wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

ADANG SUHERMAN, PELOPOR APPOI KAB. PANGANDARAN

   
PANGANDARAN. Fungsi pupuk untuk meningkatkan hasil dan kualitas  pertanian,  baik pupuk organik atau buatan. Saat ini  banyak petani yang menggunakan pupuk buatan (kimia), padahal ini akan berdampak terhadap  rusaknya lahan di kemudian hari.
    Untuk mencegah aga hal itu tidak terjadfi, petani sebaiknya beralih dengan mengunakan pupuk organik. Karena selain biaya rtelatif murah juga dapat memelihara unsur kesuburan (hara) tanah.
    Hal tersebut disampaikan Dadang Suherman warga Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran merupakan seorang pelopor penggunaan pupuk organik di Pangandaran, dan Ia pun tercatat sebagai ketua asosiasi pengrajin pupuk organik Indonesia (APPOI) dibawah naungan KTNA Kabupaten Pangandaran.
    Dikatakan Dadang, setiap tahunnya produksi pupuk organik yang dihasilkan oleh kelompoknya mencapai 200 ton serta memiliki prosfek besar untuk bisa memproduksi 1000 ton pertahunnya. "Jika produksi kami bisa mencaiap 1000 ton pertahun, maka kami bisa memenuhi permintaan pasar khususnya di kabupaten pangandaran. "Ungkap Dadang.
    Menurut Dadang, pembuatan pupuk organik produknya hasil dari pemanfaatan sampah organik  sekaligus ikut mensukseskan program pemerintah khususnya kabupaten Pangandaran dalam masalah penanggulangan  sampah yang diolah dengan cara  fermentasi bakteri. "Hasil demplot yang dilakukan oleh kami, dari 1 hektar sawah bisa menghasilkan 9,5 ton padi, dibanding dengan  yang memakai pupuk kimia, hanya bisa menghasilkan 4,5 ton padi per hektarnya" Imbuh Dadang. (Age/PNews)

DROPING DARI PEMPROP TIDAK SESUAI JADWAL, PENGADAAN TINTA KTP MASUK DALAM APBD PERUBAHAN

    
PANGANDARAN. Masarakat akhir-akhir ini sedang dimanjakan oleh pemerintah dalam pengurusan administrasi kependudukan. Pasalnya, dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dapat merangsang masyarakat untuk lebih tertib administrasi kependudukannya. Hal ini nampak dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatataan sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota.
    Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar saat ditemui PNews diruang kerjanya. “Sekarang masa berlaku KTP-el yang semula 5  tahun pun diubah menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP, dengan demikian penduduk tidak perlu repot-repot memperpanjang masa berlaku KTP. “Ungkap Jeje.(16/3).
    Ditambahkan Tantan, Kemudahan lainnya dalam pengurusan dokumen di Disdukcapil  berkaitan dengan penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melampaui waktu satu tahun. Semula penerbitan tersebut memerlukan penetapan Pengadilan Negeri, diubah cukup dengan Keputusan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Hal ini sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 30 April 2013. “Yang paling fenomenal adalah bunyi pasal 79A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, Pengurusan dan penerbitan Dokumen kependdudukan tidak dipungut biaya alias gratis. ”Terang Tantan.
    Di tempat terpisah, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata membenarkan hal tersebut dan berharap segala kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masarakat wajib KTP. “Saya menghimbau kepada masarakat pangandaran agar segera melengkapi dokumen kependudukannya. “Kata Jeje.(31/3)
    Jeje bersama Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang ditemui PNews di ruang kerja menambahkan, ada keunikan tersendiri mengenai KTP, kegiatan masarakat baik sosial, ekonomi atau lainnya pasti akan berhubungan dengan keterangan data diri (KTP-red). “Jadi, apa pun kegiatan masarakat sangat penting untuk mempunyai KTP. “Sambung Jeje.
    Disoal dengan pengadaan tinta untuk pencetakan KTP sekitar 3,2 milyar, Jeje mengatakan, dirinya menjabat bupati baru sekitar dua bulan lebih dan baru melakukan kunjungan ke beberapa daerah dan SKPD untuk memperoleh masukan sebagai salah satu bahan kerjanya.  “Dan saya terkejut, saat mengunjungi disdukcapil ternyata pelayanan KTP pangandaran belum terealisasi sepenuhnya. “Terang Jeje.
    Diperoleh keterangan dari Kadisdukcapil, lanjut Jeje, ternyata pengadaan tinta yang didrop dari propinsi tidak sesuai jadwal dan keinginan tiap kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Pangandaran, Sehingga Jeje pun berinisiatif untuk kebutuhan tinta tersebut dimasukan dalam APBD. “Pada APBD perubahan anggaran untuk pengadaan tinta tersebut bisa terpenuhi sehingga kita tidak menunggu droping dari propinsi lagi dan ke depan proses pembuatan KTP tidak ada lagi hambatan. “Jelas Jeje.(hiek-PNews)

KABUPATEN PANGANDARAN, DOB TERBAIK SE-INDONESIA

   
  PANGANDARAN. Satu kebanggan untuk seluruh masarakat Kabupaten Pangandaran, pasalnya, dalam penilaian Kemeterian Dalam Negeri RI, Pangandaran menjadi Daerah Otonomi baru (DOB) terbaik se-Indonesia.
Kemendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah melakukan kajian dan penilaian untuk seluruh DOB yang diketuai Kasubdit Penataan Daerah Wilayah I, Ir. Sri Wahyuni MM dalam kunjungannya ke pangandaran mengatakan, sejak dimekarkan DOB Kabupaten Pangandaran pada tahun 2012, dalam kajian hasil dari pengumpulan data yang dilakukan oleh kementerian sejak tahun 2012 hingga 2014, pangandaran menjadi Daerah Otonomi Baru terbaik sehingga pangandaran nantinya pangandaran akan dijadikan narasumber contoh DOB yang akan disiarkan oleh salah satu tv ibu kota.”8 dari 10 dari kuisioner model K,  pangandaran memang paling unggul. “Kata Sri.(30/3).
    Dikatakan Sri, dalam kunjungan ke pangandaran yang dilakukan bersama 4 orang dari Kemendagri yang dijadwalkan dari tanggal 29 maret sampai tanggal 1 april 2016, dengan tujuan mengumpulkan data-data perkembangan pangandaran sebagai DOB. “Kami akan mengumpulkan data-data terhadap 10 aspek penyelenggaraan pemda sesuai dengan Permendagri no 23 tahun 2010, tentang tata cara pelaksanaan perkembangan DOB. “Jelas Sri.
    Ditambahkan Sri, sampai saat ini, dari 10 aspek seperti pemkbentukan OPD, pengisian pesonil, pengisian keangotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pembiayaan, pengalihan asset, peralatan dan dokumen, pelaksanaan penetapan batas wilayah, dan penyediaan sarana prasarana pemerintahan sudah dilaksanakan. “1 aspek, pemindahan ibu kota tidak berlaku di Pangandaran, dua aspek lainnya seperti penyediaan sarana prasarana pemerintahan sedang dalam proses pengadaan lahan dan penyiapan RT RW sedang dalam proses di gubernur. “Kata Sri.
    Sri juga menyampaikan, setelah ada perda RT RW dan penyusunan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) harus segera diutamakan yang wajib dulu. “Janji-janji bupati terpilih pun agar dimasukan pada RPJM selama 5 tahun. “Tutur Sri.
Sementara menurut perwakilan dari pemerintah Propinsi Jawa Barat, Azis, mengatakan, terkait pembentukan SOTK di daerah otonomi baru, pihaknya sampai saat ini masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) nya. “Sedangkan untuk RT RW kami sudah melakukan akselerasi dan pada dasarnya sudah hampir selesai. “Kata Azis.
    Masih di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH.MH berharap pangandaran sampai hasil pengumpulan data terahir masih bisa menjadi DOB yang terbaik, dan tentunya bisa mewujudkan visi-misi Bupati-Wakil Bupati Pangandaran menjadi pariwisata yang mendunia yang bisa dilaksanakan dengan perkembangan kepariwisataan pangandaran yang tiap tahunnya mengalami peningkatan serta untuk RPJM pun akan segera dilaksanakan tepat waktu. “Ini akan menjadi kebanggaan seluruh masarakat pangandaran dengan menyandang DOB terbaik. “Ungkap Mahmud.
    Untuk regulasi pun, menurut Mahmud, sudah tersusun dan akan diharmonisasikan dengan regulasi pemerintah pusat.(hiek-PNews)

APBN GELONTORKAN 45 MILYAR, JALAN KALIPUCANG-PUTRAPINGGAN SEGERA DIPERBAIKI

    
PANGANDARAN. Menganggapai perihal buruknya sarana transportasi jalan antara Kalipucang-Putrapinggan dan Wonoharjo- Cikangkung yang selama ini dikeluhkan masarakat,  Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalui Kepala Dinas PU Perhubungan dan Kominfo, Drs. H. Dadang Dimyati sebagai dinas yang salah tugasnya mengurus infrastruktur tersebut  mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan nasional yang segala urusan, termasuk dalam perbaikannya dibiaya langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional ( APBN). Artinya, sebagai hak kelolanya ada di Kementerian PU. “Jadi jelas kedudukannya, seperti jalan propinsi dibiayai APBD propinsi, jalan kabupaten oleh APBD kabupaten hingga sampai ke jalan desa itu dibiayai oleh APBDes. “Terang Dadang. (30/3).
    Dadang pun memaklumi jika selama ini ada jalan rusak pasti dinasnyalah yang menjadi sasaran.  Karena ketidak tahuan masarakat pada status masing-masing jalan yang ada di pangandaran, sehingga setiap ada jalan rusak pemerintah daerah dianggap tidak tanggap, Pemkab pangandaran sendiri sekarang sedang konsentrasi pada perbaikan jalan kabupaten yang tersebar di 10 kecamatan. “Dan APBD Pangandaran pun tidak semua peruntukannya pada jalan saja,  tapi untuk sarana kesehatan, pendidikan dan lain-lainnya. “Terang Dadang lagi.
    Disoal kordinasi dengan pemerintah pusat, Dadang mengatakan, pemda pangandaran sudah menginformasikan melalui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi saat melakukan kunjungan ke pangandaran tahun lalu. Saat itu menteri Yuddy Chrisnandi menyanggupi akan menyampaikan hal tersebut ke Kemeterian PU di Jakarta. “Dan memang sudah sampai di kementerian PU, hal tersebut memang sangat penting mengingat sebentar lagi kita akan menjadi tempat dua cabang olah raga  pada kegiatan PON XIX September 2016 mendatang. “Ungkap Dadang.
    Ditambahkan Kasi Jembatan Dinas PU Perhubungan Kominfo, Anang Yogaswara, dari Kemeterian PU memang sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut sekitar 45 milyar untuk 8 km perbaikan jalan. dari info yang didapat, lelangnya pun sudah dimenangkan oleh perusahaan asal banjar. “Panjang jalan yang akan mendapat perbaikan tersebut seluruhnya ada 8 km, untuk jalur Kertahayu-Banjarsari 3 km sedangkann untuk ruas jalan Kalipucang-Putrapinggan sebesar 5 km dan pelaksanaannya Insaalloh bulan april.“Jelas Anang.
    Dikatakan Anang, untuk perbaikan ruas jalan antara Wonoharjo-Cikangkung, mudah-mudahan bisa ada dalam satu paket pada anggaran tersebut. “Sedangkan untuk jalur antara Sukaresik-Sucen-Cibenda, itu masih ada dalam pemeliharaan PT. Kalapa Satangkal yang dulu mengerjakan proyek jalan tersebut. “Terang Anang lagi. (hiek-PNews)

PENJUALAN KARCIS PACUAN KUDA KECEWAKAN DISPORA JABAR

    PANGANDARAN. Disayangkan, even nasional yang dalam anggaran pembiayaannya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah, menjadi kegiatan komersil dengan hasil dan peruntukannya yang tidak jelas.
    Demikian dikatakan beberapa anggota masarakat tentang penyelenggaraan Babak Kualifikasi (BK) Pra PON XIX tahun 2015 cabang olah raga kuda pacu yang diselenggarakan di Lapang Pacuan Kuda Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(9/1) “Saya sudah mengantongi ijin dan peruntukannya pun saya harus nombok (tambah-red). “Ungkap Ketua Pordasi Kabupaten Pangandaran, Dani Supardi.
    Jika hasil penjualan tiket tanda masuk dipakai dalam pembiayan even tersebut, lalu kemana biaya yang dikeluarkan pemerintahan digunakan ? Pasalnya, menurut informasi hasil penelusuran PNews, dari hasil penjualan karcis tersebut mendapat sekitar Rp. 130 juta, diluar karcis parkir yang hasilnya dibagi persentasenya dengan Karang Taruna Desa Legokjawa.
    Ketika dihubungi di ruang kerjanya, Kasi Pemuda dan Olah Raga Disdikbupora Kabupaten Pangandaran, Ojo Sutarjo, S.Pd mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu hal tersebut. “Saya tidak tahu tentang penjualan karcis pacuan kuda tersebut, hasilnya dan digunakan untuk apa pun saya sama sekali tidak tahu. “Terang Ojo.
    Malah, lanjut Ojo, saat ditanya oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga ( dispora) Propinsi jawa Barat pun ia hanya melaporkan apa yang diketahuinya saja. “Yang saya katakan waktu itu  ke dispora propinsi lebih bersipat teknis saja. “Kata Ojo.
    Dikatakan Ojo lagi, saat Dispora Jabar berkunjung ke lapang pacuan kuda Legokjawa untuk melihat persipan lapangan, menurut Ojo, pihak dispora mendapat laporan dari masarakat sekitar, ada penjualan karcis tanda masuk pada penonton yang ingin menyaksikan  even BK Pra PON XIX.  sehingga dispora Jabar pun menelusuri kebenaran apa yang dikatakan masarakat tersebut pada pihaknya.  “Saya hanya mengatakan, saya tidak tahu persis tapi menurut yang saya tahu dari media hal tersebut memang benar. “Tutur Ojo.
    Ojo menambahkan, menurut Dispora Jabar, apa pun alasannya itu tidak bisa dibenarkan dan menyalahi aturan. Karena semua pembiayaan penyelenggaraannya sudah menjadi anggaran Pemerintah propinsi Jawa Barat.
    Masih dikatakan Dispora jabar yang disampaikan OJo, pihak pemprop melalui dispora akan menelusuri dan mempermasalahkan hal tersebut, sehingga hal ini tidak terulang pada penyelenggaraan pesta PON XIX 2016 bulan september mendatan. “Lomba kuda pacu baik babak kualifikasi bulan lalu atau penyelenggaraan PON XIX mendatang merupakan hajat pemerintah di bidang olah raga yang segala pembiyaannya sudah ditanggung oleh pemerintah. “Imbuh Ojo. (hiek-PNews)

BANI SALEH, PERTALIAN CIAMIS DENGAN KERATON CIREBON

    

CIAMIS. Pertalian antara “karuhun” sebuah keluarga dari Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan keluarga Keraton Cirebon merupakan cikal bakal lahirnya keluarga besar BANI SALEH yang hingga saat ini sudah sampai pada generasi ke 7 yang tersebar di beberapa kota besar di Jawa Barat hingga Pulau Sumatera.
    Demikian dikatakan Ketua Panitia “Silaturahmi Keluarga Besar Bani Saleh”, Drs. H. Ade K. Syamsudin dalam sambutannya. “Ada sekitar 4-5ribu keluarga bani saleh yang tinggal di cihaurbeuti dan sekitarnya, belum dari runtutan keluarga Cirebon, bogor dan bandung. “ Terang Ade. (26/3).
    Ditambahkan Ade, perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan data dari masing-masing keluarga hingga bisa diketahui jumlah pasti sampai generasi ke 5 sampai 6. “Kami baru punya data sampai generasi ke 2 dan sebagian generasi ke 3 yang belum komplit, saya sendiri urutan generasi ke 3, “Tambah Ade.
    Jika ada keturunan dari cihaurbeuti bergelar elang dan ratu (gelar keraton Cirebon-red), menurut Ade, itu karena dari keturunan generasi ke satu Bani Saleh memang ada 2 dari 8 putra Mama  Saleh yang menikah dengan keturunan keraton Cirebon. “Namanya Eyang Suranta dan Suwarsa. “Jelas Ade.
    Jadi menurut Ade lagi, satu kebanggaan jika ternyata ciamis punya pertalian yang erat dengan keraton Cirebon, paling tidak melalui Bani Saleh dan keturunannya sekarang. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk keluarga besar BANI SALEH, karena bisa mempererat ciamis dan Cirebon. “Kata Ade.
Ade pun menambahkan, even Silaturahmi Keluarga Besar Bani Saleh ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan tempat yang berbeda-beda tiap tahunnya. “Bisa saja untuk tempat penyelenggaraan tahun besok di di Cirebon, bandung atau bogor. “Pungkas Ade. (hiek-PNews)

SARANA OBJEK WISATA GREEN CANYON TERUS DITATA

PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas parindagkop UMKM terua melakukan penataan ruang wisata  demi kenyamanan wisatawan. Seperti pembangunan ruangan kantor di obyek wisata greencanyon dan  gazebo di pinggir pantai, perbaikan sarana gedung untuk petugas wisata dalam menunjang pekerjaannya juga penertiban PKL ( pedagang kaki llima ) yang berjualan di area atau tempat wisata.

"Kami  yang bertugas disini merasa nyaman dengan adanya kantor baru, walaupun penataan didalam nya belum maximal " Ungkap Arief, Ketua Kompepar Green Canyon (27/03).

Berbagai fasilitas yang diberikan oleh pemkab Pangandaran, menurut Arief akan semakin menambah daya dongkrak pendapatan dari objek wisata, khususnya yang ada di Pangandaran.

"Pada  tahun 2016 ini, target PAD dari Green Canyon insya Alloh bisa melebihi target, karena pelayanan kepada wisatawan lebih diutamakan. "Ungkap Arif lagi.

Disinggung  prihal pendapatan obyek wisata green canyon saat libur panjang ini, Arief  menjelaskan adanya penurunan, bahkan  diduga banyak yang beralih ke obyek wisata Citumang, karena sungai Cijulang terlihat sangat kotor, akibat curah hujan di hulu yang tinggi.(Age/PNews)

SHOFIYUDIN, PELUKIS KALIGRAFI ASAL CIHAURBEUTI

    
CIAMIS. Dalam membuat sebuah seni lukisan kaligrafi sangat diperlukan keahlian, ketelitian, bakat dan pemahaman akan Al Qura’n.  Keindahan ayat-ayat dalam goresan kuas pada kanvas bisa menambah keyakinan siapa saja yang melihatnya.
    Seperti seni kaligrafi hasil goresan tangan Shofiyudin (63) warga Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis yang sudah ratusan karya kaligrafi lahir dari kepiawaian ulasan kuasnya. “Medianya sendiri bisa pada kanvas atau pada dinding tembok langsung seperti dalam mesjid. “Ungkap Shofi, panggilan akrabnya.(27/3).
    Dalam keahlian membuat kaligrafi, Shofiyudin juga tidak pelit membagikan ilmunya. Setiap pagi di rumahnya yang terletak di depan Pesantren Al-Islah Cihaurbeuti, ia membuka kursus kepada siapa saja yang mau datang ke rumahnya tanpa dipungut bayaran. “Kepada siapa saja yang memang berminat belajar kaligrafi silahkan datang ke rumah, karena ilmu kita akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada orang lain. “Ungkapnya lagi.
    Menurut Shofi, berkat keahliannya dalam lukisan kaligrafi, banyak pesanan diterima, baik yang datang langsung ke rumah atau dipanggil ke tempat pemesan. “Paling sering untuk kota depok, bogor dan jakarta. “Terang Shofi.
    Ditemui di rumahnya sederhananya, Shofi mengatakan, selain melukis di rumah, saat ini ia pun menerima  tawaran mengisi pelajaran di sekolah-sekolah.
    Mengadakan pameran tunggal untuk menampilkan karya-karyanya merupakan obesinya yang sampai saat ini belum terwujud. Ia pun berharap baik pemerintah atau pun siapa saja yang bisa membantu keinginan untuk memamerkan seluruh karya lukisnya pada even pameran. “Itu akan sangat membantu, apalagi dibantu juga ikut memasarkan lukisan saya pada pembeli. “Imbuh Shofi. 
    Menurutnya, sampai saat ini ia tidak memerlukan bantuan secara finansial, tapi kalau bisa menjembatani dengan pembeli baik melalui pameran atau membawa karyanya pada pembeli itu akan sangat membantunya. “Sampai saat ini saya hanya mengandalkan pesanan dari mulut ke mulut saja. “Terangnya lagi. (hiek-PNews)

SATPOL PP PANGANDARAN BERI PERINGATAN PKL GREEN CANYON

PANGANDARAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)  kabupaten.Pangandaran memberikan peringatan kepada para PKL, yang mangkal dibahu jalan depan pintu masuk Objek Wisata Green Canyoon. Mereka dianggap melanggar peraturan daerah karena berdagang di areal pejalan kaki.

"Surat peringatan dari SATPOL PP kabupaten Pangandaran sudah diterima oleh kami" ujar Arief, ketua Kompepar objek wisata Green Canyon.

Ditambahkan Arief, pihaknya secepatnya akan bermusyawarah denga para PKL. termasuk dengan kepala desa Kertayasa sebagai pemilik lahan. Intinya para PKL akan direlokasi ke tempat yang tidak mengganggu ketertiban umum. "Kami akan kordinasi dulu baik dengan PKL atau pemerintahan Desa kertayasa bagaimana tekniknya nanti. "Ungkap Arief.

Ditemui tempat terpisah, Kepala Desa Kertayasa ,  Abdul Rohman mengatakan, akan membantu merelokasi para PKL  ke tempat yang nantinya akan disediakan oleh pihak desa.

"Kami akan musyawarah dulu dengan pihak kompepar dan pihak terkait lainnya.guna membahas relokasi bagi para.PKL, agar usahanya bisa berlanjut karena mereka semua menggantungkan hidup nya hanya dari berjualan di obyek wisata green canyon" Kata Abdul Rahman. (Age-PNews)

SMAN 1 PAMARICAN KERJA BARENG BNN KAB. CIAMIS ADAKAN PENYULUHAN ANTI NARKOBA

CIAMIS. Dalam rangka mencegah penyalahgunaan dan dampak negatif dari Narkoba, SMAN 1 Pamarican bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis menggelar Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba, bertempat di SMAN 1 Pamarican, pada Kamis (24/03/20016).

Narkoba sudah memasuki tingkat yang menghawatirkan, hampir di semua kalangan sudah terkontaminasi, ditambah pemberitaan diberbagai media tentang ungkap kasus narkoba yang begitu dahsyat, namun tetap saja narkoba masih beredar di masyarakat, menyikapi hal dimaksud dipandang penting pihak sekolah untuk menggelar penyuluhan bahaya narkoba kepada anak didik, sebagaimana disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Pamarican, Drs. H. Dudi Sudardi, M.Pd. saat memberi sambutan.

Ia pun menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba tidak mengenal batasan usia, status sosial dan wilayah dia tinggal, mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil sekalipun narkoba akan tetap menjadi ancaman, untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta didik di lingkungan SMAN 1 Pamarican terbebas dari ancaman narkoba baik di dalam mapun di luar sekolah, lebih jauhnya pelajar SMAN 1 Pamarican dapat meraih sukses yang gemilang tanpa narkoba.

Hal senada disampaikan oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., MM. dalam paparannya mengajak kepada para pelajar agar mampu mengetahui apa itu narkoba dan permasalahannya, memahami dan menyadari akan dampak yang ditimbulkannya, serta mampu menolak baik menyalahgunakan maupun mengedarkan.

Ia berharap, para pelajar mampu menterjemahkan hukum atau peraturan-peraturan yang berlaku saat ini, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, hal ini dipandang penting sebagai upaya membentengi diri dari ancaman narkoba dan permasalahan hukum lainnya, sehingga kelak tertanam perilaku dan sikap yang taat dan sadar akan aturan hukum (kawali tv)

PASCA PELEDAKAN KAPAL ILLEGAL FHISING, TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PASIR PUTIH PANGANDARAN TERGANGGU

     PANGANDARAN. Mungkin tidak banyak orang tahu, lokasi peledakan kapal ikan MV Viking pelaku illegal fishing yang diburu banyak negara ternyata ada di lokasi cagar alam laut. Di lokasi tersebut ada Transplantasi terumbu karang, yakni teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang dengan tujuan untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.
    Demikian dikatakan Kepala Resort BKSDA Cagar Alam Pangandaran, Yana Hendrayana saat diminta komentarnya tentang lokasi peledakan kapal pencuri ikan oleh Menteri KKP RI, Susi Pujiastuti minggu lalu.(14/3). “Kawasan tersebut masuk dalam zona cagar alam yang di dalamnya terdapat transplantasi terumbu karang. “Kata Yana.(23/3).
    Dikatakan Yana, transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program pelestarian alam yang berperan mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak atau bisa juga untuk membangun kawasan terumbu karang baru menambah keasrian alam bawah laut. Karena untuk tumbuh karang beberapa centi saja dibutuhkan waktu tahunan bahkan puluhan tahun. “Nantinya karang-karang tersebut menjadi ekosistem segala biota laut. “Terang Yana.
    Disoal lokasi penenggelaman kapal tersebut, Yana mengatakan, pihaknya tidak menerima intruksi apa-apa dari dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) sebagai atasannya. “Malah saya mendapat teguran karena tidak ada kordinasi sebelumnya. “Ungkap Yana.
Salah seorang warga Desa Pangandaran, Jaja Sudiana(49) menyesalkan mengapa harus di kawasan pasir putih tempat peledakan kapal itu. “Selain merusak alam bawah laut, kapal itu pun menghalangi view kawasan pasir putih. “Ungkap Jaja.
    Ditambahkan Jaja, jika saja sebelumnya semua yang terkait saling berkordinasi, mungkin lokasinya bisa dipindahkan ke kawasan batu mandi. Karena di kawasan tersebut selain tidak ada transplantasi terumbu karang juga berada pada ujung kawasan pasir putih. “Apalagi sekarang banyak pengunjung yang ingin melihat dari dekat keberadaan kapal tersebut, tentunya banyak karang-karang yang rusak karena terinjak kaki. “Ungkap Jaja.
    Menurut Jaja lagi, penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan dari perairan Indonesia ini merupakan program Menteri Susi Pujiastuti asal pangandaran yang harus mendapat dukungan dari semua pihak, dan gebrakan yang dilakukan Menteri Susi pun tentunya menjadi kebanggaan tersendiri masarakat Kabupaten Pangandaran. “Jadi menurut saya, kapal harus ditangkap dan diledakkan tapi laut pun harus tetap terjaga lestari. “Imbuh Jaja. (hiek-PNews).

KISAH TRAGIS SENIMAN BESAR CIJULANG, 15 TAHUN MENDERITA STROKE

    
    
PANGANDARAN. Sungguh tragis nasib Sahili (63) salah satu seniman besar sunda asal Cijulang yang harus terbaring selama 15 tahun dengan penyakit stroke yang dideritanya. Ditemani istrinya Atikah (50) dan anak bungsunya, dengan menempati sepetak rumah kayu hasil gotong royong tetangganya, nyaris tidak ada yang bisa dilakukan Sahili dalam kesehariannya. “Kayu, genting dan bahan lainnya kami dapatkan dari sisa pembangunan pasar dan sebuah sekolah dasar. “Terang Hj. Nonok (78), salah seorang tetangga yang sudah berbaik hati memberikan pinjaman lahan untuk ditempati rumah keluarga Sahli.(24/3).
    Sahili yang tinggal di Rt 02/05 Dusun Ciwaru Desa/Kecamatan Cijulang, untuk kebutuhan sehari-harinya hanya mengandalkan upah yang diterima istrinya sebagai buruh di pabrik kurupuk. “Saya dapat upah enam ribu, lumayan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. “Ungkap Atikah.
    Menurut Atikah, kadang-kadang dari anaknya sebagai tenaga magang di Puskesmas Cijulang, keluarga Sahili pun mendapat tambahan untuk keperluan sehari-harinya. “Selain itu saya pun kerja apa saja yang penting ada hasil yang bisa dibawa pulang ke rumah. “Tutur Atikah.
    Sementara Sahili dengan penyakit yang sudah 15 tahun dideritanya hanya bisa terbaring tak berdaya. Jangankan untuk berdiri, apa-apa pun kini hanya mengandalkan istrinya, hingga untuk (maaf) buang air besar pun tangan terampil istrinya dengan gesit melayani semua kebutuhan Sahili.
    Konon, menurut salah seorang tetangganya Hj. Nonok, dahulu Sahili seorang seniman besar sunda asal cijulang. Kejenakaannya di panggung bersama grup reog atau calungnya, Sahili bisa membuat penonton terpingkal-pingkal dengan lawakannya. “Dulu ia lebih dikenal dengan panggilan mang utet. “Terang Hj. Nonok.
    Ditambahkan Nonok, dulu tidak ada yang tidak kenal panggilan “Utet”, apalagi pada musim hajatan dimana Utet selalu tampil dari panggung ke panggung menghibur penonton dengan banyolannya yang jenaka. “Kalau ingat, saya sampai keluar air mata karena saking lucunya saat menonton aksi utet di panggung. “Kenang Nonok.
    Kini Utet hanya bisa berbaring, tak ada lagi kelucuan pada raut wajahnya. Hari demi hari pun dilalui di atas selembar kasur tipis di sebuah gubuk panggung. Tak ada lagi suara tawa penonton yang engelu-elukannya, kini hanya penyakit yang sudah belasan tahun diderita menjadi saksi hari tuanya. (AGE-PNews)

YANA HENDRAYANA: “ MASARAKAT YANG AKAN MELIHAT BANGKAI KAPAL SEBAIKNYA DARI PANTAI SAJA..”

    
PANGANDARAN. Pasca peledekan kapal GT bernama MV Viking pelaku illegal fishing oleh Menteri KKP RI, Susi Pujiastuti tanggal 14 maret lalu di sekitar peraiaran pantai pasir putih pangandaran, banyak masarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan dari dekat kapal berukuran sekitar 70x7 meter yang tenggelam setengah badannya itu.
    Seperti yang dikatakan Wanto, warga Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, melihat dari dekat kapal penangkap ikan berukuran besar merupakan pengalaman pertamanya. “Selama ini saya melihat kapal penangkap ikan yang ada di pangandaran ukurannya tidak sebesar kapal ini. “Ungkapnya.(24/3).
    Wanto dan masarakat lainnya mungkin tidak menyadari saat melihat lebih dekat bangkai kapal yang letaknya sekitar 95 meter dari daratan ini banyak terumbu karang yang patah dan ruksak terinjak kaki.
    Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Resort BKSDA Pangandaran, Yana Hendrayana mengatakan, hal tersebut sangat disayangkan karena banyak terumbu karang patah terinjak-injak kaki. “Kami menghimbau kepada masarakat, sebaiknya untuk melihat bangkai kapal tersebut dari pantai saja agar tidak mengganggu ekosistem yang ada di sekitar bangkai kapal. “Kata Yana.(23/3).
    Dikatakan Yana, untuk menggatikan terumbu karang yang patah tersebut, perlu beberapa tahun lagi petumbuhannya. “Bahkan mungkin puluhan tahun hanya untuk pertumbuhan beberapa centi meter saja. “Terang Yana.
    Yana menambahkan, dampak dari peledakan kapal tersebut, sampai hari ini masih ada sisa bahan bakar yang tercecer di sekitar pasir putih yang menyebabkan beberapa hewan laut mati dan air laut pun jadi tercemar. “Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pihak yang berkompeten agar kelestarian alam terjaga dan air laut pun tidak tercemar. “Imbuh Yana. (hiek-PNews)

ENGKUS EMPRIT "WAKILI PEMERINTAH" PERBAIKI JALAN RUSAK

   
PAMARICAN - Jalan yang rusak dan rumput-rumput yang tidak diurus dipinggir jalan telah menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang yang memanfaatkan keterbatasan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan dan pemeliharaanya.
    Seperti yang dilakukan Engkus ‘mprit  Seorang pria setengah baya warga pamarican kabupaten Ciamis, sehari-hari beraktifitas memperbaiki jalan dengan modal pasir korosok seharga Rp.40.000,- /m3 bersama 3 (tiga) orang temanya mengarug lobang-lobang dijalan dan tanjakan yang rusak agar bisa dilalui para pengguna jalan.
    Bukan hanya memperbaiki jalan, Engkus pun membersihkan rumput jika dipinggir sepanjang jalan tersebut sudah tinggi,  dengan bermodalkan sebilah parang maka dia pun berganti profesi  menjadi pemangkas rumput.
    Engkus ‘mprit  bersama 3 temanya melakukan aktifitas tersebut setiap hari disepanjang jalan bertatus jalan Kabupaten Ciamis ini  tepatnya di jalan caringin sampai dengan babakan Desa / Kecamatan Pamarican.
    Engkus bukanlah petugas PU atau pegawai pemerintah lainya, dia hanyalah masyarakat biasa tidak berbekal surat tugas dan tidak ada serupiah pun honor yang diterima dari pemerintah atas kerjanya. Ia hanyalah seorang yang mengaku peduli atas jalan sepanjang itu (Engkus merupakan warga sekitar lokasi) peduli atas kondisi jalanya atau semerawutnya rumput-rumput dipingiranya.
    Engkus ‘mprit sendiri mengaku dirinya melakukan aktifitas dijalan sejak tahun 1992 dan telah menjadi kehidupanya, mata pencaharian hidup  untuk menghidupi keluarganya, berharap ada pengguna jalan  yang peduli melemparkan sedikit uangnya kedalam sair (alat penangkap ikan) yang ia letakan dipinggir jalan dari jasa perbaikan atau memangkas rumput pinggir jalan yang dilakukanya. "Kehadiran orang seperti engkus ‘mprit di jalan ini sangat dibutuhkan apalagi jika diwaktu musim hujan jalan ini benar-benar tidak bisa dilalui terutama oleh roda 4, kalupun perbaikan ini sipatnya alakadarnya, namun setidaknya masyarakat bisa memenfaatkan  jalanan dengan sedikit nyaman" Ungkap Emen Rahmat, warga sekitar.
    Emen menambahkan, seharusnya pemerintah malu ada warga mau mengganti tugas pemerintah dalam perbaikan jalan. Apa yang dilakukan Engkus Emprit dan temannya sejauh ini tidak ada komplain dari masyarakat, munculnya kegiatan engkus cs berawal dari ketidak pekaan pihak-pihak yang berkopeten terhadap kepentingan masyarakat akan kebutuhan jalan ini. (ODS-PNews)
 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN