Dihadiri Koordinator Otomasi Dokumentasi Hukum Pusat, DPRD Pangandaran Louncing Apilkasi JDIH

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu bertempat di aula rapat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran launcing aplikasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) untuk mempercepat pengembangan JDIH yang dihadiri Pusat JDIHN yang diwakili oleh Koordinator Otomasi Dokumentasi Hukum, Emalia Suwartika dan Subkoordinator Digitalisasi Dokumen Hukum Diden Priya Utama beserta jajaran, Ketua DPRD Asep Noordin dan Sekretaris DPRD Kabupaten Yayat Kiswayat. (22/07)

Menurut Asep Noordin dalam sambutannya, hal ini dilakukan karena JDIH merupakan salah satu jaminan ketersediaan dokumentasi.

“Dan DPRD dalam hal ini tentu bisa memberikan inovasi berupa manajemen peraturan parlemen, “ucapnya. (22/07)

Sementara Koordinator Otomasi Dokumentasi Hukum, Emalia Suwartika menuturkan, pihaknya  berharap agar pengelola JDIH di Sekretariat DPRD Kabupaten Pangandaran dalam membangun JDIH untuk tetap mengikuti aturan yang ada dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 8 tahun 2019, serta agar terus menjaga semangat pengembangan JDIH dengan memanfaatkan aplikasi baru yang saat ini sudah di launching oleh DPRD Kabupaten Pangandaran. 

“Kami menyampaikan apresiasi bahwa dalam awal pengelolaannya JDIH ini berjalan lancar, “ucap[ Emalia.

Dalam kesempatan yang sama tim penilai dari pusat JDIHN juga melakukan evaluasi terhadap Pengelolaan JDIH serta website JDIH yang sudah ada, hal ini dilakukan agar kedepannya pengelolaan JDIH DPRD Kabupaten Pangandaran menjadi lebih maksimal dan bisa termanfaatkan oleh masyarakat.

Menurutnya, hukum yang lengkap, akurat, hingga dapat diakses secara cepat dan mudah serta dalam pengelolaan JDIH harus dilakukan penataan baik dokumentasi maupun tampilan yang disajikan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. 

“Hadirnya JDIH DPRD Kabupaten Pangandaran, imbuhnya, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan penyediaan dokumen hukum daerah maupun perundang-undangan lainnya lainnya, “ujarnya.

Hadir pada acara ini anggota perwakilan dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Biro Hukum Provinsi Jawa Barat, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, OPD di lingkungan Kabupaten Pangandaran dan akademisi dari Kabupaten Pangandaran. (PNews)



Mahasiswa KKN-T IPB Sukses Gelar Sosialisasi Manajemen Produksi dan CPIB Pada Pembudidaya Ikan Nila di Legokjawa Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Sejumlah Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang melaksanakan Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu menggelar kegiatan sosialisasi manajemen produksi ikan nila dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), bertempat di Saung Kelompok Perikanan Maju Mapan. (16/07)

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Koordinator Desa KKN-T IPB di Legokjawa, Adrul Rahmad ini  dihadiri delapan orang anggota kelompok Perikanan Maju Mapan sebagai pelaksana Program Ketahanan Pangan Desa Legokjawa. 

Menurut Adrul Rahmad, kegiatan ini dibagi dua sesi, diantaranya sesi pertama, sosialisasi yang diisi salah seorang peserta KKN-T, Afif Muraihan Dzulfikar yang memaparkan materi terkait CPIB. 

Beberapa pokok bahasan yang disampaikan Afif ini meliputi syarat lokasi pembenihan berupa lokasi perkolaman, wadah, kualitas air, dan kriteria induk serta metode pembenihan seperti bahan, alat, dan prosedur pembenihan. 

Pemaparan materi CPIB ini, kata Adrul, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pada kelompok Maju Mapan terkait pembenihan ikan. 

“Dan hal tersebut sejalan dengan harapan Kang Dani selaku Ketua Kelompok Maju Mapan yang saat ini tengah berkecimpung dalam pembesaran ikan nila, serta berniat memperluas cakupan budidayanya ke ranah pembenihan di masa yang akan datang, “ucap Adrul.

Sementara pada sesi kedua, lanjutnya, dilakukan sosialisasi tejntang penjelasan mengenai manajemen produksi ikan nila yang disampaikan oleh mahasiswi peserta KKN-T, Bunga Wahyu Mutiara. 

Adrul mengatakan, materi yang disampaikan dalam sesi ini mencakup manajemen pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, dan pengendalian penyakit, yang selanjutnya dipaparkan pula hasil sampling ikan yang telah dilakukan oleh kelompok KKN-T selama tiga minggu sebelum acara ini berlangsung. 

Adrul menambahkan, sampling tersebut menghasilkan data rata-rata panjang dan bobot rata-rata ikan yang digunakan untuk menghitung dosis pakan optimal, dan berkaitan dengan hal tersebut pemateri pun menjelaskan dan mendemonstrasikan cara menghitung rasio pemberian pakan kepada para pembudidaya berdasarkan SNI.

Sosialisasi para mahasiswa peserta KKN-T ini ternyata mendapat respon positif dari pembudidaya, yang ditunjukkan dengan antusiasme dalam sesi tanya jawab. 

Menurut salah satu anggota kelompok Maju Mapan, Kang Asep, ia berharap dengan Kegiatan ini dapat terjalinnya hubungan dan komunikasi yang baik antara kelompok Maju Mapan dengan kelompok KKN-T mahasiswa IPB, para pakar, dan akademisi. 

Selain Kang Aep, kelompok Maju Mapan yang lainnya pun menyambut inovasi IPB University berupa aplikasi digitani yang menghubungkan praktisi petani maupun pembudidaya di lapangan untuk konsultasi secara langsung dengan pakar akademisi.

Perencanaan program lanjutan, seperti pelatihan sampling ikan dan perhitungan rasio pemberian pakan yang akan dipraktikkan langsung oleh anggota kelompok Maju Mapan dan didampingi oleh kelompok KKN-T, dan ini akan dilakukan sebagai penutup kegiatan sosialisasi, yang dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Ketua Kelompok Maju Mapan, Kang Dani berupa timbangan digital dan poster mengenai materi sosialisasi yang telah disampaikan.

Di akhir pembicaraannya Adrul juga berharap ke depannya budidaya ikan nila di Desa Legokjawa dapat berkembang pesat, dan Adrul juga optimis hal itu sangat mungkin terjadi karena kelompok Maju Mapan sangatlah antusias dan haus ilmu terlebih para anggota muda. 

“Semoga kerjasama kelompok Maju Mapan dan IPB terus terjalin di masa mendatang, ”pungkas Adrul.

(seperti disampaikan kontributor Anita Nurul Firdaos,-Agavia Kori Rahayu kepada PNews)


SLB Cipatujah Berharap Dunia Usaha Bisa Melibatkan ABK dan Lulusan SLB

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Endang Rubiandini S.Pd, berharap agar dunia usaha, industri dan usaha pertanian bisa memfasilitasi untuk memberikan peluang bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan para lulusan SLB, khususnya dalam mengembangkan keterampilan yang mereka miliki.

Menurut Endang, dunia usaha diharapkan mau melibatkan lulusan SLB ini salahsatunya melalui program magang kerja, sehingga diharapkan dengan adanya program magang kerja tersebut para siswa SLB dapat lebih siap menghadapi dunia kerja ketika lulus nanti.

“Selain itu, dunia usaha juga diharapkan juga dapat menyerap tenaga kerja yang berasal dari lulusan SLB, “ujarnya.(22/07)

Endang mengatakan, pihaknya siap berkordinasi dengan industri mana pun untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak ABK dan lulusan SLB, sehingga diharapkan para siswa bisa memanfaatkan keahliannya untuk bisa mandiri dan mencukupi kebutuhan sendiri yang pada akhirnya anak berkebutuhan khusus serta anak lulusan  SLB bisa diterima lingkungan masyarakat sekitar. 

Endang juga mengatakan, selama ini pihaknya mengajarkan keahlian pertanian,i elektronik, tata boga, sampai tata busana dan selalu meraih prestasi serta  juara nasional.(anwarwaluyo)


Untuk Tahun Ajaran 2022-2023, 432 PDB Masuk SMAN 1 Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Anak sekolah harus dijadikan tanggungjawab bersama antara lembaga pendidikan (sekolah) dan orangtua, dalam membangun karakter anak agar lebih baik dan untuk masa depannya.

Demikian disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Pangandaran, Drs. H Sukirman, S.T, M.Si, saat menggelar rapat Orangtua Peserta Didik Tahun Pelajaran 2022/2023, bertempat di ruangan hangar komplek sekolah.(23/07)

“Orangtua bertanggungjawab saat anak di di rumah dan pihak sekolah ketika ada di sekolah, “ucap Sukirman.

Sukirman mengatakan, saat ini di SMAN 1 Pangandaransudah menerapkan aturan yang dibuat oleh seluruh siswa, kemudian atruan tersebut disepakati bersama dan disampaikan kepada orangtua siswa masing-masing.

Dan ketika ada pelanggaran dari aturan tersebut, jelas Sukirman, maka dilakukan tahapan-tahapan pembinaan, dari tahapan 1, 2 dan 3 bahkan mungkin sampai tahapan 5.

Jika ada siswa yang melanggar aturan yang telah disepakati itu, kata Sukirman, maka akan dilakukan pembinaan lebih mendalam tapi tidak dikeluarkan dari sekolah. Artinya, sekolah tidak bisa mengeluarkan anak kecuali orangtuanya mencabut. Jadi kalau sekolah mengeluarkan anak tersebut, itu salah karena sekolah punya tanggungjawab untuk membinanya agar anak bisa lebih baik lagi.  

“Masa anak perlu bimbingan malah dikeluarkan oleh sekolah, itu tidak benar, “kata Sukirman.

Sukirman menjelaskan, untuk penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) tahun 2022-2023 tercatat dari 800 lebih siswa pendaptar yang diterima SMAN 1 Pangandaran sebanyak 432 siswa.

Dan hingga saat, imbuhnya, jumlah di SMAN 1 Pangandaran sebanyak 1272 siswa dengan pengajar 72 guru dan 14 tenaga Tata Usaha (TU).

“Dan Alhamdulillah lulusan SMAN 1 Pangandaran ini tercatat paling banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri di region 3 Jawa Barat yakni Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)


KPU Pangandaran Pastikan Pemilih Pemula Sudah Masuk Daftar Pemilih Untuk Pemilu 2024

PANGANDARANNEWS.COM – Jumlah pemilih pemula pada pemilu yang akan digelar tahun 2024 nanti 

tampaknya cukup signifikan, sehingga perlu dicari formula yang tepat agar mereka mau terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan politik, paling tidak bisa menjadi pemilih yang baik untuk menetukan piliha  politiknya.

Dikutip dari laman kpukabupatenpangandaran #TemanPemilih, saat ini KPU Kabupaten Pangandaran pun gencar melakukan sosialisasi khususnya untuk para pemilih pemula.

Seperti beberapa hari lalu, bertempat di aula Kantor KPU Kabupaten Pangandaran, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Norazizah menjadi narasumber pada Sosialisasi Aplikasi Lindungi Hakmu kepada Pemilih Pemula yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KPU Kabupaten Pangandaran. (20/07)

Dalam paparannya, Norazizah menjabarkan secara detil cara mendownload dan fitur-fitur apa saja yang terdapat dalam aplikasi Lindungi Hakmu. 

Tak hanya Ketua Divisi Rendatin juga menjelaskan terkait tata cara mendaftar sebagai pemilih baru apabila belum terdaftar di aplikasi Lindungi Hakmu tersebut.

“Kegiatan ini menjadi penting karena pemilih pemula menjadi pemilih yang akan berkesempatan menggunakan hak pilihnya secara perdana dalam Pemilu 2024 mendatang, “ ungkapnya.

Dan KPU Kabupaten Pangandaran pun sebagai penyelenggara Pemilu, kata Noorazizah, harus memaksimalkan momen tersebut untuk mengakomodir dan memastikan para pemilih pemula sudah masuk dalam daftar pemilih untuk Pemilu Tahun 2024. (PNews)


Untuk Pengenalan Lingkungan Sekolah, Peserta Didik Baru SMPN 1 Panjalu ikuti Kegiatan MPLS

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Dalam rangka memperkenalkan peserta didik baru pada lingkungan sekolah, SMP  Negeri 1Panjalu Kabupaten Ciamis mengadakan Masa Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikuti seluruh peserta didik baru, bertempat di kampus SMP Negeri 1panjalu.(21/7) 

Dengan mengusung tema “Merakit Asa, Kokohkan Cita, Sinari Kehidupan Bangsa “ untuk memeriahkan kegiatan MPLS tahun ini disertai dengan berbagai lomba, diantaranya lomba pembuatan vlog, pentas seni dari peserta didik baru, pentas seni bela diri, game-game, penampilan pasukan Paskibra yang dipandu oleh Panitia MPLS, dan untuk juara pavorit vlog kelas 8 akan diikutsertakan di beberapa kabupaten-kota, seperti Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Panjalu, Drs Iim Ibrahim M.SI, tujuan MPLS agar siswa baru bisa lebih mengenal lingkungan sekolahnya yang baru sehingga diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. 

“Saya berharap kegiatan MPLS ini juga bisa lebih memeriah dengan hadirnya para alumni'SMP negeri 1 Panjalu, “ungkapnya.

Selain menyampaikan materi Pendidikan Karakter, taat aturan, dan etika Bermedsos, Iim juga mengatakan bahwa ada beberapa perbedaan kurikulum tahun ini dan tahun lalu, setiap hari dilaksanakan apel pagi sebelum kegiatan dimulai dan juga apel sore setelah kegiatan selesai yang dihadiri oleh seluruh guru serta seluruh Peserta Didik Baru dan juga seluruh Panitia MPLS.

Kegiatan MPLS, ujar Iim, memberikan banyak kesan yang menyenangkan kepada seluruh Peserta Didik Baru, dan seluruh rangkaian kegiatan MPLS berjalan dengan lancar atas kerjasama dari seluruh panitia.

Iim juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para alumni yang sudah ikut memeriahkan kergiatan MPLS tahun ini dan SMP  Negeri 1 Panjalu bisa meneruskan dalam maraih  prestasi dan tetap semangat.  

“Saya juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh guru pembimbing dan guru telah ikut mensukseskan Kegiatan ini, “kata Iim.

Sementara di akhir kegiatan, ada disampikan pula kesan dan pesan dari salah satu perwakilan peserta didik baru serta mengabadikan moment terakhir dengan membuat video bersama-sama.(anwarwaluyo)

 

Pasangiri Pupuh Jadi Salah Satu Kegiatan Bulan Bung Karno Yang Digelar DPC PDI Perjuangan Pangandaran

Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Pangandaran menggelar lomba pasanggiri tembang pupuh yang digelar di pendopo Mustikasari di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi. (21/7) 

Kegiatan Lomba Pupuh ini merupakan rangkaian kegiatan pada Bulan Bung Karno, yang sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. 

Seperti disampiakan Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran Jeje Wiradinata, Pasangiri Pupuh ini mempunyai keterkaitan dengan sejarah Indonesia dan merupakan implementasi dari kepribadian berkebudayaan salah satu dari isi Tri Sakti Bung Karno.

PDI Perjuangan sebagai pewaris konsep pemikiran Bung Karno tentang Indonessia Raya, ada empat  konsep Bung Karno yang paling mendasar dan strategis dalam Tri Sakti Bung Karno, antara lain berdikari dan berdaulat di bidang politik, berdikari secara ekonomi serta berkepribadian dan berkebudayaan.

Apa yang bisa dikerjakan dalam Bulan Bung Karno ini dan apa yang bisa pada apa yang sudah ada tapi cenderung ditinggalkan, kata Jeje, salahsatunya lagu-lagu pupuh.

“Dan ini merupaka Trisakti yang ketiga, berkepribadian dan berkebudayaan, “ucap Jeje.

Karakter dan jatidiri bangsa itu menurut jeje, diukur dengan berapa besar bangsa ini menjungjung  budayanya, salahsatunya tetap melestarikan lagu-lagu pupuh, kinanti, asmarandana dan lainya yang sering dinyanyikan saat kecil dulu.

Pada lagu-lagu tersebut, imbuh Jeje, sarat sekali dengan makna-makna serta nilai-nilai budaya yang memberikan edukasi melalui permainan, tatarucingan (tebak-tebakan) dan lain sebagainya.

“Seperti tembang kinanti, budak leutik bisa ngapung atau tambang-tembang lainnya yang sering kita nyanyikan saat kecil dulu, dan kini dirasakan semakin pudar malah hampir hilang, “kata Jeje.

Lomba Paasanggiri Tembang Pupuh ini, kata Jeje, diikuti 180 peserta dari tingkat Sekolah Dasar, 50 peserta dari tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 5 kelompok tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), dan untuk tingkat SD, SLTP dan SLTA akan diambil 10 besar terbaik dan akan dilombakan untuk dicari 4 terbaik. 

Jeje mengatakan, ada 4 kegiatan dalam Bulan Bung Karno ini, diantaranya Lomba membuat Urab, yang merupakan makanan khas dan tradisonal, kedua Pasanggiri Pupuh. Ketiga Lomba Shalawa dan keempat sepeda sehat yang akan dilaksanakan hari minggu tanggal 31 juli.

“Kalau salawat yang diikuti 55 grup ini sekarang dalam babak penyisihan, dengan cara seluruh peserta mengirimkan dalam format video yang akan dinilai oleh juri, “pungkasnya. (PNews)


Ketua Forum Sehat Pangandaran: ” Kabupaten Pangandaran Harus Berstatus Open Defection Free”

Hj Ida N Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu Tokoh perempuan Pangandaran Ida Nurlaela Wiradinata sekaligus Ketua Forum Sehat Pangandaran, Hj Ida N Wiradinata menyampiakan, pihaknya menargetkan dari 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran harus sudah berstatus Open Defection Free (ODF) atau terbebas dari buang air besar (BAB) sembarangan.

“Pola hidup sehat dalam program Desa ODF juga harus diterapkan dalam keseharian di masyarakat, “ungkap Ida.(14/07)

Ida menyebut, pihaknya menargetkan Kabupaten Pangandaran bisa meraih penghargaan Wiwerda Swasti Saba, dan untuk mencapai prestasi tersebut Pangandaran harus memiliki nilai kumulatif 80 persen Desa ODF. Dan saat ini  dari 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran sampai bulan juli 2022, desa yang sudah mendeklarasikan ODF baru mencapai 56%.

"Kami terus melakukan komunikasi ke seluruh desa untuk laksankan deklarasi ODF agar daerahnya terbebas dari buang air besar sembarangan," imbuhnya.

Ida mengatakan, pola hidup sehat harus terus dikembangkan karena kesehatan merupakan modal dasar terwujudnya masyarakat sejahtera. Jika derajat kesehatan masyarakat sudah terealisasi yang ditunjang Puskesmas dan RSUD gratis, maka hal ini bisa mempermudah penanganan stunting.

Ida menjelaskan, ada 4 indikator tahapan yang harus dilakukan, seperti tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan industri dan perkantoran sehat serta tatanan kehidupan sosial yang sehat.

"Samapai saat ada 52 desa yang telah deklarasi ODF atau 55,91 persen," terangnya. (PNews)


SMP Negeri 1 Panjalu Terus Tingkatkan Sarana Prasaran Serta Kemampuan Intelektual Guru Untuk Kemajuan Siswa

pangandarannews.com/ciamisnews - Kepala sekolah merupakan pemimpin atau manajer yang menentukan gerbang kesuksesan segala bidang pendidikan untuk menjadikan siswa berprestasi dan kemajuan siswa, seperti kapasitas intelektual ,emosional, spiritual, social, ekomi  dan budaya.  

Kepala sekolah juga sangat berpengaruh besar terhadap efektifitas sebagai pemimpin dan harus menguasai segala bidang melebihi dari guru pengajar, seperti kedalaman ilmu pengetahuan, keluasan pikiran, wibawa dan relasi komunikasi yang bisa membawa perubahan signifikan dalam manajemen kemajuan sekolah.

Demikian disampaikan kepala sekolah SMPN  1 Panjalu Kabupaten Ciamis, Drs Iim Ibrahim M.SI, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (20/07)

Menurutnya, kepala sekolah harus mampu meningkatkan produktifitas sekolah semangat kerja yang tinggi serta kepercayaan dari berbagai pihak dengan ditingkatkan nya mutu pendidikan lebih baik. 

“Kepala sekolah juga merupakan tolak ukur menuju gerbang kesuksesan untuk kemajuan sekolah. Serta kemajuan mutu pendidikan siswa dalam mengejar prestasi, “tuturnya.  

Iim menjelaskan, kepala sekolah harus menjadikan anak didik yang cerdas dan kreatif dalam mengejar prestasi. Dan selain ditunjang oleh guru yang intelektualnya telah memenuhi standar dalam kegiatan belajar mengajar, harus di tunjang juga oleh sarana prasarana (sarpras), seperti misalnya ruang kelas yang nyaman dan indah agar siswa tenang dan lebih semangat. 

Oleh karena itu, kata Iim, saat ini ia selalu berupaya meningkatkan mutu kerja dan terus berupaya untuk memperindah dan berupaya untuk memenuhi sarana dan prasarana di sekolah yang dipimpinnya. 

Walaupun baru satu tahun dua bulan menjadi kepala sekolah SMPN  1 Panjalu, imbuhnya, beberapa sarana arana sudah ia upayakan, seperti WC, mushola dan sekarang yang sudah dikerjakan pengaspalan area masuk dari mulai pintu gerbang sampai lahan parkir sudah di aspal dan tinggal beberapa sapras lagi yang belum tercapai. 

“Saya berharap semua sapras yang belum tercapai di SMPN 1 Panjalu bisa terealisasikan, saya juga mohon kerjasama dari semua pihak karena ini untukkemajuan sekolah dan siswa, “pungkasnya. (anwarwaluyo)


Bupati Jeje Wiradinata Himbau Masyarakat dan PNS Kabupaten Pangandaran Gunakan Produksi UMKM

pangandarannews.com – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata beberapa hari lalu melakukan kunjungan ke Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Usaha Menengah Kcil dan Mikro (UMKM) kerjasama antara Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran dengan PT Indomarco Prismatama, bertempat di Ballroom Hotel Pantai Indah Timur. (19/07)

Selain bupati, kegiatan pelatihan tersebut tutut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. H. Kusdiana, MM, Kepala Dinas Koperasi  Usaha Kecil dan  Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Drs. Tedi Garnida, Ketua Dekranasda Kab. Pangandaran Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, Branch Manager Indomaret cabang Cirebon Jefri Hirokito, Marketing Manager Mikro Ekonomi PT Indomarco Prismatama, Eka Kurniadi dan para peserta pelatihan UMKM Pangandaran.  

Di depan peserta pelatihan dan undangan yang hadir, bupati menyampaikan, hingga hari ini UMKM di Pangandaran belum marketable dan belum memiliki produk yang terkenal. Seperti produksi asin jambal roti, nama tersebut ada  di dimana-mana, untuk itu pemda tidak henti-hentinya mendorong dan memotivasi para penggiat UMKM agar bisa lebih bangkit.

Bupati menyebut, hingga bulan juni ini tercatat kunjungan wisatawan ke Pangandaran sekitar 3 juta orang, 80.000 orang setiap minngu pengunjung berlibur ke Pangandaran, malah pada libur sekolah kemarin tercatat hampir 100.000 orang, sebenarnya ini bisa menjadi pasar yang luar biasa untuk market produk UMKM.

“Sangat mubazir jika kondisi tiga juta orang merupakan pasar ini tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya,  seharusnya tidak ada lagi warga yang kelaparan, karena usaha apapun bisa dilakukan dengan baik disini, ”kata bupati. 

Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada pihak Indomaret yang telah mengadakan pelatihan ini, dan diharapkan pelatihan ini menjadi upaya kebangkitan ekonomi masyarakat Pangandaran khususnya untuk para pelaku UMKM.

Dan bupati juga menganjurkan kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk membeli kebutuhan sembakonya produksi UMKM Pangandaran, sehingga bisa meningkatkan omzet penjualan mereka.

“Ayo semangat, ASN diwajibkan membeli beras, telur, kecap dan kebutuhan lainnya dari produksi asli Pangandaran, “tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi  Usaha Kecil dan  Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Drs. Tedy Garnida, MM kepada sejumlah awak media, mengatakan, selain memberikan pelatihan kewirausahaan  pelatihan ini juga sekaligus untuk menyeleksi produk UMKM yang bisa dipasarkan di Indomaret.

Saat ini para UMKM, imbuh Tedi, diberi penjelasan umum lalu setelah itu pihak Indomaret akan menganalisis, mengkaji, memverifikasi, dan akan mengevaluasi berbagai perbaikan dari produk UMKM Pangandaran.

“Dan semua produksi hasil para pelau UMKM ini akan dibawa ke Cirebon untuk dilakukan verifikasi,”jelas Tedi.(PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN