Permasalahan Sampah Di Kota Tasik Menjadi Tugas Bersama Antara Pemkot dan Masyarakat

Kabid LH, Ferry
pangandarannews.com/tasiknews - Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun perorangan. Permasalahan sampah harus menjadi dimulai dengan bersama-sama menjaga kebersihan, dan masyarakat juga sadar diri tidak membuang sampah sembarangan.

Demikian disampaikan  Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Ferry, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (05/08)

Menurut Ferry, pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan semua pihak terutama dalam pembagian peran dan tanggung jawab pengelolaan sampah. Dan pengelolaan sampah bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup serta menjadikan sampah sebagai sumber daya manusia.

Ia menyebutkan, kajian pemetaan yang dilakukan  Lingkungan Hidup menemukan bahwa 54 persen dari total sampah plastik masih terbuang ke lingkungan atau belum didaur ulang, dan 55 persen sampah kertas juga mengalami hal serupa.

"Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri karena sampah berada dan bersumber dari segala tempat, terutama rumah tangga, industri, pasar dan dari berbagai aktivitas manusia lainnya, "kata Ferry. 

Oleh karena itu, kata Ferry, pelibatan semua komponen masyarakat menjadi penting dan peningkatan kesadaran akan permasalahan secara terus-menerus perlu dilakukan. Dan kolaborasi UPTD Dadaha pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan rutin membersihkan sampah kompleks Dadaha kota Tasikmalayadan.

Pengelolaan sampah merupakan bagian tidak terpisahkan dari mengubah perilaku masyarakat untuk dapat hidup lebih sehat dan nyaman, dan permasalahan persampahan kota Tasikmalaya, ujar dia, ini menjadi tantangan bersama.

Secara khusus, ia pun menyoroti sampah Kota Tasikmalaya jika dikerjakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat maka permasalahan sampah ini pun akan selesai. 

“Mudahan-mudahan Kota Tasikmalaya bisa meraih adipura kota terbersih asal kita tidak saling menyalahkan, “ucap Ferry.

Ferry menambahkan, sekarang pihaknya bekerjasama dengan bank sampah agar bisa mengatasi masalah sampah sekaligus menjadikan sumber usaha dengan cara mengolah mendaur  ulang, karena sampah juga bisa menjadi pupuk organic.

“Mari kita jaga lingkungan kita karena menjaga kebersihan sebagian dari pada iman, “tegasnya.

Secara terpisah Kepala UPTD Dadaha, Dadi, mengatakan, permasalahan sampah yang ada di komplek Dadaha karena kekurangan  tenaga  kebersihan, selama ini  UPTD Dadaha hanya memiliki 10 petugas kebersihan  Tenaga Harian Lepas (THL) dengan upah Rp 50 ribu.

“Kami kekurangan tenaga kerja dan anggaran, tapi kami berusaha bekerja semaksimal mungkin agar  Dadaha bersih dan nyaman, mari kita jaga bersama-sama kebersiahan di lingkungan Dadaha ini, Ujar Dadi. (anwarwaluyo)


Jeje Wiradinata: "Indonesia Mengaji Bisa Diterapkan Jadi Pangandaran Mengaji"

pangandarannews.com – Pemerintah Daerah menyambut baik rencana diterapkannya Indonesia Mengaji di Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata saat menerima beberapa tokoh agama dan masyarakat serta melakukan audensi dari inisiator Indonesia Mengaji ini yang dipimpin Muhammad Hidayat, S.Si., Apt, serta turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Kemenag Kabupaten Pangandaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, dan tamu undangan lainnya.(02/08)

Di depan peserta audens bupati menyampaikan, Indonesia Mengaji ini tentu akan menjadi motivasi agar di Kabupaten Pangandaran juga bisa diterapkannya hal yang sama menjadi Pangandaran Mengaji. 

"Terima kasih atas kehadirannya, tentu kedatang bapa-bapa dan Ibu-ibu dari inisiator Indonesia mengaji ini bisa menjadi energy positif serta sebuah semangat agar dalam melaksanakan kehidupan beragama di Pangandaran bisa lebih baik, “ucap  bupati. (PNews)


Bantu Masyarakat Pra Sejahtera, Kodim Tasikmalaya Lakukan Penanaman Jagung di Desa Simpang

pangandarannews.com/tasiknews – Kodim 0612/Tasikmalaya melakasanakan kegiatan penanaman jagung di lahan Kelompok Tani Waluya 3 Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya di lahan seluas 1 hektar, kegiatan ini pun langsung dipimpin Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol INF Ary Sutrisno S.I.P.(03/08)

Penanaman jagung jenis Hybrida di lahan Kelompok Tani Waluya 3 tersebut merupakan sebuah agenda yang harus dilakukan secara serentak sesuai komando atas, dan untuk pelaporan kegiatan ini yang dilakukan secara serentak melalui video confrence yang dipusatkan dan dilaksanakan di wilayah Dodiklatpur Rindam III/Siliwangi tepatnya di daerah Ciuyah Pandeglang Banten, yang dipimpin langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arif Wibowo. Sementara untuk pelaksanaan Senam Andrie Wongso S3 Untuk Jaga Kebugaran.

Dalam sambutannya Dandim mengatakan, Kegiatan ini dilakukan adalah atas perintah Pangdam III/SLW Mayjen TNI Kunto Arif Wibowo, yang memerintah seluruh anggota TNI untuk melaksanakan penanaman jagung secara serentak di lahan wilayah teritorial masing masing yang di bawah Satuan Kodam III/Slw yang hasilnya nanti akan diberikan kepada masyarakat.

“Selain anggota TNI, kegiatan ini pun melibatkan seluruh masyarakat itu sendiri yang tergabung dalam kelompok Tani, mereka bersama-sama ikut membantu mensukseskan Kegiatan ini, “ ujar Dandim.

Tak hanya itu, Kegiatan penanaman jagung ini juga melibatkan pejabat terkait, diantaranya Kadis pertanian, Danramil 1215/Karangnunggal, Danramil 1217/Bantar kalong , Plt Camat Bantarkalong, Kapolsek Bantar kalong, Pasi Ter kodim 0612/Tasikmalaya, Asper Wil Tasik Selatan , Kades Desa simpang, Ketua Poktan Waluya 3 anggota Koramil Jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya serta anggota Staf Teritorial Kodim 0612/Tasikmalaya , beserta anggota kelompok Tani Waluya 3. 

“Semua bahu membahu menabur benih jagung dan menyiapkan lahannya,” terangnya

Dandim menambahkan, penanaman jagung di lahan seluas 1 H ini dilakukan dalam rangka ketahanan pangan serta bertujuannya untuk membantu masyarakat pra sejahtera serta untuk mengatasi krisis pangan. 

“Saya berharap tanaman jagung ini bisa tumbuh dengan baik sehingga hasilnya nanti bisa digunakan untuk membantu masyarakat prasejahtera, “pungkasnya. (anwarwaluyo- sumber berita: Pendim 0612/Tasikmalaya)


SRC Peduli Sesama Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Parungponteng

Pangandarannews.com/tasiknews – Musibah kebakaran yang telah menghabiskan rumah dan toko beserta isinya milik Tedi yang beralamat  di Kampung Parungponteng Desa/Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya pada jumat 29 juli 2022 lalu dimana, menjadi perhatian sendiri bagi pengusaha kelontongan yang tergabung dalam wadah paguyuban Sampurna Retail Community (SRC) Area Tasikmalaya  untuk berbagi memberikan bantuan kemanusiaan bagi rekan sesama pengusaha yang tergabung dalam paguyuban yang terdampak bencana. 

Paguyuban SRC dibawah binaan perusahaan PT HM Sampurna Area Tasikmalaya yang meliputi wilayah Kota Tasikmalaya kota, Kabupaten Tasikmalaya kabupaten, Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran telah menghimpun berbagai macam bantuan yang langsung diserahkan oleh perwakilan pengurus setiap wilayah dan PT HM Sampurna kepada korban musibah kebakaran. (04/08)

Tedi yang menjadi korban kebakaran pun tidak menyangka akan kedatangan rekan-rekan SCR serta memberikan bantuan padanya.

Tedi juga dengan penuh haru mengucapkan terimakasih atas semua bantuan yang ia terima kepada seluruh anggota SRC dan pihak Pt HM Sampurna.

“Semoga segala kebaikannya menjadi amal ibadah dan diganti dengan yang berlipat ganda oleh Alloh, “ucap Tedi. 

ucapan terima kasih juga diucapkan oleh Kundang Junaedi ketua paguyuban SRC Tenjo Laut kepada semua rekan SRC dan PT HM Sampurna yang telah membantu meringankan beban anggotanya yang terkena musibah kebakaran.

Tedi juga berharap untuk kedepannya semua pengusaha yang tergabung dalam paguyuban SRC semakin kompak dan tambah peduli pada sesama anggota dan semakin sering melaksanakan kegiatan sosial di masyarakat.

Hal senada dikatakan pengurus SRC lainnya, Kundang, pihaknya berharap panguyuban SRC bisa lebih maju, kompak dan lebih bersinergi lagi.

“Panguyuban SRC akan terus bergerak bidang sosial agar ekonomi masyarakat semakin kuat dan makmur, “kata Kundang. (anwarwaluyo)


















PAC Ansor Langkaplancar Kirim Surat Terbuka Kepada Bupati Pangandaran Tentang Kelalaian PLN

PANGANDARANNEWS.COM – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Langkaplancar melayangkan surat terbuka kepada kepada Bupati pangandaran, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran dan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena dianggap pihak PLN telah lalai memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Dalam surat tersebut disebutkan, telah terjadi kelalaian serius yang dilakukan Perusahaan listrik negara (PLN) di wilayah kabupaten pangandaran, tepatnya di Dusun Pangkalan RT 06 RW 02 Desa Pangkalan. 

Masih dalam surat tersebut, PAC Ansor Langkaplancar memberitahukan robohnya salah satu tiang listrik dan sudah hampir 1 tahun sejak tiang itu roboh dan kabelnya yang masih aktif hampir menyentuh tanah dan air kolam namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari PLN untuk memperbaiki, padahal beberapa tokoh masyarakat disekitar lokasi sudah melakukan upaya pemberitahuan kepada petugas lapangan setempat.  Jadi apa gunanya ada kepala cabang PLN di setiap kota/kabupaten jika masih kondisi pelayanan PLN masih seperti ini, atau  mungkin harus ada nyawa yang hilang terlebih dahulu. 

PAC Ansor Langkaplancar menyesalkan kelalaian PLN yang sudah lama dan masih berlangsung sampai sekarang ini karena Ini sangat bertolak belakang dengan prinsip Good Corporate Governance dan Good Corporate services  yang diusung oleh PLN. (yusupsidik)


Melalui Pelatihan, Dinakertran Pangandaran Rubah Main Set Masyarakat Agar Bisa Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri

Kadisnakertrans Pangandaran, Hj Tini Nurmasari
PANGANDARANNEWS.COM – Tergiur dengan upah kerja tinggi serta terbatasnya lapangan kerja di daerah sendiri membuat sebagian tenaga kerja yang ada di daerah memilih untuk mengadu nasib di luar daerah, sehingga terkadang peluang yang ada di daerah sendiri terkesan kurang diminati.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pangandaran, Hj Tini Nurmasari, S.Sos, MM, padahal jika dibanding atau dihitung besarnya upah kerja di kota besar harus dibarengi dengan konsekwensi biaya hidup yang juga tinggi.

“Tapi itu mungkin sudah menjadi sebuah pilihan, “ucap (02/08) 

Tini mengatakan, saat ini Pemkab Pangandaran melalui Disnakertrans mencoba merubah main set masyarakat untuk dapat meciptakan lapangan kerja sendiri dan menghasilkan. Artinya, pertanyaannya bukan kerja apa atau kerja dengan siapa, tapi ciptakan peluang kerja paling tidak untuk diri sendiri.

Seperti diketahui, kata Tini, besaran Upah Kerja Kabupaten (UMK) Pangandaran tahun 2022 berada pada kedua paling rendah, dengan nilai Sebesar Rp1.884.364,08. Mungkin dampak inilah yang menjadilan beberapa tenaga kerja yang ada di Pangandaran lebih memilih bekerja di layr daerah.

Agar masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja, imbuh, Tini, kini Disnakertrans melaksanakan latihan-latihan keterampilan yang disesuaikan dengan kultur masyarakatdan lingkungan alam yang menyediakan bahan pokok, dan diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini masyarkat mempunyai bekal keterampilan agar bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan.

“Selain itu kami juga berharap ada insvestor yang berinvestasi di Pangandaran, sehingga masyarakat bisa mendapat efek ekonomis, “tegasnya.

Sekedar diketahui, penetapan UMK Jawa Barat 2022 dilakukan melalui penerbitan Keputusan Gubernur Jabar Nomor: 561/Kep.732-Kesra/2021, yang telah ditandatangi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 30 Januari 2021 lalu.

Berikut daftar nilai UMK Jawa Barat 2022 yang berlaku di 27 kabupaten/kota, dengan urutan dari yang tertinggi hingga terendah nilainya. 

1. UMK Kota Bekasi 2022 Sebesar Rp4.816.921,17 

2. UMK Kabupaten Karawang 2022 Sebesar Rp4.798.312,00 

3. UMK Kabupaten Bekasi 2022 Sebesar Rp4.791.843,90 

4. UMK Kota Depok 2022 Sebesar Rp4.377.231,93 

5. UMK Kota Bogor 2022 Sebesar Rp4.330.249,57 

6. UMK Kabupaten Bogor 2022 Sebesar Rp4.217.206,00 

7. UMK Kabupaten Purwakarta 2022 Sebesar Rp4.173.568,61 

8. UMK Kota Bandung 2022 Sebesar Rp3.774.860,78 

9. UMK Kota Cimahi 2022 Sebesar Rp3.272.668,50 

10. UMK Kabupaten Bandung Barat 2022 Sebesar Rp3.248.283,28 

11. UMK Kabupaten Sumedang 2022 Sebesar Rp3.241.929,67 

12. UMK Kabupaten Bandung 2022 Sebesar Rp3.241.929,67 

13. UMK Kabupaten Sukabumi 2022 Sebesar Rp3.125.444,72 

14. UMK Kabupaten Subang 2022 Sebesar Rp3.064.218,08 

15. UMK Kabupaten Cianjur 2022 Sebesar Rp2.699.814,40 

16. UMK Kota Sukabumi 2022 Sebesar Rp2.562.434,01 

17. UMK Kabupaten Indramayu 2022 Sebesar Rp2.391.567,15 

18. UMK Kota Tasikmalaya 2022 Sebesar Rp2.363.389,67 

19. UMK Kabupaten Tasikmalaya 2022 Sebesar Rp2.326.772,46 

20. UMK Kota Cirebon 2022 Sebesar Rp2.304.943,51 

21. UMK Kabupaten Cirebon 2022 Sebesar Rp2.279.982,77 

22. UMK Kabupaten Majalengka 2022 Sebesar Rp2.027.619,04 

23. UMK Kabupaten Garut 2022 Sebesar Rp1.975.220,92 

24. UMK Kabupaten Kuningan 2022 Sebesar Rp1.908.102,17 

25. UMK Kabupaten Ciamis 2022 Sebesar Rp1.897.867,14 

26. UMK Kabupaten Pangandaran 2022 Sebesar Rp1.884.364,08 

27. UMK Kota Banjar 2022 Sebesar Rp1.852.099,52.

(PNews)


Jemaah Haji Asal Kabupaten Pangandaran Diperkirakan Tiba Tanggal 8 Agustus 2022

Kasi PHU Kemenag Pangandaran, Himan S
PANGANDARANNEWS.COM – Sebanyak 185 jemaah haji asal Kabupaten Pangandaran diperkirakan akan tiba di Pangandaran kembali pada tanggal 8 Agustus 2022. 

Seperti disampaikan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H Hilman Saepuloh, M.Ag, pesawat yang ditumpangi seluruh jemaah yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) 34 JKS asal Kabupaten Ciamis, Bogor dan Kabupaten Pangandaran akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 7 Agustus sekitar jam 18.30 WIB.

“Lalu seluruh Jemaah akan menuju embarkasi atau asrama haji di Bekasi untuk acara serah terima dan lain-lain, “terang Hilman.(01/08)

Setelah selesai acara di asarama haji tersebut, lanjut Hilman, dengan menggunakan bus jemaah pun akan diberangkatkan menuju kabupaten masing-masing, dan dalam perjalanan tersebut jemaah akan akan istirahat sejenak di Purwakarta.

Setelah istirahat, masih kata Hilman, perjalanan pun dilanjutkan menuju kabupaten asal jemah, dan diperkirakan untuk Jemaah asal Kabupaten Pangandaran akan melaksanakan shalat subuh di Tasikmalaya sehingga diperkirakan Jemaah akan datang ke Pangandaran tanggal 8 Agusuts sekitar pukul 8 atau 9 WIB.

“Terkait apakah jamaah akan melkaksanakan shalat subuh di Tasik atau di Pangandaran, hal itu akan kami bahas pada rapat 1-2 hari mendatang, “ucapnya.

Lokasi kedatangan Jemaah nanti, imbuh Himlan, sama saat pemberangkatan Jemaah beberapa waktu lalu, di Bumi Perkemahan kawasan pantai Pamugaran. 

Hilman juga menghimbau kepada keluarga Jemaah agar saat menjemput tidak usah ke bandara di Jakarta atau ke Asrama Haji di Bekasi, tapi keluarga bisa menjemput di lokasi kedatangan saja, di bumi perkemahan Pangandaran.(PNews)


Seniman Lokal Kecewa, Pemkab Tak Libatkan Pelaku Seni Daerah Dalam Tasikmalaya Festival 2022

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Tasikmalaya Festival 2022 yang digelar di halaman gedung Bupati Tasikmalaya selama 5 hari menyisakan kekecewaan mendalam dari para seniman lokal yang tidak bisa ikut serta perform dalam Kegiatan tersebut, kata mereka pihak penyelenggara lebih mengutamakan seniman luar daerah dibanding seniman lokal Kabupaten Tasikmalaya.

Dan sebagai bentuk kekecewaan tersebut, para seniman yang dikomandoi Agung Selaku Dewan Pembina Padepokan Rungkat Jagat Galunggung mendatangi kantor Yayasan Wakaf Pusaka Sukapura (YWPS) dengan tujuan kedatangannya ke puseur Sukapura tersebut berharap bisa  menemukan solusi, karena sejarah telah mencatat semasa Kabupaten Sukapura rakyatnya makmur dan berkeadilan sosial.

Di depan pengurus YWPS, Agung yang biasa disebut Ki Pancaroba mengungkapkan kekecewaannya karena menurutnya pemerintah telah gagal dalam mewujudkan rasa keadilan sosial khususnya dalam gelaran Tasik Festival 2022 ini.

"Bukan pesta rakyat, ini penderitaan bagi rakyat Kabupaten Tasikmalaya, bagaimana tidak,anak didik  kami yang dengan konsisten berlatih keras untuk bisa mendapatkan kesempatan perform di depan massa tidak diberikan kesempatan sama sekali,"ucap Agung. (29/07)

Agung menyebut, jika hal seperti ini dibiarkan tentu bisa mengancam keberadaan seni dan budaya lokal yang berada di Kabupaten Tasikmalaya dengan kurangnya kesempatan untuk tampil dan tentu ini ditakutkan akan mengikis semangat dan harapan para seniman muda untuk melestarikan budaya dan tradisi tersebut karena tidak adanya ruang untuk menampilkan hasil karya dari latihannya.

Ini bisa bahaya, ujar Agung, pasalnya tradisi dan budaya kearifan lokal Kabupaten Tasikmalaya bisa kehilangan identitas. Sa;ah satu contoh, siapa yang tidak mengetahui tradisi debus banten? padahal Tasikmalaya juga punya tradisi debus Silat Cimande.

“Dan sepereti diketahui di Tasikmalaya juga banyak sekali padepokan-padepokan silat, “imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut Kabag Humas YWPS, Juag Anom Fiona Callaghan M.Si menyampaikan, Pemkab  Tasikmalaya telah melakukan kesalahan fatal dengan mempublikasi HUT Kabupaten Tasikmalaya ke-390 tanpa menyertakan ikon atau hal-hal terkait ke-Sukapura-annya.

Menurut Juag Anom, Kabupaten Sukapura berdiri pada tahun 1632 sedangkan perubahan menjadi Kabupaten Tasikmalaya terjadi pada tahun 1913 pada masa kepemimpinan Kangjeng Dalem R.A.A Wiratanoeningrat.

“Ini aneh karena jika berhitung seharusnya ke-109 tahun," jelasnya.

Terkait dengan keluhan para seniman Ki Anom juga menyampaikan, Sukapura dalam hal ini YWPS terbuka bagi semua kalangan dan pihaknya pun akan mendukung apapun bentuk upaya melestarikan dan mempertahankan tradisi serta budaya lokal dengan cara mereka sendiri. (anwarwaluyo)


Peduli Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN-T IPB Lakukan Sosialisasi Bahaya serta Pegelolaan Sampah Laut di SDN 1 Legokjawa

PANGANDARANNEWS.COM – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran menyelenggarakan sosialisasi tingkat sekolah dasar mengenai bahaya sampah laut dan edukasi pemilahan sampah serta solusi untuk menguranginya bagi siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri 1 Legokjawa, dan ini menjadi salah satu kegiatan sosialisasi para peserta KKN-T.(19/07)

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dari sampah serta pengelolaan sampah yang baik, dan ini selaras visi pemerintah Kabupaten Pangandaran, menuju wisata berkelas dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa. 

Seperti diketahui, Pangandaran merupakan salah satu kabupaten yang menyajikan destinasi wisata terkenal di Provinsi Jawa Barat, dan peningkatan jumlah wisatawan di Pantai Pangandaran ternyata belum disertai dengan pengelolaan sampah yang baik sehingga menyebabkan adanya penumpukan sampah sehingga terjadi pencemaran lingkungan, penurunan estetika dan ketidaknyamanan pengunjung, sehingga sangat diperlukan edukasi sejak dini tentang nilai-nilai kebersiahan kepada anak-anak agar potensi wisata laut tetap terjaga dan lestari.

Seperti disampaikan salah seorang peserta KKN-T, Shafa Rizka Zahrani, ia memaparkan tentang marine debris (sampah laut). 

Menurut Shafa, sampah memiliki dampak negatif yang dapat merusak keindahan pantai dan merusak rantai makanan karena sampah plastik akan terurai menjadi mikroplastik dan masuk ke dalam tubuh ikan, dan ikan yang mengandung mikroplastik dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia. 

“Banyak ikan mati karena tidak sengaja memakan sampah plastik di laut, dan mirisnya ditemukan pula sampah plastik sebanyak 5,9 kg dalam perut paus yang ditangkap di Sulawesi Tenggara pada tahun 2018, ” Ujar Shafa.

Shafa juga menjelaskan, upaya pencegahan atau pengurangan sampah plastik dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan botol tumbler dan kantong belanja sendiri. Dan penggunaan botol tumbler merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik kemasan air minum yang dikonsumsi sehari-hari.

Hal senada disampaikan Anita Nurul Firdaos, menurutnya perlu dilakukan memilah jenis sampah, lama penguraian sampah dan cara pengelolaan sampah yang baik. 

Dan melalui penyampaian materi ini kepada siswa SD, kata Anita, diharapkan para siswa mampu membedakan sampah organik dan anorganik serta mengetahui perbedaan lama penguraian sampah serta cara mengelola sampah agar dihasilkan produk daur ulang dengan nilai tambah yang tinggi. 

Anita menambahkan, sampah organik seperti daun kering dan sampah rumah tangga memiliki waktu penguraian yang lebih rendah dibandingkan sampah anorganik seperti plastik, kaleng dan Styrofoam. 

“Sampah anorganik ini membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk bisa terurai, jadi jika kita membuang sampah tersebut secara sembarangan maka anak cucu kita nanti masih akan bisa merasakan dampak negatif dari sampah tersebut, ” ucap Anita.

Anita menyebut, sampah tidak hanya akan memberikan dampak negatif melainkan berdampak positif jika cara pengelolaannya tepat karena sampah organik dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos dan bahan bakar kompor berupa biogas. 

“Selain itu, daur ulang sampah anorganik dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomis tinggi seperti tas dan payung berbahan baku bungkus plastik, serta tempat sampah dari botol plastic, “imbuhnya. (kontributor PNews, Bunga)


17 Desa Di Kabupaten Pangandaran Laksanakan Pilkades Serentak Tahun ini, Berikut Daptar Kades-Kades Terpilih

Pilkades Jangraga Kec. Mangunjaya
PANGANDARANNEWS.COM – 14 dari 17 jumlah calon kepala desa yang ikut dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2022 yang digelar tanggal 28 Juli, diisi calon incumbent.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kab.Pangandaran, Wawan Kustaman, tapi ia bersukur karena selama tahapan hingga pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini berjalan lancar dan kondusip.

Wawan mengatakan, tapi ke 14 calon patahana ini kalah dari calon-calon baru, hanya 3 calon saja yang berhasil terpilih dari calon incumbent ini.

“Ketiga calon incumbent tersebut yaitu Desa Sindangwangi, Sukanagara dan Desa Cibogo, “terang Wawan.

Berikut nama kepala desa yang terpilih pada Pilkades serentak 2022; 

1. Jangraga : Feri Keptina, S.IP.

2. Pasirgeulis : Yoyo

3. Cibogo                : Karsim _(incumbent)_

4. Sindangwangi : Kursin Kusnaedi _(incumbent)_

5. Bojongsari : Yaya Setiawan

6. Paledah : Yanto

7. Sukanagara : Tarso Sutarsono _(incumbent)_

8. Kalipucang : Teguh Sugiharto 

9. Bagolo : Sutoyo 

10. Putrapinggan : Juhen

11. Purbahayu : Sarotun

12. Pagerbumi : Aripin

13. Harumandala : Jamaludin

14. Mekarwangi : Jali

15. Cimerak : Budiaman, S.Pd.I.

16 Sindangsari : Dani Herdiana

17. Legokjawa : Ahrudin

 (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN