POL PP SIAP AMANKAN PILKADES SERENTAK 2017 KABUPATEN PANGANDARAN

PARIGI-Satuan Polisi Pamong Praja (satpol pp) merupakan salah satu kekuatan terdepan yang diandalkan sebagai perangkat daerah dalam penegakkan Peraturan Daerah (gakda) atau ketertiban umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sat Pol PP  dituntut harus memahami dasar hukum sebagai pijakan tufoksinya dalam pembinaan ketentraman dan ketertiban umum.

Demikian dikatakan BupatiKabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam acara Expose Program SATPOL PP Kabupaten Pangandaran tahun 2017 bertempat di Islamic Center Parigi yang dihadiri Wakil Bupati, Sekda, Kepala Pol PP, Jaga lembur dan 160 personil Pol pp.

“Satpol PP Jangan merasa takut dan ragu-ragu dalam menjalankan tugas, karena saya yakin masyarakat Pangandaran masyarakat yang taat pada aturan.” Ungkap Jeje. (19/1).

Apabila dalam pelaksanaan tugas penertiban apapun, lanjut Jeje, bila ada Satpol PP yang terluka, pemda akan bertanggungjawa penuh dan selalu ada di belakang untuk membeck up.

“Dan bagi yang berprestasi, Insaalloh akan diumrohkan, mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi kerja seluruh anggita Pol PP. “imbuh Jeje.

Kebersamaan dan koordinasi dalam sebuah sistem, menurut bupati, merupakan kunci utama dalam kesuksesan. Dan salah satu tugas Polisi Pamong Praja, selain melakukan penegakan Peraturan Daerah juga membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan pembinaan ketentraman dan ketertiban.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Pol PP, Irwansyah, S.Sos mengatakan, dengan kekuatan Satpol PP Kabupaten Pangandaran 160 Personil, menurut Irwansyah, pihaknya pun sudah siap mengamankan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Pangandaran.

“Kami sudah siap mengawal Pilkades serentak 2017 yang dilaksanakan di beberapa desa. “kata Irwansyah. (TONI  T).

WONDERFUL PANGANDARAN, MENUJU WISATA DUNIA

PANGANDARAN - Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Barat yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik domestik mau pun mancanegara, secara geografis  terletak di semenanjung pantai selatan pulau Jawa, dengan jarak tempuh sekiter 214 km dari Ibu Kota Propinsi Jabar, Bandung.

Hamparan pasir putih di sepanjang pantai dengan ombak yang saling berkejaran, menjadikan Pangandaran sebagai surga bagi wisatawan.

Pangandaran, menurut wisatawan yang datang, salah satu obyek wisata istimewa dan komplit. Pasalnya, di Pangandaran turis bisa menyaksikan dua kejadian alam saat matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) pada tempat yang sama. Dan ini, menurutnya, sangat langka ada di tempat wisatawan lain.

"Semenanjung cantik ini dulu hanya dikenal sebagai kota nelayan kecil, dimana nelayan pergi di pagi hari dan kembali pada sore hari dengan membawa hasil tangkapan. “Kata Kepala Seksi Promosi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Asep Kartiwa, S.Pd, M.Pd.(17/1).

Ketika nelayan tiba, lanjut Asep, warga lain pun akan membantu membawa ikan hasil tangkapan ke pantai, dan kegiatan ini masih dapat dilihat sampai hari ini.

“Wisatawan pun bisa ikut dan merasakan sensasi itu dengan ikut menarik jaring ikan dari tengah laut ke pinggir pantai bersama-sama berbaur dengan nelayan. “  imbuh Asep.

Ditambahkan Asep, pantai Pananjung atau teluk Pananjung merupakan tempat ideal untuk wisata keluarga dengan kelengkapan sarana akomodasi ditambah sarana kegiatan wisata seperti, berenang di pantai barat dengan ombaknya yang  relatif tenang atau menikmati wisata air seperti Banana Boat dan sejenisnya di pantai timur yang seluruhnya akan memanjakan setiap wisatawan  atau seharian sekedar berjemur di bawah sinar matahari dengan aroma khas angin laut sambil  menikmati panorama pantai.

“Tidak hanya itu, bagi pemburu kuliner khas laut dengan ita rasa sea food  pun akan dimanjakan di sentra kuliner pasar ikan pantai timur atau di pantai pamugaran sehingga para wisatawan pun  benar-benar bisa merasa nyaman. “kata Asep lagi.

Di obyek wisata Pangandaran pun pengunjung bisa berjalan-jalan di bawah rindangnya pohon-pohon tua di Cagar Alam Pananjung dengan aneka ragam kekayaan flora dan fauna. Ada sejumlah gua, baik gua alam atau buatan seperti gua jepang semuanya akan menambah pilihan tempat untuk dikunjungi. Dengan ditemani sejumlah pemandu, wisatawan pun akan diantar lebih ke dalam hutan untuk menikmati pesona air terjun di mana airnya langsung mengalir ke laut.

“Untuk mencapai lokasi air terjun ini, wisatawan harus berjalan kaki, tapi jangan khawatir, sepanjang jalan anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang eksotik", ucap Asep.
Menurut Asep, sebaiknya para wisatawan berkeliling di sekitar Pangandaran dengan berjalan kaki, karena jalan-jalan di atas pasir pantai ada sensasi tersendiri,

“Saya berharap, saat wisatawan akan mengunjungi centra oleh-oleh atau kuliner sebaiknya berjalan kaki agar tidak terjebak macet. “Imbuh Asep. (AGE)



SEJARAH BUNKER PENINGGALAN JEPANG DI PANGANDARAN.

PANGANDARAN – Keberadaan goa peninggalan tentara jepang di kawasan Cagar Alam BKSDA resort Pangandaran sudah lama menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah bagi wisatawan yang berkunjung ke pangandaran. Selain menjadil tujuan wisata, goa jepang pun bisa menjadi referensi pendidikan para siswa bahwa di jaman penjajahan dulu tentara jepang pernah datang dan mempunyai pertahanan perang di Pangandaran.

Untuk mendapatkan informasi lengkap tentang sejarah keberadaan goa Jepang, para pemandu yang biasa memandu wisatawan di Cagar Alam pun banyak melakukan pengumpulan data-data dengan cara mendatangi saksi hidup.

“Sayang, saksi hidupnya sekarang sudah mulai berkurang paling tinggal beberapa orang padahal  sejarah goa jepang harus digali selengkap-lengkapnya,” ungkap Edi (46) salah seorang warga Pananjung. (18/01).

Menurut Edi, beberapa waktu lalu pernah ada wisatawan asal Jepang sengaja ingin melihat keberadaan gua tersebut, karena menurut wisatawan tersebut ia pernah bertugas menjadi tentara di wilayah Pangandaran. Ia sangat terkesan sekali dan wisatawan jepang itu pun banyak bercerita tentang liku-liku keberadaan gua Jepang.

“Sepertinya turis jepang tersebut sangat terharu seakan sedang menyaksikan kejadian beberapa waktu lalu saat ia tinggal di dalam gua tersebut. “kata Edi.

Untuk menambah referensi geberadaan gua, saat itu menurut Edi, ia pun sempat menggali informasi dari wisatawan jepang tersebut walau informasi yang didapat tidak banyak.

“Turis Jepang hanya bilang minta maaf kepada masyarakat Pangandaran yang sudah menjadikan warga pangandaran sebagai romusha, hanya bilang seperti itu,” kata Edi lagi.

Seperti diketahui, saat ini keberadaan goa Jepang selalu banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke Cagar Alam Pangandaran.

“Jika saja ada legetimasi dari pemerintah tentang keberadaan goa tersebut dijadikan obyek wisata sejarah, saya optimis ke depan akan lebih banyak wisatawan yang datang mengunjungi goa tersebut,” tambahnya.

Sementara menurut salah seorang petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Yanuar Mandiri mengatakan, semasa perang dunia II Jepang berkepentingan atas sumber daya alam yang dihasilkan dari pangandaran  untuk mendukung perang Asia Timur Raya.

 “Selain tentaran Jepang membangun bunker di lokasi ini, sebelumnya bangsa Belanda pun sudah membuka jalur kereta api yang fungsinya sama, untuk mengangkut hasil  alam,” kata Yanuar.

Ditambahkan Yanuar, salah satu bukti sejarah,  baik bangsa belanda atau pun jepang tidak jauh berbeda, faktor keberadaan mereka karena sumber daya alam dan hasil bumi Jawa Barat salah satunya di pangandaran yang melimpah. Dan bukti sejarah lainnya, lanjut Yanuar,  pada masa  pertempuran perang dunia II, sebagian besar terjadi di laut dan serangan banyak dilakukan melalui jalur laut.

“Lokasi ini dipilih oleh jepang karena posisinya strategis dan dikelilingi bukit juga titik dan bisa menjadi tempat pendaratan masuk melalui laut,” imbuh Yanuar.

Sementara pembangunan bunker, menurut Yanuar, dikerjakan selama dua bulan oleh ratusan orang warga pribumi.

 “Kami pernah menggali informasi dari pelaku pembuat bunker ini, mereka mengaku mendaftar untuk bekerja membuat bunker dan mendapatkan bayaran waktu itu,” paparnya.

Hingga saat ini, lanjutnya,  penelusuran sejarah bunker Jepang atau yang sekarang lebih dikenal  dengan Goa Jepang di Cagar Alam Pananjung masih ditelusuri tim BPCB Serang.

Dalam catatan sejarah, masih kata Yanuar,  berdasarkan pengakuan pelaku sejarah yang masih hidup, Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942 melalui Tarakan, Kalimantan Utara.

"Goa jepang yang ada di Pangandaran itu tidak lama dipakai, karena saat pengerjaan bunker ini selesai tidak berselang lama ada berita Hirosima dan Nagasaki di bom atom oleh tentara sekutu, sehingga seluruh tentara Jepang saat itu ditarik mundur kembali ke negaranya.", pungkasnya. (AGE)

TAK KUAT HADAPI TEKANAN HIDUP, SEORANG WARGA KERTAJAYA NEKAD BUNUH DIRI

MANGUNJAYA-Konflik di keluarga tidak jarang menjadi salah satu penyebab orang melakukan perbuatan nekad, penyebab tekanan kehidupan dan seringkali terjadi pertengkaran dengan istrinya.
seperti yang di alami seorang warga di Dusun Bantarloa RT.01/01 Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya, seorang pria paruh baya rela mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di bawah pohon di dusun Bantarhuni RT 51/07 Desa Mangunjaya.

Korban diketahui bernama Sumeri ( 52 ), nekad mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri. Hal tersebut diketahui saat salah seorang warga yang hendak pergi memancing, Iwan Gunawan (34) warga Rt Rt 38/01 Dusun Cirapuan Desa sindangjaya, sekitar jam 18.00 hari rabu (18/1) melintas di tempat kejadian dan meloihat korban tergantung di dahan sebuah pohon.

Menurut iwan, karenaia takut, ia pun menemui warga lainnya, Jasiman. Dan baru keesokan harinya,sekitar jam 7.00 pagi, Iwan ditemani jasiman menurunkan jasad korfban yang sudah tidak bernyawa.

“Dan warga pun berinisiatif segera melaporkan kejadian ini ke kantor Polsek Padaherang dank e Kantor Desa setempat.

Menurut jasiman,  saat warga mengevakuasi korban sedikit kesulitan, karena posisi korban berada pada ketinggiasn 7 meter.

“Tapi berkat usaha warga dibantu petugas dari kepolisian akhirnya korban pun bisa diturunkan. “ ungkap Jasiman. ( TONI  T).

JEJE WIRADINATA : “KITA PERLU DATA TERBARU PENDUDUK MISKIN…”

PARIGI - Kegiatan Kunker Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata hari ke 45 pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Adat, berlangsung di Islamic Centre Parigi, disambut antusias para tamu undangan yang hadir, baik dari dinas terkait, aparatur desa dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Jeje menyampaikan, agar kepada dinas terkait untuk segera memverifikasi ulang data warga miskin di Kabupaten Pangandaran. Hal ini lakukan untuk memastikan menentukan langkah dan kebijakan yang harus diambil oleh Pemkab Pangandaran dalam penanganan dan penanggulangan warga miskin.

“Saat ini tercatat ada sekitar 28 ribu warga Pangandaran masuk kategori miskin dan untuk penanganan yang efektif dan tepat sasaran saya minta agar dinas sosial memperifikasi ulang data yang ada secara lengkap by name by address (berdasarkan nama dan alamat-red),” kata Jeje  (18/1)

Menurutnya, dalam penanganan warga miskin pemerintah tidak ingin salah sasaran dalam pemberian bantuan karena  setiap keluarga tentu kondisinya berbed dan verifikasi ulang diharapkan dapat menentukan secara tepat langkah pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Pangandaran.

“Dengan data yang konkrit terbaru, kita dapat menentukan apakah orang tersebut membutuhkan bantuan dalam bentuk perumahan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan lainnya, jadi semuanya akan jelas dan tepat sasaran,”tegas Jeje.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, S.Sos mengatakan, saat ini data  yang ada merupakan data dari Badan Pusat Statistik yang diperbaharui setiap dua tahun sekali.

menueurtnya, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang disampaikan bupati tersebut. Sebab dengan perifikasi data,  pemerintah akan mendapatkan data akurat secara lengkap sehingga penanganan yang dilakukan akan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.

“Kita kan tidak tahu apakah keluarga yang terdata sekarang masih hidup atau meninggal atau keadaannya bagaimana. Nah dengan verifikasi ulang ini kita akan mengetahui keadaan yang sesungguhnya dengan akurat,” kata Dani.

Meskipun belum ada anggaran untuk melakukan verifikasi tersebut, namun menurut Dani, pihaknya mengaku siap dengan tenaga yang ada di lingkup dinasnya agar rencana tersebut terlaksana.

“Data yang diminta oleh pak bupati akan siap pada bulan Maret mendatang, Pemerintah menargetkan pada tahun 2017 penurunan Angka kemiskinan di Kabupaten Pangandaran minimal 2%,”, semoga kami bisa mewujudkan target tersebut" pungkasnya. (AGE).

MAHMUD, SH, MH:”PIMPIMNAN SOTK AGAR MELAPORKAN PELANGGARAN PP 53..”

PARIGI - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Pangandaran dinilai lamban. Pasalnya dikala terjadi pelanggaran yang dilakukan oknum PNS banyak yang tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan di setiap SOTK.

Seperti dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Mahmud, sebagai ketua Tim Penegakan PP 53 dengan anggota para Asisten, Inspektorat, Kepala Bagian Hukum dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,  menurutnya masih  lemahg dalam menangani masalah penegakan disiplin PNS.

“Sebenarnya tim ini idealnya berperan menindaklanjuti PNS yang bermasalah terutama masalah kedisiplinan,” kata Mahmud.(17/1).

Setelah tim tersebut melakukan pemeriksaan, menurut Mahmud, pihaknya akan melimpahkan berita acara ke Badan Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin (BPPHD) untuk menentukan sangsi kepada PNS yang bermasalah.

“Kami akui tim penegakan PP 53 belum maksimal dalam menjalankan tugasnya, lantaran setiap permasalahan yang terjadi kebanyakan tidak ditindaklanjuti oleh para pimpinan disetiap SOTK,” tambahnya.

Mahmud menambahkan, dirinya banyak menerima laporan justeru secara tidak formal terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh PNS baik aduan dari masyarakat atau di media masa dan media sosial.

“Salah satu contoh terjadinya praktek pencaloan CPNS yang saat ini terungkap yang pelaku pemberi uang dan penerima uangnya ke dua dua nya PNS, dan adanya PNS di Kecamatan Cijulang yang mangkir kerja berturut-turut selama dua bulan lebih, sebenarnya itu bukan dari laporan resmi pimpinan di SOTK tersebut,” paparnya.

Mahmud berharap, pimpinan disetiap SOTK untuk selalu melakukan pantauan kinerja bawahannya terutama yang menyangkut tindakan disiplin dan segera melakukan tindakan kepada PNS yang bermasalah. (AGE).

HKN, MOMENTUM MENINGKATKAN DEDIKASI DAN ETOS KERJA

PARIGI –Untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan  bersih, dengan misi mewujudkan birokrasi yang handal, profesional, transparan, akuntabel dalam merumuskan kebijakan pemerintah, juga dalam melayani dan memberdayakan masyarakat, seluruh  perangkat daerah harus bisa meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja sebagai pelayan masyarakat.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam upacara  Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar di halaman Kantor Bupati Pangandaran, Selasa (17/1). Hadir pada uopacara tersebut, Sekda, Mahmud, SH, MH, para Perangkat Daerah (PD), camat dan pejabat lainnya di,lingkup Pemkab Pangandaran.

 “Keberhasilan birokrasi, ditandai dengan etos kerja yang tinggi, moralitas pribadi pegawai yang baik, kepemimpinan dan memenuhi persyaratan sistematik lainnya” ucap Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, pegawai harus tetap waspada dan mengantisipasi agar setiap masalah dan persoalan yang ada tidak merusak harmonisasi sosial, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak menimbulkan gangguan terhadap stabilitas keamanan secara nasional dan regional.

Dan masih kata Jeje, selain itu juga Jeje menghimbau agar seluruh jajaran pemerintahan  terus melanjutkan harapan para pahlawan  dengan mewujud nyatakan dalam bidang tugas sehari-hari dengan penuh rasa tanggungjawab, meningkatkan profesionalisme dan lebih mengeratkan kerjasama antara instansi.

“Ini oenting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, semoga masyarakat bisa lebih merasakan kinerja kita. Momentum  pelaksanaan apel kesadaran ini hendaknya dijadikan landasan dan sumber motivasi untuk memperbaharui pola pikir dan perilaku sebagai aparatur pemerintah yang terpanggil untuk melayani dan bukan dilayani. “Imbuh Jeje.

Jeje juga mengajak pada seluruh jajaran opemerintahannya untuk menjadikan HKN sebagai  Panca Prasetya KORPRI, pedoman bagi PNS dalam menangani tugas pokok dan fungsi yang tercermin dari sikap disiplin. Seperti, budaya bersih, budaya tertib dan budaya kerja serta terus memelihara dedikasi, integritas dan loyalitas yang tinggi serta tampilkan KORPRI sebagai organisasi kedinasan yang netral dan professional.

Menurut Jeje, dalam waktu 10 bulan ini, ukuran baik tidaknya pemerintahan tergantung pada dinas dan badan, apa yang menjadi kebijakan pimpinan harus bisa kerjakan dengan baik.
“Ayo bersama sama menciptakan Kelembagaan kita lebih baik, bekerja dengan baik serta menjaga  perilaku dalam kehidupan di masyarakat", tandasnya. ( AGE)

DI AKHIR PENGABDIANNYA, OTANG BERHARAP BISA PINDAH SEKOLAH

Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir, didalam hatiku
S'bagai prasasti terimakasihku 'ntuk pengabdianmu……


Demikian sepenggal lirik lagu  “Hymne Guru” yang selalu dinyanyikan saat memperingati hari Guru, betapa mulia dan besar jasa seorang guru dalam menyumbang kemajuan untuk bangsa ini. Guru disanjung dan dipuja begitu luar biasa karena diilustrasikan sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun penyejuk dalam kehausan, dan sebagai patriot pahlawan bangsa, namun apakah cukup hanya berhenti pada sekadar sanjungan dan pujian ?

Di zaman yang semakin susah ini, orang tidak akan mampu hidup hanya dengan sanjungan dan pujian, ternyata tidak guru dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa ini mampu memberi hidup yang layak bagi keluarganya, bahkan gelar tersebut  justru terasa membebani.

Otang (53), salah seorang guru di SDN 1 Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabuoaten Pangandaran, hampir 20 tahun mengabdi pada profesinya walau setiap hari harus melawati jalan yang terjal dan rusak karena tugas mulia tersebut. Tidak jarang hambatan dalam perjalanan membuatnya harus lebih hati-hati agar bisa sampai dengan selamat ke sekolah.

"Ini sudah menjadi tugas, saya harus tetap masuk tiap hari walau jalan yang biasa dilewati rusak, sampai terkadang saya  turun bero dan harus dipijit saat pulang dari sekolah", jelasnya.(13/01).

Menurutnya, ada tanggungjawab moral yang harus dipikul pada pemerintah jika ia harus membolos karena ini sudah koinsekwensinya sebagai seorang pendidik.

Menurutnya, mungkin karena faktor usia, terkadang badannya cepat lelah, padahal jarak yg ditempuh hanya 6 km, tapi karena kondisi jalan yang rusak yang saya menyebabkan badannya sering merasakan sakit.

Otang berharap, suatu hari ia bisa pindah dan mengajar ke sekolah yang  tidak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Legok Jawa menjelang pensiun sekitar 5 - 7 tahun lagi.

"Mudah-mudahan saya bisa pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal di Legok Jawa, karena usia saya sekarang sudah 53 tahun, juga agar bisa penyakit hernia saya bisa sembuh, itu juga kalau ada ijin dari pimpiunan. “ungkapnya lagi. (AGE).







H. SURMAN; “GURU BOLOS AKAN DAPAT SANKSI..”

CIJULANG - Menyikapi banyaknya laporan terkait adanya guru yang sering tidak masuk kerja, menurut Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Pangandaran, yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu, Drs. H.Surman, M.Pd akan secepatnya memanggil guru tersebut.

H.Surman menjelaskan, kedisiplinan para tenaga pendidikan ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurut Surman, seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata, ia meminta agar para pelaku pendidikan seperti kepala sekolah, guru, penilik dan pengawas di tempat tugasnya masing-masing bisa meningkatkan disiplin kerja, terutama jam masuk kerja para guru.

Masih kata Surman, guru adalah pegawai istimewa yang memiliki dua identitas, pertama guru sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan jam masuk kerjanya telah di tetapkan sesuai aturan yang ada. Dan identitas kedua, sebagai pengajar dan pendidik yang bekerja sesuai jadwal yang telah disusun oleh sekolah.

"Hal ini bisa menimpa siapa saja, jangan pernah menganggap sepele kedisiplinan, karena ketika seorang pegawai terbukti melakukan pelanggaran kedisiplinan sanksi bagi mereka telah menunggu dari yang ringan, sedang, hingga berat sekalipun", kata Surman. (12/01).

Masih lanjut Surman, guru harus disiplin ketika ingin menumbuhkan sikap disiplin siswanya, seorang guru tidak boleh bolos supaya siswa-siswanya tidak bolos, guru harus sopan supaya siswa-siswanya ikut sopan.

“Intinya, budi pekerti seluruh warga sekolah harus tumbuh semuanya, jangan cuma pandai menasehati saja terhadap siswa, sedangkan guru nya itu sendiri tidak didisiplin, gimana mau percaya atau nurut para siswanya terhadap guru tersebut", imbuh Surman.

Menurut Surman, sekarang pihaknya sudah membuat team khusus untuk mengontrol kedisiplinan para guru/ tenaga pengajar yang melibatkan langsung para kepala sekolah dalam rangka meningkatkan disiplin kerja.

“Adapun sangsi yang akan diberikan bagi guru yang sering bolos, tahap pertama dengan pemanggilan langsung terhadap guru tersebut, bila masih tetap membolos status kerjanya akan ditarik ke Disdikpora atau ke BKD dan bila tetap saja tidak masuk mungkin kami akan menjatuhkan sanksi berat buat guru tersebut", ujar Surman.  (AGE)

JAJA NURULHUDA ; “INFRASTRUKTUR JALAN SALAH SATU PENUNJANG PARIWISATA ..”

CIJULANG - Warga Cijulang Kabupaten Pangandaran mengeluhkan infrastruktur jalan yang buruk, padahal jalan tersebut merupakan akses langsung ke Bandar Udara Nusawiru.

Menurut seorang warga,  H.Ayo Sahyo (65), jalan yang berada dilingkungan kota Kecamatan Cijulang kebanyakan sudah banyak yang berlubang sehingga jika terjadi hujan banyak air yang menggenang.
“Apalagi ini jalan di wilayah perkotaan Cijulang, rasanya kurang pas jika saat ini masih ditemukan infrastruktur jalan yang rusak", katanya. (13/01).

Ditambahkan Ayo lagi, akses jalan tersebut sangat digunakan kendaraan siang dan malam. Karena selain lokasi di lintasan jalan nasional, jalan ini pun langsung ke arah bandara dan daerah tepi jalan pun banyak dijadikan kantor pemerintahan sehingga jalan ini sangat ramai digunakan pengendara siang dan malam.

"Saat ini akses jalan tersebut sudah tidak representatif , seperti di sekitar kawasan Kalenwadas, Haurseah dan Ciwaru, karena di tempat tersebut ada kantor Dinas Dikpora, dinas kesehatan dan kantor Kecamatan Cijulang juga  di lokasi itu merupakan jalan penghubung dari setiap daerah", imbuhnya.

Hal senada dikatakan Agus Agol (44), jika pada tahun 2017 ini tidak juga diperbaiki, maka menurut Agus, ia dan reka-rekannya akan mengurug jalan itu dengan cabluk.
.
"Saya kadang heran, kenapa wakil rakyat asal dapil Cijulang tidak tanggap akan hal ini, mestinya sebagai wakil dari Cijulang serius memperhatikan ini jauh jauh hari", ungkapnya.

Kecamatan Cijulang, masih kata Agus, juga memiliki tempat wisata  cukang taneuh (grencanyon ), Pantai indah Batukaras dan destinasi wisata baru situ Cisamping yang punya kontribusi PAD dari sektor pariwisata untuk APBD kabupaten Pangandaran, sudah sepantasnya infrastruktur jalannya bagus dan memadai.

Ditemui di ruang kerjanya, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurulhuda, pihaknya akan segera mengevaluasi seluruh aset inprastruktur jalan yang ada Kabupaten Pangandaran.

“Kami baru melakukan pembenahan internal dan pemetaan perangkat, kedepan semoga tersusun aset jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten,” kata Jaja.

Jaja menambahkan, saat ini pihaknya akan mengoptimalkan tiga pilar penunjang pariwisata, diantaranya pemetaan Bandar udara, perhotelan dan infrastruktur pembangunan terutama akses jalan.

“Ke tiga aspek tersebut sangat erat kaitannya untuk menjadi penunjang kepariwisataan, kami harap seluruh stakeholder berpartisipasi dan memberikan dukungan pembangunan daerah agar tercapai visi dan misi Kabupaten Pangandaran sebagai pariwisata yang mendunia dan dinas kami akan lebih fokus pada point infrastruktur, ” pungkasnya. AGE)

GELIAT PEMBANGUNAN DESA SUKARESIK DALAM MUSRENBANG 2017

SIDAMULIH – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan forum perencanaan (program) yang dilaksanakan lembaga publik (pemerintah), baik pemerintah desa dan Kecamatan hingga Kabupaten.
Dalam pelaksanaannya, musrenbang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan program pembangunan yang ada di daerah pun bisa terukur.

Seperti yang dilaksanakan musrenbang tingkat desa di Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, (11/01), yang dihadiri langsung Camat Sidamulih, Dedi Rachman, S.sos, M.si.

Dalam sambutannya Dedi menjelaskan, pentingnya acara tahunan di tingkat desa ini dilaksanakan untuk menjaring aspirasi dari tingkat paling bawah, masyarakat, dalam  meningkatkan pembangunan di desanya.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007, Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKP (Rencana Kerja Pembangunan-red) Desa, adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun dan merupakan penjabaran dari RPJM Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa", jelasnya

Ditambahkan Dedi, setiap tahun pada bulan Januari biasanya di tingkat desa diselenggarakan musrenbang untuk Desa (RKP Desa),  penyusunan RKP Desa selalu diikuti dengan penyusunan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa).

“Karena suatu rencana program tanpa adanya ketersediaan anggaran sepertinya akan menjadi dokumen atau berkas belaka", tambahnya.

Kedua dokumen, menurut Dedi, ini tidak terpisahkan dan disusun berdasarkan musyawarah  mufakat. RKP dan APB Desa merupakan dokumen dan infomasi publik, jadi Pemerintah desa merupakan lembaga publik yang wajib menyampaikan informasi publik kepada warga masyarakatnya.
.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin serta seluruh kepala dusun menyambut antusias pelaksanaan musrenbang tahun 2017 untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi Desa Sukaresik. (AGE).

MISTERI DEWI SITI SAMBOJA DAN PEMANDIAN RENGGANIS

PANGANDARAN - Goa Rengganis merupakan salah satu obyek wisata alam di Cagar Alam Pananjung masuk dalam kawasan BKSDA Pangandaran Jawa Barat. Konon, di tempat ini pada gua setinggi kurang lebih 3 meter, disitulah tempat Sendang Goa Rengganis.

Menurut salah satu versi, legenda tentang goa rengganis berawal dari sepasang kekasih bernama Dewi Siti Samboja dan Raden Anggalarang, karena perkawinan mereka tidak disetujui orangtua  Raden Anggalarang, maka mereka kabur dan mendirikan kerajaan di Pananjung.

"Seiring berjalannya waktu, kerajan yang mereka bangun pun tumbuh dan berkembang pesat. “ungkap Kepala Desa Pananjung, Dedi Hermawan mengawali cerita.

Dengan kekayaan dari hasil bumi yang berlimpah, rakyatnya pun menjadi makmur dan sejahtera. Namun justru karena kemakmuran tersebut akibatnya banyak kerajaan lain yang ingin menguasasi sehingga memicu terjadinya perebutan kekuasaan oleh orang-orang yang haus harta dan tahta.

“Termasuk seorang bajak laut dari seberang lautan yang dipimpin Kalasamudra, sehingga waktu itu pertempuran sengit pun tak bisa dihindari yang mengakibatkan bala tentara dari kedua belah pihak pun banyak yang tewas termasuk Raden Anggalarang terbunuh", paparnya.

Masih cerita Dedi, dalam situasi yng kacau, Dewi Siti Samboja melarikan diri dan menghilang tidak tahu rimbanya.

“Konon menurut cerita, Sang Dewi Siti Samboja moksa lepas dari ikatan dunia fana, hilang tanpa meninggalkan jejak dan jasadnya pun lenyap tidak berbekas. “tutur Dedi.

Dan masih menurut legenda,  peristiwa moksanya Dewi Siti Samboja yang bergelar Dewi Rengganis itu terjadi di telaga mata air tempat pemandian keluarga raja ini, di kawasan Cagar Alam Pananjung.

Dikisahkan juga, Dewi Rengganis merupakan salah satu putri pertama Eyang Argopuro, seorang petapa dari Desa Bagelen Purworejo Wonosobo yang mengembara ke Tatar Galuh pada abad 14 hingga abad 16.

Dalam kisahnya, Dewi Rengganis merupakan istri Raden Anggalarang yang pernah mendirikan Kerajaan Galuh Tanduran di daratan Pananjung, berdirinya kerajaan tersebut atas permintaan Raden Anggalarang kepada ayahnya Prabu Haurkuning salah satu raja di tanah Pajajaran waktu itu.

Raden Anggalarang sebetulnya tidak direstui untuk mendirikan Kerajaan Galuh Tanduran oleh ayahnya sebab di kawasan tersebut waktu itu masih hutan belantara dan banyak binatang buas, juga karakteristik masyarakat pendatangnya yang keras membuat Prabu Haurkuning setengah hati memberi izin kepada Raden Anggalarang.
Namun karena kasih sayang ayah kepada anaknya, Prabu Haurkuning pun mengizinkan Anggalarang mendirikan kerajaan Galuh Tanduran dengan ditemani Patih Kidang Pananjung.

“Tetapi Prabu Haurkuning saat itu mengatakan, kalau kerajaan yang akan didirikan Raden Anggalarang itu hanya bisa bertahan seumur jagung saja,” kata Dedi.

Setelah Raden Anggalarang dengan Patih Kidang Pananjung berhasil mendirikan kerajaan, Anggalarang akhirnya menikah dengan Dewi Rengganis.

Karena kecantikan Dewi Rengganis kala itu menjadi buah bibir di mana-mana, sehingga para Bajo atau bajak laut dari daerah Nusakambangan berniat jahat ingin merebut  Dewi Rengganis.
Sifat Bajo sangat jahat, tidak berprikemanusiaan dan selalu ingin menguasai hasil bumi masyarakat, baik hasil bumi dari daratan atau dari laut. Dengan berbagai cara dan upaya kala itu, akhirnya para Bajo berkali-kali berusaha menculik Dewi Rengganis dengan cara membunuh terlebih dulu Raden Anggalarang.

Tapi walau pun saat itu Raden Anggalarang terbunuh, upaya Bajo untuk menculik Dewi Rengganis tidak berhasil karena Dewi Rengganis selalu dilindungi Patih Kidang Pananjung.

“Saat dikejar oleh para bajo, Dewi Rengganis bersembunyi ke taman sari atau keputren yang merupakan salah satu taman Kerajaan Galuh Tanduran,” imbuh Dedi.

Dan di lokasi taman sari tersebut terdapat goa yang mengalir air, namun dengan kesaktian yang dimiliki Dewi Rengganis, ia bisa tembus ke dalam goa walau sepanjang lokasi goa itu merupakan sungai.

Setelah Dewi Rengganis masuk kedalam goa yang mengalir sungai tersebut, para Bajo tidak ada yang berani untuk masuk ke tempat itu dan akhirnya mengurungkan niat untuk menculik Dewi Rengganis.

“Sejak saat itulah, ketika Dewi Rengganis masuk ke goa itu tidak muncul lagi, beberapa tokoh supranatural berpendapat kalau Dewi Rengganis mengahilang atau tilem di tempat itu. Dan sejak kejadian itu juga goa tersebut dinamakan warga dengan nama Goa Rengganis. “kata warga Panannjung, Masruroh (52).

Seperti diketahui, Goa Rengganis tersebut memiliki panjang 125 meter dan lebar 2-3 meter dengan ketinggian sungai berpariatif dari mulai 2 meter hingga 13 meter dan berdiameter 13 meter.

Goa Rengganis diyakini oleh yang mempercayainya, sebagai tempat keramat dan airnya berkhasiat bisa mengakibatkan awet muda dan melancarkan jodoh, sehingga pada hari tertentu banyak orang yang sengaja mandi dengan harapan bisa awet muda dan dimudahkan mendapat jodoh.

“Hasil penelitian dan kajian ilmiah beberapa praktisi pendidikan menyatakan kalau air yang mengalir dari dalam Goa Rengganis memiliki kandungan MGCO3 yang dapat merapatkan atau memperkecil pori-pori kulit sehingga jika mandi menggunakan air tersebut sel kulit yang mati bisa hidup kembali dan segar,” pungkas Dedi Hermawan. (AGE).

KUNKER BUPATI-WAKIL BUPATI KE DINAS PARIWISATA PANGANDARAN. JEJE WIRADINTA : “SATGAS DAN ORMAS TIDAK BOLEH ADA DI TOL GATE….”

PANGANDARAN -  Banyak sekali kelebihan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, namun sayang banyak juga kekurangan dalam pengelolaanya. Misalnya, masalah kebersihan, penataan warung-warung, penyewaan ban, kemacetan yang masih semrawut  terlihat di sepanjang pantai barat dan timur.  Perahu wisata yang terlalu banyak berlalu lalang juga akan sangat mengganggu wisatawan yang berenang, bermain pasir dan air.

Hal tersebut dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan Sekda, Mahmud, SH. MH saat melakukan kunjungan kerjanya ke Dinas Pariwisata  dan Kebudayaan di di gedung Touris Informasi Center (TIC) Pangandaran (11/1).

“Sebenarnya semua ini  bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik oleh kita, salah satunya dengan cara mengedukasi penduduk sekitar serta para pedagang, tukang perahu dan semua pihak yang terkait untuk menjadikan wisata Pangandaran lebih baik dan nyaman bagi wisatawan. “kata Jeje.

Untuk mewujudkan pangandaran sebagai tujuan wisata dunia,menurut Jeje,  tidak salah jika pangandaran menyerap pelajaran apa yang dilakukan pemda Kabuoaten Badung bali dalam pengelolaan pantai Kuta. Antara lain, bagaimana untuk meningkatkan citra, kebersihan dan pengelolaan obyek wisata yang baik.

“Mulai tahun ini kita harus siap berbenah menata seluruh kawasan pariwisata Pangandaran. “kata Jeje lagi.

Untuk membuat Ruang terbuka Hijau (RTH), dengan anggaran Rp 16 milyar, beberapa bangunan seperti Pos Polantas, gedung TIC, Kantor PHRI, Bangunan MTS Negeri Pangandaran, Kios disebelah Selatan Pasar Pangandaran, Kantor Dispuhubkominfo dibongkar, kantor pendapatan hingga Puskesmas Pangandaran rencananya akan diratakan menjadi kawasan hijau sekaligus bisa menjadi etalase Pangandaran.

 “Kawasan Wisata Pantai barat dan timur pun akan dibenahi, pedagang, odong-odong, perahu pesiar, permainan air hingga pemberlakuan e-tiketing dan penyediaan jalur khusus untuk warga sekitar,”imbuhnya.

Menurutnya lagi, nantinya di dalam kawasan wisata tidak boleh ada wc di pinggir pantai, parkir liar atau pedagang keliling yang masuk ke pinggir pantai.

 “Sementara untuk hotel, restoran dan rumah tangga yang ada di kawasan pantai tidak diperbolehkan  membuang limbahnya ke laut dan jika ini dilanggar pemerintah akan bertindak tegas,”tegasnya.

Lebih jauh Jeje menjelaskan, di daerah Pamugaran juga akan dijadikan kampung kuliner dengan penambahan 13 lokasi usaha dan setelah itu tidak boleh ada penambahan lagi.

“Kalaupun ada penambahan penggunaan harim laut harus seizin pemda sebab untuk urusan harim laut tidak boleh sembarangan,”kata Jeje.

Dengan anggaran sekitar Rp 50 milyar nantinya akan dibangun  di 4 lokasi, eks Diskotik Meridian, pasar seni, Hotel Pananjung Sari dan eks Dinas Sosial Pemprop untuk relokasi ribuan PKL yang saat ini menempati harim laut.

“DED nya tinggal satu lokasi lagi yang belum selesai yaitu lokasi di pantai timur,  namun uangnya sebesar Rp. 44 miliar dari provinsi sudah turun artinya gubernur sudah menyetujui rencana tersebut,”terangnya.

Sedangkan Satgas Jaga Lembur juga akan difungsikan sesuai fungsinya sehingga satgas atau ormas lainnya tidak perlu lagi ada di tollgate menyusul diberlakukannya e-ticketing.

“Jika seluruh penataan ini selesai, artinya 90 persen persoalan prinsip pariwisata pangandaran selesai. “pungkas Jeje. (AGE)

KUNKER BUPATI-WAKIL BUPATI KE DISDIKPORA PANGANDARAN, JEJE WIRADINATA: “PENGALAMAN LALU BISA DIJADIKAN CERMIN…”

CIJULANG-Dalam pelantikan pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandran awal tahun lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga pejabatnya merupakan wajah baru, hampir 70 % lebih PNS baru menggantikan pejabat lama termasuk Kepala Dinas dan Sekretaris Dinasnya.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat melakukan kunjungan kerjanya ke Disdikpora bertempat di aula dinas.(12/1)

“Saya tidak mau ke depan dirubah lagi. “Ungkap Jeje.

Jeje menambahkan, pengalaman yang sudah-sudah diharapkan bisa menjadi cermin untuk bekerja lebih baik lagi. Tanggungjawab moral sebagai dinas yang akan mencerdaskan anak didik di Pangandaran harus menjadi acuan kinerja ke depan.

“Sebab maju mundurnya dunia pendidikan di Kabupaten Pangandaran ada di dinas ini. “imbuh Jeje.

2900 PNS yang ada di lingkup pendidikan, lebih 75 % dari jumlah PNS yang ada di Kabupaten Pangandaran merupakan tenaga yang akan berkontribusi langsung pada dunia pendidikan.

Jeje juga mengatakan, ia dan Wakil Bupati tidak bisa berbuat banyak untuk memajukan pangandaran tanpa dukungan Perangkat Daerah (PD) yang berdedikasi untuk kemajuan daerah.

“Ini penting, tanpa dukungan bapa-bapa saya dan pak wakil tentunya tidak bisa berbuat banyak untuk kemajuan pangandaran. “kata Jeje lagi.

Sementara Kepala Dinas Dikpora Pangandaran, Drs. H. Surman, M.Pd menyampaikan, hendaknya  biusa bekerja dengan didasari keikhlasan.

“Guru harus bisa bagaimana cara mendidik dan bagaimana cara mengajar. “tutur Surman. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN