UNTUK ANTISIPASI KEBAKARAN, KALAK BPBD BANJAR HIMBAU SEMUA KANTOR MEMPUNYAI APAR

Kalak BPBD Kota Banjar, Dedi Suardi
BANJAR NEWS-Pasca terbakarnya mobil Tangki milik Pertamina di SPBU Batulawang, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Dedi Suardi, menuturkan, penyebab terjadinya kebakaran itu banyak sekali penyebabnya, tapi yang terpenting bagaimana cara antisipasi agar musibah tersebut tidak terjadi sehingga bisa selamat dari kejadian kebakaran.

Dikatakan Dedi, pihaknya akan secepatnya berkordinasi dengan Dinas perhubungan dan kepolisian untuk menghimbau sekaligus menekankan pentingnya penggunaan  Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang harus selalu ada, baik di kendaraan umum atau pribadi bahkan di kantor-kantor pemerintah maupun swasta yang ada Kota Banjar.

“Sehingga bila terjadi kebakaran minimal sudah ada penanggulangan awal dengan menggunakan APAR, “jelas Dedi, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (23/1)

Selama ini, kata Dedi, keberadaan APAR biasanya kurang diperhatikan para pemilik kendaraan atau pun para pengusaha, padahal alat itu penting sekali untuk pertolongan pertama mengantisipasi saat kobaran api masih kecil.

Ketua Karang Taruna kota Banjar, Agus Sumitra, membenarkan pentingnya di kendaraan maupun di gedung kantor pemerintah dan swasta untuk menyimpan APAR, karena menurutnya, APAR paling tidak bisa mencegah sebelum api membesar.

Sementara menurut warga lainnya, Ara Sutara Hamara, pemkot sebaiknya membuat kebijakan penggunaan APAR ini dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda), sehingga menganggarkannya pun dimasukan pada APBD. (TITO)

ADA APA DENGAN PONSEL PEJABAT PUBLIK KOTA BANJAR ?

BANJAR NEWS-Ada yang menarik dari sikap pejabat di Kota Banjar terkait nomor telepon celuller (ponsel) yang tidak jarang sangat sulit untuk mendapat nomor ponselnya, selain lebih dari satu, terkadang  nomornya pun di rahasiakan.

Seperti yang terjadi pada wartawan Pangandaran News biro Kota Banjar, saat mendatangi salah seorang pejabat, kebetulan saat itu sedang ada monitoring pembinaan di salah satu desa.
Selesai menulis berita, disaat akan dikirim berita lewat media watshaap, tapi sayang tak ada seorang  pun yang mau memberikan nomor ponsel pejabat yang dimaksud.

Tapi walau dengan cara sulit, akhirnya didapat juga nomer pejabat tersebut dari sopir pribadinya, walau dengan wanti-wanti mohon jangan bicara ia sudah memberi nomer ponsel atasannya.

Kade pepejeh ulah bebeja ti urang (awas jangan bicara dari saya-red)” katanya.

Ternyata hal ini juga dialami salah seorang Anggota DPRD Kota Banjar dari partai PPP H. Mujamil, menurutnya, setiap ia menelpon beberapa pejabat, sering telponya tidak diangkat. Padahal ini bukan kepentingan pribadi tapi terkait masukan dari masyarakat yang harus disampaikan.

“Saya juga merasa heran, ada apa dengan ponsel pejabat Banjar ini, “ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar periode tahun 2004-2009, Solihin, menurutnya sangat sulit untuk mendapatkan nomor ponsel pejabat publik di Kota Banjar, padahal ini penting sekali untuk komunikasi.

"Jadi mau bisa kominikasi gimana kalau para pejabat publik seperti ini, saya ini salah satu elemem masyarakat yang kadang-kadang perlu berkomonikasi dengan mereka, “ujarnya.

Ini sebagai perbandingan saja, ketika Gubernur Kaltim, H. Awang Faroek Ishak, dalam kunjungannya ke Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara, saking banyak saat itu masyarakat yang bertanya padanya, gubernur pun tak segan-segan menyebarkan nomor watshaap (WA) miliknya.

"Bapak-ibu catat nomor WA saya, ini nomornya 08115409998,  masyarakat bebas menyampaikan permasalahan apa saja, yang penting  jangan  mencaci maki, dan jangan menyampaikan berita bohong selain itu setiap laporan yang masuk harus bisa dipertanggungjawabkan dengan menyebutkan nama dan alamat lengkap, WA yang masuk pasti saya balas," kata Awang Faroek Ishak di depan ratusan warganya. (TITO)

SOSIALISASI UJIAN SEKOLAH - UJIAN NASIONAL BERDASAR REGULASI YANG BARLAKU

BANJAR NEWS-Berawal dari dirubahnya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN ) yang berlaku sejak tahun 2020 menjadi Ujian Sekolah (US), Dinas Pendidikan dan Budaya Kota Banjar pun menggelar sosialisasi yang dihadiri para K3S tingkat SD, MKKS tingkat SMP, seluruh pengawas baik tingkat SD maupun SMP dan perwakilan Forum MGNP serta KKG sekota Banjar.

Seperti dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Ahmad Yani, M.Pd, saat ditemui di sela-sela acara sosialisasi yang digelar di aula Aula Dinas pendidikan dan budaya kota Banjar, menurutnya, sosialisasi ini juga sekaligus untuk menyusun Drap  teknis US tahun 2020.

"Jadi untuk tTahunini tidak ada lagi USBN tapi diganti dengan US. “Ujarnya. (23/1)

Dalam teknis di US ini, kata Yani, seluruh sekolah harus membuat soal ujian masing-masing, sedang
pada pos UN yang baru ini tidak ada perubahan yang signifikan.

Disoal tentang anggaran UN, di ruang terpisah, menurut salah seorang pegawai Disdikbud, Heri Setiaji S,Pd, mengatakan, biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan UN ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan sekolah.

"Artinya, satuan pendidikan tidak diperkenankan memungut biaya apa pun dari siswa, “jelasnya.    (TITO S)

NANANG HERYANTO: “GUNAKAN TANAH UNTUK PEMADATAN BAHU JALAN TIDAK MELANGGAR ATURAN”

PANGANDARAN NEWS- Lemahnya pengawasan terkait beberapa pekerjaan Dinas PU Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Pangandaran, Bidang Minamarga dipertanyakan warga.  Seperti pembereman salah satu pekerjaan insprastruktur jalan  di Dusun Mekarsari Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur, yang menggunakan tanah sisa galian.

Menurut salah seorang warga, Wahyudin (45), ia melihat pembereman di kiri dan kanan jalan beton di depan rumahnya dengan menggunakan tanah sisa galian.

"Tadinya saya mengira akan menggunakan cabluk yang berbatu sehingga pemadatannya pun akan keras dan bagus, tapi ketika saya dan warga melihat pembereman itu menggunakan tanah, jelas kami kecewa, ", katanya. (22/1)

Wahyudin juga mempertanyakan, apakah saat pengerjaannya tanpa pengawasan dari dinas terkait, dan apakah memang dalam perencanaannya seperti itu.

“Yang saya tahu dan pernah saksikan, biasanya pembereman itu menggunakan cabluk berbatu atau pakai sirtu", tambahnya.

Ditemui secara terpisah, menurut Kabid Binamarga, Nanang Heryanto, memang pembereman jalan beton di Dusun Mekarsari tersebut menggunakan tanah.

Menurutnya, itu bisa dilakukan dengan menggunakan tanah sisa galian dan itu tidak melanggar aturan, apalagi saat ini untuk mencari cabluk agak susah karena banyak galian C yang ditutup dusebabkan belum punya ijin.

“Dengan alasan susah mencari cabluk, maka pakai tanah pun bisa yang penting jalannya mulus saja  dulu, "kata Nanang.  (AGE)

MENGUAK MISTERI GOA SODONG DI KECAMATAN CIMERAK

PANGANDARAN NEWS-Goa Sodong, atau warga sekitar lebih akrab dengan sebutan Goa Sodong Gatah, terletak di area bekas pabrik tepung tapioka (Singkong) di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, merupakan goa alam sepanjang 1 km yang  memanjang dari area pabrik menuju aliran sungai  Sodong dan bermuara ke laut pantai selatan.Tapi sayang, entah apa sebabnya keindahan goa tersebut tidak bisa dikunjungi karena untuk sementara ini ditutup.

Untuk menuju lokasi Goa Sodong dapat ditempuh dari dua arah, dari arah selatan melalui Desa Kertamukti dan lewat jalur utara melalu jalan arah Dusun Banjarwaru.

Sebenarnya menurut beberapa warga, goa Sodong bisa dijadikan obyek wisata, apalagi di ujung jalur goa yang menuju sungai Sodong ada sebuah makam yang konon merupakan makam muridnya Syeh Abdul Muhyi, yang petilasannya ada di Pamijahan Tasikmalaya.

Menurut guru kunci makam, Tukimin, kadang-kadang banyak penjiarah asal Bandung, Garut dan Jawa Tengah datan ke sana, terutama, malam Jumat Kliwon dan Senin Kliwon.

Sementara dari keterangan seorang warga mantan pekerja pabrik, Undang, sekitar tahuan 80an hingga 90an, keberadaan Goa Sodong belum begitu dikenal karena saat itu pintu masuk ke goa masih terhalang dengan kesibukan pekerja pabrik. Sekarang pabrik ini sudah tidak beroprasi lagi karena lahan singkong yang menjadi bahan baku kini sudah berubah menjadi perkebunan kelapa hibryda, sehingga pabrik pun tidak lagi bisa produksi dan tutup. Sehingga kini keberadaan goa Sodong pun  sangat menyeramkan dan sering  terdengar suara aneh bersumber dari goa.

“Tapi walau rumah saya di sekitar bekas pabrik, kejadian-kejadian aneh itu tak membuat saya takut karena memang tidak mengganggu, “terangnya.(21/1)

Masih kata Undang, sebenarnya dulu keberadaan goa ini awal tidak menjadi perhatian warga, tapi setelah pabrik tutup dan sering muncul suara-suara aneh dari area sekitar pabrik dan mulut goa, masyarakat pun jadi penasaran.

Pabrik Tapioka seluas 4 hektar ini, tutur Undang, dulunya milik warga keturunan cina, Hu sen yang tingga di Kota Ciamis, dan sekarang untuk merawatnya dipecayakan pada anak angkatnya, Imun yang tinggal di Desa Sindangsari.

Menurut cerita pemiliknya, lanjut Undang, lahan yang kini ditanami pohon jati ini rencanananya akan dijual, tapi entah kenapa sudah 3 tahun belum juga terjual.

Hal ini dibenarkan Ustadz Enjang, menurutnya, karena dihalangi penunggu goa yang  tidak rela  jika tanah ini dijual.

“Jadi penghuninya harus dipindahkan dulu, Walahualam, “ujar  Ustadz Enjang. (RASIMUN)

UNTUK ERATKAN TALI SILATURAHMI DENGAN WARGA, KADES SINDANGSARI RUTIN LAKUKAN SILATURAHMI

PANGANDARAN NEWS-Salah satu kegiatan rutin yang selalu diakukan Kepala Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, kunjungan ke tiap-tiap dusun untuk bersilaturahmi dengan warga. Pada kunjungan yang dilakukan setiap malam kamis ini, kepala desa yang ditemani beberapa ketua RT, kepala dusun, Karang taruna, BPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini, bertujuan ingin melihat serta mendengar langsung keadaan warga desanya.

“Kebetulan kunjungan malam ini ke Dusun Mekarjaya untuk melantik ketua RW 02 yang baru, Agus Mawan menggantikan Uhyan yang telah habis masa jabatannya, “terang Kepala Desa Sindangsari, Herman.(21/1)

Di hadapan warga yang hadir di balai dusun, Herman menyampaikan, proses beberapa pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan Pemdes Sindangsari, sehingga masyarakat sebagai penerima azas manfaat pembangunan pun tahu dan bisa ikut terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Selain untuk meningktkan tali silaturahmi, kata Herman, kunjungan ke tiap dusun ini juga untuk bisa mendengarkan langsung aspirasi warganya, sehingga semua masalah yang berkaitan dengan pembangunan fisik dan non fisik pun bisa dibahas dalam bentuk harmonisasi antara pemdes dan warga.

Dikatakan Herman, salah satu bahasan dalam pertemuan kali ini terkait rencana pembelian tanah untuk lapang yang sampai saat ini belum terealisasi juga, sehingga hingga saat ini Dusun Mekarjaya belum juga memiliki lapangan sepak bola. Padahal, menurut salah seorang warga, Elan, lapang sepakbola merupakan sarana penting yang bsa dijadikan tempat pengembangan bakat olahraga masyarakat, khususnya generasi muda.

”Tentunya, kita akan cari jalan yang terbaik untuk pengadaan tanah lapang ini, “kata Herman. (RASIMUN)

CAMAT BANJAR BINA APARATUR DESA JAJAWAR

BANJAR NEWS--Dalam rangka meningkatkan Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa, Camat Kecamatan Banjar Kota Banjar, Nia Kania Parmasih S.Stp,Msi, menggelar pembinaan pada para  Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan Desa dan Bendahara Desa,bertempat di Desa Jajawar.(21/1)

Di depan para peerta pembinaan, Camat Banjar,  Nia Kania Parmasih S.Stp,Msi, menyampaikan, perlunya sinergitas antara BPD dengan kepala desa, karena semua produk hukum yang ada di desa harus dibahas bersama–sama.

“Dalam hal ini kepala desa dan perangkat menjadi  pelaksana sedangkan BPD  pada aturan baru di libatkan sebagai unsur penyelenggara pemerintah, “terang Nia.

Dan kegiatan pembinaan desa ini, kata Nia, merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilaksanakan kecamatan.

Masih kata Nia, ada dua kategori yang dilakukan melalui kunjungannya ke desa, dan itu disentralisasi di kantor kecamatan, waktunya dilaksanakan setiap hari senin, usai upacara.

"Ini dilakukan untuk semua desa " ujarnya.

Nia juga mengatakan, berdasarkan Permendagri no 47 Tahun 2016 pasal 12 ayat(2), ini meruoakan tugas camat yang harus dilaksanakan dalam pembinaan ke desa-desa.

Sementara Sekdes  Jajawar, Riswanto, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan kedatangan camat ke Desa Jajawar selain mekaksanakan pembinaan juga membahas terkait program Setiap Aparat Desa Selasa Mengaji (SIAP HAJI).

“Dan program ini juga diperkuat dengan Perkades sebagai payung hukumnya, “kata Riswanto.

Riswanto menambahkan, legestasi hukum ini inovasi yang di lakukan Kepala Desa Jajawar, Samsudin Spdi, yang bertujuan meningkatkan iman dan takwa setiap perangkatnya. (TITO)

MANGUNJAYA MENJADI KECAMATAN PERTAMA PELAKSANAAN MUSRENBANG 2020 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Mangunjaya menjadi kegiatan Musrenbang pertama awal tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran, dengan tema Pemantapan Capaian RPJMD 2016 - 2021 mewujudkan Pangandaran sebagai tujuan wisata berkelas dunia menuju pembangunan berkesinambungan".

Dalam musrembang RKPD tahun 2021 yang dilaksanakan di Gedung Da’wah (21-22/01), dihadiri langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, camat serta pejabat di lingkup pemkab, ini merupakan porum musawarah para pemangku kepentingan baik langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah, menyepakati prioritas pembangunan daerah yang anggarannya bersumber dari APBD tahun 2020.

Beberapa usulan, seperti bidang pemerintahan, sosial budaya, Ekonomi dan infrastruktur menjadi bahasan dalam musrenbang di tingkat kecamatan ini.

Sementara, dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, dari 20 point janji kampanye bupati dan wakil bupati menjelang pilkada beberapatahun lalu, hingga kini tinggal menyisakan 2 point lagi yang belum terealisasikan.

Kedua point itu, kata bupati,  antara lain pemberian beras untuk pesantren dan pembangunan pusat pemerintahan kabupaten pangandaran yang Insya Alloh tahun akan direalisasikan tahun ini, “kata bupati.

“Dengan demikian pada akhir masa jabatan bupati dan wakil bupati yang jatuh pada tahun ini, kami telah memenuhi janji-janji yang kami sampaikan pada kampanye bupati wakil bupati  tahun 2015 lalu, “kata bupati. (Tn)

DIDUGA KARENA CUACA PANAS SEBUAH TANGKI BBM TERBAKAR DI PATARUMAN

BANJAR NEWS- Sebuah mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nomer polisi E 9074 YB, sekitar jam 15.00 terbakar di Jalan Raya Banjar – Pangandaran, tepatnya di Blok Batulawang Dusun Sukahurip RT 01 RW 03 Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman Kota Banjar. (20/01)

Menurut beberapa saksi mata, tanki tersebut tengah mengisi BBM (Pertalite), di penampungan. Dan dugaan sementara kebakaran terjadi akibat suhu udara yang cukup panas.

” Diawali kepulan asap serta dentuman keras tiga kali baru stelah itu api keluar membakar bagian belakang mobil tangki, “ujar warga sekitar.

Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Kota Banjar, Dedi Suwandi, membenarkan, kebakaran yang menimpan tenki tersebut memang diakibatkan suhu udara di sekitar lokasi kebakaran sangat panas.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung menerjunkan dua unit mobil pemandam kebakaran ke lokasi, “ucapnya.

Dikatakan Dedi, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB, dan untuk sementara perkiraan kerugian materi dan kronologis kejadian belum bisa disampaikan karena harus menunggu hasil identifikasi dari Kepolisian Polres Banjar.

“Tapi beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa atau luka, “imbuhnya. (TITO)

PEMASANGAN RAMBU LARANGAN PARKIR DI ALUN ALUN BANJAR MEMBINGUNGAN WARGA

BANJAR NEWS--Rambu larangan parkir yang terpasang di area alun-alun, tepatnya di jalan Perintis depan toko modern Pajajaran, Kota Banjar, membingungkan para pengendara yang singgah di kawasan tersebut. Bahkan tak sedikit diantaranya sengaja berhenti untuk memahami rambu tersebut, agar tidak terjebak dan melanggar aturan.

masyarakat pun jadi bingung dengan pemasangan rambu-rambu tersebut, seperti diketahu, alun-alun merupakan area publik, jadi dipastikan banyak yang datang kesana. Dan mungkin tidak perlu dipasang larangan parkir.

Seperti diungkpakna Joni, Warga Dusun Cimenyan 1, menurutnya jika petugas salah menempatkan rambu juga tidak masuk akal karea kendaraan yang parkir di area tersebut diminta restibusi.
“Kalau benar-benar dilarang parkir, jangan ada petugas retribusi  dong..”ungkapnya.(19/1)

Hal senada dikatakan mantan Wakil Ketua DPRD periode 2004-2009, Solihin, ia menuturkan,      pemasangan rambu itu  diduga kurangnya pemahaman petugas dalam memasang rambu-rambu lalu lintas.

"Diduga perekrutan atau mungkin juga penempatan petugas yang dilakukan tidak sesuai dengan bidang ahlinya,” ujarnya.

Solihin menambahkan, pemasangan rambu larangan parkir  itu dilakukan secara asal tanpa pengkajian yang matang.

“Kalau memang rambu  itu  tetap dipasang, sebaiknya jangan ada petugas restribusi atau sebaliknya cabut rambunya. " tegas Solihin (TITO)

DPRD KECEWA KINERJA PT HUTAMA KARYA TERKIT PEMBANGUNAN RSUD PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega diKabupaten Pangandaran dengan anggaran ratusan milyar, yang rencananya akan diresmikan awal tahun 2020, ternyata hingga akhir tahun 2019, ada beberapa pekerjaan yang belum selesai.

DPRD Pangandaran, melalui komisi III, menyayang pihak pengembang (PT Hutam Karya) tidak bisa menyelesaikan pembangunan RSUD sesuai kontrak kerja.

Seperti dikatakan Wakil Ketua Komisi III, Hesti, gaung pembangunan RSUD Pandega Pangandaran sangat luar biasa, begitupun anggaran yang dikeluarkan pemerintah, tapi dengan kinerja dari PT Hutama Karya tidak memuaskan.

"Jujur saya sangat kecewa, pekerjaanya pun terkesan tidk profesional, lihat saja hingga kini masih ada salah satu flapon yang bocor pemasangann keramik selain tidak rapih juga banyak yang retak dan belah,"ungkap Hesti.(17/1)

Hesti juga mengeaskan, DPRD melaluiKomisi III pun akan terus mengawasi kinerja PT Hutama Karya sebelum dinyatakan selesai dalam pembangunannya.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat pihaknyaberkeinginan pengerjaan RSUD bertatap hotel berbintang ini bisa sempurna, megah, bagus dan hebat. Tapi kenyataannya hingga batas waktu pengerjaan selesai, masih ada flapon bocor dan lainnya, DPRD kecewa dengan kinerja PT. HK yang merupakan perusahaan BUMN.

“Kami akan melakukan cros check kembali untuk memastikan apakah PT HK sudah melakukan perbaikan atau belum serta membahas temuan ini di komisi, “imbuhnya. (PNews)

TAHUN 2020 APBD PANGANDARAN ANGGARKAN Rp 300 MILYAR UNTUK INFRASTRUKTUR

PANGANDARAN NEWS-APBD tahun 2020 masih fokus pada 4 skala perioritas, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan penataan wisata, dan penetapan anggaran ini sudah diparipurnakan di DPRD, dengan jumlah pendapatn dan belanjasebesar Rp 1,3 trilyun.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, HMM, saat diwawancara sejumlah  media di halaman gedung DPRD, beberapa waktu lalu.

“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur untuk tahun 2020 sekitar Rp 300 milyar, “ungkapnya.

Dalam APBD tahun ini juga ada lokasi anggaran untuk biaya Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) yang akan dilaksanakan bulan september, sebesar Rp 50 milyar.  Semnatara untuk devisit anggaran, kata Asep, dicover dari pembelanjaan daerah dan ini memang dinilai sangat rasional.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, membenarkan, APBD yang telah ditetapkan pada paripurnan sekarang sebesar Rp1,3 triliun ada kemungkinan bisa bertambah menjadi Rp 2,2 triliun, dengan adanya Bantuan Keuangan (Bankeu), Bantuan Provinsi (Banprov) dan bantuan dari sumber anggaran lainnya.

Dengan besarnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur trsebut, menurut Jeje, ditargetkan tahun ini perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pangandaran capai 99,99 %.

"Sedangkan untuk defisit anggaran sebesar Rp77 miliar, namun semua itu akan tertutupi oleh sektor pembiayaan,"terang Jeje. (PNews)


USAI LIBUR TAHUN BARU KETUA DPRD PANGANDARAN SOROTI SAMPAH DAN PARKIR DI OBYEK WISATA

PANGANDARAN NEWS-Ada beberapa masalah yang perlu dievaluasi pemerintah terkait kegiatan dan pelayanan pariwisata pasca liburan tahun baru 2020, sehingga ke depannya kualitas pariwisata  Pangandaran semakin baik dan meningkat.

Seperti dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, HMM, salah satu persoalan sampah. Tanpa menghilangkan peran serta kerja keras para petugas di lapangan dari dinas terkait, saat ini Pangandaran sudah waktunya memiliki mesin pembersih pantai (beach cleaner) yang berfungsi untuk membersihkan sampah pantai yang bercampur dengan pasir.

"Dengan beach cleaner ini nantinya sampah yang bercampur pasir itu bisa disaring lalu pasirnya dikeluarkan kembali, “jelasnya (3/1)

Selain masalah sampah, politisi asal PDI Perjuangan ini pun menyoroti masih adanya sejumlah hotel dan restoran yang membuang limbah cair langsung ke laut, sehingga membuat kebersihan dan pemandangan sekitar pantai pun jadi kurang indah dilihat.

Menurutnya, perlu ada langkah segera apalagi Pemkab Pangandaran sekarang sudah menerbitkan Perda tentang kebersihan.

Dan rencana pembuatan instalasi pengolahan limbah rumah tangga komunal, kata Asep, harus segera direalisasikan, seperti di sepanjang pantai barat dan timur.

Dikatakan Asep, suatu saat tanpa protokoler ia pernah melihat kawasan parkir yang ada di obyek wisata Pangandaran, dan Asep menyororti ternyata masih banyaj hotel yang tidak menyediakan lahan parkir yang disesuaikan dengan jumlah kamar huniannya.

“Masih ada beberapa tamu hotel yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, dan jelas ini bisa  memicu kemacetan, “ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya mendukung rencana pemerintah untuk membuka lahan parkir umum di lapang Katapang Doyong dan area pasar wisata, dan secara perlahan masalah parkir ini bisa dibenahi. (PNews)





TEMPAT AIR JAMAN DULU, BUAH KUKUK BERBENTUK KENDI KINI SEMAKIN LANGKA

TASIK NEWS-Buah Kukuk merupakan salah satu jenis tanaman buah labu yang biasa tumbuh di daerah dengan udara serta beriklim tropis seperti di Indonesia.

Bagi beberapa warga  warga Dusun Cirengrak, Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, buah kuku juga sering dijadikan bahan kerajinan tangan ynag berfungsi untuk menyimpan air minum.

Menurut salah seorang pengrajin, Encep, buah labu jenis kukuk ini bisa disulap menjadi salah satu tempat wadah air yang bisa digunakan menjadi tempat minum yang bisa dibawa kemana-mana.

“Prosesnya pembuatannya memakan waktu sekitar satu hingga tiga bulan, “terangnya. (19/1)

Kata Encep, kukuk sekarang agak sulit didapat, karena jenis buah ini merupakan salah satu jenis buah zaman dulu yang dipakai masyarakat desa untuk sarana menampung air untuk bekal ketika di sawah atau sedang berkebun.

Air yang disimpan di buah kukuk pun terasa lebih segar dan katanya bisa membuat menghilangkan  peyakit gatal di kulit.

Konon, kata Encep, beberapa tahun lalu kukuk biasanya selalu dibawa budak angon (pengembala ternak) atau para petani saat berladang di hutan.

“Jadi saat membawa kukuk ini serasa bernostalgia ingat masa kecil ketika mengembala kerbau, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN