Sejumlah orangtua siswa SD di Kecamatan Parigi Kesal Pasalnya Tabungan Anaknya Belum Bisa Diambil

Pangandarannews.com – Sejumlah orangtua siswa di SD Bojong 2 Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran merasa kesal pasalnya tabungan anaknya di sekolah tersebut hingga saat ini belum dibayar, padaha anaknya sudah keluar dari SD tersebut dan sekarang sudah duduk di bangku SLTP.

Seperti dituturkan salah seorang orangtua siswa kepada PNews, ada 5 orangtua siswa yang berharap adanya kejelasan terkait uang tabungan anaknya yang hingga kini belum mereka terima.

“Dari tabungan kami berlima nilai tabungannya ada sekitar Rp 65 juta lebih, “terangnya. (10/04)

Menurutnya ia sudah beberapa kali datang ke sekolah dan menanyakan tentang kejelasan pengembalian uang tabungan atas nama anaknya, tapi rupanya pihak sekolah hingga saat ini belum bisa memberikan solusi.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Ketua Kodinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Parigi, Didi Heryadi, ia mengatakan ternyata kejadian telatnya pengembalian tabungan siswa tidak hanya terjadi di SD 2 Bojong saja, tapi paling tidak hingga saat ini di Kecamatan Parigi ada 5 SD yang mengalami hal serupa.

Kata Didi, setelah pihaknya mengecek ke sekolah ternyata permasalahan tidak terbayarkan tabungan tersebut bukan kesalahan pihak sekolah karena uang tabungan siswa yang dikumpulkan sekolah tersebut disimpan di koperasi.

 “Nah persoalannya sekarang pihak koperasi tidak bisa mengeluarkan simpanan dari tabungan sekolah, sementara sekolah sendiri uang dari mana untuk membayar tabungan siswa tersebut, “ungkap Didi, sambil memperlihatkan bukti tabungan sekolah di sebuah koperasi.

Namun imbuh Didi ia juga sangat maklum jika para orangtua siswa seakan tidak mau tahu persoalan keuangan tabungan sekolah tersebut karena memang yang diketahui orangtua siswa anaknya selama ini menabung di sekolah, tidak di koperasi. Dan Didi juga yakin jika keterlambatan pembayaran tabungan siswa ini bukan karena uangnya dipakai sekolah, guru dan kepala sekolah.

Sementara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran saat diminta komentar, melalui Sekretaris Dinas Dodi Djubardi, S.Pd, walau pun sebenarnya persoalan tabungan di sekolah tidak ada kaitannya langsung dngan dinas namun menurut Dodi pihakjnya selalu memberikan arahan dan pencerahan terkait hal tersebut. 

Sebaiknya kata Dodi terkasit tabungan ini sebelumnya harus ada komitmen bersama antara sekolah dan komite sekolah terkait bagaimana cara pelaksanaanya.

“Kami sudah sering mewanti-wanti pada sekolah agar tabungan siswa bisa diberikan tepat waktu saat siswa lulus dari sekolah tersebut, “ ucap Dodi.(14/04) *PNews*


Dibangun Dari Anggran Pemda Pangandaran dan CSR BJB, Pembangunan Lapang bola di Nusagede Cijulang Mulai Digarap

Wakil Bupati Pangandaran H Ujang Endin I
Pangandarannews.com - Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan beberapa hari lalu meletakan batu pertama pembangunan sarana olahraga lapang sepak bola di Dusun Nusagede Desa Cijulang Kecamatn Cijulang. (14/4)

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir pada kesempatan itu perwakilan dari Kodam III Siliwangi Letkon Inf. Asep Muspida, Dandim 0613 Ciamis Letkol INF Wahyu Alfiyan Arisandi, S.IP., M. I.Pol, perwakilan dari Zidam, Anggota DPRD, Pimpinan bjb cabang Pangandaran, perwakilan kecamatan serta kades setempat.

Kepada media, Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan mengatakan, sarana loharaga ini merupakan gagasan Pangdam III Siliwangi pada waktu itu ( Mayjen TNI Agus Subiyanto ), dengan harapan agar nantinya bisa melahirkan bibit-bibit baru di dunia sepak bola.

Sepakbola kata Ujang Endin merupalan cabang olahraga yang sangat merakyat juga merupakan sarana rekreasi, karena selain dapat meningkatkan kesehatan diharapkan dengan adanya lapang bola ini dapat menciptakan pemain bola yang handal karena siapa tahu dari sini akan ada atlet bola yang menjadi pemain nasional. Dan pembangun lapang sepak bola ini dibangun dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank bjb.

" Ini merupakan kolaboratif antara anggaran pemda dengan CSR BJB, “ucapnya.

Sementara perwakilan Kodam III Siliwangi, Letkon Inf. Asep Muspida mengaku pihaknya berharap nantinya lapang ini dijaga dan dirawat dengan baik.

"Silahkan diberdayakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat sehingga lapangan ini penggunaanya maksimal, tapi jangan lupa perawatannya pun harus tetap terjaga, “ungkap Asep. (PNews)


Kabupaten Pangandaran Jadi Tempat Kegiatan Pemprop Jabar Bulan Ramadhan Tahun 2022

Pangandarannews.com - Pelaksanaan kegiatan Bulan Suci Ramadhan tahun 2022 diisi dengan berbagi On The Street atau BUBOS 2022 yang digagas oleh Pemerintah Propinsi Jawa Barat, pada tahun ini pada untuk Kabupaten Pangandaran dipusatkan di masjid Agung Al Istigomah Pangandaran. (11/4)

Kegiatan Ini dihadiri Ketua TP PKK Propinsi Jawa Barat Hj. Atalia Praratya Kamil, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Biro Kesra Prop. Jawa Barat, Ketua Pelaksana BUBOSS6, Ketua Jabar Bergerak Prop. Jawa Barat, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Pangandaran, Ketua Jabar Bergerak Kab. Pangandaran, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Kab Ciamis, Ketua TP. PPK Tasikmalaya, serta Ketua Jabar Bergerak Kab. Pangandaran.

Selain berbagi on the street dalam kegiatan ini digelar rangkaian kegiatan seperti Kontes Anak Soleh (KOAS), Buka Berkah (KABAH) yang diisi dengan lomba adzan, da'i cilik , tahfizh untuk anak-anak serta santunan bagi anak Paud, yatim piatu dan dhuafa.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata pada sambujtannya menyampaikan kebanggaanya karena Kabupaten Pangandaran dijadikan salahsatu tempat penyelenggaraan BUBOS6 2022.

Jeje mengatakan, ini merupakan satu kehormatan sekaligus menjadi kebanggaan baginya karena Pangandaran dijadikan tempat kegiatan kontes anak soleh.

“Dan ini juga merupakan satu ukuran buat kami, dimana Kabupaten Pangandaran yang baru berumur 9 tahun bisa melihat prestasi yang ada kabupaten kota lain di Jawa Barat, " ungkapnya. (PNews)

 

Kepala Kamenag Pangandaran: “Bulan Ramadhan merupakan Momen Penuh Berkah dan Ampunan Alloh”

Kepala Kamenag Pangandaran, H Supriana
Pangandarannews.com – Di bulan suci ramadhan ini umat Islam diperintahkan Alloh untuk melaksanakan seluruh kewajiban serta amalan sunat, seperti tadarus, shalat taraweh perbanyak sodakoh, karena semua ini yang lebih utama dilakukan Rosululloh.

Demikian disampaikan kepala Kantor kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, H Supriana usai mengikuti Sosialisasi Percepatan vaksin dosis 3 (booster) bertempat di Gedung Islamic Center Kecamatan Pangandaran.(12/04) 

Masih kata Supriana, bulan ramadhan merupakan bulan penuh berekah dan magfiroh sehinga semua amalan-amalan yang kikerjakan di bulan ramadhan ini akan dilipat gandakan pahalanya.

Dan yang lebih penting lagi, imbuhnya ramadhan merupakan bulan magfiroh, bulan mendapat ampunan sehingga menjadi momen bagi umat muslim untuk mendapatkan ampunan dari Alloh melalui kegiatan-kegiatan di bulan suci ramadhan ini.

“Saya menghimbauan kepada msyarakat agar bisa sungguh-sungguh melaksanakan amalan baik dan  jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk meningkatkan amalan baik di bulan yang penuh berkah ini.

Ia juga menghimbau bagi yang tidak melaksanakan puasa agar bisa menghormati yang sedang berpuasa, apalagi di daerah wisata banyak yang tidak melaknakan puasa jadi tolong hormati juga saudara yang sedang berpuasa.

Supriana mengatakan, pihaknya melihat toleransi beragama di Pangandaran sendiri sudah cukup bagus, harmonis sehingga tidak ada benturan dan gesekan tetapI sehingga melahirkan sipat kerukunan antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya.

“Dan masyarakat Pangandaran sampai saat ini cukup damai dalam melaksanakan ibadahnya masing-masing, “pungkas Supriana.  *PNews


Kegiatan di Bulan Ramadhan, Komunitas Sepeda CGC Bagikan Takjil Untuk Masyarakat Cipatujah

pangandarannews.com/tasiknews - Semangat berbagi dalam kebaikan di bulan suci Ramadhan di tunjukan anggota Cipatujah Gowes Community (CGC) dengan membagikan ratusan bungkus takjil gratis bagi masyarakat dan pengguna jalan, di saat sore hari menjelang waktu berbuka puasa. (13/04)

Dengan mengambil lokasi di pertigaan jalan raya Cipatujah, puluhan anggota CGC bersama unsur muspika Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dengan penuh semangat membagikan ratusan bungkus makanan dan minuman ringan untuk berbuka puasa kepada warga masyarakat pengguna kendaraan yang melintas di lokasi.

Koordinator Cipatujah Gowes Community, Yuli Yuliasti yang didampingi suaminya mengatakan kegiatan ramadhan kereen bagi- bagi Takjil berdasarkan kesepakatan seluruh anggota komunitas sepeda Cipatujah dengan angggota 40 orang bersepakati, selain menggelar gowes ringan bersama di bulan puasa diwarnai dengan kegiatan positif lainnya, seperti berbagi di bulan ramadhan dengan memberikan takjil kepada masyarakat secara gratis.

Yuli pun mengicapkan terima kasih kepada semua anggota Cipatujah Gowes.pemdes Cipatujah  Community, muspika Kecamatan Cipatujah dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini..

“Saya berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada hari-hari berikutnya selama bulan ramahan, dan mudah-0mudahan bulan Ramadhan penuh berkah, “ucap Yuli.

Sementara ditemui terpisah, Kepala Desa Cipatujah H Acep  mengaspriasi kegiatan CGC dengan cara  membagi takjil untuk masyarakat luas yang melintas di jalan raya.

“Mudah-mudahan kegiatan baik ini menjadi ladang amal kebaikan untuk kita semua, “ungkap Acep lewat telepon celullernya. (anwarwaluyo)













Hari Jadi Ke 40 Tahun, Warga dan Pemdes Cintawangi Kerja Keras Wujudkan Kemandirian dan Kemajuan Desa

Pangandarannews.com/tasiknews – Pada momen hari jadi ke 40 tahun desa yang jatuh pada Tanggal 7 April 2022, semangat membangun dan kekompakan warga terus digelorakan Pemdes Cintawangi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dan omen ini pun menjadi motivasi sendiri baik pemdes mau pun warga untuk mewujudkan kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan masyrakat.

Seperti dikatakan Kepala Desa Cintawangi Tohir E Sumarlin saat di temui PNews ruang kerja, momen hari jadi ke 40 tahun menjadi sejarah istimewa bagi perjalanan berdirinya Desa Cintawangi yang dimekarkan dari desa induknya yaitu Desa Cibatuireng. Selama empat puluh tahun terbukti kekompakan dan kebersamaan masyarakat terus terjalin, terbukti saat ini kondisi Desa Cintawangi secara keseluruhan telah berubah total lebih baik dan lebih maju.

“Sepanjang perjalanan Desa Cintawangi sampai usia 40 tahun saat ini terus mengalami kemajuan, pembangunan pada semua bidang secara berkelanjutan terus dilaksanakan, “ungkap Tohir.

Tak hanya pembangunan infrastruktur, menurut Tohir termasuk pembangunan sumber daya manusia (sdm) dengan terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat jadi salah satu program berkelanjutan yang dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan dinamis.

“Dengan penuh rasa bangga saya mengucapkan, selamat hari jadi ke 40 Tahun Desa Cintawangi, semoga dengan bertambahnya usia semakin mematangkan dan menguatkan soliditas dan solidaritas demi terwujudnya Cintawangi yang maju,“ tegas Tohir.(13/04)

Tohir mengatakan, kemajuan ini berkat kerjasama dan sinergitas yang apik antara pemdes, LPM, BPD,  Babinsa, babimas dan seluruh warga.

“Pada momen hari jadi ke 40 tahun ini mari kita lebih tingkatkan pembangunan ekonomi masyarakat Desa Cintawangi lebih maju lagi dan religious,” imbuh Tohir. (anwarwaluyo)


UNTUK TINGKATKAN KEMAMPUAN PPWP PANGANDARAN IKUTI KEGIATAN PENINGKATAN SDM

PANGANDARANNEWS.OM - Sebanyak 30 pemandu wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran (PPWP) mengikuti kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemandu Wisata di Kawasan wisata alam Pangandaran. (13/042). 

Dalam kegiatan tersebut selain mendapatkan materi kepemanduan, pemandu pun mendapatkan pembekalan kemampuan Jungle Rescue dari Tagana Kabupaten Pangandaran dan Basarnas Pos Pangandaran.

Menurut Ketua FK Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana, pemandi juga dituntut untuk ujung tombak promosi pariwisata. 

Para pemandu wisata ini kata Nana banyak beraktivitas di destinasi yang sebagian besar merupakan wisata alam sehingga sangat penting memiliki kemampuan tentang teknik penyelamatan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pemandu wisata sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, “ujar Nana. (TnT)


Cara Islam Menjaga Kestabilan Harga

Oleh : Tawati 

Harga-harga di dalam negeri selalu berpotensi naik setiap menjelang puasa dan lebaran, kenaikan ini terjadi akibat melonjaknya permintaan yang cukup tinggi pada waktu yang bersamaan. Seperti, pekan pertama bulan puasa di tatar galuh Ciamis harga cabai melambung tinggi hingga mencapai Rp40.000 dari sebelumnya. Harga cabai merah, pada awal bulan puasa hanya Rp50.000 per kilogram, naik menjadi Rp90.000. Demikian pula cabai rawit domba dan cabai hijau besar yang semula Rp40.000, naik menjadi Rp80.000 per kilogram.

Kenaikan harga-harga bisa dipengaruhi oleh dua faktor: faktor mekanisme pasar dan selain faktor mekanisme pasar. Faktor mekanisme pasar adalah faktor penawaran dan permintaan. Ketika penawaran berkurang, karena stok berkurang atau minim, atau karena permintaan naik drastis, maka harga akan naik. Faktor itu memang ada, tetapi tampak tidak terjadi secara alami.

Kenaikan harga-harga tampaknya justru lebih banyak dipengaruhi oleh selain faktor mekanisme pasar. Yaitu, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor penerapan sistem kapitalisme. Di dalam sistem kapitalisme subsidi dianggap haram. Ketika subsidi dikurangi maka harga otomatis naik. Di dalam sistem kapitalisme pula, negara harus seminimal mungkin turut campur dalam perekonomian. Peran negara cukup menjadi regulator (pengatur) saja.

Kenaikan harga juga bisa dipengaruhi karena melemahnya nilai kurs rupiah. Ini jelas berkaitan dengan banyak sistem, seperti sistem moneter dan fiskal; juga berkaitan perdagangan, produksi, ekspor impor, investasi, finansial dan lainnya.

Harga adalah hasil pertukaran antara uang dengan barang. Secara alami, harga ini ditentukan oleh supplay and demand (penawaran dan permintaan). Karena itu, jika barang yang ditawarkan jumlahnya melimpah, sedangkan permintaannya sedikit, maka harga akan turun. Jika barang yang ditawarkan jumlahnya sedikit, sedangkan permintaannya besar, maka harga akan naik.

Dengan demikian, harga akan mengikuti hukum pasar. Karena, hukum pasar tersebut ditentukan oleh faktor supplay and demand, maka untuk menjaga stabilitas harga di pasar, faktor yang harus diperhatikan oleh negara adalah faktor supplay and demand ini. Keseimbangan antara supplay and demand harus selalu diperhatikan oleh negara, sehingga harga tersebut benar-benar stabil.

Ketika harga barang naik, orang berpikir sederhana, agar tidak naik, maka pemerintah harus turun tangan, mematok harga. Pandangan ini sepintas benar, meski faktanya tidak. Dengan mematok harga, memang harga bisa stabil pada waktu tertentu, tetapi cara ini justru menyebabkan terjadinya inflasi. Karena, diakui atau tidak, pematokan harga ini mengurangi daya beli mata uang.

Karena itu, Islam mengharamkan negara untuk mematok harga. Harga, justru oleh Islam dibiarkan mengikuti mekanisme pasar, supplay and demand. Ketika zaman Nabi, saat harga barang-barang naik, para sahabat datang kepada Nabi SAW meminta agar harga-harga tersebut dipatok, supaya bisa terjangkau. Tetapi, permintaan tersebut ditolak oleh Nabi, seraya bersabda, “Allah-lah yang Dzat Maha Mencipta, Menggenggam, Melapangkan rezeki, Memberi Rezeki, dan Mematok harga.” (HR Ahmad dari Anas). Dengan begitu, Nabi tidak mau mematok harga, justru dibiarkan mengikuti mekanisme supplay and demand di pasar.

Ketika Nabi mengembalikan kepada mekanisme pasar, bukan berarti negara kemudian sama sekali tidak mengurusi. Tentu tidak. Hanya saja, tentu turun tangannya bukan dengan mematok harga, namun dengan cara lain. Cara, yang tidak merusak persaingan di pasar.

Jika kenaikan harga barang itu terjadi, karena faktor supplay yang kurang, sementara demand-nya besar, maka agar harga barang tersebut bisa turun dan normal, negara bisa melakukan campur tangan pasar dengan menambah supplay barang. Cara ini jelas tidak merusak pasar. Justru sebaliknya, menjadikan pasar tetap selalu dalam kondisi stabil. Kondisi ini bisa terjadi, karena boleh jadi di suatu wilayah telah mengalami krisis, bisa karena faktor kekeringan atau penyakit, yang mengakibatkan produksi barangnya berkurang. Akibatnya, supplay barang-barang di wilayah tersebut berkurang.

Untuk mengatasi hal ini, negara bisa menyuplai wilayah tersebut dengan barang-barang yang dibutuhkan dari wilayah lain. Kebijakan seperti ini pernah dilakukan oleh Umar, ketika wilayah Syam mengalami wabah penyakit, sehingga produksinya berkurang, lalu kebutuhan barang di wilayah tersebut disuplai dari Irak.

Jika kenaikan barang tersebut terjadi, karena supplay yang kurang, akibat terjadinya aksi penimbunan (ihtikar) barang oleh para pedagang, maka negara juga harus melakukan campur tangan dengan menjatuhkan sanksi kepada pelaku penimbunan barang. Sanksi dalam bentuk ta’zir, sekaligus kewajiban untuk menjual barang yang ditimbunnya ke pasar. Dengan begitu, supplay barang tersebut akan normal kembali.

Jika kenaikan barang tersebut terjadi, bukan karena faktor supplay and demand, tetapi karena penipuan harga (ghaban fakhisy) terhadap pembeli atau penjual yang sama-sama tidak mengetahui harga pasar, maka pelakunya juga bisa dikenai sanksi ta’zir, disertai dengan hak khiyar kepada korban. Korban bisa membatalkan transaksi jual-belinya, bisa juga dilanjutkan.

Inflasi terkait dengan daya beli mata uang, baik terhadap barang maupun jasa. Inflasi terjadi, bisa karena faktor mata uangnya, yang memang nilainya bisa berubah. Jika perubahan nilai mata uang tersebut karena nilai intrinsiknya, maka untuk menjaga stabilitas mata uang, sehingga inflasinya nol, tak ada cara lain, kecuali dengan menggunakan standar mata uang emas dan perak.

Inflasi juga bisa terjadi, karena uang yang ada dianggap tidak cukup untuk melakukan transaksi, akibat nilai nominalnya berkurang. Kondisi ini bisa diselesaikan, dengan diberlakukannya kebijakan larangan mematok harga dan jasa. Dengan begitu, uang yang tersedia akan selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa.

Ketika harga barang dan jasa tersebut naik, misalnya, sementara daya beli masyarakat rendah, dengan sendirinya demand-nya berkurang. Jika demand-nya berkurang, maka harga barang dan jasa tersebut, dengan sendirinya akan turun. Begitu seterusnya, hingga akhirnya mata uang yang tersedia selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa.

Kebijakan mencetak uang, ketika daya beli masyarakat rendah, karena jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat sedikit, bukan meningkatkan daya beli masyarakat, justru mengakibatkan terjadinya inflasi. Karena jumlah mata uang yang banyak beredar di tengah masyarakat, ditambah dengan mata uang yang sudah ada sebelumnya, akan semakin menambah jumlah mata uang. Jika jumlah mata uang bertambah, otomatis akan terjadi inflasi. Karena, itu artinya, nilai mata uang tersebut turun.

Inilah langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh negara di dalam sistem Islam dalam mengendalikan harga barang dan jasa.

Wallahu a'lam bishshawab…

*penulis adalah Muslimah Revowriter Majalengka


SEBUAH RUMAH DI JANGRAGA JADI KORBAN MALING SAAT PEMILIKNYA TARAWEH

PANGANDARANNEWS.COM – Sekitar jam 19.30 WIB malam jumat kemarin (07/04) seorang warga di Rt 44 Rw 11 Dusun Pangasinan Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya, Miad (55), menjadi korban maling.

Menurut korban, saat kejadian ia sedang melaksanakan shalat taraweh di masjid dekat rumahnya, dan ketika pulang Miad kaget karena barang-barang di rumahnya dalam keadaan berantakan dan pintu jendela jebol ada titik yang dibobol namun kedua jendela sebelah barat gagal sementara satu jendela berhasil dibobol.

 “Say baru sadar, rumah saya telah dijarah maling karena sejumlah barang barang raib dari tempatnya, “terang Miad.(08/04)

Miad menjelaskan, barang-barang yang berhasil digondol maling tersebut diantaranya Laptop Lenovo, Hand phone vivo 1718, Hp redmix 5a dan 2 bu

HIMPUNAN PEDAGANG TAMAN PASAR PANANJUNG KEMBALI BERIKAN SANTUNAN UNTUK ANAK YATIM

PANGANDARANNEWS.COM - Himpunan pedagang taman pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran kembali memberikan santunan bagi anak-anak yatim di sekitar Desa Pananjung dan sekitarnya.(07/04)

Momentum Ramadhan 1443 kali ini bebeda dengan Ramadhan sebelumnya, jika pada Ramadhan tahun yang lalu santunan diberikan kepada 10 anak-anak yatim maka kali ini mencapai 15 anak dan nominalnya pun lebih meningkat.

Menurut ketua himpunan, Ujang acara seperti ini sudah berlangsung beberapa kali sebagai respon kepedulian para pedagang kepada kaum dhuafa, termasuk anak-anak yatim.

"Kegiatan ini sudah menjadi agenda para pedagang untuk sedikit menyisihkan uangnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, walau pun dilaksanakan hanya satu kali dalam setahun  sekali tetapi ini momentum yang tepat di bulan yang penuh berkah ini dengan berbagi rezeki," jelasnya.

Kata Ujang, jumlah anggota himpunan ini ada 35 lebih pedagang dan semuanya ikut andil dan mendukung dalam kegiatan ini. 

Ujang dan seluruh pedagang berharap acara seperti ini bisa terus dilaksanakan serta semakin meningkat jumlahnya, diharapkan kegiatan di bulan ramadhan ini bisa menjadi agenda tetap himpunan pedagang.  

“Bahkan kalau bisa untuk ke depannya dapat menyentuh aspek lainnya, ya bertahap demi kebaikan bersama," ungkapnya.

Selain memberikan santunan kegiatan ini juga diselingi acara tausiyah dari mubaligh untuk mberikan kecerahan kepada para wali anak -anak yatim dan para pedagang sekalipun berbarengan dengan hiruk pikuk suasana keramaian. (harisfirdaus)


124 KPM DESA SARIMUKTI TERIMA BLT-DD TAHAP 1, 2 DAN 3 TAHUN 2022

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di gedung olahraga sebanyak 124 Keluarag Penerima Manfaat (KPM) dari 6 kedusunan di Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, hari ini  menerima penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2022 untuk tahap 1, 2 dan 3 untuk penyaluran bulan Januari, Pebruari dan Maret 2022. (07/04) 

Dengan disaksikan langsung Kepala Desa Sarimukti Edi Laksana, Pendamping Desa Riswandi, Bhabinsa Serka Henris Rismawan, Bhabinkamtibmas Aipda E. Suryana, masing-masing KPM dalam BLT DD ini menerima Rp. 900.000 yang terinci Rp. 300.000 perbulan.

Saat diwawancara Kades Sarimukti Edi Laksana yang lebih akrab dipanggil Abah Barjah, menyampaikan, pihaknya merasa bangga dan senang karena di bulan Ramadhan ini bisa membuat warga tersenyum bahagia. 

“Dengan adanya bantuan ini setidaknya beban ekonomi warga bisa sedikit teringankan bahkan bantuan tersebut sebagian bisa dijadikan modal untuk berdagang di bulanRamdhan ini, “terang Edi.

Tentunya Edi juga berharap bantuan uang sebesar Rp. 900.000 bisa dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang bermanfaat dan sesuai dengan arahan dan komitmen awal penerima diharuskan warga yang betul-betul belum tersentuh bantuan apapun.

”Atas nama warga saya mengucapkan terimakasih pada pemerintah pusat yang sudah meringankan beban ekonomi warga di pedesaan, “imbuh Edi. (anwarwaluyo)


BUPATI PANGANDARAN: “SAAT KECIL SAYA, TAMAT PUASA 1 BULAN PENUH SAYA DIBERI HADIAH 7-UP”

Bupati Kab. Pangandaran, H Jeje Wiradinata

PANGANDARANNEWS.COM
 - Ini kisah Bupati Kabupaten Pangandaran H Jeje Wiradinata menjalankan ibadah puasa ramdhan saat kecil dulu.

Jeje yang berlatar belakang  hidup di tengah keluarga nelayan saat bermain pada masa anak-anaknya dulu tidak jauh dari kehidupan pantai, seperti berenang, memancing atau mengail udang di kali dengan alat sederhana dari lidi dan benang dari serat daun pisang yang dibuat melingkar di ujung lidi untuk mengait mata udang, atau bermain ke taman Cagaralam Pananjung.

Ia mengaku sebagai anak nelayan keluarganya tergolong kurang mampu sehingga Jeje kecil saat itu pun hanya bisa bermain dengan permainan anak kebanyakan di kampung.  

“Hanya itulah permainan saat kecil saya, dan di saat bulan puasa saya ngabuburit dengan cara memancing, berenang atau lainnya, “ujarnya.(07/04)

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata merupakan kepala daerah di Jawa Barat yang memiliki latar belakang sebagai nelayan. Profesi itu digelutinya sebelum berkiprah di dunia politik dengan menjadi anggota DPRD Ciamis lalu Bupati Pangandaran.

Ada yang khas saat menunggu adzan maghrib saat masa kecilnya menjalankan puasa ramadhan, kata Jeje saat kecil dulu belum ada gadget dan jam tangan pun masih menjadi barang mewah yang jarang dimilki anak-anak. Maka untuk melihat isarat memasuki waktu adzan maghrib biasanya saat itu akan berpatokan dengan melihat segerombolan kelelawar yang terbang dari arah Cagaralam.

“Jadi saat saya di pantai dan melihat kelelawar sudah keluar dari hutan Cagaralam saya pun segera pulang karena bertanda sebentar lagi waktu adzan maghrib tiba, “terangnya.

Jeje juga mengatakan, ada kebiasaan orangtua dulu jika anaknya tamat menjalani puasa 1 bulan penuh, maka ketika hari lebaran akan mendapat hadian minuman bersoda 7-up, sandal baju atau hadiah lainnya.

“betapa senangnya saya mendapat minuman 7-up, karena saat itu minuman tersebut terbilang mahal, “imbuhnya. (PNews) 


PELAYANAN YANG BARU BISA DILAKUKAN DI POLRES PANGANDARAN, SALAH SATUNYA SPKT

PANGANDARANNEWS.COM – Seperi ditulis di sebuah media online, kini Polisi Resort (Polres) Pangandaran sudah mulai beroperasi di wilayah hokum Kabupaten Pangandaran usai memisahkan dari Kabupaten Ciamis. 

Dengan menempati eks gedung Sekretariat (setda) di Parigi, jajaran Polres Pangandaran pun siap melayani dan mejaga keamanan dan ketertiban masyarakat.  

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat, SH, SIK kepada awak media di ruang kerjanya. (06/04)

Sedangkan ke depan untuk Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran akan menempati lahan seluas 50.000 meter persegi bertempat di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, dan rencananya akan mulai dibangun tahun 2023.

Kapolres juga mengatakan, untuk saat ini pelayanan yang ada di Polres Pangandaran belum berjalan sepenuhnya karena pejabat strukturalnya masih baru dan personilnya masih terbilang kurang, begitu juga anggota di tiap-tiap Polsek pun masih kurang.

“Untuk pelayanan SIM Keliling dan Samsat kita masih ke Ciamis," uajrnya.

Kapolres menjelaskan pelayanan yang baru bisa dilakukan di Polres Pangandaran yaitu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sehingga Polres Pangandaran baru bisa menerima laporan kehilangan, laporan Polisi dan izin kegiatan masyarakat. Tapi untuk pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) kata Kapolres saat ini bisa dilakukan di Polsek Pangandaran yang beralamatkan di Jl. Merdeka No.175, Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran.

Khusus untuk Kecamatan Mangunjaya, imbuhnya, saat ini pelayanannya masih ke Polsek Padaherang, padahal wilayah tersebut cukup luas sehingga dibutuhkan tambahan personil di Polsek Padaherang yang saat ini sedang diajukan. 

"Kami telah ajukan hal ini ke Polda Jabar," pungkasnya. (PNews)

DADAHA MASIH TETAP JADI TEMPAT PAPORIT NGABUBURIT WARGA KOTA TASIK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Ngabuburit dikenal sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka puasa di setiap bulan suci Ramadan dan masyarakat biasanya ngabuburit dilakukan di tempat-tempat yang ramai dan nyaman untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga.

Seperti masyarakat Kota Tasikmalaya, warga di Kota Santri ini setiap sore akan tumpah ruah di lapang Dadaha untuk ngabuburit sambil berburu makanan takjil yang biasanya ada hamper di semua sudut lokasi ngabuburit.

Setiap  bulan ramadhan Dadaha selalu jadi tempat poporit untuk ngabuburit, warga setiap sore mulai berbondong-bondong membawa anak-anak, remaja, hingga, dewasa dan orang tua pun mendatangi lapang Dadaha, tidak terkecuali warga yang sengaja datang ngabuburit sambil nafkah.

Terlihat anak-anak bermain bola, naik kuda-kudaan, mobil-mobilan, balon, sedangkan para remaja dan orang dewasa terlihat hanya duduk-duduk sambil canda tawa.

Salah seorang pengunjung, Icha (19) warga Kelurahan Tugujaya mengungkapkan ia dan warga lainnya  memilih Dadaha sebagai tempat ngabuburit karena dekat dengan pusat perbelanjaan, karena selain Dadaha juga nyaman untuk tempat ngabuburit.

“Hampir setiap sore saya ngabuburit kesini, sekalian untuk membeli makanan untuk bekal takjil, “ungkapnya.(06/04)

Hal senada dikatakan seorang ibu yang membawa dua orang anaknya menuturkan, selain untuk ngabuburit Dadaha juga jadi tempat bermain anak-anaknya.

Walau pun datang hampir setiap hari menurut ibu muda asal Indihiyang ini baik ia atau pun anak-anaknya tak pernah merasa bosan. Karena selian bulan ramadhan ia sering membawa anak-anaknya datang ke Dadaha, khusunya saat akhir pekan.

Salah seorang petugas parkir, Andi dan salah seorang pedagang makanan, Atep asal Kawalu, mereka mengatakan datangnya bulan ramadhan selalu membawa berkah baginya. 

“Lumayan di bulan suci ini kami bisa menambah penghasilan, “ungkapnya. (anwarwaluyo)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN