POLRES TASIK KOTA DISTRIBUSIKAN BANSOS PPKM DARURAT UNTUK WARGA TERDAMPAK COVID

PANGANDARANNEWS,COM/TASIKNEWS - Jajaran Polresta Tasikmalaya Kota mendistribusikan bantuan sosial (Bansos) PPKM Darurat dari Polda Jawa Barat kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. (16/7)

Kepada sejumlah awak media, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan SH.SIK.MSi,  mengatakan jumlah bantuan yang disalurkan kali ini mencapai 100 paket, terdiri dari beras 5 kilogram, telur, mie instan, dan lainnya.

Sasaran bantuan ini juga, kata Doni untuk keluarga yang sedang melakukan isolasi andiri (isoman), para pekerja informal yang berada di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.

“Untuk pendistribusian bantuan ini ada  yang  melalui Bhabinkamtibmas atau Babinsa," jelasnya.

Dalam pendistribusian bantuan ini Kapolres juga berkesempatan memberikan langsung  kepada beberapa  warga di  Jalan Buninagara I 03/04 Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes.

Kata Doni, kegiatan baksos ini direncanakann berkelanjutan yang akan disalurkan secara  door to door kepada masyarakat oleh para Bhabinkamtibmas dan Babinsa jajaran Polresta Tasikmalaya Kota serta Kodim 0612 Tasikmalaya.

Doni berharap kegiatan serupa ini bisa diikuti instansi atau tokoh masyarakat lainnya agar semangat kepedulian dan kebersamaan menjadi sebuah komitmen bersama.

“Dan tentunya warga yang menjalani isoman pun kebutuhannya terpenuhi meski tidak dapat beraktivitas untuk sementara waktu, "pungkasnya (ANWARWALUYO)


SEORANG PEMUDA DI TASIK DIBEKUK POLISI GARA-GARA BAWA KABUR HP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Gara-gara mekinjam hand phone seorang pemuda di Jalan Gunung Goler Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 11.00 WIB jum'at kemarin ,(6/7/), diamankan polisi.

Menurut cerita korban Serli Apilianti (15) seorang pelajar warga Kampung Warung Kadu Rt 01/07 Kelurahan  Cibunigeulis Kecamatan Bungursari, saat itu ia akan pulang ke rumah tiba-tiba pelaku berinisial AN (34) warga Kampung Leuwidahu Rt. 01/03 Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang yang sedang duduk di atas sepeda motor memanggilnya,  kemudian AN mengajak korban untuk ikut mengantarkan paket ke sekolah SMK Global Pasangrahan menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di tujuan pelaku meminjam HP milik korban dengan alasan akan menelepon Guru Tata Usaha SMK Global Pasangrahan,akan tetapi pelaku malah membawa kabur HP milik Korban.

“Saya pun melaporkan kejadian ini ke ke Polres Tasikmalaya Kota untuk pengusutan lebih lanjut, “terang Serli. (ANWARWALUYO)


DILAKSANAKAN SECARA VIRTUAL, HIMA PIAUD STITNU AL FARABI PANGANDARAN LANTIK PENGURUS MASA KHIDMAT 2021-2022

PANGANDARANNEWS.COM – Dengan mengusung tema "Membangun semangat baru menuju organisasi yang lebih berkualitas, loyalitas dan solidaritas", Himpunan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMA PIAUD) STITNU Al farabi Pangandaran melantik kepengurusan untuk masa khidmat 2021-2022 yang dilaksanakan secara virtual. (15/7)

Selain dihadiri Ketua STITNU Al farabi Pangandaran dan seluruh jajaran instansi kampus termasuk perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dalam acara tersebut hadir Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ( HIMA MPI)

Usai acara, ketua HIMA PIAUD, Indah Permata mengatakan walau pun dilaksanaan dalam masa PPKM tapi pelantikan pengurus ini  tidak menjadi hambatan untuk tetap melaksanakan.

"PPKM tidak menyurutkan niat kami dalam berorganisasi sehingga pelantikan pun bisa dilksanakan  sesuai agenda yang telah di tetapkan walaupun secara virtual" ujarnya.

Indah juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah membantu dalam mensukseskan pelantikan ini serta berharap  dukungan dari semua pihak, khususnya pimpinan kampus.

Usai pelantikan acara dilanjutkan dengan pembekalan materi oleh Wakil Ketua 3 bidang kemahasiswaan, Ahmad Hapidin, SH. M.Pd, dan ini menjadi penting karena untuk bekal anggota yang baru dilantik agar memahami dinamika berorganisasi dan untuk menanamkan rasa tanggung jawab setiap anggota.

Pada kesempatan lain, Ketua Prodi PIAUD, Imas Masitoh, M.Pd  menucapkan selamat kepada semua anggota yang sudah di lantik dengan harapan semua anggota bisa solid dan diharapkan mampu mencetak pendidik anak usia dini yang hebat.

"Jaga soliditas, mudah-mudahan Prodi PIAUD STITNU Al farabi Pangandaran bisa  melahirkan  pendidik PAUD yang handal, “ucapnya. (YUSUPSIDIK)


GANTI ATURAN, BANTUAN TUNAI BAGI OTG DIGANTI SEMBAKO DAN VITAMIN


PANGANDARANNEWS.COM – Bantuan tunai untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) yang semula berbentuk uang tunai sebesar Rp 500 ribu kini dirubah dalam bentuk sembako dan vitamin.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, bantuan tunai yang Rp 500 ribu ini  sudah dicairkan kepada 206 orang, termasuk untuk Linmas yang berjaga di OTG yang sedang jalani isolasi mandiri (isoman).

”Sekarang aturanya dirubah, bagi yang belum menerima akan diberi bantuan beras 5 kilogram, telur 1 kilogram, mie 1 dus dan vitamin,” jelas Jeje. (14/7)

Jeje menyebut  kebijakan ini diambil karena kondisi keuangan daerah  yang tidak dapat diprediksi kedepanya dan anggaran juga sangat terbatas, sehingga butuh aturan untuk pelaksanaan teknisnya.

Jeje juga berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban para OTG yang sedang menjalani isoman.

”Untuk yang belum mengajukan, silahkan buat ajuannya dan bawa ke BPBD,” tuturnya.

Kebijakan awal untuk memberikan bantuan tunai sebesar Rp 500 ribu, kata Jeje saat itu dibuat sebelum angka Covid-19 meningkat, dan sekarang angka terkonfirmasinya malah meningkat.

Di tempat terlisah,  salah seorang warga Parigi, Ateng (40) mengaku baru tahu terkait bantuan ini.

”Saya baru tahu warga OTG yang jalani isoman dapat bantuan dari pemerintah, " ujarnya. (PNews)

PRIHATIN AKSI KEJAHATAN BEBERAPA HARI INI PMII PANGANDARAN DESAK KEPOLISIAN SEGERA MENANGKAP PELAKUNYA

PANGANDARANNEWS.COM - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pangandaran mengecam keras aksi  tindakan kejahatan dan mendesak pihak kepolisian turun melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku kejahatan yang akhir akhir ini sangat meresahkan masyarakat tersebut.

Seperti disampaikan Ketua PMII Pangandaran, Yusup Sidik, beberapa kasus kejahatan penjambretan yang menggegerkan masyarakat dalam kurun waktu satu pekan ini sudah dua kali kejadian dengan lokasi kejadian yang satu dengan lainnya tidak jauh.

Yusup mengatakan, seperti kejadian yang terbaru harirabu tanggal14 juli sekitar pukul 18.00,  peristiwa penjambretan terjadi di Jalan Raya Nasional Parigi-Cijulang, tepatnya di Dusun Baleungbeung Rt 02/01 Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang

Rentetan kejadian kejahatan ini menandakan lemahnya sistim keamanan di  Kabupaten Pangandaran, dan ini harus mjadi perhatian seluruh elemen termasuk pihak kepolisian. 

“Apalagi Kabupaten Pangandaran mempunyai visi, Pangandaran Juara menuju wisata berkelas dunia yang berpijak pada nilai nilai karakter bangsa," ungkap Yusup.(15/7)

Dan jika berbicara wisata maka, menurut Yusup faktor yang paling penting adalah memberikan rasa aman dan nyaman baik kepada warga setempat maupun pada yang datang ke Pangandaran. Dan jika melihat tempat-tempat kejadian kejahatan tersebut, mungkin salah satu faktor penyebabnya karena kurangnya Penerangan Jalan Umum (PJU) apalagi sekarang ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga menimbulkan jalanan sepi, atau bisa saja penyebabnya karenasulitnya ekonomi dimasa pandemi Covid 19 sehingga menjadi pemicu pelaku untuk melakukan aksinya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kondisi-kondisi seperti itulah yang mungkin jadi pemicu pelaku untuk berbuat kejahatan, “imbuhnya.  

Kata Yusup, PMII berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas sehingga memberikan rasa aman dan nyaman jangan sampai masyarakat merasa takut beraktivitas di malam hari.

“Sekali lagi, kami berharap pelaku tindak kejahatan tersebut segera ditemukan dan mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang kembali, “pungkas Yusup. (PNews)


CURUG SAWER JATIWARAS TAWARKAN PESONA KEINDAHAN ALAM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kabupaten Tasikmalaya telah lam dikenal mempunyai  keindahan alamnya, wejumlah tempat pun kini bahkan telah menjadi tujuan wisata. Sebut saja Curug Sawer yang berada di perbatasan Desa Mandalamekar dan Mandalahurip Kecamatan Jatiwaras, lokasi ini bisa jadi referensi untuk tujuan wisata keluarga atau remaja saat mengisiliburan sekolah.

Menurut salah seorang warga setempat, Asep Supriatna, walau akses menuju lokasi ini masih terkendala kondisi infrastruktur jalan yang belum bagus, tapi sudah sekitar lima tahun ini Curug Sawer dengan suara khas gemericik air yang jernih serta udara banyak dikunjungi masyarakat baik dari Kabupaten-Kota Tasikmalaya atau daerah lainnya seperti, Cilacap, Pangandaran, Bandung dan dari Jakarta bahkan ada beberapa club adventure mobil dan motor bermalam dengan membangun tenda, karena belum ada fasilitas penginapan.

“Mudah-mudahan ke depan terkit kondisi jalan ini bisa menjadi perhatian pemerintah Daerah, “ungkapnya.(13/7)

Dikatakan Asep, dengan hadirnya tempat wisata Curug Sawer ini tentu bisa jadi pemicu perekonomian masyarakat desa karena selalu ada dampak ekonomi dri sebuah pengembangan obyek wisata di daerah mana pun.

Asep berharap Pemkab Tasikmalaya melalui Dina Pariwisata memberikan perhatian sehingga Curug Sawer bisa tumbuh kembang menjadi salah satu detinasi wisata andalan.

Wisata keindahan alam dengan segala kekayaan yang ada di dalamnya tentu tidak akan membosankan untuk dikunjungi, karena menurut Asep, selain bisa memanjakan mata pengunjungan dengan sajian keindahan alam, genercik suara air mengalir pun akan membuat telingan merasa nyaman saat berada di tengah alam asri.

“Sekali lagi saya berharap, mudah-mudahan egera ada perhatian pemda paling tidak ada perbaikan jalan menuju lokasi, “pungkasnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)








PEDULI KESEHATAN MASYARAKAT, PMII STITNU AL FARABI PANGANDARAN BAGIKAN MASKER DI PASAR PANANJUNG

PANGANDARANNEWS.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Farabi Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan bagi-bagi masker di salah satu pusat pembelanjaan  tradisional Pasar Pananjung di jalan Merdeka Pangandaran. (14/07)

Seperti disampaikan Ketua Kaderisasi Komisariat PMII STITNU Al Farabi Muhamad Dafa Chrisyara,  berangkat dari kepedulian terkait kurangnya kesadaran masyarakat dalam menanggulangi penyebaran Covid 19 sehingga timbul inisiatif untuk membantu meningkatkan kesadaran warga khususnya pedagang dalam meminimalisir penularan Covid 19.

Dan Ini juga, kata Dafa, dalam rangka menyikapi kebijakan pemerintah dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), khususnya di tempat-tempat yang menjadi konsentrasi masa.

“Seperti di pasar, ini memang  riskan menjadi pusat yang terdampak, apalagi pasar merupakan pusat perbelanjaan dan salah satu penyedia kebutuhan masyarakat sehari-hari, “kata Dafa.

Kegiatan ini juga menurutnya merupakan ajang kaderisasi in formal bagi kader dan anggota PMII dan menjadi salah satu materi PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Hablum minan nas (Hubungan dengan sesama manusia) sehingga nantinya tumbuh jiwa sosial di seluruh kader.

Dafa berharap, mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan pemerintah bisa memberikan kebijakan yang tepat untuk menanggulangi covid 19 dan  dampaknya.

Masih kata Dafa, dengan viralnya famplet yang bertuliskan "warga pangandaran kompak untuk tidak upload brita tentang covid 19 agar masyarakat tenang dan tentram dengan menggunakan backround tugu ikan marlin pangandaran, ini menjadi polemik masyarakat.

“Apakah tentram dan aman ini kita harus acuh pada covid 19 ? ” ungkapnya.

Dengan viralnya famplet tersebut, lantas siapa yang akan bertanggung jawab kondisi pandemi ini, maka sudah seharusnya pemerintah segera mengambil sikap terkait famplet tersebut.

Sementara salah satu pedagang di Pasar Pananjung, Sugiman, mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat PMII yang telah peduli untuk meminimalisir penularan Covid 19 di wilayah pasar pananjung dengan membagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar.

“Ini bagus, karena generasi muda kita ternyata masih banyak yang peduli pada kesehatan masyarakat, “ujarnya. (YUSUPSIDIK)


DIHARAP JADI PENGGERAK DUNIA JURNALISTIK 3 MAHASISWA STITNU AL-FARABI PANGANDARAN IKUTI SEKOLAH JURNALISTIK

PANGANDARANNEWS.COM – Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al-Farabi Pangandaran berberpa hari lalu mengirimkan tiga kadernya,  Ujang Sirojul Fauzi, Amarulloh dan Gugun Taufik Hidayat untui mengikuti sekolah jurnalistik yang diselenggarakan Pengurus Cabang PMII Ciamis, BERTEMPAT di Wisma Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis. (10/07)

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yang diikuti belasan peserta ini mengusung tema "Jurnalis Muda Berkarya dalam Implementasi Kritis Transformatif Produktif" dengan  menghadirkan beberapa narasumber serta menerapkan  protokol  kesehatan yang ketat  

Seperti disampaikan Ketua Kaderisasi PK PMII STIT NU Al Farabi,Muhamad Dafa Chrisyara,  PMII sebagai organisasi mempunyai sistem kaderisasi melalui tiga bagian, kaderisasi Formal, In Formal dan Non Formal.

Dikatakan Dafa, kaderisasi formal seperti Masa Penerimaan Anggota Baru (MaPaBa) Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan paling atas ada Pelatihan Kader Nasional (PKN). Kedua, Kaderisasi Non Formal seperti pelatihan jurnalistik sekolah advokasi, sekolah Aswaja dan pelatihan pelatihan lainnya.

“Dan terakhir kaderisasi In Formal dengan tujuan anggota mampu mengaplikasikan yang pernah dipelajari selama di organisasi, seperti rutinitas diskusi mingguan, bakti sosial dan kegiatan positif lainnya, “terang Dafa.(12/7)

Sementara terkait pendelegasikan tiga kader ini, kata Dafa, ini dalam upaya pengkaderan sekaligus meningkatan kualitas kader dalam bidang jurnalistik.

Dan sekedar mengingatkan, Ketua Umum Pertama PB PMII Mahmub Djunaedi ini juga pernah menjadi ketua umum Persatuan Wartawan IndonesiaPusat periode 1965-1970, sehingga sebagai kader PMII harus mampu melanjutkan perjuangannya dan melahirkan generasi jurnalis yang handal.

Dafa juga berharap dari tiga kader yang mengikuti pelatihan juranlis ini mampu untuk mengembangkan dan menjadi motor penggerak bagi anggota dan kader lainnya dalam dunia jurnalistik dan bisa menghasilkan karya yang hebat, paling tidak setelah mengikuti pelatihan tersebut mampu menguasai literatur penulisan sesuai standar kode etik jurnalistik hingga nantinya diharapkan bisa mentransformasikan gagasan yang didapat dalam tulisan.

“Dan ini menjadi penting di tengah perkembangan arus informasi yang berkembang pesat, “pungkasnya. (YUSUPSIDIK)



AKSI MASAGI DUKUNG KESEHATAN MASYARAKAT, BAGIKAN RATUSAN MASKER DAN SOSIALISASIKAN PROKES DI PASAR PARIGI

PANGANDARANNEWS.COM – Ikut dukung kebijakan pemerintah Mahasiswa Parigi (MASAGI) gelar sosialisai Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penerapan protokol kesehatan serta mebagikan 400 masker dan Hand Sanitizer bertempat di Pasar Parigi dan sekitaran alun alu. (12/07)

Menurut Ketua Masagi, Tian Kadarisman, kegiatan ini dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 di  Kabupaten Pangandaran dengan menganjurkan masyarakat agartetap disiplin menggunakan masker saat melakukan aktivitasnya dan mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer.

Menurutnya ia merasa khawatir saat melihat beberapa hari ke belakang banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, dan pasar merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat sehingga dikhawatirkan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. 

Dikatakan Tian, sosialisasi prokes ini merupakan salah satu fokus utama kegiatan MASAGI yang di tempatkan di Kecamatan Parigi, mengingat dalam kondisi pandemi, kesehatan adalah hal yang perlu digencarkan secara massal kepada masyarakat sehingga langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan mematuhi anjuran tentang kesehatan dari pemerintah.

“Padahal disiplin menerapkan protokol kesehatan ini untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita, “ujar Tian.

Apalagi saat ini kata Tian Kabupaten Pangandaran sudah menerapkan PPKM, sehingga ini perlu sinergitas dari semua pihak untuk menjalankannya. 

Tian mengatakan, dari data yang ada di website Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, dalam update terakhir hari Minggu, 11 Juli 2021, tercatat 3.924 positif aktif, 3003 positif sembuh dan 79 mengingat Meninggal dunia, dan untuk khusus di Kecamatan Parigi ada 115 positif aktif, 512 sembuh dan 9 terkonfirmasi meninggal.

Hal senada dikatakan salah seorang mahasiswa Stitnu Al Farabi Pangandaran, Samin Efendi, setelah pemberian pemberian sejumlah masker, Masagi juga mensosialisasikan pentingnya memakai masker dan menaati protokol kesehatan demi terciptanya tatanan masyarakat yang sehat. (YUSUP SIDIK)


INI KELUHAN SEORANG PENJUAL NASI GORENG DI KOTA TASIK TERKAIT PPKM DARURAT

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dampak kebijakan pemerintah menerapkan PPKM Darurat yang diakibatkan tingginya angka kasusu yang terpapar Covid-19, hal ini sangat berdampak warga dalam usaha mencari usaha untuk menyambung hidup buat makan keluarga, sehingga tak jarang warga saat berjualan harus kucing-kucingan dengan petugas.

Salah seorang pedagang baso, Aken yang tinggal disudut pinggiran Kota Tasik mengeluh karena hingga saat ini ia belum pernah mendapat bantuan dari awal pandemi covid sampai sekarang, 

“Mungkin karena saya tinggal di rumah kontrakan, “ungkapnya.

Hal senada dikatakan penjual nasi goreng, Partam  yang biasa mangkal di Jalan HZ Mustofa Tasik, menurutnya, disini perlunya peran pemerintah untuk mendata dengan cara dor to dor ke rumah warga untuk membagikan  kepada warga yang benar-benar membutuhkan, jangan sampai uang hak orang kecil tidak tersentuh karena keterbatasan informasi dan lainya.

“Mengapa harus banyar denda, kami hanya mencari nafpkah padahal masih banyak pejabat yang melangkar prokes  tapi seolah selamat dari denda dan kalau rakyat kecil melangkar prokes langsung tindak harus banyar denda. “ungkapnya.(12/7) 

Partam berharap mudah-muahan pemerintah lebih selektif dengan cara terjun ke sudut-sudut pemukiman karena jika hanya mengeluarkan himbauan diam dirumah sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup tidak terpenuhi masih ini menjadi dilema.

“Pendek kata, keluar rumah mati diam di rumah pun mati kelaparan, “kata Partam lagi. (ANWARWALUYO)


DISELENGGARAKAN SAAT PPPKM DARURAT, PESTA PERNIKAHAN WARGA CIBENDA DIBUBARKAN PETUGAS

PANGANDARANNEWS.COM  - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran membubarkan pesta pernikahan salah seorang warga di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, karena pesta tersebut digelar saat kondisi penerapan PPKM Darurat. (12/7)

Saat dimintai kometar, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan, tidak ada toleransi bagi warga yang melanggar PPKM Darurat sekarang ini dan akan langsung ditindak tegas dan akan lagsung memproses secara hukum sesuai dengan aturan.

“Dengan kejadian tersebut kami juga memberikan teguran pada Kepala Desa Cibenda, “kata bupati.

Hal senada dikatakan Sekretaris Satpol PP Pangandaran H Bangi, ia menyebut pihaknya langsung  menerjunkan anggota untuk membubarkan kegiatan resepsi pernikahan tersebut, dan selain menghimabau yang punya hajat pihaknya juga memulangkan rombongan mempelai pengantin pria yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. 

“Katanya sih yang punya hajat sudah mendapatkan izin dari desa yang diajukan dan disetujui sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, tapi seharusnya desa segera mengirim kembali surat kembali saat tahu ada menerapan PPKM Darurat," kata Bangi.

Bangi mengatakan, saat ini Polres Ciamis pun sudah turun untuk melakukan penanganan proses hukum terkait pelanggaran tersebut. 

Dikatakani Bangi, saat Kabupaten Pangandaran belum memiliki instansi vertikal penegakan hukum seperti Polres, kejaksaan dan pengadilan, sehingga cukup menghambat dalam proses penegakan hukum, jadi proses hukum seperti sidang Tipiring pelanggaran PPKM harus ke Ciamis dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Sementara PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) Sat Pol PP Pangandaran saat jumlahnya masih terbatas.

“Saat ini kami sedang berusaha agar pelaksanaan sidang Tipiring bisa dilakukan di Pangandaran, “ucapnya. (PNews)


SEJUMLAH PUSKESMAS DI KABUPATEN PANGADARAN KELUHKAN KENAIKAN HARGA OKSIGEN

PANGANDARANNEWS.COM  - Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Pangandaran keluhkan harga oksigen yang merangkak naik, harga isi ulang oksigen yang semula dijulan dengan harga sekitar Rp 120 ribu kini mencapai Rp 250 ribu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki membenarkan pihaknya menerima laporan itu dari beberapa Puskesmas.

Selain harganya naik ia juga enerima laporan ada Puskesmas sempat mengalami kesulitan mendapatkan oksigen dan sekarang stok tersedia tapi harganya naik.

“Sebelumnya harga untuk 1 tabung besar sekitar Rp 120 ribu kemudian naik menjadi Rp 200 ribu dan sekarang mencapai Rp 250 ribu, “jelasnya. (12/7)

Menurutnya, harga tersebut merupakan harga agen atau distributor swasta penyuplai ke Puskesmas di Pangandaran, dan saat ini untuk stok oksigen di RSUD Pandega Pangandaran juga sudah menipis, diperkirakan hanya cukup untuk sepekan ke depan. Tapi jika terjadi lonjakan lagi stok oksigen di RSUD tidak akan mencukupi untuk pesediaan satu minggu. Dan saat ini menurut Yani, pihanya sedang mengajukan bantuan pasokan oksigen ke Pemprov Jawa Barat.

“Pada hari kemarin sudah mengirim 10 tabung dan diharapkan malam ini ada kiriman lagi, dan kami sudah kordinasikan ke Pemprov, “ imbuhnya. (Pnews)


PEMKAB PANGANDARAN GANTI BIAYA MAKAN PASIEN COVID YANG JALANI ISOMAN


PANGANDARANNEWS.COM –Bagi pasien covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjalankan Isolasi mandiri (Isoman) Pemkab  Pangandaran akan mendapat pengganti  biaya makan dan minum sebesar Rp 500 ribu.

Demikian disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pangandaran Jajang Herliana, ia menambahkan pemberian bantuan tersebut terhitung sejak bulan Pebruari sampai hingga desember 2021.

Jajang menjelaskan, selama 14 menjalani Isoman pasien dipersilahkan untuk membeli makanan di warung atau tempat makan lainya dengan nominal Rp 500 ribu.

"Setelah selesai menjalani Isoman, kami minta notanya untuk diganti dengan uang sejumlah nominal tersebut,” kata Jajang. (10/7).

Selain pasien OTG, kata Jajang, bagi Linmas yang berjaga di rumah warga pasien OTG selama 14 hari juga akan  diberikan insentif sebesar Rp 20 ribu per hari,  dan bagi Linmas yang menjaga dirumah OTG itu sebaiknya dua orang.

Lebih lanjut Jajang mengatakan, selama kurun waktu bulan Pebruari hingga Desember 2021, estimasi untuk 1.973 pasien Pemda sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 986,5 juta. Dan untuk pemberian insentif untuk linmas sebesar Rp 624,96 juta untuk estimasi 2.232 linmas.

"Untuk tahap pertama ini ada 188 OTG yang sudah menerima, dengan nilai sebesar Rp 94 juta dan Linmas sebanyak 264 orang dengan nilai Rp 89,76 juta, "jelas Jajang.

Dikatakan Jjang, siapa saja bisa mengajukan pengganti biaya makan ini, tapi lebih baik pengajuannya secara kolektif melalui desa atau kecamatan

”Seperti yang sudah dilakukan pleh warga do Kecamatan Langkaplancar, semuanya dikolektipkan,” terangnya.

Sentara syarat pencairannya warga cukup membawa  KTP asli Pangandaran, surat hasil swab asli dan nota atau kwitansi dari rumah makan.

"Tapi jika  KTP nya bukan warga  Pangandaran  tidak berhak menerima,” terangnya

Untuk tahap ke-2, mwnurut Jajang saat ini ia sudah menerima usulan sebanyak 287 orang dengan nilai Rp 143,5 juta dan Linmas sebanyak 520 orang dengan nilai Rp 145,6 juta.

”Kalau warga yang OTG sedang menjalani isoman tapi tidak diajukan, ya tidak akan menerima bantuan, jadi silahkan ajukan,” tuturnya.(PNews)


UPDATE DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 9 JULI 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Berikut up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Jumat tanggal 9 Juli  2021 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

*KASUS KONFIRMASI  COVID-19*

Total            :  3754 org

Sembuh :  3189 org

Aktif :       55 org  isolasi RSU, 4 isolasi PKM, 406 Isolasi Mandiri)

Meninggal :    100 org

WNI              :  3754 org

Laki2            :  1558 org

Perem :  2196 org

Usia

<5 : 33org

5 - 19          :    191 org

20 - 29         :    240 org

30 - 39         :    230 org

40 - 49         :    200 org

50 - 59         :    197 org

60 - 69         :    112 org

70 - 79         :     35 org

80-                :      7 org


*SUSPEK*

1. Total         :    920 org

2. Discardid :    847 org

    - Meninggal :     31 org

3. Aktif         :     40 org

4  Laki-Laki :    536 org

5. Perempuan :    383 org

6. WNI :    915 org

7. WNA :      5 org

8. Usia :

< 5 th :     23 org

6-19    :     78 org

20-29 :    242 org

30-39 :    102 org

40-49 :     90 org

50-59 :     89 org

60-69 :     59 org

70-79 :     25 org

>80    :      4 org


*PROBABLE*

1. TOTAL.                  :  14

2. MENINGGAL :   8

3. MENUNGGU :   0

4. SELESAI : 6


*KONTAK ERAT*

TOTAL :  2026 org

Discarded :  2026 org

Aktif :     0 org


*HASIL LAB. SWAB*

Positif            : 3.754 org

Negatif          : 8.989 org

Menunggu hasil :     0 org

Jumlah          :12.743 org

*HASIL RAPID TEST*

Reaktif                    :    70 org

Invalid            :     0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total              : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN