Label 4

Dampak Hujan Disertai Angin Kencang, Sejumlah Rumah di Padaherang Pangandaran Rusak Tertimpa Pohon

PANGANDARANNEWS.COM - Akibat guyuran jujan deras yang disertai angin kencang, 10 rumah warga di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran rusak tertimpa pohon tumbang dan terpaan angin.(02/03/26)

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sindangwangi Kursin Kusnaedi membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menuturkan, angin kencang menjadi faktor utama kerusakan yang terjadi di wilayahnya. Bukan hanya hujan deras, kata Kursin, tapi juga disertai angin kencang yang menyebabkan banyak pohon tumbang dan ada yang menimpa rumah warga.

"Beberapa rumah tertimpa pohon kelapa dan pohon alba yang berada tak jauh dari bangunan," terangnya.

Selain itu, imbuhnya, ada pula rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atap karena tersapu angin hingga berhamburan. Namun beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. 

Namun, masih terang Kursin, para pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang ditaksir cukup besar. Dan warga bersama perangkat desa langsung bergotong royong membersihkan batang pohon dan puing-puing bangunan yang berserakan.

Saat ini, Menurut Kursin, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Dan data tersebut, rencananya akan segera dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dan ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada ketika hujan deras turun, apalagi jika disertai angin kencang. Kalau ada pohon besar di dekat rumah, sebaiknya dipangkas atau ditebang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadian pohon tumbang menimpa rumah ini akibat angin kencang terjadi di sejumlah desa lain di Kecamatan Padaherang, di antaranya Desa Karangpawitan dan Desa Padaherang.

“Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, kami menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem susulan,” ujarnya.(hiek)


Niat Menabung Untuk Biaya Sekolah Anaknya, Sapi Milik Eman Mati Terperosok Ke Dalam Gua

PANGANDARANNEWS.COM - Ada beberapa cara menabung yang biasa dilakukan keluarga di pedesaan, salah satunya menabung dengan cara memelihara hewan ternak seperti sapi dan kambing sebagai tabungan jangka panjang.

Cara menabung tradisional ini ternyata merupakan bagian usaha para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku kuliah, sehingga tak sedikit orang tua di desa yang berhasil mengantarkan putra-putrinya meraih gelar sarjana berkat ketekunan mereka dalam menekuni usaha hewan ternak.

Namun sungguh mengenaskan, apa yang dialami warga Desa Cicadap, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran,Eman Rukmana (46). Sapi ternak yang sudah dirawatnya bertahun-tahun sebagai tabungan biaya kuliah sang anak, justru berakhir tragis.

Menurut Eman, ia telah merawat dua ekor sapinya dengan gigih selama beberapa tahun terakhir. Dan rencananya, kedua sapi tersebut akan dijual saat anaknya mulai masuk perguruan tinggi.

Namun sayang nasib berkata lain, peristiwa nahas terjadi. Satu dari dua ekor sapi miliknya mati setelah terperosok ke dalam lubang gua, peristiwa bermula pada Minggu pagi saat Eman menyadari kedua sapinya hilang dari kandang. 

"Saat hendak memberi makan, saya mendapati kondisi kandang sudah rusak seperti bekas dorongan paksa dari dalam," terang Eman.(02/03/26)

Eman kemudian mengikuti jejak kaki sapi yang mengarah ke area hutan di wilayah Cimerak, dan ia menduga sapinya hanya kabur.

Namun pada siang harinya, Eman sangat terkejut saat menemukan kedua sapinya terperosok ke dalam jurang sempit berbentuk gua di lereng bukit Cicadap.

"Dari awal saya menduga sapi itu kabur, bukan dicuri," kata Eman.

Menurut Eman, sapi-sapi tersebut terjun bebas ke dalam lubang gua sedalam sekitar 15 meter. Struktur gua tersebut cukup unik sekaligus berbahaya, karena bagian atasnya sempit seperti celah yang tertutup semak.

sementara bagian bawahnya lebih lega membentuk rongga, sehingga kondisi ini membuat sapi yang terperosok tidak mampu memanjat kembali ke permukaan. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan dengan peralatan terbatas, dan warga berupaya menarik sapi menggunakan katrol di medan yang sempit dan licin.

Satu ekor sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, namun sayang satu ekor lainnya mati di dalam gua sebelum sempat diangkat ke atas.

Eman tidak hanya mengalami kerugian materi, karena dua sapi tersebut adalah harapan yang ia siapkan untuk masa depan pendidikan anaknya.

Untuk menutup sebagian kerugian, kata Eman, akhirnya ia pun menyembelih sapi yang mati tersebut dan menjual dagingnya kepada warga sekitar.

 "Sebenarnya sapi itu merupakan tabungan untuk biaya sekolah anak saya nanti," ungkapnya. (hiek)






BAZNAS Pangandaran Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Ini Penjelasannya

PANGANDARANNEWS.COM - Besaran zakat fitrah untuk Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Pangandaran, ditetapkan sebesar Rp32.500 per jiwa atau setara 2,5 kilogram beras. 

Dikutip dari laman Instagram Pemkab Pangandaran, Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nomor: 085/BAZNAS-JABAR/III/2026 yang mengatur standar pembayaran zakat fitrah di wilayah Jawa Barat.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk bahan pokok berupa beras sebanyak 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter per jiwa.

Selain itu, masyarakat juga diperkenankan membayar dalam bentuk uang dengan nominal Rp32.500 per orang.

Dalam Instagram tersebut disebut, penetapan besaran zakat ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan keseragaman bagi umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Pemerintah daerah dan para amil zakat diharapkan dapat menyosialisasikan ketentuan ini,  secara luas agar pelaksanaannya berjalan tertib dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.***

Tiba Bulan Ramadhan, Parkir Liar Pun Menjamur Di Kawasan Ngabuburit Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kawasan favorit warga Tasikmalaya untuk beraktivitas ngabuburit pada bulan suci Ramadhan 1447 H, kini dihadapkan pada persoalan parkir liar yang semakin merajalela. 

Berbagai titik lokasi yang ramai dikunjungi mulai dari kawasan jalan baru (JB) depan Tugu Lapangan Alip hingga sekitar Jalan Nagawangi dan pusat perbelanjaan Ramayana, ditemukan banyak kendaraan yang diparkir secara sembarangan.

Rendi, salah satu pengunjung kawasan JB depan Tugu Lapangan Alip, mengaku, lokasi tersebut menjadi tempat pilihan untuk bersantai dan menunggu adzan Maghrib bersama keluarga atau teman-teman. Namun sayang, keasyikan tersebut terganggu dengan kondisi parkir yang tidak teratur.

Menurut Rendi tempat ini memang pas buat ngabuburit dan nongkrong, tapi sayangnya setiap bulan Ramadhan parkir liar selalu menjamur. 

"Bukan hanya di sini, jalan Nagawangi juga sama padat dengan kendaraan yang diparkir sembarangan," ungkap Rendi.(28/02/26)

Hal senada disampaikan Tedi, warga asal Cirahong, Tedi, ia berharap agar masalah parkir liar ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang. 

Kata Tedi, pengaturan parkir oleh petugas yang mengenakan seragam resmi tentu akan memberikan kesan lebih teratur dan profesional.

Tedi menyebut, alangkah baiknya kalau parkirnya diatur dengan benar serta petugasnya menggunakan pakai seragam resmi.

"Tentunya akan terlihat lebih rapi dan resmi, semoga ada tindakan tegas dari instansi terkait," ujarnya, saat ditemui di sekitar kawasan Ramayana.

Sementara dari pengamatan di lapangan menunjukkan, parkir liar tidak hanya mengganggu estetika lingkungan namun juga berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas dan menyulitkan akses bagi masyarakat lainnya yang ingin beraktivitas di kawasan tersebut.(anwarwaluyo)

 

 

Akibat Jalan Licin Berlumpur Di Ciranca Nagrog Cipatujah, Sebuah Mobil Pengangkut Material Terjebak

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sebuah mobil bak angkutan barang mengalami kesulitan saat melintas di Jalan Ciranca Nagrog, Kecamatan Cipatujah, dan terpeleset hingga terjebak dalam lapisan lumpur tebal yang diperparah dengan genangan air yang menghalangi jalannya hingga cukup lama.

Kondisi jalan yang berlumpur, bergelombang dan sering tergenang ini kerap menjadi penyebab utama kendaraan terhambat untuk sampai ke tujuan.

Menurut salah seorang warga setempat, Asep Hilman, masalah jalan di kawasan ini bukan hal baru. 

Asep mengaku sering melihat kendaraan pengangkut barang kesusahan lewat sini, kadang harus menunggu lama atau dibantu oleh warga sekitar agar bisa melanjutkan perjalanan.

"Sudah puluhan tahun kita menikmati jalan lumpur seperti ini," ucapnya.(27/02/26)

Kasus serupa, ungkap Asep, pernah juga terjadi di wilayah Cipatujah pada Juni 2025 lalu ketika jalan licin akibat lumpur dari aktivitas galian tanah sehingga menyebabkan banyak pengendara tergelincir dan mengganggu arus lalu lintas selama beberapa hari.

Asep berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya kepada Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, agar daerahnya segera memiliki jalan kasep mulus ngaleser bisa segera terwujud. 

Ia juga berharap kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jangan sampai slogannya seolah-olah tata kota terbalik.

"Kota diurus dengan baik tapi daerah lembur seperti ini justru terlupakan," ungkap Asep.(anwarwaluyo)

 

 

Pemda Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Drainase, Revitalisasi Pasar Pananjung Pangandaran Belum Jadi Prioritas Utama

PANGANDARANNEWS.COM – Sepertinya para pedagang di pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran kembali harus bersabar, rencana revitalisasi total Pasar Tradisional terbesar di Kabupaten Pangandaran hingga kini masih belum bisa terealisasi. Pemerintah daerah memastikan untuk saat ini perbaikan sementara akan difokuskan pada akses jalan dan drainase, sementara pembenahan bangunan kios belum menjadi prioritas utama.

Pasar yang ada di kawasan strategis dekat Pantai Pangandaran ini seperti diketahui merupakan pasar induk sekaligus pusat aktivitas perdagangan di jantung kota, namun sayang kondisi fisik bangunan sekarang mulai mengalami penurunan kualitas.

Sejumlah bagian bangunan tampak lapuk dan berpotensi membahayakan, baik pedagang maupun para pengunjung. Kondisi ini tentu sangat berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli, bahkan beberapa pedagang dilaporkan terpaksa menutup usahanya.

Saat dihubungi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, mengatakan, Pasar Pananjung tetap menjadi prioritas revitalisasi karena statusnya sebagai pasar induk. Meski begitu.

Menurut Tedi, kondisi bangunan Pasar Pananjung masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah pasar tradisional lain seperti Parigi dan Kalipucang.

Ia mengaku, pihaknya pun sudah membahas rencana revitalisasi Pasar Pananjung bersama Sekretaris Daerah (Sekda). 

"Untuk tahap awal, kemungkinan difokuskan pada perbaikan akses jalan dan drainase dulu,” terang Tedi.(26/02/26).

Tedi juga mengatakan, struktur utama kios dan jongko dinilai masih cukup kokoh untuk beberapa tahun ke depan. 

Terkait pekerjaan teknis perbaikan jalan dan drainase, kata Tedi, akan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 “Untuk pengukuran dan pengerjaan teknis menjadi kewenangan Dinas PU,” jelasnya.

Tedi menyebut usulan anggaran revitalisasi pasar sebenarnya telah diperjuangkan sejak masa kepemimpinan Bupati Jeje Wiradinata, namun hingga kini kebutuhan anggaran yang cukup besar belum dapat terpenuhi.

Karena itu, imbuh Tedi, pemerintah daerah memilih langkah bertahap dengan memprioritaskan perbaikan sarana penunjangnya dahulu.

"Perbaikan akses jalan direncanakan menggunakan aspal lapen bukan hotmix, dengan estimasi anggaran mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.(hiek)


Inilah Potret Para Pejuang Pencari Nafkah Saat Berjuang Di Tanjakan Parigi Cipatujah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1447 H, kehidupan masyarakat di Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah Cirengrak, masih dihadapkan pada tantangan kondisi jalan yang jauh dari layak. Salah satu bukti nyatanya adalah di lokasi Tanjakan Parigi, dengan ruas jalan yang sempit, licin serta kemiringan yang sangat curam dan turunan yang tajam di mana para ojeg berperan sebagai "palang pejuang" dalam mencari nafkah.

Potret kondisi jalan yang terlihat dari unggahan pengguna media sosial dengan nama akun budakangon menunjukkan, jalan yang penuh lumpur dan berlubang. 

Bahkan ketika musim kemarau pun, kondisi jalan tidak jauh berbeda. Kendaraan yang membawa barang dagangan atau mengangkut penumpang harus bergerak dengan sangat hati-hati, karena tak jarang harus melaju pelan agar tidak tergelincir atau terbalik di medan yang ekstrem. 

Tim Pantauan Lapangan Pangandarannews.com yang datang langsung ke lokasi jalan tersebut, mengkonfirmasi medan jalan di lokasi tersebut memang benar-benar curam dan menantang.

Encep, salah seorang masyarakat Cirengrak, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi jalan yang sudah lama menjadi beban bagi warga. 

Encep mengaku, ia dan warga lainnya adalah korban Pemberi Harapan Palsu (PHP) Pemerintah kabupaten Tasikmalaya. 

"Jalan belum merdeka, padahal kita butuh akses yang baik untuk mencari nafkah terutama di bulan Ramadhan ini yang kita harapkan bisa lebih mudah beraktivitas," ujarnya.(27/02/26)

Padahal, menurut Encep, masyarakat sudah menjalankan kewajiban sebagai warga negara dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

"Kami juga bayar pajak kok, tapi kenapa pembangunan tidak merata? Kami berharap pemerintah kabupaten Tasikmalaya segera melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di sini," tandasnya.

Encep menyebut, para tukang ojeg yang menjadi tulang punggung transportasi lokal di kawasan tersebut harus bekerja ekstra keras di bulan suci ini. Meskipun jalan penuh tantangan, mereka tetap harus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan keperluan ibadah.

Encep mengatakan, kondisi jalan Tanjakan Parigi juga menjadi penghambat potensi ekonomi masyarakat sekitar karena hasil pertanian dan produk lokal sulit didistribusikan dengan lancar ke pasar utama yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan warga. 

"Kami masyarakat disini berharap, pemerintah dapat segera menangani permasalahan ini agar aksesibilitas meningkat dan kehidupan mereka menjadi lebih baik," ujarnya.(anwarwaluyo)

Ini Beberapa Lokasi Ngabuburit Warga Tasik, Salah Satunya JB Di Kawasan Lanud

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Selama bulan Ramadhan, setiap sore menjelang Maghrib Jalan Baru (JB) sekitar kawasan Lanud Tasikmalaya menjadi destinasi favorit warga untuk ngabuburit. 

Banyak masyarakat berkumpul di lokasi ini tidak hanya untuk menunggu adzan Maghrib tetapi juga untuk mencari berbagai hidangan ta'jil, Rani, salah satu pengunjung asal Tasikmalaya mengaku sering menghabiskan waktu ngabuburit di sana. 

Menurutny, tempat sangat cocok sekali untuk dijadikan lokasi ngabuburit  nunggu adzan maghrib.

Selain itu ia juga menyebutkan,  banyak warga yang memilih untuk keliling mencari tempat ngabuburit sesuai dengan selera masing-masing.

"Selain disini, di kawasan Dadaha dan Alun-Alun Tasikmalaya juga menjadi tempat ngabuburit lainnya yang ramai dikunjungi oleh masyarakat," ungkapnya.(anwarwaluyo)

 

 

Kukuhkan Identitas Resmi Di Ruang Siber, Diskominfo Pangandaran Dorong Pemanfaatan Domain "Desa.Id" Melalui Program Kominfo Saba Desa Di Desa Cigugur

PANGANDARANNEWS.COM  – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran kembali melaksanakan program jemput bola "Kominfo Saba Desa" bertempat di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur.(24/02/26)

Agenda kali ini secara khusus menyoroti urgensi dan tata cara pemanfaatan domain desa.id sebagai situs web resmi utama pemerintahan desa, dan Desa Cigugur merupakan titik ketiga yang mendapatkan pendampingan langsung dalam rangkaian.

program Kominfo Saba Desa, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Desa Selasari dan Desa Babakan. 

Pada kunjungan ini, tim Diskominfo menekankan bahwa kepemilikan website dengan domain resmi bukan lagi sekadar pelengkap melainkan kebutuhan mendasar bagi tata kelola.

pemerintahan desa yang modern dan kredibel penggunaan domain desa.id merupakan representasi dan identitas legal pemerintahan desa, dan dunia maya berbeda dengan domain komersial seperti .com, .net, atau .org, ekstensi .desa.id adalah domain yang secara eksklusif dikelola dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. 

Hal ini memberikan jaminan keamanan dan keabsahan identitas instansi, karena melalui pemanfaatan domain desa.id, segala bentuk penyebaran informasi, transparansi anggaran, hingga promosi potensi desa (seperti UMKM dan pariwisata) menjadi jauh lebih terpercaya. 

Masyarakat luas dapat dengan mudah membedakan sumber informasi yang valid dan resmi dari pemerintah desa, yang sekaligus menjadi langkah mitigasi efektif dalam mencegah beredarnya hoaks atau informasi palsu yang mengatasnamakan desa. 

Selain memberikan pemahaman regulasi, program Kominfo Saba Desa di Cigugur juga memberikan fasilitasi teknis mengenai prosedur pendaftaran, aktivasi, hingga dasar-dasar pengelolaan konten pada website berdomain desa.id. 

Diskominfo Kabupaten Pangandaran menargetkan agar seluruh desa di wilayah Kabupaten Pangandaran secara bertahap memiliki dan mengelola website resmi ini secara aktif sebagai pusat pelayanan informasi publik yang akuntabel. 

Dengan berjalannya program Kominfo Saba Desa secara berkelanjutan, diharapkan kapasitas literasi digital perangkat desa di Kabupaten Pangandaran semakin meningkat, sehingga desa tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. 

Kominfo Saba Desa adalah program inisiatif dari Diskominfo Kabupaten Pangandaran yang bertujuan untuk turun langsung mendampingi dan membantu desa dalam mengoptimalkan kebutuhan digital, dan program ini mencakup asistensi pengelolaan media sosial, peningkatan literasi digital perangkat desa hingga dukungan teknis operasional infrastruktur informasi desa. ***


Hadapi Musim Paceklik, KUD Minasari Pangandaran Siapkan Bantuan Sosial Untuk Nelayan

PANGANDARANNEWS.COM - Di tengah musim paceklik yang membuat hasil tangkapan menurun KUD Minasari Pangandaran sedang menyiapkan program bantuan sosial bagi nelayan yang aktif bertransaksi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), langkah ini diambil untuk membantu menjaga ketahanan ekonomi anggota koperasi. 

Demikian disampaikan Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, di depan para nelayan di KUD Minasari Pangandaran.(23/02/26)

Jeje mengatakan, pendapatan nelayan saat ini rata-rata hanya berkisar Rp300 ribu hingga Rp1 juta per hari dan jarang menembus angka Rp2 juta. 

Selain faktor cuaca, kata Jeje, berkurangnya hasil tangkapan udang dan sulitnya lobster turut memengaruhi penghasilan nelayan.  

Namun meski pendapatan menurun, Jeje menilai transaksi di TPI tetap tinggi hingga mencapai Rp80 juta hingga Rp120 juta per hari. 

"Saat ini terjadi pergeseran komoditas tangkapan, dari dominasi udang menjadi lebih banyak ikan," terangnya lagi.

Sebagai bentuk perlindungan, Jeje menyebut, koperasi saat ini sedang menyiapkan santunan hajatan Rp3 juta, bantuan kematian hingga Rp10 juta untuk nelayan, serta tunjangan pendidikan Rp5 juta bagi anak nelayan yang melanjutkan ke perguruan tinggi. "Bantuan juga diberikan kepada nelayan janggol dan keluarganya," imbuhnya.

Ia menegaskan, seluruh program sosial tersebut bersumber dari dana koperasi dan ditujukan bagi anggota yang aktif bertransaksi.

"Kami berharap keberadaan KUD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan, terutama saat menghadapi masa sulit," ungkapnya.(hiek)




Untuk Kenyamanan Dan Estetika Wisata, Pemkab Pangandaran Akan Tata Ulang Pedagang dan Perahu Nelayan di Pantai Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk kenyamanan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan menata ulang pedagang dan perahu nelayan di kawasan Pantai Batukaras menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. 

Selain untuk kenyamanan, penataan ini juga dilakukan untuk meningkatkan estetika kawasan wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini merupakan hasil kesepakatan antara pedagang, nelayan, dan Pemkab Pangandaran dalam musyawarah yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batukaras.

"Kami semua sepakat, dan para pedagang pun siap ditertibkan dan ditata kembali," kata bupati. (23/02/26).

Selain pedagang, sebanyak 33 perahu nelayan pun akan dipindahkan ke lokasi yang lebih tertata. 

Menurut bupati, penataan ini harus dilakukan karena aspek estetika yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Pantai Batukaras.

Saat ini, terang bupati, puluhan perahu itu berada di blok Batukaras dan sebagian posisinya menghalangi badan jalan. Dan dipastikan sebelum lebaran nanti, ini akan ditertibkan agar tidak lagi mengganggu akses jalan.

Sementara untuk relokasi pedagang, imbuh bupati, Pemkab Pangandaran berencana menempatkan mereka di sekitar TPI Sanghiyangkalang. Namun, rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut dan menunggu izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami akan mengajukan izin terlebih dahulu ke Pemprov Jabar terkait pemindahan pedagang ini," jelas bupati. (hiek)






Atasi Limbah Mengalir Ke Laut, Pemkab Pangandaran Coba Bangun IPAL di Pantai

Nanang Heryanto
PANGANDARANNEWS.COM -  Untuk antisipasi agar air limbah hotel tidak masuk ke laut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran saat ini mulai membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pantai Barat Pangandaran.

Seperti disampaikan Kabid Binamarga Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto,  IPAL yang saat ini dibangun ditujukan untuk pengolahan limbah dari pemukiman penduduk.

"Jadi  dalam penggunaanya juga terbatas, hanya untuk persekian rumah dulu," jelas Nanang, kepada sejumlah wartawan.(23/02/26).

Untuk sementara ini, ujar Nanang, IPAL tersebut belum bisa menampung limbah dari hotel di sekitaran Pantai Barat Pangandaran. Karena berapa jumlah kamar di hotel tersebut belum terukur, kedepanya bisa dicoba untuk dipadukan dengan limbah dari hotel.

"Dalam pembangunan IPAL ini harusnya selesai di tahun 2025 sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, namun  pengerjaanya belum 100 persen," terangnya.

Sementara Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami menjelaskan, pembangunan IPAL tersebut merupakan yang pertama dan sebagai field project di Pantai Barat Pangandaran. Dan jika ini berhasil, maka akan jadi percontohan bagi yang lain.

"Kita upayakan agar pembangunan IPAl ini bisa selesai sebelum lebaran, dan kalau ini berhasil akan kita bangun di tempat lain," katanya.

Bupati menambahkan, dugaan permasalahan limbah yang masuk ke laut Pangandarn sudah lama menjadi perbincangan dan saat ini pemda sedang berupaya untuk mengatasinya(hiek)

Ini Tanggapan Ketua DPRD Pangandaran Terkait Laporan RPB Terhadap Anggota Dewan Yang Diduga Terlibat Kasus MBA

 Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM – Saat diminta tanggapannya terkait laporan Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) terhadap Anggota DPRD yang terlibat kasus MBA, kepada Badan Kehormatan (BK), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Asep Noordin mengatakan, untuk masalah tersebut sudah ada tata tertib, tata beracara dan kode etik sehingga pihaknya mendorong BK segera melakukan rapat dan konsolidasi untuk membahas aduan dari RPB.

“Menghimpun informasi dan sebagainya sebagai bahan untuk menindaklanjuti laporan kepada BK,” terangnya, Jumat (20/02/26).

Ia mengaku mendukung tindak lanjut pengungkapan kasus MBA oleh pihak kepolisian, tentunya dengan langkah-langkah yang kini sedang dilakukan. Nanti bisa lihat secara real, apakah ini ada tindak pidana atau perdata. 

Asep meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar ada edukasi terkait keuangan dan juga program pemulihan ekonomi, karena ia melihat kasus MBA tidak hanya terjadi di Pangandaran tetapi juga di daerah lain.

“Pada prinsipnya ini merupakan kejahatan ekonomi, yang mempengaruhi secara sosial dan psikologis,” imbuhnya.

Kemudian kepada Satgas PASTI, Asep juga berharap bisa memberikan kepastian kepada masyarakat yang ingin uang mereka kembali.

Asep menyebut, DPRD belum melakukan penyisiran apakah yang ikut itu pasif atau ikut mengajak kepada yang lain untuk bergabung. “Saya minta kepada BK untuk melakukan penyisiran,” kata Asep Noordin.

Untuk sementara ini, pihaknya tidak bisa mengawang-ngawang mengenai sanksi yang akan diberikan kepada anggota dewan tersebut jika ada pelanggaran.

“Saya undang fraksi karena ini masuk ke ranah politis dan sebagainya,  jadi silahkan nanti melakukan langkah-langkah internal,” ucapnya.(hiek¬)


 

Advertisert

Cube Test