SAAT LIBUR JELANG RAMADHAN DUA WISATAWAN TENGGELAM DI PANTAI KARAPYAK DAN PAMUGARAN

PANGANDARANNEWS.COM - Dua kejadian anak tenggelam terjadi di dua obyek wisata di pantai indah Pangandaran saat menjelang ramadhan (munggahan), di pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang dan Pantai Pamugaran Kecamatan Sidamulh.

Kejadian tenggelamnya bocah bernama Noval yang masih berumur 6 tahun asal Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap Jawa Tengah di Pantai Karapyak ini diduga akibat terseret arus air laut saat bermain dan mencari kerang saat berlibur munggahan bersama keluarganya. (11/4)

Menurut beberapa kesaksian, kejadian itu diduga kelalaian orang tua saat karena lengah mengawasi anaknya ketiak bermain di pantai. Bocah tersebut bernama Noval (6) anak dari Yulia dan Andre warga Sidareja, Jawa tengah saat acara "munggahan" jelang puasa ramadahan.

"Korban awalnya bermain di pinggir pantai dengan 3 rekan anak sebayanya ketika  tiba-tiba datang ombak besar menyeret korban ke tengah, “ ujar Toni (32) terng salah warga setempat, Toni (32) kepada awak media.

Toni mengatakan, ada kemungkinan anak tersebut lepas daripantauan kedua orangtuanya saat kejadian itu sehingga terbawa ke pusaran air laut.

Beberapa saat setelah kejadian, Tm SAR gabungan pun terus berupaya melakukan pencarian di lokasi kejadian namun belum diperoleh keterangan lebih lanjut apakah korban sudah ditemukan atau belum. 

Sementara satu kejadian lagi berlokasi di pantai Pamugaran, seorang remaja bernama Arif Umar (16) asal Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis sekitar jam 14.14 wib saat sedang berenang bersama teman-temannya. 

Menurut salah seorang petugas SAR Barakuda, Sakio, saat itu korban bersama temannya melakukan aktivitas berenang di  lokasi terlarang di pantai Pamugaran yang dikenal memiliki pusaran air deras di dasar laut. Mungkin karena tidak pandai berenang, terang Sakio, sehingga korban pun terseret ke tengah.

“Walau  orban saat itu sempat berteriak minta tolong namun temannya tidak bisa berbuat apa-apa, “terang Sakio lagi.(11/04)

Tim SAR dengan dibantu warga sekitar serta disaksikan keluarga korban pun menjelang sore hari masih terus melakukan pencarian. (AGE)



ADANG SUDIRMAN: “SAYA MERASA PERIHATIN ADA PENUTUPAN JALAN SALAH SEORANG WARGA KARANGBENDA”

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait adanya perselisihan hingga terjadi penutupan akses jalan menuju rumah milik salah satu warga Desa Karangbenda Kecamatan Parigi yang dilakukan pemilik tanah, sangat disesalkan oleh anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari fraksi PAN, Adang Sudirman.

Menurut Adang, ia merasa prihatin dengan kejadian tersebut karena ada warga yang tidak mengedepankan rasa soial hidup bertetangga dan tanpa belas kasihan dari si pemilik tanah menutup jalan dengan membangun benteng ke rumah tetangganya. 

Walau itu memang hak pemilik tanah, tapi kata Adang, ini murni masalah suara nurani kemanusian yang harus mampu bijak dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Saya benar-benar menyesalkan kejadian ini, dan sebaiknya ini  bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa harus silang pendapat, “kataAdang, saat ditemui PNews di gedung DPRD. (11/4)

Seperti diberitakan beberapa media, kejadian pembentengan rumah salah seorang warga di Desa Karangbenda ini sempat viral di media sosial hingga mengundang perhatian dan simpati masyarakat pada warga yang terisolir karena jalan menuju rumahnya terhalang bangunan benteng.

 “Padahal orang tua kita dulu selalu mengajarkan pada kita tentang gotong-royong dan dan etika bersosialisasi dalam hidup bertetangga, “imbuh Adang. (AGE)


HASIL PILKADS SERENTAK 2021 YUDHA HERYADI KEMBALI TERPILIH PIMPIN DESA CIKUPA

YUDHA HERYADI
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya kembali menjadi Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karngnunggal Kabupaten Tasikmaoaya, Yudha Heryadi, ia langsung menggelar acara ramah-tamah dengan seluruh lapisan masyarakat warga Desa Cikupa.(9/4)

Yudha mengtakan, ia siap untuk melanjutkan program pembangunan yang ada di Pemerintahan Desa Cikupa, seperti sektor pertanian, ekonomi, sosial, budaya hingga tatanan hidup warga berlandaskan keagamaan.

Alhamdulillah, pertama-tama saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga atas kepecayaan memilih saya untuk memimpin kembali Desa Cikupa, “ungkapnya. 

Menurutnya, untuk rencana ke depan pihaknya akan berkarya lebih baik dan lebih baik lagi untuk pengabdian pada warga yang sudah memberikan amanah padanya serta berjanji akan segera mengevaluasi hasil kerja yang telah dilakukan pada periede sebelumnya dan tentunya akan dilakukan juga perbaikan-perbaikan di segala program kegiatan yang dirasa harus ditingkatkan, terlebih terkait pelayanan pada masyarakat.

“Inilah desa kita dan kita semua harus sepakat untuk bersama-sama memauka desa kita menjadi desa unggul di berbagai sektor, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)



BKSDA PANGANDARAN PANTAU KEMUNCULAN BUAYA DI ALIRAN SUNGAI CITONJONG

PANGANDARANNEWS.COM - Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran, Uking Iskandar membenarkan terkait adanya seekor buaya yang berkeliaran di sungai Citonjong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih.

Uking mengatakan, seperti kesaksian beberapa warga yang melihatnya, buaya sepanjang 3 meter tersebut terlihat ada di tiga titik, di aliran Sungai Cinerus di Desa Sukaresik, Desa Bojong dan Desa Cikalong.

Setelah mendengar informasi dari rekan-rekan TAGANA, kata Uking, ia pun langsung menurunkan petugas ke lapangan untuk menyisir serta memastikan keberadaan buaya yang meresahkan warga tersebut.

“Saat petugas kami ke lokasi hanya dijumpai bekas jejaknya sebesar kepalan tangan di pinggir sungai, “terang Uking saat dihubungi lewat telepon celullernya.(10/4)  

Uking mengatakan, petugas dari BKSDA hingga saat ini masih terus memantau dengan menyisir sepanjang aliran sungai Cinerus di Desa Sukaresik, Desa Bojong dan Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih. Dan jika terlihat buaya itu ke darat petugas BKSD dibantu pawang pun akan segera menangkapnya.

“Saya menghimbau kepada warga agar hati-hati saat beraktivitas di tepi sungai, ini untuk berjaga-jaga agar tidak terjdi hal yang tak diinginkan, “ucap Uking. (PNews)





UPDATE DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 8 APRIL 2021

 


PANGANDARANNEWS.COM
– Berikut up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Kamis 8 April 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

*KASUS Konfirmasi  COVID-19*

Total   :1584 org

Sembuh: 1375 org

Aktif :33 org  isolasi RSU,142 Isolasi Mandiri)

Meninggal : 34 org

WNI     :1584 org

Laki2   : 664org

Perem : 920org

Usia

<5 : 33org

5 - 19  : 191org

20 - 29 : 240org

30 - 39 : 230 org

40 - 49 : 200 org

50 - 59 : 197 org

60 - 69 : 112 org

70 - 79 : 35 org

80-       : 7 org

*SUSPEK*

1. Total : 787org

2. Discardid: 764org

    - Meninggal : 16 org

3. Aktif : 7 org

4  Laki-Laki : 481org

5. Perempuan :  306org

6. WNI :  782org

7. WNA : 5 org

8. Usia :

< 5 th :  23 org

6-19   : 78 org

20-29 : 242org

30-39 :  102 org

40-49 : 90org

50-59 : 89org

60-69 : 59 org

70-79 : 25 org

>80    :   4 org

*PROBABLE*

1. TOTAL.          : 8

2. MENINGGAL : 4

3. MENUNGGU : 0

4. SELESAI : 4

*Kontak Erat*

TOTAL : 2008 org

Discarded: 2003 org

Aktif : 5 org

*Hasil Lab. Swab*

Positif   : 1584 org

Negatif  : 8972 org

Menunggu hasil : 5 org

Jumlah  :10.561 org

*HASIL RAPID TEST*

Reaktif   : 70org

Invalid   : 0 org

Non Reaktif : 13.385org

Total     : 13.455org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 8 April 2021 :

















UNTUK OPTIMALISASI RETRIBUSI HASIL LAUT PEMKAB PANGANDARAN BENTUK TIM TERPADU

PANGANDARANNEWS.COM – Maraknya transaksi di luar tempat pelelangan ikan (TPI) menjadi salah satu kurangnya retribusi Penghasilan Asli Daerah (PAD) Pemkab Pangandaran menjadi berkurang.

Seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, untuk itu Pemkab sudah membentuk tim terpadu untuk kembli menaikan transaksi di TPI sehingga pebdapatan daerah dari sektor perikanan laut pun bertambah.

"Minggu depan tim ini akan segera bergerak dan kita akan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan serta pihak terkait untuk menertibkan transaksi hasil laut di luar TPI," tegas Jeje.  (8/4)

Dari setiap transaksi produksi, karena penjualan hasil tangkap ikan dan udang di luar TPI membuat pemda kehilangan penghasilan daerah sekitar 3 persen. Dan jelas transaksi di luar TPI melanggar aturan sehingga harus ditertibkan.

Jeje berharap ke depan para bakul ikan kembali bertransaksi di TPI sesuai aturan dan kepentingan semua pihak pun bisa terlindungi, sehingga nelayan pun bisa mendapat kepastian harga dan bisa mendapatkan harga tertinggi karena melalui proses lelang, dan bakul pun bisa berdagang sesuai  aturan serta akan mampu berkontribusi bagi pemda. 

“Juga koperasi yang ditunjuk untuk mengelola TPI pun bisa hidup dan melayani kebutuhan nelayan,"kata Jeje.

Saat ini, menurutnya masih banyak nelayan yang sudah terjerat sistem ijon sehingga mereka mau tak mau harus menjual ke bakul dan alasan knapa bakul terkesan enggan bertransaksi di TPI, karena bakul berusaha menghindari retribusi transakai sebesar 3 persen.

Alasan  lainnya, kata Jeje, jika di TPI mereka harus bersaing karena sistem lelang tidak mudah untuk dapat ikan karena harus bersaing harga penawaran harga. 

“Sekarang sudah saatnya sistim ini dibenahi sehingga hasil perikanan laut pun bisa lebih optimal, “ungkap Jeje.

Seperti diktahui, sebelumnya sejumlah nelayan yang tergabung dalam HNSI Pangandaran mengadu ke DPRD untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya desakan agar Pemkab melakukan penertiban bakul yang kerap bertransaksi di luar TPI.

Menurut Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, retribusi hasil laut tahun 2020 sekitar Rp 1,5 miliar tentunya jumlah tersebut masih jauh dari harapan jika dibandingkan dengan panjang pantai Iabuaten Pangandaran sepanang 91 kilo meter.

"Ini jelas belum optimal karena ada hasil laut yang tidak tercatat dan lolos dari retribusi," kata Asep Noordin.

Seharusnya, kata Asep, siapapun yang menangkap hasil laut harus menjual melalui proses lelang di TPI dan itu ada aturannya yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda), sehingga jika menjual di luar TPI itu melanggal perda dan termasuk illegal fishing.

Sementara Wakil Ketua HNSI Pangandaran M. Yusuf membenarkan, dalam audens antara DPRD dan HNSI bertujuan untuk untuk menyampaikan beberapa aspirasi, salah satunya terkait maraknya transaksi ilegal di luar TPI.

Yusuf mengatakan, HNSI datang mewakili sekitar  3 ribu nelayan yang sudah membubuhkan tandatangannya. 

“Ada 3 poin yang kami sampaikan ke lain, soal baby lobster,  keberadaan bagang dan penjualan hasil laut di luar TPI,"terangnya.

Yusuf juga mengatakan, sebenarnya bukan tidak boleh bakul menampung hasil laut dari nelayan tapi  transaksinya harus dilakukan di TPI, sehingga nantinya baik bakul , nelayan atau pun koperasi mendapat  untung.

“Dan tentunya kita bisa berkontribusi pada pemerintah daerah dengan membayar retribusi hasil tangkap, “jelas Yusuf. (PNews)


PILKADES MARGALAKSANA KECAMATAN SUKARAJA, RALIH JAJA HIDAYAT BERHASIL PEROLEH SUARA TERBANYAK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pada Pilkades Martalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya Ralih Jaja Hidayat berhasi memperoleh suara terbanyak setelah mengungguli 3 calon lainnya.(8/4)

Dengan perolehan 1.062 suara Ralih Jaja Hidayat dipastikan lolos menjadi Kepala Desa Margalaksana untuk periode tahun 2021-2026.

Kemenangan Jaja pun disambut gembira oleh keluarga, pendukung dan relawan dan ucapan selamat pun mengalir dari berbagai kalangan termasuk dari sejumlah awak media baik cetak atau pun on line.

Kepada wartawan Jaja menyampaikan, dalam mengemban tugas ia aan mengedepankan azas musyawarah dan mufakat agar apa yang dilakukan berdasarkan usulan dan harapan seluruh warganya.

“Mudah-mudaan saya bisa terus amanah dalam memimpin Desa Margalaksana, “ungkapnya.

Dengan berbasis agamis, harmonis, sejahtera dan  inovatip, menurutnya ia akan membangun Desa Margalaksana berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan ini mudah-mudahan saya mampu membawa Margalaksana menjadi desa yang lebih maju, “imbuhnya. (AMIR S)  


PILKADES CIKUPA, 5 CALON KADES SIAP REBUT SIMPATI WARGA


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
– Menjelang dilaksanakannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan tanggal 8 april 2021, seluruh calon dibantu tim sukses dan relawan masing-masing, berlomba meraih simpati warga melalui kampanye di tiap-tiap dusun dengan memaparkan visi-misi dan keunggulan masing-masing.

Salah satunya di Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, tak kalah seru saat  masing-masing calon berusaha meraih simpati pemilih berkampanye dengan berkeliling ke setiap dusun atau aktif datang ke pengajian-pengajian hingga bersilaturahmi ke rumah-rumah warg.

Seperti dituturkan Ketua Panitia Penyelenggara Pilkades serentak Desa Cikupa, Erik Priyatno, Spd, ia merasa bangga dengan semangat yang ditunjukan semua calon, sehingga diperkirakan perolehan suara di Pilkades Cikupa akan ketat dengan selisih tipis.

Alhamdulillah tahapan kampanye ini berjalan aman, kondusif tanpa menimbulkan gesekan-gesekan baik dari calon atau pun pendukung dan tim suksesnya, “kata Erik.(7/4)

Selama proses tahapan Pilkades Cikupa cukup dinamis namun tetap aman dan tetap terjaga kondusifitas masyarakat, artinya, kata Erik, warga Cikupa sangat demokratis untuk menentukan pilihannya dalam memilih pimpinan di desanya untuk masa 6 tahun ke depan.

“Kami juga percaya dari 5 calon semuanya ingin memajukan masyarakat Desa Cikupa, hanya mungin cara pandang dan mekanisme yang berbeda dari masing-masing calon, imbuh Erik. 

(ANWAR W -AMIR S)










MALU KARENA DIEJEK TEMANNYA TIDAK BISA BERENANG, SEORANG BOCAH WARGA SINDANGJAYA TENGGELAM DI SUNGAI CIKASO

PANGANDARANNEWS.COM – Nasib naas menimpa seorang bocah laki-laki berumur 15 tahun, warga Dusun Babakan RT 10 RW 03 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Oki Triana.

Peristiwa bermula saat anak yang masih duduk di kelas 1 SMPN 2 Mangunjaya, putra pasangan ,  Ahdi danTiti hidayati, sekitar pukul 16.00 WIB berenang di sungai Cikaso.(7/4)

Menurut beberapa rekannya sebenarnya Oki tidak bisa berenang, tapi karena malu terus diejek oleh teman-temannya akhirnya saat teman-temannya pulang Oki pun mencoba memberanikan diri mencebur ke sugai dengan kedalaman seitar 3,5 meter ini sehingga korban pun tenggelam.

Beberapa saat kemudian saat salah seorang warga melintas di aliran sungai merasa curiga melihat ada pakaian di tepi sungai, sehingga i pun memanggil warga lainnya untuk turun ke dalam sungai memastikan apakah ada orang tenggelam.

Beberapa saat kemudian warga berhasil mengevakuasi tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dan membawanya ke rumah orangtuanya.

Menurut salah seorang warga yng ikut dalam proses evakuasi, Niti Wiyoga, mengakui bahwa Oki memang tidak bisa berenang.

“Korban memang diketahui tidak pandai berenang, tapi mungkin karena malu sama teman-temannya ia mencoba memberanikan diri, “kata Niti.

Kini pasangan suami isteri  Ahdi danTiti hidayati hanya bisa pasrah saat melihat buah hatinya sudah tak bernyawa. (Tn)




DKBP3A KABUPATEN PANGANDARAN TURUNKAN RIBUAN PETUGAS DAN KADER PKK UNTUK PENDATAAN KELUARGA 2021

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk melaksanakan program Pendataan Keluarga 2021 (PK21) saat  ini Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran sudah menyiapkan 1.134 kader.

Demikian disampaiakn Kepala DKBP3A Kabupaten Pangandaran Heri Gustari, program PK21 akan menyasar pada seluruh keluarga di Kabupaten Pangandaran yang sudah dimulai sejak tanggal  4 april hingga 31 mei 2021.

“Secara teknis program PK21 merupakan pengumpulan data terkait pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana dan anggota keluarga, “teang Heri, saat ditemui di ruang kerjanya.(5/4)

Petugas dari kader Posyandu dan PKK, kata Heri akan diberdayakan dengan mendatangi rumah warga, dan metode pendataan ini rutin dilakukan setiap lima tahun sekali untuk kelengkapan data masyarakat baik secara online dan manual.

Data yang dikumpulkan petugas PK21, lanjut Heri, di antaranya aspek kehidupan keluarga mulai profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan lanjut usia (lansia), keluarga berisiko stunting, hingga keluarga dengan remaja dengan jenis sasaran di antaranya, keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak atau orang tua tungga beserta anaknya

Menurut Heri, ada dua metode yang akan dilaksanakan petugas di lapanganakan, ada yang menggunakan android dan formulir F/I/PK/21 dan formulir F/I/PK/21-S yang diisi secara manual, hasil pendataan ini tentu akan jadi dasar kebijakan pemerintah, dan Pemerintah Pusat melalui BKKBN akan menargetkan program ini ke depan untuk membantu proses pembentukan Satu Data Keluarga Indonesia.

“Saya mengimbau masyarakat Pangandaran untuk berpartisipasi dalam program PK21 dengan memberikan data yang diminta para kader atau petugas kami, “pungkasnya. (PNews)




UPDATE DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 7 APRIL 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Berikut up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Rabu 7 April 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS KONFIRMASI  COVID-19

Total            :  1561 org

Sembuh :  1355 org

Aktif :    32 org  isolasi RSU,142 Isolasi Mandiri)

Meninggal :    32 org

WNI              :  1561 org

Laki2            :   678 org

Perem :   887 org

Usia

<5         :     33 org

5 - 19          :    191 org

20 - 29         :    240 org

30 - 39         :    230 org

40 - 49         :    200 org

50 - 59         :    197 org

60 - 69         :    112 org

70 - 79         :     35 org

80-                :      7 org

SUSPEK

1. Total         :    787 org

2. Discardid :    764 org

    - Meninggal :      16 org

3. Aktif         :        7 org

4  Laki-Laki :    481 org

5. Perempuan :    306 org

6. WNI :    782 org

7. WNA :      5 org

8. Usia :

< 5 th :       23 org

6-19    :       78 org

20-29 :     242 org

30-39 :     102 org

40-49 :        90 org

50-59 :        89 org

60-69 :        59 org

70-79 :        25 org

>80    :          4 org

PROBABLE

1. TOTAL.                  : 8

2. MENINGGAL : 4

3. MENUNGGU : 0

4. SELESAI         : 4


KONTAK ERAT

TOTAL :   2008 org

Discarded :   2003 org

Aktif :         5 org

HASIL LAB. SWAB

Positif            :   1561 org

Negatif          :   8972 org

Menunggu hasil         :         5 org

Jumlah          : 10.538 org

HASIL RAPID TEST

Reaktif          :        70 org

Invalid            :          0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total              : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 7 April 2021 :
















PEMKAB PANGANDARAN DAN MASYARAKAT NELAYAN MUSNAHKAN ALAT TANGKAP BENIH LOBSTER

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan pemusnahan barang bukti alat tangkap benih bening lobster, seperti jaring rumpon hasil operasi penertiban aparat gabungan di wilayah perairan Pangandaran dalam beberapa pekan terakhir, bertempat di lapang Kataoang Doyong Pantai timur.(6/4)

Selain dihadiri Bupati Pangandaran H Jeje Wiradiata, juga dihadiri Muspida, masyarakat dan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti.

"Ada ratusan set alat tangkap hasil penertiban tim gabungan yang hari ini kami musnahkan, “kata Jeje.

Jeje mengatakan, Pemkab Pangandaran sengaja menerbitkan aturan pelarangan penangkapan benih bening lobster demi pemanfaatan kelautan yang berkelanjutan, karena akibat penangkapan tersebut sekarang sudah terasa, lobster konsumsi menghilang. 

“Yang biasanya transaksi lobster di tempat pelelangan ikan KUD Minasari Pangandaran mencapai Rp 3 miliar, tahun ini nol rupiah," jelas Jeje.

Selain itu, kata Jeje, hilangnya benih lobster juga berdampak pada berkurangnya tangkapan ikan yang menjadi predator benih lobster, seperti cumi dan ikan layang sehingga tangkapan hasil tangkapan pun berkurang, karena seperti diketahui cumi tersebut merupakan pemangsa benih lobster.

Jeje mengatakan sejak awal pihaknya menolak penangkapan baby lobster bBukan karena ia kenal dekat dengan Susi Pujiastuti, tapi karena ia merupakan anak nelayan yang tahu dampak negatif ekploitasi baby lobster bagi ekosistem laut.

“Hingga saat ini saya belum sekali pun mengeluarkan surat keterangan asal benih,"tegas Jeje.

Sementara kepawa awk media, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan apresiasi atas langkah yang diambil oleh Pemkab Pangandaran serta menghargai kekompakan pemerintah daerah, aparat dan masyarakat Pangandaran. 

“Ternyata kalau kita pasti bisa, saya berharap ini harus menjadi contoh untuk daerah lainnya dan saya juga berharap ini diikuti oleh semua daerah di Indonesia," kata Susi.

Susi menekankan semua pihak harus percaya saat benih lobster habis, karena saat itu tak akan ada lobster yang bisa dikonsumsi. Artinya harus yakin jika bibitnya habis maka lobsternya sulit didapat.

“Semoga ke depannya nanti kita bisa melihat lagi lobster ton-tonan di Pangandaran," kata Susi.

Susi juga mengatakan, keberlanjutan sumber daya laut sangat penting sehinga ia berharap masyarakat ikut mengawasi dan menjaga laut. 

"Saya sangat senang jika nanti nelayan melaut dapat lobster 3 kg itu berarti Rp 3 juta, lumayan kan,"imbuhnya. (PNews)



EVALUBE KELUAR ZONA NYAMAN, MEMBIDIK NELAYAN MASYARAKAT PESISIR PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu Evalube menggelar program temu mitra komunitas nelayan di Pantai Pangandaran, kegiatan ini bertujuan untuk memacu pemberdayaan masyarakat pesisir Pangandaran. (24/3) 

Seperti disampaikan Brand Manager Evalube Bambang Eka, selain itu kegiatan ini juga dilakukan untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan para nelayan agar terjalin lebih intens.

Selian itu, kata Bambang, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi bagi Evalube terkait informasi

terkini tentang sistem keagenan, harga maupun produk – produk Evalube, karena para mitra Evalube yang hadir dalam kegiatan ini merupakan perpanjangan tangan penyebaran produk – produk Evalube.

Pada tahun ini, lanjut Bambang,  Evalube tidak hanya mendukung kegiatan otomotif di Indonesia, tetapi mempunyai gebrakan baru dengan menyasar masyarakat pesisir pantai. Kegiatan ini tidak hanya mendekatkan diri dengan para komunitas nelayan, tetapi juga ajang temu dan sosialisasi produk Evalube.

“Melalui program ini kami juga mengharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan peningkatan kesejahteraan untuk komunitas nelayan, “ucapnya. (PNews-MP)







KESBANGPOL KOTA BANJAR GELAR SOSIALISASI P4GN Di KECAMATAN PATARUMAN.


PANNGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS
-- Dalam rangka mendukung Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Narkotika di desa, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjar mengadakan acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kecamatan Pataruman. (6/4)

Acara tersebut dihadiri Camat Pataruman, Kapolsek Pataruman dan beberapa kepala Desa di wilayah Kecamatan Pataruman.

Materi yang disampaikan terkait aspek hukum dalam penanggulangan penyalahgunaan Narkoba, pendidikan atau wawasan tentang Narkoba untuk anak usia dini, dampak penyalahgunaan Narkoba serta upaya yang harus dilakukan ketika persebaran Narkoba sudah merambah di lingkungan tempat tinggal.

Menurut Kepala Bidang Kebangpol Kota Banjar, Muhamad Rizal NS Mokodompit SH. MH, pemerintah daerah memiliki tugas untuk memfasilitasi kegiatan yang berkaitan dengan P4GN, salah satu kegiatan tersebut adalah sosialisasi untuk seluruh masyarakat Kota Banjar

“secara estafet kita laksanakan di 4 kecamatan hingga tahun ini kita selesai, "ungkapnya.

Rizal juga menjelaskan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan P4GN kepada masyarakat yang nantinya bisa ditularkan kepada keluarga dan tetangga, sehingga upaya pencegahan penggunaan atau penyalahgunaan narkoba dapat berjalan secara massif dan dapat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjar

Pencegahan penyalahgunaan narkoba sejatinya, kata Rizal, tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja, masyarakat pun  diharapkan bisa berpatisipasi aktif melakukan usaha pencegahan.

Seluruh elemen masyarakat,  pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) harus ikut andil dalam upaya pencegahan ini.

"Diharapkan usaha pencegahan peredaran narkoba ini akan berhasil jika didukung seluruh elemen, "imbuhnya. (TITO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN