BUPATI DAN WAKIL BUPATI HADIRI PELANTIKAN PENGURUS PATAYAT NU KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Beerapa hari lalu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan menghadiri pelantikan pimpinan Cabang Patayat NU kabupaten Pangandaran

Bertempat di Pesantren Riyadusaalikin Kecamatan Padaherang.(20/11)

Selain bupati dan wakil bupati, nampak hadir dalam tersebut Ketua Bawaslu, Ketua KPU, ketua KNPI, ketua PC Muslimat, ketua GP Anshor dan seluruh jajaran kepengurusan Patayat NU Kabupaten Pangandaran.

Usai dilantik, Ketua patayat NU Pangandaran Milki Barokah SHI MA dalam sambutannya menyampaikan diharaapkan fatayat dapat berkiprah demi kemaslahatan ummat serta mampu menciptakan generasi yang sholeh dan sholehah.

“Fatayat NU merupakan salah satu yang mewadahi pemberdayakan perempuan, “ujarnya.

Ia juga menekankan agar fatayat NU terus berinovasi melakukan program dengan melibatkan peran serta kaum perempuan dan anak anak.

“Selain itu saya juga mengajak seluruh fatayat untuk bergerak bersama pemerintah dalam membangun Kabupaten Pangandaran yang hebat bermartabat, “imbuhnya

Sementara Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wirasdinata pada kesempatan yang sama mengatakan patayat merupakan anak baru gede ( ABG) nya muslimat, artinya badan otonomi NU ini  diisi oleh kaum perempuan.

Kata Jeje, satu yang melekat di ajaran NU, mereka merupakan pewaris ajaran ahli sunah wal jamaah yang  wajib merawat serta menjaga kultur budaya NU.

“Dan sudah tentu jika kita bicara NU tentunya kita juga bicara NKRI, “jelas Jeje. (Tn)





SEORANG WARGA KARANGJALADRI SERAHKAN SEEKOR BUAYA KE KSDA RESORT PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Petugas Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDA) Resort Pangadaran tadi pagi bergegas menuju lokasi usai menerima telepon dari salah seorang warga di Dusun Bojongsalawe Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi yang berniat akan menyerahan seekor buaya miliknya.

Seperti disampaikan Kepala Resor KSDA Pangandaran Uking  Iskandar, usai menerima telepon dari seorang warga yanng tidak dikenal ia pun langsung memeritahkan beberpa petugas untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Ternyata benar memang ada warga yang dengan suka rela menyerahkan seekor buaya pada petuga kami, “kata Ukinng.(20/11)

Buaya tersebut pun langsung dibawa ke kantor KSDA Pangandaran untuk dirawat dan diperiksa kondisi kesehatannya.

Seperti diketahui, pasca viiralnya kemunculan buaya di Sungai di Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih beberapa waktu lalu, KSDA Resort Pangandaran terus mensosialisasikan terkait Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Pada Pasal 21 ayat 2, disebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati, dan ini ada hukuman pidana dan denda.

Uking mengatakan, peyerahan buaya oleh warga ini pun mungkin karena warga menyadari bahwa buaya termasuk satwa yang dilindungi. 

“Dari keterangan yang diperoleh petugas, katanya buaya ini didapat dari sungai Cimulungan Batuhiu, “terang Uking. (PNews)


RATUSAN WARGA TIGA KECAMATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI PEMERIKSAAN MATA GRATIS

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan warga di 3 kecamatan Kabupaten Pangandaran, Kecammtan Mangunjaya, adaahran dan Kalipucang beramai-ramai mendatangi aula Kanntor Kecamatan Padaerang untuk ikut memeriksakan mata secara gratis program dari  Pemerintah Jabar Bergerak dengan tema Mataku Jendelaku, dengan target  sasaran 1000 orang.(18/11)  

Menurut Ketua Jabar Bergerak, Wiwin Asep Nurdin, karena di saat pandemi covid-19 aktivitas sekolah mengandalkan belajar online (daring) maka dengan adanya program Mataku Jendelaku yang diketuai Ata Ridwan Kamil yang kerjasama dengan Lion Club Bandung Raya (LCBR), program ini jelas sangat membantu sekali, khususnya terkait kesehatan mata.

“Alhamdulillah kita mendapat perhatian LCBR, mudah-udahan program ini bermanfaat untuk masyyarakat khusunya pelajar yang merupakan tunas bangsa sebagai tumpuan masa depan kita, “ungkapnya. (Tn)


AKIBAT INTENSITAS HUJAN TINGGI DAN UNTUK KESELAMATAN WISATAWAN, WISATA GREEN CANYOON SEMPAT DITUTUP

PANGANDARANNEWS.COM – Salahssatu destinsi wisata andalan di Kabupaten Panandaran, Green Canyon di saat musim hujan sangat berdampak pada keramaian kunjungan wisatawan di obyek wisaat  tersebut. Pasalnya saat intensitas hujan menngkat aliran sungai di obyek terebut akan meluap, sehingga sangat berbahaya.

Seperti disampaikan salah seoorang anggota Kompepar Green Canyon Yus Rahman, karena kondisi terebut setidaknya sudah tiga kali pada bulan ini obyek wisata Green Canyon ditutup sementara, dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) jika debit air di hulu berada diatas 60 cm maka kegiatan wisata harus dihentikan.

“Apalagi untuk body rafting, ini bahaya dan tidak dibolehkan," kata Yus.(18/11)

Yus menambahkaan, untuk kegiatan berperahu mungkin masih bisa saja dilakukant, tapi tetap saja beresiko.

Warna air sungai yang berubah menjadi keruh kecoklatan, biasanya airnya hijau, kata Yus kondisi ini juga tidak disukai wisatawan, sehingga akibatnya tingkat kunjungan pun mengalami penurunan sekitar 50 persen.

“Dengan kondisii ini kami terus berkordinasi dengan tim SAR untuk selalu meningkatkan keamanan dan keselamatan wisatawan, “ucapnya. (PNews)


AKIBAT BURUKNYA KONDISI JALAN, SEJUMLAH PETANI DI PANCATENGAH MERUGI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS  – Jalan Buniasih menuju Kalapa Genep dan Cikalong di kawasan Tasikamalaya Selatan, tepatnya di Kampung Cimomon, Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah saat ini kondisinya sangat memprihatinkan sehingga sanagat sulit dilalui baik kendaan roda dua maupun empat.

Dari pantauan PNews, tampak jalan rusak dan berlubang di jalur sepanjaang 4 kilo meter tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan bagi para pengguna jalan.

Menurut sejumlah pengendara yang melintas, mereka mengatakan kondisi ini terjadi sejak musim hujan tiba belakangan ini yang membuat kondisi jalan semakin rusak dan parah.

Menurutnya, dengan kondisi jalan seperti ini jelas  aktipitas masyarakt sangat terganggu serta perekonomian pun berdampak kurang baik.

“Karena jalan itu satu satunya yang sering dilalui baik oleh petani maupun aktipitas lain seperti berdagang, “ungkapnya.(18/11)

Salah seorang tokoh masyarakat Pancatengah, Adeng Mutaqin, membenarkan jalan di Desa Margaluyu yang tembus ke Desa Kalapa Genep Kecamatan Cikalong sepanjang 4 km kondisinya sangat memprihatinkan.

Adeng mengatakan, jalan tersebut sudah tidak layak pakai karena sudah terlalu banyak anak sekolah yang menjadi korban kecelakaan.

“Karena saking seringnya kami pun sudah tidak aneh lagi saat ada berita kecelakaan pengendara di lokasi itu atau ada mobil yang mogok akibat amblas,” tutur Adeng.

Warga lainnya menambahkan, akibat banyak kendaraan yang sering mogok ini membuat pengguna lain terkena macet hingga berjam-jam dan hal ini diikeluhkan petani pasalnya hasil taninya menjadi tak layak dijual akibat membusuk sehinga tidak sempat diangkut pembeli.

Menurutnya petani dan pedagang disini merasa kesulitan untuk memasarkan hasil panennya, dikarenakan para agen enggan turun langsung, dan jika datang pun harga jualnya pasti akan jatuh.

Ia pun berharap  kondisi ini segera menjadi perhatian Pemkab Tasikmalaya dan segera melakukan perbaikan karena jalan lintas ini sangat vital bagi masyarakat.

“Kami  berharap para pejabat di pemeriitah bisa terketuk hatinya, kami masyarakat di pedesaan haya bisa berharap dan berharap, “ungkapnya.

Ia menambahkan, Wakil Bupati Tasikmalaya yang berasal dari Pancatenggah seharusnya bisa memperjuangkan hal ini seperti janjinya yang disampaikan saat kampanye pilkada yang lalu. (ANWARWALUYYO)


JELANG ULANG TAHUN KE 71 KORP SAT POL AIRUD POLRES TASIKMALAYA GIATKAN PENGAMANAN PANTAI

PANGADARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Menjelang hariulang tahunya ygk 71, jajaran Satpolairud Polres Tasikmalaya betekad untuk lebih meningkatkan kinerja, seperti kegitan patroli yang rutin dilaksanakan dalam rangka sosialisasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) kepada masyarakat nelayan pesisir agar selalu  meningkatkan kesadaran  kesehatan pribadi dan keluarga dengan tetap selalu mematuhi protokol kesehatan seperti menerapkan 5 M dan 3T,  menjaga Kamtibmas di sepanjang pesisir pantai Pamayangsari dan Sindangkerta di Kecamatan Cipatujah.

Tak hanya itu, dalam kegiatan yang laksanakan beberpa hari lalu oleh sejumlah petugas Sat Pol Airud, diaantaranya  Aiptu Sukirman, Bripka Ade Hermawan daan Bripka Dedi Kurniadi pun memberikan peringatan terkait cuaca ekstrem gelombang besar dan angin kencang agar nelayan berhati - hati saat melaut. 

“Selain menghimbau agar mengunakan alat keselamatan kami juga menghimbau agar nelayan tidak menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan saat menangkap ikan di laut, “kata Kasat Pol Airud Polres Tasikmalaya saat ditemui di kantornya. (13/11)

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan pengecekan dan monitoring pada kegiatan premanisme di wilayah pelabuhan Pamayang dan pantai Sindangkerta serta melakukan kordinasi dengan Rukun Nelayan (RN) dan tokoh masyarakat setempat sehiingga diharapkan dapat Tercipta keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Alhamdulillah sampai saat ini kondisi di wilayah pantai aman dan cukup kondusif serta tidak ada lagi aksi premanisme khususya di wilayah hukum perarian Kecamatan Cipatujah, “tegasnya. (ANWARWALUYO)


DINILAI BERPOTENSI, PEMKAB PANGANDARAN SEGERA SERTIPIKATKAN KELAPA HIBRIDA JADI PIT

PANGANDARANNEWS.COM – Saat meninjau perkebunan kelapa hibrida milik H Lilih di blok Merjan Kecamatan Cijulang, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan potensi kelapa ini luar biasa baik buah kelapanya mau pun air nira yang dihasilkan untuk bahan baku pembuatan gula kelapa, sehingga Pemkab Pangandaran pun akan segera melakukan sertifikasi Pohon Induk Terpilih (PIT) untuk kelapa lokal unggulan, yang akan ditentukan oleh Kementerian Pertanian.

Pada beberapa tahun sebelumnya kata Jeje pihaknya mencari bibit pohon kelapa pendek ini ke ber bagai daerah, seperti Kabupaten Sukabumi dan Menado Sulawesi Utara.

Jeje mengatakan, ternyata jenis kelapa ini dimiliki juga oleh warga Pangandaran, dengan luas 12 hektar yang ditanami 2000 pohon kelapa hibrida dan mampu tumbuh subur serta berbuah lebat.

“Ini merupakan solusi bagi Pemkab Pangandaran dalam rangka pemberdayaan petani khususnya budidaya pohon kelapa dan produksi gula kelapa, “kata Jeje.(9/10)

Dengan pohon kelapa jenis hibrida in petani tidak lagi harus naik pohon kelapa yang rata-rata tingginya mencapai 10-20 meter, dan resiko kecelakaan saat naik produksinya juga terbatas. Dan meski ukuran pohon pendek tetapi kelapa hibrida ini mempunyai buah yang besar sehingga para petani bisa lebih efisien tenaga dan berpenghasilan lebih banyak karena kelapa yang besar akan menguntungkan petani.

Jeje mengaku keberadaan kebun kelapa hibrida milik H Lilih ini jelas telah memberi masukan pada  pemerintah daerah dalam rangka penguatan kebijakan bidang pertanian kelapa sehingga ke depan akan lebih dikembangkan lagi.

Sementara menurut Sekdis Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan, saat ini pihaknya masih mengupayakan anggaran untuk pengadaan bibit kelapa hibrida ini karena saat ini di Kabupaten Pangandaran belum ada pembibitan khusus kelapa hibrida sehingga saat petani  membutuhkan harus mendatangkan dari luar daerah.

Kalau pun sekarang ada jenis kelapa tersebut yang dimiliki  H Lilih, ini harus memiliki sertifikat terlebih dahulu yang  saat ini sudah dalam tahap mengupayakan penetapan PIT  oleh kemeterian pertanian.

Tahun ini Pemkab sedang mengupayakan proses sertifikasi itu. Sudah datang tim dari Balit Palma Manado, mengecek lahan yang pohon kelapanya akan ditetapkan sebagai PIT yakni kebun milik Lilih.

Setelah SK penetapan PIT kelapa hibrida Pangandaran turun, jelas Yadi, benih tersebut baru bisa dilepas ke pasaran. 

Yadi optimis kelapa lokal juga akan unggul apabila dikelola dengan baik karena lahan yang ada di Kabupaten Pangandaran subur.

“Dan pohon kelapa hibridaini rata-rata dalam 3 tahun sudah bisa berbuah walaupun pohonya pendek, tentu potensi ini luar biasa, ”ungkap Yadi. (PNews)


HAMPIR 10 TAHUN TAK DIPERBAIKI, MASYARAKAT PUN GOTONG-ROYONG PERBAIKI JALAN PENGHUBUNG KECAMATAN SALOPA-CIKTOMAS- JATIWARAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS  - Sudah hampir 10 tahun kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Salopa-Ciktomas dan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya kondisinya rusak parah sehingga sangat sulit dilewati kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Namun sayang kondisi tersebut hingga saat ini masih belum tersentuh program perbaikan dari pemerintah.

Menurut salah seorang warga Babakanwaru, Edi (39), sudah beberapa kali pimpinan kepala daeah namun kondisi jalan yang menjadi sarana transportasi masyarakat ini masih terlihat memprihatinkan, padahal masyarakat benar-benar sangat membutuhkan kondisi jalan yang layak dan nyaman untuk digunakan.

“Jalan tersebut merupakan jalur vital dan padat kendaraan yang menghubungkan tiga kecamatan, “ungkapnya.(10/11)

Selain membuat sulit kendaraan yang melintas, jelas Edi, di jalur tersebut pun sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan buruknya kondisi jalan.

Untuk mengantisiasi kejadian tersebut, sejumlah warga dri Kecamatan Salopa pun ramai=ramai bergotong-royong menutupi lobang-lobang dengan pasir.

“Seharusnya pemerintah malu, karena perbaikan jalan ini justru dilakukan oleh masyarakat lngsung, “kata Edi di sela-sela kegiatan gotong-royongnya. (ANWARWALUYO)


SEJUMLAH PKM DESA CIKAPINIS TERIMA BANTUAN SOSIAL PROGRM BPNT REGULER DAN PERLUASAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Anggota Polsek Karangnunggal Polres Tasikmalaya AIPDA  Usep Risdiana didampingi anggota TNI Koramil Karangnunggal Sertu Nurkholis, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan penyaluran Bansos  program BPNT perluasan, bertempat di agen  BRI Link Toko Delisva milik dari Hj. Kholis di Dusun Gandamekar RT. 02/01 Desa Cikapinis Karangnunggal.(8/11)

Dalam kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Desa Cikapinis Azis Nuryana, Babinsa Sertu Nurkholis, Kasi Kesra Desa Cikapinis Ahmad Halwani, S.Pd, pendamping PKH Wahidah.S.pd,. Pendamping TKSK, Jajang, serta para perangkat Desa dan KPM para penerima BPNT

Menurut keterangan  AIPDA Usep Risdiana, jumlah penerima bantuan program BPNT Desa Cikapinis untuk reguler sebanyak 456 KPM dan perluasan  sebanyak 232 KPM, dengan rincian barang sembako, antara lain Beras 12 kg  = Rp.132 ribu, Telor 1 kg  = Rp 23.500, Kentang 1 Kg  = Rp.14 ribu, Kacang hijau 0,2 Kg = Rp.6 ribu, Buah pir 0,98 Kg = Rp.24.500, dan semuanya senilai Rp.200 ribu.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini seluruh yang hadir diharuskan mengikuti mematuhi Protokol Kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, “kata Uep. (ANWARWALUYO)


DIDUGA AKIBAT TANAH LABIL RUMAH MILIK KADUS DI DESA BANGUKARYA LANGKAPLANCAR AMBLAS

PANGANDARANNEWS.COM – Sebuah rumah milik Kepala Dusun (kadus) Wangkalronyok Aep Saepudin di Rt 18 Rw 07 Desa Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu mengalami retak dan lantai rumahnya amblas sedalam sekitar 50 centi meter.

Menurut pemilik rumah, Aep kejadian yang terjadi hari kamis tanggal 4 Nopember lalu  ini merupakan untuk yang kedua kalinya setelah beberapa bulan lalu terjadi hal yang sama.

“Hanya pada kejadian yang pertama dulu amblasnya tidak sedalam yang sekarang terjadi, ”terang  Aep saat bertemu PNews di sebuah warung kopi di Desa Sukaresi.(9/10)

Aep menuturkan, awal kejadian tanggal 4 nopember lalu saat sekitar jam 5.00 dini hari terjadi retak-retak pada lantai rumah yang disusul amblasnya pondasi rumah sekitar  jam 11 siang, sehingga mengakibatkan bangunan rumah yang terbuat dari GRC pun menggantung dari podasi rumah.

Aep menduga kejadian ini mungkin dikarenakan kondisi tanah di atas bangunan rumahnya labil sehingga saat diguyur hujan yang saat ini hampir terjadi setiap hari membuat tanah tersebut tidak kuat menahan beban bangunan.

“Saat ini saya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Desa Bangukarya dan BPBD Kabupaten Pangandran, “imbuhnya.

Secara terpisah, saat dihubungi lewat telepon cellllernya Kabis Darlog BPBD Kabuaten Pangandaran Jajang membenarkan kejadian tersebut yang menimpa salah seorang warga  Desa Bangunkarya.

“Kami juga sudah melihat langsung kondisi rumah tersebut ke lapangan, “ucapnya.(10/11)

Jajang juga mengatakan, karena diperkirakan kondisi tanah di lokasi rumah tersebut sangat labil dan sewaktu-waktu bisa terjadi hal yang sama, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sebaiknya pindah rumah saja ke tepat yang lebih aman.

Disoal bantuan apa yang akan diberikan pemd, Jajang mengatakan pihaknya berencana akan mengupayakan untuk memperbaiki rumah tersebut jika rumah tersebut tidak masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dinas Sosial.

“Kami pun akan segera berkordinasi dengan Dinas Sosial agar tidak terjadi bantuan ganda pada penerima yang sama, “kata Jajang. (PNews


TERKAIT UNGKAPAN KURANG SIMPATIK PADA AWAK MEDIA, PJS KADES PASIRGEULIS PUN AKHIRNYA MINTA MAAF

PANGANDARANNEWS.COM - Usai diberitakan di beberapa media online terkait tindak Pjs Kepala Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang (A) pada wartawan yang kurang simpatik, akhirnya A serta jajaran Pemdes Pasirgeulis pun meminta maaf atas sikap yang kurang terpuji terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalisitiknya.

Dalam proses mediasi yang dilaksanakan di kantor desa serta dihadiri Kepala Bidang (Kabid) PKAPD/Pemdes Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa ( PMD ) Kabupaten Pangandaran, Yayat yang ikut menjadi mediator terhadap ke dua belah pihak, Yayat mengaku lega karena permasalahan ini sudah clear dan kedua pihakpun sudah saling memaafkan atas insiden yang terjadi beberapa hari lalu.

“Saya berharap ini bisa menjadi sebuah pelajaran, terutama bagi kami di pemerintahan terkait bagaimana menghadapi wartawa yang sedang melakukan tugas peliputan, “ungkapnya. (9/11)

Ia mengatakan, sebelum ia pun sudah melakukan komunikasi dengan PJS Kades Pasirgeulis serta membenarkan bahwa Pjs kades pun mengakui bahwa dirinya khilap dan tidak bermaksud untuk menghina wartawan.

Dan untuk mengantisifasi hal serupa terulang lagi, kata Yayat pihaknya berencana akan melakukan pembinaan kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Pangandaran terkait pentinga dalam  menjaga komunikasi dan etika bertutur kata.

“Terlebih saat berhadapan dengan awak media, karena bagaimanapun wartawan ini merupakan  mitra kami di pemerintahan, “ucapnya. (Tn)


AGAR ADA EFEK JERA BAGI PELANGGAR PROKES DI OBYEK WISATA, PEMKAB PANGANDARAN TERAPKAN SANKSI TIPIRING

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mencegah terjadinya klaster penularan covid-19 di obyek wisata, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata usai mengikuti rakor pencegahan penyebaran virus covid-19 pada lokasi wisata dengan Dirjen Perhubungan Darat secara virtual di comand setda Pangandaran menyampikan, bagi pelaku usaha wisata yang tetap tidak menggunakan masker akan dikenai sanksi pidana ringan (tipiring).(08/11)

Jeje mengatakan, sejak tiga pekan lalu berada pada PPKM level 1 ternyata tingkat kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan makin menurun, bahkan memakai masker pun sudah dianggap tidak penting lagi sehingga ia mendapatkan banyak teguran dari berbagai pihak.  

“Dalam rapat tadi pun saya ditegur oleh pihak Dirjen perhubungan, "ungkap Jeje.

Menurutnya, ia tidak ingin aktivitas pariwisata berdampak pada lonjakan kasus Covid-19, maka agar ada efek jera bagi pelanggar prokes, tipiring pun terpaksa dilakukan.

Jeje menambahkan pada akhir pekan ini para petugas di lapangan pun akan kembali mendisiplinkan semua pelaku usaha wisata dan wisatawan agar tetap patuh dan taat melaksanakan protokol kesehatan, sementara bagi yang tetap membandel akan dilakukan sidang di tempat.

Dan untuk pelaksanaan penerpan sanksi tipiring ini, jelas Jeje bisa saja nanti di pintu masuk dengan cara minta pengunjung untuk menandatangani pernyataan siap taat prokes dengan selalu pakai masker.

“Sedangkan untuk antisipasi terjadinya kepadatan di objek wisata, itu akan diatur salahsatunya dengan diberlakukannya sistem satu jalur, “terang Jeje. (PNews)


PJS KEPALA DESA PASIRGEULIS KECAMATAN PADAHERANG DIDUGA LECEHKAN PROFESI JURNALISTIK

gambar ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM -  Heran, hari gini di era keterbukaan informasi publik masih ada oknum kepala desa yang terkesan alergi menghadapi wartawan. Seperti yang diperlihatkan oknum PJS (penjabat sementara )Kepala Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran berinisial A, diduga telah menghina dan melecehkan profesi jurnalisitik. 

Kejadian ini menimpa seorang wartawan sebuah media online Faktualjabar.com kontributor Kabppaten Pangandaran dan Ciamis, WE.

WF menuturkan, awal kejadian, saat datang ke kantor Desa Pasirgeulis ucapan salam WE tidak dibalas onum pjs kepala tersebut, bahkan ia langsung mengatakan “Urang teu boga duit, ulah waka menta duit-(bahasa sunda-red) yang artinya saya tidak punya uang, jangan dulu minta uang. Jelas ungkapan tersebut tidak pantas dialamatkan kepada wartawan karena narasi yang dituturkan oknum PJS Kepala Desa Pasirgeulis tersebut sangat tidak pantas dan sangat merendahkan profesi jurnalis sebagai pilar demokrasi walaupun dalam kontek santai atau bercanda.

Masih cerita WE, saat itu kades akan makan siang, namun sebelum membahas lebih lanjut WF sudah minta ijin dan memohon maaf karena telah menggangu makan siangnya, namun Pjs Kades pun tetap meminta agar WE segera mengutarakan maksud dan tujuan datang menemuinya, tidak sampai disitu, saat itu A juga sempat mengatakan, teu nanaon jang roko – roko wae jeung bensin mah da karunya loba wartawan kadieu sok ngarti ieuh (tidak apa-apa,  buat roko dan bensin saja, karena kasihan banyak wartawan kesini saya juga ngerti).

“Padahal saya dalam profesi saya sebagai wartawan pantang untuk meminta – minta apabila tidak ada sebuah karya, itupun harus ada kerjasama MOU sebelumnya, “tergas WE.(06/11)

WE mengaku sangat prihatin masih ada pejabat yang tidak punya sikap santun dan ini tentu bertentangan dengan UU Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, Bagian Ketujuh Pasal 34 Perilaku Pelaksanaan Dalam Pelayanan dan Bagian Kedelapan Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pasal 35.

WE juga khawatir jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan persoalan yang lebih besar karena bisa berimbas pada persoalan pidana, karena wartawan mrupakan bagian dari masyarakat selaku pemegang hak pelayanan publik seyogianya mendapatkan jaminan. 

Akhirnya tanpa kritik dan koreksi bukan nyinyir, penyelenggaraan publik akan terpuruk jauh meninggalkan standar pelayanan minimal yang seharusnya terpenuhi, dan kondisi seperti ini justru kontraproduktif dengan azas- azas penyelenggaraan pelayanan publik sesuai padal 34 dan 35 UU No.25 Tahun 2009, juga berlawanan dengan reformasi birokrasi yang selama ini digaungkan Pemerintah Pusat.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, sayang oknum PJS kepala Desa Pasirgeulis yang juga ASN di Kecamatan Padaherang belum dapat dimintai keterangan terkait dengan ucapannya tersebut. (Tn)


PRODUK MAKANAN RUMAHAN KINI BISA DIPASARKAN DI TOKO SWALAYAN, INI SARATNYA

PANGANDARANNEWS.COM – Sekitar 51 toko swalayan yang ada di Pangandaran kini siap menjual produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Pemkab Pangandaran pun melalui Dinas Koperasi UMKM Dan Perdagangan akan membantu yang saat ini menjadi kendala kurangnya asfek pemasaran pada produk UMKM tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran Drs. Tedi Garnida, MM, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(8/11)

Menurut Tedi, ada beberapa persaratan yang harus dimiliki UMKM seperti ijin Pangan Industri Rumahtangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan, sertifikat halal (untuk makanan) dari MUI Jawa Barat yang akan direkomendasikan Kantor Kemenag Pangandaran serta persaratan lainnya.

“Saat ini dari 37 produk baru 8 lolos kurasi pertama sesuai kelengkapan dan sisanya masih dalam koreksi kelengkapan, “terang Tedi.

Tedi menjelaskan, tapi untuk saat ini Indomart baru bisa memasarkan produksi makanan-minuman (mamin) saja sementara untuk Yomart selain mamin bisa produklainnya seperti pakaian dan produk lainnya.

Dan produk UMKM asal Pangandaran ini kata Tedi tidak terbatas hanya bisa dipasarkan di swalayan yang ada di Pangandaran saja, tapi bisa juga di swalayan yang ada di daerah mana saja.

Tedi mengakui, belum adanya Badan Obat dan Makanan (BPOM) di Pangandaran menjadi kendala khususnya terkait uji labolatorium yang masih harus tetap ke Bandung.

Tedi berharap dengan adanya kemitraan antara Pemkab Pangandaran dengan sejumlah manager toko swalayan ini benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Ini peluang bagus untuk pelaku UKM Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN