KASI PEMDES SE- KAB. PANGANDARAN IKUTI SOSIALISASI KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

PANGANDARANNEWS.COM-Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) selama dua hari (3-4/11) menggelar sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang dihadiri Plt Kepala Dinas Pangandaran dan sekdis Dukcapil Pangandaran, Plt Sekdis Dukcapil Kabupaten Bandung Iwan Ridwan, SH, Msi dan Kasi Pemerintahan Desa (Pemdes) se-Kabupaten Pangandaran, bertempat di aula kantor Disdukcapil Pangandaran di Jalan Merdeka.

Dalam sambutannya Plt. Kepala Dinas Dukcapil Pangandaran, Lilis Kusumawati, menyampaikan, untuk menyempurnakan aturan kependudukan yang tertuang dalam Undang-undang nomer23 tahun 2006, pemerintah pusat pun mengeluarkan UU nomer 24 tahun 2013, 2013 tentang administrasi kependudukan sehingga hal yang mendasar mempermudah masyarakat dan lembaga pengguna dengan diimplementasikannya ketentuan-ketentuan. Seperti, masa berlaku KTP El yang semula 5 tahun menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen datanya.

Begitu juga terkait pencatatan sipil seperti penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya batas waktu 1 (satu) tahun, semula memerlukan penetapan pengadilan negeri diubah cukup dengan keputusan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Dan untuk semua pelayanan ini kami juga melakukan jemput bola dengan mendatangi masyarakat, “jelasnya. (3/11)

Sementara Plt Sekdis Dukcapil Kabupaten Bandung Iwan Ridwan, dalam pemaparannya, antara lain menyampaikan terkait peta permasalahan pencatatan sipil dan solusinya.

Menurut Iwan, Formulir Pendaftaran Peristiwa Kependudukan (F-1.02) untuk Jenis permohonan; KK,KTP-el, KIA dan perubahan data untuk permohonan online tidak diatur tanpa tanda tangan pemohon, solusinya, untuk pemohon yang telah lengkap di data base tidak perlu tandatangan F-01.2, dan ini perlu adanya surat edaran untuk permohonan online.

Pada formulir F-1.03 untuk perpindahan penduduk bagi pemohon yang dilakukan secara online,  tidak mungkin bisa ditandatangan pemohon, dokumen ini memang tidak perlu tandatangan pemohon, hal ini juga harus ada penegasan dari Ditjendukcapil.

Sementara F-01.04 atau Surat Pernyataan Tidak Memiliki Dokumen Kependudukan tidak jelas aturannya, apakah untuk penduduk yang tidak tercatat biodatanya, tidak memiliki NIK/KK/KTP, seperti anak panti yang tidak jelas asal usulnya, untuk kasus seperti ini, kata Iwan, anak panti/terlantar/tanpa asal usul dimasukan ke biodata keluarga wali/pengasuh anak tersebut.

“Untuk hal seperti ini harus ada kerjasama dengan dinas sosial agar anak dalam asuhan panti dicatat di biodata keluarga pengurus panti yang mengurus anak tersebut, “terangnya.

Hal lain, masih kata Iwan, SPTJM perkawinan/perceraian belum tercatat seperti F-1.05 diberlakukan untuk penerbitan kartu keluarga baru bukan hanya untuk pembaharuan KK, ini dimaksudkan agar bisa ditolak bilamana perkawinan di bawah umur, istri kedua tanpa ijin Pengadilan Negeri (PN) dan perkawinan non muslim tanpa bukti kawin agama, dan untuk masalah ini sudah ad Sirat Edaran (SE) dari Ditjendukcapil untuk perkawinan yang tidak memenuhi syarat material tidak boleh Kartu Keluarga (KK) baru.

Jika ditemukan ada tanggal perkawinan di KK dicantumkan tanggal perkawinan agama bukan tanggal pencatatan perkawinan, maka sesuai input data kawin agama agar pasutri yang isbat nikah atau penetapan PN anaknya sah, sesuai dengan aplikasi SIAK.

“Terkait Surat Kuasa Dalam Pelayanan Adminduk, bagi yang beralasan sakit apa perlu surat keterangan sakit dokter atau Puskesmas, ini dimaksudkan untuk menghindari percaloan, surat kuasa selektif berdasarkan alasan yang dapat dibuktikan tertulis, dan untuk ini perlu surat edaran tentang surat kuasa agar tidak dipakai berulang untuk subyek dokumen berlainan, “tegas Iwan. (PNews)


KONDISI JALAN CUKUP PARAH, KENDARAAN DI JALUR SALOPA-CIKATOMAS HARUS EKSTRA HATI-HATI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sudah lama warga di dua kecamatan, Salopa dan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, mengelukan kondisi jalan yang menghubungkan dua jalur tersebut kondisi rusak parah. 

Menurut warga, Asep Roni (47), sudah hampir dua tahun ini jalan tersebut dibiarkan dalam kondisi rusak sehingga jika melewati jalan tersebut para pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena selain becek berlumpur banyak kubangan air yang cukup dalam dan membahayakan pengendara.

 “Padalah jalur tersebut terbilang cukup ramai dan padat, “ungkapnya.(31/10)

Asep berharap, kondisi ini mudah-mudahan secepatnya mendapat perhatian pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan.

Asep juga menjelaskan, sebenanya jalur tersebut sering diperbaiki tapi dengan cara “ditambal” pada aspal yang berlubangnya sehingga hasilnya pun selain tidak maksimal juga mudah rusak kembali.

Hal senada dikatakan seorang sopir mobil box, Dedi, hampir setiap hari ia melewati jalur tersebut untuk mengirim barang, sehingga tahu betul kondisi di jalur itu. Dan setiap melewati jalan tersebut, kata Dedi, selain harus memperlambat laju kendaraannya ia juga harus berhati-hati agar tidak terperosok ke lobang yang dipenuhi air saat hujan turun.

 “Jalan ini sering digunakan masyarakat menjadi jalur ekonomi, sudah seharusnya kondisi jalan tersebut diperbaiki agar lalu-lintas pun bertamabh lancar, :kata Dedi.

Tak hanya   di Cikatomas, menurut Agus, salah seorang guru SD Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah, ia menilai kinerja pemda selama lima tahun ini, khususnya dalam sektor infrastruktur dinilai kurang bagus dan mendapatkan raport merah.

“Jadi untuk calon kepala daerah saat ini, siapa pun itu asal bisa memperbaiki infrastruktur jalan, itu yang akan menjadi piliha masyarakat di sini. “ujarnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)


MAYASARI FOUNDATION SALURKAN BANSOS PADA KORBAN BANJIR DI DESA CIAWI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kondisi ekonomi akibat pendemi covid-19 atau bencana alam lainnya, dampaknya sangat dirasakan hampir seluruh masyarakat, untuk sedikit bisa meringankan beban himpitan ekonomi ini tidak sedikit gerakan sosial kepedulian menyalurkan bantuan pada masyarakat. Bukan hanya dari pemerintah saja, dari mulai perusahaan hingga perorangan pun bergerak bahu-membahu untuk bisa membantu sesama.

Seperti yang dilakukan Mayasari Foundation atau Mayasari Peduli, kemarin kembali menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga Desa Ciawi yang terdampak banjir. (30/20)

Usai menyalurkan bantuan pada warga di aula Desa Ciawi Kecamatan Karangnunggal, kordinator lapangan dari pengurus perusahaan Mayasari Foundations, H. Irwan Nurkomara, mengatakan, ini merupakan agenda gerakan kemanusian rutin dari Mayasari, dan ini merupakan murni bentuk kepedulian perusahaan untuk saling membantu, khususnya kepada warga yang terdampa bencana. Dan ini tidak ada unsur politik atau apa pun, karena gerakan ini sudah dilakukan sejak dulu dan  bukan kali ini saja.

“Bantuan ini tidak hanya berbentuk sembako saja tapi bantuan sosial lainnya termasuk pemberian bea siswa, dan gerakan  Mayasari Foundations ini juga bukan hanya di Tasikmalaya saja, “jelasnya.

Irwan menambahkan, penyaluran 100 paket bantuan di Kecamatan Karangnunggal saat ini berdasarkan pengajuan tahap ke 2 pihak Pemdes Ciawi, yang dialokasikan di empat titik, diantaranya, di Mekarwangi, Cilimus, Ciputat dan Ciperelas.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Ciawi, Iman Surohiman, menyampaikan terimakasih kepada Mayasari Foundations terkait pengajuan bantuan pada perusahaan yang sudah bisa diterima masyarakat.

“Insya Alloh secepatnya bantuan ini segera kami salurkan pada warga yang berhak menerimanya, sesuai dengan data yang telah kami inventarisir, ”kata Iman. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)




KPUD PANGANDARAN AJAK CAMAT DAN KADES SOSIALISASIKAN TAHAPAN PILKADA

PANGANDARANNEWS.COM–Mengingat semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu sosialisasi tahapan-tahapan pilkada kepada camat dan para kepala desa (Kades) se-Kabupaten Pangandaran, yang digelar satu hotel di kawasan panatai barat. (22/10)

Seperti disampaikan Ketua Komisioner KPU Pangandaran, Muhtadin, dengan menggandeng Pemkab Pangandaran KPU terus gencar melakukan sosialisasi untuk mensukseskn Pilkada di masa PandemiCovid-19, sesuai dengan ketentuan Pasal 16 Ayat 13 PKPU No 8 tentang sosialisasi dan Pendidikan Pemilih.

Menurutnya, diantaranya dengan mengajak para camat dan kades untuk bersama-sama mensosialisasikan pendidikan untuk mencakup tahapan proses dan tatacara pelaksanaan Pilkada baru di era Pandemi Covid-19.

“Diharapkan sosialisasi ini akan sampai kepad msyarakat pemilih melalui camat dan kepala desa, “ungkapnya.

Sementara Plt Bupati Pangandaran, Dani Ramdan menyambut baik dengan berbagi tugas mensosialisasikan tahapan Pilkada bersama KPU, Bawaslu.

“Kuncinya Pilkada ini harus sukses lancar dan sehat, poin poin itu yang saya sampaikan, “jelas Dani.

Selain itu, kata Dani, tingkap partisipasi pemilih juga harus tinggi, sehingga ia pun mendorong kepada para camat juga kades untuk mensosialisasikan pada warga pengguna hak pilih.

Dani juga menyampaikan pentingnya untuk menjaga ketertiban dan netralitas, karena kepala desa masuk dalam aturan harus netral.

“Dan yang tak kalah penting, dalam tahapan hingga pelaksanaan pencoblosan nanti tetap harus pada koridor protokol kesehatan,”pungkasnya. (AGE)


INI KATA BUPATI PANGANDARAN TERKAIT KELANGKAAN GAS LPJ 3 KG

Plt Bupati Pangandaran, DANI RAMDHAN
PANGANDARANNEWS.COM-Menyikapi situasi yang berkembang saat ini terkait pendistribusian gas LPG 3 Kg bersubsidi dengan adanya kelangkaan di masyarakat, Plt Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan, usai menyaksika penyaluran Bansos Pemprov Jabar di Kecamatan mangunjaya, mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Perdakop dan UMKM, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan PMD, Dinas Pertanian, Dinas KPKP dan pemerintah Kecamatan berikut perwakilan desa dengan Pertamina dan Hiswana Migas serta perwakilan agen distributor,  telah melakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi kelangkaan LPG 3 Kg bersubsidi.

“Kelangkaan ini disebabkan adanya penambahan kebutuhan yang meningkat akibat mobilitas penduduk yang pulang kampung akibat dampak Pandemic Covid 19, “ujar Dani.(28/10) 

Sehubungan hal tersebut, kata Dani, Pemkab Pangandaran bersama Pertamina dan Hiswana Migas, telah dan akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut, Pertama, melakukan Operasi Pasar (OP) Mandiri dari tanggal 27-28 Oktober 2020 di setiap pangkalan dengan jumlah 3.500 tabung rata-rata per hari diluar pendistribusian reguler ( rata-rata 7.000 tabung/hari) dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai Keputusan Bupati Nomer 510.23/Kpts. 224-Huk/2017. Kedua,melaksanakan Operasi Pasar (OP) di setiap Kecamatan secara serentak pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2020 sebanyak kurang lebih 5.000 tabung dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai Keputusan Bupati Nomer 510.23/Kpts. 224-Huk/2017. Ketiga, mendata penggunaan LPG 3 Kg kategori rumah tangga miskin oleh Dinas Sosial dan PMD yang akan didampingi oleh pihak Kecamatan dan Desa. Keempat, membuat kartu penerima pengguna LPG 3 Kg bersubsidi. Kelima, melakukan mekanisme pengawasan dan pelaporan dari tingkat Desa, Kecamatan sampai dengan tingkat kabupaten.

“Dan yang keenam, pihak agen distributor juga akan melakukan pengawasan terhadap pangkalan terkait distribusi penjualan LPG 3 Kg bersubsidi, “jelasnya.  (Tn)





BABINKAMTIBMAS DAN BABINSA DAMPINGI KADES CIKUPA SALURKAN BANTUAN PADA KORBAN BANJIR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Didampingi Babinkamtibmas Bripka Berni N.H, SH, Babinsa Serka Mamat dan BPD, Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadhi, menyalurkan bantuan 321 paket sembako pada warga korban yang terdampak banjir. (28/10)

Babinkamtibmas Bripka Berni N.H, mengatakan, Polri dan TNI akan selalu membantu pemerintahan desa dan warga dalam bentuk apa pun kegiatan yang sifatnya untuk kepentingan umum.

“Kami selalu siap mendampingi desa agar masyarakat merasa aman dan kondusif, “ungkapnya.

Babinsa Serka Mamat, menambahkan, TNI dan Polri merupaka satu kesatuan 3 pilar di desa sehingga harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman pada lingkungan serta bisa bersinergi dengan pemerintahan desa dan seluruh warga.

Di tempat yang sama Kades Cikupa Yudha Heryadhi, mengucapkan terimakasih terkait pendapingan dan pengayoman TNI dan Polri pada masyrakat, khususnya warga terdampak banjir yang terjadi beberapa hari lalu, sehingga proses penyaluran bantuan pun bisa berjalan lancar dan aman.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini, kata Yudha, bisa meringakan keluarga korban banjir dan kita semua doberikan ketabahan, “ungkap Yudha. (ANWARWALUYO)

 

DIDAMPINGI KETUA DPRD, PLT BUPATI PANGANDARAN TINJAU PENYALURA BANSOS PEMPROV TAHAP 3 DI MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS.COM-Plt Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan didampingi Sekretaris Daerah, Kusdiana dan Ketua DPRD< Asep Noordin, secara simbolis menyalurakan bantun sosial (Bansos) dari Pemprov Jabar tahap ke 3 kepada sjumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bertempat di aula kecamatan Mangunjaya. (28/10)

Dalam sambutannya, Plt Bupati, Dani Ramdhan mengatakan, dalam pelaksanaan penyaluran bansos yang dibagikan dalam waktu 3 minggu ini, lebih cepat penyalurannya itu akan lebih bagus, terutama kepada warga terdampak Copid 19.

“Hingga sekarang penyaluran bansos ini sudah tersalurkan kepada 1,9juta KPM, “jelas Dani.

Ada beberapa perubahan dalam penyaluran bansos tahap ke tiga ini, jikapada tahap sebelumnya dengan nilai Rp 500 ribu dengan perincian uang tunai Rp 150 ribu dan non tunai Rp 350 ribu. Tapi untuk kali ini, jelas Danilagi, untuk nilai non tunai tetap Rp 350 ribu tapi tunainya Rp 100 ribu.

“Dan kalau yang lalu penyalurannya bekerjasama dengan Bulog tapikali ini dilaksanakan bersaa BUMD, dan sekarang kemasannya diganti menggunakan kantong serba guna yang bisa digunakan untuk keperluan lain nya, “kata Dani.

Dani juga menyampaikan pesan Gubernur jawa barat, bahwa bansos ini merupakan bentuk keperdulian pemprov untuk melengkapi bantuan-bantuan sosial lainnya, mulai dari bantuan presiden, PKH juga ada bantuan dari bupati  dan bantuan yang berumber dari Dana Desa (DD) serta  lainnya.

Dani mengakui, sejak adanya pandemi covid-19 banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, karena di PHK, ada yang usahanya tidak jalan lagi dan dampak lainnya, sehingga dengan adanya bansos ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga.

Memang nilainya agak berkurang karena pertimbangan, pertama anggaran pemerintah  yang terbatas dan yang kedua kini aktifitas ekonomi masyarakat pun sudah mulai pulih.

“Saya melihat sebagian masyarakat sudah mulai bekerja, mudah mudahan dengan cara seperti ini pembangunan juga bisa tetap jalan, dan ekonomi masyarakat pun bisa kembali normal. “pungkasnya. (Tn)


SELURUH STAKEHOLDER PANGANDARAN SEPAKATI PILKADA BERADAB

PANGANDARANNEWS.COM-Bertempat di sebuah hotel di kawasan pantai barat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran hari ini (28/10) menggelar rapat kordinasi dengan seluruh stakeholger Pilkada Pangandaran, yang dihadiri Plt. Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan, perwakilan Kapolres Ciamis, Kodim 0613 Camis, Kejaksaan, Bawaslu Provinsi Jawa Barat, seluruh camat dan Kapolsek, Danramil, ketua Partai Politik, Ketua Tim Kemenangan 2 paslon  serta sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Pangandaran.

Pada acara tersebut seluruh peserta yang hadir sepakat mengucapkan Deklarasi Kepatuhan Protokol Kesehatan Dalam Pemilihan yang Beradab (Bersih, Rasional, Damai, Amanah da Berintegrita).

Dalam deklarasi yang ditandtangi seluruh stakeholder Pilkada Pangandaran, ada 4 point kesepakatan, diantaranya, 1. Mendukung program pemerintah dalam penanggulangan covid-19 khususnya di Kabupaten Pangandaran dan akan mengkampanyekan penerapan cara hidup sehat kepad masyarakat, 2. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencucitangan, 3. Tidak melakuka keramaian dan arak-arakan dalam setiap tahapan pemilihan serentak tahun 2020, dan ke empat, Sia melaksankan pemiliha serentak tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran dengan mematuhi protokol kesehatan.

Sementara dalam paparannya, Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan, menyampaikan, kegiatan rangkaian Pilkada ini benar-benar sangat luar biasa, karena sejak dirinya dilantik menjadi plt sudah langsung mengikuti tahapan-tahapan pilkada.

Selain harus patuh pada aturan dan perundang-undangan, kata Dani, Pilkad kali jug harus patuh pada protokol kesehatan.

“Dan ini harus disepakati seluruh stake holder dengan bersama-sama membuat kelompok kerja sebagai bentuk kepatuhan pada protokol kesehatan, “paparnya.

Menurutnya, Pilkada kali juga merupakan pertaruhan karena selain harud dilaksanakan secara jujur, adal dan demokratis juga harus sehat, salah satu upayanya dengan menerapkan protokol kesehatan pada setiap tahapan hingga pelaksanaan pencoblosan nanti.

Baik penyelenggara, pasangan calon, pengawas, keamanan bahkan masyarakt pemilih berpotensi terpapar, sehingga semuanya harus hati-hati agar Pilkada ini tidak menjadi klaster.

“Saya dan kita semua berharap mudah Pilkada tahun ini bisa lebih baik dari Pilkada pertama beberapa tahun lalu, “ungkap Dani.

Hal senada dikatakan salah seorang komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zaki Hilmi, menurutnya yang paling membedakan pelaksanaan Pilkada tahun 2020, seluruh tahapan dilalsanakan dalam koridor protokol kesehatan.

Ia menambahkan, Pilkada kali ini dibangun dangan kepatuhan agar tidak terjadi klaster penyebaran yang melibatklan penyelenggara, peserta dan masyarakat.

“Keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi, “tegasnya. (PNews)


GEMPA 5,9 SR AKIBATKAN SEJUMLAH RUMAH DI PANGANDARAN ALAMI KERUSAKAN

PANGANDARANNEWS.COM-Akibat gempa berkekuatan 5,9 SR (skala richter) yang terjadi di kabupaten Pangandaran tanggal 25 oktober 2020 sekitar pukul 8.00 WIB, telah mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. 

Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, mencatat, sedikitnya ada 8 rumah dan 1 madrasah rusak, diantaranya di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, 2 rumah warga dan 1 madrasah rusak.

Seperti dituturkan Kades Tunggilis, Ilan Gumilar, beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dindingnya.

Selain diakibatkan gempa, kata Ilan, beberapa rumah juga mengalami kerusakan karena tergerus air sungai.

“Saya sudah menyampaikan hal ini ke kecamatan dan BPBD, mudah-mudahan segera ada bantuan untuk para korban,” katanya.(26/10)

Selain di Kecamatan Kalipucang, gempa yang terjadi tepat saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 8, mengakibatkan kerusakan 2 rumah di Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar, Desa Kedungwuluh Padaherang 1 rumah dan di Desa Cikareas dan Harumandala Kecamatan Cigugur masing-masing 1 rumah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pangandaran, Adang Ismail pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman gempa atau bencana alam alinnya.

“Jika terjadi gempa bumi, pastikan keluar rumah dan cari lapangan luas dan saat ini masuk musim hujan, masyarakat agar tetap waspada bencana banjir dan  longsor,”ujarnya.

Disoal kerugin materi, Adang mengatakan, saat ini pihaknya masih menghitungnya. (PNews







LONGSOR YANG TERJADI TADI MALAM DI DESA PASIRGEULIS TELAN DUA KORBAN JIWA

PANGANDARANNEWS.COM-Dua korban pasangan suami Istri (Pasutri) Sunarsih (70)-Irut Gawing (75) warga RT/RW 21/06 Dusun Pangasinan Desa Pasirgulis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran meninggal dunia akibat rumah korban tertimbun material longsor yang terjadi sekitar pukul 2.30 pagi. (27/10)

Menurut keterangan anak korban, Jumhadi, material longsoran mengakibatkan rumah korban ambruk, dan saat itu diperkirakan kedua orangtuanya tengah tidur lelap.

“Saat itu hujan sangat deras mengakibatkan tanah di sekitar rumah orang tua saya tidak bisa menahan dan menampung air sehingga terjadi longsor, “terang Jumhadi. 

Menjelang pagi, walau mengalami kesulitan karena tebalnya material tanah yang menimbun rumah korban hingga ambruk akhirnya warga dibantu TNI-Polri berhasil mengevakuasi korban yang ada di dalam rumah dengan kondisi hancur.

“Saya hanya bisa pasrah dan menerima musibah dan takdir Alloh, saya ucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu evakuasi, “ujar Jumhadi. 

Camat Padaherang, Kustiaman saat dikonfirmasi membenarkan adanya bencana tersebut di wilayahnya.

Kata Kustiman, posisi rumah korban berada di dekat tebing dan selokan sehingga saat terjadi banjir disertai material longsoran berupa tanah menyapu rumah korban dan merubuhkan rumah korban.

"Korban sudah tua, saat rumahnya ambruk mereka berada di dalam rumah sedang tidur,"jelas Kustiaman. (Tn)


DI USIA KE 8, SEJUMLAH PRESTASI DAN PENGHARGAAN BUKTIKAN KABUPATEN PANGANDARAN PUNYAI DAYA SAING

Plt. Bupati Pangandaran, DANI RAMDHAN
PANGANDARANNEWS.COM-Dalam pemaparan di depan seluruh tamu undangan pada rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 8, Plt Bupati, Dani Ramdhan, menyampaikan laporan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukan peningkatan yang menggembirakan, karena indeksnya terus meningkat dengan ditunjang pertumbuhan ekonomi yang terus menunukan tren positif. Untuk pertumbuhan ekonomi,tercatat  dari 5.41% pada 2018, menjadi 5.96%  pada tahun 2019.


Masih dalam paparannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), lanjut Dani, dari tahun ke tahun terus naik, tercatat dari 67.44% di tahun 2018 menjadi 68.21% pada 2019. Sementara angka penduduk miskin juga mengalami penurunan, dari 10.10% di tahun 2017 menjadi 8.12% pada tahun 2018. 

“Angka kemiskinan ini setiap tahun mengalami penurunan hingga 7.71% pada 2019, “jelasnya.

Selain membangun konektivitas antar daerah dan kecamatan, di bidang infrastruktur, ungkapnya, i perbaikan jalan dan jembatan  juga terus diperbaiki hingga ke pelosok desa, ini dalam rangka memberikan kemudahan akses mobilisasi barang dan orang.

“Capaian perbaikan infrastruktur jalan kabupaten hingga tahun 2019 berada dalam kondisi mantap, karena 83.38% atau sepanjang 420 kilo meter sudah berhotmix dan rigid beton,”ujarnya.

Begitu juga di bidang kesehatan, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega, sejumlah Puskesmas megah dan pengobatan dasar gratis, menjadi program dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan kualitas hidup masyarakat agar menjadi manusia unggul, sehat, kuat dan cerdas.

Selain capaian diatas, masih kata Dani, di bidang pendidikan pun Pemkab Pangandaran memilik program Pangandaran Hebat, yang dialokasikan untuk biaya pendidikan, sehingga peserta didik mulai SD, SMP, SMA, baik negeri maupun swasta digratiskan. Bukan hanya itu, Pemkab pun memberikan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa asal Kabupaten Pangandaran yang menimba ilmu di STITNU Al-Farabi dan PSDKU Unpad Pangandaran, dengan memberikan bantuan setengahnya biaya kuliah.

“Ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Pangandaran pada bidang pendidikan dalam meletakkan pondasi yang kokoh dengan cara memberikan akses dan kualitas pendidikan yang lebih luas ,”jelas Dani.

Dani menambahkan, selain program Pangandaran Hebat (Pahe) tersebut, pemkab juga dengan melibatkan para ahli agama menggulirkan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pangandaran Mengaji, Pramuka dan bidang kesenian.yang diperioritaskan untuk membentuk pendidikan berkarakter.  

Sektor lainnya pariwisata, menurut Dani, parawista merupakan sektor unggulan Kabupaten Pangandaran, sehingga penataan pariwisata pun masuk pada skala perioritas dengan pengembangan berbagai perencanaan dan pembangunan fasilitas pariwisata, antara laian 

perencanaan pembangunan jalur wisata dari Pantai Pangandaran di Kecamatan Pangandaran hingga Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak, ini dimaksudkan agar terintegrasi jalan pariwisata menjadi satu jalur, yang diikuti dengan terus melakukan penataan dan mempercantik di beberapa obyek wisata, seperti penataan pantai barat dan timur Pangandaran, Pantai Karapyak, Batu Hiu dan Batukaras .

Masih dalam paparannya, Dani juga mengatakan beberapa tahun terakhir ini Pemkab Pangandaran jga berhasil meraih sejumlah penghargaan, sepertti di bidang pengelolaan keuangan berhasil mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 4 kali secara berturut-turut sejak tahun 2017, penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dengan menduduki peringkat terbaik ke II dan pada kategori dokumen perencanaan kabupaten terbaik dari Gubernur Jawa Barat, Pemkab mendapat prestasi sangat tinggi tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2018.

“Sejumlah penghargaan ini tentu semakin membuktikan bahwa Kabupaten Pangandaran mempunyai daya saing tinggi sehingga akan mampu berdiri sejajar dengan kabupaten-kota lain yang usianya lebih tua, ”imbuhnya. (PNews)


JEJE WIRADINATA :”ADA BEBERAPA ALASAN KENAPA PANGANDARAN SELALU DAPAT ANGGARAN DARI PUSAT DAN PEMPROV

JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM-Bupati Pangandaran yang saat ini masih menjalani masa cuti, Jeje Wiradinta, mengatakan, ada beberapa alasan kenapa Pangandaran selalu mendapat bantuan anggaran baik dari pemerintah pusat atau pun provinsi. 

Menurut Jeje, hingga saat untuk sektor infrastruktur, di usainya yang ke 8 Kabupaten Pangandaran sudah mampu hampir sejajar dengan kabupaten-kota yang ada di jawa Barat.

Jeje  mengakui, untuk memenuhi anggaran belanja pembanguna daerah saat ini jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Pangandaran saja tentu tidak akan mencukupi.

“Dan ini tentu harus dibantu dari APBD provinsi atau dari APBN, dan ini tentu tergantung usaha dan kemampuan kita untuk mendapatkannya, “terang Jeje, saat dijumpai usai menghadiri undangan rapat paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 8 di gedung DPRD. (25/10)

Selama ini, kata Jeje, sudah banyak bantuan yang diterima Kabupaten Pangandaran, baik dari pemerintah pusat atau pemprov, alasan lainnya, karena hasil dari pembangunan tersebut benar-benar maksimal dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan anggaran itu pun digunakan benar-benar sesuai aturan, sehingga  pemerintah pusat dan provinsi pun percaya.

“Mungkin bagian sebaian, akan terasa malas jika mendapat bantuan anggaran, tapi secara pribadi tidak menghasilkan apa-apa, “ujarnya.

Jangankan untuk keperluan pribadi, hanya untuk mambangun rumah dinas bupati atau pembelian kendaraan dinas saat ini tak dilakukan, karena, menurutnya, ada kebutuhan masyarakat yang harus didahulukan saat ini.

“Dari total APBD, untuk keperluan belanja pegawai sekitar 30 %, ini sangat jarang dilakukan di daerah lain, “imbuhnya.

Jeje juga menyebutkan, di usia yang masih belia 8 tahun, dengan 4 skala perioritas, seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, layanan pendidikan dan penataan pariwisata,  Kabupaten Pangandaran, selama ini program pemerintah fokus kesana.

Ia menambahkan, di samping pembangunan fisik juga harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) handal.

“Lebih dari 4 tahun menjadi bupati saya fokus melakukan pembangunan infrastruktur di 10 kecamatan serta keberpihakan APBD untuk pendidikan juga dimaksimalkan melalui program Pangandaran Hebat, “ungkapnya. (PNews)


SUDAH DUA BULAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN TASIKMALAYA BELUM DITERIMA SILTAP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sudah dua bulan ini perangkat Desa Kertasari Kecamatan  Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, belum menerima panghasila tetap (siltap) seperti yang biasaditerima tiap bulan.

Seperti dikatakan Sekretaris Desa (sekdes) Kertasari, tapi walau pun demikian ini tidak menganggu aktivitas serta pelayanan pada masyarakat.

“Pelayanan desa tetap berjalan normal karena kami dan tetap siap memberikan pelayanan prima pada warga, “tegasnya. (23/10)

Menurutnya, ia dan kawan-kawannya kini hanya bisa berharap agar permasalahan ini menjadi perhatian Pemkab Tasik, karena ini menyangkut kebutuhan hidup dan kebutuhan keluarga. 

Hal senada dikatakan salah seorang perangkat Desa Cibalong, mudah-mudahan secepatnya pemda bisa mencari solusi terkait keterlambatan pemberian siltap ini.

“Di sisi lain kami dituntut untuk kerja maksimal tapi di sisi lain kebutuhan kami sudah dua bulan ini belum terpenuhi, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)




DPRD GELAR RAPAT PARIPURNA HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN KE 8

PANGANDARANNEWS.COM-DPRD Kabupaten Pangandaran kemarin menggelar rapat paripurna peringatah Hari Jadi Kabpaten Pangandaran ke 8, yang dihadiri sejumlah undangan, diantaranya atas nama Gubernur  Jawa Barat, Pjs.  Bupati dan Sekda Pangandaran, Kapolres Ciamis,  Dandim 0613 Ciamis, tokoh pemerkaran, pimpinan dan seluruh anggota DPRD, yang dilaksanakan di gedung paripurna. (25/10) 

Dalam sambutannya ketua DPRD Kab. Pangandaran, Asep Noordin. H. MM mengatakan, selama rentang waktu dari tahun 2015 hingga 2020, DPRD Kabupaten Pangandaran telah melaksanakan dan menjalankan fungsi anggaran secara optimal serta menjalankan fungsi pengawasan secara optimal sehingga penyelenggaraan pemerintahan daerah pun berjalan dengan tertib serta sesuai ketentuan dan perundang-undangan.

Kata Asep, DPRD bersama Pemkab Pangandaran telah melakukan dan menjalankan fungsi anggaran secara optimal sesuai peraturan serta telah menetapkan 111 Peraturan Daerah (Perda).

“Dan saat ini sedang dibahs 3 buah rancangan perda, DPRD Kab Pangandaran juga telah menghasilkan 11 buah rancangan perda dan 249 keputusan DPRD, "jelas Asep.

Ditempat yang sama, Pjs Bupati Pangandaran, DR. H. Dani Ramdan,  MT, dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pemerintah dan masyarakat ia mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten  Pangandaran yg ke 8.

Menurut Dani, ini merupakan nikmat yang wajib disyukuri semua karena Tuhan sudah menganugrahkan Pangandaran dengan segala kekayaan serta potensi alam yang melimpah.

"Pada momentum hari jadi kita patut bersukur karena di tengah pandemi Covid-19 Kabupaten  Pangandaran sampai bulan oktober 2020 masih berada di zona kuning, dan ini memastikan bahwa kinerja pemerintahan tetap fokus dan solid serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, “kata Dani.

Sekarang, kata Dani, kabupaten Pangandaran sedang menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), artinya kepatuhan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat di tengah pandemi.

Berdasarkan hasil perhitungan BPS, ucapnya Pangandaran progres perkembangan indikator makro pembangunan mengalami peningkatan, seperti pertumbuhan ekonomi terus meningkat tahun 2013 sebedar 4.94% dan tahun 2019 sebesar 5,96%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 6,47 dan  2019 sebesar 68,21, indek pendidikan di pengaruhi beberapa indikator yang berbeda salah satunya angka harapan lama sekolah dari 11.48 tahun 2013 menjadi 12,06 tahun 2019 atau setara dengan jenjang pendidikam setingkat lulusan SLTA, Seiring dengan peningkatan pelayanan puskesmas pada tahun 2019 puskesmas di Kabupaten Pangandaran mampu melayani 235.336 pasien, dan bentuk perhatian pemda pada masyarakat di bidang peningkatan pelayanan kesehatan, salah satunya diwujudkan melalui program kertawaluya dengan jumlah kepesertaan yang terus meningkat dari  90.183 peserta menjadi 112.615 peserta tahun 2020.

Masih kata Dani, selanjutnya peningkatan kunjungan masyarakat ke posyandu sebanyak  212.372 226.779 kunjungan, perbaikan Infrastruktur jalan 2019 telah mencapai 83,38% dalam kondisi bagus atau 420 Km dari total panjang 504 Km.

“Penataan objek wisata juga terus dilakukan sehingga saat ini sudah berhasil mengubah wajah wisata Pangandaran, " ungkapnya.

Sementara dalam sambutan Gubwrnur Jawa barat yang diwakili Kabiro Pemerintahan,  Dodit Ardian Pancapana, ST,  MSC, yang berlangsung secara virtual, antara lain menyebutkan, atas nama pemerintah Dodit mengucapkan selamat hari jadi untuk Kabupaten Pangandaran yang ke 8.

Menurut Dodit, ini merupakan momentum untuk membangkitkan semangat seluruh pelaku pembangunan di Pangandaran untuk menciptakan kemajuan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Inovasi pembangunan dilaksanakan di berbagai sektor untuk meningkatkan kwalitas hidup serta menciptakan pembangunan berkelanjutan dengan kolaborasi antar pemerintahan wilayah dan pelaku untuk memanfaatkan potensi dan peluang serta menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan.

Dikataan Dodit, dengan terjadinya pandemi covid-19 di seluruh dunia, Provinsi Jawa Barat pun kini  menerapkan kebijakan AKB, karena aspek kesehatan dan ekonomi saat ini menjadi prioritas. Pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat, pemprov juga menerapkan strategi penanganan proaktif, transparan, ilmiah, inovatif dan kolaboratif.

Dodit juga berharap, potensi wisata, UMKM, home made industry, rumah makan dan kegiatan ekonomi masyarakat Pangandaran dapat segera pulih.

“Untuk pelaksanaan Pilkada serentak Kabupaten Pangandaran, tentu pemprov mendorong agar seluruh masyarakat Pangandaran menggunakan hak pilihnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, " tandasnya.  (AGE)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN