GEMPA 5,9 SR AKIBATKAN SEJUMLAH RUMAH DI PANGANDARAN ALAMI KERUSAKAN

PANGANDARANNEWS.COM-Akibat gempa berkekuatan 5,9 SR (skala richter) yang terjadi di kabupaten Pangandaran tanggal 25 oktober 2020 sekitar pukul 8.00 WIB, telah mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. 

Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, mencatat, sedikitnya ada 8 rumah dan 1 madrasah rusak, diantaranya di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, 2 rumah warga dan 1 madrasah rusak.

Seperti dituturkan Kades Tunggilis, Ilan Gumilar, beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dindingnya.

Selain diakibatkan gempa, kata Ilan, beberapa rumah juga mengalami kerusakan karena tergerus air sungai.

“Saya sudah menyampaikan hal ini ke kecamatan dan BPBD, mudah-mudahan segera ada bantuan untuk para korban,” katanya.(26/10)

Selain di Kecamatan Kalipucang, gempa yang terjadi tepat saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 8, mengakibatkan kerusakan 2 rumah di Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar, Desa Kedungwuluh Padaherang 1 rumah dan di Desa Cikareas dan Harumandala Kecamatan Cigugur masing-masing 1 rumah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pangandaran, Adang Ismail pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman gempa atau bencana alam alinnya.

“Jika terjadi gempa bumi, pastikan keluar rumah dan cari lapangan luas dan saat ini masuk musim hujan, masyarakat agar tetap waspada bencana banjir dan  longsor,”ujarnya.

Disoal kerugin materi, Adang mengatakan, saat ini pihaknya masih menghitungnya. (PNews







LONGSOR YANG TERJADI TADI MALAM DI DESA PASIRGEULIS TELAN DUA KORBAN JIWA

PANGANDARANNEWS.COM-Dua korban pasangan suami Istri (Pasutri) Sunarsih (70)-Irut Gawing (75) warga RT/RW 21/06 Dusun Pangasinan Desa Pasirgulis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran meninggal dunia akibat rumah korban tertimbun material longsor yang terjadi sekitar pukul 2.30 pagi. (27/10)

Menurut keterangan anak korban, Jumhadi, material longsoran mengakibatkan rumah korban ambruk, dan saat itu diperkirakan kedua orangtuanya tengah tidur lelap.

“Saat itu hujan sangat deras mengakibatkan tanah di sekitar rumah orang tua saya tidak bisa menahan dan menampung air sehingga terjadi longsor, “terang Jumhadi. 

Menjelang pagi, walau mengalami kesulitan karena tebalnya material tanah yang menimbun rumah korban hingga ambruk akhirnya warga dibantu TNI-Polri berhasil mengevakuasi korban yang ada di dalam rumah dengan kondisi hancur.

“Saya hanya bisa pasrah dan menerima musibah dan takdir Alloh, saya ucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu evakuasi, “ujar Jumhadi. 

Camat Padaherang, Kustiaman saat dikonfirmasi membenarkan adanya bencana tersebut di wilayahnya.

Kata Kustiman, posisi rumah korban berada di dekat tebing dan selokan sehingga saat terjadi banjir disertai material longsoran berupa tanah menyapu rumah korban dan merubuhkan rumah korban.

"Korban sudah tua, saat rumahnya ambruk mereka berada di dalam rumah sedang tidur,"jelas Kustiaman. (Tn)


DI USIA KE 8, SEJUMLAH PRESTASI DAN PENGHARGAAN BUKTIKAN KABUPATEN PANGANDARAN PUNYAI DAYA SAING

Plt. Bupati Pangandaran, DANI RAMDHAN
PANGANDARANNEWS.COM-Dalam pemaparan di depan seluruh tamu undangan pada rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 8, Plt Bupati, Dani Ramdhan, menyampaikan laporan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukan peningkatan yang menggembirakan, karena indeksnya terus meningkat dengan ditunjang pertumbuhan ekonomi yang terus menunukan tren positif. Untuk pertumbuhan ekonomi,tercatat  dari 5.41% pada 2018, menjadi 5.96%  pada tahun 2019.


Masih dalam paparannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), lanjut Dani, dari tahun ke tahun terus naik, tercatat dari 67.44% di tahun 2018 menjadi 68.21% pada 2019. Sementara angka penduduk miskin juga mengalami penurunan, dari 10.10% di tahun 2017 menjadi 8.12% pada tahun 2018. 

“Angka kemiskinan ini setiap tahun mengalami penurunan hingga 7.71% pada 2019, “jelasnya.

Selain membangun konektivitas antar daerah dan kecamatan, di bidang infrastruktur, ungkapnya, i perbaikan jalan dan jembatan  juga terus diperbaiki hingga ke pelosok desa, ini dalam rangka memberikan kemudahan akses mobilisasi barang dan orang.

“Capaian perbaikan infrastruktur jalan kabupaten hingga tahun 2019 berada dalam kondisi mantap, karena 83.38% atau sepanjang 420 kilo meter sudah berhotmix dan rigid beton,”ujarnya.

Begitu juga di bidang kesehatan, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega, sejumlah Puskesmas megah dan pengobatan dasar gratis, menjadi program dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan kualitas hidup masyarakat agar menjadi manusia unggul, sehat, kuat dan cerdas.

Selain capaian diatas, masih kata Dani, di bidang pendidikan pun Pemkab Pangandaran memilik program Pangandaran Hebat, yang dialokasikan untuk biaya pendidikan, sehingga peserta didik mulai SD, SMP, SMA, baik negeri maupun swasta digratiskan. Bukan hanya itu, Pemkab pun memberikan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa asal Kabupaten Pangandaran yang menimba ilmu di STITNU Al-Farabi dan PSDKU Unpad Pangandaran, dengan memberikan bantuan setengahnya biaya kuliah.

“Ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Pangandaran pada bidang pendidikan dalam meletakkan pondasi yang kokoh dengan cara memberikan akses dan kualitas pendidikan yang lebih luas ,”jelas Dani.

Dani menambahkan, selain program Pangandaran Hebat (Pahe) tersebut, pemkab juga dengan melibatkan para ahli agama menggulirkan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pangandaran Mengaji, Pramuka dan bidang kesenian.yang diperioritaskan untuk membentuk pendidikan berkarakter.  

Sektor lainnya pariwisata, menurut Dani, parawista merupakan sektor unggulan Kabupaten Pangandaran, sehingga penataan pariwisata pun masuk pada skala perioritas dengan pengembangan berbagai perencanaan dan pembangunan fasilitas pariwisata, antara laian 

perencanaan pembangunan jalur wisata dari Pantai Pangandaran di Kecamatan Pangandaran hingga Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak, ini dimaksudkan agar terintegrasi jalan pariwisata menjadi satu jalur, yang diikuti dengan terus melakukan penataan dan mempercantik di beberapa obyek wisata, seperti penataan pantai barat dan timur Pangandaran, Pantai Karapyak, Batu Hiu dan Batukaras .

Masih dalam paparannya, Dani juga mengatakan beberapa tahun terakhir ini Pemkab Pangandaran jga berhasil meraih sejumlah penghargaan, sepertti di bidang pengelolaan keuangan berhasil mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 4 kali secara berturut-turut sejak tahun 2017, penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dengan menduduki peringkat terbaik ke II dan pada kategori dokumen perencanaan kabupaten terbaik dari Gubernur Jawa Barat, Pemkab mendapat prestasi sangat tinggi tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2018.

“Sejumlah penghargaan ini tentu semakin membuktikan bahwa Kabupaten Pangandaran mempunyai daya saing tinggi sehingga akan mampu berdiri sejajar dengan kabupaten-kota lain yang usianya lebih tua, ”imbuhnya. (PNews)


JEJE WIRADINATA :”ADA BEBERAPA ALASAN KENAPA PANGANDARAN SELALU DAPAT ANGGARAN DARI PUSAT DAN PEMPROV

JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM-Bupati Pangandaran yang saat ini masih menjalani masa cuti, Jeje Wiradinta, mengatakan, ada beberapa alasan kenapa Pangandaran selalu mendapat bantuan anggaran baik dari pemerintah pusat atau pun provinsi. 

Menurut Jeje, hingga saat untuk sektor infrastruktur, di usainya yang ke 8 Kabupaten Pangandaran sudah mampu hampir sejajar dengan kabupaten-kota yang ada di jawa Barat.

Jeje  mengakui, untuk memenuhi anggaran belanja pembanguna daerah saat ini jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Pangandaran saja tentu tidak akan mencukupi.

“Dan ini tentu harus dibantu dari APBD provinsi atau dari APBN, dan ini tentu tergantung usaha dan kemampuan kita untuk mendapatkannya, “terang Jeje, saat dijumpai usai menghadiri undangan rapat paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 8 di gedung DPRD. (25/10)

Selama ini, kata Jeje, sudah banyak bantuan yang diterima Kabupaten Pangandaran, baik dari pemerintah pusat atau pemprov, alasan lainnya, karena hasil dari pembangunan tersebut benar-benar maksimal dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan anggaran itu pun digunakan benar-benar sesuai aturan, sehingga  pemerintah pusat dan provinsi pun percaya.

“Mungkin bagian sebaian, akan terasa malas jika mendapat bantuan anggaran, tapi secara pribadi tidak menghasilkan apa-apa, “ujarnya.

Jangankan untuk keperluan pribadi, hanya untuk mambangun rumah dinas bupati atau pembelian kendaraan dinas saat ini tak dilakukan, karena, menurutnya, ada kebutuhan masyarakat yang harus didahulukan saat ini.

“Dari total APBD, untuk keperluan belanja pegawai sekitar 30 %, ini sangat jarang dilakukan di daerah lain, “imbuhnya.

Jeje juga menyebutkan, di usia yang masih belia 8 tahun, dengan 4 skala perioritas, seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, layanan pendidikan dan penataan pariwisata,  Kabupaten Pangandaran, selama ini program pemerintah fokus kesana.

Ia menambahkan, di samping pembangunan fisik juga harus diimbangi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) handal.

“Lebih dari 4 tahun menjadi bupati saya fokus melakukan pembangunan infrastruktur di 10 kecamatan serta keberpihakan APBD untuk pendidikan juga dimaksimalkan melalui program Pangandaran Hebat, “ungkapnya. (PNews)


SUDAH DUA BULAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN TASIKMALAYA BELUM DITERIMA SILTAP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sudah dua bulan ini perangkat Desa Kertasari Kecamatan  Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, belum menerima panghasila tetap (siltap) seperti yang biasaditerima tiap bulan.

Seperti dikatakan Sekretaris Desa (sekdes) Kertasari, tapi walau pun demikian ini tidak menganggu aktivitas serta pelayanan pada masyarakat.

“Pelayanan desa tetap berjalan normal karena kami dan tetap siap memberikan pelayanan prima pada warga, “tegasnya. (23/10)

Menurutnya, ia dan kawan-kawannya kini hanya bisa berharap agar permasalahan ini menjadi perhatian Pemkab Tasik, karena ini menyangkut kebutuhan hidup dan kebutuhan keluarga. 

Hal senada dikatakan salah seorang perangkat Desa Cibalong, mudah-mudahan secepatnya pemda bisa mencari solusi terkait keterlambatan pemberian siltap ini.

“Di sisi lain kami dituntut untuk kerja maksimal tapi di sisi lain kebutuhan kami sudah dua bulan ini belum terpenuhi, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)




DPRD GELAR RAPAT PARIPURNA HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN KE 8

PANGANDARANNEWS.COM-DPRD Kabupaten Pangandaran kemarin menggelar rapat paripurna peringatah Hari Jadi Kabpaten Pangandaran ke 8, yang dihadiri sejumlah undangan, diantaranya atas nama Gubernur  Jawa Barat, Pjs.  Bupati dan Sekda Pangandaran, Kapolres Ciamis,  Dandim 0613 Ciamis, tokoh pemerkaran, pimpinan dan seluruh anggota DPRD, yang dilaksanakan di gedung paripurna. (25/10) 

Dalam sambutannya ketua DPRD Kab. Pangandaran, Asep Noordin. H. MM mengatakan, selama rentang waktu dari tahun 2015 hingga 2020, DPRD Kabupaten Pangandaran telah melaksanakan dan menjalankan fungsi anggaran secara optimal serta menjalankan fungsi pengawasan secara optimal sehingga penyelenggaraan pemerintahan daerah pun berjalan dengan tertib serta sesuai ketentuan dan perundang-undangan.

Kata Asep, DPRD bersama Pemkab Pangandaran telah melakukan dan menjalankan fungsi anggaran secara optimal sesuai peraturan serta telah menetapkan 111 Peraturan Daerah (Perda).

“Dan saat ini sedang dibahs 3 buah rancangan perda, DPRD Kab Pangandaran juga telah menghasilkan 11 buah rancangan perda dan 249 keputusan DPRD, "jelas Asep.

Ditempat yang sama, Pjs Bupati Pangandaran, DR. H. Dani Ramdan,  MT, dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pemerintah dan masyarakat ia mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten  Pangandaran yg ke 8.

Menurut Dani, ini merupakan nikmat yang wajib disyukuri semua karena Tuhan sudah menganugrahkan Pangandaran dengan segala kekayaan serta potensi alam yang melimpah.

"Pada momentum hari jadi kita patut bersukur karena di tengah pandemi Covid-19 Kabupaten  Pangandaran sampai bulan oktober 2020 masih berada di zona kuning, dan ini memastikan bahwa kinerja pemerintahan tetap fokus dan solid serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, “kata Dani.

Sekarang, kata Dani, kabupaten Pangandaran sedang menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), artinya kepatuhan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat di tengah pandemi.

Berdasarkan hasil perhitungan BPS, ucapnya Pangandaran progres perkembangan indikator makro pembangunan mengalami peningkatan, seperti pertumbuhan ekonomi terus meningkat tahun 2013 sebedar 4.94% dan tahun 2019 sebesar 5,96%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 6,47 dan  2019 sebesar 68,21, indek pendidikan di pengaruhi beberapa indikator yang berbeda salah satunya angka harapan lama sekolah dari 11.48 tahun 2013 menjadi 12,06 tahun 2019 atau setara dengan jenjang pendidikam setingkat lulusan SLTA, Seiring dengan peningkatan pelayanan puskesmas pada tahun 2019 puskesmas di Kabupaten Pangandaran mampu melayani 235.336 pasien, dan bentuk perhatian pemda pada masyarakat di bidang peningkatan pelayanan kesehatan, salah satunya diwujudkan melalui program kertawaluya dengan jumlah kepesertaan yang terus meningkat dari  90.183 peserta menjadi 112.615 peserta tahun 2020.

Masih kata Dani, selanjutnya peningkatan kunjungan masyarakat ke posyandu sebanyak  212.372 226.779 kunjungan, perbaikan Infrastruktur jalan 2019 telah mencapai 83,38% dalam kondisi bagus atau 420 Km dari total panjang 504 Km.

“Penataan objek wisata juga terus dilakukan sehingga saat ini sudah berhasil mengubah wajah wisata Pangandaran, " ungkapnya.

Sementara dalam sambutan Gubwrnur Jawa barat yang diwakili Kabiro Pemerintahan,  Dodit Ardian Pancapana, ST,  MSC, yang berlangsung secara virtual, antara lain menyebutkan, atas nama pemerintah Dodit mengucapkan selamat hari jadi untuk Kabupaten Pangandaran yang ke 8.

Menurut Dodit, ini merupakan momentum untuk membangkitkan semangat seluruh pelaku pembangunan di Pangandaran untuk menciptakan kemajuan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Inovasi pembangunan dilaksanakan di berbagai sektor untuk meningkatkan kwalitas hidup serta menciptakan pembangunan berkelanjutan dengan kolaborasi antar pemerintahan wilayah dan pelaku untuk memanfaatkan potensi dan peluang serta menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan.

Dikataan Dodit, dengan terjadinya pandemi covid-19 di seluruh dunia, Provinsi Jawa Barat pun kini  menerapkan kebijakan AKB, karena aspek kesehatan dan ekonomi saat ini menjadi prioritas. Pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat, pemprov juga menerapkan strategi penanganan proaktif, transparan, ilmiah, inovatif dan kolaboratif.

Dodit juga berharap, potensi wisata, UMKM, home made industry, rumah makan dan kegiatan ekonomi masyarakat Pangandaran dapat segera pulih.

“Untuk pelaksanaan Pilkada serentak Kabupaten Pangandaran, tentu pemprov mendorong agar seluruh masyarakat Pangandaran menggunakan hak pilihnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, " tandasnya.  (AGE)


JEJE WIRADINATA: “SELAMAT HARI JADI KE 8 KABUPATEN PANGANDARAN...”

JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM – Menjelang peringatan hari jadi Kabupaten pangandaran yang ke 8, Jeje Wiradinata yang saat ini sedang melaksanakan masa cuti sebagai Bupati Pangandaran karena ikut dalam pencalonan pada Pilkada serentak tahun 2020, saat diminta komentarnya mengatakan, selam hampir 5 yahun kepemimpiannya, mengaku masih banyak kekurangan.Walau demikian, menurut Jeje, ia sudah mencurahkan segala kemampuan dan pikirannya untuk kemajuan tempat dimana ia dilahirkan. 

Dengan segala dinamika yang ada, Jeje bersukur karena selama ini mendapat dukungan masyarakat untuk ikut bersama-sama membangun daerah yang baru berusia seumur jagung ini. Dengan empat skala perioritas kebijakan yang digulir sudah bisa membawa angin perubahan.

Baginya, imbuh Jeje, pengabdian terbaik untuk masyarakat menjadi periorita utama dalam bekerja dan masyarakat pun kini sudah bisa menikmati perubahan ini.

Alhamdulillah, hingga tahun  infrastuktur sudah hampir selesai dan sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ”ungkapnya.(24/10)

Jeje yang ditemui di kediamannya di Jalan Kidang Pananjung Pangandaran, juga mengatakan, kemeriahan dalam menyambut Milangkala ka 8 Kabupaten Pangandaran tahun ini mungkin berbeda dengan taun sebelumnya, karena berlangsung saat kondisi pandemi covid-19. 

“Dan pada perayaan besok hari juga saya tidak menjadi inspektur upacara karena masih dalam masa cuti, “imbuhnya. 

Tapi walau pun tidak secara langsung ikut dalam peringatan milangkaa tahun ini, menurutnya ia masih bisa merasa senang karena setiap hari bisa bertemu langsung dengan masyarakat saat melaksanakan kampanye daring.

Pada saat kampanye daring ini selain menyampaikan rencana program Pangandaran ke depan, kata  Jeje, menurutnya, ia juga bisa mendengarkan langsung keinginan masyarakat. Karena dukungan masyarakt merupakan energi positif untuknya agar bisa berkarya lebih hebat dan lebih juara lagi. 

“Saya tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan penuh masyarakat Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)



PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL, PEMKAB PANGANDARAN GELAR DOA DAN DZIKIR BERSAMA

PANGANDARANNEWS.COM-Dengan tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”, dipimpin Pjs Bupati, Dani Ramdhan, Pemkab pangandaran gelar peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020, dengan menggelar upacara bertempat di halaman kantor bupati.(22/10)

Turut hadir unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana MM, Kepala SKPD, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan mengatakan, Hari Santri ini merupakan momen penting sebuah peristiwa sejarah panjnag perjuangan bangsa, karena sejarah juga mencatat pada masa revolusi kemerdekaan para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta ikut mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan agar kita semua selalu ingat dan meneladani semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan bernegara dan semangat jihad para pendahulu kita, “tegasnya. 

Dengan mewarisi semangat ini, imbuh Dani, diharapkan santri-santri masa kini dan masa depan baik yang ada di pesantren maupun yang diluar bahkan seluruh anak bangsa dapat memperkuat jiwa religius keislaman dan sekaligus juga jiwa nasionalisme berkebangsaan.

Walau masih dalam kondisipandemi covid-19 Peringatan Hari Santri Tahun ini mungkin sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena pada peringatan tahun sebelumnya kegiatan ini sangat meriah dan lengkap dihadiri para santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Pangandaran dan dengan segala kemeriahan perlombaan dan lain sebagainya, tapi menurut Dani, peringatan momen bersejarah ini tetap tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan hari Santri tahun ini.

“Dengan tema santri sehat Indonesia kuat, ini  berdasarkan fakta bahwa saat ini seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19, ‘terangnya.

 Di beberapa tempat, sejumlah pesantren berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan dampak covid-19, dan ini tentu menjadi bukti nyata pesantren juga memiliki kemampuan walau dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki. Tapi intinya, modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini tentang keteladanan dan sikap kehati-hatian para pengasuh pesantren yang diajarkan pada pari santrinya.

Di masa lalu peran santri yang sangat besar bagi kemerdekaan dan kelangsungan NKRI maupun di era pembangunan saat ini, sehingga pemda pun mengajak kepada seluruh bangsa untuk  berpartisipasi dan berbondong-bondong mensukseskan program ayo mondok.

Dijelaskan Dani, ayo mondok merupakan program yang dicanangkan untuk memperkuat kembali eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Atas nama masyarakat dan pemkab Pangandaran, saya mengucapkan, Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020, semoga ini menjadi momentum kebangkitan para santri dalam berbakti dan ikhlas mengabdi pada bangsa, “ucapnya.

Masih di tempat yang sama usai upacara, Pemkab Pangandaran pun menggelar Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H, serta Doa dan Dzikir Bersama, yang dilaksanakan secara sederhana sertatetap mematuhi protokol kesehatan, yang dihadiri Pjs. Bupati Pangandaran Dr. H Dani Ramdhan, M.T, Ketua MUI Kab. Pangandaran, Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, para Kepala SKPD se-Kabupaten Pangandaran dan para tokoh agama. (PNews)


PAAMPROKAN JADI VARIAN BARU FASILITAS WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Dalam kunjungan kerjanya hari juma’t kemarin ke Kabupaten Pangandaran, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berkesempatan melihat langsung ke lokasi rencana pembangunan obyek wisata baru Pangandaran Splash Park di kawasan Pantai Pamugaran Pangandaran.(23/10)

Hadir pada kesempatan tersebut Pjs Bupati Pangandaran Dr. H Dani Ramdan MT, Walikota Banjar Hj. Ade. Uu Sukaesih, Kepala Dinas Tarkim Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Prov Jabar, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Sekda Pangandaran Drs. Kusdiana MM, Sekda Kabupaten Ciamis, Direktur Utama PT. Panca Makmur Bersama (PT. PMB).

Usai peletakan batu pertama, Kang emil, sapaan akrab gubernur, akhirnya memberi nama Paamprok, yang artinya tempat tersebut merupakan tempat pertemuan, untuk wisata baru yang akan dibangun di lahan eks. Binas Sosial Pemprov Jabar dan dibiayai dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari  PT. PMB.

Di hadapan tamu undangan yang hadir, Emil un memaparkan arti dan penjabaran kata paamprokan, amprok itu bahasa sunda artinya bertemu, lalu diberi awalan pa dan akhiran an, sehingga menjadi tempat paamprokan (bertemu).

Ini menjadi tempat wisata baru yang diharapkan bisa ikut memajukan dunia pariwisata yang ada di Pangandaran, salahsatunya dengan sering menggelar even-even.

 “Dalam pemberian nama apa pun selain enak dibaca, kata Emil, juga harus mempunyai makna mulia dan bermakna tentang kearifan lokal, “terang Emil.

Emil juga mengatakan, nantinya di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paamprokan rencannanya akan dibangun sejumlah fasilitas, seperti plaza, menara pandang, shelter UKM, ruang bermain anak, arena olahraga serta penunjang lainnya.

Sementara menurut Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan, RTP Paamprokan akan jadi tambahan varian wisata yang diharapkan bisa mengkatrol arus kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

Kata Dani, bagi pangandaran  ini merupakan langkah strategis karena dengan bertambahnya satu fasilitas RTP akan menjadi wahana baru yang akan menjadi salah satu magnet pariwisata Pangandaran.

“Saya  juga berharap RTP Paamprokan akan menjadi tujuan wisata utama, karena selama ini wisatawan terkonsetrasi di pantai baratan timur, sehingga sering terjadi kepadatan dan kemacetan lalu-lintas, “kata Dani. (PNews)


SRI SUSILAWATI SISWI SLBN CIPATUJAH RAIH JUARA 1 TINGKAT PROVINSI, SIAP MAJU KE TINGKAT NASIONAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Berada jauh dari pusat kota bukan berarti ketertinggalan, karena kini mutiara yang terpendam di Pantai Selatan Cipatujah membuktikan, putra daerah pun mampu unjuk kebolehannya di bidang Tata Rias dalam ajang LKSN tingkat provinsi.

Kepala Sekolah SLBN Cipatujah Endang Rubiandini S.Pd melalui telepon selularnya, mengatakan SLBN Cipatujah dengan jumlah siswa 95 orang, tenaga pengajar 5 orang devinitif dan 18 orang honorer, kni patutu berbangga diri karena sebuah prestasi berhasil diraih salah seorang anak didiknya.

Masih kata Endang, memang luar biasa SLBN Cipatujah baru berdiri beberapa tahun sudah banyak mengukir prestasi baik itu di tingkat kabupaten maupun provinsi, salah satunya prestasi yang sudh diraih Sri Susilawati kelas 9 Tuna Rungu, tahun 2019 lalu menyabet juara Tata Rias ke 2 dan di tahun ini mendapatkan juara ke 1 di tingkat Provinsi Jabar serta berhak mewakili ketingkat Nasional. Dan prestasi ini, menurut Endang, diharapkan dapat memotivasi semua anak-anak sekolah pada umumnya.

Endang juga mengatakan, ini merupakan kebanggaan untuk keluarga besar SLBN Cipatujah, karena presatasi ini dapat membawa harum dan membanggakan daerah Cipatujah tercinta khususnya, yang pada umumnya Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya ucapkan selamat kepada Neng Sri, selamat semua PTK SLBN Cipatujah, keberhasilan ini merupakan hasil kerjasama kita semua, mari kita tingkatkan kerjasama yang lebih baik lagi, persiapkan yang matang untuk lomba ke tingkat Nasional, “kata Endang.(23/10)

Di akhir pembicaraannya, Endang mengatakan, SLBN Cipatujah semakin hebat dan berprestasi dan menjadi panutan dalam melayani peserta didik, baik secara akademik maupun keterampilan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. (OD)


DENGAN TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN, KADES SUKASETIA LANTIK KADUS TANJUNGASIH

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS-Bertempat Di aula desa, hari kemarin Kepala Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten disaksikan PLT Camat Cihaurbeuti, Kepala KUA, Babinsa Ketua BPD, ibu pengerak PKK Desa Suka setia, Tokoh masyarakat dan tamu undangan lainya,  melantik Kepala Dusun (kadus) Tanjungasih.(22/10)

PJS Kades Sukasetia Ayi Saepul Amin S.Ip, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya percaya Kadus Tanjungasih yang baru dilantik akan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, amanah dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Saya minta kadus segera bekerja terhitung mulai pelantikan hari ini, “ujar Ayi. 

Ketua BPD Sukasetia Dede Mansur S.Pd menambakan, walau dalam kondisi pandemi covid-19 pelantika Kadus dari mulai persiapan sampai selasai berjalan lancar aman sesuai dengan rencana. 

Dede berharap kadus yang baru dilantik selalu berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintahan desa.

“Dan tentunya selalu bermusyawarah dalam menyikapi suatu permasalahan yang ada, “ungkap Dede.

Usai acara pelantikan, Kadus Tanjungasih, Indra Kartiwa, kepada PNews mengatakan, ia akan selalu mempertahankan kebiasaan yang sudah berjalan dan akan menciptakan program baru yang bisa diterima masyarakat serta kedepannya ingin memiliki mobil ambulan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang sakit, pasalnya jika warga saat ini membutuhkan harus pinjam ke Puskesmas yang jaraknya cukup jauh.

“Tentu hal iniakan dimusyawarahkan dengan warga, terutama menyangkut anggaran yang direncanakan dari swadaya masyarakat, “jelasnya. (OD-HADE)


MENIKMATI PANORAMA ALAM SAMBIL MEMETIK PEPAYA DI BUKIT PANYANGRAYAN SUKAPURA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Bukit Panyangrayan atau sebagian memanggilnya Bukit Gedang ( Pepaya), pada tahun 2014 lalu bukit milik Perhutani yang berlokasi di Kampung Sadaukir,  Kapunduhan Barumekar Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, pernah mengalami kebakaran hebat.

Sejak dibuka kembali pada 2 tahun lalu, kini bukit Panyangrayan berubah menjadi objek wisata dengan magnet keindahan alam yang luar biasa serta berbeda dengan kebanyakan obyek wisata lainnya karena di obyek wisata ini wisatawan dapat memetik buah pepaya jenis California yang ditanam warga.

Seperti diungkapkan Ketua Pengelola Wisata Bukit Panyangrayan, Dadang Saputra (55), di lahan ini sekarang ditanami Pepaya California yang digarap 12 petani warga setempat karena di lahan ini memang sangat cocok ditanami pepaya.

Tapi karena penanamannya di lahan milik Perhutani, maka, kata Dadang, hasil pertanian tersebut harus disetor ke Perhutani sebesar 25 %. Dengan adanya penanaman Pepaya california di lokasi wisata Bukit Panyangrayan atau ada sebagian yang menyebut Gedang Panyangrayan selain membantu perekonomian warga setempat,juga mampu memberikan nilai tambah menjadi lokasi wisata.

“Disini pengunjung bebas memetik pepaya, namun setelahnya harus bayar dengan harga Rp. 5000 untuk 1 buah pepaya, ”jelas Dadang. (22/10)

Dikatakan Dadang, pepaya yang ditanam warga selain dijual dengan cara dipetik sendiri kepada pngunjung hasil panen pepaya pun diolah menjadi manisan oleh masyarakat sekitar melalui pelatihan yang disediakan pihak pengelola wisata.

Disoal pembenahan fasilitas Wisata Panyangrayan, Dadang mengatakan,pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan serta menata dan menambah fasilitas di sekitar objek wisata seperti penataan tempat camping dan perlebaran jalan yang biayanya didapat dari hasil parkir.

Sementara fasilitas pendukung yang telah dibangun, sebuah Mushola, kamar WC, lahan parkir , tempat untuk berswafoto, gazebo dan warung warung kecil.

"Alhamdulillah, Pembukaan obyek wisata bukit Panyangrayan sendiri mendapat dukungan penuh dari pihak Kecamatan dan desa termasuk dari pihak keamanan polsek dan koramil Sukaraja, ”ucapnya.

Salah seorang penjual pepaya, Dini ( 30) mengatakan, hampir semua warung di lokasi obyek wisata menjual pepaya yang menjadi menjadi ciri khas wisata, dengan harga sekitar Rp.2.500 per kg.

 “Disini pengunjung juga bebas membeli, mau yang sudah ada di warung ataupun memilih sendiri langsung dari pohonnya, “ujar Dini. (RUSDIANTO)


DEDE SUPRATMAN: “PEMUDA DITUNTUT UNTUK BISA BERPERAN AKTIF DALAM PILKADA 2020”

PANGANDARANNEWS.COM - Pilkada tahun 2020 menjadi ajang nyata untuk pemuda dalam menampilkan peranannya secara langsung, karena  moment ini bisa dimanfaatkan pemuda untuk bisa terlibat nyata dalam membangkitkan gairah Pilkada di tengah pandemi corona, sehingga jangan sampai Pilkada tahun 2020 menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata atau pun apatis seperti penyelenggaraan pemilu sebelumnya.

Demikian disampaikan Ketua Karangtaruna Kabupaten Pangandaran, Dede Supratman,  S. Ip, saat kepada PNews, di sebuah warung kopi di Pangandaran.(22/10)

Dikatakan Dede, penyelenggaraan Pilkada 2020 menjadi keharusan pemuda untuk berperan aktif dalam mempertahankan kemurnian demokrasi, peran aktif tersebut dapat direalisasikan dengan ikut menjadi penyelenggara ataupun pengawas pada kontestasi Pilkada 2020 mendatang.

Pemuda juga harus mampu berperan aktif untuk mewujudkan pilkada yang sehat, karena pemuda juga masih memiliki jiwa idealis dan bisa mengawal keberlangsungan penyelenggaraan pilkada.

“Daiharapkan pemuda bisa menggiring opini masyarakat luas, khususnya di daerah untuk menghapus paradigma politik itu kotor, ”tegasnya.

Dalam penyelenggaraan Pilkada, imbuhnya pemuda juga harus memiliki kekuataan yang bisa menggiring opini yang lebih baik. 

“Disini seharusnya peran pemuda bisa menjadi motor penggerak perubahan dalam Skala Pilkada, " tandasnya.  (AGE)


PONPES TORIQUL HUDA 2 DAN MUSPIKA KARANGNUNGGAL GELAR HARI SANTRI TINGKAT KECAMATAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Upacara Hari Santri Nasional yang jatuh ada tanggal 22 Oktober 2020 diperingati pengasuh pondok pesantren (ponpes) dan segenap santriwati/santriwati dan jajaran muspika Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh instans, bertempat di halaman Kantor kecamatan. (22/10)

Camat Kangnunggal, Asep M Dahliana STp., MM, yang menjadi inspektur upacara, dalam sambutannya menyampaikan, pesan dan himbauan serta membacakan surat penetapan Presiden terkait Hari Santri Nasional melalui PJS Bupati Tasikmalaya, DR. Hening Widiatmoko, dengan Thema “Santri Sehat Indonesia Kuat”, hal tersebut terkait dengan keprihatinan bangsa, dimana saat ini dunia dan Indonesia khususnya, sedang dilanda pandemi Covid-19 yang merusak sendi-sendi kehidupan manusia.

Usai upacara Sesepuh Ponpes Toriqul Huda 2, yang juga Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kecamatan Karangnunggal, Kyai H Dadang Abdulrahman, dalam pesannya mengatakan, upacara Hari Santri Nasional ini merupakan seremonial dari simbol kekuatan santri dalam berbangsa dan bernegara, dan santri berdiri terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Namun Dadang menyesalkan, dalam pelaksanaan upacara ini kurangnya keikutsertaan organisasimasa  (ormas) Islam seperti Banser, Ansor, ibu-ibu Patayat NU dan yang lainnya.

“Mudah-mudahn di tahun depan ormas islam khususnya yang ada di Karangnunggal bisa l menunjukan kekokohan dan kekompakan melalui Upacara Hari Santri, ” ungkapnya.

Sebab Santri, kata Dadang, merupakan embrio bagian kekuatan bangsa yang setia dalam menjaga keutuhan Bangsa dan Negara.

Selain untuk meningkatkan ketaqwaan para santri, imbuhnya, Hari Santri ini juga diharapkan dapat menjaga kedaulatan  NKRI .

“Santri merupakan penerus dan benteng para ulama dan habib jika santrinya sehat maka Indonesia  akan kuat dan rakyatnya pun makmmur, “pungkasnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN