Pada Rapat Paripurna DPRD, Bupati Pangandaran Jelaskan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam rapat Paripurna DPRD yang dihadiri Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. H. Kusdiana, MM, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran serta Pejabat Lingkup Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menjelaskan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022, bertempat di Aula Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran.(05/08)

Bupati mengatakan, berdasarkan ketentuan Pasal 199 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah maka untuk memenuhi ketentuan dimaksud pihaknya menyampaikan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022. Penyusunan rancangan perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022 ini merupakan salah satu kerangka kebijakan publik yang senantiasa diupayakan keselarasan demi persatuan antara kebijakan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Dan Pemkab Pangandaran terus berupaya memenuhi ketentuan tersebut termasuk di dalamnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022.

“Dan kami fokuskan perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022 untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah serta memenuhi keselarasan rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022, “kata bupati.

KUA dan PPAS Perubahan Tahun 2022, lanjut bupati, substansinya difokuskan untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dalam menjawab isu-isu strategis dan memenuhi keselarasan antara rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022 yang mengusung tema cepat pemulihan ekonomi dan evaluasi struktural berdasarkan visi Kabupaten Pangandaran yaitu Pangandaran Juara Wisata Berkelas Dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa.

Bupati juga menegaskan, proses pembahasan Perubahan KUA dan PPAS harus disusun dengan hati-hati dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pangandaran 

Bupati berharap mudah-mudahan rapat kinerja ini dapat dijadikan momentum kesatuan tekad dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pangandaran sehingga proses pembahasan perubahan KUA Tahun 2022 berjalan tepat waktu, dan KUA dan PPAS Tahun 2022 disusun dengan hati-hati karena   dampak covid-19 beberapa tahun lalu sangat berpengaruh terhadap kemampuan keuangan daerah. Dan 

Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022 diharapkan melahirkan sinergisitas bersama yang akan dapat meningkatkan perubahan yang lebih baik. 

“Kami berharap sinergisitas seluruh fraksi, DPRD Kabupaten Pangandaran mampu akan meningkatkan rangcangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022 yang lebih baik lagi,” pungkas bupati. (PNews)


Melalui Perda Pengelolaan dan Penyelelenggaraan TPI, Pemkab Pangandaran Atur Transaksi Hasil Tangkapan Laut

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM – DPRD Kabupaten Pangandran sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Dan Penyelelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). 

Seperti disampaiakn Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, saat ini draft Perda Pengelolaan Dan Penyelelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan TPI tersebut akan dievaluasi Gubernur awa Barat dan selanjutnya dievaluasi serta diberikan nomor registrasi dari Pemprov Jabar. Dan untuk tahapan selanjutnya setelah mendapat penomoran segera diundangkan setealah ditandatangani unsur pimpinan pemerintah daerah.

“Kami berharap Perda ini akan mampu mencegah kebocoran Penghasilan Asli Daerah khususnya dari retribusi hasil tangkapan laut, “tegas Asep. (05/08)

Dijelaskan Asep, sebelum Perda ini diimplementasikan Pemerintah Daerah melalui DKPKP akan melakukan pendekatan ke bakul (pedagang) dan nelayan untuk mensosialisasikan subtansi Perda, salah satunya dalam perda tersebut diatur transaksi di TPI khususnya sanksi bagi pelanggar. Jadi siapa saja yang bertransaksi diluar TPI ini bisa kena sanksi, dan sanksi itu akan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) termasuk teknis pelaksanaanya.

"Perda ini dikeluarkan tentunya demi kebaikan semuanya baik itu nelayan, bakul ikan dan juga pemerinatah, "imbuhnya.

Asep menambahkan, bertransaksi di luar TPI ini jelas merugikan karena jika transaksi di TPI penawaran bisa mencapai harga tertinggi dan tentu ada pemasukan ke kas daerah (PAD) yang tercatat jelas.

Dan apabila Perda bisa diimplementasikan dengan baik tentu semuanya akanlebih tertib, dan jumlah transaksi serta produksi perikanan laut Pangandaran pun akan tercatat di sana.

Biasanya, masih kata Asep, retribusi yang masuk ke kas daerah dari transaksi di TPI bisa mencapai 3,5 persen dengan rincian 1,5 persen untuk bagi hasil dan 2 persen murni di kas daerah. 

"Sanksi bagi pelanggar akan dikenakan sanksi kurungan 3 bulan maksimal dan denda maksimal 50 juta maksimal,"jelas Asep. (PNews)


Aam Rohamah Kembali Terpilih Menjadi Ketua Kwarran Kecamatan Sukaresik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dengan diikuti seluruh anggota, beberapa hari lalu Camat Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, Nurcahyo melantik Hj Aam Rohimah, S.Pd Ketua Kwarran Pramuka, bertempat di aula kantor kecamatan.((11/08)

Di depan seluruh pramuka yang hadir, Nurcahyo (Mabiran Sukaresik) menyampaikan, terpilihnya lagi Hj Aam Rohimah menjadi ketua kwarran, berharap pendidikan khususnya kepramukaan di Kecamatan Sukaresik bisa lebik lagi.

“Kami berharap kegiatan pramukaan di Kecamatan Sukaresik ini lebih maju dari tahun kemarin dan lebih berprestasi, “ucap Nurcahyo.

Sementara usai dilantik, Hj Aam Rohamah menuturkan, kegiatan Pramuka di Kecamatan Sukaresik ini selalu berjalan dan mendapatkan prestasi, dan ini berkat kekompakan semua .

Dan mudah-mudahan, kata Aam, kedepannya kepramukaan di Sukaresik ini semakin lebih maju lagi dan tentu kekompakan semua pihak.

“Ayo tingkat prestasi  di berbagai sektor pendidikan, khusus  bidang kreativitas pramuka, “ujarnya. (anwarwaluyo)


Di Tangan Uyung Pengrajin Asal Sodonghilir, Janur Kelapa Bisa Jadi Kerajinan Topi Cantik dan Unik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Seorang pengrajin pembuat topi dari bahan daun kelapa, Uyung, warga Dusun Cipaseh Desa Raksjaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, dengan keterampilannya berhasil membuat kreasi unik bermacam-macam topi. Topi buatannya ini banyak digenari masyarakat karena bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti ke ladang, kebun bahkan untuk bergaya.

Saat ditemui di rumahnya kepada PNews Uyung menuturkan, topi buatanya ini berbahan baku daun kelapa muda (janur) yang teksturnya karena janur ini tidak keras sehingga mudah untuk dianyam dan  dibentuk.

Dengan mengunakan pisau janur dipotong atau dibelah dua bagian kemudian pelepah dibuat tipis agar lebih mudah saat dibentuk lingkaran sesuai dengan ukuran kepala, lalu potong dan ikat dengan tali, 

“Kemudian daun kelapa tersebut dianyam, satu pelepah daun kelapa bisa untuk satu buah topi, “terang Uyung.(09/08)

Uyung mengatakan, topi buatannya ini selain sering diikutsertakan dalam pameran-pameran di Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya juga akan digunakan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan 17 Agustus yang ke 77. 

Selain membuat topi Uyung juga dikenal sebagai pengrajin peralatan dapur seperti asepan (alat untuk memasak nasi) dan kerajinan anyaman lainnya. (anwarwaluyo)


Nelayan Pangandaran Gaet Panopang Gelar Hajat Laut tanggal 11-12 Agustus 2022

PANGANDARANNEWS.COM – Sejatinya Hajat Laut merupakan wujud rasa sukur para nelayan atas rizki yang selama ini diperoleh dari hasil tangkapan ikan di laut. Namun sejalan dengan perjalanan waktu di Kabupaten Pangandaran kini tak hanya nelayan yang mengantungkan usahanya di laut karena baik langsung atua tidak masyarakat yang bermukim di sekitar pantai juga bisa turut merasakan limpahan rejeki dampak dari anugerah Tuhan dengan memberikan alam indah pantai yang telah menjadikan Pangandaran sebagai destinasi (tujuan) wisata baik domestik atau mancanegara.

Bermacam-macam usaha selain nelayan, sebut saja hotel, restoran, pedagang ikan/asin, pedagang makanan, penyewaan sepeda, motor dan masih banyak lagi usaha yang semuanya bersumber dari keberadaan laut, dan di Pangandaran laut (pantai) malah menjadi sektor usaha andalan dalam peningkatan roda ekonomi masyarakat.

Demikan disampaikan kordinator acara Paguyuban Nonoman Pangandaran (Panopang), Edi Rusmiadi, salah seorang pengagas acara hajat laut di Pangandaran kepada PNews saat bincang-bincang di teras rumahnya di jalan Kidang Pananjung.(08/08)

Menurut Edi, hajat laut merupakan tradisi para nelayan dalam rangka mewujudkan rasa sukur atas limpahan rejeki yang mereka terima dan ini sudah dilakukan turun temurun entah sejak kapan.

