ASEP KEMAL PASHA: “KETERSEDIAAN OKSIGEN DI RSUD PANDEGA MASIH AMAN

PANGANDARANNEWS.COM  - Meski dalam beberapa minggu terakhir ini kasus covid-19 alami peningkatan namun stok oksigen RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran masih cukup aman.

Demikian disampaikan Direktur RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran Asep Kemal Pasha,  menurutnya persediaan untuk satu minggu ke depan dan jika dengan kondisi seperti sekarang, oksigen masih cukup.

Tapi jika kembali terjadi ada lonjakan yang signifikan, Asep mengaku khawatir persediaaan oksigen pun bisa kewalahan.

“Kita doa’kan saja mudah-mudahan tidak ada lonjakan lagi,"kata Asep, tanpa merinci ketersediaan oksigen yang ada di RSUD Pandega dan juga Puskesmas saat ini. (9/7) 

Sementara dari onformasi datayang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran hingga hari kamis tanggal 8 juli 2021, tercatat jumlah pasien yang dirawat di RSUD Pandega dan Puskesmas mencapai 57 orang, ada penurunan dari hari sebelumnya, sebanyak 11 orang dinyatakan sembuh.

Disoal ketersediaan BOR di RSUD Pandega, Asep mengatakan hingga saat ini  masih terhitung aman, karena terjadi penurunan jadi 50 persen, dengan rincian terisi sebanyak 57 dan masih ada 110 bed lagi.

“Saya berharap tingkat kesembuhan bisa terus meningkat sehingga kami pun tidak kewalahan, terutama soal ketersediaan oksigen, “ujarnya. (PNews)


PEMDES CIKUPA DIBANTU BHABINKAMTIBMAS DAN BABINSA GELAR OPERASI YUSTISI

PANGANDARANNEWS.CO/TASIKNEWS - Pemdes Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dibantu Bhabinkamtibmas Bripka Berni N.H.S.H, Babinsa Serka Mamat, Ketua PKK  Yeni Maryani, perangkat desa dan para kepala dusun, beberapa hari lalu menggelar operasi yustisi yang dilanjutkan dengan penyaluran  100 masker yang bisa langsung diambil warga di depan kantor desa.

Kepala Desa Cikupa Yudha Heryadhi menyampaikan, kegiatan operasi yustisi ini selain bertujuan untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker sekaligus juga untuk sosialisasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

“Saya juga menyarakan agar warga sering berwudlu karena air wudlu Insaalloh bisa  memebersihakn  segala penyakit. “kata Yudha. (02/7)

Hal senada dikatakan Bripka Berni, kegiatan ini merupakan program utama untuk menekan penularan virus Covid-19 khususnya di Desa Cikupa, dengan sasaran kegiatan pembagian masker dan  mengdukasi masyarakat terkait penerapan prokes dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan selalu menggunakan masker secara benar saat berada di luar rumah, menjaga jarak, sering mencuci tangan dan tidak tidak berkerumun, diharapkan, ujar Berni, bisa menekan penularan penyebaran virus covid.

“Kami juga tentu akan selalu melakukan patroli rutin untuk memberikan himbauan PPKM Mikro ini di Desa Cikupa, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)


PEMKAB PANGANDARAN TERAPKAN SANKSI DENDA RP 20 RIBU BAGI PELANGGAR PPKM DARURAT

PANGANDARANNEWS.COM – Pemkab Pangandaran mulai memberlakukan snksi denda bagi pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga ke tingkat kecmatan dan desa.

Seperti di jalan raya di jalur Kecamatan Padaherang, sejumlah petugas pun menggelar operasi yustisi di beberapa titik, karena di lokasi tersebutternyata masih banyak warga pengguna jalan yang abai protokol kesehatan (prokes), seperti tidak menggunakan masker yang dilakukan baik oleh pejalan kaki mau pun pengendara roda emapt dan dua. 

Menurut tim Monitoring Kabupaten Dedih Rakhmat, kini pihaknya akan gencar menerapkan aturan PPKM Darurat serta melakukan pengetatatan mobilitas warga hingga ke desa-desa.

Selain menggelar operasi yustisi, kata Dedi, pihaknya pun terus mengedukasi masyarakat terkait prokes dan pemberlakuan denda bagi yang tidak menggunakan masker.

Dedi menyebut ternyata masih banyak pengguna jalan yang tidak menggunakan masker, padahal masker hal  mendasar dan penting untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

“Saya yakin sebenarnya warga memiliki lebih dari satu masker, tetapi entah kenapa saat berpergian tidak digunakan, “ucap Dedi.(8/7)

Dedi mengatakan operasi yustisi ini bukan hanya satu-dua kali digelar dan tidak hanya di satu lokasi saja, karena baik satgas covid kabipatmatan atau pun desa semuanya gencar dan serentak melakukan pengetatan PPKM Darurat.

Dedi juga menjelaskan berdasarkan peraturan Bupati Nomor 61 Tahun 2020, diberlakukan sanksi denda Rp 20 ribu bagi yang tidak menggunakan masker.

Dedi menghimbau agar masyarakat jangan menyepelekan pandemi covid-19 ini, sayangi diri sendiri dan keluarga, karena seperti diketahui sekarang di kabupaten Pangandaran kasus Covid-19 sedang meningkat.

“Saya berharap warga tetap patuh terapkan prokes dan mudah-mudahan saya juga berharap tidak ada warga yang kena sanksi denda digelar oprasi uustisi,” ungkapnya.(PNews) 



MASAGI GELAR AUDENS DENGAN DISHUB PANGANDARAN BAHAS SEJUMLAH PJU PADAM

PANGANDARANNEWS.COM - Mahasiswa Parigi (MASAGI) siang tadi melakukan audensi terkait penerangan jalan umum (PJU) yang ada di Kecamatan Parigi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, bertempat fi Kantor Dishub di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih. (08/07)

Usai audens, ketua MASAGI Tian Kadarisman, mengatakan dari 10 desa yang ada di Kecamatan Parigi, ada beberapa titik PJU yang sudah lama mengalami kerusakan, bahkan ada wilayah yang belum terpasang  PJU, sehingga dengan kondisi gelap jalan di wilayah tersebut tak jarang terjadi kejadian tindakan kriminal dan kecelakaan.

“Contohnya di desa Cintakaraya, di desa tersebut sering kejadian tindakan kriminal dan kecelakaan, “kata Tian.

Kecamatan Parigi merupakan ibu kota kabupaten, meenurut Tian, tidak elok jika  banyak PJU yang padam.

Kata Tian, ada sejumlah tuntutan yang disampaikan MASAGI, pertama mendorong Dinas Perhubungan segera memperbaiki PJU, kedua, mendorong Kepala Dinas Perhubungan bertanggung Jawab untuk segera mengadakan PJU dibeberapa titik yang hingga saat ini masih gelap, ketiga, Dinas Perhubungan bertanggung jawab atas perawatan PJU dan yang keempat, mendorong Dinas Perhubungan untuk segera memberikan edukasi terkait pentingnya PJU di Kabupaten Pangandaran.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan, Ling Ling Nurgaha Senjaya yang didampingi Kepala bidang sarana dan keselamatan Kusnaya dan kepala seksi prasarana dan pengembangan Yadi Haryadi, kepada Masasgi peserta  audens, menyampaikan terima kasih kepada Masagi yang sudah datang untuk bersiraturahmi dan menyampaikan aspirasinya.

Kata Ling Ling, ada tiga instansi yang berwenang mengurus PJU, ada PJU merupakan aset Kementrian, aset Pemprov Jabar dan aset Pemkab Pangandaran, dari ketiga aseet itu mempunyai kewenangan yang berbeda.

“Jadi saat PJU aset  kementrian atau provinsi rusak tentu kami  tidak memiliki Kewenagan untuk memperbaikinya, kecuali  dengan Provinsi atau Kementrian ada MoU, “terang Lingling.

Sementara untuk perawatan atau perbaikan PJU aset milik Pemkab Pangandaran, Liling mengatakan   pihaknya akan segera memperbaikinya.

Lebih jauh Liling menjelaskan, saat ini ada 600 PJU yang mengalami kerusakan dari total 2221 PJU aset Pemkab Pangandaran yang tersebar di 10 kecamatan.

“Saat ini ada 412 PJU yang sudah kami perbaiki, “terang Liling lagi.

Ada beberapa penyebab padamnya PJU tersebut, diantaranya kata Lingling, banyaknya pencurian  mesin dan accu yang dilakukan oknum yang tak bertangungjawab.

Disoal anggaran untuk PJU, Liling mengatakan saat ini Dinas Perhubungan mempunyai anggaran Rp  180 juta untuk pemperbaikan PJU, sementara di sisi lain Dishub juga kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk bisa menyelesaikan permasalah-permasalah tersebut.

Sementara Kabid Sarana dan Keselamatan, Kusnaya menambahkan, ia mengaku merasa terbantu dengan kedatanagan MASAGI ke kantor Dishub, karena dengan audens ini bisa saling berkelaborasi untuk kemajuan Kabupaten Pangandaran.

“Dan khusus untuk PJU yang ada di Kecamtan Parigi kami akan segera menindaklanjuti, “ungkapnya. (YUSUPSIDIK)


UPDATE DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 8 JULI 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Berikut up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Kamis tanggal 8 Juli  2021 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS KONFIRMASI  COVID-19

Total                                   :   3669 org

Sembuh                              :   3126 org

Aktif                                   :      55 org  isolasi RSU, 2 isolasi PKM, 388 Isolasi Mandiri)

Meninggal                           :       98 org

WNI                                    :    3669 org

Laki2                                   :     1514 org

Perem                                  :     2155 org

Usia

<5                                        :         33 org

5 - 19                                   :       191 org

20 - 29                                 :       240 org

30 - 39                                 :       230 org

40 - 49                                 :       200 org

50 - 59                                 :       197 org

60 - 69                                 :       112 org

70 - 79                                 :         35 org

80-                                       :           7 org

*SUSPEK*

1. Total                                 :       920 org

2. Discardid                          :       847 org

    - Meninggal                      :         31 org

3. Aktif                                  :        40 org

4  Laki-Laki                           :      536 org

5. Perempuan                         :      383 org

6. WNI                                   :      915 org

7. WNA                                 :          5 org

8. Usia :

< 5 th                                     :        23 org

6-19                                       :        78 org

20-29                                     :      242 org

30-39                                     :      102 org

40-49                                     :        90 org

50-59                                     :        89 org

60-69                                     :        59 org

70-79                                     :        25 org

>80                                        :          4 org

*PROBABLE*

1. TOTAL.                  : 14

2. MENINGGAL       :   8

3. MENUNGGU        :   0

4. SELESAI : 6

*KONTAK ERAT*

TOTAL                                    : 2026 org

Discarded                                 : 2026 org

Aktif                                         :      0 org

*HASIL LAB. SWAB*

Positif                                       :3.669 org

Negatif                                     :8.989 org

Menunggu hasil                       :       0 org

Jumlah  :12.658 org

*HASIL RAPID TEST*

Reaktif                                      :         70 org

Invalid                                       :          0 org

Non Reaktif                              : 13.385 org

Total                                          : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.






GUGUS TUGAS TINGKAT DESA, RT DAN MASAYARAKAT, GARDA TERDEPAN PENERAPAN PPKM DI KARANGNUNGGAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam pelaksanaan PPKM Darurat Gugus tugas tingkat desa merupakan garda terdepan dan RT di tingkat bawahnya, ini didukung Anggaran Dana Desa (DD) 8% yang khusus untuk penanggulangan Covid-19.

Menurut Kepala Puskesmas Kecamatan Karangnunggal, Dadan Kusnanto, SKM, saat ini khusus Puskesmas Karangnunggal alami kewalahan dan sudah over load dalam menampung pasien Covid-19, sehingga perlu kerjasama dengan semua pihak.

“Dan dalam hal ini, Gugus Tugas tingkat Desa yang di dalamnya ada RT siaga dan elemen masyarakat yang menjadi garda terdepan, “kata Dadan.(6/7)

Kenapa gugus tugas tingkat Desa itu harus dijadikan garda terdepan dalam penanggulangan bencana Covid-19 ini, karena menurutnya pemerintah telah menyertakan anggaran 8  persen yang yang terpisahkan khusus untuk PPKM.

Dalam keadaan darurat saat ini, kata Dadan, anggaran tersebut sangat menunjang untuk digunakan secara maksimal dalam penanganan kejadian luar biasa, seperti untuk pembelian APD sesuai kebutuhan, mengadakan pelatihan pemulasaraan jenazah positif Covid-19 dan sekaligus bisa membuat peti jenazah.

Meski baik tenaga kesehatan dan ketersediaan anggaran yang dimiliki Puskesmas cukup terbatas, tapi kata Dadan masih banyak hal yang bisa dimaksimalkan seperti, memberdayakan relawan BPBD desa dan melakukan penanganan secara madiri, dan isolasi mandiri merupakan solusi terbaik karena biayanya bisa ditopang dari anggaran PPKM 8% tersebut.

“Jadi sekarang saatnya untuk kita bekerja sama dalam penanganan kejadian yang cukup luar biasa ini, ”ungkap Dadan.

Dadan juga mengatakan, seperti yang dilaksanakan di Desa Kujang dan Desa Cintawangi yang sudah mempunyai tim pemulasara jenazah dan itu sudah mampu secara mandiri, dan mungkin ini harus menjadi contoh atau Pilot Projec bagi desa yang lain.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak panik, sebab hampir 100 % kematian karena Covid-19 itu adalah pasien yang punya penyakit penyerta, seperti t Asma akut, jantung dan diabetes.

“Tetap semangat, optimis dan disiplin, takut adalah manusiawi, mari  kita berdoa dan perbanyak ibadah  dzikir, “ucapnya. (ANWARWALUYO)



KEMENAG, MUI DAN DMI PANGANDARAN KELUARKAN HIMBAUAN, SALAT IDUL ADHA DI ZONA MERAH-ORANYE DITIADAKAN

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM – Kantor Kementerian Agama Pangandaran, Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, mengeluarkan himbauan terkait pelaksanaan shalat sunat Idul Adha bagi masyarakat yang berada di zona merah dan zona orange penyebaran COVID-19 ditiadakan. 

Seperti disampaikan Ketua DMI Pangandaran Dasep S Ubaidillah, dalam surat yang ditandatangani Kepala Kantor Kementerian Agama Pangandaran Supriana, Ketua MUI Pangandaran Otong Aminudin dan Ketua DMI Pangandaran Dasep S Ubaidillah tertanggal 6 Juli 2021, disepakati beberapa persoalan terkait pelaksanaan ibadah di masa PPKM Darurat.

Surat himbauan terkait pelaksanaan ibadah salat sunat Idul Adha dan penyelenggaraan qurban pada masa PPKM Darurat COVID-19 di Kabupaten Pangandaran dikeluarkan mengingat penyebaran terus meningkat.

“Sejumlah point pun telah kami sepakati bersama dan ini demi keselamatan umat dari penyebaran COVID-19, " jelas Ketua DMI Pangandaran Dasep. (8/7)

Dasep menjelaskan, dalam poin-poin tersebut diantaranya terkait pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid dan mushala pada zona merah dan orange dapat mengambil rukhsah (keringanan) dengan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, tapi untuk masjid dan mushala tetap dapat mengumandangkan adzan serta pengumuman lainnya yang dilakukantakmir masjid.

Kegiatan ibadah yang dilaknakan di mesjid di luar zona merah dan orange, terang Dasep, hanya boleh dilakukan  warga yang berasal dari lingkungan setempat yang homogen dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat, sedangkan kegiatan ibadah lainnya yang bertempat di tempat ibadah atau tempat umum lainnya, yang bersifat kerumunan seperti pengajian majelis taklim, tahlilan, istigosah dan atau sejenisnya untuk sementara ditunda.

“Merujuk data rekap zonasi di tingkat RT yang dikeluarkan Satgas COVID-19 per 7 Juli 2021, di Kabupaten Pangandaran tidak ada RT yang berstatus zona merah, “terangnya lagi.

Dasep menambahkan, sedangkan untuk status zona orange ada 16 RT, dengan rincian di Kecamatan Parigi 2 RT, Cimerak 4 RT, Langkaplancar 4 RT, Kalipucang 2 RT dan Kecamatan Pangandaran 4 RT.

Namun menurutnya data ini belum bisa dijadikan dasar boleh tidaknya pelaksanaan salat sunat Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada 20 Juli mendatang. 

“Karena peta zonasi di tingkat RT ini bergerak dinamisi sesuai kondisi penyebaran COVID-19, “pungkasnya. (PNews)







BUPATI PANGANDARAN DIDAMPINGI KAPOLRES DAN DANDIM CIAMIS PASTIKAN PPKM DARURAT BERJALAN MAKSIMAL

PANGANDARANNEWS.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pangandaran dipimpin langsung Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Pangndaran H. Ujang Ending didampingi Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, S.I.K., M.Sc.Eng., Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., M.A.P., Kajari Ciamis Yuyun Wahyudi, Kapolsek Pangandaran Kompol Haryono, dan Kasat Pol Air Polres Ciamis AKP Sugianto, kemarin monitoring penerapan penerapan PPKM Darurat di kawasan obyek wisata, yang dimulai dari Pos Lantas di taman Bunderan Mesjid Agung Pangandaran. (7/7)

Tim pun langsung menyasar lokasi yang dianggap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, seperti kawasan perhotelan, Kampung Turis dan Pantai Barat Pangandaran.

Kepada media Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, S.I.K., M.Sc.Eng., mengatakan, pengawasan ini untuk memastikan penerapan PPKM Darurat di sejumlah obyek vital berjalan maksimal, sehingga diharapkan bisa menurunkan angka penyebaran virus corona khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Pengecekan ini juga kata Kapolres dalam rangka penerapan PPKM Mikro Darurat Jawa-bali untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 diwilayah Pangandaran. 

“Kebijakan ini juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kapolres.

Kapolres menghimbau kepada seluruh pengelola hotel maupun dan pelaku usaha lainnya agar tetap mematuhi kebijakani PPKM Darurat Jawa-Bali, antara lain  pembatasan pengunjung hotel maupun pasar adan tidak adanya pembeli yang makan di tempat atau take away.

Kapolres juga mengatakan, masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, diantaranya dengan menyediakan tempatpencuci tangan dan membatasi jumlah pengunjung hotel atau pembeli. 

“Karena kedisiplinan ini manjadi kunci memutus rantai penyebaran virus corona,” tegasnya. (PNews)


PEMDES KARANGMEKAR BAGIKAN RATUSAN MASKER PADA PEDAGANG PASAR DARI CSR BRI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kepala Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Titana Bahtiar, dibantu selur perangkatnya membagikan 500 masker bantuan Corporate Social Resfoncibility (CSR) BRI kepada sejumlah pedagang di pasar.(7/7)

Di sela-sela kegiatan tersebut, kepada PNews, Titana Bahtiar yang akrab dipanggil Asep Bahtiar mengatakan, pembagian masker ini merupakan estafet dari CSR BRI dalam rangka upaya bersama pencegahan penularan wabah virus Covid-19 khususnya pedagang yang ada pasar, karena dinilai pasar merupakan tempat yang banyak berkerumunnya warga.

“Ini  tanggung jawab kami di pemerintahan desa setelah mendapat bantuan Bank BRI, “ungkapnya.

Asep berharap dengan membagikan masker ini sebelum alat-alat Prokes yang lain, masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah.

Sambil membagikan masker, kata Asep, ia pun tidak lupa menghimbau masyarakat agar tetap patuh dan taat menjalankan protokol kesehatan (Prokes) demi menjaga keselamatan dari paparan virus Covid.

“Atas nama warga Desa Karangmekar kami mengucapkan terimakasih kepada BRI Karangnunggal, “ucap Asep. (ANWARWALUYO)


MELALUI KORAMIL 1214/SUKARAJA, KODIM 0612/TASIKMALAYA LAKSANAKAN PROGRAM VAKSINASI TAHAP PERTAMA

PANGANDARANNEW.COM/TASIKNEWS – Kodim 0612/Tasikmalaya laksanakan program vaksinasi tahap pertama yang digelar di dua tempat, wilayah Kecamatan Sukaraja bertempat di Koramil Sukaraja dan Kecamatan Tanjungjaya bertempat di Desa Cintajaya, dengan sasaran 280 peerta vaksinasi dan target 240 orangsudah divaksin.

Menurut Danramil 1214/Sukaraja, Kapten Arm Esa Advanisa B, pihaknya sangat mengapresiasi dengan antusias dengan kesadaran masyarakat yang datang lokasi untuk mengikuti vaksinasi.

“Hari ini kami sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 140 dosis untuk 140 orang, “kata Esa.(6/7)

Dengan kerjasama yang baik semua pihak, kata Esa, kegiatan vaksinasi berjalan lancar an sukses, “Saya mengucapkan terimakasih kepada tenaga kesehatan dan vaksinator yang telah bekerja profesional saat pemberian vaksin ini,”ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Sukaraja Memed Supendi AMK, S.KM MSi menjelaskan, pihaknya sangat bersyukur atas terealisasinya  target vaksin tahap pertama sebanyak 100 persen dari target 140 orang dan dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Alhamdulillah respon warga sangat bagus sehingga  target sasaran vaksinasi tahap pertama ini 140 peserta sesuai target yang telah ditentukan, “kata Memed. (ANWARWALUYO)


KAJARI CIAMIS : “ PELANGGAR PPKM AKAN DIKENAKAN SANKSI TIPIRING”

PANGANDARANNEWS.COM - Pelanggar Peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan dikenakan sanksi Tindak Pudana Ringan (Tipiring).

Demikian disampaikan Kepala Kejari Ciamis Yuyun Wahyudi, aturan tersebut kini sedang digodok antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Kajari, Kapolres dan Dandim 0613 Ciamis.

Nantinya, lanjut Kajari pelanggar PPKM akan berlakukan tindak pidana ringan (Tipiring), yang akan diberlakukan mulai minggu depan.

"Kita akan menegakkan aturan Mentri Dalam Negeri, “ucapnya. (7/7).

Aturan Tipiring ini, lanjutnya bisa berupa denda ataupun sanksi kurungan, tergantung nanti  hasil dari pembahasanya seperti apa.

Sementara saat diminta komentarnya Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin mengatakan setiap kali ada operasi yustisi pihaknya telah menerapkan aturan denda.

"Kami terapkan denda sebesar Rp 20 ribu, tapi selama PPKM darurat sekarang ini belum ada denda baru paling sebatas edukasi, "kata Undang. (PNews)


MESKI CUACA BURUK SEBAGIAN NELAYAN PANGANDARAN TETAP MELAUT


PANGANDARANNEWS.COM  - Walau saat ini cuaca sedang tidak menentu namun sebagian nelayan Pangandaran tetap pergi melaut.

Seperti disampaikan Ketua Rukun Nelayan Batukaras Aah Warto, dalam satu pekan ini cuaca memang sedang tidak bersahabat atau bisa dibilang sedang buruk, tapi sebagian nelayan ada yang melaut ada yang tidak, dan nelayan yang tidak melaut mereka lebih memilih untuk mencari kesibukan lain.

"Seperti merawat perahu, jala atau  menjemur ikan hasil tangkapannya, " ungkap Aah.(7/7)

Selain itu, masih kata Aah, ada juga yang lebih memilih untuk ikut menarik jaring arad dan ikan hasil pembagiannya mereka jual untuk menambah kebutuhan sehari-hari.

Heru (45) nelayan Bojongsalawe membenarkan,  beberapa nelayan memang ada yang masih nekad melaut  walau resikonya besar, karena memang tidak ada kerjaan lain, sementara dapur harus tetap ngebul.

Heru mengatakan, memang sebagian besar banyak nelayan  yang mengurungkan niat untuk melaut.

"Banyak juga sih yang menunda keberangkatan dalam beberapa hari ini, " ucapnya. (PNews)

PRIHATIN KASUS PENYEBARAN COVID-19 TERUS MENINGKAT, PMII PANGANDARAN GELAR DOA’ BERSAMA

PANGANDARANNEWS.COM – Ikut prihatin dengan kondisi pandemi covid-19 yang terus meningkat, beberapa hari lalu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran gelar do'a bersama yang dilaksanakan secara virtual dengan diikuti puluhan kader.(04/07)

Menurut Ketua PMII  Yusup sidik, pihaknya ikut berduka karena terus meningkatnya warga Pangandaran yang terpapar bahkan sejumlah warga ada yang meninggal akibat  terpapar virus Covid 19.

Dengan diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, kata Yusup, harus dipatuhi bersama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Selain memaksimalkan ikhtiar dengan menjaga imunitas kita berdo'a agar virus ini tak terus berkembang dan diberi keselamatan dan perlindungan oleh Alloh, “ungkap Yusup.

Yusup menambahkan, seluruh elemen pun harus bahu membahu mengingatkan satu dengan yang lain untuk siaga memutus penularan virus Covid 19 agar setiap sektor mulai dari sektor ekonomi, pendidikan dan sektor lainnya bisa cepat normal kembali. Karena hal ini harus dilakukan setiap stakeholder dengan bekerja sama melakukan pencegahan penularan mulai dari gugus tugas tertinggi sampai di tingkat bawah dengan mengajak kepada masyarakat untuk bersama sama melawan Covid 19  agar segera keluar dari pandemi yang sudah sangat lama ini.

“Kebijakan PPKM ini tak akan mampu menekan penyebaran Covid jika tak ada pengawasan ketat daru pemerintah baik di tingkat atas hingga ke tingkat RT, “tegasnya.

Dan sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus ini, menurut Yusup akan  sulit berhasil jika semua kurang kesadaran secara kolektif.

Yusup pun berharap diharapkan kebijakan PPKM ini bisa menekan angka penyebaran covid 19 dan masyarakat tidak ikut panik dengan meningkatnya angka penyebaran sampai hari ini.

“Mari hadapi pandemi ini dengan tenang, patuhi PPKM dan jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan, “pungkasnya.(PNews)


TEKAN KASUS STUNTING DAN GIZI BURUK PUSKESMAS PADAHERANG GULIRKAN "GIGI EMAS"

PANGANDARANNEWS.COM - Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Hingga saat ini kasusu stunting tersebut masih menjadi tantangan khususnya di bidang kesehatan di Kabupaten Pangandaran, dengan angka kemiskinan sekitar 7 % menjadi salah satu pemicunya, hal lainnya minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana memberi asupan gizi yang seimbang bagi putra-putrinya. Tak hanya terjadi pada keluarga miskin saja, artinya stunting bisa terjadi pada keluarga kaya jika orangtua tak cukup paham bagaimana memberi nutrisi seimbang bagi anak, untuk mengatasi permasalah tersebut kini Pemkab Pangandaran program “Menyeting Gigi Emas”

Adalah Suryati, Kepala Puskesmas Kecamatan Padaherang, yng menjadi pengagas program tersebut, mengatakan, “Gigi Emas” merupakan singkatan dari 5 program, diantaranya gerakan makan telur, instruktur ASI ekslusif, lumbung gizi desa, kelompok masyarakat peduli jamban dan alarm kelahiran.

“Menyeting Gigi Emas itu singkatan dari mencegah stunting dengan Gigi Emas”,”ungkapnya. (5/7)

Menurut Suryati, ia sengaja menggunakan singkatan agar mudah disosialisasikan pada masyarakat sehingga masyarakat pun mudah untuk mengingatnya dan pada saatnya diharapkan kasus stunting di Pangandaran bisa ditekan.

Alasan digulirkan gerakan makan telur, karena menurut Suryati telur merupakan sumber protein tinggi yang murah dan terjangkau semua kalangan, sedangkan ASI eksklusif merupakan program untuk para suami agar menjadi instruktur bagi para istrinya agar mau menyusui selama 6 bulan.

Sedangkan lumbung gizi desa, imbuhnya merupakan gerakan untuk mengumpulkan donatur pemberi makanan tambahan bagi anak gizi buruk dan stunting, dan tidak lupa masyarakat pun didorong untuk peduli lingkungan dengan menyediakan jamban yang bersih agar kesehatan sanitasi lingkungan selalu terjaga.

“Saat ini program Gigi Emas baru dilaksanakan di 9 desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Padaherang, dan rencananya semua Puskesmas di Pangandaran pun sudah sepakat melaksanakan program ini, ”ujar Suryati.

Suryati mengatakan, program Gigi Emas ini telah terbukti mampu menekan kasus stunting di Kecamatan Padaherang yang sebelumnya ada 12 kasus stunting dan 19 kasus gizi buruk, dan setelah diluncurkan program ini kini kasus stunting tinggal 2 dengan kasus gizi buruk nihil.

“Dan tantangan kami saat ini adalah bagaimana mengupayakan upaya mempertahankan atau mencegah agar kasus tidak terjadi,” imbuh Suryati.

Ditemui terpisah, saat diminta komentarnya, Bupati Kabupaten Pangandaran H Jeje Wiradinata sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Puskesmas Padaherang tersebut, apalagi saat ini masalah ini sedang mendapat penilaian Kementerian Kesehatan dalam ajang penilaian inovasi penanganan stunting di Indonesia.

Kata Jeje, ia pun memberikan presentasi terkait program “Menyeting Gigi Emas” seghingga bisa  masuk nominasi 56 besar inovasi penanganan stunting di tingkat nasional.

“Kasus stunting dan gizi buruk saat ini memang masih menjadi PR (pekerjaan rumah-red) yang harus diselesaikan oleh Pemkab Pangandaran, “ujarnya.

Dengan angka 7 % tingkat kemiskinan di Pangandaran, diakui Jeje ini sangat berpengaruh menjadi penyebabnya, padahal upaya menekan kemiskinan teus dilakukan salah satunya dengan cara menanggung semua kebutuhan dasar masyarakat miskin, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, rumahnya diperbaiki. 

“Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan masyarakat miskin akan mampu untuk memberi asupan gizi yang baik untuk anak-anaknya sehingga bisa selalu sehat dan cerdas dan pada ujungnya kasus stunting pun bisa menurun bahkan dihilangkan,” tegas Jeje. (PNews)

 

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN