× Tutup IKLAN KIRI
× Tutup IKLAN KANAN
Mode Gelap
PangandaranNews
PANGANDARANNEWS
IKLAN ADSENSE HEADER (728x90)
TERKINI
Update berita terbaru seputar Pangandaran dan sekitarnya hari ini...
Sinkronisasi Berita HD...

Laporan Utama


Niat Menabung Untuk Biaya Sekolah Anaknya, Sapi Milik Eman Mati Terperosok Ke Dalam Gua

PANGANDARANNEWS.COM - Ada beberapa cara menabung yang biasa dilakukan keluarga di pedesaan, salah satunya menabung dengan cara memelihara hewan ternak seperti sapi dan kambing sebagai tabungan jangka panjang.

Cara menabung tradisional ini ternyata merupakan bagian usaha para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku kuliah, sehingga tak sedikit orang tua di desa yang berhasil mengantarkan putra-putrinya meraih gelar sarjana berkat ketekunan mereka dalam menekuni usaha hewan ternak.

Namun sungguh mengenaskan, apa yang dialami warga Desa Cicadap, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran,Eman Rukmana (46). Sapi ternak yang sudah dirawatnya bertahun-tahun sebagai tabungan biaya kuliah sang anak, justru berakhir tragis.

Menurut Eman, ia telah merawat dua ekor sapinya dengan gigih selama beberapa tahun terakhir. Dan rencananya, kedua sapi tersebut akan dijual saat anaknya mulai masuk perguruan tinggi.

Namun sayang nasib berkata lain, peristiwa nahas terjadi. Satu dari dua ekor sapi miliknya mati setelah terperosok ke dalam lubang gua, peristiwa bermula pada Minggu pagi saat Eman menyadari kedua sapinya hilang dari kandang. 

"Saat hendak memberi makan, saya mendapati kondisi kandang sudah rusak seperti bekas dorongan paksa dari dalam," terang Eman.(02/03/26)

Eman kemudian mengikuti jejak kaki sapi yang mengarah ke area hutan di wilayah Cimerak, dan ia menduga sapinya hanya kabur.

Namun pada siang harinya, Eman sangat terkejut saat menemukan kedua sapinya terperosok ke dalam jurang sempit berbentuk gua di lereng bukit Cicadap.

"Dari awal saya menduga sapi itu kabur, bukan dicuri," kata Eman.

Menurut Eman, sapi-sapi tersebut terjun bebas ke dalam lubang gua sedalam sekitar 15 meter. Struktur gua tersebut cukup unik sekaligus berbahaya, karena bagian atasnya sempit seperti celah yang tertutup semak.

sementara bagian bawahnya lebih lega membentuk rongga, sehingga kondisi ini membuat sapi yang terperosok tidak mampu memanjat kembali ke permukaan. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan dengan peralatan terbatas, dan warga berupaya menarik sapi menggunakan katrol di medan yang sempit dan licin.

Satu ekor sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, namun sayang satu ekor lainnya mati di dalam gua sebelum sempat diangkat ke atas.

Eman tidak hanya mengalami kerugian materi, karena dua sapi tersebut adalah harapan yang ia siapkan untuk masa depan pendidikan anaknya.

Untuk menutup sebagian kerugian, kata Eman, akhirnya ia pun menyembelih sapi yang mati tersebut dan menjual dagingnya kepada warga sekitar.

 "Sebenarnya sapi itu merupakan tabungan untuk biaya sekolah anak saya nanti," ungkapnya. (hiek)






wisata body rafting Citumang Pangandaran

wisata body rafting Citumang Pangandaran