Kegiatan hajat laut ini kata Edi sudah menjadi sebuah adat/budaya dan tradisi ini akan jadi budaya selama kebiasaan (pemahaman, perilaku, dan kegiatan) tersebut terus dijalankan. Upaya dalam pelestarian budaya diantaranya harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku dari tradisi itu sendiri sesuai dengan proporsinya dan sejalan dengan perjalanan waktu tradisi ini tentu dapat dikembangkan dengan kemasan serta sentuhan seni dan kreatifitas agar memiliki daya Tarik juga mempunyai nilai jual tentu dengan tidak meninggalkan pakem (ketentuan) yang sudah menjadi ciri khasnya.

“Kami berkeyakinan langkah-langkah ini dapat mencapai tujuan dengan apa yang dimaksudkan dalam selogan melestarikan budaya bangsa, “ucap Edi.

Edi Rusmiadi
Pelestarian sebuah budaya, menurutnya, berawal dari sebuah tradisi dan tradisi itu sendiri merupakan kebiasaan yang ada di nasyarakat yang sudah dilakukan secara turun temurun, baik itu berupa pemahaman, prilaku maupun tradisi. Dan di Pangandaran ada sebuah prilaku untuk menunjukan rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam yang sudah memberikan berkah dalam kehidupan dengan adanya rezeki hasil laut, perilaku tersebut diwujudkan mereka namakan hajat laut yang rutin dilakukan sekali dalam setahun yakni setiap hari Jum'at Kliwon pada Muharram. 

Edi juga memaparkan, hajat iaut merupakan sebuah ritual yang dipimpin oleh beberapa sesepuh adat yang dipercaya dan dianggap mampu dengan rangkaian kegiatan utamanya yaitu membuat Dondang (keranda) sebagai tempat menyimpan berbagai macam sesaji. Kemudian ada ijab Dongdang, Kemitan Dongdang dan larung Dongdang. 

“Kegiatan entah sejak kapan dimulainya karena sudah berjalan secara turun-temurun serta pemahaman terhadap hal itu pun masih ada di masyarakat sampai saat ini, “papar Edi.

Edi mengatakan, hampir di semua tempat daerah pesisir yang ada di kehidupan nelayannya mempunyai tradisi yang sama walaupun nama, pemahaman masalah, waktu dan bentuk kegiatannya berbeda-beda. Dan tentu ini merupakan khazanah kekayaan budaya masyarakat pesisir.

Edi juga menyebut, melalui hajat laut bertujuan menggali kembali tradisi yang sudah ada di masyarakat serta memperkenalkan tradisi leluhurnya kepada generasi dengan harapan tradisi tersebut tetap terjaga dan lestari serta merupakan momen yang baik untuk menjadi media silaturahmi antar warga masyarakat untuk tetap menumbuhkan kebersamaan, keakraban, kekompakan, kekeluargaan dan kegotong-royongaan (kaguyuban) yang menjadi manipestasi dari sebuah kearifan lokal.

“Dan Insaalloh hajat laut Pangandaran tahun ini akan dilaksanakan tanggal 11-12 agustus berlokasi di pantai barat, “terangnya. (PNews)

ini susunan acara Hajat Laut Pangandaran




Untuk Pembayaran Tunjangan Perangkat Desa, Bupati Pangandaran Relakan Gaji dan Tunjangannya Diberikan

PANGANDARANNEWS.COM – Mengetahui kondisi keuangan pemda saat ini yang tengah morat marit, beberapa hari lalu Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, ia memepersilahkan tunjangan gajinya sebagai kepala daerah dibayarkan untuk tunjangan para perangkat desa.

Jeje mengatakan, tidak akan mempermasalahkan apabila tunjangan gaji saya digunakan untuk pembayaran perangkat desa, malah jika perlu gaji saya sebesar Rp5 juta per bulan jangan dulu dicairkan.

“Dan saya pun tidak akan mempersoalkan walau nantinya gaji bupati harus dibayar 4 bulan sekali,  “tegasnya.(05/08)

Dan ia juga mempersilahkan uang tunjangannya sebesar Rp22 juta per bulan untuk mebayar perangkat desa jika memang ada antrean pembayaran, karena memang peran perangkat desa sangat diunggulkan dalam pola pemerintahan di Pangandaran, dan dirinya ingin daerahnya berbeda dari yang lain.

Jeje menambahkan, jika di kabupaten-kota lain tidak ada tunjangan, beda dengan di Kabupaten Pangandaran karena tunjangan perangkat desa ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbub), apalagi saat ini Pemkab Pangandaran berkeinginan agar peran desa lebih dikuatkan lagi baik dalam pembangunan infrastruktur, ekonomi hingga secara kelembagaan desa.

Secara terpisah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pangandaran Hendar Suhendar menjelaskan, kebutuhan untuk pembayaran tunjangan perangkat desa mencapai Rp1,7 miliar/bulan, dan jika bupati memberikan uang tunjangannya untuk membayar perangkat desa dalam sebulan tidak akan cukup karena hanya Rp22 juta saja.

Hendar membenarkan, selama ini tunjangan yang dibayarkan pada perangkat desa merupakan kebijakan bupati dalam rangka menambah penghasilan para perangkat desa.

Dan Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) bupati berkeinginan ada sesuatu yang lain salahsatunya meningkatkan kesejahteraan perangkat desa. 

“Pemberian tunjangan ini tentu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,”kata hendar. (PNews)


Kedatangan 185 Jemaah Haji Asal Kabupaten Pangandaran Tepat Sesuai Rencana

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradnata bersama Wakil Bupati Pangandaran H Ujang Endin Indrawan menyambut kedatangan jemaah haji dari tanah suci asal Kabupaten Pangandaran, bertempat di Bumi Perkemahan Lokabina Pamugaran.(08/08).

Selain bupati dan  wakil bupati, kedatang para Jemaah haji ini disambut Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin H.M.M, Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat, S.H., S.IK., Ketua TTP PKK Kab. Pangandaran Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rida Nirwana Kristiana, S.Sos., Kepala Kemenag Kabupaten Pangandaran Dr. H. Supriana, M.Pd.

Di depan para jemaaah, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan selamat atas kembalinya jemaah haji ke Tanah Air, ini sebuah momen bahagia, atas nama pemerintah dan seluruh penyelenggara mengucapkan selamat datang kepada ibu haji bapak haji di Kabupaten Pangandaran.

Alhamdulillah selama proses pemberangkatan dan penjemputan saat ini semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun, berangkat utuh pulangpun utuh dan tes PCR negatif semua,”kata Jeje.

Jeje mengatakan, tahun ini  jemaah haji asal Kabupaten Pangandaran berjumlah 185 orang, yang terdiri dari 106 perempuan dan 79 laki-laki dan kembali dengan jumlah yang sama dalam keadaan sehat, walaupun ada satu orang jemaah yang harus dirawat di RSUD Pandega arena menderita penyakit diabetes.

Mudah-mudahan, ucap Jeje, semua diberikan kekuatan dan kesehatan untuk pengabdian pada Allah SWT, dan juga mohon maaf apabila sejak manasik, pemberangkatan dan penjemputan ada kekurangan.

InsyaAllah untuk ke depannya akan terus kita perbaiki,”imbuhnya.

Sementara salah seorang jemaah haji asal Desa Ciparakanmanggu, Sunarti (55 th) yang berangkat dengan suaminya, merasa bersukur dapat berkumpul kembali dengan keluarga serta memberikan apresiasi terkait pelayanan pemda sejak keberangkatan hingga penjemputan kemabli.

Alhamdulillah saya bersyukur karena pelayanan kepada seluruh jemaah sangat baik, dari sejak pemberangkan hingga sekarang kembali ke kampong halaman, “ujarnya. (PNews)


Imas Yuniar Atlit Kabupaten Pangandaran Berhasil Raih 4 Medali di Asean Paragames 2022

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang atlit asal Kabupaten Pangandaran, Imas Yuniar (22) berhasil membawa pulang empat medali, dua medali dan dua medali perak dari cabang olah raga tenis meja dari 

cabang olahraga tenis meja di kelas Single Putri di kelas T9, Double Putri, Double Mix dan Tim T9-T10 Putri (beregu) di Asean Paragames (APG) tahun 2022 yang digelar di Solo mulai 30 Juni sampai 6 Agustus. APG ini menjadi kali pertama pesta olahraga bagi atlet disabilitas di Asia Tenggara itu diselenggarakan kembali setelah lima tahun vakum. 

Kepada PNews Imas menuturkan, sebelum tampil ajang olahraga paralimpik paling bergensi di Asia Tenggara itu, Imas menjalani karantina selama delapan bulan. Selama dalam proses karantina tersebut  fisik dan mentalnya digembleng, setiap hari latihan dan main.

“Pada awalnya saya merasa minder mengiktui ajang ini, namun lama-lama kegugupan ini berhasil saya atasi, “ ujar Imas, saat ditemui usai diterima Pemda Kabupaten Pangandaran bertempat di Taman Paamprokan. (08/08)

Saat ini Imas tinggal bersama ketua NPCI Pangandaran, Wahyu di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran karena kedua orangtua cerai, ibu kerja sebagai TKW di Arab dan bapak kerja di Jakarta.

Ia mengaku pertama kali menyenangi olahraga tenis meja ini saat ia duduk di bangku SMKN 1 Buahdua,  setelah itu ia pun sering mengikuti perlombaan untuk atlet disabiltias dari tingkat daerah hingga nasional hingga akhirnya terpilih mewakili Indonesia di APG.

Usai meraih empat medali ini ia menagku masih tetap memupuk aharapan bisa mendapatkan panggilan negara dan berjuang di ajang internasional lainnya.

Imas juga berencana ingin membuka usaha atau berwirausaha, karena untuk kuliah ia mengaku kurang memilki biaya yang tidak kecil, kecuali ada beasiswa imas pun ingin meneruskan lagi pendidikannya.

“Hadiah yang didapat dari Asean Paragames saya akan digunakan untuk berwirausaha, "ucapnya. katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran Agus Nurdin mengatakan, saat ini pihaknya sudah siapkan anggaran Rp 100 juta untuk official dan pelatih.

Dan terkait beasiswa untuk atli beroprastasi, menurut Agus hal itu akan mengkaji apakah nantinya uang pemberian pemkab akan dibuat beasiswa semua atau dibagi dua.

“Nanti kita akan kaji dulu, “ujarnya. (PNews)


Geliat Pembangunan Desa Sukahaji Tingkatkan Pelayanan dan Peningkatan Ekonomi Warga

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat Pemerintah Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis saat ini giat melakukan peningkatan pelayanan serta meningkatkan fasilitas dengan melakukan rehab gedung kantor yang anggarannya bersumber dari APBD KabupatenCiamis.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sukahaji, Aud Suryana, S,Pd, pihaknya ingin memeberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat serta memberikan kenyamanan dan keindahan kantor desa secara estetik sehingga bisa membawa perubahan dan kemajuan serta semangat untuk semua. 

Aud menyebut kini desanya lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya, dan semoga dengan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan saat ini dapat membawa kemajuan untuk desa dan masyarakatnya selearas dengan visi Desa Sukahaji.

“Insaalloh tahun depan kami pun akan membangun gedung serbaguna serta melakukan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi, “ucapnya.(05/08)

Dengan dibangunnya gedung serbaguna, kat Aud, nantinya bisa digunakan masyarakat untuk resepsi hajatan atau Kegiatan Karangtaruna, dan dari semuanya ini tentu tujuannya untuk membawa Desa Sukahaji lebih maju serta bisa mensejahterakan masyarakat. 

“Selain membangun infrastruktur kami juga terus menignkatkan roda perekonomian warga, “imbuhnya. (anwarwaluyo)


Warga Sindangjaya Antusias Ikuti Kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

pangandarannews.com - Tahun baru Hijriah merupakan salah satu momen besar bagi umat muslim yang selalu diperingati oleh setaip kedatangannya, karena diharapkan dengan memperingatinya bisa  meningkatkan kualitas diri utamanya keimanan, lewat hijrah kepada pengamalan ajaran syar’i yang lebih baik.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran saat menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H bertempat di Lapang sepakbola Sindangjaya.(06/08)

Dalam peringatan tersebut, kata Roni, Pemdes bersama PHBI mengisi hari besar umat Islam ini dengan berbagai kegiatn, seperti lomba bedug yang diikuti perwakilan masing masing dusun 2 bedug sebanyak  5 dusun, kreasi santri dan santunan kepada kaum duafa.

Roni mengatakan, setiap tahun kami menggelar acara seperti ini, dan Alhamdulillah Kegiatan ini disambut warga dengan penuh antusias warga, sekitar 5 ribu warga desa ikut hadir dan menyaksikan acara muharaman ini.

“Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut HUT RI, “ucapnya.

Roni berharap kegiatan ini tentu  bisa menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyyah, semua warga menyatu dalam kegembiraan untuk merayakan tahun baru islam.

Sementara salah seorang warga, Imas mengatakan ia menyambut baik kegiatan ini dan berharap Pemdes Sindangjaya bisa terus mempertahankan kegiatan seperti ini. (TnT)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN