HOREE..! 50 NELAYAN PANGANDARAN DAPAT BANTUAN PERUMAHAN

PANGANDARAN-Janji Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinta untuk bisa meningkatkan kehidupan nelayan terus diduwujudkan. Kali ini, sebanyak 50 warga Kecamatan Pangandaran yang bermata pencarian di laut ini mendapat bantuan perumahan.

Dikatakan Jeje, untuk tahap pertama tahun ini dibangun 50 unit dulu yang akan menempati lahan seluas 400 bata di Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran.

“Dengan bantuan anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, tahun ini sekitar Rp 6,25 milyar kita bangun 50 unit dulu. Ungkap Jeje.(3/5).

Dihadapan 166 nelayan yang hadir di aula Desa Pangandaran, Jeje menyampaikan, untuk tahap ke satu ini, dari jumlah 166 nelayan, sebanyak 50 nelayan bisa mendapatkan perumahan tersebut tahun ini.

Karena antara jumlah nelayan dan perumahan bantuan tersebut ada selisih, untuk menentukan siapa saja nelayan yang berhak menerima bantuan tahun ini harus diundi. Caranya, dari 166 nelayan yang mendapatkan nomer undian 1 sampai dengan 50, maka itu yang berhak menempati perumahan nelayan tersebut tahap ke satu tahun ini.

Disoal perahu nelayan yang ada di sepanjang pantai timur, Jeje mengatakan, sampai awal tahun 2018 nanti diharapkan seluruh perahu nelayan harus sudah pindah ke pelabuhan Cikidang di Desa Babakan, dan nantinya tidak ada lagi ada nelayan yang menambatkan perahunya di sepanjang pantai timur.

“Dan tadi mereka semua sepakat untuk pindah dan segera menambatkan perahunya di pelabuhan Cikidang. “imbuh Jeje.

Masih di tempat yang sama, salah seorang nelayan, Undang (49), mengakui merasa senang adanya bantuan perumahan yang diperuntukan khusus para nelayan.

Menurutnya, walau pun ia tidak mendapatkan undian tahun ini, tapi ia optimis untuk tahap tahun depan bisa memilki bantuan perumahan ini.

"Ini salah salah bukti janji bupati untuk pada kami kaum nelayan saat kampanye dulu, dan sekarang memang diwujudkan. "ungkapnya. (hiek)

S BANTAH LAKUKAN PUNGLI REKRUTMEN SUKWAN DI DISHUB PANGANDARAN S:”Itu Bukan Pungli, tapi Saya Pinjam Uang…”

PANGANDARAN–Beredarnya isu pungli yang dilakukan seorang oknum PNS berinisial S di Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran terkait rekrutmen tenaga sukwan mengundang banyak pertanyaan berbagai pihak, benarkan S sudah melakukan pungli seperti yang dituduhkan orang tua korban (AP).

Saat P-News mencoba menanyakan kebenaran beritatersebut kepada S, ia membantah semua tuduhan AP dan orang tuanya yang terkesan menyudutkan dirinya.

"Saya berani disumpah kalau saya melakukan praktek pungli kepada AP untuk bisa jadi tenaga sukwan, " terang S.(1/5).

Dikatakan S, waktu itu AP meminta tolong ingin bekerja sebagai tenaga sukwan di Dinas Perhubungan, saat itu, menurut S, ia sempat menolak karena di dishub tenaga sukwan sudah penuh.

Tapi, lanjut S lagi, waktu itu AP terus memaksa hingga akhirnya S pun meminta kebijakan pada atasan, kepada atasan dengan alasan AP itu familinya.

Masih keterangan S, waktu itu S juga sempat menjelaskan bahwa menjadi tenaga sukwan di dishub itu tidak ada honor atau gaji, tapi AP mau menerima alasan tersebut hingga akhirnya AP pun bisa diterima.

"Bahkan saat itu saya pun sempat memberikan baju, sepatu dan lainnya pada AP karena saat itu AP belum punya perlengkapan untuk memulai kerja. "terangnya lagi.

S pun mengatakan, ia dan  keluarga AP sudah seperti saudara sejak AP menjadi tenaga sukwan di dishub, hingga suatu saat, S mendapat musibah, saat itu anak dan mertuanya sakit dan harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Karena saat itu kondisi keuangannya sedang kosong, terpaksa S pun memberanikan diri meminjam uang kepada orang tua AP dengan total Rp11juta.

“Dan Alhamdulillah dia memberi pinjaman atas dasar saling percaya.", terangnya.

Ditambahkan S, karena mungkin ia telat membayar pinjaman tersebut,  mungkin orang tua AP mengalihkan alasan tersebut pada tuduhan pungli.

“Tapi tidak apa apa, dia mau menuduhkan seperti itu pada saya, Tuhan mungkin lebih tahu mana yang salah dan mana yang benar", paparnya.

Sekarang, masih kata S, ia sedang berusaha untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut  agar masalah ini tidak berkepanjangan.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan Kabuoaten Oangandaran, Drs. Saepuloh, M.Si mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu masalah ini karena tidak ada pengaduan, baik dari korban maupun dari anak buahnya, S.

Menurut Saepuloh, ia tidak pernah tahu ada kejadian tersebut di dinasnya, karena sampai saat ini belum ada pengaduan dari kedua belah pihak.

"Setahu saya S pernah mengeluh pada saya terkait masalah utang piutang saja, "ungkap Saepuloh.

Saepuloh pun berharap, permasalahan ini bisa diselsaikan kedua belah pihak dengan jujur dan jangan terlalu dibesar-besarkan yang pada akhirnya Dinas Perhubungan yang akan tercoreng, padahal itu hanya karena ulah seorang pegawai saja.  (AGE)

SPP GERUDUK LOKASI EKS PT. CIKENCRENG SIKAPI PENGRUSAKAN TANAH GARAPAN.

CIMERAK - Ratusan orang yang mengatasnamakan Serikat Petani Pasundan ( SPP)  geruduk kawasan kontrak eks PT Cikencreng yang berada di Desa Sukajaya  Kecamatan Cimerak  Kabupaten Pangandaran. SPP menduga telah terjadi pengrusakan pada lahan masyarakat penggarap oleh pihak yang mengklaim pewaris/ pemilik hak atas tanah dari keturunan saudara H. Une Junaedi seluas 368 hektar.

Menurut salah seorang anggota SPP, Agus (50) asal Pangandaran, ia tidak terima dengan tindakan kesewenang-wenangan pihak yang mengatasnamakan pewaris hak atas tanah tersebut sebagai pemilik kontrak Hak Guna Usaha(HGU) PT. Cikencreng yang sudah lama berakhir masa kontraknya.

"Kami sebagai anggota Serikat Petani Pasundan tidak terima dengan perlakuan  sewenang wenang dengan merusak tanaman yang ditanam oleh para penggarap, “ungkap Agus. (02/5)

Ditambahkan Agus, pohon-pohon,seperti kapol, albasiah dan tanaman lainnya dibabat habis dengan menggunakan mesin pemotong rumput.

“Kami juga tidak terima adanya intimidasi terhadap para penggarap dengan mengharuskan tanah garapannya dijual pada  H.Toto, salah seorang kepercayaan PT. Cikencreng dengan harga sangat murah", imbuhnya.

Menurut Agus, SPP datang kesini karena adanya laporan dari beberapa warga penggarap perihal perusakan itu.

“Kami pun langusng datang ke lokasi karena ingin meminta keadilan buat masyarakat penggarap yang jelas-jelas tertindas", jelas Agus.

Sementara menurut Kapolsek Cimerak, Iptu. Budi Purwanto, saat berada di lokasi menyampaikan, seharusnya para penggarap tanah yang dirusak tanamannya melapor pada polri, sehingga, lanjut Budi, pihaknya bisa menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kalau kami tidak mampu mungkin bisa minta bantuan dari Polres untuk menyelasaikan konflik ini", kata Budi.

Masih kata Budi, selanjutnya Polri nantinya akan menanyakan bukti otentik kepemilikan tanah garapan ini kepada H. Toto yang mengklaim tanah garapan tersebut masih milik dari H. Une Junaedi atau keturunannya.

“Jadi nanti permasalahan ini tidak jadi polemik berkepanjangan", tambahnya.
Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi berhasil mengamankan barang bukti, 14 mesin pemotong rumput dari para pekerja suruhan H. Toto sebagai alat bukti pengrusakan.

Dan sampai tadi sore, pihak SPP masih melakukan perundingan di kantor Polsek Cimerak didampingi petugas dari Koramil serta unsur muspika kecamatan Cimerak, tapi sayang perundingan tersebut tidak dihadiri pihak H. Toto.  (AGE)

SEKTOR PARIWISATA PANGANDARAN TERUS BERBENAH

PANGANDARAN-Sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah, kini Pangandaran terus berbenah menata kawasan pariwisata. Mulai dari pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga penataan pedagang yang selama ini menempati ruang publik di sepanjang pantai.

“Untuk penataan ini kami tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun, karena semua penataan ini pun kenyamanan dan kemajuan kita bersama. ”ungkap Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat ditemui pada sebuah acara di centra sea food kawasan pantai  Pamugaran beberapa waktu lalu.

Dikatakan Jeje, untuk penataan pedagang pantai, Pemda Pangandaran sudah menyediakan lahan tempat relokasi dengan membangun 1565 kios yang diperuntuk para pedagang yang selama ini ada di harim laut.

“Tahun ini kita sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 48 milyar dari banprop untuk pembangunanya. “jelas Jeje.

Dari 1565 kios, 1465 akan dibangun di empat titik, seperti di  lahan eks Pasar Seni, lahan eks Diskotik Meredian, lahan milik Dinas Sosial Propinsi jawa Barat dan lahan milik PJKA yang sudah dikontrak Pemkab Pangandaran.

“Sementara selisih seratus kios lagi sudah dibangun lebih awal oleh Dinas Pariwisata Pangandaran di samping taman sunset. “terang Jeje lagi.

Hasil pantauan di lapangan, nampak pembangunan di lahan eks pasar seni yang dikerjakan Savana grup sudah pada tahap pendirian bangunan dan pemadatan tanah.

“Di lokasi ini kami kebagian membangun 268 kios. “terang direktur Indah Savana grup, Agus Mulyana.(1/5).
Ditambahkan Agus, pengerjaan kios untuk relokasi yang ia kerjakan, menurutnya, tidak sekaligus dengan lahan parkir dan pembuatan tamannya.

“Mudah-mudahan nanti ke depan bisa disambung dengan pekerjaan sarana lainnya seperti mushala, Wc Umum, lahan parkir dan taman sebagi penghias kawasan  pusat pembelanjaan ini. “imbuh Agus. (hiek)

OKNUM PNS PEMKAB PANGANDARAN DIDUGA LAKUKAN PUNGLI REKRUTMEN TENAGA SUKWAN

PANGANDARAN – Seorang oknum PNS  berinisial S yang bekerja di salah satu SKPD Pemkab Pangandaran, diduga melakukan pungli terkait rekrutmen sukwan, mirisnya S juga menjanjikan SK kepada korbanm, AP, hingga akhirnya orang tua AP rela mengeluarkan uang sebesar Rp 10 juta sebagai imbalan yang dijanjikan S.

Menurut orangtua korban, Eli (60) yang beralamat di Kecamatan Padaherang saat dihubungi lewat telepon celullernya mengatakan, ia jelas-jelas merasa tertipu dengan semua janji yang diucapkan S yang hingga saat ini belum ada realisasinya.

"Saya ditipu oleh S, karena sampai saat ini janji akan mengeluarkan SK buat anak saya belum juga terbukti, dan uang Rp10 juta yang saya berikan sekitar bulan Desember 2016 lalu pun sekarang tidak kembali. “ungkap Eli.(30/4).

Padahal, lanjut Eli, uang hasil jerih payahnya tersebut ia serahkan ke S dengan harapan anaknya bisa bekerja di salah satu kantor pemerintahan. Dan saat itu juga, menurut Eli, ia pun sudah memberikan uang sebesar Rp 1 juta pada S untuk keperluan ongkos mengurus semua keperluan anaknya.

“Total uang yang sudah saya serahkan ke S sebesar Rp 11 juta, tapi saya ikhlas asal anak saya bisa bekerja layaknya seperti sukwan yang lain, “imbuh Eli.

Eli pun sangat menyesalkan kelakuan tidak terpuji S yang telah menipu dirinya.

"Saya tidak menyangka di Pangandaran masih ada oknum PNS yang melakukan perbuatan tercela seperti S. “katanya  (AGE)

LONG WEEK END, OW CITUMANG MULAI DIPADATI WISATAWAN LAGI

PARIGI - Obyek Wisata (OW) Citumang yang terletak di desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran mulai dipadati wisatawan domestik saat long weekend,  setelah beberapa bulan OW ini sepi pengunjung.

OW milik perhutani ini menyajikan wisata keindahan alam dan wisata air, sehingga banyak wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanbegara berdecak kagum saat melihat keindahan alam juga beningnya air yang mengalir dari dalam gua

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Desy Arumsari (25), menuturkan, ia merasa kagum dengan suasana alam di obyek wisata Citumang, suasana alami terasa menyatu ke dalam jiwa, bening airnya pun sangat elok untuk dinikmati pandangan mata.

"Awalnya saya ragu dengan ucapan teman yang mengatakan Citumang Pangandaran sangat indah alam dan wisata airnya begitu menawan,  tapi waktu saya coba saat weekend  sekarang ini, benar benar membuat saya betah berlama-lama disini.", paparnya. (29/04)

Menurut Desy, seharusnya alam seperti ini jangan sampai dirusak tangan-tangan yang jahil, diperlukan pelestarian yang khusus untuk mempertahankan keasrian serta keindahannya.

Sementara menurut salah seorang petugas perhutani, Wawan merasa gembira, karena libur kali ini banyak wisatawan yang datang berkunjung jauh berbanding jika disbanding hari libur-libur sebelumya.

"Alhamdulilah, liburan kali ini banyak wisatawan yang berkunjung kesini,  semoga saja ke depannya bisa lebih banyak lagi seperti dulu sebelum terjadi penutupan oleh pemkab Pangandaran", imbuhnya. AGE

MENTERI SUSI PUDJIASTUTI RESMIKAN HANGGAR DI BANDARA NUSAWIRU. JEJE WIRADINATA: “INI KONTRIBUSI NYATA BU SUSI UNTUK PANGANDARAN..”

CIJULANG -Hanggar merupakan ruang tertutup, tempat pesawat bernaung di dalam sebuah gudang perlindungan berukuran besar. Hanggar juga berfungsi sebagai tempat pemeliharaan, perbaikan, pembuatan, perakitan dan penyimpanan pesawat di lapangan terbang.

Untuk keperluan dalam dunia penerbangan tersebut, perusahaan PT Susi Air Avantion yang melayani jasa penerbangan, hari minggu kemarin (30/4), Menteri Susi Pujiastuti meresmikan hanggar miliknya di kawasan Bandara Nusawiru Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Susi Pudjiastuti mengatakan, pembangunan hanggar  ini sudah lama menjadi impiannya dan tentunya tidak mudah dalam mewujudkannya. Menurutnya, ia harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit.

Dikatakan Susi, hanggar ini bukan hanya untuk Susi Air saja, karena hanggar ini juga bisa digunakan pesawat siapa saja sehingga setelah ada hanggar di Bandara Nusawiru ini tidak usah repot-repot pergi ke Singapura atau Australia.

"Dengan adanya hanggar maintenace ini,  kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke Singapura atau Australia, cukup disini saja dengan pasilitas tenaga teknisi yang handal,"kata Susi.

Disoal penambahan rute ke bandung penerbangan maskapai miliknya, Susi pun berjanji akan mempertimbangkannya karena jalur tersebut memang sangat dibutuhkan terutama oleh masyarakat Pangandaran.

Sementara itu Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, dengan dibangunnya hangar di Bandara Nusawiru, secara pribadi Menteri Susi sudah membawa nama harum Pangandaran.

“Kontribusi Ibu Susi sangat besar untuk pembangunan di Kabupaten Pangandaran. “ungkap Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, dalam waktu dekat ini pun segera akan ada pembangunan Marina Centrei di kawasan sekitar Pelabuhan PPI Cikidang Babakan Kecamatan Pangandaran serta pembangunan DAM di lahan PT PMB seluas 5 hektar. Dan khususnya dengan dibangunnya hangar ini di Nusawiru, paling tidak keberadaan hangar tersebut akan membuat  Desa Kondangjajar menjadi semakin ramai.

"Ini upaya yg sangat luar biasa Bu Susi dalam pengembangan wisata, mudah-mudahan Susi Air terus maju dan tentunya saya juga berharap rute Pangandaran-Bandung bisa diterbitkan ijinnya segera,"tandas Jeje. (AGE)

WARGA HAURSEAH SWEEPING DUMP TRUK UGAL-UGALAN

CIJULANG- Puluhan warga Dusun Haurseah Desa Cijulang Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, minggu malam (30/4) melakukan pemberhentian paksa setiap kendaraan dump truck yang mengangkut pasir melewati jalan nasional. Pasalnya warga suadah kesal akibat ulah para sopir truk yang melajukan kendaraannya secara ugal ugalan apalagi di malam hari  hingga sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Menurut salah seorang  warga,  Agung JP (38), warga sudah lama resah dan menyimpan kekesalan dengan kelakukan sopir-sopir tersebut,  bahkan, menurut warga, ulah para sopir dump truck itu cenderung tidak memperhatikan keselamatan dalam memacu kendaraan nya.

"Kami melakukan pemberhentikan ini bukan untuk maksud apa-apa, kami hanya menghimbau atau mengingatkan mereka agar dalam menjalankan kendaraannya harus bisa menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan lainnya. “ungkap Agung.

Agung menuturkan, akibat supir truk yang ugal-ugalan, kemarin malam terjadi kecelakaan di wilayah Dusun Nagrog Cimerak yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Kami berharapa mereka mau memberi jarak antara kendaraannya dengan kendaraan lainnya, jangan sampai ruas jalan ini menjadi sempit karena kompoy kendaraan truk hingga empat atau lima kendaraan.", ucapnya.

Dikatakanj Agung, warga melakukan sweeping ini karena lebih ke rasa kepedulian pada  keselamatan pemakai jalan yang lain, terutama pengendara motor.


"Kami berharap Pemkab Pangandaran melalui Dinas Perhubungan bisa lebih memperhatikan semua kendaraan,  terutama kendaraan truk-truk pengangkut pasir  serta mengatur pengoperasiannya, apalagi pada hari libur seperti sekarang ini sehingga bisa membuat nyaman  masyarakat dalam berkendara. “imbuhnya. (AGE)

PTSL, PROGRAM SERTIPIKAT GRATIS UNTUK WARGA DESA

PANGANDARAN - Program Presiden Joko widodo yang menargetkan lima juta sertifikat kepada Badan Pertanahan Nasional ( BPN) atau Penyertifikatan Tanah secara masal sebagai program pemerintahan yang di luncurkan melalui BPN pusat sangat patut di apresiasi. Pasalnya, program tersebut benar benar sangat dibutuhkan masyarakat saat ini untuk memiliki  bukti kepemilikan yang sah atas tanah.

Antusiasme warga Pangandaran sangat terlihat waktu program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini digulirkan ditahun 2017 ini, dan untuk Jawa Barat sendiri ditargetkan mencapai 384.500 Bidang Tanah.

Saat lounching program ini, Kepala Kanwil BPN Jabar, Sri Mujitono mengatakan, tugas tersebut memang tidak ringan namun dengan dukungan semua pihak akan mampu capain target tersebut bisa maksimal.

Menurut salah petugas pejabat BPN Kabupaten Ciamis yang bertugas di BPN Kabupaten Pangandaran , Syam Ahmad, PTSL sejatinya bisa membantu warga masyarakat kelas menengah kebawah terkait sertifikasi tanah bisa lebih cepat.

Salah seorang warga desa Cijulang, Andi ( 36) mengaku dengan adanya program PTSL ia sangat terbantu, batapa tidak yang semula biaya penyertifikatan tanah sangat mahal tapi kini dengan adanya program tersebut warga masyarakat hanya diwajibkan untuk menyediakan dua buah patok dan lima lembar materai saja.

"saya sangat gembira dengan adanya program ini,  karena saya bisa membuat sertifikat tanah secara gratis", jelas Andi. 29/04

Saat di konfirmasi P-News di ruang kerjanya,Kepala Desa Cijulang, Tarhim Sidik mengatakan, program ini benar-benar sangat membantu masyarakat dalam memiliki Sertifikat sebagai bukti Hak Milik tanah.

“Ini benar-benar sangat membantu warga karena biayanya sangat murah hanya dengan membeli dua buah patok dan enam lembar materai saja masayarakat sudah bisa memilki sertipikat tanah. “kata Tarhim

Ditambahkan Tharhim,  dalam program PTSL, Desa Cijulang mendapatkan kuota 7000 bidang Tanah.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Pajaten Kecamatan Sidamulih, Kostaman menjelaskan,  program PTSL yang diluncurkan Pemerintah pusat sangat membantu masyarakat dalam penyertifikatan tanah hak milik.

"Alhamdulillah, dengan adanya program PTSL ini masyarakat kami bisa lebih terbantu dalam proses pembuatan sertifikat tanah dengan mudah dan cepat tanpa harus menguras kocek. “jelas Kostaman.

Kostaman juga mengatakan, desanya dalam program tahun ini mendapat kuota sebanyak 4000 sertipikat. (AGE)

Masih Rendahnya Kesadaran Masyarakat, SAMPAH MENUMPUK DI SUNGAI MENUJU OW BATUKARAS

CIJULANG - Apapun alasanya, membuang sampah  ke sungai merupakan sebuah tindakan tidak terpuji dan dapat merugikan diri sendiri atau pun orang banyak. Seperti yang terlihat disalah satu sudut sungai di sekitar toll gate menuju Obyek Wisata (OW) Batukaras  Kecamatan Cijulang  Kabupaten Pangandaran.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat juga sebagai anggota DPRD Pangandaran dari fraksi PDIP,  Ucup Supriatna, ia sangat menyayangkan tindakan masyarakat yang tidak terpuji dan ia pun sangat mengkritisi hal itu.

"Dampak yang akan terjadi akibat ulah membuang sampah sembarangan, akan terjadi banjir karena sungai tidak dapat berfungsi dengan baik. “ungkap Ucup.(29/4).

Dikatakan Ucup, selain sunbgai mengalami pendangkalan, karena banyaknya sampah yang dibuang ke sungai juga akan mengakibatkan kematian biota air seperti ikan, udang dan lainnya.

“Iniu bisa ,mneyebabkan kepunahan beberapa spesies yang hidup di sungai karena jenis sampah tertentu membawa bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem", katanya.

Ditambahkan Ucup, akibat sampah juga akan mengakibatkan kualitas air menjadi rusak, hamparan sungai yang sebelumnya terlihat hijau bersih menyegarkan bisa berubah menjadi hitam pekat atau warna lainya dengan bau busuk dan mendatangkan penyakit, dan akibatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang membuangnya saja namun harus ditanggung masyarakat umum akibat ekosistem air dan keseimbangan alam menjadi terganggu.

“Saya berharap semoga kita dapat menjaga lingkungan sekitar sungai agar kita bisa mewariskan keindahan pada anak cucu kita kelak dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. “imbuh Ucup.  (AGE)

GERMAS, TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT KELUARGA

PANGANDARAN - Pemkab Pangandaran gelar kegiatan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digagas Kementerian Kesehatan di gedung Islamic Center Pangandaran ( 28/04). Kegiatan ini dihadiri Bupati Pangandaran,  H.Jeje Wiradinata beserta ibu Ida Nurlela Wiradinata, sekda Mahmud, SH, MH, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Yani, tokoh presidium Pemekearan Pangandaran, H. Yos rosbi dan sejumlah pejabat serta para kepala puskesmas se Kabupaten Pangamdaran.

Dalam sambutannya, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran, Ida Nurlela Wiradinata berharap upaya ini dapat meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif.

"Gerakan ini dimulai dengan 3 fokus kegiatan, yaitu peningkatan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah serta deteksi dini penyakit tidak menular," katanya.

Dengan kegiatan ini, menurut Ida, diharapkan terjadi perubahan perilaku keluarga dan masyarakat, khususnya dalam mengenali risiko penyakit, agar bisa mendapatkan kebahagiaan bersama keluarga dengan tubuh yang kuat dan sehat.

Ditambahkanya lagi, pendekatan keluarga yang dimaksud mencakup juga pendekatan pelayanan integrasi antara upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM).

“Untuk itu, kami akan memberlakukan akreditasi kepada Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran sebagai bagian dari peningkatan mutu dan pelayanan terhadap masyarakat", ucapnya.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam berkenan membuka ini menyampaikan arti pentingnya kesehatan bagi masyarakat, terlebih para kaum muda yang masih produktif dalam menjalankan profesinya.

Jeje pun berharap, masyarakat bisa mendeteksi dini akan kesehatannya, agar bila ada satu penyakit bisa langsung melakukan pengobatan.

“Jadi jangan sampai ditunggu sampai parah baru melakukan pengobatan,  juga kita harus bisa menjaga kebiasaan hidup sehat dengan tidak meroko atau minum minuman keras juga jauh dari narkoba  terutama para remaja yang masih produktif", katanya.

Dikatakan lebih lanjut,  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau yang disingkat dengan GERMAS, merupakan tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara sama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Jadi, ayo mulai sekarang kita biasakan dengan pola hidup sehat", tandasnya.  (AGE)

IWAN M RIDWAN: “RPJMD HARUS MENGACU PADA MISI PANGANDARAN WISATA MENDUNIA…”

PARIGI-Usai memimpin rapat paripurna Laporan Pansus II pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati pangandaran akhir tahun anggaran 2016, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd mengatakan, dalam pembahasan LKPJ, pertama DPRD tidak boleh atas keinginan sendiri.

“Kita sudah punya perda RPJMD sesuai masa bakti bupati dan wakil bupati sekarang. ”ungkap Iwan. (27/4).

Dikatan Iwan, arah pembangunan lima tahun ke depan sudah jelas ada di RPJMD, dan DPRD setiap tahun hanya mengingatkan tentang penjabaran RPJMD tersebut, sambil menampung usulan dari tingkat bawah yang seterusnya akan dituangkan dalam rencana kerja yang sudah disesuaikan sengan RPMJD itu sendiri.

“Jadi harapan dari RPJMD sendiri harus sesuai dengan tujuan serta visi dan  misi kita. “imbuh Iwan.

Disoal laporan keuangan daerah, Iwan menyampaikan, pendapatan dan pembiayaan tersebut semuanya sudah tertuang dalam RPJMD dan itu sesuai dengan rel yang sudah ditetapkan, kecuali ada perubahan indikator makro dari IPM, laju pertumbuhan pendudukan,
tingkat pendidikan, ekonomi dan PDRB.

“kami berharap apa yang dijanjikan bupati dan wakil bupati dalam kampanye dulu harus diwujudkan apalagi yang menyangkut fasilitas umum. “jelas Iwan.

Harmonisasi musrenbang daerah, menurut Iwan, jangan terlalu banyak fokus, tapi yang diprioritaskan saja. Visi Kabupaten Pangandaran menjadikan wisata yang mendunia, dan itu  bagaimana agar semuanya bisa mengacu kesana.

“Dan selama ini bupati masih on the track. “imbuhnya lagi.

Iwan juga mengatakan, DPRD merupakan wadah untuk menyampaikan persoalan, maka DPRD harus konsisten dan konsekwen bersama-sama dengan pemerintah daerah melaksanakan RPJMD. DPRD merupakan unsur penyelenggara pemerintahan, lembaga perwakilan rakyat, representasi  masyarakt Kabupaten Pangandaran, sehingga yang disampaikan DPRD merupakan aspirasi, usulan dan keinginan masyarakat.

“DPRD memiliki 3 fungsi yaitu legislasi, bugeting dan fungsi kontrol. “terangnya lagi.

Dan sekarang, lanjut Iwan, tinggal bagaimana melaksanakan fungsi tersebut untuk meningkatkan sinergitas dan kinerja seluruh pimpinan dan anggota.

“Alhamdulillah, pada setiap rapat-rapat, hampir 95 % seluruh anggota selalu hadir. “imbuh Iwan. (hiek)

CITONJONG TERCEMAR, PULUHAN WARGA DATANGI PT PECU

SIDAMULIH-Tidak terima air sungai Citonjong dipenuhi limbah pabrik, sejumlah warga pun berbondong-bondong mendatangi PT Pecu pabrik yang memproduksi santan di Dusun Ciokong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran.(27/4).

Menurut warga, sudah lama warga mengeluh pencemaran yang terjadi di sungai yang disinyalir dari limnbah yang dihasil Pecu.

Salah seorang warga, Aep Saepudin, pihaknya menuntut agar pabrik mengembalikan kondisi air sungai Citonjong menjadi normal kembali sehingga akan banyak ikan dan udang yang biasa mereka tangkap.

“Pencemaran sungai ini jelas0jelas disebabkan pembuangan limbah dari sisa produksi pabrik, sehingga air dan tanah di sungai Citonjong hitam dan berbau." ungkap Aep.

Ditambahkan Aep, selain ait sungai, sejumlah sumur warga pun kini mulai banyak yang tercemar, sehingga banyak warga merasa khawatir untuk menggunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Setelah beberapa saat berdemo, akhirnya sebanyak enam perwakilan warga diterima PT Pecu untuk melakukan audens. Sementara warga lainnya pun di luar menunggu hasil kesepakatan kedua belah pihak. (hiek)

MASTUR, SIAP AMANAH PIMPIN DESA CIPARANTI

CIMERAK –Salah seorang Kepala Desa hasil pilkades serentak tahun 2017 di Kabupaten Pangandaran, Mastur (46) berhasil meraih suara terbanyak dan terpilih menjadi Kades Ciparanti Kecamatan Cimerak, usai acara pelantikannya oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata kepada PNews mengatakan, siap untuk meningkatkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara maksimal juga melanjutkan program program rencana kerja kepala desa sebelumnya ( Dadang Suherman -red) seperti yang disampaikan  bupati dalam sambutannya.

"Saya siap untuk meningkatkan kinerja serta memberikan yang terbaik untuk warga desa Ciparanti, “tegas Mastur.(25/4).

Dikatakan Mastur,  tapi itupun harus ada dukungan dan kerjasama dari para tokoh ulama, masyarakat, BPD, pemuda, perangkat desa dan seluruh masyarakat Ciparanti.

“Karena mustahil semua harapan itu bisa tercapai bila desa tidak ada jalinan kerjasama yang erat dengan semua elemen masyarakat", katanya.

Dalam kesempatan lain, Mastur pun tidak lupa menyampaikan terima kasihnya pada masyarakat Desa Ciparanti yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepadanya untuk memimpin iparanti 5-6 tahun ke depan.

“Pilkades sudah usai, saatnya kita sekarang bergandeng tangan dan fokus pada cita cita serta harapan masyarakat Desa Ciparanti agar lebih sejahtera, lebih maju dalam perekonomian dan bisa lebih meningkat kualitas hidup serta dalam kehidupan beragama," pungkasnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN