati budaya dan pemerintah. Karena seni budaya ini seyogianya harus diposisikan menjadi warisan para leluhur yang harus tetap ada lestari.

“Tak kalah penting juga jika seni budaya ini ke depannya bisa disuguhkan pada wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sehingga wisatawan pun akan  berkesan saat berwisata ke Pangandaran, “ungkapnya.

Terkait dengan tema Ngariksa Jagat Nguriling Nagri ka Tepis Wiring, kata bupati, ini berkaitan menuju menuju Pangandaran Hebat.

“Saya menghimbau kepada warga masyarakat yang hadir, harus bisa melestarikan seni budaya bahkan bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang, “imbuhnya.

Dikatakan bupati, dengan safari budaya yang akan digelar di tiap-tip kecamatan ini juga membuktikan keseriusan pemerintah untuk memperhatikan para pelaku budaya yang ada di tiap-tiap daerah, sehingga para seniman ini nantinya akan mempunyai ruang untuk berinovasi serta mampu mengembankan kreasi-kreasi berkeseniaannya.

Masih di tempatyang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful R, S.Sos, mengatakan, ini merupakan upaya untuk mendongkrak potensi budaya lokal
untuk meningkatkan sektor parawisata.

Dan dipilihnya Kecamatan Mangunjaya menjadi yang pertama safari budaya ini, lanjut Untung, karena Mangunjaya merupakan wilayah paling ujung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis dan Cilacap Jawa Tengah.

“Dan nantinya kegiatan serupa akan dilaksanakan bergantian di kecamatan lainnya, “ucapnya. (TONI).

SEBUAH BENTUK APRESIASI, SEORANG PENGUSAHA KULINER HIBAHKAN SEBIDANG TANAH UNTUK KARANG TARUNA SALOPA

TASIKNEWS- Sebagai bentuk apresiasi pada Karangtaruna Desa Salopa Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya, seorang pengusaha kuliner, pemilik Rumah Makan Danau Lemona, H.Cuncun Eris Budiana, memberikan sebidang tanah yang terletak di Rt 05/Rw 04 Kp Cikembang 1 Desa Karyamandala untuk dipergunan lokasi pembangunan kantor sekretariat.

Kepada PNews, Ketua Karangtaruna Salopa,  Ervin Pelani, SKep. setelah mempunyai lahan saat ini pihaknya secara bertahap mulai melaksanakan pekerjaan pembangunan kantor sekretariat, yang anggaran diperoleh murni dari hasil urunan para pengurus dan anggota.

“Sekarang pengerjaannya baru tahap awal pembangunan pondasi.”terang Ervin. (10/2)

Ditambahkan Ervin, Karangtaruna juga merencanakan program pemberdayakan perekonomian warga dengan menyewakan lahan kosong didepan kantor sekretariat,  yang direncanakan di lahan kosong tersebut nantinya akan dibangun kios-kios, sehingga hasil dari sewa lahan dan kios tersebut menjadi penghasilan permanen untuk dimasukan ke kas karang taruna.

Menurut Ervin, Karang taruna ingin memberikan berkontribusi nyata serta membuktikan, inilah hasil karya karang taruna Kecamatan Salopa yang tentunya bisa dijadikan spirit bagi generasi kawula muda.

“Atas nama seluruh pengurus dan anggota, saya mengucapkan terimakasih pemilik rumah makan  Danau Lemona atas dukungannya untuk kemajuan Karangtaruna Kecamatan Salopa. “imbuh Ervin.(RUSDIANTO-JAJANG)

ANDRIAWAN:”PSSI INGIN PUNYA TIM ANDALAN KEBANGGAAN MASYARAKAT PANGANDARAN" ”

Sekretaris PSSI Kab. Pangandaran, Andriawan
PANGANDARANNEWS-Pasca diselenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) PSSI Kabupaten Pangandaran bulan januari 2019 di Hotel Pantai Indah Timur, menurut Sekretaris PSSI Pangandaran, Andriawan saat ditemui usai mengikuti muscab, hal pertama yang akan dilakukan organisasi, antara lain, akan melakukan pendataan seluruh tim-tim sepakbola yang ada di daerah.

Selain pendataan, kata Andriawan yang lebih akrab disapa Andrew, PSSI Pangandaran juga akab membuka pelatihan atau kursus wasit dan pelatih dengan mendatang ahli dari pengurus provinsi.

“Selanjutnya kami juga aka menghidukan kembali kompetisi untuk semua kelompok umur dan sepakbola wanita, “ucap Andrawan.(26/1)

Andriawan mengatakan, hingga saat ini tercatat ada sekitar 50 tim yang ada di tiap-tiap daerah se-Kabupaten Pangandaran.

Andriawan mengakui, selama ini persepakbolaan di Pangandaran terkesan mati suri karena kurangnya even-even pertandingan sepakbola dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, sehingga ini harus menjadi perhatian bersama, khusunya yang ada dlam kepengurusan PSSI.

“Karena dengan menghidukan lagi turnamen, diharapkan bisa melahirkan bibit-bibit atlit sepakbola yang akan menjadi duta sepakbola Pangandaran, “imbuhnya.

Disinggung  keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB), menurutnya, ini sangat membantu sekali karena tidak sedikit dari SSB mampu mencetak atlit-atlit sepakbola yang berkualitas dan masuk ke klub-klub yang ada di Pangandaran. Dan hingga saat ini, b.aik yang masih aktif dengan yang tidak, tercatat ada sekitar 30 SSB.

“Ke depan, rencana PSSI ingin mempunyai satu tim kebangaan yang pemainnya berasal dari tiap-tiap klub sepakbola yang ada di seluruh Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)

MIRIS, BANGUNAN TK SEJATERA CIBONGAS KONDISINYA SANGAT MEMPRIHATINKAN

TASIKNEWS-Miris, melihat kondisi  bangunan tempat anak-anak TK (Taman Kanak-kanak) Sejahtera yang ada di Kampung  Cibongas Rt/Rw :02/01 Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar jauh dari layak bagaimana lajimnya tempat untuk mencari ilmu.
Sejak berdiri di tahun 1980 hingga sekarang,TK tersebut belum pernah mempunyai tempat yang layak untuk sarana pendidikan.

Seperti dituturkan salah seorang pengajar di TK Sejahtera, Ida Kardati, pada awalnya ruangan untuk belajar menempel dengan ruang perpustakaan SDN Pancatengah, dan hingga saat ini pun belum memunyai bangunan sendiri karena saat ini untuk sementara masih menempati rumah dinas SDN dengan kondisi bangunannya yang hampir roboh.

“Sekarang kondisi bangunan sudah tidak layak huni, karena kayu-kayunya pun sudah lapuk dimakan usia, “terang Ida.(10/2)

Menurutnya, setiap kali mengajar selalu dibayangi rasa was- was karena khawatir jika seaktu-waktu  terjadi kecelakaan terhadap murid dan tenaga pengajar akibat lapuknya material bangunan.

Ida berharap, pemerintah bisa segera turun tangan untuk merenovasinya, karena selama ini terpaksa  anak-anak ini harus belajar di luar ruangan dengan beralaskan tikar.

“Ini masalah dunia pendidikan masalah kita bersama, dan kondisi sekolah kami bisa menjadi perhatian  para pemangku kebijakan, “ungkap Ida lagi.(ANWARWALUYO-ENDAH)

JEMBATAN PENGHUBUNG BOJONSALAWE DAN NUSAWIRU AKAN DIBANGUN TAHUN 2022 ?

PANGANDARANNEWS-Rencana untuk menyambungkan kawasan pantai Bojongsalawe di Kecamatan Parigi ke Nusawiru dan Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang, kini mulai diwacanakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.  Pembangunan jembatan yang diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp 150 milyar tersebut perencanaannya mulai digodog dan dimatangkan.

Seperti dikatakan Bupati Pangandran, H. Jeje Wiradinata, saat melihat rencana lokasi titik  pembangunan di Pantai Bojongsalawe, ini berawal dari obsesinya untuk menyambungkan jalan pesisir mulai dari pantai Pangandaran hingga ke Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak, dan pembangunan jalan dan jembatan dari Pamugaran ke Karangtirta direncanakan pengerjaannya tahun ini akan selesai, begitu juga jalan dan jembatan dari Pantai Batukaras ke Madasari sudah selesai tahun kemarin.

Dan sekarang, kata Jeje, tinggal mencari alternatif lain rencana untuk membangun jembatan yang akan menghubungkan Bojongsalawe ke Batukaras. Tapi jika semua itu bisa dilakukan, tentu akan luar biasa karena keramaian seluruh destinasi wisata pantai pun ada dalam satu akses.

“Mudah-mudahan mimpi ini bisa jadi kenyataan paling lambat di tahun 2022, “kata Jeje.(10/2)

Untuk pembangunan jembatan ini ada tiga pilihan, bupati menyebutkan, antara lain  yang berjarak 300 meter, 600 dan 700 meter. Dan jika memilih kemudahan serta anggaran tentunya lebih mudah jika jembatan tersebut dibangun sepanjang 300 meter saja.

Tapi persoalannya, lanjut Jeje, jika dibangun yang 300 meter, itu tembusnya ke bandara Nusawiru yang tentunya bisa ada persoalan lain karena nantinya akan masuk ke kawasan otoritas bandara.

“Jadi kemungkinan kita pilih yang 700 meter saja, karena jalur ini bisa langsung tersambung ke
Batukaras melalui jembatan Sodongkopo yang tahun ini kita bangun untuk sementara jembatan bely dulu, “terang bupati.

Disoal dari mana sumber anggarannya, Jeje mengatakan, itu ada pada bagian teknis, karena tugas bupati justru kemana bisa mendapatkan anggaran sebesar itu, apakah ke pemprov atau ke pusat.
Bupati menambahkan, dulu pun saat kampanye, ketika seson debat pemaparan perencanaan, akan  membangun ini, itu dan seterusnya.

“Tapi ketika saya pulang ke rumah lalu saya berpikir, kalau saya jadi bupati dari mana ya mendapatkan uang untuk rencana pembangunan yang semua saya janjikan itu, “terangnya.

Bupati mengatakan, kuncinya adalah keseriusan, dan hasilnya bisa dibuktikan bagaimana sekarang respon pemerintah provisi atau pun pusat selalu memperhatikan capaian-capaian pembangunan yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah.

“Sekarang kita bersukur bisa mempunyai RSUD, Puskesmas megah, infrastruktur jalan yang bagus, dan semua ini berkat keseriusan kita semua, pemerintah dan rakyatnya. “pungkasnya. (PNews)

TINGKATKAN TALI SILATURAHMI, SMA NEGERI 1 CIKATOMAS ANGKATAN 1988 GELAR REUNI

TASIKNEWS-Mengenang masa-masa dulu waktu masih di SMA memang sangat menyenangkan, begitu juga dengan yang dialami para alumni SMAN 1 cikatomas angkatan tahun 1988, dengan diprakarsai beberapa orang yang berinisiatif untuk mengadakan acara pertemuan kembali (reuni) agar bisa bertemu dan bercanda dengan teman-teman sewaktu masih duduk di sekolah dulu, akhirnya reuni pun digelar bertempat di Curug Panetean Kecamatan Pancatengah.(9/2)

Menurut ketua penyelenggara, Sutiaman Sutoyo atau yang akrab dipanggil Wa Cameuh, selain untuk mempererat tali silaturahmi diantara lulusan tahun 1988, juga untuk bernostalgia (flasback) ke masa-masa dimana susah dan senang selalu bersama.

Sutiaman mengatakan, sete;ah sekian lama tidak  pernah ketemu, dan kalau pun bertemu itu hanya dihadiri beberapa orang saja, sedang dalam acara kali ini seluruh teman-teman bisa bertemu satu sama lainnya walau dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda.

“Ada yang menjadi Polisi, petani, Guru, Wartawan, Pengusaha, kepala deda, satpam bahkan ada yang masih menggangur alias tidak punya pekerjaan tetap, “terangnya.

Dalam acara reuni ini, panitia sengaja mewajibkan seluruh peserta reuni diwajibkan membawa pasangannya masing-masing, anak bahkan ada juga yang membawa cucu, sehingga benar-benar dirasakan tidak ada jarak satu dengan lainnya, semua  seperti keluarga walaupun berbeda beda propesi sehingga keakraban waktu dulu pu hingga saat ini masih terjaga dengan baik.

“Kami bersyukur, karena pangkat, jabatan serta profesi lainnya tidak membuat jarak diantara kami, tapi dengan perbedaan ini kami justru semakin akrab penuh persaudaraan, malah diantara kami ternyata ada yang besanan, “ pungkas Wa Ameuh. (ANWARWALUYO)

SEKDA KABUPATEN TASIKMALAYA HADIRI HPN TAHUN 2020 DI SMAN 1 SINGAPARNA

TASIKNEWS-Pers merupakan bagian penting dalam kehidupan, dan kewajiban pemerintah saat ini bagaimana kita membangun sumber daya manusia (SDM) yang memiliki tanggung jawab secara utuh dan berorientasi pada hasil.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, pada sambutannya dalam acara peringatan Hari Pres Nasonal (HPN) tahun 2020 bertempat di aula SMAN 1 Singaparna.(8/2)

“Saya atas nama Pemerintah daerah sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, “ungkap Zen.

Semakin masifnya media menyampaikan sesuatu yang  positif, kata Zen, tentunya akan menjadi kekuatan serta memotivasi masyarakat dalam pembangunan yang ada di daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada insan Pers yang selama ini telah memberikan informasi yang utuh dan akurat kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui apa yang terjadi untuk kemajuan bangsa, “imbuh Zen.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, SP, ia mengatakan, Pers harus berdiri menjadi check and balance atau penyeimbang diantara berbagai stakeholder.

"Penyelenggara negara perlu diberi masukan, kritik, tetapi penyampaiannya harus mampu ikut mencerdaskan masyarakat," tegas Asep.

Para penyelenggara pemerintahan pun harus bisa bersinergi, karena Pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang dapat bekerja sama dalam menyampaikan beberapa informasi sehingga masyarakat pun menjadi lebih cerdas.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin, mengungkapkan, perjuangan kemerdekaan pun tidak lepas dari jasa Pers, karena memang Pers menjadi penjaga demokrasi di Indonesia.

Zamzam juga tidak lupa mengucapkan, selamat Hari Pers Nasional, insan Pers memiliki nilai luar biasa. 

“Dan dalam penyelenggaraan setiap kepemiluan bisa berjalan lancar, salah satunya berkat kerja sama dengan teman-teman jurnalis," ungkapnya.

Dalam peringatan HPN tahun 2020 tingkat Kabupaten Tsikmaaya, turut hadir Forkopimda Tasikmalaya, perwakilan SKPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, Kepala SMAN 1 Singaparna, H. Dudus Dustiana, Diskominfo Kab. Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat, dan tamu undangan lainnya. (PNews biro Tasik)

HARI INI BUPATI PANGANDARAN LANTIK EMPAT KADES HASIL PILKADES TAHUN 2019 Jeje Wiradinata: “Pada Awal Bekerja Sebaiknya Jangan Ada Pergantian Perangkat”

PANGANDARANNEWS – Bertempat di aula Setda, hari ini (10/2) Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata melantik empat Kepala Desa hasil Pilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan tanggal 30 November 2019 lalu.

Empat kepala desa yang tersebut, diantaranya, Kepala Desa Jayasari Kecamatan Langkaplancar, Oban Subandi, Desa Bojongkondang Kecamatan Langkaplancar, Suryaman, Desa Padaherang Kecamatan Padaherang, Iman Suwangsa dan Desa Panyutran Kecamatan Padaherang, Rasyo Sunaryo.

Selain mengucapkan selamat kepada seluruh kepala desa yang dilantik, dalam sambutannya, bupati juga berharap, momen pelantikan ini menjadi awal permulaan yang baik dalam rangka membangun desanya masing masing, karena masyarakat memilih kepala desa ini tidak mengharapkan cek kosong,  tapi warga desa menyimpan harapan pilihannya ini benar-benar bisa mensejahterakan masayarakat.

“Dan jangan lupa, kemajuan Kabupaten Pangandaran ini juga bukan karena pemimpinnya hebat, tapi berkat kebersamaan seluruh elemen masyarakat baik langsung atau tidak bisa berkonntribusi dalam membangun daerah, “ungkap bupati.

Karena ketika sudah terpilih, kepala desa wajib merangkul seluruh warganya tanpa melihat pilihan mereka pada saat pilkades.

Jeje juga mengatakan, agar para kepala desa yang sudah dilantik mampu menciptakan iklim yang kondusif di desanya masing-masing, dan jangan melakukan mutasi rotasi atau menganti perangkat berdasarkan karena suka dan tidak suka.

"Mutasi dan pergantian perangkat itu harus dilakukan objektif, dan saya menghimbau agar pada awal bekerja sebaiknya jangan dulu ada pergantian perangkat,"kata bupati lagi. (PNews)

SEJUMLAH SISWA SD IKUTI TURNAMEN TENIS MEJA DAN BOLA VOLLY DI SMK BUANA PANCA MANDIRI

TASIKNEWS-PTM Emgy /Yayasan Bina Emgy Mandiri, beberapa hari lalu berangkatkan sejumlah peserta didiknya untuk mengikuti turnamen olahraga pada semua cabang olahraga (cabor) antar SD/sederajat se-Kabupaten-Kota Tasikmalaya, bertempat di kampus SMK Riyadul Hikmah Kecamatan Salopa.(6/2)

Dari beberapa cabor  yang dipertandingkan, Rovina, siswi kelas 6 SDN Cikatomas 1, atlit asuhan Ujang berhasil unggul menjadi juara pertama pada cabor tenis meja dan berhak membawa pulang medali emas.

Kepada PNews, Ujang Gunawan menyampaikan, anak-anak asuhannya berhasil menjadi tim peraih medali paling banyak, antara lain 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu.

“Kami juga berhasil menyandang serta membawa pulang gelar juara umum dari semua cabang olahraga yang dipertandingkan, “ungkap Gunawan, saat ditemui di sela-sela istirahatnya.

Selain menjadi  pelatih dan pengasuh atlit tenis meja yang bernaung di bawah PTM Emgy, Ujang Gunawan juga menjadi Pembina Prestasi (Bimpres) Pengurus Cabang PTMSI Kabupaten Tasikmalaya.

Ujang berharap anak-anak asuhannya bisa mengikuti jejak para seniornya seperti Egy Azhari R, Ayu Sundari, Rinal Fahrulian dan lainnya.

“Bahkan saya berharap bisa menjadi perwakilan daerahnya masing-masing untuk berkiprah di tingkat nasional atau internasional, “ujarnya.

Dalam acara penyerahan medali sekaligus penutupan, turut hadir ketua KONI Kabupaten/Kota Tasikmalaya, H.Sarip dan perwakilan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Ketua Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya, H.Cecep Nurul Yakin.

Sementara Kepala Sekolah SMK Riyadul Hikmah, Dede Teja Kurnia, menuturkan, acara ini bertujuan untuk sosialisasi dan mencari bibit-bibit muda di semua cabang olahraga yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

Dikatakan Dede, di tahun ajaran 2020 pihaknya  menerima siswa-siswi yang akan melanjutkan ke SMK  di bawah naungan yayasan Emgy Bina Mandiri dengan nama sekolah SMK Buana Panca Mandiri yang beralamat di Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah.

Menurut Dede, di SMK Buana Panca Mandiri selain pelajaran umum, cabang olahraga Tenis Meja dan Bola Volly menjadi ekskul yang paling diprioritaskan.

“Intinya, tidak usah jauh-jauh sekolah yang sekaligus bisa menyalurkan hobi mereka, karena untuk pelatih bola volly kami akan datangkan pelatih handal, “imbuhnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

WARGA DUA DUSUN DI DESA TONJONG GOTONG-ROYONG BANGUN JALAN LINTAS DUSUN

TASIKNEWS-Masyarakat di Dusun Petir dan Cimanggu Desa Tonjong Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, ramai-ramai gotong-royong melaksanakan kerja bakti membangun yang menghubungkan dua dusun tersebut, yang dipimpin langsung Kepala Desa Tonjong, Asep Sanusi.(7/2)

Menurut Asep, pengerjaan jalan yang diperkirakan selesai sekitar 2-3 bulan dan dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) tahun 2020 ini, sengaja dikerjakan dengan cara gotong-royong seluruh warga, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan jalinan, kerukunan dan kedekatan antara masyarakat.

Dikatakan Asep, ia merasa sangat bangga dengan kekompakan warga, dia punberharap sipat gotong-royong harus ini harus tetap dimumule karena ini adalah warisan dari para leluhur.

“Tap jika nanti ada lahan yang sulit dikerjakan dengan cara manual dilakukan warga, rencananya kami akan menurunkan alat berat untuk mempermudah pengerjaan, “jelas Asep.

Masyarakat pun menyambut gembira inisiatif kepala desa untuk memobilisasi warga dalam pelaksanaan salah satu program yang ada di Desa Tonjong. Seperti diungkapkan Ketua Rw 03, Memed  dan Ketua Rt 07, Abas, mereka pun dengan antusias tampli memimpin warganya masing-masing serta tidak lupa  menginstruksikan agar selalu menjaga rasa persaudaraan antara warga sat dengan lainnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dusun Cipetir, Gojali,  ia sangat berterimakasih pada warga  atas kesiapan dan kekompakan demi terbangunnya infrastruktur di dua dusun ini.

“Dan ini tentunya untuk kamslahatan seluruh warga Desa Tonjong, “ujarnya. (ANWARWALUYO-UDI RUSTANDI)

PENTAS IBING RONGGENG AMEN, JADI KEGIATAN BUDAYA PEMPROV JABAR DI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS-Pagelaran Seni Ibing Ronggeng Amen yang digelar setiap sabtu malam di panggung Pondok Seni di kawasan pantai barat Pangandaran, ternyata menarik minat dari masyarakat pecinta seni, khususnya seni ibing. Terbukti, hampir setiap malam minggu baik remaja hingga orang tua tampak memadati arena panggung yang tidak begitu luas tempat digelarnya kesenian daerah ini.
Seperti dituturkan pengelola panggung, Iyus, sambutan masyarakat sangat antusias untuk datang  menghibur diri dengan ikut menari dan larut dalam keceriaan.

Iyus mengatakan, gelaran panggung seni yang diprakarsai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat ini kini benar-benar sudah menjadi arena hiburan rakyat, sehingga setiap malam minggu panggung pun tak pernah sepi pengunjung.

“Sebagai pengelola tentunya saya merasa senang dan bangga karena ternyata masih banyak warga yang menyukai kesenian daerah ini, “ungkap Iyus.(8/2)

Dikatakan Iyus, karena ini merupakan program Disparbud Jabar, maka rombongan seni ronggeng yang datang pun tidak hanya dari Pangandaran, diantaranya dari Kabupaten Garut, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat.

Tapi karena kebetulan tempat penyelenggaraannya ada di Pangandaran, menurut Iyus, tentunya gelaran seni budaya ini pun menjadi enerji baru untuk bisa ikut mendongkrak dunia kepariwisataan Kabupaten Pangandaran. Bahkan, bukan tidak mungkin program pemprov ini pun bisa mempunyai  nilai tambah serta menjadi pintu masuk promosi wisata.

Iyus menambahkan, di panggung Pondok Seni juga ke depan rencananya setiap minggu siang akan menjadi tempat akstrkasi kebudayaan dari tiap-tiap daerah yang ada di Jabar serta setiap dua bulan sekali ada pagelaran wayang golek dan wayang kulit.

“Tapi saya menyayangkan, Pemkab Pangandaran terkesan tidak begitu respon dan tidak mampu menangkap peluang out put dari kegiatan budaya ini, “tutur Iyus.

Iyus juga mengatakan, mudah-mudahan fasilitas pemprov melalui gelaran seni budaya ini bisa disinergikan dengan program kesenian daerah yang ada di Pangandaran sehingga nilai-nilai khasanan kebudayaan daerah khususnya yang ada di Pangandaran pun bisa tetap ada.

“Sukur-sukur nantinya bisa punya nilai jual pada wisatawan yang datang ke Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)

DUH, WISATAWAN KELUHKAN DI KAWASAN WISATA SINDANGKERTA BANYAK PUNGLI

TASIKNEWS-Sejumlah wisatawan lokal mengeluhkan pungutan retribusi parkir di objek wisata Pantai sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dirasakan sangat membebani pengunjung dan tidak jelas.

Seperti dituturkan pengunjung asal Kecamatan Sukaraja, Arul, yang datang ke obyek wisata Sindangkerta, menurutnya, setibanya di lokasi wisata, petugas di pintu pertama meminta biaya masuk wisata sebesar Rp 20 ribu untuk satu sepeda motor, kemudian di pertengahan sebelum sampai pantai diminta kembali sebesar Rp15000 tanpa diberi tiket atau bukti retribusi.

"Saya heran, banyak pungutan biaya masuk wisata yang tidak jelas,"ungkapnya.(7/2)

Arul mengatakan, bukan hanya itu, karena ia juga dipungut retribusi parkir untuk kendaraan sepeda motor sebesar Rp 15 ribu, dan ini terjadi saat ia datang pada musim libur tahun baru lalu. Dan tentu saja semua pungutan tersebut cukup membebankan wisatawan yang ingin menikmati liburannya.

“Saya berharap, persoalan ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah, jangan sampai wisatawan yang datang ke Sindangkerta mersa terbebani," katanya.

Sementara hasil penelusuran PNews di lokasi, menurut beberapa pedagang yang biasa berjualan di pantai, katanya semua pungutan itu dilakukan bukan oleh petugas penarik retribusi yang sah. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN