Pemda Pangandaran Lakukan Tabayyun Terkait Berita Negatif Kegiatan Event Pan Asia Hash 2022

PANGANDARANNEWS.COM  - Seperti dikutip dari salah satu media, Event Pan Asia Hash 2022 yang dipanitiai Pemda Kabupaten Pangandaran ada issue didanai pemda hingga miliyaran rupiah. Namun selain isi acara tersebut dinilai tidak bermoral karena ada unsur pesta miras dan LGBT waktu kegiatannya juga bertepatan dengan bulan dan tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saw, hal ini tentu memicu polemik dan persolan baru antara Pemda selaku penyelenggara dan sebagian besar tokoh masyarakat.

Dengan berbagai penampilan yang tidak sesuai nilai-nilai luhur dan budaya bangsa yang dilakukan para peserta sangat menyinggung para pemerhati agama dan masyarakat, seperti yang diungkapkan salah seorang warga, Maman (35), menurutnya sekalipun itu dilakukan oleh warga asing tetapi sangat menohok warga yang menyaksikan terlebih belakngan ini sesuatu sangat mudah diakses media manapun. 

"Tentu ini sangat buruk bagi masa depan kami dan anak-anak kedepan, dengan pesta yang sangat menjijikan menurut kami hendaknya pemerintah daerah peka akibat yang akan ditimbulkannya," ucapnya.

Sejumlah tokoh agama, pesantren dan ormas Islam seperti FPP dan Forum Pondok Pesantren Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu pun mengegelar aksi untuk menyuarakan perihal dampak buruk event Pan Asia Hash tersebut serta meminta kepada pihak Pemda untuk menjelaskan kegunaan dana tersebut kaitan dengan acara gelaran tersebut.

Event Pan Asia Hash 2022 yang digelar dari tanggal 7-9 Oktober 2022 menyisakan polemik hingga hari ini, padahal sejatinya even ini mampu menarik wisatawan mancanegara untuk menjadikan Kabupaten Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata. 

Seperti dilansir salah satu media on line, salah satu organisasi Islam dan Forum Pondok Pesantren (FPP) mengeluarkan pernyataan sikap yang keras kepada Pemda Pangandaran. Dalam pernyataanya yang ditandatangani oleh Ketuanya, KH. Ma’ruf Zarkasih, S.Pd dan sekretaris Muhlis Nawawi, S.Sy, kedua ormas Islam ini memandang, hal ini tidak elok dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran karena telah memfasilitasi pesta miras, kampanye LGBT dan pesta miras dalam event tersebut tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi.

Namun pernyataan kedua Ormas Islam tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Otong Aminudin dalam sebua video yang tersebar di media social, Otong menilai gelaran tersebut tidak masalah dan tidak bertentangan dengan syariah serta tidak menyinggung siapa pun.

"Kita kan dagang lembur, dagang keindahan alam punya kita, adapun mereka bertingkah apa, Itu terserah mereka, “ujarnya.

Dalam video tersebut Otong mengatakan, masalah mereka (peserta Pan Asia Hash-red) makan yang diharamkan agama atau tidak itu bukan urusan kita karena dia non muslim, namun dia muslim baru kita tegur itu. 

“Asal tidak merugikan kita, kenapa, kalau tidak mencelakai kita, tidak meragukan kita, tidak ada yang melanggar syariah, "ucapnya.

Pernyataan Ketua MUI tersebut sontak saja menambah suasana semakin ramai diperbincangkan masyarakat, salahsatunya yang disampaikan tokoh agama, Drs. Anwar Hidayat, menurut Anwar  komentar ketua MUI kabupaten Pangandaran tersebut tidak mencerminkan seorang pemimpin agama dan sangat nampak dukungannya pada gelaran maksiat tersebut. 

Tokoh lainnya yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan. pihaknya tidak anti pemerintah dan tidak membenci siapapun sekalipun pelaku maksiat, tetapi ia ingin memberikan masukan karena ini keinginan bupati sendiri yang pernah mengatakan, "kalau saya salah tegurlah”.

Ia juga mengakui, program pemerintah daerah ini sungguh luar biasa terutama kaitan dengan keagamaan, seperti Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pangandaran mengaji dan yang baru lagi Geber Pangaji, ini sangat bagus sangat didukung. Namun ia mengkhawatirkan gelaran Pan Asia Hash 2022 tersebut menjadi hama dan menghilangkan kepercayaan masyarakat, ibaratnya satu sisi diberi madu sementara sisi yang lain racun dibiarkan.

“Dan tentu sebagai sesama muslim kewajiban kita untuk ssaling mengingatkan, seperti dalam  keterengan menyebutkan, Apa bila manusia melihat kemungkaran namun tidak ada usaha berubahnya dikhawatirkan Allah akan menurunkan azab secara menyeluruh" tentu bagi keyakinan kita azab itu selain ujian juga teguran atas dosa dosa kita, kan begitu, “jelasnya. 

Untuk mengakhiri polemik ini Pemda pun menggelar audens dengan para tokoh masyarakat dan agama  yang dilaksanakan di aula Sekretariat Daerah Pemkab Pangandaran di Desa Cintakarya Kecamatn Prigi. (13/10) yang langsung dihadiri Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H. Ujung Endin serta seorang pengacara kondang Egi Sujana.

Dalam kesempatan tersebut bupati membantah penggunaan APBD untuk Kegiatan Pan Asia Hash,   namun jika sekadar membantu seperti biaya pengamanan dan kebersihan memang itu dari pemda.

"Jadi tidak benar menghabiskan milarian rupiah," jelas bupati.

Terkait dalam Kegiatan Pan Asia Hash tersebut terdapat LGBT, itu juga keliru, memang ada beberapa wisatawan laki-laki yang berdandan dan berpakaian wanita. Tapi itu pun hanya beberapa orang saja dan itu seperti dalam acara karnaval atau acara Agustusan, dan dari 4000 jumlah peserta yang demikian hanya segelintir saja.

“Pesta miras, ini juga tidak benar karena yang ada di poto serta beredar itu bukan sedang pesta miras tetapi hanya satu dua orang memegang gelas berisi minuman bir, “jelas bupati.

Kata bupati, sama halnya seperti di kita ada yang suka kopi dan merokok tetapi juga banyak yang tidak suka. Dan yang dipoto itu semua orang tua, banyak yang usianya di atas 50 sehingga tidak mungkin meminum minuman keras yang kadar alkoholnya tinggi.

"Kami sangat ketat, lokasi Kegiatan pun sengaja yang sekiranya tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka kami lokasikan di Villa Alur, itupun tidak sembarang orang yang bisa masuk kecuali peserta, UMKM dan wartawan, "imbuh bupati.

Jeje juga mengajak kepada semua pihak agar bersama-sama mencari cara yang paling tepat dalam mengatasi persoalan miras karena yang paling sulit itu adalah caranya, tidak mungkin menggunakan kekerasan. 

Apa yang dirasakan masyarakat keresahan merebaknya miras, kata bupati, tentu hal itu juga dirasakan pemda, tinggal bagaimana bersama-sama mengatasi hal itu. 

“Kami terbuka, silahkan datang kapan saja kami terbuka untuk sejenak menanggalkan pakian kita, duduk sambil ngopi kita diskusikan bagaimana atasi permasalahan tersebut," ungkap bupati.

Ajakan bupati tersebut pun direspon masyarakat yang hadir dalam audens tersebut, mereka berharap kedepannya pemda dapat melibatkan para tokoh jika ada acara besar seperti Pan Asia Hash.

Sementara menurut ketua MUI Kecamatan Pangandaran yang hadir saat itu sangat memahami dan pihaknya akan membantu menjelaskan kepada warga duduk persoalannya. 

"Kami mengerti dan dapat menjelaskan hal inii kepada warga namun kami berharap kedepan pemda dapat bisa melibatkan tokoh masyarakat dan dapat bersilaturahmi atasi persoalan miras,"ujarnya. (haris firdaus)


Forum Umat Islam Pangandaran Desak Pemda Segera Implementasikan Perda Miras

PANGANDARANNEWS.COM – Sejumlah masa dari Forum Umat Islam Pangandaran tadi siang mendatangi Sekretariat Daerah (Setda) Pangandaran untuk menanyakan soal Penyelenggaraan Asia Pan Hash.(13/10)

Salah seorang perwakilan dari massa tersebut, Nana Nasirin menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemda Kabupaten Pangandaran untuk tidak menyelenggarakan acara serupa dan Pemkab harus berunding dengan alim ulama jika akan menyelenggarakannnya.

Namun yang paling utama, kata Nana, pihakny menekankan agar ada penegakan Perda Pengendalian Minuman Keras (Miras). 

“Kami ingin ada aturan terkait pengendalian minuman keras di Kabupaten Pangandaran, sehingga tidak diperjualbelikan di kios-kios, “tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Bupati Pangandaran.H Jeje Wiradinata mengatakan, Perda Miras memang sampai saat ini belum diundangkan, karena saat ini pemda masih minta masukan pada sejumlah elemen perda itu harus seperti apa.

Jeje menambahkan, dalam perda tersebut nantinya akan diatur jarak tempat penjualan miras dan pengaturan izin berapa kadar alkohol yang bisa dijual.

"Saya juga kaget, karena ada beberapa titik penjualan yang saya tidak tahu," ujar Jeje.

Jeje mengaku mungkin pihaknya akan cukup sulit mengendalikan peredaran miras ini karena kalau seseorang sudah ada di zona nyaman tentu akan sulit sekali diatur. Dan selain itu cara mengendalikan peredaran miras ini tidak bisa dilakukan secara ekstrim atau dengan kekerasan, hal itu yang saat ini sedang dipikirkan.

“Saya ingin pengendalian miras ini bisa dilakukan tanpak ekses, seperti saat memindahkan pedagang di  pantai, “imbuhnya. (hiek)


Di Sekretariat PC NU, Bupati Pangadaran Jelaskan Isyu Negatif Pan Asia Hash Yang Berkembang Di Masyarakat

PANGANDARANNEWS.COM - Pasca penyelenggaraan Pan Asia Hash yang digelar beberapa hari lalu, ternyata menjadi perbincangan hangat di umat islam dan  masyarakat Pangandaran. 

Untuk memberikan pencerahan terkait isu tersebut pada umat islam, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten pun menggelar rapat kordinasi (rakor) dengan langsung mengundang Pemkab Pangandaran, bertempat di kantor PC NU di Desa Cibenda Kecamatan Parigi (12/10)

Dengan didampingi Wakil Bupati H Ujang Endin INdrawan, Sekretariat Daerah H Kusdiana,  Asisten Daerah I Parida dan Ketua MUI, di depan jajaran pengurus PC NU Pangandaran, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan, dari mulai perencanaan hingga terselenggaranya kegiatan Pan Asia Hash yang kegiatnya dipusatkan di Villa Alur di pantai barat.(7-9/10) 

Bupati menjelaskan, berawal dari perbicangan dengan komunitas Bandung Hash House Harriers (BHHH) yang menceritakan tentang Pan Asia Hash yang selalu sukses mendatangkan ribuan wisatawan ke negara penyelenggara sehingga selain bisa memperkenalkan sejumlah destinasi wisata juga mampu memberikan efek ekonomi positif pada masyarakat sekitar obyek wisata.

“Lalu pada tahun 2019 saya diajak ke Zhangjiajie China oleh pengusaha pariwisata yang ada di Pangandaran untuk menyaksikan langsung bagaimana kemeriahan Pan Asia Hash tersebut, “ungkap bupati.

Saat menyaksikan gelaran Pan Asia Hash Di Cina, bupati ditawari bagaimana jika di Pangandaran dijadikan tempat Kegiatan Pan Asia Hash untuk tahun selanjutnya (Pan Asia Hash diselenggarakan 2 tahun sekali-red).

Saat itu kata bupati ia menyanggupi tapi dengan beberapa sarat, diantaranya kegiatan Pan Asia Hash tidak boleh bersentuhan langsung dengan masyarakat umum, artinya tempat penyelenggaraanya harus terlokalisir pada satu titik dan jauh dari kegiatan warga. Sehingga saat kegiatan berlangsung baik siang atau pun malam hari tidak sembarang orang bisa masuk ke area kegiatan yang berlokasi di halaman Villa Alur, dan para peserta pun diharuskan menggunakan gelang dari panitia sebagai tanda peserta.

Bukan hanya itu, imbuh bupati, ijin Pan Asia Hash ini juga dikeluarkan dari Mabes Polri langsung, bukan dari Polda atau Polres.

“Karena masyarakat Kabupaten Pangandaran mayoritas muslim kepada penyelenggara saya pun memberikan sarat lainnya, yang intinya harus menjaga kerukunan kehidupan beragama di Pangandaran, “terang bupati.

Bupati menyesalkan ada berita yang tidak seimbang baik itu di media mainstream atau media sosial (medsos) yang terkesan kegiatan Pan Asia Hash di Pangandaran itu vulgar, pesta minuman keras dan lain-lain. Namun sayang tidak ada yang memberitakan dari sumber berita seperti pelaku usaha wisata, pelaku UMKM, para penarik bentor (beca motor), para pemandu dan lainya.

“Dan saya juga heran kenapa tidak ada yang konfirmasi ke saya, padahal kalau datang saya bisa menjelaskan sedetil-detilnya, “kata bupati.

Jika ada informasi saat kegiatan ada acara minum bir, menurut bupati, wajar saja karena para peserta Pan Asia Hash ini bukan muslim dan mungkin menurut  agama mereka boleh.

Menurut bupati, ia juga mendapat informasi bahwa di Pan Asia Hash ada LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), mungkin itu karena ada beberapa peserta laki-laki saat mengikuti kegiatan Red Dress Run mengenakan pakaian dan dandanan wanita. 

Bupati menambahkan, saat ia menyaksikan acara ini di China atau saat pergi ke tempat wisata yang ada di Malaysia, dan pada saat akan makan ia sempat dilarang oleh pramusaji karena makanan tersebut memang tidak diperuntukan muslim.

“Artinya mereka juga sangat menghormati kita sebagai orang muslim, “terang bupati.

Masih di tempat yang sama, Ketua LPNU Kabupaten Pangandaran Iwan Sofa menjelaskan, hasil penelusuran di lapangan selama kegiatan Pan Asia Hash berlangsung memang di laksanakan di tempat yang relatif jauh dari pemukiman masyarakat. 

Dan saat Red Dress Run memang ada beberapa peserta pria yang menggunakan pakaian wanita, tapi setelah ditanya pada pemandu itu merupakan ekspresi dari beberapa wisatawan saja tapi mereka bukan LGBT.

Lebih jauh Iwan mengatakan, hukum di Indonesia ini adalah hukum yang mengakomodir seluruh kepentingan dan semua agama. Artinya hukum ini bukan atas hukum syariat islam, maka semua agama mempunyai ruang yang sama dalam bingkai hukum NKRI.

Dan ketika ada yang mengatakan Pan Asia Hash ini kenapa dilaksanakan tanggal 12 Robiulawal, ujar Iwan, momen tersebut adalah satu hal yang bersipat ritual agama islam dengan tanpa kemudian harus membatasi ruang agama lain.

“Artinya dalam pemahaman beragama dalam konteks NKRI ini harus bisa bertoleransi sehingga tidak terjadi gesekan diantara kita, “ucap Iwan.

Saat kegiatan Pan Asia Hash digelar selama 3 hari di Pangandaran, menurut Iwan, ia juga tidak melihat seperti apa yang ada di media sosial yang seolah kegiatan ini seperti penuh hal-hal negatip. 

Selain tempatnya khusus, imbuh Iwan, usia para peserta pun dibatasi dan sudah melalui skrening harus berusia di atas 40 tahun.(hiek)


FK-PKBM Gelar Bintek Peningkatan Kompetensi Pendidik Dan Kependidikan Se Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK- PKBM) Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bintek) peningkatan kompetensi pendidik dan kependidikan yang diikuti 12 PKBM  serta melibatkan penyelenggara dan tutor-tutor pendidikan kesetaraan se- Kabupaten Pangandaran. (09/10)

Pada kesempatan pembukaan yang diadakan pada hari Minggu 9 Oktober oktober 2022, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Darso, S.Pd mengungkapkan, PKBM merupakan sebuah tempat atau bengkel bagi setiap kalangan masarakat terbuka untuk bisa tetap belajar dan meningkatkan kependidikanya di PKBM yang ada, dengan ijazah dan kesetaraan yang sah dan di akui oleh pemerintah.  

“Dengan adanya PKBM ini berarti semua ikut serta membantu program pemerintah untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa guna meningkatkan perkembangan dan mutu SDM Indonesia, “ungkap Darso. 

Darso juga mengungkapkan, manfaat yang banyak didapatkan oleh siswa PKBM, diantarnya dapat menurunkan kesenjangan di masyarakat dan diharapakan bisa mencetak kelulusan yang siap bekerja.

Bapak Kabid Disdikpora juga menambahkan, dengan adanya forum Komunikasi pusat  kegiatan  belajar masarakat yang di adakan di Padaherang ini  bisa membantu meningkatkan semangat mengajar, saling bertukar pikir dan meninngkatkan silaturahmi bagi pendidik  dan tenaga kependidikan di kabupaten Pangandaran.

Sementara menurut salah seorang anggota FK- PKBM, Cucun Ruhyat, S. Pd,i  di Kabupaten Pangandaran mempunyai 12 PKBM yang mampu  membantu masarakat guna meningkatkan standart kesetaraan sekolah dengan metode pembelejaran yang fleksibel, seperti metode  pembelajaran Luring/ tatap muka ( diskusi , tanya jawab, ceramah dan lainnya), Daring/ online ( zoom meeting, GCR, G-Form atau Whatsapp)  dan Modul. 

“Masa pembelajaran di PKBM untuk Paket B, terdiri 3 tahun dan juga  3 tahun untuk Paket C, “terang Cucun.

Hal senada dikatakan salah seorang peserta Bimtek kegiatan mengajar untuk tenaga pendidik dan kependidikan, Suryamah, menurutnya banyak sekali manfaat yang didapatkan di PKMB dengan materi dan pokok bahasan yang cangkupannnya lebih Luas. 

ketua F-PKBM Pandu Generasi Indonesia  juga menambahkan, materi pembelajaran di PKBM adalah materi umum yang bisa  meningkatkan skill sehingga mampu bersaing dengan sekolah formal.  

(penulis: Pujianti, S.S, M.Pd- Guru Pengajar SD  Maruyungsari Kecamatan Padaherang)


Ayo Ikuti, Funbike Festival Sport Pangandaran 2022 Dasawarsa Milangkala Kabupaten Pangandaran Ke 10

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam memeriahkan Dasawarsa Milangkala ke 10 Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pangandaran, akan digelar Fun Bike Festival Sport Pangandaran yang merupakan kegiatan sepeda terbesar yang akan dilaksankan di Lapangan Katapang Doyong Pantai Timur pada Minggu 16 Oktober 2022.

Beberapa katagori yang diperlombakan dalam Fun Bike Festival Sport Pangandaran ini, diantaranya sepeda santai, jalan santai, senam sehat dan pentas budaya.

Lomba sepeda ini diinisiasi mantan atlit MTB XC Indonesia juara SEA Games asal Pangandaran Kusmawati Yazid, sementara untuk harga tiket peserta cukup mengeluarkan Rp 65 ribu sekaligus  mendapatkan kaos, kupon dan produk merchandise lainnya.

Selain Kegiatan tersebut, dalam meriahkan Milangkala Kabupaten Pangandaran yang ke 10 ini panitia menyediakan banyak hadiah menarik dari mulai perabot dapur, sepeda, motor hingga gratis pergi umroh.

Kepada awak media, Kusmawati mengajak masyarakat untuk mensukseskan serta mengikuti acara ini, sambil dengan berolahraga peserta juga dapat hadiah.

“Ayo ikuti kesempatan yang baik ini untuk ajang silaturahmi dan piknik ke pantai pangandaran bersama-sama, dan Fun Bike Festival Sport Pangandaran ini dibuka untuk umum baik secara regional maupun nasional, “ujar Kus, sapaan akrabnya.(11/10)

Sementara Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pangandaran Ida Nurlaela Wiradinata mengatakan, Fun Bike Festival Sport Pangandaran ini bukan hanya bisa mengambil hadiahnya tetapi sehatnya, karena even ini juga bisa menjadi ajang sehat bersama seluruh warga Pangandaran.

Ida berharap agar warga Pangandaran bisa ikut andil mengikuti, baik lomba bersepeda jalan santai atau menyaksikan pentas budaya. 

"Mari kita sambut dan bergembira peringatan HUT Pangandaran dengan penuh keceriaan," ujar Ida. (PNews)



SDN Manggungsari Rajapolah Kini Miliki Ruang Perpustakaan Baru dan 2 WC di Lingkungan Sekolah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Manggungsari Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Siti Romlah Spd, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, menyampaikan terimakasih kepada Pemeritah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang telah memberikan sarana prasarana bangunan Perpustakaan dan 2 WC di SDN Manggungsari.

Ucu mengatakan, pembangunan perpusatakaan dan WC ini sekarang dalam tahap pengerjaan dan  sudah 85 persen tahap pengerjaan.

Dengan adanya ruang baru perpustakaan ini, kata Ucu, para siswa yang berjumlah 143 tentu dapat meningkat semangat membaca di luar mata pelajaran pokok dan dapat meningkatkan prestasi dalam belajar.

“Dan juga dengan adanya WC di sekolah tentu siswa pun bisa meningkatkan kebersihan yang nantinya  bisa dibawa ke lingkungan tempat mereka berada, “ujar Cucu.(11/10)

Hal senada disampaikan ketua Kelompok Masyarakat (pokmas), Tony, pihaknya bersukur dengan kerjasama antara pihak sekolah dan pokmas pengerjaan pembangunan ini sudah hampir selesdai.

Yang mengerjakan bangunan ini pun, ungkap Toni, sengaja direkrut dari warga sekitar sekolah yang memiliki keahlian di bidang bangunan.

“Tujuannya tentu agar ada rasa saling memiliki demi kemajuan pendidikan, dan pengerjaannya pun kami kerjakan sesuai RAB yang telah di tentukan bersama, “ucapnya. (anwarwaluyo)


Pada BBGRM tahun 2022, Wabup Ciamis Buka Gelaran Produk Unggulan Desa Se- Kabupaten

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS –Bertempat di halaman Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra membuka secara resmi Gelaran Produk Unggulan Desa Se- Kabupaten Ciamis. Acara ini dilaksanakan dalam acara puncak penilaian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kabupaten Ciamis tahun 2022. (11/10)

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Banjar, Yang Mewakili Kepala Daerah Kabupaten Tasik, Kota Tasik, Kabupaten Majalengka Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran serta instansi daerah baik Kabupaten maupun Provinsi.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Ciamis menyampaikan, gelaran produk ini merupakan merupakan program akselerasi antara pemerintah Provinsi Jabar dengan Pemkab Ciamis.

Wabup juga berharap agar gelar produk ini tidak dijadikan tujuan utama, sebab sasaran utamanya adalah bagaimana masyarakat dapat hidup dengan potensi ekonomi yang ada di desa masing-masing.

“Sebagian besar masyarakat Ciamis hidup di desa dengan sumber daya alam yang melimpah sehingga tinggal bagaimana keinginan masyarakat untuk menggali potensi yang ada ini, “ungkap wabup.

Dijelaskan wabup menjelaskan, maju tidaknya suatu desa tergantung ada tidaknya inovasi dari pemimpinnya, dan kunci kesuksesan desa adalah bagaimana cara pemimpin dalam melakukan tata kelola desanya tentunya hal ini disesuaikan dengan unggulan desanya masing-masing.

Wabup berpesan agar para kepala desa selalu melakukan inovasi dalam membangun desanya masing-masing.

“Paling tidak ada 5 hal yang harus digarisbawahi dan diperhatikan dalam membangun perekonomian desa, “jelas wabup.

Kelima hal tersebut, kata wabup, diantaranya pembangunan infrastruktur yang baik, menggali potensi desa, mempersiapkan SDM yang berdaya saing, pemanfaatan teknologi dan terakhir membuat program yang berkelanjutan.

“Tapi sayang kebanyakan kita salah langkah dengan membuat program sebagai langkah utamanya, tanpa melihat potensi terlebih dahulu, “imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut wabup juga berkesempatan menyerahkan penghargaan kepada 27 desa peserta terbaik BBGRM Tingkat Kecamatan di Kabupaten Ciamis, diantaranya kepada Desa Jalatrang (juara 1), Desa Margajaya (Juara 2) dan Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Banyak menampilkan produk makanan olahan kerajinan tangan, seperti  kopi, kripik ubi dan lainnya. (anwarwaluyo)


Terkait Sejumlah Komentar Penyelenggaraan Pan Asia Hash, Ini Tanggapan Ketua LPNU Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Menanggapi berbagai komentar terkait penyelenggaraan Pan Asia Hash, Ketua LPNU Kabupaten Pangandaran, Iwan Sofa menyampaikan, selaku muslim ia setuju jika alkohol itu haram dan sepakat kalau seluruh masyarakat muslim perlu membentengi dari bahaya alkohol. 

Namun, kata Iwan, dalam konteks bernegara dalam bingkai NKRI tentunya dengan perbedaan agama didalamnya memerlukan jiwa toleran dalam menghadapi berbagai persoalan dan saling memberikan ruang satu sama lain. 

“Tidak semua agama mengharamkan alkohol, maka sudah sewajarnya pemerintah memberikan ruang dengan tanpa mendiskreditkan kelompok atau agama yang lain, “ujar Iwan kepada PNews, lewat sambungan teleponnya.(09/10)

Event Pan Asia Hash (PAH) adalah even yang melibatkan warga dari puluhan negara dengan perbedaan agama didalamnya, dan terkait dengan adanya salah satu rangkaian acara yang diperdebatkan masyarakat, sejauh yang ia ketahui kegiatan tersebut digelar dengan konsep privat, jauh dari penduduk, bukan di area publik dan dengan pengamanan area sedemikian rupa sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat secara umum dan hanya dihadiri oleh peserta yang sudah ditentukan sebelumnya. Dan karena ini hanya untuk komunitas peserta PAH saja maka dalam kegiatannya pun tidak sembarang orang bisa datang dan tempat penyelenggaraannya pun terlokalisir hanya di sekitar area Allur Villa saja, walau ada kegiatan di tempat tersebut, seperti di obyek wisata Karangnini, Karapyak, Cagaralam dan Green Canyon, ini hanya untuk kegiatan olahraga seperti long run dan soft run.

Sebagai kabupaten yang mempunyai visi pariwisata, lanjut Iwan, tentu pemda sudah sewajarnya hadir untuk mensukseskan acara tersebut dengan tujuan mempromosikan pariwisata kepada dunia. sekitar 4000 peserta yang berasal dari 30 negara selain akan berdampak manfaatnya secara langsung kepada para pelaku pariwisata dan berbagai penyedia jasa didalamnya seperti perhotelan, rumah makan, para pedagang, tour guide dan sebagainya.

“Dan saya sendiri sebagai pelaku usaha wisata,  pengelola rumah makan, secara langsung dapat merasakan itu semua, “terangnya.

Iwan menyebut, kegiatan seperti ini juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran melalui  pajak dan retribusi yang secara langsung maupun tidak akan berpengaruh kepada kesejahteraan masyarakat.

Dalam situasi saat ini dimana ekonomi dunia sedang tidak stabil dan berdapak pada melemahnya perekonomian dan daya beli masyarakat termasuk di sektor pariwisata, maka menurut Iwan, kegiatan seperti ini diharapkan akan sangat berpengaruh kepada ekonomi masyarakat di Kabupaten Pangandaran.

“Bukan itu saja, ada yang bisa dirasakan langsung masyarakat. Jika diasumsikan seorang peserta PAH membelanjakan uangnya minimal Rp 200 ribu per hari, berapa jika dikalikan selama 3 hari dan berapa jika dikalikan 4000 jumlah wisatawan yang tergabung dalam komunitas PAH ini, “pungkasnya. 

Sementara hasil penelusuran PNews di lapangan, Pan Asia Hash merupakan kegiatan sebuah komunitas yang ada di sejumlah negara yang bersipat untuk menciptakan kegembiraan dan kesenangan seluruh anggota komunitas, sehingga kegiatannya pun bersipat privasi hanya untuk anggota saja.

Tidak hanya itu, peserta yang datang pun sudah melalui skrening harus berusia diatas 20 tahun, sehingga kegiatan PAH ini pun hanya diikuti usia rata-rata di atas 40 tahun.

Karena ini hanya untuk komunitas, maka dalam kegiatannya pun tidak sembarang orang bisa datang. Sehingga tempat penyelenggaraannya pun terlokalisir hanya di sekitar area Allur Villa saja, walau ada kegiatan di tempat tersebut, seperti di obyek wisata Karangnini, Karapyak, Cagaralam dan Green Canyon, ini hanya untuk kegiatan olahraga seperti long run dan soft run.

Sementara kegiatan yang sipatnya "hura-hura" atau pesta, ini hanya dilaksanakan di seputar Allur Villa dan hanya diikuti para peserta saja. Masyarakat umum  tidak diperbolehkan masuk kawasan kegiatan Pan Asia Hash, karena seluruh kegiatan ini untuk dan dilakukan hanya oleh komunitas saja.

Sementara Pemkab Pangandaran secara langsung tidak khusus ada dalam kegitan ini karena Kegiatan PAH ini masuk dalam rangkaian Dasa Warsa Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10. Dalam penyelenggaraan PAH ini Pemda hanya memberikan pasilitas keamanan, kebersihan, pengaturan kendaraan dan pasilitas tempat untuk lokasi kegiatan olahraga, long run dan soft run.

Pemkab Pangandaran juga tidak mengeluarkan anggaran khusus untuk kegiatan PAH ini, karena seluruh biaya penyelenggaraan ini dibiayai oleh perusahaan grand pangandaran sebagai inisiator PAH. (hiek) 


Bupati Pangandaran Resmi tutup Pan Asia Hash Ke 8, Johor Malaysia Terpilih Jadi Tuan Rumah PAH Tahun 2024

PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata tadi malam sekitar jam 20.00 WIB resmi menutup Pan Asia Hash (PAH) ke 8 tahun 2022, bertempat di kawasan Allur Villa.(09/10)

dalam sambutannya di depan seluruh peserta PAH, bupati menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta Pan Asia Hash yang begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh suka cita dan senang.

"Inilah rumah kami Pangandaran, kami berharap mudah-mudahan anda sekalian bisa datang kembali ke Pangandaran, " ucap bupati.

Bupati mengatakan dan berharap peserta PAH mengabarkan tentang keadaan pariwisata dan keindahan alam Pangandaran kepada teman dan keluarga di negaranya masing-masing, serta mengajak untuk berlibur ke Pangandaran.

Keindahan obyek wisata yang ada di Pangandaran bukan hanya wisata pantai saja, namun kata bupati, banyak destinasi wisata lainnya yang bisa dikunjungi. Begitu juga dengan wisata kulinernya, di Pangandaran tersedia aneka kudapan khas Pangandaran.

Bupati menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran berharap dari para peserta Pan Asia Hash ini juga bisa berinvestasi di Pangandaran, seperti yang dilakukan Grand Pangandaran. 

“Ayo berinvestasi di Pangandaran, baik melalui sektor usaha wisata, UMKM dan sektor lainnya, “ujar bupati.

Sala seorang Panitia Penyelenggara Pan Asia Hash dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Pemda dan khususnya masyarakat Pangandaran, karena dengan keramahan masyarakat ini seluruh peserta PAH merasa nyaman, senang dan menikmati dalam setiap rangkaian kegiatan khusunya pada acara Long Run dan Soft Run yang dilaksanakan di beberapa titik obyek wisata, seperti Pantai Karapyak, Karangnini, Cagar Alam dan Green Canyon.

“Kami sangat berterimaksih pada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah yang telah membantu kelancaran Pan Asia Hash ke 8 tahun 2022 di Pangandaran, “ucapnya.

Sementara setelah dilakukan musawarah oleh seluruh anggota komunitas, Johor Malaysia terpilih menjadi tuan rumah Pan Asia Hash yang akan digelar tahun 2024 mendatang.

"selamat jalan, kita bertemu lagi pada Pan Asia Hash ke 9 tahun 2024 di Johor Malaysia, " imbuhnya. (PNews)


Kadis Kesehatan Pangandaran Angkat Bicara Terkait Suara Musik Senam Yang Gangu Kenyaman Pasien di Puskesmas Kalipucang

Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran, Yadi Sukmayadi
PANGANDARANNEWS.COM – Terkait kegiatan senam di halaman Gedung Puskesmas Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran yang sempat membuat keluhan sejumlah pasien seperti diberitakan PNews sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, S.Kep.,MM melalui saluran teleponnya menanggapi, pihaknya sangat setuju bila kepala Puskesmas Kalipucang berjanji akan mengevalusi dengan mengecilkan volume/suara music senam yang selalu dilaksanakan setiap hari jumat.

“Saya kira keputusan itu sangat bijak, “ungkap Yadi.(07/10)

Yadi juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang sudah menyampaikan keluhanya dan tentunya ini menjadi koreksi buat Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas Kalipucang untuk perbaikan kedepanya.

Kegiatan senam pagi di hari jumat, kata Yadi, sudah menjadi kegiatan rutin yang selalu dilakukan di setip Puskesmas karena selain mbisa menyehatkan tubuh senam ini juga merupakan bagian dari kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Karena senam pagi ini juga merupakan bagian kegiatan olahraga yang bermanfaat untuk tubuh manusia.

Yadi juga memastikan untuk kedepanya kegiatan senam atau olahraga lainnya tidak akan akan menganggu kenyamanan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan., dan ia pun akan memastikan dan menyampaikan keluhan dari masyarakat ini kepada Kepala Kepala BLUD Puskesmas Kalipucang supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"saya akan sampaikan kepada Kepala Puskesmas Kalipucang agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, "ucapnya. 

Tidak lupa Yadi menyampaikan terimakasih kepada media yang telah membantu dinas kesehatan supaya semakin baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

"Saya sangat berterimakasih pada rekan-rekan wartawan yang sudah menjadi mitra yang baik, yang selalu memberikan support agar kami terus berupaya semakin baik lagi dan lebih baik lagi, " pungkasnya. (bill)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN