Terduga Pelaku Pembakaran Rumah Dinas Wali Kota Banjar Warga Mekarsari, Pelaku Alami Gangguan Mental ?

PANGANDARANNEWS,COM/BANJARNEWS - Setelah satu minggu akhirnya Polisi tangkap terdugaan pelaku pembakaran pendopo Rumah Dinas Wali Kota Banjar, bertempat di sebuah Yayasan di Kabupaten Ciamis. (25/10)

Hal ini diungkapkan Kapolres Banjar, AKBP Bayu Catur Prabowo, saat konprensi pers dengan sejumlah mawk media untuk menyampaikan kronologi penangkapan terduga pelaku, di Halaman Satreskrim Polres Banjar. (27/10)

Kapolres menyampaikan, secara tak terduga saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku polisi menemukan dua bom molotov yang sudah disiapkan sejak Idul Fitri, dan rencananya dua bom molotop tersebut akan digunakan dengan sasaran pendopo. Dan pelaku selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Jalan Setia sementara orangtuanya tinggal di Sumanding Kulon, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar Kota Banjar Jawa Barat.

"Kami menemukan bom molotov tersebut di dekat tempat tidur pelaku saat menggeledah rumah neneknya dimana pelaku selama ini tinggal," terang Kapolres.

Pelaku berinisial P (20), terang Kapolres, merupakan salah seorang warga Kelurahan Mekarsari. Sementara pemicu pelaku melakukan pembakaran pendopo karena pelaku merasa tidak diperlakukan adil oleh masyarakat di tempat dirinya tinggal sehingga dirinya menunjukan keberadaannya untuk mencari perhatian.

“Itulah yang membuat pelaku nekad melakukan pembakaran pendopo, “terangnya. 

Kapolres juga menjelaskan, pengungkapan pelaku itu saat tim Polresta Banjar terus mencari keterangan warga dan mulai ada langkah terang saat tim pencari pakta membuka salah satu rekaman CCTV di salah satu rumah warga yang berada tidak jauh dari pendopo. Pada CCTV salah seorng warga mulai menangkap gerak gerik pelaku sekitar pukul 3.30 WIB hari Jum'at seminggu yang lalu, dengan menggunakan baju warna abu gelap, celana kolor hijau dan mengggunakan sepatu serta menenteng jerigen yang diduga berisi bensin. 

“Tersangka sekitat pukul 3.34 kembali tertangkap CCTV  berlari tanpa alas kaki, jadi tersangka berada di area pendopo kisaran 4 menit ujarnya untuk menjalan kan aksinya tersebut, “imbuh Kapolres. 

Pelaku menggunakan bensin yang disiramkan ke atas kursi sofa serta lantai lalu dengan menggunakan korek api kayu yang dilemparkannya ke lantai yang sudah tersiram bensin nenimbulkan kobaran api besar, sehingga api sempat mengenai sepatunya.

Tersangka sempat melepaskan sepatunya karena terbakar dan membuang koreknya lalu melarikan diri lewat pos penjaga, dan akibat sepatunya terbakar kaki pelaku rupanya mengalami luka bakar sehingga polisi dengan mudah mengenali jejak pelaku lewat CCTV. Pasca kejadian bahkan pelaku beberapa kali terlihat dalam rekaman CCTV , diduga pelaku turut memantau apa yang sudah dilakukannya di pendopo. 

Menurut Kapolres, pelaku diduga merupakan orang menyandang gangguan mental, namun pihaknya  saat ini masih menunggu hasil observasi dari dokter kejiwaan yang menangani kesehatan mental pelaku selama seminggu ke depan. 

"Saat diinterogasi tersangka masih bisa menjawab dengan lancar bahkan saat pra rekonstruksi tadi malam pun yang bersangkutan fasih  menjelaskan apa saja yang dilakukannya saat kejadian," jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, hasil dari tindakannya yang dilakukan, pelaku kini meringkuk di sel prodeo Mapolres Banjar karena terjerat pasal 187 dengan ancaman pidana 15 Tahun penjara.

"Apabila hasil observasi menunjukan menyatakan pelaku termasuk orang dengan gangguan mental maka secara hukum akan kami lepas kembali dan kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit jiwa," pungkas Kapolres.  (tito s)


Koni Pangandaran Targetkan Raih 18 Medali Emas pada Porprov 2022

Ketua KONI Pangandaran, Agus Mulyana
PANGANDARANNEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Pangandaran saat ini sedang malakukan segala persiapan untuk gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022, 5 cabang olahraga (cabor), diantaranya Pacuan Kuda, Renang Laut Bebas, Selam Laut, Perahu Layar dan Terjun Payung akan dilaksankan di Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua Koni Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana beberapa hari lalu, keseluruhannya ada 24 cabor yang akan dipertandingkan pada Porvrop tahun ini, dan lima cabor rencananya dilaksanakan di Pangandaran.

Agus mengatakan, untuk target emas di Porvrop mengalami penurunan, target emas tadinya 22 medali sekarang turun jadi 18 medali emas.

Turunya target ini kata Agus, karena ada anlisis di akhir terkait peta kekuatan lawan. Jika dulu masih optimis di 22 emas, tapi karena melihat kekuatan lawan sehingga target cukup di 18 emas.

“Kami menargetkan perolehan medali emas ini diantaranya dari cabor sepeda, berkuda, layar, selam laut dan petanque, “kata Agus, usai mengikuti rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran di gedung DPRD.(25/10)

Agus menambahkan, pada Porprop tahun 2018 Kabupaten pangandaran hanya mendapat 1 emas, namun sekarang optimis Pangandaran  akan mampu meraih medali emas lebih banyak.

Agus juga menjelaskan kabupaten-kota yang akan mejadi tuan rumah gelaran Proprop tahun 2022, diantaranya Kabupaten Bandung Barat 17 (tujuh belas) cabang olahraga, Kabupaten Subang 17 (tujuh belas) cabang olahraga, Kabupaten Ciamis 8 (delapan) Cabang Olahraga, Kabupaten Garut 9 (sembilan) Cabang Olahraga, Kabupaten Tasikmalaya 2 (dua) Cabang Olahraga, Kabupaten Pangandaran 5 (lima) Cabang Olahraga,Kota Banjar 2 (dua) Cabang Olahraga, Kabupaten Bandung 8 (delapan) Cabang Olahraga dan KONI Provinsi Jawa Barat 6 (enam) Cabang Olahraga. (hiek)


Menjadi Kado 10 Tahun Hut Kabupaten Pangandaran, Perumda BPR BKPD Pangandaran Buka Kancab Baru Di Padaherang

PANGANDARANNEWS.COM – Bertepatan dengan Satu Dasa Warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR BKPD Pangandaran resmi membukan Kantor Cabang (kancab) baru yang berlokasi di Kecamatan Padaherang.(26/10)

Direktur Utama (Dirut) BPR BKPD Pangandaran Yana Maulana dalam sambutannya mengungkapkan, cabang baru ini merupakan kado untuk Kabupaten Pangandaran dalam ulang tahunnya yang ke 10.

Yana mengatakan, berkat dukungan dari semua pihak khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran sebagai pemilik perusahaan, tentu ini menjadi langkah nyata keseriusan pemda untuk hadir dalam teta kelola perekonomian di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan pembukaan kantor cabang baru di Kecamatan Padaherang ini, BPR BKPD Pangandaran bisa optimal melayani masyarakat khususnya pada sektor perbankan, “ucap Yana.

Hal senada disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Edi Ganda Permana, pasca penggabungan (merger) BPR BKPD Cijulang dengan BPR BKPD Pangandaran menjadikan Perumda BPR BKPD Pangandaran secara umum dalam penilaian OJK, sangat bagus.

Tercatat, kata Eka, nilai asset yang dimilki BPR BKPD Pangandaran sekitar Rp 56 milyar dengan total kreditur Rp 37 milyar. Tentu peningkatan angka-angka ini serta penilaian lainnya menjadi bukti tingkat kesehatan bank ini cukup bagus.

“Dan untuk lebih mengoptimalkan pelayanannya khususnya di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Kalipucang, Padaherang dan Mangunjaya, ucap Eka, hari ini BPR BKPD Pangandaran membuka kantor cabang baru di Padaherang.

“Saya menilai secara umum industri jasa keuangan dan perbankan di Kabupaten Pangandaran dibawah pimpinan Pa Jeje, sangat luar biasa, “ucap Eka.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengatakan, BPR BKPD Pangandaran selama 7 tahun, setelah pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis sempat vakum dan nyaris tak berkembang. Pasalnya saat itu pemilik awal (Kabupaten Ciamis) masih Tarik ulur untuk melepaskan BPR BKPD ke Kabupaten Pangandaran, sehingga terkesan saat itu terjadi status quo kepemilikannya.

“Baru setelah secara resmi beralih kepemilikannya ke Pangandaran, sejak saat itu kami pun terus berupaya mengembangkannya salah satunya dengan menambah penyertaan modal, “ujar bupati.

Bupati menambahkan, walau memang benar laba yang dihasilkan dari BPR BKPD ini menjadi salah satu sumber Penghasilan Asli Daera (PAD), namun tujuan utama dari keberadaan perusahaan daerah di sektor perbankan ini harus mampu membantu geliat perekonomian masyarakat.

Bupati menyebut, baik pada sektor UMKM, pertanian, perdagangan atau sektor ekonomi lainnya yang bisa membantu masyarakat, disanalah BPR BKPD Pangandaran harus hadir, sehingga diharapkan keberadaannya ini mampu dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Oleh karena itu BPR BKPD ini harus pintar serta jeli menangkap peluang usaha yang ada di masyarakat, “tegas bupati. (hiek) 


Terkait Rencana Ada Investor Kembangkan Beach Club Di Pangandaran, Ini Tanggapan Ketua DPRD Dan PHRI

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait rencana aka nada investor yang akan berinvestasi di sector pariwisata dengan membangun beach club, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, setiap orang tentu punya keinginan serta sah-sah saja  untuk menanamkan investasinya, hanya yang paling utama harus ditempuh dulu perijinannya serta melakukan kordinasi, komunikasi dan lainya.

Walau berita di media sosial ada dua tayangan yang bersama-sama disampaikan bersama Bapak Ridwan Kamil, namun Asep beranggapan saat di video tersebut Ridwan Kamil pun atas nama Gubernur Jawa Barat sehingga tentu ini menjadi formal. 

“Namun karena rencananya ada di Kabupaten Pangandaran tentu gubernur juga harus secara formal menyampaikan hal ini ke Pemda Kabupaten Pangandaran, “ungkap Asep, saat ditemui usai memimpin rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, di gedung DPRD.(25/10) 

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata, menurtu Asep, sekarang memang tren ada beberapa konsep pengembangan wisata, seperti beach club, private beach, jungle beach.

Sesungguhnya ketiga konsep ini pun semuanya dalam rangka memanfatkan potensi, tapi nanti pengembangannya lebih pada bagaimana agar wilayah tersebut menjadi daya tarik serta nantinya  apa saja yang boleh dan apa saja yang akan dilaksanakan,  ini harus dikomunikasikan. 

Karena, kata Asep, ia juga lihat beach club baik di Indonesia mau pun di luar negeri bahkan di Jeddah pun ada beach club.

“Prinsipnya di beach club tersebut itu nantinya ada konsep pengembangan untuk kuliner, keindahan alam, produk lokal dan lainnya dan intinya tentu nanti mana yang boleh dan tidak boleh, “ujar Asep.

Tapi menurutnya memang ketiga konsep pariwisata itulah yang sekarang sedang trend, walau pun secara pribadi ia lebih berkeinginan agar 91 kilo meter sepanjang pantai Pangandaran menjadi salah satu daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan abik wisatawan domestik atau pun manca negera.

Asep juga mengatakan, walau pun dalam Undang –Undang nomer 23 tahun 2014, pantai itu memang  bukan kewenangan pemda kabupaten-kota namun kewenangan pemeritah provinsi, maka harus diatur oleh Peraturan Gubernur (Pergub), dan dalam rangka pengembangan namun karena ada otonomi daerah tentu harus dikomunikasikan dengan daerah agar tidak menjadi sebuah persoalan.

Disoal adanya penolakan rencana investasi wisata ini, Asep menuturkan, inilah pentingnya sosialisasi yang baik terkat seperti apa nanti konsep pengembangannya, apa saja yang akan disajikan dan seterusnya.

Karena ada yang disebut beach club ini, dia lebih seperti apa yang sudah ada di Pangandaran, seperti sentra kuliner atau lebih pada pengembangan alam dan kemanfaatannya untuk masyarakat.

“Jadi semua harus paham dulu dan harus mendapat informasi yang utuh jangan sepotong-sepotong, artinya jika memang Pemprop Jabar mempunyai keinginan beach club akan dikembangkan di Pangandaran, ya sampaikan, dikomunikasikan dan dikordinasikan di Pangandaran, “imbuhnya.

Menanggapi hal serupa, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Agus Mulyana menyampaikan, Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata pasti membutuhkan dukungan dari investor, salah satunya dibuatkan beach club.

“Tapi jangan salah juga bahwa beach club yang ada di Pangandaran nanti pasti berbeda dengan yang ada di bali, tentu disini nantinya konsepnya akan disesuaikan, “ucap Agus, usai menghadiri rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, di gedung DPRD.(25/10)

Kata Agus, tinggal bagaimana dibuat perencanaannya yang baik tentu dengan melibatkan semua stake holder yang ada, artinya yang penting sosialisasi di awal. Jangan sampai belum apa-apa ijinnya saja belum keluar, baru rencana namun kalau memang ada hal ini harus disesuaikan dan diselaraskan dangan muatan lokal serta bisa berjalan dengan baik, namun yang jelas ini dalam rangka percepatan geliat perekonomian di Kabupaten Pangandaran khususnya dari sektor pariwisata karena memang visi Kabupaten Pangandaran menjadi wisata kelas dunia.

Agus menambahkan, ia yang bergerak di usaha pariwisata dan ia juga bergerak di bidang olahraga (Ketua KONI-red) berkeinginan sport yang baru, sport turism sehingga sportnya dapat dan turism juga dapat.

Caranya, jelas Agus, dengan membuat even dengan penyelenggaraan Kegiatan even olahraga ini di week day dan bukan di week end,  seperti Kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022 ke 14 untuk 5 cabang olahraga yang akan dilaksanakan di Pangandaran, akan digelar di week day agar geliat wisata di terjadi tidak hanya di week end saja. 

“Di week day masih perlu push karena di week day Okupansi hotel masih di angka di bawah 20 %, “terangnya. 

Agus mengatakan, PHR wel come dengan rencana kedatangan investor tersebut asal selaras format yang baik serta formasi selaras dengan muatan lokal, juga harus jelas apa yang akan diinvestasikan masyarakat harus mengetahui. 

“Jangan seperti pada pasca even Pan Asia Hash yang sedikit ada buntutnya, tapi ternyata itu hanya miss komunikasi saja karena jika semua diajak rembuk dari awal mungkin semua akan paham, “pungkasnya. (hiek)


Tekan Emisi Karbon Serta Penyediaan Oksigen, KMP Tanam Ratusan Mangrove Di Kawasan Nusawiru

PANGANDARANNEWS.COM - Upaya untuk mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim sedang gencar dilakukan berbagai di belahan bumi, termasuk di Indonesia yang memiliki target untuk mewujudkan net zero emission atau bebas emisi karbon pada 2060 mendatang.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir yang Ke-10, Keluarga Mahasiswa Pangandaran (KMP) turut menyukseskan program ini dengan langsung turun melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian generasi muda melaksanakan reklamasi dan upaya dekarbonisasi, bertempat di sekitar kawasan bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang. (23/10)

Seperti disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, U'ang Burhanudin, kegiatn ini sangat positif karena selain menahan abrasi pada perairan payau sekaligus untuk menciptakan suasana hijau, teduh dan indah di kawasan Nusawiru-Cijulang ini. 

Penanaman ini, kata U’ang, tentu akan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat betapa pentingnya pepohonan di lingkungan pemukiman dalam upaya penyediaan oksigen dan penyerap polutan.

"Diharapkan warga ikut menjaga dan memelihara pohon tersebut agar tumbuh baik sesuai dengan keinginan bersama menciptakan pemukiman yang sejuk, indah dan nyaman," ucap U'ang.

Masih di tempat yang sama, Pembina KMP Noval Muhajir Taufiqurohman S.Pd. Gr., menambahkan,  kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan KMP ini sangat positif dan berdampak baik untuk lingkungan.

Noval juga berharap kegiatan ini mampu menstimulus lapisan masyarakat, ormas dan siapapun bisa ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan walaupun ini hanya hal kecil yang dilakukan tapi akan mampu dirasakan manfaatnya ketika seluruh stake holders bersama-sama menjaganya.

“KMP sebagai movement agent of change society atau pengubah cikal bakal masyarakat itu dapat mengena dan dirasakan oleh masyarakat, “ujarnya. (yusupsidik)


Hari Ini Masyarakat Dan Pemerintah Daerah Peringati Satu Dasa Warsa Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 dengan tema “Satu Dasawarsa Bersinergi Untuk Pangandaran Juara, pemerintah Kabupaten pangandaran tadi pagi menggelar upacara bendera merah putih yang dilaksanakan di lapangan alun-alun Parigi.(24/10)  

Selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinta-Ujang Endin Indrawan, kegiatan ini juga turut hadiri sejumlah pejabat, diantaranya Pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, Kapolres Ciamis, Kapolres Pangandaran, Dandim 0613 Ciamis, Kepala Kejaksaan Ciamis, seluruh Kepala SKPD, PJ Bupati pertama, Wakil Bupati Pangandaran periode 2016-2021, Adang Hadari, mantan Ketua DPRD Jawa Barat,  dan turut hadir H. Eka Santosa dan tamu undangan lainnya.

Usai memimpin upacara pengibaran sang merah-putih, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengajak selurh masyarakat dalam momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 untuk bersama-sama mempererat ikatan kebersaman serta mengenang kembali satu peristiwa bagaimana masyarakat Pangandaran, tokoh dan para alim ulama bahu membahu menyatukan tekad serta menyatukan kebersamaan hingga lahirnya daerah baru yang bernama  Kabupaten Pangandaran. 

Bupati mengatakan, pemekaran bukan hanya suatu proses untuk menjadikan kepala daerah atau para pejabat lainnya, tapi pemekaran hakekatnya ialah apa yang diperjuangkan masyarakat bisa menjadi baik tentunya lebih juara hingga hari ini. 

"Maka bersujud syukur kepada Alloh  karena kita sudah 10 tahun berproses meningkatkan pemerintahan dan pembangunan di Pangandaran, "kata bupati. 

Selama tujuh tahun menjabat sebagai bupati dan memasuki usia sepuluh tahun Kabupaten Pangandaran, bupati mengatakan serta mempunyai harapan dan cita-cita agar yang belum terlaksana bisa segera terlaksana, namun terlalu subjektif bila dirinya menilai Pangandaran saat ini sudah bagus. 

"Biarlah masyarakat yang menilai dan sejarah yang mencatat apa yang sudah kita lakukan sejauh ini, "ujar bupati.

Sebagai seorang pemimpin, bupati juga melihat dan mendengar terhadap dinamika yang timbul di masyarakat seperti kritikan apapun yang disampaikan yang bersifat membangun walaupun disampaikan dengan kata-kata halus atau tajam, namun ia yakin hakekatnya menginginkan Pangandaran agar lebih baik lagi.

“Semua kritikan dan masukan, Insya Alloh itu menjadi satu energi dan kekuatan saya untuk terus-menerus membangun Kabupaten pangandaran menjadi lebih bagus lagi, " pungkasnya. (bill)


Jelang Pemilu 2024 Para Pakar Kepemiluan Bahas Model Pengawasan Ideal

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) mengadakan Diskusi terpumpun dengan tajuk “Model Pengawasan Ideal Kelembagaan Bawaslu”.(20/10)

Kegiatan yang bekerja sama dengan Seknas LS Vinus ini diikuti puluhan pemantau pemilu untuk membicarakan model pengawasan, kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta ini merupakan agenda temu gagasan pemantau Pemilu.

Pada acara tersebut, Plt Kepala Puslitbangdiklat Ibrahim Malik Tanjung menyampaikan, sasaran pengawasan oleh Bawaslu bukan hanya terkait kinerja KPU tapi semua potensi pelanggaran proses Pemilu

“Pengawasan  Bawaslu yang sangat kompleks, perlu model pengawasan yang variatif sesuai perkembangan zaman,” ujar Ibrahim.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia periode 2012-2017, Daniel Zuchron menyampaikan, Bawaslu dalam model Pengawasan perlu mendekatkan diri kepada masyarakat

Karena tanpa adanya kedekatan lembaga dengan masyarakat tentu tidak akan meningkatkan kesukarelawanan dan partisipasi publik dalam model pengawasan terkini.

Sementara Seorang Akademisi yang mengajar di Universitas Ibnu Chaldun, Dian Permata menyampaikan Isu Hoax selalu muncul sejak Pemilu 2019.

“Model pengawasan via Media juga perlu untuk ditingkatkan khususnya kepada publik yang ingin berpartisipasi dalam pengawasan pemilu,” ungkap Dian.

Tak hanya itu Koordinator Nasional JPPR Dian Paramita menambahkan bahwa Model Pengawasan Masyarakat dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran

“Saat ini, temuan yang ditemukan oleh masyarakat masih minim, karena mereka belum mengerti kepemiluan secara maksimal,” ujar Perempuan yang disapa Mita

Terakhir, Founder Komite Pemilih (Tepi) Jerry Sumampow menanggapi bahwa Model Pengawasan yang dilakukan oleh Pemantau Pemilu perlu diperjelas

“Mau dibawa ke mana model pengawasan oleh Pemantau ini? Sudah harus jelas dan Fokus dalam proses pemantauannya,” tutup Jerry

Sementara Founder Yayasan Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi juga ikut menambahkan, partipasi masyarakat dalam Pemilu ini sangat dibutuhkan untuk mengawal tuntas kepemiluan.

“Karna ketika adanya kesukarelawanan pemilu itu dapat memperlancar mekanisme pemilu yang berlangsung,” ungkap pria yang biasa disapa Kang Yus. (Elang Ratnasari/kotributor PNews)


Menyusuri Kehidupan Malam Di Sudut Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Hentakan musik dangdut saat malam tiba terdengar hingar binger dari sejumlah warung, ini salah satu pemandangan kehidupan malam di Kota Santri, Tasikmalaya.

Sebut saja di salah satu kawasan terminal, tepatnya di belakang terminal tipe A yang ada di jalan menuju arah ke luar kota, tampak di warungnya terlihat berderet perempuan berbusana seksi dan make up sedikit menor sedang asyik menemani para pengunjung untuk ikut bergoyang dalam alunan music dangdut koplo.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Ciamis, Riki, menuturkan, berjoget sambil menenggak minuman keras di bawah kelap – kelip cahaya lampu disko sungguh sangat mengaksikan.

“Apalagi ditemani wanita-wanita cantik yang siap melayani, “ujarnya.(22/10)

Menurut Riki, di kawasan tersebut jika malam tiba hentakan musik selalu bergema hingga larut malam. Para pencari hiburan pun setiap malamnya nyaris tak pernah sepi, apalagi jika saat akhir pekan atau sabtu malam.

Kata Riki, ini menjadi salah satu potret kehidupan malam Kota Tasik yang dulu sangat terkenal dengan julukan kota santri, sebuah julukan untuk kota religius. Warung remang-remang tersebut kini semakin menjamur, para pemilik warung yang menjajakan minuman beralkohol seperti anggur merah, arak putih dan bir pun saling berebut simpati para pengunjung dengan pelayanan yang siap memanjakan pencari hiburan malam.

“Saya tidak tahu apakah Pemkot Tasik mengetahui lokasi ini, tapi yang jelas warung-warung disini tidak pernah sepi pengunjung, “imbuh Riki. (anwarwaluyo)


Wali Kota Banjar Tak Tahan Dan Menangis di Pelukan Sekda Saat Melihat Rumah Dinasnya Hangus Terbakar


pngandarannews/banjarnews – Wali Kota Banjar, Dr Hj Ade Uu Sukaesih, M.Si merasa shok dan terpukul saat melihat rumah dinasnya yang berada di Kawasan Jalan Kewadanaan Kelurahan Banjar Kota Banjar, Jawa Barat, tampak hanya menyisakan puing sisa kebakaran.(21/10)

Perempuan yang sudah 2 periode ini jadi Wali Kota Bajar ini tiba di Rumah Dinas sekitar pukul 07.15 WIB, dan ia pun langsung histeris, tubuhnya nampak lunglai tak berdaya, saat langkah kakinya menginjak pelataran parkir pendopo.

Tatapannya pun nanar menyaksikan Rumah Dinasnya tadi malam diduga dibakar orang tak dikenal.

Tangisnya  meledak seolah tak mampu terbendung dengan beberapa kejadian yang menimpanya, selang beberapa minggu lalu ia tamak tegar saat menerima putusan hukum yang menimpa suaminya, Dr H Herman Sutrisno (mantan Wali Kota Banjar sebelumnya) atas kasus gratifikasi sejumlah proyek yang disangkakan kepada suaminya.

Sekda Kota Banjar, Dr Drs Ade Setiana yang turut hadir ke lokasi kejadian pun tampak menjadi tumpuan kesedihannya dengan merangkul pundak sekda.

Tampak jelas yerlihat orang nomor satu di Kota Banjar jiwanya sangat terguncang atas peristiwa ini.

Sekda yang didampingi beberapa kepala OPD dan Kepolisian langsung menggiring Wali Kota menuju sebuh ruangan di Rumah Dinas yang luput dari kebakaran untuk beristirahat.

Menurut Sekpri Wali kota, Ari Fatirrahman, saat kejadian Wali Kota yang baru pulang dari dinas luar kota dan kebetulan tidur di kediaman pribadinya.

"Beruntung Wali Kota saat kejadian tidak tidur di Rumah dinas, "(tito)

Rumah Dinas Wali Kota Banjar Dibakar Orang Tak Dikenal, Saat Ini Polisi Masih Lakukan Penyelidikan


pangandarannews/banjarnews - Rumah Dinas Wali Kota Banjar Jawa Barat yang berada di Jalan Kewadanaan Kelurahan Banjar sekitar pukul 03.30 Wib Jum'at (21/10) dibakar orang tak di kenal.

Berdasarkan Keterangan anggota Pol PP yang saat kejadian sedang melaksanakan tugas jaga, Agus Ikhsanul Kholik, menuturkan, saat itu sedang tidur tiba-tiba terbangun karena mendengar langkah kaki di atas atap tempat ia jaga.

Saat itu ia pun sempat mengejar orang itu tapi tak berhasil, dan sadar kobaran api sudah membakar beberapa peralatan mebel yang ada pendopo membesar ia pun putar balik lari mencari pertolongan.

Para pedagang, tukang ojeg yang setiap malam berada di sekitar lokasi pun lalu bersama-sama membantu amemadamkan api.

"Saat itu saya kebetulan tertidur karena ngantuk dan terbangun saat melihat orang tak di kenal melompat dari atas pos penjaga an".Terangnya.

Agus juga mengatakan, kepada orang tersebut yang dilihatnya itu ciri-cirinya memakai kaus warna abu dan celana pendek berwarna coklat, dengan ciri ciri berperawakan tinggi sekitar 189 cm dan melarikan diri ke arah barat jalan Kewadanaan.

Sementara Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo SH,S.I.K. MM saat tiba di lokasi, kepada sejumlah awak media  bmengatakan, kejadian pembakaran rumah Dinas Wali Kota Banjar ini belum bisa dijabarkan karena sedang dilakukan pendalaman.

"Setelah melihat TKP kami masih melakukan penyelidikan kejadian ini dengan mengumpulkan sejumlah keterangan dari 4 saksi yang saat itu ada di TKP dan hasil beberapa CCTV yang ada di sekitar lokasi.

"Tunggu saja ya hasilnya nanti, "tegasnya.(tito)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN