KUNJUNGAN BUPATI TASIK KE DESA SARIMANGGU DISAMBUT ANTUSIAS WARGA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kunjungan Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto untuk menghadiri beberpa kegiatan di Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal, mendapat sambutan antusias warga.(26/8)

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana S.Ip, saat ditemui di kantornya, mengatakan, kunjungan orang nomer satu di Kabupaten Tasikmalaya ini selain silahturahmi juga dalam rangka  pembinaan RT Siaga se-Kecamatan Karangnunggal dan untuk menghadiri undangan acara puncak Milad ke-38 Pesantren Darussalam di Dusun Pojok.

Kehadiran bupati ke Desa Sarimanggu ini, kata Indra,cukup spesial, pasalnya momen ini terjadi untuk pertama kalinya di masa kepemimpinannya yang baru menjabat kades beberapa bulan lalu.

“Kehadiran bupati ini tentunya memberi makna tersendiri sekaligus memberi motivasi, khususnya pada Pemdes Sarimanggu, “ata Indra.(27/8)   *ANWARWALUYO*

DI KABUPATEN TASIK KEGIATAN BELAJAR TATAP MUKA DI SEKOLAH HINGGA SAAT MASIH DALAM KAJIAN

Kepala UPT Pendidikan Karangnunggal, Acep
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan stake holder lainnya saat ini masih mengkaji serta mengkaji terkait diberlakuannya kegiatan belajar tatap muka di sekolah yang rencananya akan dilaksanakan secara bertahap.

Seperti dikatakan Kepala UPT Pendidikan Karangnunggal, Acep, Spd., M.,MPD, di Karangnunggal sendiri baru akan dilaksanakan untuk tingkat SMP dan SMA atau sederajat saja.

Menurut Acep, kegiatan belajar tatap muka ini akan dilakukan secara berjenjang, dan ini pun masih menunggu Surat Edaran Bupati Tasikmalaya serta SOP dari Dinas Pendidikan.

“Pelaksanaannya belum bisa dipastikan kapan dimulainya pembelajaran tatap muka ini, ”katanya.(25/8)

Acep mengatakan, ia memang sangat memikirkan nasib siswa dan guru sudah merindukan belajar tatap muka, tapi kalau pun nanti dilaksanakan belajar tatap muka tentunya ini akan diberlakukan dengan tetap penerapkan protokol kesehatan karena ditakutkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

“Sebab ada info daerah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka ternyata sekolah menjadi penyumbang klaster baru, sehingga akhirnya kembali belajar secara sistem Daring, Luring dan Guling,”terang Acep. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)

BUPATI PANGANDARAN RAIH PENGHARGAAN INOVASI KEPALA DAERAH DALAM PENANGANAN COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM-Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam penanganan pandemi covid-19 menjadi salahsatu daerah yang berhasil mendapat penghargaan inovasi penanganan covid tahun 2020. Hal ini diketahui saat dilakukan siaran secara virtual yang diselenggarakan Sindonews yang diikuti beberapa kepala daerah serta tutur dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, Tjahjo Kumolo dan Menteri Dalam Negeri.

Kepada media saat ditemui di rung kerjanya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

Tapi seperti yang sering disampaikan, lanjutnya, penghargaan atau apa pu namanya baginya ini  bukan merupakan sebuah target pencapaian kinerja. Tapi ada yang lebih penting dari itu, kemaslahatan dan bisa yang sepenuhnya bisa memberikan manfaat pada masyarakat, itu yang menjadi langkah yang selam ini ia kerjakan.

“Tanpa mengecilkan penghargaan ini, sebenarnya saya bekerja hanya berusaha untuk memenuhi keinginan masyarakat, ungkapnya.(26/8)

Sementara berkaitan dengan penanganan pandemi, Jeje mengatakan, salahsatunya dengn serius  menangani pemudik pada saat hari raya lebaran, karena saat itu ribuan warga Pangandaran yang ada di luar daerah pasti akan mudik ke kampung halamannya. Dan dengan saat itu ketika para pemudik itu dinyatakan ODP, maka diberi tanda dengan karet gelang serta dilakukan isolasi khusus di sekolah selama 14 hari sehingga kebijakan ini bisa memutus mata rantai penularan. Dan  walaupun Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah kecil dan minim anggaran, tapi saat ini sudah mempunyai PCR yang bisa secara cepat menangani Covid-19.

"Artinya, semua yang kita lakukan sudah tepat dan benar,"kata Jeje.

Langkah yang dilakukan ini, lanjut Jeje, merupakan inovasi dan out the box yang dilakukan dengan komitmen seluruh elemen dan masyarakat Pangandaran, sehingga langkah yang dilakukan pemerntah daerah pun menjadi ringan dan sukses.

Dan jika saat ini Pemkab Pangandaran mengeluarkan kebijakan membuka wisata dan sebentar lagi akan membuka kegiatan belajar tatap muka di sekolah, tentu langkah-langkah ini pun perlu kajian serta dicermati.

Walau dengan penerapan ketat protokol kesehatan, tingkat kunjungan wisata terutama pada akhir pekan, sangat luar biasa. Walau kondisi ini tentunya tentunya memerlukan kerja keras dan partisipasi seluruh masyarakat terutama para pelaku usaha wisata.

"Dan Alahmadulillah saat libur panjang minggu kemarin saya lihat hampir 90 sudah menggunakan masker, “imbuh Jeje.

Jeje juga mengatakan, melalui virtual Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, penghargaanyang diterima daerah ini bukan merupakan tujuan, tapi paling tidak penghargaan ini bisa membuktikan adanya perubahan dari sebelumnya.

Pemprov Jabar sendiri dalam penangani covid menerapkan lima prinsip, selalu proaktif, transparan, ilmiah, kolaboratif dan inovatif.

Dan melalui inovasi ini tentunya akan menggerakkan semua industri serta memastikan tetap fokus menangani Covid-19, dan tidak lupa, semua ini juga didukung para kepala daerah yang luar biasa yang  selalu mengedepankan semangat dan kekompakan, karena Jawa Barat itu ada falsafah Silih asih, silih asah, silih asuh.

“Saya ikut bangga karena Wali Kota Bandung dan bupati Pangandaran mendapat penghargaan ini, “ucapnya.

Gubernur menambahkan, di jabar sekarang  ini mulai dari Rapid Test, PCR dan APD sudah  menggunakan buatan sendiri, malah sebagian sudah bisa dieksport.

Kang Emil juga minta doa’ restu dari semuanya, karena saat ini sedang membuat vaksin, sehingga jika Allah mengabulkan bulan januari mendatang sudah mulai terlihat perubahannya.

“Sekali lagi, saya memberikan apresiasi dan dedikasi kepada para kepala daerahnya yang luar biasa, semua juga kelelahan menangani Covid-19 tapi mudah-mudahan Allah menjadikan semua ini amal ibadah kita semua, “kata Kang Emil, sapaan akrabnya.(PNews)


ORMAS BBC PERTANYAKAN KESEJAHTERAAN TENAGA MEDIS DI KABUPATEN TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Ratusan asyarakatyang tergabung dala ormas BBC,  melakukan aksi untuk memberikan dukungan terhadap tenaga kesehatan yang mendapat perlakuan kurang adil saat berjuang menghadapi pandemi covid-19, dengan mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.(26/08)

Menurut Ketua Generasi Muda BBC Kabupaten Tasikmalaya, Yudi Adirahmatilah, aksi ini merupakan adalah bentuk kepedulian masyarakat kepada para medis yang berada di garda depan dalam penanganan covid.

“Kami melihat upah atau isentif yang diterima tenaga medis tidak sepadan dengan pengabdian mereka, “ungkapnya.

Menurut Yudi, pihaknya sengaja datang ke Dinas Kesehatan ini karena ingin bicara terbuka dengan pejabat yang ada di Dinkes untuk mempersoalkan kesejahteraan yang selama ini diterima para petugas kesehatan, ini penting karena dalam penanganan covid ini nasib para medis baik yang ada di rumah sakit atau pun puskesmas ini sangat riskan dan beresiko tinggi.

Yudi juga mengatakan, ia dan rekan-rekannya yang ada di 39 kecamatan akan datang lagi jika tidak tanggapan dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Sementara menaggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dr. Heru Suharto mengatakan, kebijakan dalam pembagian insentif ada pada masing-masing puskesmas dan RSUD.

“Dan ini sudah langsung kami serahkan ke puskesmas dan RSUD,”ucapnya.
 (ANWARWALUYO-JAJANG)

TERKAIT KEBERATAN ORANGTUA SISWA, DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PANGANDARAN SEGERA REVISI SURAT PERNYATAAN

Sekdisdikpora Pangandaran, Agus Nurdin
PANGANDARANNEWS.COM-Sejumlah orang tua peserta didik mengaku merasa keberatan saat  harus membuat pernyataan menjelang putra-putrinya untuk mengikuti belajar tatap muka yangrencananya akan dimulai pada bulan september mendatang.

Dalam surat pernyataan tersebut, ada tiga pernytaanyangharus disanggupi orangtua siswa, diantaranya, 1. mengijinkan anaknya untuk mengiktui kegitan belajar mengajar tatap muka di sekolah berbasis adaptasi kebiasaan baru (AKB), 2. mengarahkan mendukung anaknya untuk selalu mengikuti protokol kesehatan di sekolah dan bersedia dan yang ke 3, bersedia menanggung resiko sendiri.

“Untuk point 1 dan 2 saya sih setuju saja, tapi poin yang ketiga kok kayanya pemerintah lepas tanggungjawab, “ungkap salah seorang ibu, warga Desa Wonoharjo.(25/8)

Padahal, lanjut ibu tersebut, seperti diketahui penanganan pandemi covid-19 merupakan tanggungjawab semua, baik masyarakat atau pun pemerintah.

Di tempat terpisah, saat diminta komentarnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran,  DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, mengakui, surat pernyataan yang harus ditandatangani orangtua siswa tersebut memang yang harus direvisi, terutama untuk poin 3.
“Kami juga memang menerima banyak keluhan terkait hal ini, kami minta maaf, “kata Agus. (26/8)

Agus yang ditemui di ruang kernyanya mengatakan, maksud surat pernyataan tersebut dimaksudkan agar ada “perlindungan” para pendidik ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi jika memang ada kesan pemerintah lepas tanggungjawab, maka surat itu akan segera ditarik da direvisi.

“Kami juga sudah mempersilahkan pihak sekolah untuk merubah pernyataan tersebut yang intinya orangtua siswa tidak menyalahkan rekan-rekan guru dan sekolah jika memang terjadi hal yang tidak kita inginkan, “kata Agus lagi.

Pada surat pernyataan yang baru nanti, lanjutnya, antara lain, 1. Mengijinkan / tidak mengijinkan, siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, 2. Akan membimbing dan mengarahkan anak untuk selalu mengikuti segala aturan berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19, diantaranya agar memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, selalu jaga jarak dengan orang lain, membawa bekal dari rumah dan  tidak jajan disekitar sekolah.

Agus menambahkan, selain itu orangtua siswa harus memberi keterangan jika dalam waktu 14 hari ke belakang si anak pernah atau tidak pernah bepergian ke luar Kabupaten Pangandaran, bila pernah, ke daerah mana, juga harus memberitahu jika anaknya tidak mempunyai atau mempunyai riwayat penyakit bawaan, bila mempunyai, penyakit apa yang diderita si anak.

“Dan juga harus meberitahukan alat transportasi yang digunakan anak untuk pergi dan pulang sekolah, “terang Agus.

Jadi dalam surat pernyataan itu, kata Agus, dipersilahkan jika ada orangtua yang keberatan dan tidak mengijinkan anaknya untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah, karena para guru akan tetap melakukan program guling (Guru Keliling) untuk membantu siswa belajar di rumah.

Disoal kapan dimulainya belajar tatap muka, Agus mengatakan, direncanankan akan dimulai sekitar akhir bulan agustus atau awal bulan september sekarang.

“Saat ini kami masih menunggu face shield yang akan dibagikan pada seluruh guru dan siswa untuk kelengkapan belajar tatap muka, “pungkas Agus. (PNews)

SEJUMLAH ORMAS TUNTUT KPK SEGERA PROSES KASUS HUKUM WALIKOTA TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Koalisi Ormas LSM kembali memasang spanduk yang bertuliskan
Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-75 dan tulisan “Kota Tasikmalaya Belum Merdeka Dari Korupsi, Selama ini  Dipimpin Oleh Kepala Daerah Tersangka KPK”, di beberapa titik di gedung pemerintahan Kota Tasikmalaya, seperti di Gedung DPRD, Komplek Perkantoran dan Gedung Balaikota.(25/8)

Dalam aksi tersebut turut hadir para Ketua Koalisi dan LSM yang diikuti beberapa Pengurusnya, diantaranya Ketua LSM FPK Publik Ais Rais, Ketua LSM Janur Uus Firman SE, Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia Kota Tasikmalaya DA Sukrisman.

Menurut Ketua Pemuda Demokrat Kota Tasikmalaya, Andi Nugraha, tulisan tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan pada anggota DPRD Kota Tasikmalaya, kalau kepala daerah masih berstatus tersangka KPK.

Dan aksi ini merupakan kontrol sosial kepada pemerintah, khususnya Walikota Tasikmalaya yang sudah bersetatus Tersangka KPK Dugaan Kasus Suap Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun2018.

“DPRD harus ingatkan wali kota jangan seenaknya membuat aturan karena hingga saat ini ia masih berstatus tersangka di KPK, “tegasnya.

Kata Andi, pihaknya sangat menyayangkan hingga saat ini KPK tidak dilakukan penahanan dan  proses peradilan, sehingga ia pun menantang KPK untuk segera datang ke Kota Tasikmalay untuk  melakukan penahanan, Andi juga menghawatirkan dengan terbitnya Undang Undang KPK yang baru, kasus wali kota Tasik dijadikan file projek KPK untuk mengeluarkan SP3.

Dan untuk kepastian hukum kasus ini, Andi menuntut KPK untuk segera menindaklanjuti sesuai pernyataan yang dikeluarkan KPK dengan telah menetapkan Walikota Tasikmalaya sebagai tersangka kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggran 2018.

“Kami menantang KPK datang ke Kota Tasikmalaya untuk melakukan penahanan terhadap Walikota Tasikmalaya sesuai prosedur tetap KPK, “tegasnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

PEMDES CIAWI KEMBALI SALURKAN BST KEMENSOS UNTUK TAHAP IV DAN V

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Pemdes Ciawi Kecamatan KarangnunggalKabupaten Tasikmalaya  kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk alokasi tahap IV dan V, bertempat di aula desa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.(25/8)

Dalam proses penyaluran bansos covid  bagi warga sebesar Rp 600 ribu tersebut, dihadiri Muspika Kecamatan Karangnbunggal, perwakilan dari Kantor pos Karangnunggal, Kades Ciawi, lembaga desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,

Saat diminta komentarnya, Kepala Desa Ciawi, Iman Surohiman, mengatakan, penyaluran BST tahap IV dan V ini untuk 223 Kepala Keluarga (KK ) penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, kata Imam, ia pun tetap memperhatikan serta menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, cucui tangan pakai sabun.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban hidup masyarakat di masa pandemi ini, “ungkp Imam. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO-JAJANG)

SEJUMLAH LOMBA WARNAI PENUTUPAN BHAKTI DESA MAHASISWA IMT DI DESA BARUMEKAR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kegiatan Bhakti Desa yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Tasikmalaya Bandung Raya IMT selama satu bulan di Desa Barumekar Kecamatan Parungponteng KabupatenTasikmalaya, merupakan agenda tahunan. Dan kali ini kegiatan tersebut dikemas dengan Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI), dengan mengambil tema “Ngawangun Citra Ngabakti Kalemah Cai”.

Beberapa kegiatan pun seperti membimbing anak anak  belajar secara privat, belajar mengaji, da’wah dan pelajaran lainnya menjadi sebagian materi acara ini.

Seperti dituturkan Kepala Desa Barumekar, Maulana Taufik, S.,Sos, mudah-mudahan kegiatan yang di laksanakan IMT & mahasiswa/wi KKN, menjadi motivasi sekaligus taula dan bisa lebih giat, rajin dalam belajar mencari ilmu. Sehingga para generasi muda menjadi cerdas yang kaya dengan gagasan membanggun desa lebih baik lagi.

“Atas nama pribadi dan juga masyarakat Barumekar saya sangat berterimakasih kepada IMT yang telah mengadakan kegiatan di desa kami, semoga ini menjadikan silaturahmi yang  berkesinambungan, “ucap Maulana.

Sementara Ketua pelaksana kegiatan Bakti Desa mengatakan, penutupan kegiatan ini sekaligus pembukaan beberapa perlombaan dengan tujuan untuk mencari bakat, baik perlombaan tingkat anak-anak dewasa dan orang tua.

“Lomba tersebut, diantaranya, lomba mewarnai bagi anak anak ,lomba pidato dan perlombaan lainya bagi dewasa juga orang tua, “terangnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)



SATUKAN PERSEPSI TANGANI PANDEMI JELANG PERSIAPAN BELAJAR TATAP MUKA, KECAMATAN TARAJU GELAR APEL BERSAMA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Untuk menyatukan persepsi terkait penerapan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 serta persiapan siswa belajar tatap muka, sejumlah instansi pemerintah Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya dan masyarakat, seperti Polri, TNI, kecamatan, UPT Puskesmas, UPT Pendidikan, kepala desa, Kepala Sekolah SMA N 1, SMP N Taraju, Ketua MUI dan RT, menggelar apel bersama bertempat di halaman koramil 1221/Taraju.(24/8)

Usai apel, kegiatan pun dilanjutkan dengan pembahasan tentang Protokol Kesehatan serta penanganan pandemi Covid-19 dan persiapan pelaksanaan serta prosedur perijinan terkait belajar-mengajar tatap muka.

Dalam pembahsan tersebut, Camat Taraju, Rohandi, S.Ip, meminta semua institusi, para stake holder dan semua lapisan masyarakat agar selalu melakukan kordinasi baik yang terkait dengan penangan covid-19 maupun persiapan penyelenggaraan belajar tatap muka di sekolah.

Rohadi mengeaskan, semua harus patuh pada standar protokol kesehatan dalam kegiatan apa pun, seperti selalu pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak.

“Dan untuk tim gugus tugas atau RT siaga harus selalu mencatat dan membuat laporan situasi dan kondisi sosial masyarakat, karena saya yakin dengan kesamaan persepsi dan gotong-royong merupakan kunci utama kesuksesan dalam hal apapun,”ucap Rohandi.

Rohandi juga mengintruksikan agar semua kepala desa selalu siap siaga dalam menangani dampak pandemi covid-19, seperti penyaluran bantuan sosial (Bansos), mengawasi keadaan lingkungan, bahkan kepala desa harus bisa memberi motivasi pada warga agar suasana kebatinannya tetap tenang.

“Saya mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah sama-sama bisa menyatukan persepsi terutama pada pihak TNI dan Polri yang selalu membantu pemerintah kecamatan sehingga lingkungan tetap aman dan terkendali, dan mudah-mudahn Kecamatan Taraju bisa secepatnya pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan kembali pada kehidupan sosoial yang normal, ”pungkasnya. (ENDAH-ANWARWALUYO)


SETELAH TIGA HARI PENCARIAN KORBAN TENGGELAM DI PANTAI CIPATUJAH AKHIRNYA DITEMUKAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Setelah melakukan pencarian selama beberapa hari, akhirnya petugas gabungan berhasil menemukan jenazah Ikbal Muhamad Bin Rohmi (14), warga Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis yang tenggelam di pantai Pasanggrahan, Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (21/8). Jenazah korban ditemukan petugas gabungan yang dibantu masyarakat di di pantai Cibutun Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah pada Minggu (23/8) sekitar pukul 14.30 Wib

Kepada awak media, dalam keterangannya Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi SH, didampingi Kanit Reskrimnya Aipda Taufik Hidayah SH, usai melakukan evakuasi korban, menjelaskan, setelah pencarian selama 3 hari dengan menyusuri pantai dan sejumlah lokasi lainnya, akhirnya tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud, Polsek, Koramil 1225/Cipatujah, Basarnas, BPBD dengan dibantu nelayan, Ormas dan masyarakat, akhirnya berhasil menemukan jasad korban dalam kondisi  meninggal dunia

Setelah petugas melakukan pengecekan, terang Rokhmadi, jenazah pun langsung dievakuasi ke Puskesmas Cipatujah dan atas permintaan keluarga untuk tidak dilakukan autopsi. Dan selanjutnya jenazah pun langsung diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya yang beralamat Dusun Cipelah DesaWangunsari Kecamatan Rancah.

“Dengan kejadian tersebut, kami menghimbau kepada seluruh pengunjung agar lebih berhati-hati dan selalu waspada saat beraktifitas di area pantai, “ucapnya.(23/8) *ANWARWALUOYO*

LIBUR TAHUN BARU HIJIRIYAH, RIBUAN PEZIARAH PADATI WISATA RELIGI PAMIJAHAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Hari libur tahun baru 1442 hijriah, wisata reigi Pamijahan di Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, seperti biasa dipadati ribuan peziarah. Peningkatan kedatangan peziarah ini dimulai sejak tanggal 20 hingga puncak kunjungan terjadi pada hari minggu tanggal 23 agustus 2020 lalu, sehingga area terminal pun penuh dipadati sejumlah kendaraan.

Seperti dituturkan Koordinator Wisata Khas Religi Pamijahan, Dede Nurjaman S.Ip, selama libur panjang tahun baru 1442 Hijriyah pengunjung/peziarah yang datang ke Pamijahan di perkirakan mencapai 4.500 orang, namun kepadatan pengunjung terjadi pada hari minggu yang merupakan hari terakhir liburan.

“Ada sekitar 80 unit bus, kendaraan kecil dan ratusan sepeda motor pun memadati terminal wisata Pamijahan, “ujarnya.(23/8)

Dede mengatakan, pihaknya pun selalu menerapkan ptorokol kesehatan pada setiap pengunjung, seperti pengecekan suhu badan, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak bagi peziarah maupun warga setempat.

“Ini semua demi kenyamaan baik pengunjung atau pun warga disini, “imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang pengunjung asal Kota Cirebon, Asep, berwisata  ke Pamajihan sudah merupakan agenda  rutin setiap tahun  baru  islam, bulan rajab dan syahban.

“Di sini kami selalu melaksanakan tawasulan  bersama  kerabat, dan kami berdoa’ mudah-mudahan pandemi covid 19 ini cepat hilang, “ungkap Asep. (UDIRUSTADI-ANWARWLUYO)

BERADA DI WILAYAH ZONA HIJAU, SMA NEGERI 1 KARANGNUNGGAL PERSIAPKAN BELAJAR TATAP MUKA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-SMA Negeri 1 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya termasuk salah satu sekolah yang berada di wilayah zona hijau di Provinsi Jawa Barat, sehingga dalam waktu dekat ini mulai mempersiapkan diri akan membuka kembali sekolah dan belajar secara tatap muka seperti yang digulirkan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 serta tetap menerapkan protokol kesehatan,

Ditemui di kantornya, Kepala SMA N 1 Karangnunggal, Drs Aji Permana Spd.Mpd., membenarkan, pihaknya akan segera membuka kembali sekolah belajar Tatap muka, dengan pertimbangan SMA N 1 Karangnunggal merupakan salah satu sekolah yang berada di kecamatan dengan status zona hijau sehingga diijinkan untuk membuka kembali sekolah.

Tapi walau pun begitu, kata Aji, pihaknya akan tetap diberlakukan protokol kesehatan serta membatasi jumlah guru pengajar berusia maksimal 45 tahun dengan pertimbangan daya imun tubuhnya kuat.

Selain itu, masih kata Aji, jumlah siswa pun bertahap dengan skala prioritas bagi siswa yang di tempat tinggalnya sulit terjangkau signal internet dan siswa yang kurang mampu.

“Dan nantinya sebelum mulai pembelajaran siswa akan di tes Swab atau pcr, pengecekan Suhu Tubuh serta jam belajarnya dikurangi, “jelasnya. (22/8)

Aji mengatakan, saat ini ia pun telah dilakukan percobaan belajar tatap muka dengan kegiatan ekstra kulikuler pada kegiatan pembentukan Pengurus Bantara Pramuka yang sudah menjadi agenda tahunan sekolah.

“Bahwa pendidikan harus tetap berjalan walau dalam situasi apa pun, dan dengan komitmen serta dibarengi disiplin semua pihak, diharapkan pandemi covid ini segera berakhir, “imbuhnya.

Sementara Ketua Bantara (Pradana) SMAN 1 Karangnunggal, Bagas Pramudia Pradana, mengungkapkan, ia sudah sangat rindu dengan sekolah seperti biasa, karena dengan metode pBelajar Jarak Jauh (BJJ) yang selama ini diterapkan, menurutnya, dalam penyerapan pelajaran kurang maksimal.

“Kami dan guru sama-sama sudah merindukan suasana belajar seperti sedia kala saat elum ada pandemi, “ujarnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

BELUM DIBUKANYA TWA CAGAR ALAM PANGANDARAN DIKELUHKAN SEJUMLAH PIHAK

PANGANDARANNEWS.COM-Menanggapi keluhan sejumlah pemandu di Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pananjung Pangandaran, yang menyesalkan karena hingga saat ini TWA tersebut masih belum dibuka untuk wisatawan. Menurut Kepala Resort BKSDA Cagar Alam Pangandaran, Uking Iskandar, dan jika keluhan tersebut dialamatkan ke BKSDA, itu salah alamat.

Pasalnya, kata Uking, sesuai tugas pokok dan fugsi (tupoksi) BKSDA hanya konsen pada urusan konservasi, pelestarian hutan dan ekosistem.

Uking saat ditemui di ruang kerjanya, juga mengatakan, kalau pun ada Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Cagar Alam Pangandaran, itu pun tanpa target karena memang BKSDA tidak profit oriented.

“Selain tugas itu kami hanya memfasilitasi apabila ada riset atau penelitian baik dari akademisi atau pun ilmuwan, “ungkapnya.(23/8)

Uking menambahkan, dan ketika masalah belum dibukanya TWA Cagar Alam Pangandaran ini ke kantor pusat, ia pun hanya mendapat informasi bahwa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), TWA di BKSDA Jawa Barat yang sudah diijinkan untuk dibuka kembali, diantaranya Tangkuban Parahu, TWA Papandayan dan TWA Cimanggu. Sementara untuk kawasan lainnya pun  sudah diusulkan ke Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dengan dasar Surat Edaran (SE) dari bupati di masing-masing TWA.

“Jadi sampai saat ini kami pun masih bingung, bisa dibuka atau belum, “imbuh Uking.

Dan untuk TWA Cagar Alam Pangandaran sendiri, lanjutnya, Ijin Pengusaha Pariwisata Alam (IPPA) nya bukan di BKSDA tapi ada di pihak Perum Perhutani.

Sementara informasi yang ia terima, kata Uking, hingga saat ini Perhutani belum mengirim surat permintaan untuk dibuka kembali Cagar Alam Pangandaran ke balai besar.

“Padahal saya sudah ikut menandatangi sarat dan ketentuan, seperti penerapan protokol kesehatan dan lainnya untuk lampiran pengajuan surat tersebut, “terang Uking. (PNews)

ISI LIBUR PANJANG TAHUN BARU ISLAM, 40 RIBU LEBIH WISATAWAN PADATI OW DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Obyek wisata (OW) Pangandaran terbukti masih menjadi pilihan wisatawan untuk mengisi libur panjang minggu kemarin, tampak di beberapa ruas jalan pun terjadi antrian kendaraan baik roda dua atau sepeda motor pun walau tak menimbulkan kemacetan tapi membuat arus lalu-lintas sedikit tersendat.

Suasana di sepanjang pantai pun dipadati puluhan ribu pengunjung yang asik menikmati suasana laut, bahkan tak hanya di pantai barat saja, kini kawasan pantai timur pun nampak jejeran kendaraan hampir memenuhi sepanjnag jalan.

Salah seorang wisatawan asal Kebon Kopi Kota Cimahi, Yasin (29), mengaku sangat menikmati sekali liburannya ke Pantai Pangandaran. Padahal menurutnya, berlibur ke Pangandaran bukan hanya kali ini saja, tapi hampir setiap ada kesempatan baik dengan keluarga atau pun dengan teman kerja ia selalu menyempatkan berlibur ke obyek wisata yang sudah menjadi ikon Jawa Barat ini.

“Liburan kaliini saya ramai-ramai dengan teman mengendarai motor, wah asik, ada sensasi sendiri di perjalanannnya, “ungkapnya, saat diwawancarai PNews di salah satu tempat wahana wisata air di pantai timur.(23/8)

Sementara hasil pantauan PNews, baik di pantai barat atau pun timur, sangat disayangkan karena  banyak wisatawan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, masih ada pengunjung yang tidak memakai masker, padahal Pemerintah Kabupaten Pangandaran sudah beberapa kali mengingatkan agar dalam berwisata harus menerapkan protokol kesehatan.

Secara terpisah, melalui pesan whatsapp, Kepala Bagian Perekonomian Setda Pangandaran, Dadan Sugistha, ST, menyampaikan, jumlah kunjungan wisatawan selama libur minggu kemarin tercatat, ada 30.677 wisatawan masuk ke OW Pangandaran, 4.450 orang ke OW Batukaras, 5.277 orang ke OW Pantai Karapyak, 1.796 ke OW Batuhiu dan 1.705 wisatawan yang berkunjung ke OW Greencanyon.

Sementara untuk Penghasilan Asli Daerah (PAD) yang di diperoleh dari masing obyek wisata hingga tanggal 22 Agustus tercatat, untuk OW Pangandaran sebesar Rp. 1,154 milyar, OW Batukaras Rp. 198,7 juta, OW Karapyak Rp 78,2 juta, OW Batuhiu Rp. 58,5 juta dan OW Greencanyon sebesar Rp. 38,6 juta. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN