POTENSI PAD BONGKAR MUAT DAN RETRIBUSI TERMINAL, TIDAK AKAN TERCAPAI ?

PANGANDARAN-Sudah bisa dipastikan target Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir bahu jalan-bongkar muat dan retribusi terminal tidak akan tercapai. Pasalnya, target kedua retribusi tersebut kurang realistis dan adanya perubahan aturan.

Seperti parkir bahu jalan dan bongkar muat, berdasarkan Perda nomer 36 tahun 2016, untuk retribusi bongkar muat sudah tidak ada.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandran, Drs. Saepuloh, MSI saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(21/7)

“Tapi dalam target PAD tahun 2017, bongkar muat tersebut masih ada. ”ungkap Saepuloh.

Saepuluh yang didampingi Sekretaris Dinas, Haryono, S.Sos juga mengatakan, target tahun ini dari retribusi tersebut sebesar Rp 126 juta, retribusi parkir bahu jalan Rp 50 juta dan bongkar muat Rp72 juta.

“Karena kami tidak lagi memungut retribusi bongkar muat, jadi sudah bisa dipastikan tahunj ini potensi PADnya pun tidak ada. “kata Saepuloh.

Sedangkan untuk perolehan dari parkir wisata, retribusinya langsung disetorkan Dinas Pariwisata ke kas daerah.

Haryono menambahkan, untuk retribusi terminal target pendapatannya kurang realistis mengingat dari ke empat terminal, Kalipucang, Pangandaran, Parigi dan Cijulang, jumlah volume kendaraan yang masuk terminal kini sudah semakin berkurang.

Mungkin ke depan, lanjut Haryono, sebaiknya sebelum dibuat angka target capaian PAD terminal harus dilakukan uji petik dulu di lapangan.

Dengan terjun langsung ke lapangan 1-2 minggu saja, nantinya dengan mudah akan didapat berapa jumlah kendaraan yang masuk setiap harinya. Dan target retribusi terminal tahun 2017 sebesar Rp 150,5 juta hingga bulan ini baru tercapai sekitar 27 %.

“Dan mulai tahun 2018, terminal Pangandaran dengan tipe B akan beralih kelola ke provinsi. “jelas Haryono. (hiek)



FKPPI RAYON 1322 CIJULANG GELAR HALAL BIL HALAL KAPTEN INF. SUTARNA : “FKPPI TIDAK BISA DIBUBARKAN “

CIJULANG - Forum Komunikasi Putra putri TNI dan Polri ( FKPPI) rayon 1322 Cijulang, Kamis (20/07) menyelenggarakan halal bil halal bersama para pembina dari kesatuan TNI bertempat di aula kantor Koramil 1322 Cijulang. Hadir pada kesempatan itu komandan rayon militer 1322 Cijulang, Kapten (inf). Sutarna beserta anggota.

Ketua FKPPI rayon Cijulang, Delis Sri mengatakan, pentingnya menjalin silaturahmi untuk  menjaga kekompakan antar anggota agar bisa selalu bersama-sama mewujudkan semua harapan dan cita cita luhur sebagai anak-anak dari para pejuang negeri ini.

"Salah satunya dengan menggelafr acara ini kita bisa menjaga kekompakan antar anggota FKPPI ", ucapnya.

Dikatakan Delis, FKPPI sebagai generasi penerus dari anak-anak pejuang yang dikenal dengan sebutan 'anak kolong' tentunya harus dapat bersikap seperti para orang tua dulu yang berjuang memajukan negara dengan bekerja tanpa pamrih.

“Kita sebagai anggota  FKPPI harus bisa memberikan teladan di masyarakat dengan memberikan kreativitas dalam semua kegiatan yang dilakukan", tambahnya.

Ditempat yang sama Danramil 1322 Cijulang, Kapten inf. Sutarna, dalam sambutannya menyampaikan,  FKPPI dan PPM ( Pemuda Panca Marga) merupakan ormas yang tidak dapat dibubarkan, dan itu perbedaannya dengan ormas-ormas lain.

"FKPPI dan PPMmerupakan ormas yang tidak dapat dibubarka  walau sekarang lagi dibuat Perpu pembubaran ormas, kecuali bila TNI dan Polri sudah tidak ada lagi di negeri ini", tegasnya.

Menurut Sutarna, walau sekarang ormas FKPPI terkesan kurang begitu semarak seperti ormas lainnya, namun kerangka tubuhnya masih ada. Hanya jiwanya saja sedang menurun.

“Ada yang aktif, tapi cuma sedikit karena kesibukan pekerjaan pokok mereka, tapi jangan coba coba membangunkan macan tidur", ungkapnya.

Ditambahkan Sutarna, sekarang FKPPI harus bisa berperan dalam membangun kembali karakter dan jatidiri bangsa yang berlandaskan empat pilar kebangsaan melalui pemberian contoh dan teladan yang baik. Memberi stimulan yang tepat dalam kehidupan organisasi secara adil dan proporsional dengan bersifat persuasif, edukatiif dan informatif.

Dalam konteks kemitraan dengan TNI-Polri, lanjut Sutarna, FKPPI diharapkan dapat sejalan dalam mengawal dan mengamankan NKRI serta membangun kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

“Seluruh anggota FKPPI diharapkan bisa menciptakan sinergisme dan konstruktif untuk meningkatkan kesadaran bela negara, wawasan kebangsaan dan sikap menjaga kehormatan negara dan bangsa", tandasnya. (AGE)



WARGA JANGRAGA DAN SINDANGJAYA SAMBUT GEMBIRA PEMBANGUNAN BENDUNGAN CIKASO

MANGUNJAYA-Selama ini petani di Desa Jangraga dan Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran hanya mengandalkan curah air hujan untuk mengairi kebun dan pesawahannya. Dengan lahan pertanian tadah hujan, istilah jenis pertanian yang hanya mengandalkan air saat musim hujan saja, membuat hasil panen pun tidak oiptimal. Pasalnya, masa panennya hanya dua kali dalam satu tahun masa tanam.

Mungkin akan lain, menurut para petani disana, bila ada bendungan yang akan mengalirkan air melalui saluran irigasi ke sawah dan kebun mereka. Dengan sistim perairan yang memadai, hasil panen pun bisa meningkat karena panen yang semula hanya 2 kali setahun pun bisa menjadi 3 kali bahkan lebih sehingga pada gilirannya tentu akan lebih meningkatkan lagi kehidupan para petani di pedesaan.

Kini, para petani, khususnya warga Desa Jangraga dan Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya merasa lega, bendungan yang selama ini diharapkan masyarakat petani akan segera terwujud. Pemkab Pangandaran sedang membangun proyek bendungan Sungai Cikaso yang sekarang  pelaksanaannya dalam tahap pengerukan tanah.

Bendungan Sungai Cikaso Astana Mulya dengan total anggaran Rp 1,9 milyar dari APBD tahun 2017 dengan pelaksanaan proyek 180 hari kerja ini, direncanakan nantinya akan mampu mengairi puluhan hektar lahan pertanian di dua desa.

“Tentunya kami para petani menyambut baik dan mengucapkan terimakasih pada Pemkab Pangandaran yang sudah memperhatikan kehidupan para petani khususnya di Desa Janggaraga dan Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. “ungkap salah seorang warga.(20/7). (Toni Taufik)

DPMPTSPK UMKM DAN PERDAGANGAN PANGANDARAN BERI KEMUDAHAN IJIN USAHA

PARIGI-Sejalan terus berkembangan kepariwisataan di Kabupaten Pangandaran telah mendorong para pelaku usaha, khususnya usaha pada sektor pariwisata. Maka, pemerintah daerah pun segera sigap dengan membuat regulasi yang akan mengatur tumbuh dan berkembangan dunia usaha sebagai salah satu dampak positif sektor pariwisata.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPK UMKM dan Perdagangan) Kabuoaten Pangandaran, Drs. Tedi Garnida, MM, Pemkab Pangandaran memberika kemudahan dalam pelayanan ijin usaha tersebut dan para investor yang berniat menanamkan modalnya di Pangandaran.

Masih kata Tedi, masayarakat yang akan mengurus ijin usaha wisata harus mempunyai TDUP (Tanda Daptar Usaha pariwisata) yang dikeluarkan dari Dinas PMPTSPK UMKM dan Perdagangan.

“Masyarakat bisa memperoleh TDUP secara gratis. “kata Tedi. (20/7)

Dikatakan Tedi, TDUP serta ijin usaha bisa langsung keluar setelah mendapat rekomendasi dari BKPRD (Badan Komunikasi Penataan Ruang Daerah) dari Kantor Bappeda.

“Dan khusus untuk usaha zona khusus, seperti usaha perahu pesiar, wahana permainan air banana boat atau lainnya, nantinya BKPRD tentunya akan berkordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan Polair. “imbuh Tedi.
 
Untuk pelaku usaha zona khusus tersebut, Tedi pun berharap agar membuat kantor yang akan berfungsi  menjadi tempat pelayanan pada customer atau pun untuk keperluaan administrasi dengan pemerintah.

“Mungkin semacam sekretariat atau apalah…dan lokasi kantornya tidak harus di pinggir pantai. “jelas Tedi.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, melalui Dinas PMPTSPK UMKM dan Perdagangan, masih kata Tedi, sangat mendukung pada pertumbuhan dunia usaha yang dilakukan masyarakat, karena secara langsung ini akan berdampak pada peningkatan sektor ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Untuk beberapa jenis usaha, seperti Gula semut dan gula Kristal, lanjut Tedi, pihaknya pun sudah melakukan kerjasama dengan Kadin dan Business Development Center (BDC)  Pangandaran yang diketuai H. Tedi Sonjaya. Dengan mendatangkan beberapa ahli di bidangnya untuk menyelenggarakan beberapa pelatihan keterampilan untuk bekal masyarakat yang berminat membuka usaha. 

“Karena dinas kami tidak mempunyai ahli, maka untuk pelatihan tersebut kami pun mendatang ahli yang berkompeten agar pelatihan tersebut bisa optimal. “tutur Tedi. (hiek)


WARGA PENDIDIKAN PANGANDARAN GELAR HALAL BIL HALAL, H. JEJE WIRADINATA: “TIDAK BOLEH ADA PUNGUTAN APA PUN DI SEKOLAH”

PANGANDARAN - Bertempat di halaman gedung sekertariat PGRI, warga pendidikan Kabupaten Pangandaran menggelar acara halal bil halal yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs. H. Surman, M.Pd Kepala Dinas PKPBD, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masayarakat dan tamu undangan lainnya.(19/7)

Dalam sambutannya Kadisdikpora, Surman, menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat yang datang pada acara tersebut. Menurutnya, baik secara kedinasan atau pribadi bila selama menjalankan tugas telah banyak kekurangan dan kesalahan.

"saya minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang mungkin saya perbuat di waktu lalu, semoga hadirin bisa memaafkan."ungkapnya.

Surman menambahkan, ada tiga kriteria yang harus mutlak dimiliki semua kepala sekolah agar bisa tercipta peningkatan kualitas pendidikan di Pangandaran. Diantaranya, jujur, disiplin dan kreatif.

“Saya berharap seluruh kepala sekolah bisa mempunyai tiga kriteria tersebut dalam jiwa kepemimpinannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. " jelasnya.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam acara halal bil halal ini berkenan memberikan bantuan sosial kepada enam orang warga Korban bencana kebakaran dan angin puting beliung beberapa waktu lalu.

"Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana.", ucap Jeje.
.
Jeje juga mengatakan, ia meminta maaf bila dalam menjalankan roda pemerintahan ini banyak kekhilafan serta banyak kekurangan. Dan diharapakan ke depannya semuanya bisa bekerja lebih baik lagi.

Masih dalam sambutannya, Jeje kembali menegaskan, agar semua sekolah tidak melakukan pungutan apapun lagi pada murid dan orang tua wali murid, karena jika memang ada kekurangan dalam biaya pendidikan lebih baik bicara langsung ke dinas.

Pemkab Pangandaran, lanjut Jeje, sudah menyediakan anggaran pada beberapa program yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Seperti Pangandaran Hebat, Pendidikan Berkarakter dan lainnya, sehingga sudah tidak ada lagi alasan bila ekolah masih tetap melakukan pungutan.

Ditegaskan Jeje lagi, sekarang sudah tidak ada lagi pungutan kecuali untuk pakaian seragam siswa, batik dan pakaian olah raga.

Ini semua, masih kata Jeje,  untuk meringankan beban masyarakat sebagai orang tua siswa. Dan Pemkab Pangandaran sudah menggelontorkan anggaran untuk pendidikan gratis ini sebesar Rp 30 milyar.

“Saat ini Pemkab Pangandaran sedang fokus pada 4 program, yaitu  pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastriktur dan penataan kawasan wisata", tandasnya. (AGE).

BIAYA PERJALANAN WISATA KE BALI KEPALA SDN, DIPERSOALKAN ? AGUS NURDIN : “BILA ADA ATURAN BOS DILANGGAR, KAMI AKAN TINDAK TEGAS”

PARIGI - Kepala UPT Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Adang Ismail, menepis ramainya rumor yang mengatakan para kepala sekolah SDN di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Kalipucang yang berwisata ke pulau dewata Bali baru baru ini yang didanai sebuah perusahaan buku PT.Erlangga sebagai kompensasi dari perusahaan untuk pembelian buku kurikulum siswa tahun 2017/2018.

Menurut Adang, dirinya tidak mungkin melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat terkait aturan penggunaan dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah).

"Saya tidak mungkin berani melanggar aturan pemerintah pusat yang direkomendasikan langsung kepada disdikpora kabupaten Pangandaran", jelasnya.(17/7)

Adang saat ditemui di ruang kerjanya juga mengatakan, biaya wisata para kepala sekolah tersebut memang dari PT.Erlangga, tapi itu sebagai bonus perusahaan penerbit buku untuk tahun ajaran 2016 lalu.

"Saya akui, biaya wisata itu memang dari PT.erlangga, tapi itu bonus pembelian buku tahun 2016/2017 dan buku tersebut sudah tersebar di seluruh SDN yang ada di Kabupaten Pangandaran tahun ajaran 2016 lalu", jelasnya.

Saat p-news konfirmasi hal terserbut ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Sekretaris Disdikpora, H. M. Agus Nurdin, S.Pd, M.Pd menjelaskan, pihaknya malah tidak tahu kalau biayanya wisata itu ditanggung PT Erlangga.

Menurutnya, masalah perjalanan wisata kepala sekolah di lingkup 2 UPTD Pendidikan Kecamatan Parigi dan Kalipucang, tidak ada hubungannya dengan peraturan yang mengatur BOS.

"Dari informasi yang saya dapat, biaya tersebut merupakan fee dari perusahaan penerbit buku PT Airlangga. “kata Agus. (17/.7)

Ditambahkan Agus, memang anggaran untuk pembelian buku tersebut diambil dari dana BOS, dan itu pun jelas aturannya serta harus mengikuti HET (harga eceran tertinggi).

Jadi, lanjut Agus, jika pelanggarannya ada pada aturan BOS, misalnya, HETnya terlalu tinggi, maka yang bersangkutan harus mengembalikan kelebihan anggaran pembelian buku itu ke kas negara.

“Dan jika ada kecorobohan baik dalam memilih perusahaan atau jenis buku yang dibeli, maka yang bersangkutan akan diberi sanksi administrasi. “terang Agus.

Lebih jauh Agus mengatakan, Disdikpora Pangandaran sudah bertekad akan menghilangkan hal-hal semacam itu. Jika selama ini ada kesan dunia pendidikan sarat dengan segala “pungutan” atau penyelewengan lainnya, maka, lanjut Agus, silahkan laporkan langsung ke dinas, dan dinas pun akan segera menindak lanjuti laporan tersebut.

"Dan dalam waktu dekat ini kami pun akan segera melakukan monitoring dan pemeriksaan ke seluruh SDN terkait penggunaan dana BOS", pungkasnya. (AGE)

ARTIS DANGDUT PANTURA, ANNA JANET MINTA DUKUNGAN WARGA PANGANDARAN

PARIGI-Kehadiran Anna Janet di tengah-tengah dialog antara pemda dan para budayawan Pangandaran menjadi warna sendiri. Pasalnya, artis dangdut yang sedang meniti karirnya pada ajang pencarian bakat penyanyi dangdut Bintang Pantura di Indosiar, sejenak menjadi pusat perhatian peserta yang hadir.

Wanita asal Dusun Banyuasin Desa-Kecamatan Pangandaran ini pun berharap mendapat dukungan warga Pangandaran agar dalam seleksi yang sedang dijalaninya bisa lancar dan sukses.

“Saya asli orang Pangandaran. “katanya usai bertemu Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula setda.(18/7)

Menurut Anna, pada awalnya karirnya seninya dimulai saat ia mengikuti perlombaan tari jaipong ketika masih di bangku SD. Dengan mengikuti beberpa perlombaan, Anna pun sempat meraih gelar juara pada festival Jaipong pada acara Sukuran Nelayan Pangandaran.

“Sementara karir nyanyi saya dimulai saat saya duduk di bangku kelas 2 SMA. “terangnya.

Kini dengan bermodalkan suara merdunya, Ana pun sekarang sedang mengikuti seleksi pada ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di Indosiar. Mnenurut Anna, dari 112 peserta nantinya yang akan lolos seleksi sebanyak 28 orang.

“Sekarang saya sengaja pulang dulu untuk meminta dukungan serta doa’ seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran. “pungkasnya. (Evhan Rayna S.)

JEJE WIRADINATA GELAR DIALOG DENGAN PELAKU BUDAYA PANGANDARAN

PARIGI-Bertempat aula setda, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menggelar pertemuan dengan para budayawan se-Kabupaten Pangandaran (18/7). Dalam pertemuan tersebut, Jeje pun memaparkan program pembangunan  baik yang sudah dicapai atau pun yang sedang dilaksanakan sehingga harapan besar dari pemekaran DOB Pangandaran ini bisa betul-betul dirasakan langsung masyarakat.

“Seperti sering saya sampaikan ke masyarakat, tahun-tahun pertama ini program pembangunan diperioritas pada 4 sektor. “jelas Jeje.

Empat sektor tersebut, lanjut Jeje, diantaranya pembangunan dan perbaikan infra struktur yang memang dirasakan sudah menjadi kebutuhan yang harus disegerakan karena kondisinya memang harus diperbaiki.

“Target kami, tahun 2019 seluruh jalan harus sudah selesai. “tegas Jeje.

Kedua, masalah pendidikan. Menurut data yang ada, sekitar 40 % merupakan angka siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan hingga sekarang, dari total 6 ribu siswa, kini hanya tinggal 400 anak saja yang belum melanjutkan pendidikannya.

Selain menggratiskan biaya pendidikan, kata Jeje, ada juga program pendidikan berkarakter dengan pola pendekatan agama, nasionalisme dan budaya.

“Selain itu ada juga Ajengan Masuk Sekolah, Pangandaran mengaji dan lainnya semuanya  diperuntukan anak-anak kita. “imbuh Jeje.

Selanjutnya masalah kesehatan, saat ini bertahap dibangun puskesmas-puskesmas yang refresentatif dengan 40 orang tenaga dokter, biaya pengobatan gratis dan semuanya untuk menyembuhkan warga yang sakit.

Terakhir, sektor pariwisata, saat ini dalam fase penataan kawasan, pembangunan kultur budaya dan terakhir promosi.

Dalam penataan kawasan, lanjut Jeje, langkah pertama dengan merelokasi pedagangg yang selama ini menempati pantai untuk direlokasi di empat titik lokasi dengan total anggaran Rp 40 milyar.

Insaalloh, tanggal 20 desember nanti pedagang pinggir pantai sudah harus menempati relokasi yang baru, dan nanti saya sendiri yang akan mengundinya, siapa yang kebagian tempat di depan dan siapa yang akan menempati lokasi di belakang. ”imbuh Jeje.

Di hadapan para budayawan, Jeje pun memaparkan pembangunan Ruang Taman Hijau (RTH) eks Puskesmas Pangandaran, bunderan mesjid agung, depan pasar pananjung hingga lapang merdeka.

Menurut Jeje, pembangunan RTH tersebut bertujuan untuk “etalase” Pangandaran. Pengunjung yang datang ke Pangandaran harus mempunyai kesan indah, asri dan hijau sejak mulai masuk pintu gerbang menuju wisata Pangandaran.

“RTH tersebut juga bisa digunakan warga bersantai, jogging atau sekedar jalan-jalan di taman bersama keluarga. “terang Jeje.

Sementara para budayawan yang hadir menyampaikan keinginannya, dalam pembangunan yang sekarang sedang dilaksanakan Pemkab Pangandaran tidak menghilangkan  situs-situs yang ada hampir di setiap kecamatan.

“Kami juga berharap, pemkab bisa membangun gedung sebagai tempat aktivitas para pelaku budaya yang ada di Pangandaran. “tutur salah seorang budayawan. (hiek)

AKSI POSITIF ORMAS BANGUN PONDOK PESANTREN

PADAHERANG-Lima ormas, Manggala, Reliji, Brigsan, Pandawa dan BBC di Kecamatan Padaherang Kabupaten menggelar aksi sosial. Mereka bersatu dalam aksi kebersamaan untuk ikut berpatisipasi bergotong royong melaksanakan kerja bakti di Yayasan Latifatul Qolbi (LQ)  yang sedang membangun asrama santri Pondok Tahfidh Qur'an di RT03, RW.01 Dusun Kedungwuluh Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. 

Menurut Ketua Yayasan LQ, Nana Hoeruman, pihaknya sangat menyambut baik serta merasa bangga aksi sosial yang dilakukan kelima ormas tersebut.

“Atas nama yayasan, saya mengucapkan terimakasih dan mudah-mudahan apa yang dilakukan rekan-rekan ormas ini menjadi amal baik. “ungkap Nana.(16/7) 

Dikatakan Nana, sampai saat ini yayasan baru bisa membangun 3 lokal untuk keperluan pemondokan para santri yang sedang belajar Al-Quran. Dan semua dana pembangunan yang sudah dilaksanakan ini berasal dari swadaya murni masyarakat.

“Mudah-mudahan dalam tahap finishing nanti ada hamba Alloh lainnya yang tergugah membantu penyelsaian pondok Tahfidh Qur'an ini. “imbuh Nana. (isis koswara)     


JEJE WIRADINATA PIMPIN PERINGATAN 11 TAHUN BENCANA TSUNAMI PANGANDARAN

PANGANDARAN – Peringatan 11 tahun terjadinya bencana tsunami di Pangandaran, kemarin (17/7) diperingati di lapang terbuka Pamugaran dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata serta dihadiri Kadis PKPB, DR. Drs.H. Nana Ruhenma, MM, Kadis Pariwisata, Drs. H. Undang Sohbarudin, Ormas dan pelajar.

Usai memimpin upacara, untuk mengenang para korban tsunami yang terjadi tanggal 17 Juli 2006 silam, Jeje pun melakukan tabur bunga di pemakaman umum tempat korban tsunamai dimakamkan tidak jauh dari tempat upacara.

“Saya masih ingat, 11 tahun lalu saya juga yang memimpin upacara pemakanan disini ketika tragedi bencana tsunami itu terjadi di Pangandaran. “ungkapnya. (17/7).

Dulu, lanbjut Jeje, banyak sekali korban yang dimakamkan disini kebanyakan yang tidak jelas keluarganya dan identitasnya.

Di hadapan para awak media, Jeje juga mengajak agar bisa mengambil hikmah kejadian tsunami 11 tahun silam untuk bisa memperbaiki diri terutama ahlak juga perilaku dalam mengemban hidup serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai peringatan dari Yang Maha Kuasa terhadap mahluknya agar lebih menambah keimanan dan ketaqwaan.

“Mari bersama-sama kita do'akan, semoga arwah para korban tsunami Pangandaran bisa mendapatkan tempat disisiNya dan diampuni segala dosa nya", pungkas Jeje.(Age)


BKSDA PANGANDARAN BANGUN PAGAR PANTAI DAN HABITUASI CEGAH SATWA KELUAR KAWASAN

PANGANDARAN-Usai mengikuti diskusi “Pemetaan Strategi Perlindungan Satwa, Terumbu Karang dan penanganan Sampah di Pangandaran” yang digagas PROFAUNA di ruang Komunitas Rumah Plankton Pasar Wisata Pangandaran (11/7),  Kepala BKSDA resort Pangandaran, Yana Hendrayana kepada PNews menyampaikan, masalah kebersihan sudah lama menjadi konsentrasi pihaknya di kawasan Cagar Alam.
Dikatakan Yana, jika sedang musim libur dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, petugas BKSDA setiap sore hari melakukan “operasi plastik”, untuk memunguti sampah-sampah bekas makanan yang ditinggalkan wisatawan. 

“Dan kalau hari-hari biasa, pada setiap senin paginya kami melakukan kebersihan. “terang Yana.(15/7)

Seharusnya, kata Yana, masyarakat atau pengunjung juga ikut mendukung apa yang dilakukan BKSDA. Paling tidak, tidak memberi makan pada satwa yang ada di kawasan Cagar Alam. Karena  dengan membuang sampah sisa makanan, secara tidak langsung sudah memberi makanan pada satwa-satwa. Dan biasanya satwa yang ada di sini akan memakan bekas-bekas makanan yang dibuang pengunjung di sembarang tempat.

“Kalau memang sayang pada satwa yang ada disini, tolong jangan ikut membiasakan untuk memberi makanan pada mereka. “tegas Yana.

Baik rusa, monyet atau satwa lainnya, lanjut Yana, karena sudah terbiasa memakan makanan manusia dari sampah bekas makanan yang berserakan, akhirnya menjadi kebiasaan hingga lupa dengan makanan asli di habitatnya.

Padahal, masih kata Yana, berbagai usaha seperti membangun pagar pantai sepanjang 54 meter dengan tinggi 3 meter di pantai timur untuk mencegah rusa keluar, pembuatan habituasi 40x95 meter, pemulihan ekosistem atau habitat di kawasan Cikamal dengan luas 3 hektar.

“Selain itu, kami pun setiap hari melakukan penggiringan satwa yang keluar kawasan. “imbuh Yana.

Yana juga tidak lupa mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang sudah ikut menjaga keberadaan rusa yang ada di luar kawasan cagar alam.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang selama ini dilakukan warga untuk membantu kami menjaga dan melestarikan kawasan hutan yang ada di Cagar Alam Pananjung Pangandaran. ”kata Yana lagi.

Disoal terumbu karang, Yana mengatakan, pasir putih dan terumbu karang itu ada pada kawasan Cagar Alam dan Cagar laut dengan fungsinya sebagai kawasan yang harus dijaga. Tapi sudah lama juga, lanjut Yana, kawasan tersebut “beralih fungsi” menjadi lokasi aktivitas wisatawan.

“Ini masalah regulasi, apakah kawasan tersebut mau dijadikan kawasan wisata atau tetap seperti sekarang menjadi cagar laut. “jelas Yana. (hiek)

WAHANA WISATA PERMAINAN AIR BUTUH PAYUNG HUKUM, IWAN SOFA: “SAYA TANTANG, KAPAN SAYA HARUS BAYAR PAJAK ? ..”

PANGANDARAN-Bagi masyarakat pelaku wisata bisa merasakan langsung, apakah kunjungan wisatawan ada kenaikan atau malah sebaliknya menurun pada perbandingan dalam sesson yang sama. Seperti pada libur sekolah, Natal Tahun-Baru, Hari Raya Idul Fitri atau liburan akhir pecan.  Dan tidak menutup kemungkinan, ini bisa dijadikan salah satu indikator arus kunjungan wisatawan yang datang ke Pangandaran.

Seperti disampaikan salah seorang pengusaha wisata permainan air, Iwan Sofa, yang sehari-harinya menjual jasa wisata penyewaan wahana atraksi air, seperti banana boat, aqua glad, crazy donut, crazy bufo, trampoline ekstrime, butterfly, water jump, fkly fish dan snorkeling bertempat di pantai timur.
Menurut Iwan yang bergabung di Asosiasi Tour Travel Pangandaran (ATTAP), secara umum jumlah kunjungan wisatawan libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H (2017) ke Pangandaran mengalami kenaikan dibanding libur yang sama tahun lalu.

“Walau masalah klise seperti macet yang terjadi baik di bundaran mesjid agung sebelum toll gate atau di dalam lokasi wisata masih terjadi, tapi saya merasakan tahun ini memang ada peningkatan. ”ungkapnya.(16/7)

Dikatakan Iwan, ia sangat mengapresiasi dengan penataan wisata  yang dilakukan Pemkab Pangandaran, dan ini tentunya akan menambah gairah dunia usaha wisata yang menjadi andalan mayoritas masyarakat Pangandaran. Dan tentunya penataan ini, lanjut Iwan, harus dibarengi pula dengan penataan SDM serta regulasi yang akan mengatur bagaimana kepariwisataan Pangandaran nantinya, selaras dengan visi-misi, Pangandaran menjadi wisata yang mendunia.

Ditambahkan Iwan, salah satu contoh usaha yang selama ini ia geluti sedah sejak lama ia dan rekan-rekannya berharap ada payung hukum yang kan mengatur usahanya.

“Silahkan kami tata, karena kami pun bisa memberikan warna kepariwisataan serta kontribusi PAD, kalau sekarang usaha kami kan terkesan illegal. “kata Iwan.

Jika selama ini usaha wahana permainan air belum ada aturan yang mengaturnya, menurut Iwan, maka pasti kesannya pun semerawut dan dikhawatirkan wisatawan akan meragukan SOP yang diterapkan. Padahal dari usaha yang ia kelola, menurutnya, ada potensi PAD seperti pajak, retribusi parkir dan sampah.

“Ini tentunya menjadi bahan pemikiran ATTAP, bagaimana kami bisa lebih berkontribusi khususnya pada sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran. “imbuhnya.

Iwan juga mengatakan, pihaknya siap ditata serta diatur dengan Peraturan Daerah karena pada dasarnya memang usahanya perlu payung hukum yang akan mengatur keberadaannya.

“Jika yang lain terkesan sembunyi dari pajak, maka saya tantang Pemkab Pangandaran, kapan kami harus membayar pajak ? “tegas Iwan.

Seperti dikatakan Iwan, untuk even libur Hari Raya Idul Fitri lalu, dari usaha yang dikelolanya tidak kurang Rp200 juta ia dapatkan.

“Dari H+2 hingga H+14, rata penghasilan kami sekitar Rp10 juta per harinya. “terangnya. (hiek)

SMK KN GAET RAIDER 323 BUAYA PUTIH KOSTRAD TERAPKAN DISIPLIN SISWA

PADAHERANG-SMK Kesatria Nusantara (SMK KN)) Padaherang Kabupaten Pangandaran menggelar kerjasama dengan Batalyon Infantri Raider 323 Buaya Putih Kostrad untuk melatih bidang kedisiplinan para siswanya.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 9 juli hingga 12 juli 2017 bertempat di Batalyon 323 Buaya Putih Kota Banjar ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan para siswa dalam menuntut ilmu hingga pada gilirannya, siswa pun bisa lebih semangat dalam belajar dan dalam kesehariannya.

“Kegiatan ini juga bisa sebagai sarana pembiasaan diri siswa agar menerapkan disiplin di semua kegiatan baik di sekolah atau pun di rumah masing-masig. “kata salah satu guru pembimbing, Enjang Suryadi, S.PdI.(12/7).

Sebanyak 61 siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 3, menurut Enjang,  diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini. Dan bentuk kerja sama dengan pihak TNI ini, khususnya dengan Batalyon Infantri Raider 323 Buaya Putih Kostrad ini mudah-mudahan bisa diikuti sekolah lain di Kabupaten Pangandaran.

“Alhamdulillah, seluruh peserta didik mengaku sangat senang dan respon dengan kegiatan ini. “imbuh Enjang. (Nana-Isis Koswara)

BERBURU KULINER OLEH-OLEH KHAS WISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Wisata kuliner merupakan salah satu daya tarik selama ini banyak diburu wisatawan yang datang ke Pangandar Aneka  makanan hasil laut siap saji yang dijajakan pedagang, tepatnya di centra kuliner belakang Tempat Pelelangan Ikan (TPI), selama liburan Hari Raya Idul Fitri tidak pernah sepi pembeli.

Seperti disampaikan salah seorang pedagang, Mamah Ipit, tidak kurang dari 50 kg per harinya bisa terjual, dari mulai udang goreng, cumi-cumi hingga rajungan kecil.
“Bahkan 2 hingga 6 hari setelah lebaran, penjualan kami mencapai 1 kwintal per harinya. “jelasnya. (16/7)

Diakui Ipit, walau kemacetan yang terjadi sepanjang jalan di dalam kawasan wisata sedikit mengganggu omzet penjualannya, tapi libur idul fitri memang merupakan saat marema (laris) para pedagang kuliner.

Sejak ditata tempat jualannya yang sekarang, tepatnya sekitar bulan juli 2016, Ipit dan pedagang lainnya merasakan ada perubahan karena tempat yang sekarang cukup representatif membuat para wisatawan pun senang datang untuk berbelanja baik untuk dikonsumsi langsung atau untuk oleh-oleh.

“Tadinya kami berdagang dengan bangku seadanya di pinggir jalan. “terang Ipit.

Dikatakan Ipit, ia dan teman-temannya sangat mendukung kebijakan Pemkab Pangandaran untuk menata pedagang yang sekarang banyak berjejer di pinggir pantai.

“Karena jika tempat jualannya tertata, maka turis pun pasti akan senang untuk berbelanja. “ungkapnya. (Evhan RS)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN