SATPOL PP PANGANDARAN BERI PERINGATAN PKL GREEN CANYON

PANGANDARAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)  kabupaten.Pangandaran memberikan peringatan kepada para PKL, yang mangkal dibahu jalan depan pintu masuk Objek Wisata Green Canyoon. Mereka dianggap melanggar peraturan daerah karena berdagang di areal pejalan kaki.

"Surat peringatan dari SATPOL PP kabupaten Pangandaran sudah diterima oleh kami" ujar Arief, ketua Kompepar objek wisata Green Canyon.

Ditambahkan Arief, pihaknya secepatnya akan bermusyawarah denga para PKL. termasuk dengan kepala desa Kertayasa sebagai pemilik lahan. Intinya para PKL akan direlokasi ke tempat yang tidak mengganggu ketertiban umum. "Kami akan kordinasi dulu baik dengan PKL atau pemerintahan Desa kertayasa bagaimana tekniknya nanti. "Ungkap Arief.

Ditemui tempat terpisah, Kepala Desa Kertayasa ,  Abdul Rohman mengatakan, akan membantu merelokasi para PKL  ke tempat yang nantinya akan disediakan oleh pihak desa.

"Kami akan musyawarah dulu dengan pihak kompepar dan pihak terkait lainnya.guna membahas relokasi bagi para.PKL, agar usahanya bisa berlanjut karena mereka semua menggantungkan hidup nya hanya dari berjualan di obyek wisata green canyon" Kata Abdul Rahman. (Age-PNews)

SMAN 1 PAMARICAN KERJA BARENG BNN KAB. CIAMIS ADAKAN PENYULUHAN ANTI NARKOBA

CIAMIS. Dalam rangka mencegah penyalahgunaan dan dampak negatif dari Narkoba, SMAN 1 Pamarican bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis menggelar Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba, bertempat di SMAN 1 Pamarican, pada Kamis (24/03/20016).

Narkoba sudah memasuki tingkat yang menghawatirkan, hampir di semua kalangan sudah terkontaminasi, ditambah pemberitaan diberbagai media tentang ungkap kasus narkoba yang begitu dahsyat, namun tetap saja narkoba masih beredar di masyarakat, menyikapi hal dimaksud dipandang penting pihak sekolah untuk menggelar penyuluhan bahaya narkoba kepada anak didik, sebagaimana disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Pamarican, Drs. H. Dudi Sudardi, M.Pd. saat memberi sambutan.

Ia pun menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba tidak mengenal batasan usia, status sosial dan wilayah dia tinggal, mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil sekalipun narkoba akan tetap menjadi ancaman, untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta didik di lingkungan SMAN 1 Pamarican terbebas dari ancaman narkoba baik di dalam mapun di luar sekolah, lebih jauhnya pelajar SMAN 1 Pamarican dapat meraih sukses yang gemilang tanpa narkoba.

Hal senada disampaikan oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., MM. dalam paparannya mengajak kepada para pelajar agar mampu mengetahui apa itu narkoba dan permasalahannya, memahami dan menyadari akan dampak yang ditimbulkannya, serta mampu menolak baik menyalahgunakan maupun mengedarkan.

Ia berharap, para pelajar mampu menterjemahkan hukum atau peraturan-peraturan yang berlaku saat ini, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, hal ini dipandang penting sebagai upaya membentengi diri dari ancaman narkoba dan permasalahan hukum lainnya, sehingga kelak tertanam perilaku dan sikap yang taat dan sadar akan aturan hukum (kawali tv)

PASCA PELEDAKAN KAPAL ILLEGAL FHISING, TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PASIR PUTIH PANGANDARAN TERGANGGU

     PANGANDARAN. Mungkin tidak banyak orang tahu, lokasi peledakan kapal ikan MV Viking pelaku illegal fishing yang diburu banyak negara ternyata ada di lokasi cagar alam laut. Di lokasi tersebut ada Transplantasi terumbu karang, yakni teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang dengan tujuan untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.
    Demikian dikatakan Kepala Resort BKSDA Cagar Alam Pangandaran, Yana Hendrayana saat diminta komentarnya tentang lokasi peledakan kapal pencuri ikan oleh Menteri KKP RI, Susi Pujiastuti minggu lalu.(14/3). “Kawasan tersebut masuk dalam zona cagar alam yang di dalamnya terdapat transplantasi terumbu karang. “Kata Yana.(23/3).
    Dikatakan Yana, transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program pelestarian alam yang berperan mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak atau bisa juga untuk membangun kawasan terumbu karang baru menambah keasrian alam bawah laut. Karena untuk tumbuh karang beberapa centi saja dibutuhkan waktu tahunan bahkan puluhan tahun. “Nantinya karang-karang tersebut menjadi ekosistem segala biota laut. “Terang Yana.
    Disoal lokasi penenggelaman kapal tersebut, Yana mengatakan, pihaknya tidak menerima intruksi apa-apa dari dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) sebagai atasannya. “Malah saya mendapat teguran karena tidak ada kordinasi sebelumnya. “Ungkap Yana.
Salah seorang warga Desa Pangandaran, Jaja Sudiana(49) menyesalkan mengapa harus di kawasan pasir putih tempat peledakan kapal itu. “Selain merusak alam bawah laut, kapal itu pun menghalangi view kawasan pasir putih. “Ungkap Jaja.
    Ditambahkan Jaja, jika saja sebelumnya semua yang terkait saling berkordinasi, mungkin lokasinya bisa dipindahkan ke kawasan batu mandi. Karena di kawasan tersebut selain tidak ada transplantasi terumbu karang juga berada pada ujung kawasan pasir putih. “Apalagi sekarang banyak pengunjung yang ingin melihat dari dekat keberadaan kapal tersebut, tentunya banyak karang-karang yang rusak karena terinjak kaki. “Ungkap Jaja.
    Menurut Jaja lagi, penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan dari perairan Indonesia ini merupakan program Menteri Susi Pujiastuti asal pangandaran yang harus mendapat dukungan dari semua pihak, dan gebrakan yang dilakukan Menteri Susi pun tentunya menjadi kebanggaan tersendiri masarakat Kabupaten Pangandaran. “Jadi menurut saya, kapal harus ditangkap dan diledakkan tapi laut pun harus tetap terjaga lestari. “Imbuh Jaja. (hiek-PNews).

KISAH TRAGIS SENIMAN BESAR CIJULANG, 15 TAHUN MENDERITA STROKE

    
    
PANGANDARAN. Sungguh tragis nasib Sahili (63) salah satu seniman besar sunda asal Cijulang yang harus terbaring selama 15 tahun dengan penyakit stroke yang dideritanya. Ditemani istrinya Atikah (50) dan anak bungsunya, dengan menempati sepetak rumah kayu hasil gotong royong tetangganya, nyaris tidak ada yang bisa dilakukan Sahili dalam kesehariannya. “Kayu, genting dan bahan lainnya kami dapatkan dari sisa pembangunan pasar dan sebuah sekolah dasar. “Terang Hj. Nonok (78), salah seorang tetangga yang sudah berbaik hati memberikan pinjaman lahan untuk ditempati rumah keluarga Sahli.(24/3).
    Sahili yang tinggal di Rt 02/05 Dusun Ciwaru Desa/Kecamatan Cijulang, untuk kebutuhan sehari-harinya hanya mengandalkan upah yang diterima istrinya sebagai buruh di pabrik kurupuk. “Saya dapat upah enam ribu, lumayan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. “Ungkap Atikah.
    Menurut Atikah, kadang-kadang dari anaknya sebagai tenaga magang di Puskesmas Cijulang, keluarga Sahili pun mendapat tambahan untuk keperluan sehari-harinya. “Selain itu saya pun kerja apa saja yang penting ada hasil yang bisa dibawa pulang ke rumah. “Tutur Atikah.
    Sementara Sahili dengan penyakit yang sudah 15 tahun dideritanya hanya bisa terbaring tak berdaya. Jangankan untuk berdiri, apa-apa pun kini hanya mengandalkan istrinya, hingga untuk (maaf) buang air besar pun tangan terampil istrinya dengan gesit melayani semua kebutuhan Sahili.
    Konon, menurut salah seorang tetangganya Hj. Nonok, dahulu Sahili seorang seniman besar sunda asal cijulang. Kejenakaannya di panggung bersama grup reog atau calungnya, Sahili bisa membuat penonton terpingkal-pingkal dengan lawakannya. “Dulu ia lebih dikenal dengan panggilan mang utet. “Terang Hj. Nonok.
    Ditambahkan Nonok, dulu tidak ada yang tidak kenal panggilan “Utet”, apalagi pada musim hajatan dimana Utet selalu tampil dari panggung ke panggung menghibur penonton dengan banyolannya yang jenaka. “Kalau ingat, saya sampai keluar air mata karena saking lucunya saat menonton aksi utet di panggung. “Kenang Nonok.
    Kini Utet hanya bisa berbaring, tak ada lagi kelucuan pada raut wajahnya. Hari demi hari pun dilalui di atas selembar kasur tipis di sebuah gubuk panggung. Tak ada lagi suara tawa penonton yang engelu-elukannya, kini hanya penyakit yang sudah belasan tahun diderita menjadi saksi hari tuanya. (AGE-PNews)

YANA HENDRAYANA: “ MASARAKAT YANG AKAN MELIHAT BANGKAI KAPAL SEBAIKNYA DARI PANTAI SAJA..”

    
PANGANDARAN. Pasca peledekan kapal GT bernama MV Viking pelaku illegal fishing oleh Menteri KKP RI, Susi Pujiastuti tanggal 14 maret lalu di sekitar peraiaran pantai pasir putih pangandaran, banyak masarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan dari dekat kapal berukuran sekitar 70x7 meter yang tenggelam setengah badannya itu.
    Seperti yang dikatakan Wanto, warga Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, melihat dari dekat kapal penangkap ikan berukuran besar merupakan pengalaman pertamanya. “Selama ini saya melihat kapal penangkap ikan yang ada di pangandaran ukurannya tidak sebesar kapal ini. “Ungkapnya.(24/3).
    Wanto dan masarakat lainnya mungkin tidak menyadari saat melihat lebih dekat bangkai kapal yang letaknya sekitar 95 meter dari daratan ini banyak terumbu karang yang patah dan ruksak terinjak kaki.
    Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Resort BKSDA Pangandaran, Yana Hendrayana mengatakan, hal tersebut sangat disayangkan karena banyak terumbu karang patah terinjak-injak kaki. “Kami menghimbau kepada masarakat, sebaiknya untuk melihat bangkai kapal tersebut dari pantai saja agar tidak mengganggu ekosistem yang ada di sekitar bangkai kapal. “Kata Yana.(23/3).
    Dikatakan Yana, untuk menggatikan terumbu karang yang patah tersebut, perlu beberapa tahun lagi petumbuhannya. “Bahkan mungkin puluhan tahun hanya untuk pertumbuhan beberapa centi meter saja. “Terang Yana.
    Yana menambahkan, dampak dari peledakan kapal tersebut, sampai hari ini masih ada sisa bahan bakar yang tercecer di sekitar pasir putih yang menyebabkan beberapa hewan laut mati dan air laut pun jadi tercemar. “Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pihak yang berkompeten agar kelestarian alam terjaga dan air laut pun tidak tercemar. “Imbuh Yana. (hiek-PNews)

ENGKUS EMPRIT "WAKILI PEMERINTAH" PERBAIKI JALAN RUSAK

   
PAMARICAN - Jalan yang rusak dan rumput-rumput yang tidak diurus dipinggir jalan telah menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang yang memanfaatkan keterbatasan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan dan pemeliharaanya.
    Seperti yang dilakukan Engkus ‘mprit  Seorang pria setengah baya warga pamarican kabupaten Ciamis, sehari-hari beraktifitas memperbaiki jalan dengan modal pasir korosok seharga Rp.40.000,- /m3 bersama 3 (tiga) orang temanya mengarug lobang-lobang dijalan dan tanjakan yang rusak agar bisa dilalui para pengguna jalan.
    Bukan hanya memperbaiki jalan, Engkus pun membersihkan rumput jika dipinggir sepanjang jalan tersebut sudah tinggi,  dengan bermodalkan sebilah parang maka dia pun berganti profesi  menjadi pemangkas rumput.
    Engkus ‘mprit  bersama 3 temanya melakukan aktifitas tersebut setiap hari disepanjang jalan bertatus jalan Kabupaten Ciamis ini  tepatnya di jalan caringin sampai dengan babakan Desa / Kecamatan Pamarican.
    Engkus bukanlah petugas PU atau pegawai pemerintah lainya, dia hanyalah masyarakat biasa tidak berbekal surat tugas dan tidak ada serupiah pun honor yang diterima dari pemerintah atas kerjanya. Ia hanyalah seorang yang mengaku peduli atas jalan sepanjang itu (Engkus merupakan warga sekitar lokasi) peduli atas kondisi jalanya atau semerawutnya rumput-rumput dipingiranya.
    Engkus ‘mprit sendiri mengaku dirinya melakukan aktifitas dijalan sejak tahun 1992 dan telah menjadi kehidupanya, mata pencaharian hidup  untuk menghidupi keluarganya, berharap ada pengguna jalan  yang peduli melemparkan sedikit uangnya kedalam sair (alat penangkap ikan) yang ia letakan dipinggir jalan dari jasa perbaikan atau memangkas rumput pinggir jalan yang dilakukanya. "Kehadiran orang seperti engkus ‘mprit di jalan ini sangat dibutuhkan apalagi jika diwaktu musim hujan jalan ini benar-benar tidak bisa dilalui terutama oleh roda 4, kalupun perbaikan ini sipatnya alakadarnya, namun setidaknya masyarakat bisa memenfaatkan  jalanan dengan sedikit nyaman" Ungkap Emen Rahmat, warga sekitar.
    Emen menambahkan, seharusnya pemerintah malu ada warga mau mengganti tugas pemerintah dalam perbaikan jalan. Apa yang dilakukan Engkus Emprit dan temannya sejauh ini tidak ada komplain dari masyarakat, munculnya kegiatan engkus cs berawal dari ketidak pekaan pihak-pihak yang berkopeten terhadap kepentingan masyarakat akan kebutuhan jalan ini. (ODS-PNews)

WAWAN SETIAWAN: “DUA KORBAN TENGGELAM BUKAN DI AREA CITUMANG…”

    
PANGANDARAN.Bendungan irigasi Citonjong di Dusun Sukamanah Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran sekitar area  obyek wisata Citumang, beberapa hari lalu  (29/02) telan korban dua wisatawan.
    Saat kejadian, menurut Wawan Setiawan salah seorang karyawan perhutani pengelola obyek wisata Cituman, Disebabkan kelalaian wisatawan yang tidak mengikuti prosedur yang benar. “Korban tidak mematuhi aturan yang ada disini. “ Jelas Wawan.
    Ditambahkan Wawan, sebebarnya lokasi kejadian tersebut bukan di area wisata citumang seperti banyak diberitakan, hanya saja lokasi irigasi tersebut letakbya berdekatan. “Makanya klaim asuransi untuk kedua korban pun tidak terpenuhi. “Jelas Wawan.
    Masih kata Wawan, dalam peristiwa yang menewaskan 2 wisatawan Santi dan Dessy masing-masing berasal dari Tanggerang dan Karawang, sedang korban selamat bernama Sofie wisatawan asal bandung, mereka bertiga sedang berfoto selfie dibawah bendungan citonjong dan tiba tiba air bah datang, mereka pun  jatuh ke sungai. Saat kejadian Sofie berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada akar rumput yang ada dipinggiran sungai. “Sebelumnya petugas dan pemandu wisata sudah mengingatkan mereka akan ada air bah karena 2 jam sebelumnya di wilayah citumang dan santirah diguyur hujan lebat, tapi mereka tidak mengindahkan himbauan petugas. “ Ungkap Wawan.
    Ditegaskan Wawan, sebaiknya wistawan yang datang berkunjung ke obyek pariwisata citumang mengikuti presedur dan menuruti apa yang disampaikan baik oleh para pemandu wisata ataa petugas perhutani. “Pakailah alat pelampung, dampingi oleh pemandu dan patuhi  bila ada peringatan dari petugas demi keselamatan kita semua" Kata Wawan. (AGE-PNews)

KARYAWAN BTPN SYARI'AH DI BEGAL

    
PANGANDARAN. Hani (23) karyawan BTPN Syariah Padaherang menjadi korban begal dikawasan  perbatasan Kabupaten Pangandaran tepatnya daerah Babakan Desa Sindangjaya Kecamatana Mangunjaya dengan Batu Bodas Desa Purwasari Kecamatan Banjarsarai Kabupaten Ciamis. Saat itu (17/3), Hani hendak merealisasikan pinjaman ke nasabahnya.
    Menurut  pengakuan korban,  Begal yang berjumlah 3 Orang langsung menghampiri korban dan menyuruhnya untuk berhenti. Karena takut korban pun lalu berhenti. Saat itu korban diseret paksa ke atas bukit lalu di aniaya sehingga korban mengalami luka di bagian perut sebelah kiri dan uang 28 nasabah sebesar Rp. 28juta akhirnya raib di bawa begal tersebut.
    Aat warga sekitar yang mengetahui adanya korban pembegalan, lalu membawanya ke PUSTU Sindangjaya yang tidak jauh dari TKP dan korban langsung di rujuk ke Puskesmas Banjarsari untuk mendapatkan pertolongan medis.
    Kini kasus ini sedang di tangani Kepolisian Sektor Banjarasari. (Toni-PNews)

BOCAH 4 TAHUN TEWAS TENGGELAM

         PANGANDARAN. Jaka Trialpito bocah 4 tahun warga RT 02/02 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran di temukan tenggelam di kolam dekat rumahnya. Saat ditemukan, bocah tersebut dalam keadaan tidak sadar. Pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawanya ke Puskesmas. Namun nyawanya tak tertolong ketika perjalanan menuju Puskesmas.

       Diketahui, anak tersebut tinggal bersama neneknya, Emus (60). Kedua orang tuanya bekerja diluar kota. "Saya sudah sering melarang anak itu mandi di kolam, namun anak itu tetap bandel" ungkap Emus.

        Kejadian ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi para orang tua yang memiliki anak untuk tak membiarkan buah hati bermain tanpa diawasi. (Tony-PNews)

WOWO KUSTIWA : “PT. PECU HARUS PASANG PAPAN NAMA YANG BESAR..”

     
PANGANDARAN. Pasca meninjau ke lapangan, komisi III DPRD Kabupten Pangandaran memanggil PT. PECU untuk mendengar langsung dari pihak menejmen perusahaan tentang isyu pencemaran sungai yang dikeluhkan warga setempat. Audens yang juga dihadiri BPLH dan BPPT PM dipimpin langsung oleh Ketua komisi Wowo Kustiwa di ruang rapat gedung DPRD. Untuk sementara hasil dari audens tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pencemaran terjadi karena adanya kerusakan di bak nomer III. “Secepatnya kami bersama BPLH akan meninjau lagi ke lokasi. “Ungkap Wowo.(17/3).
    Mengenai isyu tentang pencemaran sungai, dikatakan Wowo, untuk hasil sementara tidak ditemukan limbah yang mencemari sungai citonjong, namun komisi III menyarankan  pengambilan sampel yang dilakukan laboratorium Tirta Wening seharusnya saat air sungai sedang pasang, surut dan sedang. “jadi  uji lab yang dihasilkanya pun akan akurat. “Imbuh Wowo.
    Disoal tentang tidak ada papan nama perusahaan, menurut Wowo, politisi PPP berbadan tambun ini mengatakan, pihaknya menyesalkan keberadaan pabrik PT. PECU yang terletak di jalan protokol tidak dilengkapi papan nama yang besar, sehingga keberadaannya tidak bisa dikenali dan masarkat pun tidak tahu pabrik tersebut memproduksi apa.
     Padahal, lanjut Wowo, dalam kemasan produk yang dihasilkan tertera bahwa keberadaan pabrik PT PECU ada di Kabupaten Pangandaran. “Tadi saya minta ke menejmen PECU agar segera dibuat papan nama perusahaan yang besar dan terpangpang jelas di depan pabrik. “Kata Wowo. (hiek-PNews)

DESA CIBANTEN JUARA 3 P2WKSS TINGKAT JABAR

PANGANDARAN - Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran menjadi juara 3 dalam lomba kejuaraan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 lalu. Desa Cibanten merupakan wakil pertama dalam sejarah berdirinya Kabupaten Pangandaran yang berhasil meraih penghargaan tingkat propinsi.

" Kami begitu bangga meraih juara 3 tingkat propinsi,  ini kebanggan masyarakat Desa Cibanten khususnya dan warga kabupaten Pangandaran umumnya. Mudah mudahan kedepan desa kami lebih bisa berprestasi maksimal lagi" ungkap Kepala Desa Cibanten  Drs. A. Nuryana.

Disampaikan Nuryana, dalam kejuaraan P2WKSS tersebut  kegiatan yang di nilai dari tim penilai Provinsi diantaranya,  menciptakan produk bernilai ekonomi, seperti membuat kerajinan dari bahan bahan yang ada di desa, seperti membuat anyaman dari  bambu hingga jadi barang yang bernilai ekonomi, Membangun fasilitas umum seperti pembuatan MCK juga pengadaan air bersih di desa.

Ditambahkan Nuryana, kegiatan lainnya yang diniai, pembinaan dan pelatihan terhadap pengolahan limbah, dan pemanfaatan pekarangan rumah juga adanya pembangunan pisik yang meliputi perbaikan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, perbaikan jalan jalan gang,  pembentukan kelompok tani, pembentukan BKR ( Bina Keluarga Remaja) dan pembentukan BKL ( Bina Keluarga Lansia).

"Dan yang terakhir pemberian bantuan tempat sampah juga bantuan bibit tanaman buat pertanian dan perikanan, setelah itu dilakukan kegiatan penyuluhan yang meliputi, penyuluhan lingkungan, penyuluhan KB, penyuluhan akan perlindungan anak dan penyuluhan PHBS ( Prilaku Hidup Bersih dan Sehat - Red)"  ungkapnya.  (Age/PNews)

DIBUTUHKAN 3,2 MILYAR UNTUK PENGADAAN TINTA e-KTP

    
PANGANDARAN. Kepala Dinas Disdukcapilsosnakertrans Kabupaten Pangandaran, Drs, H. Tantan Roesnandar mengatakan, pengadaan tinta untuk keperluan pencetakan e-KTP adalah kewenangan pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Tetapi karena seluruh kabupaten/kota di jabar sama-sama membutuhkan, jadinya tiap daerah harus menunggu giliran dalam pendistribusiannya. “Tapi kalau pun dalam pembelian tinta tersebut dari APBD kabupaten, itu tidak menyalahi aturan. “Terang Tantan.  (16/3).
    Dikatakan Tantan, pihaknya sudah mengkomunikasikan hal ini kepada bupati, bahwa anggaran untuk pembelian tinta pencetakan e-KTP sekitar 3,3 milyar bisa dibiayai dari APBD. Dan untuk perioritas pelayanan kepada masarakat dalam pengadaan e-KTP, Pemda Kabupaten Pangandaran merencanakan anggaran tersebut. “Saat ditanya bupati kebutuhan apa untuk percepatan e-KTP, kami informasikan bahwa sementara ini pengadaan tinta, karena jika harus harus menunggu distribusi dari pemprop akan memakan waktu relatif lama. “Terang Tantan lagi. 
    Seperti diketahui, pengadaan tinta khusus untuk pencetakan e-KTP menggunakan tinta merk Fargo HDF Color Ribbon dengan kisaran harga sekitar Rp 4 juta untuk satu paket. “Satu paket tinta tersebut bisa menghasilkan sekitar 400 e-KTP. “Ungkap Tantan.
    Menurut Tantan, tidak jarang pihaknya keliling ke seluruh kabupaten/kota hanya untuk meminjam tinta sebelum ada kiriman dari propinsi. Karena dari sekitar 303 ribu wajib KTP sampai sekarang baru beberapa persen saja yang sudah terpenuhi.  “Mudah-mudahn ke depan, setelah tinta tersedia pencetak 700-900 e KTP per hari tak terkendala lagi. “Pungkas Tantan. (hiek-PNews)

AULA KECAMATAN SEMPIT, LOMBA LCC PKK KECAMATAN LANGKAPLANCAR DIGELAR DI AULA DESA

    
PANGANDARAN. Lomba Cerdas Cermat Ibu-Ibu PKK se Kecamatan Langkaplancar digelar pada hari selasa (15/3) bertempat di Balai Karya Desa Bangunjaya yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa se-Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dalam rangka memperingati Hari kartini. Dalam lomba tersebut, PKK Desa Bojong berhasil meraih juara 1 diikuti Desa Cisarya juara II dan Desa pangkalan jura III.
    Kepada PNews, Ketua PKK Kecamatan Langkaplancar, Cucu Khoidijah, S.Pd mengatakan, pihaknya merasa puas dengan kegiatan PKK yang diikuti dengan penuh antusias oleh ibu-ibu yang ada di desa se-Kecamatan langkaplancar. “Semua desa mengirimkan ibu-ibu PKKnya untuk mengikuti lomba ini, dan Alhamdulillah kegiatan pun berjalan lancar. “
    Disoal tentang tempat kegiatan, Cucu menjelaskan, idealnya tempat kegiatan ada di kecamatan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa ada kegiatan di kecamatan, namun karena aula kecamatan yang dibangun pada tahun anggaran 2014 ini sangat sempit hanya berukuran sekitar 6 x 6  meter saja dengan jendela kaca yang tertutup tanpa AC (Air Condicioner) hingga udara didalam ruangan akan sangat panas. Dan karena sempitnya ruangan aula kecamatan ini dipastikan pula tidak akan mampu menampung peserta lomba yang cukup banyak, belum termasuk suporter karena dari masing-masing desa juga mengikut sertakan para suporternya. “Sehingga kami pun memindahkan lokasi kegiatan PKK ini di Balai Desa Bangunjaya. “Terang Cucu.
    Diharapkan Cucu, mudah-mudahan untuk kegiatan-kegiatan ke depannya kantor Kecamatan  Langkaplancar yang baru ini bisa dilengkapi juga dengan ruangan aula yang memadai. “Dan tentunya ini akan menjadi kebanggaan warga langkaplancar. “Kta Cucu. (ODS)

MALING SATRONI SMKN 1 PANGANDARAN, DIPERKIRAKAN KERUGIAN CAPAI 200 JUTA

    PANGANDARAN. Aksi kawanan maling pembobol sekolah dini hari kemarin beraksi (14/03) menyatroni SMKN 1 Pangandaran (SMK Kelautan-red) yang terletak di jalan Merdeka samping kantor Koramil Pangandaran dengan kerugian sekitar ratusan juta rupiah.
    Menurut keterangan Kepala SMKN 1 Pangandaran, Nana Supena Dipayana, S.Pd, MM, kejadian tersebut diperkirakan sekitar  jam 2.00 dini hari dan pelaku lebih satu orang.” Kejadian ini baru pertama kali menimpa sekolah kami, sehingga kami pun tidak menyangka karena  sekolah kami dijaga satpam setiap malam nya, “Ungkap Nana. (14/3)
    Lebih lanjut Nana menjelaskan, ruangan yang dibobol maling tersebut berada diruang 3 tempat akan diselenggarakannya ujian nasional (UN) berbasis komputer. Dalam ruanga terdapat 40 unit laptop  untuk sarana ujian siswa dan semuanya raib digondol maling, semua laptop tersebut masih baru dan  belum dipakai satu kali pun. “ 25 unit merk acer dan 15 laptop merk lanovo, kalau di uangkan diperkirakan sekitar 200 jutaan. “Terang Nana.
    Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang satpam yang kebetulan dapat giliran jaga malam saat kejadian pembobolan tersebut. Menurutnya,  ruang yang dibobol  maling tersebut terletak  di pinggir gedung sekolah yang berdekatan dengan lahan kosong yang sepi, sehingga maling pun mungkin leluasa masuk dengan cara mematahkan besi teralis baja. padahal menurut satpam tersebut, ia dengan dua rekannya sampai pukul 1.00 masih ngobrol dan tidak tidur hingga diketahui sekitar jam 7.30 pagi kaget ternyata sekolah yang ia jaga kemalingan. “Kami merasa heran kok teralis baja sampai bisa patah, engga tahu pakai alat apa karena kami tidak mendengar bunyi apa-apa sepanjang malam. “Ungkapnya.(AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN