POHON TUMBANG DI TEMBUNGKERTA TIMPA DUA RUMAH WARGA

BANJAR NEWS - Jalan utama Banjar - Pangandaran hari senin (27/1) kemarin sempat mengalami kemacetan selama beberapa saat, penyebabnya karena pohon tumbang di Dusun Tembung Kerta Rt 02/08 Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Banjar, Dedi Suardi membenarkan, pohon tumbang tersebut terjadi se kitar pukul 12.00 Wib.

" Saat itu hujan deras desertai angin kencang"jelasnya.

Diduga katena tidak kuat menahan angin, kata Dedi, pohon tumbang itu juga menimpa dua rumah dan warung serta melintang ke jalan sehingga menyebabkan kemacetan beberapa saat.

" Babinsa, Babinmas, BPBD dibantu masyarakat pun segera memotong pohon dan membersihkan jalan agar cepat terkondisikan danlalu-lintas pun bisa kembali lancar, ”paparnya.

Sepeti diketahui akibat kejadian tersebut, dua rumah milik Euis dan Ratningsih yang tertimpa runtuhan tersebut walau tidak rusak berat tapi bagian samping keduanya berantakan. (TITO).

KOMISI III KECEWA, TANPA ALASAN JELAS KADIS PUPR PANGANDARAN GAGAL PENUHI UNDANGAN RAPAT

PANGANDARAN NEWS-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP), H. Dadang Dimyati, entah kenapa tidak hadir memenuhi panggilan Komisi III DPRD Pangandaran dalam rapat evaluasi pembangunan,  sehingga rapat pun gagal dilaksanakan. (27/1)

Seperti dikatakan Ketua Komisi III, Ade Ruminah, ia mengaku kecewa, karena rapat evaluasi hanya dihadiri Sekretaris Dinas dan kepala bidang (kabid), padahal kebijakanitu  ada di kepala SKPD.

“Jika rapat evaluasi hanya dihadiri sekretaris dan kabid, maka tentunya hail rapat yang akan direkomendasi ke bupati ini pun bisa dimentahkan,"kata Ade Ruminah.

Ade mengungkapkan, tidak hanya kali ini saja, pada hari sebelumnya pun (24/1) saat komisi III mengagendakan rapat evaluasi serupa dengan DPUTRPRKP, ternyata gagal digelar karena saat itu kebetulan Kepala Dinas PUTRPRKP sedang ke Kabupaten Garut.

"Dan hari ini dengan alasan yang kurang jelas kembali kepala dinas PUPR gagal memenuhi undangan komisi III, “tegas Ade.

Jika memang ada agenda mendampingi bupati untuk menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Kecamatan Pangandaran, seharusnya Kadis bisa hadir di DPRD karena jadwal di rapat komisi III dimulai jam 14.00 Wib.

Dikatakan Ade, Komisi III akan mengagendakan kembali rapat evaluasi dengan DPUTRPRKP pada hari Rabu 29 Januari 2020 lusa dan wajib dihadiri oleh kepala dinas.

Seperti diketahui, kata Ade, salah satu tugas Komisi III ini melaksanakan pengawasan pembangunan yang ada di Kabupaten Pangandaran, tanpa tebang pilih.

“Dengan kejadian ini jelas kami sangat kecewa, mudah-mudahan pada rapat yang akan datang kadis PUTRPRKP bisa hadir memenuhi undangan kami untuk bersama –sama membahas serta menevaluasi hasil pembangunan yang kegiatannya sudah dilaksanakan tahun 2019 lalu, “pungkasnya. (AGE)

PANWASLU KECAMATAN MANGUNJAYA GELAR SOSIALISASI UU NOMER 10 TAHUN 2016

PANGANDARAN NEWS-Keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perhelatan pilkada 2020 menjadi pokus pengawasan di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten pangandaran, hal ini dimaksukan untuk mengantisipasi serta upaya prefentif terhadap pelanggaran tersebut. Dan untuk kepentingan itu, Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kecamatan Mangunjaya beserta kordiv, melakukan koordinasi kepada seluruh institusi pemerintah yang ada di wilayah pengawasan Panwascam Mangunjaya.

Seperti dikatakan, Kordiv HPP panwaslu Kecamatan Mangunjaya, Tatang hernawan, pihaknya pun sebelumnya sudah melayangkan surat himbauan kepda seluruh  ASN untuk tidak melibatkan diri dalam politik praktis serta tetap bisa menjaga netralitas seperti yang sudah diatur dalam Undang-Udang nomer 10 tahun  2016 serta Surat Edaran Mentri Dalam Negeri.

“ASN tidak boleh ikut dalam kampanye, bahkan like di medsos dilarang, “ tegas Tatang, usai melakukan koordinasi dan sosialisasi ke SKPD Desa dan para guru PNS.(27/1)

Koordinasi ini pun disambut baik para ASN, tapi, menurut Tatang, masih terdapat beberapa ASN yang kurang memahami tentang netralitas serta sejauh mana netralitas itu sendiri bagi ASN.

“Dan untuk antisipasi dan upaya pencegahan hal ini kami pun akan menindaklanjuti dan menyampaikannya ke jajaran dan para ASN, imbuhnya.

Di dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, kata Tatang, ASN termasuk Kepala Desa, Aparat Desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dilarang memihak atau mengutungkan salah satu calon dalam Pilkada nanti. (Tn)

ISI KEGIATAN KEAGAMAAN, MUSLIMAT BANTARKALONG IKUTI PEGAJIAN RUTIN BULANAN

TASIKNEWS-Sudah menjadi kegiatan rutin muslimat di Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmaaya, setiap bulannya untuk menghadiri pengajian.

Selain untuk mendengar tausiahyang disampaikan Ustadz maskun, dalam acara keagamaan in pun ditampilkan beberapa kesenian islami, seperti alunan musik rabana.

Acara yang dilaksanakan di Mesjid Jami Cihandiwung Desa Parakanhonje, dimulai sejak pukul 8.30 pagi hingga selesai sekitar jam 11.00, dan dihadiri Ketua Muslimat Kecamatan Bantarkalong, Ema,  Ketua Muslimat Desa Parakanhonje, Naning, Kepala Desa Parakanhonje, Abdulloh, ketua DKM, Karangtaruna dan ratusan ibu-ibu muslimat.

Dihadapan para mustami, Ketua Muslimat, Ema, menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu hingga terselenggaranya pengajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Selain pengajian bulanan ini juga dilaksanakan pengajian akbar yang pelaksanaanya digilir tiap-tiap desa se=Kecamatan Bantarkalong, “ungkapnya.(26/1)

Ema juga mengatakan terkait  apa saja ibadah-ibadah penting dan memiliki nilai pahala yang tinggi, diantaranya menuntut ilmu, pengajian, bersodaqoh, antara lain  seperti memberi makanan kepada fakir miskin.

“Saya juga mengajak kepada seluruh muslimat untuk  terus melakukan kebaikan-kebaikan kepada  sesama, jauhkan dari perselisihan demikian juga dengan suami atau isteri, karena pada dasarnya  bersifat jujur bagian dari amanah”kata Ema. (ANWARWALUYO)

SUASANA AKRAB WARNAI DISKUSI KARANGTARUNA CIBEUTI DAN DANDIM 0612 TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Suasana penuh keakraban mewarnai diskusi yang digagas Dandim 0612 Tasikmalaya,  Letkol. Inf. Imam Wicaksana yang didampingi beberap anggotanya, dengan para remaja Karangtaruna  Desa Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasik. Diskusi yang mengambil tema "Peranan Pemuda Dalam Melestarikan Budaya dan Lingkungan", digelar di Halaman SDN Cibeuti 2.  (25/1)

Di hadapan para remaja ini, Imam pun sempat kata Bung Karno, berikan saya 10 pemuda maka akan kuguncang dunia.

“Jadi saya suka menangis apabila sesama pemuda Indonesia saling berselisih, konflik, bertarung, berkelahi dengan saudara sendiri, ingat..yang senang dan tepuk tangan adalah pihak  luar, "ujar Imam.

 Menurut Imam, mereka senang melihat bangsa Indonesia dengan keberadaan pemudanya kacau, sering bentrok dan berkelahi. Untuk itu mari tetap menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa ini.

“Ada pepatah Baduy mengatakan, gunung ulah lebur tempat ulah dirusak, "kata Imam.

Artinya,  jika ingin kaya tapi jangan dengan jalan merusak  tempat, karena yang akan rugi tentunya anak-cucu kita, jadi dalam ekspolarasi serta mengolah budaya dan alam ini pun harus dilakukan secara bijak.

Artinya lagi, kata Imam, pemuda jangan sekali-kali melupakan budaya sendiri tapi harus sebaliknya  mampu selalu menjaga kelestarian lingkungan, karena Budaya dan kelestarian alam merupakan sebuah modal kekuatan sebuah bangsa.

Sementara saat menjawab pertanyaan salah seorang peserta diskusi yang bertanya tentang sudut pandang budaya menurut kacamata militer, Imam mengatakan, seperti dikatakan tadi bahwa melestarikan budaya dan menjaga kelestarian alam merupakan salah satu benteng kekuatan sebuah bangsa, dan cara untuk menciptakan kebersamaan tersebut bisa dilakukan seperti dalam bentuk gotong-royong yang sifatnya dapat memunculkan kekuatan persatuan dan kesatuan.

“Intinya kita sebagai anak bangsa harus tetap memperkokoh serta mempererat hubungan yang terjalin antara kita, “tegas Imam.(ANWAR WALUYO-JAJANG)

RIBUAN WISATAWAN NIKMATI LIBUR IMLEK DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Libur imlek yang jatuh pada tanggal 25 januari tahun ini, obyek wsiata pantai Pangandaran dipadati wisatawan. Terlebih setelah penataan di beberapa kawasan pantai barat dan timur, membuat pengunjung wisata ini benar-benar menikmati liburannya.

Usaha yang dilakukan Pemkab Pangandaran dan Pemprov Jabar merenovasi serta membangun beberapa fasilitas di sepanjang pantai tahun 2019 lalu, kini bisa dinikmati wisatawan para pengunjung mengisi liburan imlek yang kebetulan jatuh pada akhir pekan.

Seperti diungkapkan sala seorang wisatawan asal Kota Bandung, Ano (48), ia yang datang ke Pangandaran bersama rekan kerja dan keluarganya merasa “pangling” dengan perubahan penampilan pantai Pangandaran.

“Hebat ! saya yakin arus kunjungan wisatawan ke Pangandaran akan semakin meningkat, “ujarnya.(25/1)

Ano, yang seorang ASN tenaga pengajar ini juga mengatakan, khususnya masyarakat Jawa Barat kini tidak perlu jauh-jauh mencari tempat liburan, karena Pangandaran bisa dijadikan referensi menjadi tempat tujuan wisata, dengan pilihan varian yang benar-benar komplit, seperti wisata pantau, sungai, hutan dan wisatawan minat khusus.

Dan Pangandaran juga, ujar Ano, menjadi salah satu destinasi wisata yang memiliki pesona sun rise (matahari terbit) dan sun set (matahari terbenam) sekaligus yang bisa dinikmati dalam satu titik.

Dengan ditunjang sarana akomodasi dan hiburan yang lengkap serta aneka kudapan khas kuliner Pangandaran, menurutnya, wisatawan pun dapat dimanjakan dengan panorama alam pantai yang eksotik.

“Saya sendiri sudah menjadikan Pangandaran menjadi pilihan tujuan wisata keluarga saya, “imbuhnya.

Ano menambahkan, hanya sayang untuk area parkir kendaraan di pantai barat sangat terbatas karena tempat parkir di bahu jalan lebih dipadati jejeran sewaan motor, sepeda dan kendaraan odong-odong.

“Mungkin ada baiknya untuk masalah parkir ini bisa lebih ditata lagi, sehingga lokasi yang diperuntukan menjadi area parkir ini bisa lebih optimal difungsikan menjadi tempat parkir, “kata Ano. (HARIS FIRDAUS)

PEMBANGUNAN MADRASAH AL-FURQON DI DUSUN PADASUKA HASIL SWADAYA MASYARAKAT

PANGANDARAN NEWS-Pembangunan madrasah Al-Furqon di Karangsimpang Dusun Padasuka Rt 02 Rw 16, Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran libatkankan warga sekitar. Biaya pembangunan madrasah seluas 8 x 13 meter ini diperoleh dari swadaya masyarakat murni. 

Seperti diungkapkan salah warga, Iskandar, ia merasa sangat terbantu dengan uluran tangan warga  baik yang ada di sekitar madrasah maupun santri yang sengaja datang dari berbaai daerah, seperti Banjarsari dan Ciamis.

"Kami mersa bangga dan senang melihat kekompakkan warga yangsudah bergotong-royong membantu pengecoran, "ungkap Iskandar.(25/1)

Hal senada dikatakan Soleh, madrasah ini dibangun dari jariyah  salah seorang warga yang mewakapkan sebidang tanahnya untuk kepentingan pendidikan. Dan pembangunan ini benar-benar murni dari swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pihak mana pun, termasuk pemerintah.

"Kami berharap setelah pembangunan ini selesai ke depannya madrasah ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendidik putra-putrinya,"kata Soleh. (HARIS FIRDAUS)

PEMBANGUAN JALAN DI DUSUN PASIRMACAN TIDAK SESUAI SPECK, SISA ANGGARANNYA JADI BANCAKAN ?

PANGANDARAN NEWS- Adanya program anggaran dari Dana Desa (DD) sejatinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, dan dalam penggunaannya pun jangan sampai disalahgunakan baik oleh kepala atau pun perangkat desa lainnya. Sehingga manfaat DD pun diharapkan bisa menjadi solusi untuk kemajuan dan kesejahtreaan warga, baik melalui pembangunan ataupun lewat pemberdayaan sehingga ke depannya pun desa akan menjadi lebih mandiri.

Tapi tidak seperti halnya yang terjadi di Desa Pagerbumi  Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, ironis karena Dana Desa justru dijadikan bancakan pemerintahan desa.

Seperti dikatakan salah seorang warga, Agus Hendra ( 52), ia merasa prihatin dengan pembangunan salah satu infrastruktur jalan di Dusun Pasir Macan, tepatnya di Rt 03 Rw 02 yang dalam pengerjaaanya tidak sesuai dengan spesifikasi.

Menurut Agus, ia kecewa karenakan pembangunan jalan dengan total anggaran Rp 40 juta, panjang 130 meter dan lebar 2 meter, tidak tercapai sampai akhir desember 2019.

“Dari seluruh pekerjaannya diperkirakan hanya selesai sekitar 90 meter saja, dan anehnya sisa anggarannya pun tidak tahu kemana larinya karena sampai saat ini belum ada kelanjutannya" , ungkap Agus.  (25/01)

Dikatakan Agus, dan papan proyek pun sudah tidak ada di lokasi padahal hasil pekerjaan jalan itu belum dilakukan serah terima.

"Kami atas nama warga Dusun Pasirmacan berharap agar pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dan ditindaklanjuti pihak desa, "imbuhnya.

Agus menambahkan, kuat dugaan sisa anggarannya malah dijadikan bancakan oknum perangkat desa. Karena seperti pengakuan salah seorang warga yang mengakui begitu kaget saat diberi uang Rp 700 ribu, walau pun pada akhirnyauang tersebut dipergunakan untuk membeli gorong-gorong buat kebutuhan masyarakat.

“Ini aneh kan, masa uang anggaran Dana Desa tahap tiga untuk membangun dibagi-bagi, sedangkan jalan tersebut hingga saat ini masihterbengkalai, "ungkap Agus.

Ditemui secara terpisah, salah seorang anggota BPD Pagerbumi yang tidak mau disebutkan namanya, membenarkan, memang pembangunan jalan di Dusun Pasirmacan tidak sesuai perencanaan.

"Sebenarnya kami sudah melaporkan hal ini pada aparat desa atas kekecewaan warga terkait pekerjaan jalan itu jauh jauh hari, namun entah kenapa hingga saat ini belum juga ada kelanjutannya", tandasnya.  (AGE)

ADE RUMINAH: “SIA-SIA PEMBANGUNAN INFARSTRUKTUR SELESAI TAHUN INI TAPI TAHUN BESOK KEMBALI RUSAK”

PANGANDARAN NEWS-Ketua komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran,  Ade Ruminah, SH, menyesalkan kinerja dinas PUPR terkait pekerjaan jalan beton di Dusun Mekarsari, Desa Pagerbumi,  Kecamatan Cigugur, yang melakukan pemadatan bahu jalan dengan menggunakan tanah merah sisa galian dan diparahnya lagi pekerjaan tersebut sudah dilakukan Provitional Hand Over (PHO)
dinas terkait.

“Jelas kami dan masyarakat sangat kecewa, karena mmasyarakat mengingikan kwalitas bukan kuantitas, “ujarnya, saat ditemui usai rapat dengan ULP, di gedung DPRD Pangandaran.(24/1)

Dikatakan Ade, saat komisi IIIlangsung terjun ke lapnagan untuk melihat  pekerjaan tersebut, saat itu pekerjaan belum selesai begitu dengan pemadatan (berem) bahu jalan, tapi anehnya mengapa sudah PHO.

“Kami mempertanyakan fungsi pengawasan dalam mengawasi pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan, “imbuhnya.

Jika  demikian, lanjut Ade, apa selama  ini peran pengawas Ddinas PUPR  yang sudah dibiayai oleh APBD.

“Dalam hal ini komisi III tidak akan menyalahkan rekanan tapi justru instansi terkait yang punya peran sebagai pengawas pekerjaan di lapangan," ungkapnya.

Ade juga berharap dinas PUPR melalui Bidang Binamarga bisa lebih pro aktif dalam mengawasi pekerjaan di lapangan serta selalu mengutamakan kualitas pekerjaan.

"Jadi percuma saja kalau pembangunan infrstruktur jalan selesai tahun ini tapi kemudian tahun depannya sudah rusak lagi karena kualitas pekerjaan yang buruk" , pungkasnya. (AGE)

28 PERANGKAT DESA KECAMATAN KARANGNUNGGAL IKUTI BINTEK SISKEDES TINGKAT PROVINSI

TASIK NEWS-Sebanyak 28 Orang, terdiri dari 14 sekdes dan 14 oprator dari 14 Desa se-Kecamatan Karangnunggal Kabupten Tasikmalaya, hari kemarin (23/1) berangkat menuju Bandung utnuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Siskedes di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah kecamatan pun memandang perlu untuk memberi arahan, karena seluruh perangkat desatersebut nantinya  akan mengemban tugas untuk mengikuti pelatihan tentang menejment Sintem pengelolaan Pemerintahan Desa.

Dalam sambutannya pada acara pelepasan rombongan, Camat Karangnunggal. Asep M Dahliana, S.Tp.MM, yang didampingi Sekmat, Dedi Mulyana, S.Ip., M.Si, 2 anggota Polsek, Aiptu. Yanto dan Aiptu Lukman Salaksa, menyampaikan harapannya agar bimtek Peningkatan Kapasitas Kinerja Perangkat Desa (Perades)  nanti bisa diikukti dengan baik dan sungguh-sungguh.

Menurut camat, dengan sistem penyelenggaraan pemerintah desa yang semakin berat, kini segala sistem pun sudah berupa aplikasi data berbasis komputer.

“Sekdes dan oprator adalah  jabatan yang paling pokok dan strategis dalam roda pemerintahan desa, “tegas camat.

Hal senada dikatakan Sekmat, Dedi Mulyana dan Ketua Perades, Saeful Kharei, seluruh peserta bintek dalam mengikuti penguatan kapasitas Tersebut bisa membawa hasil serta dapat menambah kembali keilmuannya.

“Selamat jalan, semoga lancar dan kembali dengan selamat, “ucap keduanya.
(ANWARWALUYO-UDI R)

DI OBYEK WISATA KARANGNINI ADA 5 GOA KERAMAT KONON DIPERCAYA MENJADI TEMPAT PESUGIHAN

PANGANDARAN NEWS- Pantai Karangnini yang dikelola PT Perhutani,  menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran dengan gugusan pantainya berkarang dan curam, sehingga keunikannya ini selalu menjadi daya tarik wisatawan.

Obyek wisata yang terletak di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang, sekitar 5 km sebelum masuk wisata pantai Pangandaran ini, selain terkenal dengan pesona alam pantainya ternyata menyimpan cerita berbau mistis, khususnya dengan  keberadaan lima goa keramat yang selma ini konon menjadi tempat pemujaan (pesugihan).

Seperti dijelaskan salah seorang warga Emplak, sebut saja Ujang (nama samaran-red), yang menuturkan  pada PNews, ia hampir setiap hari bolak-balik ke lokasi pesugihan menjual jasa angkutan (ojek) untuk mengantarkan tamu-tamu menuju goa keramat.

"Ditempat ini ada lima goa keramat yang dijadikan tempat pesugihan, “terang Ujang. (23/1)

Biasanya, kata Ujang, yang datang kesana orang-orang yang sudah gelap mata karena terlilit hutang, usahanya bangkrut atau karena memang ingin cepat mendapat kekayaan dengan cara gampang.
Masih cerita Ujang, dari kelima goa keramat yang ada di obyek wista Karangnini ini, biasanya goa yang sering dikunjungi para tamu itu goa keramat nomer dua, tiga dan lima, semuanya goa tersebut lokasinya berada di pinggir pantai.

Di goa nomer dua, katanya, untuk memperolehan uang ghoib, dan biasanya di goa itu harus tidur satu hingga tiga malam untuk memperoleh yang diinginkannya. Dan disana para tamu biasanya akan dibekali petuah dari juru kunci agar bisa lancar dalam melaksanakan ritual pemujaan.

Tapi dari semua yang datang, lanjut Ujang, belum tentu berhasil, mungkin tergantung nasib dan rejeki mereka masing-masing.

"Biasanya yang datang dari luar daerah, bahkan dari luar jawa pun pernah ada."imbuh Ujang. (AGE)


UNTUK ANTISIPASI KEBAKARAN, KALAK BPBD BANJAR HIMBAU SEMUA KANTOR MEMPUNYAI APAR

Kalak BPBD Kota Banjar, Dedi Suardi
BANJAR NEWS-Pasca terbakarnya mobil Tangki milik Pertamina di SPBU Batulawang, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Dedi Suardi, menuturkan, penyebab terjadinya kebakaran itu banyak sekali penyebabnya, tapi yang terpenting bagaimana cara antisipasi agar musibah tersebut tidak terjadi sehingga bisa selamat dari kejadian kebakaran.

Dikatakan Dedi, pihaknya akan secepatnya berkordinasi dengan Dinas perhubungan dan kepolisian untuk menghimbau sekaligus menekankan pentingnya penggunaan  Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang harus selalu ada, baik di kendaraan umum atau pribadi bahkan di kantor-kantor pemerintah maupun swasta yang ada Kota Banjar.

“Sehingga bila terjadi kebakaran minimal sudah ada penanggulangan awal dengan menggunakan APAR, “jelas Dedi, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (23/1)

Selama ini, kata Dedi, keberadaan APAR biasanya kurang diperhatikan para pemilik kendaraan atau pun para pengusaha, padahal alat itu penting sekali untuk pertolongan pertama mengantisipasi saat kobaran api masih kecil.

Ketua Karang Taruna kota Banjar, Agus Sumitra, membenarkan pentingnya di kendaraan maupun di gedung kantor pemerintah dan swasta untuk menyimpan APAR, karena menurutnya, APAR paling tidak bisa mencegah sebelum api membesar.

Sementara menurut warga lainnya, Ara Sutara Hamara, pemkot sebaiknya membuat kebijakan penggunaan APAR ini dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda), sehingga menganggarkannya pun dimasukan pada APBD. (TITO)

ADA APA DENGAN PONSEL PEJABAT PUBLIK KOTA BANJAR ?

BANJAR NEWS-Ada yang menarik dari sikap pejabat di Kota Banjar terkait nomor telepon celuller (ponsel) yang tidak jarang sangat sulit untuk mendapat nomor ponselnya, selain lebih dari satu, terkadang  nomornya pun di rahasiakan.

Seperti yang terjadi pada wartawan Pangandaran News biro Kota Banjar, saat mendatangi salah seorang pejabat, kebetulan saat itu sedang ada monitoring pembinaan di salah satu desa.
Selesai menulis berita, disaat akan dikirim berita lewat media watshaap, tapi sayang tak ada seorang  pun yang mau memberikan nomor ponsel pejabat yang dimaksud.

Tapi walau dengan cara sulit, akhirnya didapat juga nomer pejabat tersebut dari sopir pribadinya, walau dengan wanti-wanti mohon jangan bicara ia sudah memberi nomer ponsel atasannya.

Kade pepejeh ulah bebeja ti urang (awas jangan bicara dari saya-red)” katanya.

Ternyata hal ini juga dialami salah seorang Anggota DPRD Kota Banjar dari partai PPP H. Mujamil, menurutnya, setiap ia menelpon beberapa pejabat, sering telponya tidak diangkat. Padahal ini bukan kepentingan pribadi tapi terkait masukan dari masyarakat yang harus disampaikan.

“Saya juga merasa heran, ada apa dengan ponsel pejabat Banjar ini, “ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar periode tahun 2004-2009, Solihin, menurutnya sangat sulit untuk mendapatkan nomor ponsel pejabat publik di Kota Banjar, padahal ini penting sekali untuk komunikasi.

"Jadi mau bisa kominikasi gimana kalau para pejabat publik seperti ini, saya ini salah satu elemem masyarakat yang kadang-kadang perlu berkomonikasi dengan mereka, “ujarnya.

Ini sebagai perbandingan saja, ketika Gubernur Kaltim, H. Awang Faroek Ishak, dalam kunjungannya ke Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara, saking banyak saat itu masyarakat yang bertanya padanya, gubernur pun tak segan-segan menyebarkan nomor watshaap (WA) miliknya.

"Bapak-ibu catat nomor WA saya, ini nomornya 08115409998,  masyarakat bebas menyampaikan permasalahan apa saja, yang penting  jangan  mencaci maki, dan jangan menyampaikan berita bohong selain itu setiap laporan yang masuk harus bisa dipertanggungjawabkan dengan menyebutkan nama dan alamat lengkap, WA yang masuk pasti saya balas," kata Awang Faroek Ishak di depan ratusan warganya. (TITO)

SOSIALISASI UJIAN SEKOLAH - UJIAN NASIONAL BERDASAR REGULASI YANG BARLAKU

BANJAR NEWS-Berawal dari dirubahnya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN ) yang berlaku sejak tahun 2020 menjadi Ujian Sekolah (US), Dinas Pendidikan dan Budaya Kota Banjar pun menggelar sosialisasi yang dihadiri para K3S tingkat SD, MKKS tingkat SMP, seluruh pengawas baik tingkat SD maupun SMP dan perwakilan Forum MGNP serta KKG sekota Banjar.

Seperti dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Ahmad Yani, M.Pd, saat ditemui di sela-sela acara sosialisasi yang digelar di aula Aula Dinas pendidikan dan budaya kota Banjar, menurutnya, sosialisasi ini juga sekaligus untuk menyusun Drap  teknis US tahun 2020.

"Jadi untuk tTahunini tidak ada lagi USBN tapi diganti dengan US. “Ujarnya. (23/1)

Dalam teknis di US ini, kata Yani, seluruh sekolah harus membuat soal ujian masing-masing, sedang
pada pos UN yang baru ini tidak ada perubahan yang signifikan.

Disoal tentang anggaran UN, di ruang terpisah, menurut salah seorang pegawai Disdikbud, Heri Setiaji S,Pd, mengatakan, biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan UN ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan sekolah.

"Artinya, satuan pendidikan tidak diperkenankan memungut biaya apa pun dari siswa, “jelasnya.    (TITO S)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN